Tag: perubahan gas

  • 3 Cara Efektif Bikin Rumah Nggak Mudah Lembap Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, kelembapan di rumah meningkat. Hal ini bisa kamu ketahui dari munculnya noda hitam di sudut-sudut rumah. Kelembapan rumah yang meningkat ini jangan dianggap sepele karena dapat merusak tampilan rumah dan membahayakan kesehatan.

    Mengutip Telegrafi, cara mengatasi masalah kelembapan di rumah cukup beragam. Ada yang harus memperbaiki struktur rumah, ada yang cukup meletakkan alat pembersih udara instan. Pilihan ini tergantung pada kebutuhan pemilik rumah.

    Dehumidifier merupakan alat yang dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Ini adalah cara instan dan paling cepat. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).


    “Semakin sedikit kelembaban yang Anda hasilkan di dalam rumah, semakin sedikit pula kondensasi yang terbentuk. Oleh karena itu, pikirkan bagaimana Anda akan menghilangkan kelembapan selama bekerja sehari-hari,” kata manajer layanan teknis Inggris di Rentokil, Nicholas Donnithorne mengutip dari The Sun pada Selasa (5/12/2024).

    Lalu, apabila perbaikannya sampai membongkar dan mengganti struktur bangunan, biasanya karena dampak dari kelembapan tersebut cukup parah. Sebagai contoh bisa timbul jamur di dinding, plafon, dan material kayu di rumah atau membuat dinding dan plafon bergelembung.

    Namun tenang, ada beberapa cara agar rumah tidak mudah lembap di tengah musim hujan seperti saat ini.

    1. Membuka Jendela

    Keberadaan ventilasi dapat membantu menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Sebagai contoh membuka jendela saat memasak dan mandi secara rutin dapat memberikan akses sinar matahari dan angin di rumah.

    2. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah ruangan paling lembap di rumah. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

    Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi.

    3. Jaga Suhu Ruangan

    WHO, Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan suhu di dalam rumah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Maka dari itu, penting untuk memiliki ventilasi yang cukup di dalam rumah atau setidaknya menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca Tak Menentu Bikin Rumah Mudah Lembap, Begini Atasinya


    Jakarta

    Kelembapan merupakan musuh utama rumah. Ketika rumah terlalu lembap berbagai masalah akan muncul, mulai dari masalah pada bangunan dan kesehatan.

    Rumah yang lembap dapat memicu pertumbuhan jamur hitam atau black mold yang dapat merusak tampilan rumah, merusak cat, plafon, hingga material perabotan, serta memicu penyakit pernapasan yang tidak disangka-sangka.

    Di masa-masa seperti saat ini, cuaca panas dan hujan sedang tidak menentu, potensi rumah jadi lebih lembap sangat besar. Pemilik rumah harus lebih mewaspadai terhadap kenaikan kelembapan di rumah. Dilansir dari Telegrafi, cara mengatasinya bukan dengan membongkar rumah, melainkan ada cara-cara sederhana yang bisa diikuti dan ada yang instan juga. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.


    1. Jaga Suhu Ruangan

    Suhu ruangan yang ideal menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO adalah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Apabila sudah lewat dari batas tersebut, pemilik rumah perlu melakukan sesuatu. Salah satu cara paling praktis adalah sering-sering membuka jendela agar sirkulasi di dalam rumah teratur. Bisa juga dengan menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

    Cara yang tak kalah instan, tetapi memang perlu mengeluarkan uang adalah membeli Dehumidifier. Alat tersebut dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).

    2. Membuka Jendela

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, membuka jendela merupakan cara sederhana dan wajib dilakukan agar rumah tidak terasa pengap dan terisolasi. Terutama saat memasak dan mandi karena pada di ruang yang tidak begitu luas tersebut memerlukan sirkulasi udara yang baik.

    3. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan ruangan di rumah yang paling berpotensi cepat lembap. Alasannya kamar mandi umumnya ruangannya berada di dalam rumah, minim ventilasi, dan selalu basah sehingga air yang berkumpul di dalamnya bisa menyebabkan ruangan cepat lembap. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

    Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi. Hindari juga meletakkan handuk basah sembarangan karena jamur bisa tumbuh di mana saja asal ada area yang lembap.

    Itulah cara untuk mengatasi rumah yang lembap, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com