Tag Archives: pergerakan harga

Catat! Ini Senjata Rahasia Para Trader Profesional Tetap Cuan di Pasar


Jakarta

Banyak trader kerap bingung menentukan momen terbaik untuk membeli atau menjual aset. Salah satu strategi yang populer dipakai profesional adalah kombinasi indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) dengan Stochastic Oscillator.

Sepanjang 2025, pasar global penuh gejolak akibat fluktuasi harga emas, kebijakan suku bunga The Fed, hingga isu geopolitik. Kondisi ini membuat volatilitas meningkat, terutama menjelang akhir tahun.

Menjelang akhir tahun, pasar biasanya mengalami peningkatan volatilitas dan volume. Momen ini menjadi kesempatan tepat bagi trader untuk mengevaluasi serta memperbaiki strategi trading demi menghadapi Q4 dengan lebih siap.


Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan alat bantu yang mampu memberikan sinyal pergerakan pasar secara cepat dan akurat. Salah satu strategi indikator yang kerap diandalkan trader profesional adalah kombinasi MACD dengan Stochastic, yang terbukti ampuh membaca arah tren maupun potensi titik balik harga.

Mengenal MACD & Stochastic

(Foto: dok. Valbury)

(Foto: dok. Valbury)

MACD (Moving Average Convergence Divergence) merupakan indikator teknikal yang digunakan untuk menganalisis pasar keuangan. Fungsinya membantu trader mengidentifikasi tren, mendeteksi potensi pembalikan arah, sekaligus menentukan peluang masuk atau keluar pasar. Dengan indikator ini, trader dan investor dapat memahami momentum serta kekuatan tren suatu aset.

Indikator ini digemari karena mudah dipahami, bahkan oleh pemula, efektif untuk menganalisis tren jangka pendek hingga menengah, serta fleksibel dikombinasikan dengan strategi teknikal lainnya.

Sementara itu, Stochastic digunakan untuk membaca momentum pergerakan harga. Alat ini kerap dipakai oleh Day Trader maupun Swing Trader dalam mengambil keputusan. Stochastic bekerja dengan membandingkan harga penutupan aset pada periode tertentu dengan rentang pergerakan harga dalam kurun waktu yang sama. Hasilnya, indikator ini menampilkan sinyal apakah suatu aset berada pada kondisi jenuh jual (oversold) atau jenuh beli (overbought), dengan skala nilai 0 hingga 100.

Mengapa Banyak Trader Pakai MACD & Stochastic?

MACD menjadi favorit para trader karena :

  • Multi-fungsi : Bisa digunakan untuk trading harian, swing, hingga jangka panjang

  • Cocok untuk semua instrumen : Forex, emas, saham, hingga crypto

  • Bisa deteksi reversal lebih awal lewat sinyal divergence

  • Mudah dipahami oleh pemula, tapi tetap tajam di tangan expert

  • Mudah dikombinasikan dengan strategi teknikal lain seperti Stochastic

Banyak trader menggabungkan MACD dan Stochastic untuk mendapatkan gambaran pasar yang lebih menyeluruh. Kombinasi ini memberikan double confirmation: MACD menunjukkan arah tren, sementara Stochastic membantu menentukan apakah momen tersebut tepat untuk masuk atau keluar. Dengan begitu, trader bisa mengambil keputusan dengan tingkat keyakinan yang lebih tinggi.

Meski populer, MACD tetap memiliki kelemahan. Indikator ini sensitif terhadap noise pasar, terutama saat kondisi sideways atau konsolidasi. Dalam situasi seperti itu, MACD berpotensi menghasilkan sinyal palsu yang tidak selalu diikuti oleh pergerakan harga signifikan.

Cara Menggunakan MACD & Stochastic

MACD bekerja dengan prinsip konvergensi dan divergensi. Konvergensi terjadi saat dua moving average bergerak saling mendekat, sementara divergensi adalah kondisi ketika keduanya saling menjauh.

Dalam penggunaannya, terdapat pula konsep histogram yang menunjukkan selisih antara garis MACD dan garis sinyal. Jika histogram berada di atas nol (positif), berarti garis MACD berada di atas garis sinyal, umumnya ditafsirkan sebagai sinyal bullish atau tren naik. Sebaliknya, histogram negatif (di bawah nol) mengindikasikan sinyal bearish atau tren turun.

Sementara itu, indikator Stochastic terdiri dari dua garis utama, yakni %K dan %D. Keduanya membantu trader membaca momentum pasar dengan lebih detail. Untuk memahami penerapannya dalam strategi trading, tersedia panduan lebih lengkap dalam ebook “Cari Momentum dengan Stochastic.”

Stochastic memiliki dua area yaitu :

  • Overbought, ketika garis stochastic berada di level > 80, artinya harga telah naik terlalu tinggi dan mungkin akan mengalami koreksi.

  • Oversold, garis stochastic berada di level < 20, harga telah turun terlalu rendah dan mungkin akan mengalami rebound.

Tips Menggunakan Indikator MACD & Stochastic

  • Bersabarlah dan sesuaikan dengan rencana trading Anda.Strategi menjadi efektif ketika digunakan bersama dengan indikator teknis lainnya dan dalam konteks tren pasar secara keseluruhan.

  • Gunakan Manajemen Risiko: Seperti halnya strategi trading lainnya, sangat penting untuk mengelola risiko dengan tepat. Tetapkan stop-loss untuk membatasi potensi kerugian serta untuk memastikan setiap transaksi sesuai dengan toleransi risiko Anda.

  • Sebelum menggunakan uang sungguhan, disarankan untuk menguji coba dengan akun Demo. Hal ini akan membantu Anda memperoleh kepercayaan diri terhadap strategi dan sesuai gaya trading Anda.

Kombinasi antara MACD dan Stochastic bisa menjadi strategi yang efektif di pasar yang bergerak cepat dan penuh dinamika seperti tahun ini. Dengan memadukan analisis tren dari MACD dan pembacaan momentum melalui Stochastic, trader dapat mengurangi potensi sinyal palsu sekaligus meningkatkan ketepatan saat menentukan titik masuk (entry).

Bagi Anda yang ingin memahami strategi ini lebih dalam, tersedia panduan lengkap dalam ebook Trading Akurat dengan MACD dan Cari Momentum dengan Stochastic. Kedua ebook ini dilengkapi dengan study case yang bisa membantu Anda menyusun strategi trading yang lebih terarah dan percaya diri.

Disclaimer: Perdagangan berjangka komoditi memiliki potensi keuntungan tinggi, namun juga mengandung risiko kerugian yang besar. Sebelum berinvestasi, pastikan Anda memahami dengan baik mekanisme perdagangan berjangka serta isi perjanjian dan peraturan yang berlaku.

(copr/Valbury)



Sumber : finance.detik.com

Ini Alasan Mengapa Supply yang Terbatas Bisa Pengaruhi Harga Bitcoin


Jakarta

Bitcoin dikenal sebagai salah satu aset digital paling revolusioner dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu karakteristik uniknya adalah supply atau pasokan yang terbatas, yaitu hanya 21 juta koin yang dapat ditambang.

Berbeda dengan mata uang tradisional yang bisa dicetak atau diatur oleh bank sentral, jumlah Bitcoin yang tersedia tidak akan pernah melebihi batas tersebut. Hal ini membawa dampak signifikan terhadap harga bitcoin, dan berikut ini pembahasan yang akan mengupas mengapa supply yang terbatas bisa memengaruhi harga Bitcoin secara signifikan.

Konsep Supply dan Demand dalam Ekonomi

Untuk memahami bagaimana supply Bitcoin yang terbatas memengaruhi harganya, kita perlu melihat pada konsep dasar ekonomi, yaitu supply (penawaran) dan demand (permintaan). Ketika penawaran suatu barang terbatas sementara permintaan terhadap barang tersebut tetap bahkan meningkat, harga akan cenderung naik. Ini berlaku di pasar apapun, termasuk pasar cryptocurrency seperti Bitcoin.


Dalam kasus Bitcoin, dengan supply yang terbatas dan semakin banyak orang yang ingin memilikinya, mekanisme ini mulai berlaku. Jika permintaan terus bertambah tetapi ketersediaan Bitcoin tetap stagnan atau bahkan menurun, harga secara alami akan terdorong naik.

Bitcoin, Aset dengan Supply Terbatas

Bitcoin didesain dengan jumlah maksimum yang sudah ditentukan dari awal. Sejak pertama kali diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009, aturan utama Bitcoin adalah bahwa hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang dapat ditambang. Saat ini, lebih dari 19 juta Bitcoin sudah beredar di pasar, dan setiap empat tahun sekali, jumlah Bitcoin yang ditambang melalui proses yang disebut halving akan semakin berkurang.

Halving adalah mekanisme pengurangan reward untuk penambang yang terjadi setiap 210.000 blok atau kira-kira setiap empat tahun. Artinya, semakin sedikit Bitcoin yang akan diterbitkan di masa depan, sehingga proses ini secara bertahap memperketat penawaran Bitcoin yang baru.

Pengaruh Halving pada Supply dan Harga

Setiap kali terjadi halving, jumlah Bitcoin baru yang bisa ditambang per blok berkurang setengahnya. Misalnya, pada awalnya, penambang menerima 50 Bitcoin per blok. Namun, setelah beberapa kali halving, reward saat ini hanya sebesar 6,25 Bitcoin per blok.

Penurunan pasokan Bitcoin yang masuk ke pasar ini menciptakan ketidakseimbangan antara supply dan demand. Sebagai contoh, ketika halving terakhir terjadi pada tahun 2020, harga Bitcoin melonjak dalam waktu beberapa bulan setelahnya. Mengapa demikian? Karena meskipun penawaran baru Bitcoin berkurang, permintaan dari investor dan pengguna tetap ada, bahkan cenderung meningkat seiring dengan adopsi yang lebih luas.

Inilah mengapa banyak analis pasar berpendapat bahwa setiap kali terjadi halving, harga Bitcoin akan mengalami kenaikan jangka panjang, meskipun mungkin tidak langsung terlihat. Seiring waktu, dengan semakin sedikit Bitcoin yang tersedia untuk ditambang, nilai Bitcoin yang sudah ada menjadi semakin berharga.

Bitcoin sebagai “Emas Digital”

Banyak orang menyebut Bitcoin sebagai “emas digital” karena karakternya yang mirip dengan emas dalam hal kelangkaan. Sama seperti emas yang terbatas di bumi, Bitcoin pun memiliki jumlah yang terbatas. Kelangkaan inilah yang menciptakan nilai bagi kedua aset tersebut.

Namun, perbedaan utama antara Bitcoin dan emas adalah bahwa supply Bitcoin sudah pasti, sementara jumlah emas yang ada di dunia mungkin akan terus bertambah seiring ditemukannya tambang-tambang baru. Ini membuat Bitcoin semakin langka seiring berjalannya waktu, sehingga memengaruhi persepsi nilai di kalangan investor.

Mengapa Investor Tertarik dengan Supply yang Terbatas?

Investasi pada aset yang langka atau memiliki keterbatasan supply biasanya lebih menarik bagi para investor. Mereka melihat potensi kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan di masa depan. Karena Bitcoin memiliki batasan supply yang jelas dan tak dapat diubah, banyak investor yakin bahwa harga Bitcoin akan terus naik seiring dengan meningkatnya permintaan global, terutama ketika adopsi institusional dan pemerintah semakin meluas.

Selain itu, karena Bitcoin tidak diatur oleh entitas sentral atau pemerintah, hal ini menambah daya tariknya sebagai aset yang tidak rentan terhadap inflasi. Dengan supply yang terbatas, investor merasa lebih aman menyimpan kekayaan mereka dalam bentuk Bitcoin daripada uang fiat yang dapat dengan mudah dicetak dan mengakibatkan inflasi.

Faktor-Faktor Lain yang Memengaruhi Harga Bitcoin

Tentu saja, supply bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga Bitcoin. Ada beberapa faktor lain yang juga harus dipertimbangkan:

1. Adopsi Institusional

Ketika perusahaan besar seperti Tesla, MicroStrategy, atau institusi keuangan lainnya membeli Bitcoin dalam jumlah besar, hal ini dapat meningkatkan permintaan, yang pada akhirnya mendorong harga naik.

2. Peraturan Pemerintah

Kebijakan regulasi di berbagai negara juga memiliki dampak besar terhadap harga Bitcoin. Ketika regulasi yang mendukung cryptocurrency diberlakukan, hal ini sering kali menyebabkan kenaikan harga, sebaliknya kebijakan yang membatasi dapat menurunkan harga.

3. Sentimen Pasar

Pergerakan harga Bitcoin juga sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar. Berita tentang peretasan, penipuan, atau kemajuan teknologi blockchain dapat memengaruhi harga dalam jangka pendek.

Supply Terbatas, Potensi Besar

Jadi, mengapa supply Bitcoin yang terbatas bisa memengaruhi harganya? Jawabannya terletak pada prinsip ekonomi dasar. Ketika supply terbatas dan demand terus tumbuh, harga akan naik.

Dengan hanya 21 juta Bitcoin yang pernah ada, supply terbatas ini memberikan Bitcoin karakteristik yang mirip dengan aset langka lainnya, seperti emas. Namun, dengan teknologi yang mendasarinya dan potensi untuk adopsi global yang terus meningkat, Bitcoin memiliki potensi pertumbuhan yang jauh lebih besar di masa depan.

Jika Anda tertarik untuk mulai berinvestasi dalam Bitcoin atau ingin menjelajahi dunia cryptocurrency lebih dalam, platform Tokocrypto adalah tempat yang tepat untuk memulai. Tokocrypto menawarkan cara yang mudah dan aman untuk membeli, menjual, dan menyimpan Bitcoin serta berbagai altcoin lainnya. Sebagai salah satu platform cryptocurrency terkemuka di Indonesia, Tokocrypto membantu Anda memasuki dunia investasi digital dengan lebih siap.

(Content Promotion/TKO)



Sumber : finance.detik.com

Edukasi Para Trader, Dupoin Gelar Live Trade XAUUSD Gratis


JakartaSalah satu dukungan untuk investor dalam melakukan aktivitas tradingnya adalah live trade untuk menganalisa pergerakan pasar secara real-time. Dupoin menawarkan program live streaming bernama Live Trade, seperti Live Trade XAUUSD. Program ini dimaksudkan untuk membantu trader, baik pemula maupun yang berpengalaman dalam membuat keputusan trading yang lebih tepat dan terinformasi.

Keuntungan live trade Dupoin

Dengan mengikuti live trade Dupoin, banyak keuntungan dan informasi terkait eksekusi pasar, seperti eksekusi pasar XAUUSD saat kondisi pasar volatil dan lainnya. Apa saja keuntungan live trade?

1. Edukasi Langsung dari Analis Berpengalaman

Trader dapat mengikuti analisis pasar yang dilakukan oleh analis berpengalaman Dupoin secara real-time dengan menganalisa pergerakan pasar, mengidentifikasi peluang trading, serta memberikan panduan yang dapat diikuti langsung oleh trader. Anda bisa mengikuti live trade XAUUSD Dupoin secara gratis.

2. Eksekusi Pasar XAUUSD

Salah satu kelebihan dari Live Trade adalah dapat melakukan eksekusi pasar secara langsung. Saat analis memberikan sinyal atau rekomendasi, Anda dapat langsung mengeksekusi transaksi pada pasangan XAUUSD (emas/dolar AS). Ini memungkinkan trader untuk merespons pergerakan harga emas yang cepat dan dinamis dan memanfaatkan peluang yang ada dengan lebih baik.

3. Melatih Kestabilan Emosi Berdasarkan Hasil Analisa

Trading membutuhkan kestabilan emosi yang kuat, terutama dalam instrumen yang sangat berubah seperti XAUUSD. Dengan menggunakan analisis yang objektif untuk membuat keputusan, Live Trade membantu trader mempertahankan kestabilan emosi. Trader dapat belajar untuk mengontrol perasaan mereka, yang seringkali menyebabkan mereka kehilangan uang dalam trading, dengan mendengarkan saran dari analis yang sudah berpengalaman.

Kelebihan XAUUSD di Perdagangan Forex

XAUUSD adalah simbol untuk trading emas terhadap dolar AS di pasar forex. Salah satu keunggulan utama dari trading emas adalah likuiditas yang tinggi, sehingga trader dapat dengan mudah masuk dan keluar dari posisi trading. Selain itu, emas dikenal memiliki volatilitas yang cukup tinggi, memberikan kesempatan bagi trader untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga dalam waktu singkat.

Tidak hanya itu, XAUUSD juga sering dianggap sebagai instrumen trading yang lebih aman dibandingkan dengan mata uang atau komoditas lainnya. Ini karena emas memiliki nilai intrinsik yang stabil sepanjang sejarah, meskipun harganya bisa berfluktuasi karena berbagai faktor ekonomi.

Mengapa orang suka berdagang XAUUSD di Dupoin? trading XAUUSD di Dupoin menawarkan peluang besar untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Pergerakan harga emas bisa sangat cepat dan signifikan, terutama ketika ada berita penting seperti keputusan suku bunga atau data ekonomi dari negara-negara besar, seperti Amerika Serikat.

Dengan edukasi langsung dari analis berpengalaman, eksekusi pasar yang cepat, dan kemampuan untuk mengelola emosi selama trading, Live Trade dapat membantu trader untuk membuat keputusan yang lebih baik. Ditambah lagi, kelebihan XAUUSD sebagai instrumen trading dan reputasinya sebagai aset safe haven membuatnya semakin diminati oleh trader di seluruh dunia.

(Content Promotion/Dupoin)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Terus Meroket Pecahkan Rekor, Ini Penyebabnya


Jakarta

Harga koin kripto Bitcoin terus melambung tinggi. Bahkan baru-baru ini melewati rekor tertinggi sepanjang sejarah di kisaran US$ 93.000 atau Rp 1.472.190.000 (Rp 1,47 miliar jika dihitung dalam kurs Rp 15.830 per dolar AS).

Tidak hanya nilai jualnya yang terus bertambah, kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini sudah menembus lebih dari US$ 1,77 triliun atau Rp 28.019,1 triliun. Kondisi ini membuat Bitcoin melampaui kapitalisasi pasar perak (US$ 1,70 triliun atau Rp 26.911 triliun) sebagai aset terbesar ke-8 di dunia.

Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin hanya berada di bawah emas (US$ 17,23 triliun), Nvidia (US$ 3,63 triliun), Apple (US$ 3,4 triliun), Microsoft (US$ 3,16 triliun), Google (US$ 2,2 triliun), Amazon (US$ 2,2 triliun), dan Saudi Aramco (US$ 1,79 triliun) dalam peringkat aset terbesar dunia.


CEO sekaligus pendiri Indodax, Oscar Darmawan, mengatakan pergerakan pasar Bitcoin yang terus meningkat ini sebagian besar didorong oleh pembelian institusional dan arus kas masuk ke ETF Bitcoin yang terus berlanjut.

“Pencapaian kapitalisasi pasar Bitcoin yang kini menembus US$ 1,77 triliun adalah bukti semakin diterimanya aset digital ini di kancah global sebagai alternatif investasi yang potensial,” jelas Oscar dalam keterangan resminya, Minggu (17/11/2024).

“Lonjakan harga Bitcoin yang melewati level US$ 93.000 mencerminkan tingginya minat institusi besar terhadap kripto sebagai salah satu aset utama dalam portofolio investasi,” sambungnya lagi.

Selain itu optimisme atas kemenangan Donald Trump sebagai Presiden baru AS, yang dikenal dengan sikap pro-kripto, turut mendukung kepercayaan para investor bahwa regulasi yang lebih mendukung aset digital ini akan segera hadir.

“Saya melihat adanya potensi besar dalam regulasi yang mendukung industri kripto seperti Financial Innovation and Technology for the 21st Century Act (FIT 21) dan Financial Innovation Act (FIA) dalam kebijakan Amerika, dan juga kebijakan baru mengenai perpindahan regulasi ke OJK di Indonesia di 2025,” papar Oscar.

“Dukungan regulasi yang positif akan memperkuat perkembangan pasar dan mengurangi risiko yang dihadapi oleh para investor kripto,” terangnya lagi.

Menurutnya selain faktor-faktor tadi, faktor pendorong lainnya seperti sentimen inflasi juga memberikan dampak pada pergerakan harga Bitcoin. Misalkan saja pada Rabu (13/11) kemarin saat inflasi di AS tercatat sebesar 2,6% YoY atau naik dari periode sebelumnya yang sebesar 2,4%.

Kenaikan sebesar 0,2% ini sebetulnya masih dalam perhitungan konsensus, sehingga seharusnya kenaikan inflasi ini memberikan pandangan positif terhadap dolar. Namun, kripto Bitcoin justru mengalami kenaikan dan berhasil mencapai all-time high (ATH), mencerminkan antusiasme investor terhadap adopsi Bitcoin di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Dengan inflasi tinggi, Bitcoin dianggap sebagai aset yang dapat melindungi nilai dan menarik investor yang mencari alternatif investasi yang lebih stabil dibandingkan aset tradisional yang bisa terdampak penurunan nilai akibat inflasi,” katanya.

Karena itu, Oscar optimis bahwa Bitcoin masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih jauh, terutama jika didukung oleh kerangka regulasi yang lebih jelas dan penerimaan publik yang terus meningkat.

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Swing Trading vs Scalping, Mana Cocok untuk Kripto?


Jakarta

Ada banyak strategi yang dapat diterapkan untuk mendapatkan keuntungan di pasar kripto di mana salah satunya adalah dengan memanfaatkan pergerakan harga mata uang kripto. Salah dua strategi yang populer adalah swing trading dan scalping.

Namun, kedua pendekatan ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Penasaran apa itu swing trading vs scalping? Nah berikut adalah penjelasnya.

Apa Itu Swing Trading dan Scalping?


Swing trading adalah strategi perdagangan yang bertujuan untuk memanfaatkan pergerakan harga yang lebih besar dalam jangka menengah. Seorang trader yang menggunakan pendekatan ini biasanya akan memegang posisi lebih lama dari beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada potensi pergerakan harga yang dapat diperkirakan.

Metode swing trading seringkali melibatkan analisis teknikal yang mendalam untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang optimal.

Sebaliknya scalping adalah strategi yang lebih agresif dan berfokus pada perdagangan jangka sangat pendek. Trader yang menggunakan strategi ini berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga kecil yang terjadi dalam hitungan menit atau bahkan detik.

Scalping memerlukan kecepatan eksekusi yang tinggi dan sering kali dilakukan dengan volume perdagangan yang besar.

Perbedaan Utama Swing Trading dan Scalping

Jangka Waktu dan Tujuan

Perbedaan utama antara swing trading dan scalping terletak pada jangka waktu dan tujuan keuntungan. Swing trading memanfaatkan pergerakan harga dalam beberapa hari hingga minggu sehingga Anda sebagai trader atau investor dapat menganalisa lebih lama sambil memantau posisi.

Sebaliknya scalping berfokus pada range trading yang lebih pendek dari pergerakan harga kecil dalam waktu yang sangat singkat.

Tingkat Risiko hingga Pengelolaan Modal

Scalping cenderung memiliki risiko lebih tinggi karena melibatkan banyak transaksi dalam waktu singkat yang dapat mengakibatkan kerugian cepat jika pasar bergerak tidak sesuai harapan. Sementara itu swing trading dapat diasumsikan lebih kecil resikonya karena memberi lebih banyak waktu dalam menganalisis pergerakan pasar sebelum mengambil keputusan.

Swing trading memungkinkan investor untuk lebih berhati-hati dalam memilih posisi dan memantau tren pasar dalam waktu yang lebih lama. Namun, meskipun resikonya lebih terkendali dalam menjalankan swing trading juga memerlukan disiplin yang lebih besar dalam mengelola posisi selama beberapa hari atau minggu.

Keterampilan yang Dibutuhkan

Scalping mengharuskan trader untuk memiliki keterampilan eksekusi cepat, karena keputusan harus dibuat dalam hitungan detik. Anda sebagai trader scalper harus terbiasa dengan volatilitas pasar dan spreads kecil yang membutuhkan ketepatan tinggi dalam eksekusi transaksi.

Di sisi lain swing trading membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang analisis teknikal dan fundamental yang mendasari pergerakan harga kripto dalam periode waktu yang lebih panjang. Trader swing harus dapat mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang tepat serta memanfaatkan tren pasar.

Mana yang Lebih Cocok untuk Kripto?

Volatilitas Pasar Kripto

Kripto dikenal dengan volatilitas yang sangat tinggi. Harga mata uang kripto dapat naik dan turun dalam waktu sangat singkat yang memberikan peluang besar bagi trader untuk mendapatkan keuntungan. Dalam kondisi ini, kedua strategi baik itu swing trading dan scalping memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

● Swing Trading

Karena pergerakan harga dalam kripto seringkali sangat besar dalam jangka menengah maka swing trading memungkinkan untuk memanfaatkan fluktuasi harga yang lebih signifikan.

Sebagai trader swing dapat mengatur posisi untuk mendapatkan keuntungan dari tren jangka menengah yang sering kali lebih menguntungkan di pasar kripto yang sangat volatile.

● Scalping

Di sisi lain scalping dapat memberikan keuntungan lebih cepat dalam kondisi pasar yang sangat fluktuatif. Namun, karena seringkali melibatkan transaksi dalam volume besar dan dalam waktu singkat maka scalping membutuhkan kecepatan eksekusi yang tinggi dan mungkin lebih cocok bagi yang memiliki banyak waktu untuk memantau pasar dan siap menghadapi risiko tinggi.

Waktu yang Tersedia

Jika Anda memiliki waktu terbatas untuk memantau pergerakan pasar, swing trading mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Melalui strategi ini investor hanya perlu memantau pasar beberapa kali sehari dan menganalisis tren pasar secara menyeluruh.

Sebaliknya, scalping mengharuskan Anda untuk aktif memantau pasar sepanjang waktu bahkan bisa saja Anda perlu melakukan ratusan transaksi dalam sehari.

Toleransi Terhadap Risiko

Jika Anda lebih menyukai pendekatan yang lebih santai dan dapat mengelola risiko dengan baik maka swing trading lebih cocok untuk Anda. Meskipun risiko tetap ada namun Anda memiliki waktu untuk menganalisis pasar dan menyesuaikan posisi jika terjadi perubahan besar.

Sebaliknya scalping membutuhkan kemampuan untuk menghadapi volatilitas yang lebih cepat dan memerlukan pengelolaan risiko yang lebih ketat.

Mana yang Menguntungkan?

Baik swing trading maupun scalping dapat menguntungkan tergantung pada preferensi pribadi. Jika mampu memanfaatkan tren pasar dalam jangka menengah dan memiliki ketahanan terhadap pergerakan harga besar maka swing trading dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Namun, jika mampu melakukan eksekusi transaksi dengan cepat dan ingin mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga kecil dalam waktu singkat maka scalping bisa menjadi pilihan yang menguntungkan. Kedua strategi memiliki potensi keuntungan dan juga membawa risiko yang harus dikelola dengan bijak.

Jika Anda tertarik untuk mencoba salah satu strategi di atas maka Tokocrypto adalah exchange ideal yang bisa Anda andalkan. Ada berbagai fasilitas trading kripto yang bisa dimanfaatkan dan tampilan interfacenya sangat memudahkan. Daftar sekarang dan mulai perjalanan trading Anda di dunia kripto bersama Tokocrypto.

(ega/ega)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lainnya Lesu Sepekan Usai Trump Dilantik


Jakarta

Kurang dari seminggu usai dilantiknya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Senin (20/1/2025) lalu, instrumen mata uang kripto mengalami pergerakan harga variatif.

Harga Bitcoin (BTC) misalnya, mengalami pelemahan dalam sepekan terakhir per tanggal 26 Januari 2025. Berdasarkan data CoinMarketCap Minggu (26/1/2025) pukul 17.20 WIB, harga BTC melemah 0,31% ke level Rp 1.690.576.804.

Hingga hari ini, BTC mencatatkan kapitalisasi pasar di level Rp 33.5 kuadraliun atau menguat 0,18%. Sementara volume transaksi tercatat sebanyak Rp 344.95 triliun per hari ini pukul 17.23 WIB.


Sementara Fully Diluted Value (FDV) BTC ada di level Rp 35,5 kuadraliun dengan volume kapitalisasi pasar 1,03%. Suplai total tercatat sebesar 19,81 miliar BTC dan suplai maksimum 21 miliar. Dengan begitu, total suplai beredar BTC sebanyak 19,81 miliar.

Sementara mata uang Solana (SOL) mengalami tren anjlok sepekan terakhir sebesar 11,95% ke level Rp 4.095.486 dalam sepekan terakhir. Namun begitu, mata uang ini mengalami penguatan kapitalisasi pasar sebesar Rp 1,99 kuadraliun atau menguat 2,31% dengan volume harian Rp 68,7 triliun atau melemah 31,29%.

Nasib serupa juga dialami Binance (BNB) yang melemah 0.77% ke level Rp 11.073.117 sepekan terakhir. CoinMarketCap mencatat kapitalisasi BNB naik 0.16% ke level Rp 1.57 kuadraliun dengan volume transaksi Rp 23.72 triliun atau melemah 4,12% dalam rentang waktu 24 jam terakhir.

Lain halnya dengan Ethereum (ETH), terlihat menguat 3,59% berdasarkan data CoinMarketCap dalam sepekan terakhir. Adapun Ethereum tercatat di level Rp 53.375.667. Adapun kapitalisasi pasar ETH menguat 0,27% ke level Rp 6.43 kuadraliun dengan volume transaksi harian Rp 204.66 triliun atau melemah 36,87%.

Tren menghijau juga diikuti mata uang XRP. CoinMarketCap mencatat penguatan tipis sebesar 0,29% di level Rp 50.439. Kapitalisasi pasar XRP juga meningkat 0,85% ke level Rp 2.9 kuadraliun kendati volume transaksi melemah 36,36% ke angka Rp 50.33 triliun.

Diketahui sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan pembentukan kelompok kerja mata uang kripto tak lama setelah dirinya dilantik. Kelompok itu bertugas mengusulkan peraturan aset digital baru serta menjajaki pembuatan stok kripto nasional.

Hal tersebut sesuai dengan janji kampanyenya terkait perombakan kebijakan kripto di AS. Dalam perintahnya, Trump melarang pembuatan mata uang digital bank sentral di AS yang dapat menyaingi mata uang kripto yang ada.

Perintah Trump juga meminta layanan perbankan agar perusahaan kripto dilindungi. Hal itu mengacu pada klaim industri kripto yang menuding regulator AS mempersulit industri mereka mendapatkan pendanaan dari perbankan.

Lihat juga Video: Trump Tunjuk Eks Kepala Paypal Jadi Pimpinan AI-Kripto Gedung Putih

[Gambas:Video 20detik]

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Kurang Darah, Begini Pergerakan Bitcoin Usai Trump Resmi Jadi Presiden AS


Jakarta

Aset investasi digital kripto mengalami pergerakan harga cukup variatif sepanjang minggu ini, usai dilantiknya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Senin (20/1) lalu.

Harga Bitcoin (BTC) misalnya, mengalami pelemahan dalam sepekan terakhir per tanggal 26 Januari 2025. Berdasarkan data CoinMarketCap Minggu (26/1/2025) pukul 17.20 WIB, harga BTC melemah 0,31% ke level Rp 1.690.576.804.

Hingga hari ini, BTC mencatatkan kapitalisasi pasar di level Rp 33.5 kuadraliun atau menguat 0,18%. Sementara volume transaksi tercatat sebanyak Rp 344.95 triliun per hari ini pukul 17.23 WIB.


Sementara Fully Diluted Value (FDV) BTC ada di level Rp 35,5 kuadraliun dengan volume kapitalisasi pasar 1,03%. Suplai total tercatat sebesar 19,81 miliar BTC dan suplai maksimum 21 miliar. Dengan begitu, total suplai beredar BTC sebanyak 19,81 miliar.

Sementara mata uang Solana (SOL) mengalami tren anjlok sepekan terakhir sebesar 11,95% ke level Rp 4.095.486 dalam sepekan terakhir. Namun begitu, mata uang ini mengalami penguatan kapitalisasi pasar sebesar Rp 1,99 kuadraliun atau menguat 2,31% dengan volume harian Rp 68,7 triliun atau melemah 31,29%.

Nasib serupa juga dialami Binance (BNB) yang melemah 0.77% ke level Rp 11.073.117 sepekan terakhir. CoinMarketCap mencatat kapitalisasi BNB naik 0.16% ke level Rp 1.57 kuadraliun dengan volume transaksi Rp 23.72 triliun atau melemah 4,12% dalam rentang waktu 24 jam terakhir.

Lain halnya dengan Ethereum (ETH), terlihat menguat 3,59% berdasarkan data CoinMarketCap dalam sepekan terakhir. Adapun Ethereum tercatat di level Rp 53.375.667. Adapun kapitalisasi pasar ETH menguat 0,27% ke level Rp 6.43 kuadraliun dengan volume transaksi harian Rp 204.66 triliun atau melemah 36,87%.

Tren menghijau juga diikuti mata uang XRP. CoinMarketCap mencatat penguatan tipis sebesar 0,29% di level Rp 50.439. Kapitalisasi pasar XRP juga meningkat 0,85% ke level Rp 2.9 kuadraliun kendati volume transaksi melemah 36,36% ke angka Rp 50.33 triliun.

Diketahui sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan pembentukan kelompok kerja mata uang kripto tak lama setelah dirinya dilantik. Kelompok itu bertugas mengusulkan peraturan aset digital baru serta menjajaki pembuatan stok kripto nasional.

Hal tersebut sesuai dengan janji kampanyenya terkait perombakan kebijakan kripto di AS. Dalam perintahnya, Trump melarang pembuatan mata uang digital bank sentral di AS yang dapat menyaingi mata uang kripto yang ada.

Perintah Trump juga meminta layanan perbankan agar perusahaan kripto dilindungi. Hal itu mengacu pada klaim industri kripto yang menuding regulator AS mempersulit industri mereka mendapatkan pendanaan dari perbankan.

Simak juga Video: Nasihat Pakar Seusai Bitcoin Gagal Tembus Puncak USD 100 Ribu

[Gambas:Video 20detik]

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Transaksi Kripto Anjlok, OJK Buka Suara


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bicara tentang kondisi penurunan nilai transaksi kripto di bulan Februari lalu. Nilai transaksinya mencapai Rp 32,78 triliun atau turun 25,6% dibandingkan Januari 2025 sebesar Rp 44,07 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Hasan Fawzi menilai ini dipengaruhi kondisi global, di antaranya kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Kemarin seperti diketahui, walaupun ya secara umum kalau kita lihat, khususnya aset kripto terbesar yaitu Bitcoin, tidak mengalami penurunan sedrastis seperti katakanlah aset-aset keuangan lain, misalnya yang terjadi kemarin karena ada gejolak perkembangan kebijakan tarif (AS),” ungkap Hasan kepada media, di Kantor OJK Menara Radius Prawiro, Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Kamis (24/4/2025) kemarin.


Menurut Hasan, indeks indikator fear and greed perdagangan kripto bergerak ke arah fear. Kondisi ini menunjukkan, memang investor menahan diri untuk secara aktif melakukan transaksi.

Meski demikian, OJK mencatat perkembangan aktivitas aset kripto masih dalam tren pertumbuhan. Ini salah satunya dari sisi pengguna yang mencapai 23,31 juta konsumen pada akhir Februari, naik dari 22,92 juta konsumen kripto sebulan sebelumnya.

“Nah, berarti kita masih melihat bagaimana minat dan animo para konsumen baru di aset kripto nasional yang tetap meminati untuk mulai bergabung dan menjadi konsumen di kegiatan aset kripto, khususnya untuk melakukan investasi dan transaksi aset-aset kripto dimaksud,” ujarnya.

Di sisi lain, diproyeksikan kondisi penurunan ini hanya bersifat sementara. Ada potensi pembalikan tren transaksi kripto dalam waktu dekat, seiring dengan pergerakan harga aset kripto utama seperti Bitcoin yang punya prospek positif.

OJK juga berharap, kenaikan adopsi kripto terus meningkat sepanjang tahun 2025. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat onboarding atau datangnya segmen kelompok konsumen atau investor baru yang pada tahun ini diproyeksikan masih akan signifikan.

“Kalau kita perhatikan di bulan ini yang tentu nanti akan kami sampaikan, kemungkinan akan ada pembalikan sejalan dengan pembalikan dari tingkat harga acuan Bitcoin misalnya sebagai aset kripto terbesar,” terang dia.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Pecah Rekor Lagi! Harga Bitcoin Terbang ke Level US$ 118.000


Jakarta

Lonjakan harga Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan sejarah dengan menembus harga tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) di level US$ 118.000, Jumat (11/7). Kenaikan ini dinilai mengukuhkan posisi kripto sebagai aset yang kian populer di dunia.

Lonjakan harga ini terjadi seiring meningkatnya akumulasi oleh institusi besar seperti BlackRock melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT) yang kini telah menggenggam lebih dari 700.000 BTC, setara lebih dari 3,3% dari total supply Bitcoin di dunia. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 2,34 triliun, Bitcoin menyumbang sekitar 65% dari total kapitalisasi pasar kripto global yang telah menembus US$ 3,4 triliun.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma menilai kondisi ini memperlihatkan dominasi Bitcoin yang tetap solid meski kompetisi dari altcoin terus meningkat. menurutnya, pencapaian ini bukan sekedar euforia sesaat, tetapi menunjukkan perubahan besar dalam pasar aset digital.


“Sekarang kita melihat Bitcoin tidak hanya sebagai alat pelindung nilai, tapi juga mulai dipakai oleh perusahaan besar sebagai bagian dari strategi mengelola cadangan uang mereka,” ujar Antony dalam keterangan tertulis, Jumat (11/7/2025).

Antony menilai, pergerakan harga Bitcoin adalah akumulasi dari berbagai faktor struktural, termasuk regulasi yang lebih terbuka, kebijakan fiskal global yang mendorong aset lindung nilai, serta narasi strategis dari tokoh-tokoh industri dan
pemerintahan.

IBIT bahkan mencatatkan pendapatan tahunan dari biaya pengelolaan melebihi ETF S&P 500 miliknya sendiri (IVV). Fenomena ini memperlihatkan bagaimana tren pasar bergerak ke arah aset digital sebagai kelas investasi utama.

Selain AS, perusahaan teknologi Inggris The Smarter Web Company juga mulain meningkatkan kepemilikan Bitcoin hingga 1.000 BTC. Kemudian di El Salvador, tercatat memiliki 6.232 BTC, dengan nilai keuntungan belum terealisasi yang melampaui US$ 400 juta.

“Negara, korporasi, dan individu saat ini berada di jalur yang sama: mencari alternatif yang tahan terhadap inflasi, geopolitik, dan disrupsi pasar tradisional,” ungkap Antony.

Menurutnya, lonjakan harga Bitcoin memperkuat peran komunitas dalam menjaga prinsip desentralisasi sambil terus menarik minat institusi. Antony menyebut, Bitcoin bukan hanya teknologi, melainkan fenomena sosial-ekonomi.

“Kinerja harga Bitcoin yang impresif sepanjang pertengahan 2025 ini juga mencerminkan pola teknikal yang kuat. Setelah sempat terkoreksi ke angka US$ 98.200, harga kembali bangkit pada akhir Juni sebelum meroket ke ATH. Kenaikan cepat selalu disertai dengan risiko koreksi. Namun yang membedakan saat
ini adalah fondasi pasar yang jauh lebih kuat dibanding siklus sebelumnya,” pungkasnya.

(ara/ara)



Sumber : finance.detik.com

Harga Ethereum Tembus US$ 3.800, Ini Pemicunya


Jakarta

Ethereum (ETH) tercatat sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia dengan kapitalisasi pasar jumbo. Pada bulan Juli 2025, harga ETH tercatat tembus US$ 3.800. Angka tersebut naik hingga 80% dibandingkan bulan sebelumnya.

Pergerakan harga ETH ini ditopang kombinasi akumulasi besar-besaran dari investor institusi, lonjakan dana masuk ke ETF berbasis ETH, dan ekspektasi tinggi terhadap pembaruan jaringan besar Fusaka Fork yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025.

Berdasarkan data Coin Shares, produk ETF Ethereum mencatat inflow mingguan sebesar US$ 2,12 miliar hingga 19 Juli 2025. Capaian ini dua kali lipat rekor sebelumnya yang berada di angka US$ 1,2 miliar.


Total inflow ini juga mendorong arus masuk global ke ETF kripto ke level tertinggi sepanjang masa, dengan total aset kripto yang dikelola (AUM) mencapai US$ 220 miliar. Di sisi lain, Fusaka Fork sendiri dipandang sebagai tonggak penting dalam roadmap Ethereum.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan pembaruan ini membawa peningkatan signifikan pada skalabilitas, efisiensi gas fee, dan kompatibilitas dengan teknologi layer-2. Fusaka sendiri akan mencakup 11 Ethereum Improvement Proposals (EIP), termasuk EIP-7825 untuk memperkuat ketahanan jaringan terhadap serangan dan mempercepat proses scaling.

Salah satu fitur penting adalah kenaikan gas limit hingga 150 juta, yang akan menurunkan biaya transaksi dan meningkatkan throughput jaringan. Menurutnya, lonjakan inflow ini sinyal kuat Ethereum memasuki fase baru adopsi institusi,

“Inflow ETF Ethereum sebesar US$ 2,12 miliar hanya dalam satu minggu, menunjukkan ETH tidak lagi dipandang sekadar aset alternatif, melainkan aset inti dalam portofolio institusi global. Apalagi, dengan total aset kripto yang dikelola mencapai US$220 miliar dan tren positif selama 14 pekan, Ethereum kini menjadi benchmark untuk inovasi Web3,” ungkap Antony dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/7/2025).

Antony menyebut, pembaruan Fusaka Fork menjadi katalis fundamental yang memperkuat struktur jaringan. Dengan 11 EIP, peningkatan gas limit ke 150 juta, serta integrasi layer-2 yang lebih dalam, Ethereum akan lebih efisien, lebih murah, dan lebih cepat.

Optimisme terhadap Ethereum juga diperkuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang melalui laporan publik diketahui menambah portofolio kripto miliknya dengan Ethereum. Hal ini turut membentuk persepsi bahwa ETH kini semakin diterima.

“Ketika nama besar seperti Donald Trump memegang 70.143 ETH setara Rp 4,3 triliun, ini memberi sinyal bahwa Ethereum sudah diterima di level tertinggi. Ditambah akumulasi besar oleh institusi seperti BitMine (300.000 ETH) dan SharpLink (206.000 ETH), prospek ETH ke depan semakin solid,” tambahnya.

Di Indonesia, Ethereum terus menjadi salah satu aset favorit pengguna INDODAX. Saat ini, Ethereum menempati posisi ke-4 di pasar IDR INDODAX dengan volume perdagangan lebih dari Rp 5,7 triliun pada periode 1 Januari-21 Juli 2025. Sementara Bitcoin (BTC) Rp 14,27 triliun, Ripple (XRP) Rp 8,9 triliun, dan Fartcoin Rp 8,3 triliun.

Menurut Antony, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap potensi Ethereum terus meningkat, terutama karena proyek ini memiliki ekosistem yang sangat aktif di sektor DeFi, NFT, dan Web3. Namun, Antony mengingatkan aset digital lainnya, Ethereum tetap memiliki volatilitas yang tinggi.

“Investor yang konsisten akan lebih stabil dalam jangka panjang. Dengan menggunakan strategi DCA, kita bisa mengurangi efek fluktuasi harga dan tetap fokus pada nilai fundamental Ethereum itu sendiri,” kata Antony.

(ara/ara)



Sumber : finance.detik.com