Tag: permasalahan

  • 5 Tips Agar Ruangan di Rumah Terasa Lebih Luas


    Jakarta

    Memaksimalkan ruangan yang ada perlu strategi yang cerdik terlebih jika ruangan tidak terlalu luas. Membuat ruangan terasa lebih luas bisa dilakukan tanpa menghamburkan banyak uang.

    Jika rumah kamu bertingkat, kamu bisa memanfaatkan ruang kosong yang ada di bawah tangga. Kamu bisa mengubahnya menjadi tempat penyimpanan, area membaca, atau yang lainnya.

    Selain itu, masih ada beberapa cara lainnya untuk membuat ruangan terasa lebih lega. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Gunakan Pintu Geser

    Dilansir dari Martha Stewart, penggunaan pintu geser pada ruangan bisa menghemat ruang yang digunakan. Pintu geser bisa digunakan di dapur, lemari, maupun kamar mandi.

    2. Gunakan Tirai yang Tipis

    Melansir dari The Spruce penggunaan tirai yang tipis, ringan, dan berwarna polos memungkinkan cahaya matahari masuk melalui jendela. Jika ingin yang bermotif, kamu bisa menggunakan motif sulur bunga atau garis-garis agar tampak sederhana.

    3. Pilih Warna yang Lembut

    Menggunakan warna-warna yang lembut dapat membuat ruangan terasa lebih terbuka dan lapang. Untuk efek yang lebih optimal, kamu bisa menggunakan warna hijau dan biru muda. Menggunakan warna yang hangat dan warna ‘dingin’ atau cool colors pada bagian permukaan juga bisa membuat ruangan tampak lebih terbuka.

    4. Hilangkan Barang-barang yang Tidak Diperlukan

    Biasanya, ruangan terasa lebih sempit karena ada banyak barang. Maka dari itu, kamu bisa menghilangkan atau membuang barang-barang yang tidak diperlukan. Selain itu, bisa juga menaruh barang-barang di tempat yang tidak terlihat, misalnya di dalam laci atau dibalik pintu.

    5. Hindari Wallpaper dengan Motif Terlalu Besar

    Dilansir dari Brightside, wallpaper dengan motif besar bisa memberikan kesan ruangan lebih sempit. Maka dari itu, pilihlah wallpaper dengan motif yang kecil dan berwarna cerah. Warna yang cerah bisa membantu merefleksikan cahaya sehingga ruangan tampak lebih terbuka dan lapang.

    Itulah beberapa cara untuk membuat ruangan di rumah terasa lebih luas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menata Sofa dan TV di Ruang Sempit, Biar Nggak Sumpek!



    Jakarta

    Meletakkan sofa dan televisi (TV) di ruangan yang sempit harus cermat. Sebab, jika salah posisi justru bisa membuat ruangan semakin sempit atau tidak nyaman.

    Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur sofa dan TV di ruang keluarga yang sempit. Salah satunya adalah meletakkan TV dengan ketinggian yang pas dengan sofa. Hal ini agar penghuni rumah bisa menonton TV dengan nyaman.

    Selain itu masih ada beberapa cara lainnya untuk meletakkan sofa dan TV yang pas pada ruangan sempit. Dilansir dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


    Tips Meletakkan Sofa di Ruang Keluarga yang Sempit

    Jika ruangan keluarga di rumahmu berbentuk persegi atau persegi panjang, posisikan dua sofa berukuran sama yang saling berhadapan dengan meja kopi di antaranya. Sebenarnya, tidak ada aturan pasti dan tepat yang mengatakan kamu tidak dapat memasangkan furnitur dengan ukuran berbeda, seperti tiga tempat duduk dan dua tempat duduk, atau sofa panjang dengan tempat duduk.

    Pastikan selalu memberikan sedikit jarak di sekitar furniture agar orang rumah dapat berjalan dengan nyaman.

    Sebenarnya, tidak ada aturan pasti dan tepat yang mengatakan kamu tidak dapat memasangkan furnitur dengan ukuran berbeda, seperti tiga tempat duduk dan dua tempat duduk, atau sofa panjang dengan tempat duduk. Ukuran yang bervariasi dapat menciptakan dinamika yang berbeda di dalam ruang keluarga kecil tersebut.

    Tips Meletakkan TV di Ruang Keluarga yang Sempit

    TV biasanya diletakkan di area ruang keluarga agar penghuni rumah bisa menonton bersama. Untuk posisi menonton yang optimal, idealnya TV diletakkan di bagian depan tengah sofa.

    Kamu juga bisa meletakkan TV di sudut ruangan jika menaruhnya di tengah ruangan merusak estetika. Selain itu, TV harus berada pada ketinggian yang tepat dalam kaitannya dengan sofa sehingga terasa nyaman untuk dilihat dan kamu tidak perlu melihat ke atas atau meninggikan leher untuk menontonnya.

    Itulah beberapa tips meletakkan sofa dan TV di ruangan sempit. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Meninggikan Rumah Bisa Jadi Solusi Hadapi Banjir, tapi Jangan Asal!



    Jakarta

    Mempunyai rumah di kawasan rawan banjir bisa membuat penghuni waswas ketika turun hujan deras. Nah, salah satu solusi efektif melindungi rumah dari banjir adalah meninggikan bangunan.

    Daripada khawatir rumah beserta harta benda terendam banjir, kamu bisa meninggikan rumah untuk menghindari air masuk. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan kalau ingin meninggikan rumah. Misalnya, apakah fondasi rumah perlu dibongkar untuk meninggikan rumah?

    Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, menentukan fondasi dibongkar atau tidak saat meninggikan rumah tergantung dari ketinggian air banjir. Untuk itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat atau mencari tahu ketinggian air banjir di kawasan tersebut. Setelah itu, kamu baru bisa menentukan desain elevasi lantai rumah.


    Taufiq menuturkan fondasi rumah tidak selalu harus dibongkar ketika ditinggikan. Apabila jarak antara plafon dengan lantai cukup tinggi, kamu tidak perlu membongkar fondasi rumah.

    “Misalnya tinggi plafon rumah 4 meter, kalau naiknya (lantai) cuma 80 cm, itu atap nggak perlu dibongkar juga, itu lebih cepat (selesai meninggikan rumah),” ujar Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Berbeda halnya kalau jarak antara plafon dengan lantai cukup dekat. Kondisi tersebut mengharuskan fondasi rumah dibongkar.

    “Misalnya (lantai rumah) ditinggiin 1 meter, berartikan mesti diurug 1 meter, lantainya berubah naik 1 meter, itu harus diurug, dipasang keramik lagi. Selama dipasang keramik kan ada plafon, tinggi plafon yang misalnya 3 meter jadi sisa 2 meter, mentok nanti kepalanya. Ya mesti ditinggiin juga plafonnya,” tuturnya.

    “Kalau plafon ditinggikan, itu cukup nggak keadaan atap, kuda-kuda rumahnya? Kalau misalnya nggak cukup, ya mesti dibongkar atasnya, dimodifikasi,” tambahnya.

    Selain bagian dalam rumah, Taufiq menyebut bagian garasi juga perlu diperhatikan. Menurutnya, garasi juga perlu ikut ditinggikan agar mobil tidak terkena banjir. Namun, perlu dilihat juga apakah carport tersebut bisa ditinggikan atau tidak.

    “Memungkinkan nggak carport-nya ditinggiin? Kalau kondisi jalannya tetap kan malah susah masuk mobilnya, karena curam (jalan dari garasi ke jalan depan rumah),” ucapnya.

    Taufiq kembali menegaskan sebelum meninggikan rumah, sebaiknya mencatat ketinggian air banjir yang masuk ke dalam rumah. Setelahnya, baru merencanakan desain elevasi rumahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan Hal Ini Dulu Sebelum Beli Furniture Rumah



    Jakarta

    Membeli furniture rumah terkadang memberikan perasaan senang dan semangat karena memiliki barang baru. Terkadang, hal ini bisa membuat pemilik rumah justru tidak bijak membelanjakan uangnya ketika membeli furniture.

    Maka dari itu, sebelum membeli furniture pastikan dulu kegunaannya untuk apa. Jangan sampai asal beli furniture tapi tidak terlalu berguna.

    Selain itu, jika ingin membeli furniture outdoor, pastikan material yang dibeli ‘tahan banting’. Sebab, furniture outdoor rawan rusak karena adanya perubahan cuaca, misalnya hujan atau pun panas.


    “Tipsnya tentunya adalah pilihlah sesuai dengan kegunaannya. Jadi kalau misalnya cuacanya di luar sering kehujanan mungkin, ini kita bisa menyediakan barang-barang yang terbuat dari anyaman plastik, lalu juga kalau di outdoor mungkin perlu kelambunya, atau mungkin ada sunblocker-nya,” kata Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia, Teresa Wibowo, dalam acara Perayaan Pembukaan Toko AZKO ke-250 di Txoko, Jakarta, Jumat (16/5/2025).

    Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia, Teresa WibowoDirektur PT Aspirasi Hidup Indonesia, Teresa Wibowo Foto: Almadinah Putri Brilian/detikcom

    Jika konsumen bingung, ia juga menyarankan untuk segera bertanya pada pegawai yang berjaga untuk meminta saran. Sebab, biasanya pegawai yang bertugas sudah memiliki pengetahuan produk yang sangat baik sehingga bisa memberikan masukan atau pun saran kepada konsumen.

    Sebagai informasi, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) (ACES) akan membuka toko di Sorong, Papua Barat Daya. Hal ini sebagai salah satu bentuk perayaan pembukaan toko ke-250.

    Pembukaan toko di Sorong akan dilakukan pada 25 Mei 2025 mendatang. Nantinya, toko tersebut akan memiliki luas area 2.100 meter persegi di dalam Mall Paragon Sorong. Saat ini, sudah ada di 78 wilayah di seluruh Indonesia dan rencananya, tahun ini akan membuka sekitar 25-30 toko.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh Kipas Angin di 4 Area Ini, Ada yang Bisa Bikin Udara Makin Panas


    Jakarta

    Kipas angin sering digunakan ‘mengusir’ hawa panas di rumah. Umumnya, kipas angin ditempatkan di kamar tidur, ruang tamu, maupun ruang keluarga.

    Walau demikian, ada beberapa area yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin. Salah satu alasannya karena bisa membuat ruangan terasa makin panas.

    Area mana saja yang sebaiknya tidak ditaruh kipas angin? Dikutip dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


    Di Permukaan Tinggi

    Menaruh kipas angin di permukaan yang tinggi justru bisa mengeluarkan udara panas. Hal ini tentunya bisa membuat ruangan terasa makin panas.

    Sebaiknya, letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

    Di Dekat Jendela

    Kipas angin juga sebaiknya jangan ditaruh di dekat jendela karena bisa membawa udara yang panas dari luar rumah. Namun, bisa berbeda kalau penghuni rumah menaruh dua kipas angin di dekat jendela, salah satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk.

    Selain itu, menyalakan kipas angin yang berada di dekat jendela bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu terjadinya alergi.

    Di Tempat Berdebu

    Selanjutnya, jangan taruh kipas angin di tempat yang berdebu. Sebab, bisa menerbangkan debu-debu yang memicu alergi.

    Kalau kipas angin sudah mulai berdebu, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak.

    Di Dekat Tanaman

    Menyalakan kipas angin di dekat tanaman bisa membuat daun-daun kering dan merusak daun yang rapuh. Maka dari itu, sebaiknya tidak menempatkan kipas angin di dekat tanaman, apalagi yang membutuhkan kelembapan tinggi.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk menyalakan kipas angin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Makin Sempit, Ini 3 Cara Pilih Perabotan untuk Rumah Minimalis


    Jakarta

    Rumah minimalis kerap menjadi pilihan terutama di lahan terbatas. Meski rumahnya minimalis, pemilik tak perlu berkecil hati karena masih bisa memaksimalkan ruang yang ada.

    Salah satu tantangan saat memiliki rumah minimalis adalah mengatur perabotan. Nah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap memiliki perabotan yang dibutuhkan tanpa membuat ruangan terasa semakin kecil.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Pilih Perabotan yang Multifungsi

    Langkah pertama bisa dengan memilih perabotan yang multifungsi. Saat ini sudah banyak inovasi pada tempat tidur, sofa, maupun meja untuk rumah minimalis yang tidak memakan banyak ruang tetapi tetap fungsional.

    Pemilik rumah bisa memilih sofabed yang bisa digunakan sebagai sofa pada pagi hingga sore hari dan sebagai tempat tidur ketika diperlukan.

    Selain itu, bisa juga memilih tempat tidur yang di bawahnya ada lemari untuk menaruh pakaian atau perabotan lainnya.

    Pilih Barang yang Fungsional

    Tinggal di rumah minimalis tentunya harus cerdik dalam memilih barang-barang yang bisa ditaruh di dalam ruangan karena keterbatasan ruang. Nah, saat membeli barang, pemilik rumah bisa mengurutkan sesuai prioritas dari yang paling banyak digunakan.

    Sebagai contoh, di kamar mandi cukup ada shower dan closet saja, tidak perlu ada wastafel. Sebab, wastafel di kamar mandi memiliki fungsi yang mirip dengan wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris menyarankan adanya kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Lalu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    Pilih Barang yang Mudah Disimpan

    Di rumah minimalis sebaiknya ada tempat penyimpanan yang rapi dan muat banyak agar ada ruang yang tersisa. Selain tempat penyimpanan, sebaiknya mulai pertimbangkan memilih perabotan yang fleksibel, seperti mudah dilipat, digulung, maupun ditarik agar tidak memakan banyak tempat.

    Contohnya seperti meja makan lipat. Setelah tidak digunakan, meja bisa dilipat dan disimpan di sisi ruangan.

    Itulah cara memilih perabotan yang cocok untuk rumah minimalis.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Gorden Sebaiknya Ditutup atau Dibuka saat Rumah Kosong? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Gorden adalah kain yang berfungsi untuk menutupi jendela agar tidak terlihat dari luar. Fungsi lain dari gorden adalah dapat menahan debu dan menghalangi cahaya matahari masuk ke dalam rumah.

    Banyak pemilik rumah yang memilih menutup gorden ketika akan pergi keluar rumah, baik dalam waktu beberapa hari ataupun hitungan jam saja. Tujuan gorden ditutup adalah agar tidak ada orang yang dapat melihat isi hunian, baik itu furnitur hingga dekorasi yang menempel di dinding.

    Alasan lainnya adalah soal keamanan. Dengan menutup gorden maka dapat mencegah maling untuk masuk ke dalam rumah. Soalnya mereka tidak dapat melihat apa saja isi di dalam rumah itu.


    Meski begitu, sejumlah ahli di bidang interior desain punya pendapat lain soal menutup gorden ketika pergi keluar rumah. Lantas, lebih baik gorden dibuka atau ditutup saat rumah dalam kondisi kosong?

    Perlukah Gorden Ditutup saat Pergi Keluar Rumah?

    Sejumlah ahli di bidang desain interior mengungkapkan berbagai alasan tentang menutup gorden saat rumah ditinggal pergi. Menurut Jennifer Jones selaku pendiri Niche Interiors, hal ini tergantung dari kondisi tempat tinggal.

    “Ketika klien bertanya kepada saya apakah mereka harus membiarkan gorden tetap terbuka atau tertutup saat mereka pergi, jawabannya tergantung pada keamanan dan estetika,” kata Jennifer mengutip The Spruce, Selasa (17/6/2025).

    Apabila terdapat ruangan yang langsung menghadap ke jalan maka sebaiknya gorden ditutup. Hal ini dilakukan demi keselamatan dan keamanan rumah secara maksimal.

    “Semakin sedikit informasi yang dimiliki oleh para pencuri tentang tata letak dan isi perabotan di dalam rumah, maka hal itu semakin baik,” ujarnya

    Apabila ruangan tersebut tidak berhadapan dengan jalan atau rumah tetangga, maka tidak perlu menutup gorden saat rumah ditinggal pergi. Namun jika ingin tetap ada cahaya matahari masuk ke dalam ruangan, cobalah memasang tirai berbahan tipis. Selain membiarkan sinar matahari masuk, cara ini juga dapat mempercantik hunian sekaligus tetap menjaga privasi.

    “Tirai tipis dapat menyebarkan cahaya matahari ke dalam ruangan sekaligus menghalangi pandangan dari luar ke dalam rumah, sehingga menawarkan perpaduan cahaya yang tenang serta tetap mengutamakan privasi,” ujarnya.

    Di sisi lain, desainer interior Rachel Blindauer mengatakan jika gorden sebaiknya dibiarkan terbuka ketika kamu pergi keluar rumah, baik sebentar maupun berhari-hari. Sebab, gorden yang ditutup rapat memberikan kesan bahwa rumah kamu kosong karena ditinggal penghuni.

    “Gorden yang terbuka dapat memberikan kesan atau isyarat bahwa rumah tersebut tidak kosong dan ada penghuninya,” ungkap Rachel.

    Dengan membiarkan gorden terbuka, maka pencuri jadi enggan untuk masuk ke rumah tersebut. Namun, cara ini dapat dilakukan jika hunian telah dilengkapi sistem keamanan canggih, mulai dari kamera CCTV 24 jam, smart lock door, hingga alarm anti maling.

    Rachel juga mengingatkan pentingnya memasang lampu otomatis yang dapat menyala saat malam hari. Cara ini dapat mengelabui maling bahwa rumah tersebut masih ada orang, meski sebenarnya dalam keadaan kosong karena seluruh penghuni pergi selama berhari-hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alasan Ruang Tamu Terasa Sempit Meski Tak Banyak Perabotan


    Jakarta

    Ruang tamu merupakan salah satu area yang paling krusial di dalam rumah. Ruang ini berfungsi untuk menjamu tamu yang datang sekaligus jadi tempat berkumpulnya keluarga.

    Ruang tamu tentu harus dirancang sebaik mungkin agar terasa nyaman. Tidak harus luas, ruang tamu yang kecil dan minimalis pun juga bisa memberikan kesan nyaman dan betah berlama-lama.

    Namun, beberapa pemilik rumah sering merasakan ruang tamu begitu sempit. Padahal, di ruangan tersebut tidak ada banyak perabotan atau furnitur. Kenapa ya?


    Penyebab Ruang Tamu Terasa Sempit Walau Tak Banyak Barang

    Desainer interior Marie Flanigan mengatakan penyebab utama ruang tamu terasa sempit meski tidak banyak perabotan karena ukurannya yang salah. Mungkin, ada sejumlah furnitur berukuran besar yang dipaksa diletakkan di ruang tamu yang ukurannya kecil.

    “Ukuran menentukan bagaimana furnitur, karpet, dan dekorasi saling berkaitan dengan ruang satu sama lain,” kata Flanigan dikutip The Spruce.

    Flanigan menyebut ada sejumlah furnitur yang mungkin ukurannya tidak tepat untuk ruang tamu di rumah. Beberapa benda tersebut di antaranya:

    1. Sofa Berukuran Besar

    Sofa yang memiliki ukuran besar dapat mendominasi atau memakan banyak tempat di ruang tamu, sehingga hanya menyisakan sedikit ruang untuk furnitur lainnya.

    Sebagai solusi, kamu bisa memilih sofa sectional agar terlihat lebih minimalis dan tidak memakan banyak ruang.

    2. Meja Kopi Terlalu Kecil

    Meja kopi yang ukurannya terlalu kecil di ruang tamu akan terlihat aneh. Flanigan menyarankan agar memilih meja dengan panjang sekitar 2/3 dari sofa. Lalu posisikan meja sekitar 40-45 cm dari tempat duduk agar mudah dijangkau.

    3. Karpet Terlalu Kecil

    Memilih karpet untuk ruang tamu dinilai cukup sulit karena jika terlalu kecil maka tidak dapat menyatukan ruangan. Selain itu, area tempat duduk akan tampak seperti ‘mengambang’ di tengah ruangan.

    Sebagai solusi, kamu bisa memilih karpet yang ukurannya besar dan memanjang. Untuk ruang tamu minimalis, karpet berukuran 8×10 meter atau 9×12 meter dirasa cocok agar menciptakan tampilan ruang tamu yang lebih nyaman.

    4. Pencahayaan di Ruang Tamu

    Pencahayaan juga dapat memengaruhi skala di ruang tamu sehingga terasa sempit. Biasanya, hal ini disebabkan oleh pemilihan lampu yang tidak tepat sehingga ruangan terasa redup.

    “Jangan ragu untuk memilih lampu yang dapat memenuhi sekitar sepertiga lebar ruangan. Pemilihan lampu yang tepat dapat menyeimbangkan furnitur terbesar sekalipun,” ujar Flanigan.

    Itu dia alasan mengapa ruang tamu terasa sempit meski tidak banyak perabotan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Bahaya Buang Tisu ke Kloset Bukan Cuma Bikin Mampet


    Jakarta

    Tulisan berisi peringatan tidak membuat tisu ke dalam kloset pasti sering kita temui terutama ketika menggunakan toilet umum. Peringatan ini bukan hanya mengingatkan penggunanya untuk tidak membuang sampah sembarangan, melainkan ada makna lain.

    Tisu merupakan benda padat yang tidak mudah hancur meskipun wujudnya tipis. Hal ini bisa dibuktikan dengan cara merendam tisu di dalam cairan. Tisu tersebut hanya tenggelam ke dasar dan tidak hancur.

    Apabila kondisi serupa terjadi di dalam pipa pembuangan, tentu akan menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah menutup jalur air dan membuat mampet. Ini hanya satu masalah dari beberapa risiko yang bisa terjadi. Untuk lebih jelasnya, dilansir Scott English Plumbing, berikut hal yang bisa terjadi apabila membuang tisu ke dalam kloset.


    1. Efek Fatberg

    Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak. Penumpukan ini bisa bertambah luas hingga seperti gunung es. Apabila sudah sampai seperti ini akan terjadi sumbatan pada saluran pembuangan. Tanda-tanda saluran pembuangan sudah mampet adalah kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung dengan septic tank.

    2. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika kondisi sumbatan sudah parah dan tidak segera diperbaiki, pipa pembuangan bisa rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang lagi untuk air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa bisa memberikan tekanan yang berisiko terjadi kebocoran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Diamkan Cucian Basah Terlalu Lama, Bisa Timbul Jamur!



    Jakarta

    Salah satu kebiasaan ketika menggunakan mesin cuci yang ternyata salah adalah tidak mengeluarkan cucian bersih setelah selesai. Baju didiamkan berjam-jam di dalam mesin cuci dan tidak langsung dijemur.

    Dilansir dari situs Apartment Therapy, pemilik perlengkapan linen dari Pioneer Linens Marisa Murphy menganjurkan setiap pakaian yang sudah selesai dicuci agar segera di jemur. Meninggalkan pakaian bersih di dalam mesin cuci lebih dari 8 jam akan menyebabkan pakaian berbau.

    “Jika meninggalkan pakaian basah, bau tak sedap dapat muncul, bahkan sebelum dicuci,” kata Murphy seperti yang dikutip detikcom, pada Minggu (21/9/2025).


    Pakaian basah harus langsung dijemur dengan cara digantung agar terkena udara dan membantu mencegah pakaian berjamur.

    Apabila terlanjur menemukan pakaian berbau tak sedap setelah didiamkan di dalam mesin cuci beberapa jam, sebaiknya dicuci ulang untuk menghentikan pertumbuhan jamur.

    Ketika mencuci, jangan memasukkan terlalu banyak pakaian dalam sekali pencucian. Terlalu banyak pakaian justru mempersulit mesin cuci untuk berputar, bergerak, dan meresap detergen. Risikonya akan ada beberapa pakaian yang tetap bau karena tidak dibersihkan dengan maksimal.

    Selain itu, jika kamu sering membiarkan cucian basah di mesin cuci dalam beberapa jam juga akan merusak mesin cuci itu sendiri. Mesin tidak akan bisa ‘bernapas’ karena kelembapan yang berlebih dalam jangka waktu yang lama.

    Itulah alasan pakaian yang habis dicuci harus langsung dijemur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com