Tag: permukaan

  • Jangan Asal Ngepel Pakai Air Panas, Ini Anjuran Sesuai Jenis Lantainya



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar kalau mengepel dengan air panas bisa membuat lantai lebih bersih? Suhu dari air memang dapat memberikan hasil yang berbeda saat mengepel, lho.

    Dikutip dari Home Viable, penggunaan air panas ternyata lebih efektif membunuh kuman di lantai. Air panas juga lebih mudah menghilangkan noda, lemak, dan kotoran yang menempel di lantai dibandingkan mengepel dengan air dingin.

    Selain itu, bahan pembersih lantai dapat bekerja lebih efektif kalau dicampurkan dengan air panas. Dengan begitu, aktivitas mengepel pun menjadi lebih mudah.


    Namun, tidak semua jenis lantai bisa terkena air panas karena sifatnya yang tidak begitu kuat untuk menahan suhu tinggi. Beberapa jenis lantai yang tidak bisa dibersihkan dengan air panas adalah lantai kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi. Jenis-jenis lantai seperti ini lebih baik menggunakan air dingin saat mengepel.

    Cara mengepelnya pun tidak sembarangan. Jenis lantai dari kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi cukup rentan terhadap air dan suhu yang lembap. Oleh karena itu, kamu perlu mengeringkan kain pel terlebih dulu agar saat mengepel tidak begitu basah.

    Jika lantai rumah kamu memakai ubin, keramik, dan porselen, lebih disarankan memakai air dingin ketika hendak mengepel. Sebab, mengepel dengan air panas justru dapat merusak permukaan keramik.

    Berbeda halnya dengan jenis lantai yang mahal seperti marmer, penggunaan air panas sama sekali tidak masalah karena bahannya kuat menerima suhu tinggi.

    Itulah anjuran mengepel lantai dengan suhu air yang berbeda. Jangan asal pakai air panas agar lantai nggak rusak ya. Semoga Bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Cat Dinding Menggelembung


    Jakarta

    Masalah pada cat dinding yang sering ditemui adalah permukaannya menggelembung atau disebut pula dengan dinding melepuh. Hal ini membuat dinding bertekstur dan berkerut sehingga tidak bagus dipandang dan mudah terkelupas.

    Secara teknis, penyebab cat dinding menggelembung adalah kurangnya daya rekat antara cat dengan dinding. Oleh sebab itu, air dan udara mudah masuk ke dalam cat dan menimbulkan gelembung dan tekstur pada dinding. Selain karena udara dan air, dinding menggelembung juga bisa disebabkan karena dinding terlalu lembap, panas, dan adanya kotoran yang tidak dibersihkan sebelum melakukan pengecatan.

    Beberapa gelembung ada yang dapat mengecil lagi dan ada pula yang mengeras. Cara membedakannya adalah dengan menyentuh permukaan cat tersebut.


    Untuk menghindari cat dinding rusak dan berubah menggelembung, dilansir House Beautiful berikut cara mencegahnya.

    Cara Mencegah Cat Dinding Menggelembung

    1. Cari Retakan

    Celah air, udara, dan kelembapan masuk ke dalam dinding salah satunya berasal dari retakan. Retakan paling berisiko adalah yang berada di sekitar jendela dan kusen pintu.

    2. Perhatikan Cuaca

    Cuaca dan suhu ruangan mempengaruhi hasil dari cat dinding yang kamu pasang. Udara yang terlalu panas atau terlalu lembap membuat cat dinding kering tidak merata. Suhu yang tepat untuk mengecat dinding adalah 10-23 derajat Celcius.

    Kemudian, jika kamu mengecat kamar mandi yang memiliki suhu ruangan lembap, selesaikan pengecatan hingga seluruhnya mengering. Jangan menggunakan kamar mandi saat cat belum sepenuhnya kering karena dapat membuat ruangan bertambah lembap.

    2. Periksa Kelembapan

    Saat kamu merasa suhu ruangan terlalu lembap dan sulit untuk cat dinding mengering dengan cepat. Kamu bisa menggunakan dehumidifier untuk menyerap kelembapan di dalam rumah dan pastikan ventilasi ruangan maksimal agar cat dapat cepat mengering.

    3. Bersihkan Dinding

    Dinding yang kotor dapat menyebabkan cat menggelembung. Untuk memastikan pengecatan aman, bersihkan kotoran, debu dan minyak dari dinding dengan lap dan air sabun. Pastikan dinding dalam keadaan kering sebelum mengaplikasikan cat dasar atau primer sebelum melapisi cat berikutnya.

    4. Gunakan cat primer

    Saat mengecat dinding, ada beberapa lapisan cat yang harus digunakan. Salah satunya adalah cat primer. Cat satu ini berfungsi sebagai segel untuk mengunci cat yang menempel bekerja dengan baik dan membuat permukaan halus untuk kamu aplikasikan.

    5. Beri Jeda Setiap Lapisan

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, sebelum mengaplikasikan cat baru, pastikan lapisan cat sebelumnya sudah mengering. Hal ini berpengaruh pada daya kunci kerekatan cat di dinding. Daya rekat yang kuat tidak akan memberikan celah terhadap air, angin, kelembapan, atau kotoran merusak cat dinding dalam jangka waktu lama.

    Itulah cara mencegah dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok Ubin di Rumah Retak



    Jakarta

    Salah satu permasalahan di ubin rumah adalah keretakan. Ubin yang retak bukan hanya memperburuk estetika rumah, tapi bisa dapat mempengaruhi struktur dan keamanan ruangan.

    Jika hal ini terjadi di rumah kamu, penting untuk diketahui langkah-langkah yang perlu diambil. Mulai dari cara menilai kerusakan hingga solusi perbaikan yang efektif.

    Bagaimana Ubin Bisa Retak?

    Melansir dari Tiles Directi, retakan pada ubin umumnya disebabkan oleh masalah mendasar lainnya, yang sering kali berkaitan dengan pemasangan yang tidak tepat.


    Namun, ubin juga dapat retak akibat perubahan suhu yang ekstrem, keretakan pada substrat atau permukaan tempat ubin dipasang, beban yang terlalu berat, atau bahkan karena benda berat yang jatuh di atasnya.

    Untuk memahami cara memperbaiki ubin yang retak, penting untuk mengidentifikasi penyebabnya dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya.

    Instalasi yang Salah

    Instalasi ubin yang salah sangat mempengaruhi kinerjanya. Penyebabnya bisa penggunaan perekat yang tidak tepat, yang seharusnya menutupi seluruh bagian belakang ubin.

    Daya rekat yang tidak sesuai bisa berpengaruh. Seperti menggunakan material yang tidak fleksibel atau mengabaikan pemasangan membran fleksibel, dapat menyebabkan celah antara ubin dan permukaan. Hasilnya menciptakan titik lemah yang berpotensi menyebabkan retakan.

    Tertimpa Benda Keras

    Ubin keramik dan porselen dikenal memiliki kekuatan yang tinggi. Namun jika terkena benturan yang kuat, seperti benda berat yang jatuh di atasnya keretakan bisa terjadi.

    Beban Terlalu Berat

    Umumnya, ubin dirancang untuk menanggung beban berat, tetapi tidak semua jenis ubin cocok untuk penggunaan tersebut. Contoh jika kamu memasang ubin dinding di lantai, ubin tersebut mungkin tidak mampu menahan beban berat seperti lemari es atau mesin cuci dalam jangka waktu yang lama.

    Kualitas Ubin Rendah

    Tidak semua ubin memiliki kualitas yang sama, dan beberapa jenis ubin tidak cocok untuk aplikasi tertentu.

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, menggunakan ubin yang dirancang untuk penggunaan dalam ruangan di luar ruangan atau memasang ubin dinding di lantai dapat meningkatkan risiko keretakan pada dinding atau lantai kamu dalam jangka panjang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bikin Kabel di Rumah Nggak Kusut dan Berantakan



    Jakarta

    Tanpa disadari, banyaknya kabel di rumah membuat kita sering pusing dan bingung bagaimana cara merapikannya. Kabel yang berantakan tak hanya membuat isi rumah nampak tidak rapi, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya bila terjadi korsleting.

    Bila hal itu terjadi, bukan tak mungkin bahaya lain mengintai seperti tersetrum atau yang terparah adalah kebakaran. Tentu kita tak ingin hal itu terjadi.

    Untuk itu, melansir dari Pcmag, Selasa (04/03/2025), berikut 5 tips mengatasi kabel berantakan di rumah:


    Gunakan Pengait untuk Menahan Kabel

    Cara pertama adalah menahan kabel di dinding menggunakan beberapa alat misalnya pengait dinding berbahan plastik berbentuk C yang dapat dipasang dengan menancapkan paku agar kabel itu tertahan dan menempel rata dengan dinding.

    Selain itu, kita juga bisa menggunakan penutup kabel berbentuk pipa atau tabung juga memakai klip kabel yang ditempel tanpa memerlukan paku.

    Ikat Pakai Kabel Zip (Ties)

    Kabel-kabel yang terurai panjang seperti di rak televisi dapat digabung dan diikat agar tidak berantakan menggunakan kabel zip atau ties. Sebelum diikat, gulung atau lingkari kabel satu atau dua kali kemudian pastikan kabel tersebut tidak tertekuk.

    Memakai Selotip

    Cara sederhana yang bisa digunakan dalam situasi darurat adalah menggunakan selotip untuk menahan kabel. Selotip dapat ditempelkan pada kabel di belakang atau bawah meja maupun di dinding. Namun, selotip digunakan hanya untuk situasi darurat karena sifatnya tidak tahan lama tergantung pada jenis dan kelembapan permukaan.

    Siapkan Terminal Stop Kontak

    Cara lain untuk membuat kabel di rumah tertata rapi adalah menggunakan terminal stop kontak. Tentunya alat ini dilengkapi dengan sakelar pemutus sehingga ketika dalam keadaan bahaya, semua alat elektronik bisa dimatikan dengan satu alat ini.

    Berikan Label pada Kabel

    Kabel yang panjang dan jumlahnya banyak rentan tertukar, oleh karena itu Anda bisa memberikan nama pada kabel menggunakan label. Cukup dengan menulis nama kabel pada dua sisi kertas atau label lalu bungkus dengan plastik agar tahan lama.

    Demikian tips yang dapat Anda lakukan untuk membuat kabel rumah Anda tetap rapi.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Perbaiki Cat Dinding Kotor-Mengelupas gegara Banjir



    Jakarta

    Ketika rumah terendam banjir, tak hanya benda di dalamnya yang bisa rusak tetapi juga bangunannya. Salah satunya cat dinding menjadi kotor atau terkelupas karena terkena air banjir.

    CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan ada beberapa faktor untuk menentukan kondisi cat dinding setelah banjir. Rendaman air banjir biasanya bisa membuat cat menjadi kotor, pudar, mengelupas, ataupun menggelembung.

    Lantas, bagaimana cara memperbaiki cat dinding yang terdampak banjir? Simak tipsnya berikut ini.


    “Kalau ngeliat banjir cuma 3 jam udah surut, cuma menyebabkan dinding itu kotor ada lumpur. Bisa disiram air dan disikat. Jika masih bagus, yaudah dampak dari banjir tidak terlalu berpengaruh ke dinding dan kondisi catnya,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Rabu (5/3/2025).

    Jika cat dinding mengelupas, menggelembung, ataupun pudar, Taufiq menyarankan untuk melakukan pengecatan ulang. Langkah pertama adalah membiarkan dinding kering dari bekas air banjir terlebih dahulu.

    Kamu bisa membiarkan dinding kering dengan sendirinya. Untuk mempercepat proses pengeringan, kamu dapat menggunakan kipas angin ataupun blower panas.

    Setelah kering, bersihkan cat lama menggunakan mengamplas atau mengerik menggunakan sendok besi. Jika dinding tidak rata atau ada retak setelah diamplas, segera perbaiki permukaan dinding agar mulus kembali.

    “Mesti diperbaiki dulu dindingnya. Kalau dicat gitu nggak akan menutupi kalau ada dinding yang retak, rontok plesteran, aciannya gompal-gompal itu diperbaiki,” katanya.

    Kemudian, pastikan permukaan dinding sudah bersih dari debu sebelum mulai mengecat. Langkah ini penting agar cat benar-benar menempel pada dinding, sehingga tidak mudah terkelupas.

    Sebagai langkah tambahan, Taufiq mengatakan dinding bisa dicat menggukan cat anti lembap atau anti jamur. Mengingat, dinding yang terkena banjir bisa lembap dan ditumbuhi jamur.

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mesin Cuci di Rumah Bergetar? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Mesin cuci bisa saja bergetar ketika digunakan. Kondisi itu sebenarnya wajar terjadi apabila getarannya masih dalam batas wajar.

    Apabila getaran sudah cukup keras, sebaiknya segera hentikan penggunaan mesin cuci. Lalu kenapa bisa sih mesin cuci bergetar saat digunakan?

    Dilansir dari The Spruce, penyebab getaran pada mesin cuci tidak melulu karena mesin, bisa saja dari faktor luar. Biasanya, mesin cuci dengan bukaan depan ternyata lebih rawan bergetar daripada bukaan atas. Berikut ini informasinya.


    Penyebab Mesin Cuci Bergetar Kencang

    1. Tidak Berada Pada Permukaan yang Rata

    Ternyata tempat peletakkan mesin cuci dapat mempengaruhi getarannya. Sebaiknya mesin cuci diletakkan di permukaan rata agar lebih aman. Bentuknya yang besar dan dengan bobot pakaian yang berputar di dalamnya, dapat berbahaya jika tempat meletakkannya miring atau tidak rata.

    2. Beban Cucian Tak Seimbang

    Mesin cuci bekerja sesuai dengan sistem yang telah dibuat. Mesin ini tidak bisa membantu kamu saat merapikan letak pakaian kotor yang masuk ke ‘keranjang’ di dalam mesin. Kamu harus tahu trik untuk memasukkan pakaian di dalamnya.

    Untuk jenis cucian yang punya ukuran besar seperti selimut atau seprai sebaiknya dimasukkan dengan posisi sama berat. Dengan begitu ketika berputar bebannya akan seimbang dan tidak bergetar hebat seperti terpelanting.

    3. Penyangga Lantai Tak Cukup Kuat

    Jika permukaan di rumah kamu tidak rata, kamu bisa menambahkan penyangga di bawahnya. Namun, pastikan penyangga tersebut cukup kuat karena bobot pakaian basah akan jauh lebih berat dari mesin cuci tersebut.

    Jika tidak memungkinkan untuk menambahkan penyangga, kamu dapat menaruh papan kayu lapis berukuran 2,5 cm di bawah kedua peralatan untuk meningkatkan stabilitas lantai. Cara lain yang bisa kamu coba adalah menggunakan bantalan anti-getaran ukuran kecil khusus untuk mesin cuci.

    Itulah beberapa penyebab yang bisa membuat mesin cuci bergetar saat digunakan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Semut Terbang Masuk Rumah, Ini Alasan dan Cara Mengusirnya



    Jakarta

    Semut terbang merupakan salah satu hama yang sering dijumpai di rumah selain laron dan nyamuk. Mengutip dari Homes and Garden, Selasa (11/03), Kepala Akademi Teknis di Rentokil Pest Control, Paul Blackhurst, menjelaskan bahwa semut terbang tidak membahayakan dan akan pergi dalam beberapa jam.

    Sama seperti semut biasa, semut terbang datang ke rumah untuk membawa makanan ke koloni mereka. Selain itu, mereka juga akan datang ke rumah karena menganggap kondisinya cukup aman untuk bereproduksi. Walau tidak membahayakan, kerumunan semut terbang cukup mengganggu suasana di rumah. Untuk itu,

    Berikut 4 cara basmi semut terbang menurut situs Homes and Garden, Selasa (11/03):

    Menutup Lubang Akses Masuk Semut

    Semut terbang biasanya akan masuk melalui celah atau lubang pada pintu dan ventilasi rumah. Maka, penting untuk menutup kembali pintu setelah masuk rumah untuk mencegah lebih banyak semut.


    Gunakan Penyedot Debu

    Penyedot debu atau vacuum cleaner adalah cara paling efektif untuk membersihkan kerumunan semut secara cepat. Apalagi jika mereka hinggap pada permukaan rumah. Kemudian, buang isian vacuum ke luar rumah untuk mencegah mereka masuk kembali ke dalam rumah.

    Gunakan Pestisida

    Pestisida atau semprotan serangga juga dapat membasmi semut yang berterbangan. Pastikan pestisida yang dipakai tidak beracun untuk melindungi kesehatan serta perabotan. Semprotan serangga alami bisa menggunakan sabun cuci piring atau serai yang efektif mengusir hama.

    Basmi Sarang

    Cara paling efektif adalah membasmi dengan membasmi sarang atau tempat berkembang biaknya. Untuk mengetahui sarangnya, bisa gunakan umpan dari bahan manis seperti madu, maka semut akan mengumpulkan umpan dan membawanya kembali ke sarang.

    Demikian 4 cara basmi semut terbang di rumah. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! Bahan Ini Bikin Kucing Liar Ogah Buang Kotoran di Halaman Rumah



    Jakarta

    Pernahkah rumah kamu kedatangan kucing liar yang mengganggu? Nggak cuma mencuri makanan, hewan satu ini suka bikin geram karena kerap meninggalkan kotoran di halaman rumah.

    Mungkin kamu sudah sering mengusir kucing, tetapi tidak membuahkan hasil. Kucing itu tetap saja datang ke pekarangan rumah kamu.

    Sebenarnya ada berbagai cara untuk menjaga rumah agar tidak dihampiri kucing. Nah, ternyata cangkang telur bisa digunakan buat bikin kucing ogah didekati kucing, lho.


    Dilansir dari House Digest, cangkang telur dapat mengusir kucing dari pekarangan rumah. Caranya gampang, kamu hanya perlu meremukkan cangkang telur menjadi potongan kecil.

    Eits, tapi jangan terlalu kecil ya. Kemudian, potongan cangkang telur itu kamu sebarkan di halaman rumah. Adapun jumlah pecahan cangkang telur dapat kamu sesuaikan dengan luas halaman rumah.

    Pecahan cangkang telur tersebut membuat pekarangan rumah terasa tajam ketika diinjak. Hal ini membuat kucing tidak dapat berjalan di atasnya.

    Sebab, kucing tidak menyukai permukaan tajam lantaran membuat mereka merasa tidak nyaman. Dengan begitu, cangkang telur dapat dengan mencegah kucing mendekati rumah kamu.

    Ada banyak permukaan yang tidak disukai kucing. Permukaan itu termasuk aluminium foil, permukaan lengket, dan permukaan kasar seperti cangkang telur. Pecahan cangkang telur dapat dapat menusuk bantalan kaki kucing.

    Selain itu, kucing lebih menyukai permukaan tanah yang lembut dan berbutir untuk menutupi kotorannya, seperti pasir. Pecahan cangkang telur yang telah disebar di atas tanah rumah ini membantu membuat kucing tidak bisa menggali tanah. Alhasil, kucing akan mencari tempat lain untuk buang kotoran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! 4 Aroma Ini Bisa Mengundang Lalat Masuk ke Rumah



    Jakarta

    Datangnya lalat ke dalam rumah menandakan bahwa rumah tersebut kotor. Sebab lalat akan datang jika ada sesuatu yang menarik di dalam rumah tersebut, seperti sampat.

    Adanya lalat membuat rumah terasa kotor dan menjijikan, hal ini karena lalat dikenal sebagai serangga yang kotor.

    Mengetahui cara mengusir lalat dari rumah memang penting, namun memahami aroma apa saja yang menarik lalat datang ke rumah juga penting agar dapat mencegah lalat masuk dan membuat kamu merasa tidak nyaman.


    Dilansir dari Life of Kitty, berikut beberapa aroma yang dapat menarik lalat datang ke rumah sehingga membuat rumah terasa kotor.

    Buah yang Membusuk

    Apel yang terlalu matang atau busuk menjadi hal yang menarik bagi lalat, terutama lalat buah. Serangga ini tertarik pada aroma manis dan zat fermentasi yang dikeluarkan selama proses pembusukan buah.

    Penting untuk memperhatikan buah yang kamu simpan. Simpan buah di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari sinar matahari langsung. Buang segera buah yang rusak atau busuk, bersihkan permukaan tempat buah disimpan secara teratur.

    Makanan Hewan

    Makanan hewan peliharaan seringkali mengeluarkan bau yang kuat dan mengundang lalat. Untuk mencegah serangga ini tertarik pada makanan hewan peliharaan, pastikan mengosongkan dan bersihkan mangkuk hewan peliharaan secara teratur.

    Jangan menyimpan makanan hewan peliharaan di dekat jendela atau pintu yang terbuka. Simpan makananan hewan dalam wadah kedap udara untuk mencegah bau menyebar.

    Cucian Basah

    Cucian basah apabila tidak dikeringkan dengan benar dapat mengeluarkan bau apek yang menarik. Untuk menghindari masalah ini, pastikan untuk menggantung cucian setelah dicuci serta segera mengeringkannya.

    Keringkan cucian kamu dengan cepat di udara terbuka atau mesin pengering pakaian, hindari membebani mesin cuci secara berlebihan sehingga cucian dapat dicuci dan diperas dengan benar. Jangan meninggalkan cucian basah tergeletak di kamar mandi.

    Sampah Rumah Tangga

    Sampah makanan, kemasan yang kotor, dan benda-benda lain yang dibuang ke tempat sampah dapat dengan cepat mengeluarkan bau tidak sedap yang menarik lalat.

    Untuk mencegah lalat berkembang biak di area tersebut, penting untuk mengelola sampah dengan benar. Ganti kantong sampah secara teratur dan bersihkan tempat sampah, selalu tutup tempat sampah untuk membatasi penyebaran bau.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Wastafel yang Paling Ideal biar Punggung Nggak Sakit



    Jakarta

    Saat memasang wastafel atau bak cuci piring di rumah, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari lokasi, bahan yang dipakai, perpipaan, luas, dan yang paling penting adalah ketinggiannya.

    Ketinggian wastafel mempengaruhi kenyamanan penggunaannya. Jika wastafel dipasang terlalu tinggi atau terlalu pendek, pasti kamu tidak nyaman ketika mencuci tangan atau mencuci piring. Selain itu, ketinggian yang tidak sesuai juga berpengaruh pada kesehatan tulang belakang.

    Lantas, berapa tinggi ideal untuk wastafel atau bak cuci piring di dapur?


    Ketinggian wastafel yang tepat adalah yang telah disesuaikan dengan ketinggian tangan seseorang ketika melakukan gerakan ke depan dalam posisi badan berdiri. Dengan begitu, pengguna tidak perlu mengangkat tangan ke atas terlalu tinggi atau punggung membungkuk ketika mencuci tangan atau mencuci piring.

    Tinggi Ideal Wastafel Sesuai Tinggi Pengguna

    Dilansir Ray White, tinggi ideal wastafel sekitar 85-95 cm untuk orang dewasa. Bisa juga cara mengukurnya berpatokan pada tinggi siku penggunanya. Tinggi siku adalah ketinggian yang diukur mulai dari tanah berpijak sampai siku seseorang, jadi tinggi siku ini akan berbeda untuk setiap orang.

    Kemudian, hitung pula jarak antara tinggi siku dan permukaan atas wastafel. Harus terdapat jarak di antara itu sekitar 10-15 cm. Ukuran tinggi ini dianggap ideal karena pengguna tidak akan sampai membungkuk saat menggunakan wastafel dan dipastikan punggung lebih rileks.

    Selanjutnya, jika ingin membuat wastafel menyatu dengan meja dapur untuk kompor juga bisa dengan ukuran yang sama yakni 85-95 cm. Namun, untuk wastafel dibuat lebih cekung dengan kedalaman wastafel adalah 56 cm. Kedalaman ini akan meminimalisir cipratan dan dapur menjadi basah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com