Tag: perbaiki rumah

  • Perbaiki 6 Hal Sebelum Jual Rumah Supaya Cuan dan Cepat Laku


    Jakarta

    Saat menjual rumah, tentu kamu ingin menawarkan hunian dengan kondisi terbaik agar menarik calon pembeli. Kondisi rumah yang minim masalah bisa membantu bikin rumah cepat terjual.

    Calon pembeli biasanya akan melakukan penilaian saat survei rumah. Kalau sampai menemukan kerusakan atau tampilan rumah yang mengganggu, maka mereka akan ragu-ragu untuk membeli.

    Apalagi kalau kerusakan itu dapat mengancam keselamatan atau kesehatan penghuni rumah. Selain itu, kerusakan di sekitar rumah juga bisa mengurangi nilai properti, lho!


    Oleh karena itu, sebaiknya memperbaiki beberapa hal di sekitar rumah sebelum mulai penjualan.

    Lalu, apa saja ya yang sebaiknya diperbaiki sebelum menjual rumah? Yuk, simak penjelasan berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).

    Perbaiki 6 Hal Ini Sebelum Menjual Rumah

    1. Kerusakan Akibat Air

    Tanda-tanda kerusakan akibat air, termasuk jamur mesti segera diatasi supaya tampilan bersih dan tidak memberi kesan ada masalah pada rumah.

    “Pemilik rumah harus benar-benar memperbaiki sisa-sisa kerusakan air di rumah mereka-meskipun itu hanya noda kosmetik pada cat dari kebocoran sebelumnya yang telah diperbaiki,” kata agen dari Coldwell Banker Warburg Kate Wollman-Mahan, dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).

    2. Pipa Rusak

    Urusan air dan perpipaan adalah komponen penting dari sebuah rumah. Pastikan segala saluran mulai dari toilet hingga wastafel dan tangki septik berfungsi dengan baik karena sangat diperhatikan oleh calon pembeli.

    Segera perbaiki kalau ada kebocoran untuk mencegah lebih banyak kerusakan dan tagihan air yang mahal. Kamu bisa menggunakan jasa tukang ledeng untuk memperbaiki pipa air di rumah.

    3. Masalah Struktural

    Lalu, kamu juga perlu memperbaiki kerusakan yang berhubungan dengan struktur bangunan. Misalkan dinding yang miring, atap yang turun, retak pada dinding, hingga masalah plafon.

    Sebab, masalah struktural dan fondasi rumah bisa bikin rumah susah dijual karena menandakan ada kerusakan serius lainnya.

    4. Masalah Fondasi

    Masalah fondasi tergolong vital karena fondasi yang kuat penting untuk rumah yang aman dan kokoh. Tanah bisa saja bergerak, sehingga mengubah fondasi bangunan.

    Sebaiknya melakukan pengecekan sebelum menjual rumah, salah satunya dengan mengidentifikasi keretakan pada dinding rumah. Lalu, konsultasi dengan ahli dan segera lakukan perbaikan.

    5. Kerusakan Atap

    Kondisi atap yang buruk dapat menimbulkan masalah besar pada keseluruhan rumah. Atap yang rusak bisa berakibat kebocoran, sehingga udara menjadi lembap, struktur bangunan rusak, dan tumbuh jamur.

    Pastikan kamu sudah mengecek dan memperbaiki atap yang rusak sebelum menjual rumah. Untuk mengetahui atap rusak, carilah genteng yang hilang, aus, atau rusak.

    6. Pencahayaan Lampu

    Supaya rumah lebih menarik di mata calon pembeli, beri penerangan lampu yang optimal saat survei rumah. Nah, jangan sampai ada lampu yang rusak.

    Selain penampilan rumah bakal kurang menarik, lampu yang tidak menyala atau berkedip menandakan ada kerusakan di rumah.

    Demikian 6 hal yang mesti kamu perbaiki sebelum menjual rumah supaya cepat laku dengan harga yang menguntungkan.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Hadapi Musim Hujan biar Rumah Nggak Bocor dan Rusak



    Jakarta

    Terkadang ada saja masalah muncul di rumah saat memasuki musim hujan. Derasnya air hujan ditambah udara yang lembap bisa bikin rumah rusak.

    Kondisi seperti ini dapat merusak dinding, menimbulkan rembesan, pertumbuhan jamur, bahkan merusak pada fondasi, lho. Sebelum terjadi kerusakan, sebaiknya mengecek dan mempersiapkan rumah memasuki musim hujan.

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan kalau saat musim hujan? Yuk, simak penjelasanya berikut ini, dikutip dari HomeWorldDesign.


    5 Hal yang Harus Diperhatikan di Rumah Saat Musim Hujan

    Inilah hal-hal yang perlu kamu cek dan persiapkan di rumah untuk menghadapi musim hujan

    1. Periksa Atap

    Atap menjadi bagian rumah yang paling banyak terkena terpaan air hujan. Oleh karena itu, pastikan atap kokoh dari bebas dari kebocoran atau retakan.

    Periksa dan rawat atap secara teratur untuk mencegah kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan mahal. Pastikan Anda juga memeriksa plafon rumah karena biasanya tanda-tanda kebocoran terlihat dari sini.

    Lalu periksa juga kalau ada genteng yang rusak, retak, berlubang, bergeser, ataupun hilang. Jangan sampai ada celah untuk air masuk ke dalam rumah. Sebagai tambahan, kamu bisa menambahkan lapisan kedap air ke atap untuk mencegah kebocoran.

    2. Periksa Kabel Listrik

    Hujan deras dapat merusak isolasi saluran kabel listrik, sehingga meningkatkan risiko masalah seperti pemadaman listrik, lonjakan daya, sekring putus, dan gangguan pengaturan tegangan di rumah. Pastikan tidak ada kabel yang longgar atau sakelar yang rusak seta pemutus arus berfungsi dengan baik.

    Tutupi kabel yang terbuka untuk mencegah sengatan listrik, terutama jika ada anak-anak atau hewan peliharaan di rumah. Pastikan kamu tidak asal menggunakan selotip atau lakban untuk memperbaiki atau menutupi kabel ini, karena kabel tersebut tidak terbuat dari bahan isolasi yang tepat dan dapat merusak kabel lebih lanjut. Gunakan selotip listrik atau biarkan teknisi ahli menangani pekerjaan tersebut.

    Hujan deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Sebaiknya kamu juga memasang pelindung lonjakan arus untuk menjaga peralatan dan elektronik tetap aman selama lonjakan daya saat petir menyambar.

    Lalu, penting untuk mengawasi stopkontak di dekat jendela dan area semi terbuka. Sebab, ada kemungkinan stopkontak akan mengalami kerusakan akibat air.

    Kamu juga perlu memangkas cabang-cabang pohon yang terlalu dekat dengan kabel listrik. Jangan sampai ranting pohon jatuh mengenai kabel listrik saat hujan deras dan menyebabkan pemadaman listrik.

    3. Bersihkan Talang dan Saluran Air

    Sistem drainase dan talang melindungi atap dan fondasi rumah dari hujan deras. Untuk itu, salurannya harus bersih dan bebas dari penyumbatan sebelum hujan mulai turun. Kamu bisa memeriksa pipa dan saluran pembuangan secara berkala dan perbaiki retakan atau kebocoran pada pipa.

    Puing-puing seperti daun, ranting, dan batu, dapat dengan mudah terkumpul di saluran pembuangan dan talang. Hal ini akan menghalangi aliran air dan meningkatkan risiko genangan air, luapan, dan tumpahan yang dapat merusak dinding dan fondasi rumah.

    4. Periksa Halaman Rumah

    Kami harus memeriksa halaman rumah untuk mencari area yang selalu tergenang air. Ini dapat mengindikasikan perataan tanah yang tidak tepat yang pada akhirnya akan merusak fondasi rumah. Jika Anda melihat genangan air, hubungi spesialis lansekap dan drainase untuk memeriksa dan memperbaikinya. Jangan sampai perataan tanah tidak semakin memburuk.

    5. Lindungi Pintu, Jendela, dan Dinding

    Periksalah jendela dan dinding dengan benar untuk mencari retakan atau area yang tidak tertutup dengan benar. Pastikan semua jendela dan pintu dapat dibuka dan ditutup dengan benar.

    Gunakan busa atau sealant silikon berkualitas untuk menutup celah antara pintu dan jendela. Langkah Ini akan mencegah kebocoran air dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur, pembengkakan, dan pembusukan di sekitar rangka kayu jendela dan pintu. Kamu juga bisa memasang segel karet di dasar pintu masuk dan pintu balkon untuk mencegah air masuk ke dalam rumah.

    Selain itu, retakan di dinding dapat dengan mudah membuat air meresap, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan akhirnya merusak dinding dan fondasi rumah. Salah satu cara untuk mengidentifikasi area yang mungkin mengalami rembesan adalah dengan mencari dinding yang lembap dan cat yang mengelupas.

    Jika menemukan jamur, kikis dan gunakan pemutih dan air untuk membersihkan dan mendisinfeksi dinding. Selanjutnya, aplikasikan lapisan cat tahan air.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan di rumah ketika memasuki musim hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com