Tag: permukaan

  • Bahaya! Ini Akibatnya Jika Sering Lompat-lompat di Atas Kasur


    Jakarta

    Kasur dibuat dengan permukaan yang empuk dan tahan terhadap beban. Tidak heran jika anak-anak suka melompat-lompat seperti sedang bermain di atas trampolin, menyenangkan dan sama sekali tidak sakit.

    Namun, kasur sebenarnya sama sekali tidak didesain untuk menahan beban untuk tekanan yang diakibatkan dari lompatan. Justru gerakan melompat di atas kasur dapat menyebabkan kerusakan dan bencana lainnya.

    Dilansir situs Sleep Junkie, berikut beberapa dampak yang timbul saat seseorang sering melompat-lompat di atas kasur.


    1. Kerusakan pada Pegas Kasur

    Di bawah permukaan kasur terdapat pegas atau baja yang elastis. Pegas ini penting keberadaannya di kasur, tanpa benda ini, kasur akan sulit kembali ke bentuk semula saat menerima beban.

    Pegas yang rusak akan menyebabkan perubahan pada permukaan kasur. Selain itu, apabila pegas timbul hingga ke permukaan akan berbahaya.

    2. Kerusakan pada Kerangka Kasur

    Selain pegas yang bisa rusak, kerangka kasur juga bisa patah karena menerima beban berat secara tiba-tiba secara berulang saat seseorang melompat di atasnya. Hal ini sangat mungkin terjadi jika orang melompat di atas kasur yang memiliki kaki-kaki dari kayu dan besi, terutama yang usianya sudah lama.

    3. Kerusakan pada Dinding dan Lantai

    Jika orang yang melompat di atas kasur banyak dan bobotnya berat tekanan dari kasur tersebut dapat membuat goresan, tekanan, hingga retakan pada dinding dan lantai. Sebab, ketika melompat, kasur juga bisa bergerak beberapa sentimeter sehingga menimbulkan goresan.

    Selain itu, getaran saat melompat juga bisa terasa hingga ke benda sekitar, apabila ada barang pecah beling, bisa pecah saat bergeser.

    4. Cedera Fisik

    Melompat di atas kasur dapat menyebabkan cedera fisik seperti jatuh, sakit pada leher dan kaki, serta bertabrakan dengan orang lain apabila melompat berbarengan dengan orang lain.

    5. Gangguan Tidur

    Bagi anak yang suka melompat-lompat di atas kasur, dapat menyebabkan tidurnya terganggu karena sulit rileks dan kelebihan energi.

    Itulah sederet bahaya yang bisa terjadi apabila terlalu sering lompat-lompat di atas kasur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Timbang-timbang Untung Rugi Kompor Induksi



    Jakarta – Teknologi terus berkembang, termasuk berbagai peralatan untuk memasak. Salah satu teknologi terbaru dalam dunia memasak adalah kompor induksi.

    Kompor induksi merupakan sebuah inovasi teknologi yang sangat canggih. Dengan kompor induksi, kita bisa permukaan panci saat memasak tetap dingin saat disentuh. Selain itu, merebus air jauh dengan kompor induksi konon lebih cepat dibanding kompor lainnya.

    Bagi kamu yang mungkin tertarik untuk menggunakannya, artikel ini akan membahas segala yang perlu kamu ketahui tentang kompor induksi, dari cara kerjanya hingga kelebihan dan kekurangannya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Pagar Geser dan Ayun, Lengkap Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Jika kamu ingin memasang pagar rumah, kamu perlu mempertimbangkan dulu jenis pagar yang akan digunakan. Umumnya ada dua jenis pagar yang sering dijumpai, yaitu pagar geser dan ayun.

    Kedua jenis pagar tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi, pastikan kamu memilih jenis pagar cocok dengan hunian kamu.

    Kamu bisa simak kelebihan dan kekurangan dari pagar ayun dan geser sebagai referensi kamu memilih jenis pagar yang cocok dengan hunian kamu. Berikut simak pemaparannya!


    Apa itu Pagar Geser?

    Pagar Rumah MinimalisPagar Rumah Minimalis Foto: Istimewa

    Mengutip dari Creative Door, Kamis (15/2/2024), Gerbang geser merupakan gerbang yang di bawahnya terdapat di roda yang meluncur di sepanjang rel khusus sebagai pijakan gerbang.

    Kelebihan Pagar Geser

    Pagar geser tidak membutuhkan banyak ruang untuk membuka ataupun menutup gerbang. Sehingga pagar geser sangat cocok ditempatkan di dekat jalan raya
    Bagian bawah gerbang geser lebih awet. Karena menggunakan rel dan roda khusus sehingga minim sekali terjadi gesekan.
    Bila terdapat bagian tanah yang menonjol tajam, sangat cocok memasang gerbang geser. Gerbang geser dibuka-tutup tanpa melewati bagian tanah yang menonjol tajam.

    Pemasangan pagar lebih mudah

    Kekurangan Pagar Geser

    Terkadang muncul suara desis saat ditutup ataupun dibuka. Sebab, gerbang dibuka melewati pijakan rel. Sehingga kamu perlu rutin melumasi bagian bawah gerbang dan bagian roda dan rel gerbang.
    Pemasangan Lebih mahal. Pasalnya, gerbang geser perlu pemasangan komponen-komponen tambahan dibandingkan gerbang ayun.

    Apa itu Pagar Ayun?

    Pagar ayun/Automated GatesPagar ayun/Automated Gates Foto: Pagar ayun/Automated Gates

    Dikutip dari Fleurs et Bouquets, Kamis (15/2/2024), gerbang ayun merupakan jenis yang dibuka-tutup secara diayun, menggunakan sejenis ayun pada bagian sisi gerbang. Gerbang ini dibuka ke arah luar dan ke arah dalam mirip dengan cara kerja pintu.

    Kelebihan Pagar Ayun

    Biaya pemasangan lebih murah daripada pagar geser, karena pagar ayun tidak butuh pemasangan roda dan jalur rel pada pada pagar.
    Pagar ayun cocok untuk kamu yang punya lahan luas. Karena mekanisme pagar ayun diayun saat dibuka atau ditutup sehingga akan memakan sedikit ruang.
    Perawatan lebih mudah, karena pagar ayun bergantung pada ayun untuk mekanisme buka tutup. Jadi, kamu hanya perlu melumasi ayun agar tidak berkarat. Hal ini berbeda dengan pagar geser yang perlu perawatan pada roda dan jalur relnya.

    Kekurangan Pagar Ayun

    Memakan banyak ruang, seperti yang dijelaskan tadi jika pagar ayun diayun saat dibuka tutup sehingga tidak cocok bagi kamu yang punya lahan terbatas.

    Bagian bawah rawan gesekan, semakin banyak gesekan antara bagian bawah dengan permukaan lantai karena sering diayun, tentunya akan merusak bagian bawah gerbang.

    Demikian kelebihan dan kekurangan dari pagar geser dan ayun. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Warna pada Plafon Imbas Atap Bocor, Begini 4 Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Setiap masuk musim hujan, tanda-tanda kerusakan di rumah mulai kelihatan. Salah satunya adalah atap bocor. Berbagai jenis atap baik genteng ataupun dak bisa saja mengalami kebocoran apabila ada cela air masuk. Saat air masuk dari atap terluar, air tersebut akan jatuh ke plafon. Maka dari itu, pemasangan plafon pada rumah sangat penting untuk melindungi dari kebocoran.

    Namun, masalah kebocoran tidak selesai di sana setelah dipasang plafon. Justru plafon hanya jadi pelindung di awal. Jika plafon yang semula berwarna putih berubah kecoklatan atau ada bekas seperti jalan air, maka kebocoran sudah membesar atau terjadi terlalu sering. Jika didiamkan, plafon rumah justru akan ikut rusak, berubah melengkung hingga ambruk.

    Melansir dari depobagoesbangunan, Senin (22/7/2024), berikut cara mengatasi plafon yang muncul warna karena atap bocor.

    1. Periksa Bagian Atap

    Saat melihat bercakan warna pada plafon, kamu harus segera memeriksa bagian atap. Sebab, atap atau genteng bagian terluar sering menjadi sumber masalah kebocoran di rumah. Jika tidak ada masalah pada genteng atau atap, kamu bisa memeriksa sistem pipa yang mungkin dekat dengan area plafon yang bocor.


    2. Cari Sumber Kebocoran

    Apabila kamu yakin penyebab kebocoran karena atap yang rusak, kamu harus mencari titik tempat masuknya air melalui atap. Caranya dengan menusuk kawat logam melalui lubang tersebut sehingga akan terlihat dari permukaan luar atap.

    Kamu bisa meminta jasa spesialis atap atau jasa profesional untuk memperbaiki plafon bocor jika kamu khawatir lokasinya yang tinggi atau tidak paham cara memperbaiki.

    3. Mengecek Bagian Bawah Atap

    Setelah mengecek bagian atap atau genteng, kamu harus melihat bagian plafon dari atas. Cara mencari spot yang pas dengan lokasi plafon yang memiliki bercak warna. Lihat apakah ada banyak air yang tergenang di atas drywall (papan tipis yang terbuat dari gypsum) atau bagaimana kondisinya.

    Cara meminimalisir terjadinya kerusakan yang lebih parah, kamu perlu membuat lubang pada plafon dan biarkan semua air menetes jatuh ke bawah. Dengan begitu, air tidak ada yang mengendap di atas plafon maka dan tidak merembes kepada bagian yang lainnya.

    4. Memperbaiki Atap yang Rusak

    Untuk atap rumah yang gentengnya pecah, kamu perlu segera menggantinya. Namun jika kamu menggunakan seng sebagai atap rumah, maka kamu perlu menambalnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Mengecat Dinding Luar Rumah saat Musim Kemarau


    Jakarta

    Saat musim kemarau tiba, cuaca akan terasa sangat panas. Hal ini dianggap sebagai waktu yang cocok untuk mengecat dinding rumah bagian luar karena akan cepat kering.

    Akan tetapi, cat dinding yang cepat kering belum tentu baik. Karena bisa saja hanya lapisan luarnya saja yang kering tapi bagian dalamnya masih basah.

    Ada beberapa hal juga yang harus kamu perhatikan saat mengecat dinding bagian luar rumah saat musim kemarau. Contohnya kelembaban. Selain itu, masih ada hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan saat mengecat dinding bagian luar rumah saat musim kemarau.


    Dilansir dari Real Simple, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat kamu ingin mengecat dinding bagian luar rumah pada musim kemarau.

    Kelembapan dan Suhu Tinggi

    Saat tingkat kelembapan tinggi, udara sekitar menjadi jenuh yang menyebabkan cat tidak mengering dengan baik. Saat suhu tinggi, cat dapat mengering terlalu cepat sehingga tidak rata dengan baik. Hal ini bisa memperlihatkan banyaknya sapuan kuas cat dan sulit diaplikasikan.

    Suhu tinggi juga bisa menyebabkan cat mengering dengan tidak baik. Nantinya, cat hanya akan mengering di bagian permukaan saja, tetapi di bagian bawahnya masih basah. Jika hal ini terjadi, maka cat tidak akan meresap ke permukaan dan menyebabkannya cepat berkerut dan mengelupas.

    Debu hingga Serbuk Sari Beterbangan

    Alasan lain mengecat di musim kemarau bukan hal yang bagus adalah adanya debu maupun serbuk sari yang beterbangan. Hal-hal itu bisa saja menempel di permukaan dinding sehingga menyulitkan untuk mendapatkan permukaan yang bersih untuk dicat.

    Kapan Waktu yang Cocok untuk Mengecat Dinding Bagian Luar Rumah?

    Saat ingin mengecat dinding bagian luar rumah, sebaiknya pertimbangkan tingkat kelembaban dan suhu terlebih dahulu.

    “Suhu permukaan yang akan dicat, suhu sekitar, serta suhu lapisan semuanya dapat mempengaruhi warna dan kinerja keseluruhan,” kata pemilik generasi ke-3 Dages Paint, Anne Dages, dilansir Real Simple.

    Menurut Dages waktu yang pas untuk mengecat dinding bagian luar rumah adalah ketika suhu 10-32 derajat Celcius dan tidak ada perkiraan hujan dalam jangka waktu 24 jam.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 2 Penyebab Utama Keramik Lantai Terangkat dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Keramik kerap menjadi pilihan sebagai lapisan terluar rumah karena memiliki daya tahan yang bagus. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan lantai keramik bisa rusak seperti terangkat dari lantai atau bahkan meledak. Kondisi ini bisa membahayakan penghuni rumah karena pinggiran keramik cukup tajam.

    Keramik yang terangkat bahkan meledak ini disebut popping. Penyebab kerusakan pada keramik ini bisa dari faktor pada saat pemasangan dan faktor luas.

    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut ini penyebab lantai keramik terangkat atau meledak.


    1. Adanya Udara yang Masuk

    Apabila pemasangan keramik tidak tepat dan rapat, udara bisa terperangkap di bawah keramik. Udara ini akan biasanya menimbulkan panas yang bisa membuat nat keramik memuai. Lama kelamaan, terjadi keretakan yang menimbulkan celah atau rongga yang menjadi jalur masuknya udara ke bawah keramik.

    2. Banjir

    Untuk yang satu ini, penyebab keramik terangkat atau meledak karena faktor luar. Banjir bisa membuat nat keramik terkikis, sehingga menimbulkan celah untuk udara masuk.

    Cara Mencegah Lantai Terangkat atau Meledak

    Tentu kamu tidak ingin kejadian seperti ini terjadi karena selain berbahaya, kamu juga jadi harus menguras dana lagi untuk memperbaikinya. Untuk mencegah lantai terangkat atau meledak, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

    1. Pasang Keramik dengan Benar

    Pastikan saat memasang keramik sudah benar dan rapat. Kuncinya adalah melapisi bawah keramik dengan mortar dengan merata. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    2. Cek Nat Keramik Secara Berkala

    Keretakan pada nat bisa menyebabkan keramik lepas dari lantai. Maka dari itu, cek nat keramik secara berkala. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

    3. Perkirakan Potensi Banjir

    Apabila lingkungan di rumah kamu berada di dataran rendah dan sering terjadi banjir, kamu harus meninggikan permukaan rumah atau ganti dengan jenis penutup lantai yang minim perawatan.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ngecat Dinding Luar Rumah Saat Musim Kemarau? Perhatikan Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Mengecat dinding luar rumah atau bagian eksterior dianggap cocok dilakukan saat musim kemarau. Hal itu karena saat musim kemarau cuaca panas sehingga cat bisa cepat kering.

    Namun, cat dinding yang cepat kering belum tentu baik. Sebab, bisa saja yang kering hanya lapisan luarnya saja sementara bagian dalamnya masih basah. Jika hal itu terjadi, cat dinding jadi bisa lebih mudah mengelupas.

    Oleh karena itu, sebelum kamu mengecat dinding bagian luar ada beberapa yang harus diperhatikan. Dilansir dari Real Simple, Selasa (10/9/2024), berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat kamu ingin mengecat dinding bagian luar rumah pada musim kemarau.


    Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengecat Rumah pada Musim Kemarau

    Kelembapan dan Suhu Tinggi

    Saat tingkat kelembapan tinggi, udara sekitar menjadi jenuh yang menyebabkan cat tidak mengering dengan baik. Saat suhu tinggi, cat dapat mengering terlalu cepat sehingga tidak rata dengan baik. Hal ini bisa memperlihatkan banyaknya sapuan kuas cat dan sulit diaplikasikan.

    Suhu tinggi juga bisa menyebabkan cat mengering dengan tidak baik. Nantinya, cat hanya akan mengering di bagian permukaan saja, tetapi di bagian bawahnya masih basah. Jika hal ini terjadi, maka cat tidak akan meresap ke permukaan dan menyebabkannya cepat berkerut dan mengelupas.

    Debu hingga Serbuk Sari Beterbangan

    Alasan lain mengecat di musim kemarau bukan hal yang bagus adalah adanya debu maupun serbuk sari yang beterbangan. Hal-hal itu bisa saja menempel di permukaan dinding sehingga menyulitkan untuk mendapatkan permukaan yang bersih untuk dicat.

    Waktu yang Cocok untuk Mengecat Dinding Bagian Luar Rumah

    Saat ingin mengecat dinding bagian luar rumah, sebaiknya pertimbangkan tingkat kelembaban dan suhu terlebih dahulu.

    “Suhu permukaan yang akan dicat, suhu sekitar, serta suhu lapisan semuanya dapat mempengaruhi warna dan kinerja keseluruhan,” kata pemilik generasi ke-3 Dages Paint, Anne Dages, dilansir Real Simple.

    Menurut Dages waktu yang pas untuk mengecat dinding bagian luar rumah adalah ketika suhu 10-32 derajat Celcius dan tidak ada perkiraan hujan dalam jangka waktu 24 jam.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahan dan Jenis Keset Kamar Mandi


    Jakarta

    Dari masa ke masa keset kamar mandi selalu dianggap hal yang tidak penting, ada banyak fungsi yang sangat penting dari keset kamar mandi ini.

    Keset yang terbaik tidak hanya menyediakan permukaan yang halus dan tentunya antiselip untuk kaki, tetapi bisa memberikan sentuhan warna dan daya tarik tersendiri.

    Keset Kamar Mandi Katun Turki

    Dengan ukuran 20 x 31 inci, karpet ini memiliki rasa yang kental seperti spa, dan bisa juga di cuci dengan mesin cuci. Keset kamar mandi katun Turki ini 100% murni dari katun, keset jenis ini juga menawarkan desain yang mewah dan tidak hanya memberikan rasa sejuk dan terasa ringan, tetapi juga tingkat penyerapan dari keset berbahan katun ini sangat baik.


    Keset Kamar Mandi Batu Tulis

    Tidak seperti keset pada umumnya yang berbahan dari kain sintetis atau kayu, bahan dari keset ini berbeda dari yang lainnya. Keset kamar mandi batu berukuran 23 x 15,4 x 0,4 inci dan terbuat dari tanah diatom, bahan dasarnya terdiri dari mineral yang bersifat antimikroba dan menyerap kelembapan dengan baik, keset ini juga tahan jamur dan lumut, yang membuatnya ideal untuk area basah.

    Keset Microfiber

    Melansir forbes.com, karpet microfiber ini memberikan tampilan yang mewah, dengan ukuran 17 x 24 inci, karpet ini sangat lembut jika di injak, dan juga anti selip serta dapat dicuci menggunakan mesin cuci.

    Karpet ini terbuat dari bahan serat mikro chenille yang berbulu lembut dan empuk ketika di pegang, karpet ini bekerja dengan baik untuk mengeringkan kaki kamu ketika keluar kamar mandi, karpet ini juga dilengkapi dengan perekat kuat guna meningkatkan sirkulasi udara dan memberikan daya tarik.

    Keset Kamar Mandi Busa

    Keset yang berbahan busa memori ini dapat dicuci dengan mesin cuci dan bahan yang berkualitas tinggi, karpet yang bertumpuk rendah ini punya sudut yang bulat serta berbahan karet untuk memastikan karpet tetap menempel sempurna.

    Keset Kamar Mandi Kayu

    Kalau kamu pernah mengunjungi spa kelas atas yang mewah, pasti kamu akan mendapati keset kamar mandi kayu ini, walau keset ini tidak terlalu populer seperti keset berbahan katun karena tingkat resapannya yang kurang maksimal, tetapi keset berbahan kayu ini menawarkan pemandangan yang apik.

    Keset Kamar Mandi Poliester

    Karpet poliester ini dirancang tebal agar terasa lembut dan hangat ketika diinjak, di tenun dengan bahan yang berkualitas tinggi. Kain ini sangat cocok untuk cuaca di bulan-bulan musim hujan, karena menjaga kaki tetap hangat dan nyaman bahkan ketika saat basah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Pakai Atap Beton Bikin Panas? Begini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Penggunaan atap beton pada rumah bisa menyerap banyak panas. Dengan demikian, bisa membuat bangunan terasa panas.

    Namun jangan khawatir karena hal itu bisa diatasi. Bagaimana caranya? Dilansir dari Four Square Construction, berikut ini caranya.

    Pakai Cat dan Pelapis Reflektif

    Sebelum kamu menerapkan pelapis reflektif, bersihkan dulu area atap dan perbaiki retakan yang ada. Hal ini guna memastikan pelapis melekat dengan baik dan sempurna. Pelapis dapat digulung atau disemprotkan, menutupi atap secara merata.


    Sebaiknya hal ini dikerjakan oleh tenaga ahli atau profesional untuk memastikannya dilakukan dengan benar. Aplikasi yang benar dapat membantu lapisan bertahan lebih lama dan bekerja lebih maksimal.

    Jenis Bahan Reflektif

    Cat dan pelapis reflektif ini juga membantu menjaga agar atap tetap sejuk, hal ini dilakukan bukan dengan menyerap sinar matahari melainkan memantulkannya. Cat khusus ini terdiri dari pelapis elastomeric, yang bersifat kenyal dan elastis, serta dapat meregang seiring dengan pergerakan atap.

    Sebagian terbuat dari bahan seperti poliuretan atau akrilik, kedua bahan tersebut mengandung pigmen mengkilap yang memantulkan sinar matahari kembali ke langit. Pelapis atap reflektif juga bisa menurunkan suhu permukaan pada atap, sehingga dapat mengurangi kebutuhan pendinginan dalam ruangan secara signifikan.

    Insulasi Atap

    Papan busa, isolasi reflektif, dan papan fiberglass adalah bahan umum yang digunakan untuk mengisolasi atap. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai penghalang untuk menghentikan panas masuk ke dalam bangunan, sehingga bangunan tetap sejuk.

    Insulasi pada atap dapat dipasang dengan dua cara, yaitu dipasang langsung di beton atau dipasang di atas beton di bawah lapisan atap baru. Untuk bangunan baru, insulasi dipasang langsung pada beton. Ini dilakukan sebelum bahan atap ditambahkan.

    Pada bangunan lama, isolasi dapat ditempatkan di atas beton. Ini dilakukan di bawah lapisan bahan atap baru. Metode ini membantu menjaga bangunan tetap sejuk dengan mencegah panas masuk ke atap.

    Menambahkan isolasi dapat memangkas kebutuhan AC hingga 15%, sehingga lebih terjangkau untuk menjaga bangunan tetap sejuk dan nyaman.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 5 Masalah yang Akan Terjadi Bila Rumah Dibiarkan Lembap


    Jakarta

    Kelembapan yang tinggi bukan hanya membuat rumah tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan serius pada rumah. Mencegah kelembapan sangat penting untuk dilakukan.

    Banyak yang akan terjadi apabila rumah dibiarkan terus-menerus lembap. Tidak hanya kerusakan pada rumah, tetapi juga akan mengganggu kesehatan pada penghuni rumah.

    Dengan memeriksa ventilasi tetap baik, akan mencegah adanya kelembapan.


    Melansir The Spruce, Minggu (3/11/2024), berikut beberapa masalah yang akan terjadi apabila rumah tetap dibiarkan lembap terlalu lama.

    Munculnya Jamur

    Jika rumah lembap, jamur akan tumbuh dengan cepat. Jamur dapat tumbuh dan menembus dinding, tetapi juga dapat tumbuh di permukaan lembut, seperti bantal atau karpet di area dengan ventilasi yang buruk.

    Jamu juga dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti asma atau alergi. Hal ini penting untuk segera diatasi sebelum menimbulkan masalah yang lebih serius lagi.

    Wallpaper dan Cat Mengelupas

    Jika kelembapan tidak terkontrol, maka akan tercipta tempat berkembang biaknya embun di mana saja yang mengalami kondensasi berlebihan. Hal ini tentunya akan menyebabkan kertas dinding dan cat kamu mulai menggelembung dan terkelupas.

    Dengan hanya menutupi nya tidak akan menyelesaikan masalah, lapisan cat baru atau lapisan wallpaper baru tidak akan menyelesaikan masalah dalam hal kelembapan.

    Keadaan Furniture dan Dekorasi Memburuk

    Hal lain yang tidak mengenakan saat rumah memiliki tingkat kelembapan yang tinggi adalah furniture akan cepat lapuk, terutama yang terbuat dari bahan kayu. Apabila terjadi, akan menyebabkan kerusakan.

    Kerusakan Struktural

    Kelembapan yang tinggi akan benar-benar merusak struktural dalam rumah, seperti dinding, drywall, dan bahkan beton. Anehnya, kelembapan juga bisa merusak komponen logam, seperti balok penyangga.

    Kelembapan membuat balok-balok struktur rumah membengkak dan menyusut. Hal ini menyebabkan dinding retak dan menyebabkan lebih banyak kelembapan meresap ke dalam rumah kamu.

    Lantai Kayu Kendur

    Lantai kayu yang kendur adalah tanda bahwa rumah kamu terlalu lembap Lantai dapat kendur dan retak, yang membuat rumah kamu tidak aman bagi penghuninya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com