Tag: permukaan kloset

  • Tanda-tanda Septic Tank Penuh dan Rawan Meledak


    Jakarta

    Untuk menghindari kejadian septic tank meledak, kita harus selalu memperhatikan keadaan septic tank. Septic tank tidak boleh dibiarkan terlalu penuh jika tidak ingin meledak.

    Berikut tanda-tanda septic tank penuh dan rawan meledak.

    Apa itu Septic Tank?

    Singkatnya, septic tank merupakan tempat pembuangan kotoran manusia dengan tujuan untuk menjaga lingkungan. Seperti yang kita tau, limbah yang masuk melalui kloset akan dipindahkan menuju ke dalam septic tank melalui pipa.


    Tanda-Tanda Septic Tank Penuh dan Rawan Meledak

    Muncul Bau Tak Sedap

    Tanda pertama untuk mengetahui septic tank penuh adalah munculnya aroma tak sedap dari lubang ventilasi. Septic tank yang baik dilengkapi dengan pipa ventilasi sebagai sirkulasi membatu untuk masuknya bakteri pengurai dalam septic tank dan membantu keluarnya gas sisa pengolahan limbah. Normalnya pipa ventilasi septic tank mengeluarkan aroma kurang sedap namun jika aroma sudah sangat menyengat maka hal ini dikarenakan septic tank sudah mulai penuh.

    Saluran Air Tersumbat

    Tanda selanjutnya adalah saluran air yang tersumbat. Ketika kita menyiram air pada kloset dan air tidak ada pergerakan turun dengan lambat hal ini bisa karena terjadi sumbatan.

    Limbah Muncul di Permukaan Kloset

    Jika kamu menjumpai limbah atau sampah muncul di kloset dalam beberapa waktu namun belum ada yang menggunakan kloset tersebut bisa jadi ini indikasi bahwa septic tank sudah mulai penuh. Akibatnya limbah tidak bisa mengalir sempurna ke dalam septic tank dan akan muncul kembali kepermukaan kloset meskipun sudah disiram dengan air.

    Air yang Menyusut Pada Mangkuk Toilet

    Keberadaan air pada mangkuk kloset dapat menjadi tanda bahwa septic tank dalam keadaan normal. Untuk mengetahui septic tank mu penuh, kamu dapat coba untuk menyiram kloset menggunakan air. Perhatikan pada mangkuk yang ada di bagian dalam kloset tersebut, jika terjadi perubahan air yang ada pada mangkuk kloset atau air menyusut secara perlahan, maka bisa dipastikan bahwa septic tank sudah terisi penuh oleh kotoran.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kloset Duduk vs Jongkok, Mana yang Dianjurkan dalam Islam dan Kesehatan?



    Jakarta

    Kloset merupakan peralatan sanitasi penting di kamar mandi. Bentuk kloset yang banyak digunakan di RI terdapat 2 macam, yakni kloset duduk dan jongkok.

    Kloset duduk di Indonesia termasuk jenis kloset yang modern karena jika memperhatikan rumah-rumah tua yang usianya sudah puluhan tahun tanpa renovasi, kloset yang digunakan rata-rata adalah kloset jongkok.

    Lantas, mana yang lebih baik di antara keduanya?


    Mengutip dari penelitian berjudul ‘Penggunaan Toilet Jongkok dan duduk dalam perspektif hukum Islam dan kesehatan’ yang ditulis oleh Risqi Hidayat, menjelaskan mengenai penggunaan kedua kloset tersebut berdasarkan syariat Islam dan kesehatan.

    Di dalamnya disebutkan syariat Islam lebih menyarankan penggunaan kloset jongkok dibanding kloset duduk. Hal ini disampaikan oleh Syeikh Muhammad Munajjad bahwa sunnah buang hajat adalah dengan jongkok.

    Anjuran dalam Islam ini bukan hanya didasarkan pada pendapat ulama semata, melainkan jika ditinjau dari ilmu kesehatan juga ada manfaatnya. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Rusia bernama Dov Sikirov menunjukkan saat buang tinja dalam posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian.

    Hal ini berbanding terbalik ketika orang tersebut dalam posisi jongkok. Tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.

    Manfaat lainnya adalah buang air besar dalam posisi jongkok lebih cepat karena sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran. Sementara, ketika posisinya duduk jadi lebih lama karena tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal.

    Lalu, kloset jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan kloset. Hal ini dapat mencegah penularan penyakit atau infeksi pada permukaan kulit di area belakang. Etika buang air dengan berjongkok juga lebih menjaga aurat sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.

    Meskipun banyak kelebihan, dalam laporan tersebut juga disebutkan kekurangan kloset jongkok adalah tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, seperti orang tua, orang cacat, atau orang obesitas karena tidak nyaman.

    Apabila dipaksakan memakai kloset jongkok justru memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut. Kondisi seperti dalam Islam dan kesehatan lebih dianjurkan memakai kloset duduk agar lebih aman.

    Terpisah, dalam artikel ilmiah berjudul “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, ada saran bahwa solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah menciptakan bentuk kloset semi jongkok. Hal ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan dalam mendesain kamar mandi islami.

    Terlepas dari hal itu semua hasil temuan dalam pengamatan tersebut, tidak ada larangan untuk menggunakan jenis kloset apa pun. Semua kembali pada kebutuhan masing-masing. Hal yang dilarang dalam Islam adalah buang air besar dan kecil dalam keadaan berdiri, kecuali dalam keadaan darurat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

    “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

    Itulah perbandingan antara kloset duduk dan jongkok dalam Islam dan kesehatan. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com