Tag: perendaman

  • Perbedaan Utama Atap Logam Galvanis dan Galvalum


    Jakarta

    Ketika memilih material atap untuk bangunan, dua opsi populer yang sering dipertimbangkan adalah atap logam galvanis dan galvalum. Meskipun keduanya menawarkan keunggulan dalam hal ketahanan dan estetika, ada perbedaan mendasar dalam komposisi, ketahanan terhadap korosi, dan masa pakai yang perlu dipertimbangkan.

    Atap Logam Galvalum

    Melansir Big Home Projects, pada Minggu (27/10/2024), atap logam Galvalume dilapisi dengan kombinasi seng, aluminium, dan silikon. Kombinasi ini memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap korosi, sehingga atap galvalume dikenal sangat tahan lama.

    Salah satu keuntungan utama dari atap galvalume adalah ketahanannya yang luar biasa terhadap goresan dan tepi yang terpotong, yang sering kali menjadi titik lemah dalam pembentukan karat pada atap galvanis.


    Meskipun biaya awal atap galvalume biasanya lebih tinggi, daya tahannya dan kebutuhan perawatan yang minim sering kali membuatnya menjadi investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang.

    Atap Logam Galvanis

    Sementara itu, atap logam galvanis dilapisi dengan seng untuk melindungi baja atau besi di bawahnya dari korosi. Proses ini melibatkan perendaman logam dalam bak seng cair, yang menciptakan ikatan kuat dan memberikan perlindungan efektif terhadap karat serta faktor lingkungan lainnya.

    Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan terkait atap galvanis adalah bahwa atap ini cenderung lebih terjangkau dibandingkan atap galvalume, menjadikannya pilihan ekonomis bagi banyak pemilik rumah.

    Namun, perlu diperhatikan bahwa lapisan galvanis dapat mengalami pelunakan seiring waktu, sehingga memerlukan perawatan dan pelapisan ulang agar ketahanannya tetap terjaga dalam jangka panjang.

    Tingkat Keawetan

    Dalam hal ketahanan, atap logam galvalume dikenal lebih tahan lama dibandingkan atap galvanis tradisional. Campuran seng, aluminium, dan silikon dalam pelapis Galvalume membantu memperpanjang umur atap dengan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap karat dan korosi.

    Meskipun atap galvanis masih dapat memberikan ketahanan yang cukup baik, terutama jika dirawat dengan baik, atap galvalume sering kali lebih dipilih karena masa pakainya yang lebih panjang dan mengurangi kebutuhan untuk perbaikan atau pelapisan ulang yang sering.

    Ketahanan Terhadap Korosi

    Baik atap logam galvanis maupun galvalume terkenal karena ketahanannya terhadap korosi, tetapi galvalume umumnya memberikan perlindungan yang lebih baik berkat kandungan aluminiumnya.

    Aluminium berfungsi sebagai penghalang yang sangat efektif terhadap korosi, memberikan daya tahan ekstra di lingkungan yang keras, seperti daerah dengan kelembapan tinggi atau paparan garam.

    Bagi pemilik rumah yang tinggal di daerah pesisir atau wilayah yang sering mengalami hujan lebat, atap galvalume dapat memberikan kinerja jangka panjang yang lebih baik dibandingkan dengan atap galvanis.

    Efek Pada Lingkungan

    Dari perspektif dampak lingkungan, baik atap logam galvanis maupun galvalume adalah bahan yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali setelah masa pakainya habis.

    Namun, atap galvalume dianggap lebih ramah lingkungan karena kandungan aluminiumnya, yang lebih mudah didaur ulang dan memerlukan energi lebih sedikit untuk diproses dibandingkan seng.

    Memilih atap galvalume dapat menjadi pilihan berkelanjutan bagi pemilik rumah yang ingin mengurangi jejak karbon dan mendukung praktik pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

    Estetika

    Atap logam galvanis dan galvalume menawarkan kualitas estetika yang berbeda yang dapat memengaruhi penampilan keseluruhan rumah atau bangunan. Atap galvanis biasanya memiliki tampilan yang lebih cerah dan mengkilap pada awalnya karena lapisan seng murni, tetapi dapat mengembangkan patina abu-abu matte seiring waktu.

    Di sisi lain, atap galvalume memiliki lapisan yang lebih halus dan sedikit lebih kusam akibat kandungan aluminiumnya, memberikan tampilan yang modern dan sederhana yang banyak disukai oleh pemilik rumah untuk desain kontemporer atau lingkungan perkotaan.

    Biaya

    Biaya merupakan faktor penting dalam memilih antara atap logam galvanis dan galvalume, karena dapat mempengaruhi investasi awal serta biaya perawatan di masa depan.

    Meskipun atap galvanis biasanya lebih terjangkau di awal, atap ini mungkin memerlukan lebih banyak perawatan dan pelapisan ulang seiring berjalannya waktu, yang dapat menambah total biaya kepemilikan.

    Sebaliknya, atap galvalume memiliki biaya awal yang lebih tinggi, tetapi menawarkan ketahanan dan umur yang lebih panjang, yang dapat menghasilkan biaya perawatan yang lebih rendah dan nilai keseluruhan yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

    Pemeliharaan

    Perawatan memainkan peran krusial dalam kinerja dan ketahanan atap logam, baik itu galvanis maupun galvalume. Pemeriksaan, pembersihan, dan perbaikan kecil secara berkala dapat membantu memperpanjang umur atap serta mencegah masalah seperti pembentukan karat atau kebocoran.

    Untuk atap galvanis, penting untuk memantau kondisi lapisan seng dan segera menangani tanda-tanda keausan atau kerusakan.

    Sementara itu, perawatan rutin atap galvalume dapat difokuskan pada pemeliharaan integritas lapisan aluminium dan memastikan perlindungan optimal terhadap korosi selama bertahun-tahun ke depan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Cek Atap Dak Beton Bocor, Cuma Pakai 1 Teknik!


    Jakarta

    Atap dak beton semakin banyak digunakan sebagai bentuk atap rumah masa kini. Bentuk atap dak beton ini biasanya rata dan tidak memakai genteng, sehingga bisa dibuat sebagai ruang santai atau biasa disebut rooftop. Namun, sama seperti atap pada umumnya, dak beton juga bisa bocor atau rembes.

    Potensi kebocoran ini juga dipengaruhi karena bentuk dari atapnya yakni datar. Bentuk atap yang datar membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Sementara, atap yang miring, tidak akan membuat air berkumpul di atas, melainkan langsung jatuh ke tanah. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menyiapkan lubang dan pipa pembuangan air di atas.

    Selain itu, kamu juga harus memastikan atap dak beton itu memang tidak rembes atau bocor pada saat masih pembangunan. Dengan begitu, kamu tidak akan mengeluarkan uang dua kali lipat untuk memperbaiki dak beton ini. Lantas, bagaimana cara memastikan atap dak beton ini memang tidak rembes atau bocor?


    Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

    Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” sebut Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon.. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu di cek adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Atap Dak Beton Bocor dengan Teknik Perendaman Air



    Jakarta

    Atap dak beton biasanya memilik bentuk yang rata dan tidak menggunakan genteng. Meski tidak terlihat memiliki celah, dak beton juga bisa bocor atau rembes, lho.

    Kebocoran dapat dipengaruhi dari bentuk atap yang datar, sehingga membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Oleh karena itu, kamu perlu membuat lubang dan pipa pembuangan air pada atap dak beton.

    Kemudian, kamu perlu memastikan atap dak beton tidak rembes atau bocor pada saat pembangunan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadi masalah nantinya.


    Lantas, bagaimana cara cek atap dak beton tidak rembes atau bocor? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky mengatakan salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

    Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” kata Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu diperiksa adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Baju Kena Darah Kurban? Ini Cara Bersihkannya Tanpa Merusak Kain


    Jakarta

    Jelang perayaan Idul Adha, kemungkinan besar pakaian bisa terkena noda darah saat proses penyembelihan hewan kurban seperti sapi dan kambing. Sebaiknya, hindari pakaian berwarna cerah dan bahan pakaian yang sulit dibersihkan.

    Noda darah merupakan bercak yang terkadang sulit dibersihkan jika menempel pada pakaian, terutama yang kondisinya sudah mengering. Sebab, noda darah adalah noda organik yang berisi penuh protein. Makromolekul ini bersifat dapat saling mengikat saat dipanaskan.

    Oleh karena itu, cara pencuciannya tidak bisa direndam dengan air panas atau hangat, cara ini justru membuat nodanya semakin sulit dibersihkan. Lantas, bagaimana cara yang benar untuk membersihkan noda darah?


    Cara Membersihkan Darah yang Belum Kering

    Dilansir Good Housekeeping, berikut cara membersihkan noda darah pada pakaian.

    1. Rendam di Air Dingin

    Seperti yang disebut sebelumnya, pakaian yang terkena darah sebaiknya tidak direndam di air panas atau hangat karena akan semakin sulit dibersihkan. Sebagai gantinya rendam darah di air dingin.

    2. Gosok dengan Sabun Batangan

    Setelah itu, gosok noda darah dengan sabun batangan. Kemudian gosok menggunakan tangan, ulangi hingga warnanya hilang. Setiap membilas, tuang air dingin atau air biasa agar noda cepat hilang.

    Ada juga yang menyarankan menggunakan hidrogen peroksida. Namun, bahan ini lebih keras dan dapat mempengaruhi kualitas dari kain pakaian sehingga lebih baik dibersihkan dengan sabun terlebih dahulu.

    3. Cuci Bersih

    Setelah noda darah hilang, beri detergen cair yang mengandung enzim. Cuci pakaian dengan sikat atau mesin cuci. Kali ini air yang digunakan adalah air hangat yang dicampur dengan pemutih. Namun, sebelum itu, cek dahulu apakah pakaian tersebut aman jika memakai pemutih. Jika tidak aman, cukup gunakan detergen cair lalu langsung cuci hingga pakaian bersih.

    Cara Membersihkan Darah yang Sudah Kering

    Tips membersihkan noda darah yang sudah kering sebenarnya sama dengan noda darah yang masih basah, tetapi ada tahapan perendaman yang jauh lebih lama. Untuk lebih jelasnya, berikut langkah-langkahnya.

    1. Rendam di Air Dingin

    Pakaian yang terdapat noda darah kering sebaiknya direndam di dalam air dingin yang telah ditambahkan detergen cair. Biarkan pakaian direndam dalam beberapa jam atau bahkan semalaman. Lamanya perendaman tergantung pada banyak noda yang menempel.

    2. Gosok dengan Sabun Batangan

    Setelah itu, gosok noda darah dengan sabun batangan. Kemudian gosok menggunakan tangan, ulangi hingga warnanya hilang. Setiap membilas, tuang air dingin atau air biasa agar noda cepat hilang.

    3. Rendam Lagi jika Noda Darah Tak Hilang

    Apabila noda darah yang kering susah dibersihkan, pakaian tersebut perlu direndam lebih dari satu kali. Sama seperti proses sebelumnya, rendam pakaian dalam air dingin yang telah dicampurkan dengan detergen cair.

    4. Cuci Bersih

    Setelah noda darah hilang, beri detergen cair yang mengandung enzim. Cuci pakaian dengan sikat atau mesin cuci. Kali ini air yang digunakan adalah air hangat yang dicampur dengan pemutih. Namun, sebelum itu, cek dahulu apakah pakaian tersebut aman memakai pemutih. Jika tidak aman, cukup gunakan detergen cair lalu langsung cuci bersih pakaian.

    Bahan-bahan yang Kurang Cocok untuk Bersihkan Noda Darah

    Menurut ahli, bahan-bahan yang sering dipakai untuk pembersih noda seperti cuka, odol, dan garam ternyata kurang efektif untuk menghilangkan noda darah pada pakaian. Namun, jika ingin mencoba menggunakan baking soda. Bahan satu ini masih memungkinkan untuk mengangkat bekas noda yang membandel. Caranya dengan mengoleskan cairan tersebut ke noda dan biarkan selama 30 menit sebelum dicuci.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com