Tag: perluasan

  • Nggak Bisa Sembarangan! Segini Ukuran Standar Kemiringan Atap



    Jakarta

    Kemiringan atap bukanlah detail remeh dalam proses pembangunan sebuah bangunan. Perluasan yang tepat dan strategis dapat meningkatkan fungsi fungsional suatu ruangan secara signifikan.

    Dengan memahami prinsip dasar kemiringan atap, kamu dapat membuat keputusan yang tepat untuk menjaga keseluruhan kondisi bangunan kamu. Artikel berikut ini akan membahas cara efektif untuk mengidentifikasi dan menentukan kemiringan atap yang optimal bagi setiap proyek konstruksi.

    Apa itu Kemiringan Atap?

    Melansir This Old House, pada (2/12/2024), kemiringan atap merujuk pada sudut kemiringan atap, yang biasanya dinyatakan sebagai rasio antara kenaikan vertikal dan perpanjangan horizontal. Kamu dapat menghitung kemiringan atap dengan melihat jumlah inci kenaikan vertikal untuk setiap 12 inci perpanjangan horizontal.


    Sebagai contoh, jika atap naik 6 inci untuk setiap 12 inci perpanjangan horizontal, maka kemiringannya adalah 6/12.

    Rasio Umum Kemiringan Atap

    Meskipun kemiringan atap dapat bervariasi secara signifikan, beberapa rasio umum meliputi 3/12 hingga 4/12 yang dianggap sebagai kemiringan rendah dan sering digunakan pada bangunan modern atau komersial, 5/12 hingga 7/12 yang merupakan kemiringan sedang yang umum di banyak rumah tinggal.

    Serta 8/12 hingga 12/12 yang merupakan lereng curam yang sering terlihat pada arsitektur tradisional atau bergaya Tudor.

    Dampak Kemiringan yang Mempengaruhi Rumah

    Kemiringan atap mempengaruhi desain dan pilihan konstruksi atap, yang pada gilirannya mempengaruhi pemilihan material dan kebutuhan perawatan.

    Contohnya, kemiringan atap mempengaruhi ruang loteng yang dapat digunakan, dengan kemiringan yang lebih curam sering kali menyediakan lebih banyak ruang kepala.

    Selain itu, kemiringan atap juga mempengaruhi efisiensi energi, karena lereng curam cenderung menghasilkan isolasi dan ventilasi yang lebih baik. Material atap pun cocok untuk rentang kemiringan yang berbeda.

    Terakhir, lereng yang lebih curam memungkinkan limpasan air lebih cepat, mengurangi risiko kebocoran dan kerusakan air.

    Faktor Pengaruh

    Ketika merancang atau mengganti atap, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor berikut sebelum menentukan kemiringan atap yang paling sesuai untuk rumah kamu.

    Gaya Arsitektur

    Gaya arsitektur rumah kamu sering kali menentukan kemiringan atap yang sesuai, seperti rumah kolonial yang biasanya memiliki kemiringan sedang hingga curam, rumah bergaya Mediterania yang mungkin memiliki atap sangat rendah, dan rumah bergaya peternakan yang sering kali memiliki kemiringan rendah hingga sedang.

    Kode dan Peraturan Bangunan

    Beberapa wilayah menetapkan persyaratan kemiringan minimum untuk menjamin drainase yang baik dan integritas struktural. Oleh karena itu, saat merencanakan atap baru atau melakukan renovasi besar, penting untuk berkonsultasi dengan otoritas setempat atau kontraktor profesional terlebih dahulu agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Keuntungan Kemiringan Rendah

    Atap dengan kemiringan rendah sekitar 3/12 atau kurang menawarkan manfaat seperti tampilan modern, akses mudah dan aman untuk pemeliharaan, ideal untuk panel surya atau atap hijau, serta lebih ekonomis karena menggunakan lebih sedikit material dan tenaga kerja.

    Keuntungan Kemiringan Curam

    Atap dengan kemiringan curam 8/12 atau lebih memiliki keunggulan seperti tampilan arsitektur tradisional yang dramatis, kemampuan menahan air dan salju yang baik, umur lebih panjang karena paparan air yang minim, serta memberikan lebih banyak ruang loteng atau potensi langit-langit berkubah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuma Ganti Warna, Kamar Tidur Kecil Bisa Terlihat Luas



    Jakarta

    Warna yang tepat dapat sepenuhnya mengubah kamar tidur yang berukuran kecil, seperti mencerahkan kamar tidur, membuat kamar terlihat besar, atau mengubahnya menjadi ruang yang nyaman dan menenangkan.

    Warna yang tepat juga dapat mempengaruhi bagaimana cahaya dipantulkan dan menciptakan ilusi kedalaman. Seperti warna putih yang dikenal karena sifatnya yang tidak tertandingi dalam memperluas ruangan di kamar tidur kecil.

    Dilansir dari Livingetc, berikut beberapa warna terbaik untuk kamar tidur kecil yang dapat membuat ruangan terasa luas dan terlihat terang.


    Putih Pucat

    Putih merupakan pilihan warna klasik untuk kamar tidur kecil, terutama yang kecil dan gelap sehingga membuat kamar tidur kecil kamu tampak lebih besar. Ide kamar tidur putih berkisar dari putih bersih yang cemerlang hingga putih pucat yang lembut.

    Kamar kecil memiliki keuntungan karena disinari cahaya, sehingga tetap sederhana dan segar. Pilih warna putih pucat untuk dinding dan langit-langit serta padukan dengan warna putih paling lembut untuk kontras yang tidak mencolok.

    Warna Biru

    Kamar tidur gelap memang tidak identik dengan perluasan ruangan secara visual, tetapi kamar tidur biru dapat berfungsi dengan sangat baik. Kamar tidur justru dapat terasa lebih dengan warna gelap, terutama jika kamu menyertakan langit-langit.

    Warna yang lebih pucat adalah pilihan utama bagi kebanyakan orang di ruangan yang lebih kecil, karena warna tersebut dapat menciptakan suasana yang lebih terbuka dan lapang.

    Kuning Cerah

    Kuning adalah pilihan yang menyenangkan untuk kamar tidur kecil, terutama jika kamu mengecat langit-langit dan lis dengan warna yang sama. Warna yang ceria dapat memantulkan cahaya alami, sehingga membuat kamar tidur terasa lebih lapang.

    Saat mendekorasi dengan warna ini, cocok dipadukan dengan aksen putih atau kayu muda, dan warna netral muda seperti krem atau abu-abu untuk keseimbangan yang membantu menyeimbangkan kecerahannya serta menjaga ruangan agar tidak terasa berlebihan.

    Warna Netral yang Hangat

    Jika menyukai kamar tidur netral, tetapi mencari sesuatu yang lebih lembut, warna krem hangat atau warna terakota pucat dapat menjadi pilihan untuk diaplikasikan ke kamar tidur kecil kamu.

    Warna pada dinding dapat menentukan bagaimana ruangan terasa, warna kalem yang hangat atau warna yang dalam dan sensual untuk kamar tidur yang kecil karena warna tersebut menyelubungi ruangan agar terasa nyaman.

    Warna Permata

    Mendekorasi dengan warna-warna permata, seperti hijau zamrud tua, biru safir, dan batu kecubung mungkin tampak sebagai pilihan warna yang terlalu berani untuk kamar tidur kecil, tetapi sebenarnya dapat menciptakan kesan mewah dan mendalam.

    Warna permata yang kaya dapat menambah kedalaman dan karakter pada ruangan yang lebih kecil, menciptakan keseimbangan yang unik antara keterbukaan dan keintiman. Warna ini juga membuat dinding tampak memberikan kesan ruangan yang lebih luas

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Gejala Awal Fondasi Rumah Retak, Bisa Berbahaya Kalau Diabaikan!


    Jakarta

    Salah satu hal pertama yang dibuat saat membangun rumah adalah fondasi. Struktur ini punya peran penting untuk memastikan bangunan kokoh dan tidak mudah hancur.

    Namun, bentuk fondasi sewaktu-waktu bisa berubah karena pergerakan tanah atau pemasangan yang kurang tepat. Dengan begitu kekuatan bangunan pun bisa berkurang.

    Nah, pemilik rumah perlu memerhatikan kondisi bangunan untuk mengidentifikasi masalah fondasi. Lalu, segera atasi masalah fondasi untuk mencegah masalah semakin besar.


    5 Tanda Fondasi Rumah Bermasalah

    Inilah pertanda kalau fondasi rumah bermasalah, dikutip dari family handyman.

    1. Rumput Liar Dekat Fondasi Rumah

    Pemilik rumah perlu waspada kalau melihat kumpulan rumput liar tumbuh di dekat fondasi. Kemungkinan ada kelembapan di area tersebut sehingga tumbuh rumput liar.

    Kelembapan berpotensi menimbulkan masalah pada fondasi. Apalagi kalau sampai tumbuh rumput, masalahnya bisa lebih besar karena ada retakan di dalamnya.

    2. Retak di Sekitar Rumah

    Kemudian, perhatikan kalau ada retakan di sekitar rumah karena itu bisa jadi tanda masalah fondasi. Retakan pada lantai umumnya disebabkan oleh fondasi rumah, sedangkan retakan pada eksterior tergantung pada arah retakannya.

    Kalau melihat retakan, ada baiknya untuk konsultasi dengan ahlinya. Segera atasi masalah fondasi sebelum kondisi rumah semakin parah.

    3. Masalah Drainase

    Selain itu, masalah drainase juga bisa berdampak pada fondasi rumah secara keseluruhan. Berawal dari saluran pembuangan utama yang tersumbat atau pipa bocor, bisa merembet menimbulkan ketidakseimbangan medan akibat kontraksi atau perluasan tanah. Pemilik dapat meminta tukang ledeng profesional untuk segera memperbaikinya.

    4. Lantai Tidak Rata

    Permukaan lantai yang tidak rata pun pertanda adanya masalah fondasi. Salah satu tanda lantai tidak rata adalah tumpahan air pada lantai mengalir ke satu arah. Walaupun kondisi seperti ini sudah biasa, sebaiknya pastikan sumber permasalahannya dengan ahlinya.

    5. Pintu dan Jendela Tersangkut

    Lalu, pintu dan jendela yang sulit dibuka dan ditutup karena tersangkut adalah pertanda fondasi bermasalah. Meski pintu dan jendela itu bisa mudah untuk diperbaiki, jangan sepelekan sumber masalahnya ya.

    Itulah pertanda fondasi rumah bermasalah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Israel Percepat Penggalian Terowongan di Bawah Masjid Al Aqsa, Apa Fungsinya?



    Jakarta

    Israel mempercepat penggalian terowongan rahasia di bawah Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Penggalian tersebut telah berlangsung sejak sembilan bulan yang lalu.

    Berdasarkan laporan Al-Araby Al-Jadeed yang dikutip dari situs The New Arab pada Selasa (26/8/2025), terowongan rahasia itu membentang sekitar 550 meter dari Plaza Al Buraq di barat melewati Gerbang Maghariba hingga ke Gerbang Jaffa (Bab Al Khalil) di barat laut tembok masjid.


    Penggalian yang dilakukan Israel berlangsung tertutup dengan pengamanan ketat sehingga warga Palestina setempat tidak mengetahui detail dari proses penggalian.

    Menurut keterangan Anggota Dewan Pengawas Masjid Al Aqsa Fakhri Abu Diab, hanya pegawai Otoritas Purbakala Israel yang bisa memasuki lokasi tersebut. Mereka bekerja di bawah penjagaan ketat, area penggalian juga ditutupi agar tak terlihat dari luar.

    “Perluasan terowongan ini melewati rumah dan toko warga Yerusalem secara tidak beraturan, sehingga langsung mengancam fondasi sisi barat daya Masjid Al-Aqsa. Pihak pendudukan tidak pernah mengumumkan proyek ini secara resmi, untuk menghindari kecaman,” katanya.

    Fakhri Abu Diab mengaku sempat mencoba mendekati lokasi, tetapi segera dihentikan oleh polisi Israel hingga identitasnya didokumentasikan. Terowongan tersebut melintasi kawasan bersejarah, termasuk jalan Romawi kuno Cardo yang membelah Kota Tua Yerusalem. Wilayah itu merupakan situs warisan dunia UNESCO yang seharusnya dilindungi, bahkan masih dihuni warga Palestina di atas area penggalian.

    Proyek penggalian terowongan dirancang agar dapat melewati peralatan berat dan kendaraan pemukim Yahudi. Jalur terowongan dimulai dari dalam Kota Tua dan berakhir di Bab Al-Khalil.

    Proyek terowongan itu juga dibahas dalam rapat dengan Menteri Urusan Yerusalem dan Warisan Israel pada 16 Juli 2025 lalu, selang beberapa jam sebelum ia mengundurkan diri. Keputusan proyek diyakini diambil tergesa-gesa agar tidak menimbulkan perdebatan publik.

    Kekhawatiran utama dari proyek itu adalah pondasi Masjid Al Aqsa. Sebagaimana diketahui, kelompok ekstremis Yahudi sangat berambisi merobohkan Masjid Al Aqsa dan membangun kuil.

    Al Quds International Institution mencatat terdapat paling sedikit 64 penggalian dan terowongan yang dibuka di bawah Masjid Al-Aqsa hingga 2025. Lembaga tersebut juga memperingatkan risiko serius terhadap stabilitas pondasi kompleks suci tersebut.

    Mantan Mufti Besar Yerusalem sekaligus Ketua Dewan Tertinggi Islam di Yerusalem, Syekh Ekrima Sabri menegaskan bahwa penggalian-penggalian Israel hanya upaya manipulasi sejarah. Ia menilai yang dipromosikan Israel sebagai jejak peradaban Yahudi sebenarnya adalah saluran air tua yang dahulu dipakai mengalirkan air ke Masjid Al Aqsa dan rumah-rumah di sekitarnya.

    Israel mengeringkan dan memperluas saluran itu agar terlihat seperti jaringan terowongan kuno. Beberapa bangunan di Yerusalem khususnya di kawasan Bab Al Silsila dan Bab Al Magharba bahkan telah retak hingga sebagian runtuh imbas dari gaian. Terowongan baru ini juga melewati area tempat kantor Dewan Tertinggi Islam berada.

    “Kami tidak akan meninggalkan Al-Aqsa maupun bangunan kami. Semua ini hanyalah propaganda, di mana kelompok Zionis berusaha meraih keuntungan dengan mengorbankan keberadaan warga asli Yerusalem,” tandas Sabri seperti dikutip dari sumber sebelumnya.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Saudi Pamerkan Proyek Penting untuk Layani Jemaah Haji 2025



    Jakarta

    Kementerian Perhubungan Arab Saudi menggarap sejumlah proyek untuk melayani jemaah haji 2025. Proyek ini termasuk pembangunan jalur pedestrian baru di Arafah, lokasi puncak haji.

    Dilansir dari SPA, Jumat (17/1/2025), Direktur Jenderal Cabang Kementerian Transportasi dan Layanan Logistik di Wilayah Makkah Eng. Khalid Al-Otaibi memamerkan proyek-proyek penting itu selama Konferensi dan Pemeran Haji edisi keempat di Jeddah Superdome.

    Dalam presentasinya, Al-Otaibi menyoroti peran penting infrastruktur jalan, mulai dari titik masuk dalam meningkatkan efisiensi transportasi. Dia juga menekankan proyek-proyek inovatif seperti inisiatif pendingin permukaan, pengembangan aspal karet fleksibel, dan penggunaan lapisan putih pada jalur pedestrian di tempat-tempat suci.


    “Upaya-upaya ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman para peziarah, dengan rencana perluasan yang ditetapkan untuk musim haji 1446 H,” lapor SPA.

    Al-Otaibi memamerkan pembangunan pedestrian sepanjang 300 meter di bawah Jalan Lingkar Timur di Arafah. Jalur ini memisahkan lalu lintas pejalan kaki dan kendaraan untuk memfasilitasi pergerakan dan meningkatkan keselamatan jemaah.

    Sejumlah proyek jalan di Makkah yang dinilai penting telah selesai pada 2024. Di antaranya jalan tunggal sepanjang 18,6 km, jalan ganda sepanjang 231 km, jalan tol sepanjang 34,2 km, dan 33 jembatan. Proyek yang sedang berlangsung termasuk dualisasi Jalan Al-Jumum Al-Zima, 59 km yang telah selesai 83 persen, dan Jalan Bisha/Ranyah/Al-Khurmah menuju Jalan Tol Taif/Riyadh, dengan total 313 km, yang telah selesai.

    Kementerian juga berkomitmen meningkatkan lanskap visual, meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan jalan, mengurangi kemacetan lalu lintas, dan meningkatkan standar keselamatan.

    Pada haji tahun lalu, sebanyak 1,8 juta umat Islam berkumpul di Tanah Suci, menurut data Otoritas Umum Statistik Arab Saudi (GASTAT). Sebanyak 1.611.310 jemaah berasal dari luar Arab Saudi dan 221.854 jemaah di antaranya dari dalam negeri.

    Indonesia sendiri menyumbang 241 ribu jemaah haji. Adapun pada haji 1446 H/2025 M ini, ada 221 ribu jemaah haji yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

    Berdasarkan rencana perjalanan haji yang dirilis Ditjen PHU Kemenag RI, rombongan pertama akan berangkat pada 2 Mei 2025 dan kloter terakhir pemberangkatan pada 31 Mei 2025. Masa operasional pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji berlangsung selama 30 hari. Sementara rata-rata masa tinggal di Arab Saudi 41 hari.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Umar RA dan Paman Rasulullah SAW saat Ingin Memperluas Masjid Nabawi



    Jakarta

    Umar bin Khattab RA adalah sosok sahabat Rasulullah SAW yang dikenal tegas namun bijaksana. Ia juga sosok yang amanah dan berbudi luhur.

    Sepeninggal Rasulullah SAW, Umar RA bermaksud memperluas Masjid Nabawi. Rencana Umar RA ini sekaligus menjalankan wasiat Rasulullah SAW sebelum beliau wafat.

    Mengutip buku Kisah Hidup Umar ibn Khattab karya Mustafa Murrad, dikisahkan suatu ketika Umar RA bertemu dengan paman Rasulullah SAW, Abbas ibn Abdul Muthalib.


    Umar RA berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah berwasiat sebelum wafat. Beliau menginginkan penambahan jumlah masjid. Sesungguhnya rumahmu, wahai Abbas, sangatlah dekat dengan masjid. Maka berikanlah rumahmu itu untuk urusan masjid, dan kami akan memperluas masjid tersebut. Lalu kami akan mengganti rumahmu dengan tanah yang lebih luas.”

    Abbas kemudian menjawab, “Aku tidak akan melakukannya.” Umar RA kemudian berkata, “Kalau begitu, aku akan mengambil rumahmu dengan paksa.” Abbas pun menjawab, “Itu bukan menjadi hakmu. Cari penengah untuk memutuskan perkara ini.”

    Umar lalu bertanya, “Siapakah orang yang kau pilih itu?” Abbas menjawab, “Aku memilih Hudzaifah ibn al-Yaman.”

    Umar RA dan Abbas kemudian menemui Hudzaifah yang akan dijadikan penengah untuk masalah ini. Saat itu, Hudzaifah sedang memegang jabatan tertinggi dari Umar RA sebagai khalifah. Ia adalah penasihat kekhalifahan dan negara. Ia yang akan memutuskan perkara antara Umar dan Abbas.

    Umar dan Abbas duduk di hadapan Hudzaifah. Keduanya menceritakan duduk perkaranya. Hudzaifah lalu berkata, “Aku mendengar bahwa Nabi Daud bermaksud memperluas Baitul Maqdis. Daud menemukan sebuah rumah dekat Baitul Maqdis. Rumah itu milik anak yatim. Nabi Daud lantas memintanya dari anak yatim itu, tetapi ia enggan memberikannya. Daud pun berusaha mendapatkan rumah tersebut secara paksa. Lantas Allah SWT berfirman kepada Daud, “Sesungguhnya rumah yang bersih dari kezaliman adalah rumah-Ku.” Daud kemudian mengembalikan rumah tersebut kepada pemiliknya.

    Umar dan Abbas tertegun mendengar cerita Hudzaifah itu. Abbas memandang Umar dan berkata, “Wahai Umar, apakah engkau masih ingin mengambil rumahku?” “Tidak” jawab Umar.

    Abbas pun berkata, “Bersamaan dengan itu, aku telah memberikan rumahku untuk memperluas masjid Rasulullah SAW.”

    Umar kemudian bisa memperluas Masjid Nabawi tanpa mengambil paksa rumah Abbas. Demikian pula Abbas yang secara ikhlas memberikan rumah tersebut untuk menjadi lahan perluasan masjid.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com