Tag: perubahan

  • Material yang Aman Buat Perabotan Outdoor, Tahan di Musim Hujan-Panas


    Jakarta

    Sudah sering ditemukan, banyak pemilik rumah meletakkan perabotan di teras atau area luar rumah. Perabotan tersebut seperti kursi, meja kecil, rak sepatu hingga sofa untuk bersantai.

    Jika cuacanya bagus, tanpa hujan dan tidak begitu panas, meletakkan perabotan tersebut di luar ruangan sepertinya tidak masalah. Namun, akhir-akhir ini hujan turun sangat deras, bahkan disertai angin yang kencang. Kemudian beberapa jam setelahnya suhunya naik jadi sangat panas karena matahari yang terik. Apakah aman meletakkan perabotan di luar rumah?

    Dilansir dari The Spruce, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di POLYWOOD, Lindsay Schleis, mengatakan asalkan material yang dipakai pada perabotan tersebut benar-benar tahan cuaca, tidak akan ada masalah pada perabotan tersebut.


    Jenis perabotan yang tidak boleh dibiarkan berada di luar terutama saat hujan adalah sofa yang dibuat khusus di dalam ruangan dan perlengkapan makan. Jadi setiap habis berkumpul di luar, peralatan makan harus segera dikembalikan.

    “Furnitur luar ruangan dibuat agar tahan cuaca, tetapi itu tidak selalu berarti tahan cuaca,” kata Schleis, seperti yang dikutip pada Selasa (28/10/2025).

    Material Perabotan yang Aman di Luar Ruangan

    1. Kayu plastik

    Saat ini sudah banyak produk yang bisa meniru tampilan atau tekstur kayu. Salah satunya adalah plastik. Material tersebut tahan air, panas, dan lembap. Dengan memakai material kayu plastik, dari segi tampilan bakal tetap estetik, tetapi dari kualitas bakal tetap tahan lama.

    2. Aluminium

    Aluminium kerap dipakai sebagai material untuk rak sepatu. Berbeda dengan besi yang mudah karatan, aluminium lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Selain itu, dari segi tampilan, aluminium cukup berkelas dan bisa cocok dengan segala jenis desain.

    3. Kayu

    Banyak orang menghindari kayu sebagai material di luar ruangan karena takut cepat lapuk, berjamur, dan jadi sasaran rayap. Padahal kayu memiliki banyak sekali jenis. Bisa jadi yang mengalami gejala tadi merupakan jenis kayu yang tidak cocok untuk luar ruangan.

    Kalau dilihat ke belakang, rumah tradisional di Indonesia kebanyakan memakai kayu, tetapi bisa bertahan lama. Beberapa jenis kayu yang bagus dipakai di luar ruangan adalah jati, ulin, akasia, kayu merah, cedar, dan eukaliptus.

    Itulah penjelasan mengenai perabotan di luar ruangan saat hujan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rembes Ketika Hujan, Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Air bisa merembes dinding ke dalam rumah akibat hujan. Kondisi ini bisa memicu beragam masalah seperti timbul jamur, kelembapan, hingga dinding kotor.

    Jika ingin memperbaiki dinding rembes, pemilik rumah perlu mengidentifikasi sumber masalahnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

    Dengan memperbaiki penyebab dinding rembes, pemilik bisa menghindari membayar uang perbaikan yang mahal. Memang, apa saja penyebab dinding rembes? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Dinding Rembes

    Inilah beberapa hal yang bisa membuat dinding rembes, dikutip dari MyBuilder, Kamis (30/10/2025).

    1. Fondasi Retak

    Bangunan rumah yang sudah tua bisa mengalami keretakan pada fondasinya. Retak itu muncul karena perubahan suhu dan pergerakan tanah. Nah, retakan itu jadi celah buat air hujan masuk ke rumah.

    2. Talang Tersumbat

    Dinding rembes bisa jadi karena talang tersumbat. Air hujan tidak bisa mengalir sehingga meluap dan menggenangi area dekat dinding. Hal ini meningkatkan risiko air merembes ke fondasi rumah.

    3. Segel Jendela dan Pintu Rusak

    Segel jendela dan pintu yang rusak atau hilang membuka celah buat air hujan masuk ke dinding. Kalau dibiarkan, dinding bisa rembes saat hujan deras disertai angin kencang.

    4. Grading Tanah Tidak Tepat

    Jika tanah sekitar rumah miring ke arah fondasi, air bisa menggenang dan merembes ke dalam dinding rumah. Sebaliknya, grading atau perataan permukaan tanah yang tepat justru bisa membuat air hujan menjauh dari struktur bangunan.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin dinding rembes ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Dianggap Sepele, Ini 4 Biang Kerok Lantai Keramik Ambles


    Jakarta

    Ketika lantai dibuat tidak sesuai standar, pasti ada saja masalah yang timbul. Salah satunya adalah lantai ambles, tidak lagi rata layaknya lantai rumah pada umumnya.

    Kondisi lantai yang ambles berbeda-beda, ada yang hanya satu keramik, ada yang seluruh permukaan turun, ada yang hanya pinggiran yang masuk ke dalam tanah, dan sebagainya. Seluas apa pun perubahannya, pemilik rumah harus tetap waspada.

    Lantai pasti memiliki material penutup, seperti keramik. Ketika lantai tersebut ambles, otomatis materialnya akan terkena tekanan dari dua arah berbeda. Alhasil keramik bisa pecah dan berbahaya saat terinjak. Pecahan keramik ini bisa merobek kulit karena ujung keramik cukup tajam.


    Untuk mencegah dan mengatasi masalah ini, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebabnya dahulu. Dilansir dari True Level Concrete, berikut beberapa penyebab lantai rumah ambles.

    1. Tanah di Bawahnya Tidak Padat

    Penyebab paling umum lantai rumah tiba-tiba ambles adalah tanah di bawahnya tidak dapat menopang permukaan lantai di atasnya. Tanah dan struktur isi lantai tersebut tidak penuh sehingga ada ruang kosong yang tidak bisa menyokong tekanan dari atas.

    2. Lantai Lembap

    Saat membangun rumah, ahli bangunan sudah memiliki teknik agar kelembapan tidak dapat masuk ke rumah. Celah kelambapan itu bukan hanya dari sumber-sumber air di kamar mandi, pipa pembuangan, atau keran di rumah, melainkan bisa dari dalam tanah. Ketika tidak ada pelindung di bagian lantai, kelembapan dapat mudah menerobos dan membentuk celah di antara keramik. Air pun bisa masuk di antara lapisan tanah dan struktur paling bawah rumah. Hal ini yang menyebabkan tanah di bawahnya akan mudah tergerus dan susunannya tidak begitu padat.

    3. Pergerakan tanah

    Pergerakan tanah merupakan fenomena alam yang mungkin saja terjadi. Ciri-cirinya bisa terlihat jelas pada bangunan, tetapi terkadang tidak disadari. Selain itu, memang sudah sifat tanah yakni mengembang saat basah, dan menyusut saat kering.

    Pergerakan tanah tidak dapat dianggap sepele karena hampir sama dengan longsor. Perubahan iklim dan waktu juga dapat menyebabkan tanah bergerak. Apabila ada perubahan pada lantai, dinding, hingga ke tanah di halaman, langsung laporkan kepada ahli untuk dilakukan pemeriksaan. Apabila memiliki modal lebih, sebaiknya pindah dari sana untuk mencari rumah yang lebih aman.

    4. Ada Masalah pada Struktur Bangunan

    Kerusakan lantai dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti salah mendesain struktural, kondisi tanah di bawah rumah, atau usia bangunan tersebut.

    Itulah beberapa penyebab lantai rumah ambles, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca Tak Menentu Bikin Rumah Mudah Lembap, Begini Atasinya


    Jakarta

    Kelembapan merupakan musuh utama rumah. Ketika rumah terlalu lembap berbagai masalah akan muncul, mulai dari masalah pada bangunan dan kesehatan.

    Rumah yang lembap dapat memicu pertumbuhan jamur hitam atau black mold yang dapat merusak tampilan rumah, merusak cat, plafon, hingga material perabotan, serta memicu penyakit pernapasan yang tidak disangka-sangka.

    Di masa-masa seperti saat ini, cuaca panas dan hujan sedang tidak menentu, potensi rumah jadi lebih lembap sangat besar. Pemilik rumah harus lebih mewaspadai terhadap kenaikan kelembapan di rumah. Dilansir dari Telegrafi, cara mengatasinya bukan dengan membongkar rumah, melainkan ada cara-cara sederhana yang bisa diikuti dan ada yang instan juga. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.


    1. Jaga Suhu Ruangan

    Suhu ruangan yang ideal menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO adalah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Apabila sudah lewat dari batas tersebut, pemilik rumah perlu melakukan sesuatu. Salah satu cara paling praktis adalah sering-sering membuka jendela agar sirkulasi di dalam rumah teratur. Bisa juga dengan menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

    Cara yang tak kalah instan, tetapi memang perlu mengeluarkan uang adalah membeli Dehumidifier. Alat tersebut dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).

    2. Membuka Jendela

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, membuka jendela merupakan cara sederhana dan wajib dilakukan agar rumah tidak terasa pengap dan terisolasi. Terutama saat memasak dan mandi karena pada di ruang yang tidak begitu luas tersebut memerlukan sirkulasi udara yang baik.

    3. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

    Kamar mandi merupakan ruangan di rumah yang paling berpotensi cepat lembap. Alasannya kamar mandi umumnya ruangannya berada di dalam rumah, minim ventilasi, dan selalu basah sehingga air yang berkumpul di dalamnya bisa menyebabkan ruangan cepat lembap. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

    Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi. Hindari juga meletakkan handuk basah sembarangan karena jamur bisa tumbuh di mana saja asal ada area yang lembap.

    Itulah cara untuk mengatasi rumah yang lembap, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Simpan Buku yang Tepat, biar Nggak Kuning dan Kusam


    Jakarta

    Bagi pecinta buku, tidak ada yang lebih menyedihkan selain melihat koleksi perlahan berubah warna menjadi kuning dan kusam. Padahal, buku sudah disusun rapi di rak dan jarang disentuh.

    Perubahan warna ini bukan hanya terjadi karena usia, tetapi juga dipengaruhi cara penyimpanan dan kondisi ruangan. Lalu, bagaimana cara yang tepat agar koleksi tetap bersih, putih, dan awet bertahun-tahun? Yuk simak penjelasannya.

    Penyebab Buku Menguning

    Halaman buku yang menguning sering terjadi akibat proses oksidasi pada kertas. Dilansir dari halaman Popular Science, Minggu (02/11/2025), perubahan warna ini semakin cepat terjadi jika buku disimpan pada ruangan dengan suhu dan kelembapan yang tidak stabil. Lingkungan yang terlalu lembap atau terlalu panas dapat mempercepat proses kimia pada serat kertas sehingga warnanya berubah menjadi kekuningan dan kusam.


    Selain itu, sinar ultraviolet juga bisa menjadi penyebab utama. Dikutip dari GOHD Books, sinar matahari yang mengenai permukaan buku secara langsung, terutama bagian tepinya, dapat memicu penggelapan warna dan memperburuk kondisi kertas seiring waktu.

    Cara Simpan Buku yang Tepat

    Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyimpan buku agar tetap awet.

    • Pilih Ruangan dengan Suhu dan Kelembaban Stabil

    Agar buku bertahan lebih lama, kondisi ruangan perlu diperhatikan. Temperatur ideal untuk menyimpan buku berada di kisaran 18-22°C. Perubahan suhu yang ekstrem tidak disarankan karena bisa mempercepat kerusakan struktur kertas dan lem pada punggung buku.

    Di daerah tropis seperti Indonesia, penting untuk menjaga sirkulasi udara agar tidak lembap. Untuk koleksi yang disimpan jangka panjang, penggunaan dehumidifier atau silica gel dapat membantu menjaga suhu tetap stabil.

    • Lindungi dari Paparan Cahaya

    Cahaya terang bukan hanya bisa memudarkan warna sampul buku, tetapi juga merusak kertas secara perlahan. GOHD Books mengungkapkan pentingnya menempatkan rak buku jauh dari jendela atau sinar matahari langsung. Jika rak berada di area terang, gunakan tirai atau lapisan anti-UV pada kaca untuk mengurangi paparan.

    Khusus untuk koleksi tertentu atau buku antik, menyimpannya dalam rak berkaca akan memberikan perlindungan tambahan.

    • Cara Menata Buku yang Benar

    Cara menempatkan buku di rak turut mempengaruhi ketahanannya. Buku sebaiknya disusun berdiri tegak, tidak terlalu rapat, untuk memberi sirkulasi udara yang cukup. Buku besar atau berat bisa disimpan dalam posisi mendatar agar punggungnya tidak mudah rusak.

    Dikutip dari The New York Public Library (NYPL), saat mengambil buku dari rak, jangan menarik dari bagian atas punggungnya. Sebaliknya, geser sedikit buku di sampingnya untuk memberi ruang sebelum menarik buku yang diinginkan. Teknik sederhana ini membantu menjaga struktur punggung tetap kuat.

    • Perawatan Rutin agar Buku Tetap Bersih

    Debu menjadi musuh utama yang sering tak terlihat. Membersihkan buku secara berkala menggunakan kain lembut untuk menghindari penumpukan debu yang dapat menarik kelembapan dan memicu jamur. Membersihkan permukaan buku, rak, dan area sekitar secara rutin membantu mempertahankan kondisi halaman tetap bersih dan bebas bercak coklat.

    Menjaga buku agar tidak cepat kusam dan menguning bukan hanya soal estetika tetapi juga ketahanannya. Memperhatikan kondisi ruangan, cahaya, tata letak, dan perawatan rutin, buku dapat bertahan lama.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Masa Simpan Cat Berdasarkan Jenis dan Ciri-ciri Kedaluwarsa


    Jakarta

    Sisa cat dinding yang sudah dipakai masih bisa digunakan lagi lho. Tapi, harus diperhatikan dulu karena cat dinding memiliki ‘umur’ alias masa simpan yang aman untuk digunakan.

    Umur cat dinding ini tergantung dari beberapa hal, salah satunya cara penyimpanannya. Kalau disimpan sembarangan, masa simpannya bisa semakin pendek.

    Menurut superintendent dari ASAP Restoration, Brandon Walker, cat dinding bisa bertahan beberapa tahun jika belum dibuka dan disimpan dengan baik.


    “Jika kaleng-kaleng ini dibuka, atau disimpan di tempat yang tidak memiliki pengaturan suhu dan kelembaban, maka masa pakainya akan berkurang secara signifikan,” katanya, dikutip dari Martha Stewart, Selasa (4/11/2025).

    Berikut ini masa simpan cat berdasarkan jenisnya.

    Cat latex: 2-5 tahun
    Cat akrilik: 5-10 tahun
    Cat berbahan dasar minyak: 5 tahun hingga lebih dari 10 tahun
    Cat berbahan dasar air: 1-2 tahun

    Kualitas cat, warna, dan hasil akhir tidak memengaruhi masa simpan, tetapi jika perlu menyimpan cat di garasi atau gudang, cat berbahan dasar minyak mungkin lebih tahan lama daripada cat berbahan dasar air, termasuk cat akrilik dan lateks.

    “Jika cat disimpan di lingkungan yang suhunya berfluktuasi, seperti suhu beku dan mencair, cat berbahan dasar air lebih rentan mengalami degradasi dalam bentuk cair dibandingkan dengan cat berbahan dasar minyak,” kata senior project manager di Behr, Ed Edrosa.

    Walau demikian, setiap merek cat dinding memiliki panduannya tersendiri untuk masa simpan kaleng cat yang sudah dibuka maupun yang belum dibuka.

    Tanda Cat Sudah Kedaluwarsa

    Ada beberapa tanda cat yang sudah kedaluwarsa dan sebaiknya tidak dipakai lagi. Berikut ini informasinya masih dilansir dari Martha Stewart.

    Cat Menggumpal

    Menurut Edorsa, seharusnya cat yang sudah diaduk, konsistensinya halus dan tidak boleh ada gumpalan atau bertekstur.

    Bau Tak Sedap

    Cat yang sudah kedaluwarsa memiliki ciri-ciri bau tengik. Jadi kalau cat dinding di rumah sudah mengeluarkan bau, sebaiknya ganti dengan yang baru.

    “Cat yang sudah melewati masa simpannya dapat menimbulkan bau tengik, terkadang seperti telur busuk,” kata Edrosa.

    Perubahan Warna dan Hasil Akhir

    Cat yang disimpan terlalu lama juga dapat menunjukkan perubahan warna atau hasil akhir. Jika cat tampak berubah warna, menguning, atau kilapnya tidak merata setelah diaduk, itu pertanda cat telah rusak. Cat yang lebih lama ini kemungkinan besar tidak akan sama dengan warna atau hasil akhir aslinya saat diaplikasikan.

    Cara Menyimpan Cat Agar Awet

    Jaga Cat Tetap Bersih

    Untuk mencegah bakteri masuk ke dalam cat, selalu tuang ke dalam wadah sebelum mengecat, dan buang sisa cat alih-alih menuangkannya kembali ke dalam kaleng. Hal itu karena cat bisa terkontaminasi dan menyebabkan kerusakan dini.

    “Jangan celupkan kuas dan rol langsung ke dalam kaleng, dan jangan pernah meninggalkan kuas dan penutup rol di dalam kaleng atau wadah,” kata Edrosa.

    Penyimpanan yang Tepat

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, pastikan untuk menyimpan cat di lokasi yang sejuk dan kering. Tempatkan kaleng cat di tempat yang tidak terkena fluktuasi suhu ekstrem, seperti gudang yang tidak terisolasi.

    Penutup yang Kedap Udara

    Pastikan kaleng cat tertutup dengan baik. Segel kedap udara bisa mengurangi risi pertumbuhan jamur dan lumut. Untuk menciptakan penutup yang kedap udara, tutup kaleng, lalu balikkan sehingga cat cair mendorong penutup ke dalam dengan kuat.

    Itulah informasi mengenai masa simpan cat dan ciri-ciri cat kedaluwarsa.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sebelum Renovasi Rumah Jadi 2 Lantai Wajib Lakukan Ini Dulu


    Jakarta

    Banyak yang mengatakan menambah satu lantai jauh lebih menguras biaya daripada membangun rumah baru langsung 2 lantai. Sebab, untuk membangun lantai tambahan di atas, pasti ada bagian rumah lama yang dibongkar.

    Bukan hanya biaya yang besar, memperluas rumah ke atas juga butuh lebih banyak kesabaran dan perhatian karena pembangunannya tidak semudah yang dibayangkan.

    Menurut Alif Rohim, pemilik Mobangun.id perusahaan yang menyediakan jasa desain interior dan konstruksi bangunan, renovasi rumah untuk menambah lantai membutuhkan paling tidak 6-10 bulan pengerjaan. Waktu pengerjaan ini bisa lebih lama apabila ukuran rumahnya luas dan banyak pergantian desain.


    Alif mengatakan sebelum benar-benar memutuskan untuk merenovasi rumah, pemilik rumah harus menyiapkan beberapa hal selain biaya, berikut di antaranya.

    1. Berkonsultasi dengan Ahli

    Wajib hukumnya ketika merenovasi rumah melibatkan ahli bangunan seperti arsitek, ahli sipil, hingga desainer interior. Dengan bertanya kepada ahli, hasil pembangunan tidak hanya estetik sesuai keinginan, melainkan dapat dijamin keamanannya. Selain itu, melibatkan ahli juga dapat membantu ketika menentukan desain dan budget yang dibutuhkan.

    “Memang harus ketemu sama konsultan desain. Karena dengan ketemu sama konsultan desain, dia bisa tahu budget yang sesuai dengan keinginan dia. Jangan pernah menganggap bangun pake tukang aja. Langsung tanpa ada konsultasi karena kalau langsung ke tukang, belum tentu dia pengalaman. Padahal struktur itu penting banget,” kata Alif saat ditemui di acara Renovation Expo Indonesia 2025 di JICC, Jakarta, pada Jumat (14/11/2025).

    Selain itu, pastikan mencari ahli yang cocok dengan selera masing-masing. Cocok di sini maksudnya yang memang benar-benar menguasai desain yang calon klien inginkan dan yang nyambung saat berkomunikasi. Sebab, pembangunan rumah bukan pekerjaan mudah dan sebentar, bisa 6 bulan lebih dan bertemu setiap hari.

    Secara tidak langsung tim konstruksi dan pemilik rumah menjadi rekan kerja dalam pembangunan tersebut. Apabila ada kesalahpahaman atau miskomunikasi pembangunan dapat terhambat.

    “Memang harus dapetin arsitek yang mumpuni dan sabar. Maksudnya arsiteknya harus yang qualified dan customernya harus sabar. Sabar itu dalam artian, kadang arsitek lama ya (persiapannya). Biasanya itu proses dari desain sampai closing, sampai RAB itu, biasanya 2 bulan. Bahkan ada yang 3 bulan,” jelasnya.

    2. Siapkan Desain yang Diinginkan

    Alif sangat menyarankan kepada pemilik rumah untuk mencari referensi desain rumah yang diinginkan. Referensi itu bisa didapatkan dari pinterest atau media sosial. Referensi tersebut akan dipakai sebagai petunjuk model rumah yang harus dibuat oleh arsitek dan interior. Hasilnya tidak akan sama persis dengan yang ada di referensi karena ukuran rumah dan tata letak rumah yang akan didekorasi pasti berbeda.

    Saat menyiapkan desain, tentukan juga ruangan apa saja yang akan ada di lantai yang baru. Apakah hanya kamar atau ada kamar mandi. Jumlahnya berapa dan lokasinya mau di mana. Dengan begitu nanti arsitek dan ahli sipil akan memperhitungkan berapa luas lahan yang akan dipakai dan bagian mana yang harus dibongkar di lantai satu.

    Biaya pembangunan akan berbeda-beda tergantung pada seberapa luas dan kerumitan renovasi tersebut. Alif menyarankan untuk mencari perusahaan desain dan arsitek yang dapat memberikan layanan cost and fee, yakni pihak penyedia jasa memperlihatkan seluruh biaya yang dibutuhkan kepada klien di awal dan penyedia jasa hanya mengenakan biaya jasa saja. Cara ini jauh lebih fleksibel dan lebih transparan kepada klien. Hal ini sudah diterapkan di Mobangun.id.

    “Misalnya secara desain bangunannya pengen ada kamar atau ada mezanin. Nah ternyata di RAB itu tidak masuk struktur mezanin. Jadinya ada konstruksi-konstruksi tambahan. Kadang customer mengira kita (mengada-ada) penambahan (biaya) ke customer. Dianggapnya kita kayak menipu. Kita ngebohongin. Padahal dari segi desain ada perubahan (sehingga dari biaya juga harus nambah). Jadi kita menghindari hal-hal seperti itu (maka menerapkan sistem fee and cost),” terangnya.

    Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum merenovasi rumah menjadi 2 lantai, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Renovasi Rumah Bisa Gagal Total Kalau Salah Urutan, Ini Panduan Lengkapnya!



    Jakarta

    Renovasi rumah secara menyeluruh memang proyek besar yang melelahkan, tetapi hasil akhirnya bisa benar-benar mengubah wajah hunian. Keberhasilan renovasi dalam skala besar sangat bergantung pada perencanaan yang matang dan jelas. Dengan urutan kerja yang tepat, proses renovasi bisa jauh lebih rapi, efisien, dan minim terjadi masalah di tengah jalan.

    Karena itu, memahami langkah yang logis sebelum mulai membongkar rumah adalah kunci agar proyek berjalan lancar sampai selesai. Sebelum merenovasi rumah secara keseluruhan, penting untuk melakukan evaluasi dengan mencari tahu kerusakan tersembunyi, serta bagian apa saja yang perlu disempurnakan.

    Dilansir dari situs Remodeling Magazine, Rabu (19/11/2025), berikut beberapa panduan logis dan lengkap untuk renovasi rumah.


    Evaluasi Kondisi Rumah Saat Ini

    Langkah pertama dalam renovasi rumah secara menyeluruh adalah dengan melakukan identifikasi terhadap kondisi rumah. Memeriksa aspek struktural seperti dinding, atap, lantai, dan juga sistem utilitas seperti pipa dan kelistrikan juga penting dilakukan agar tidak melewatkan masalah yang tersembunyi.

    Mempekerjakan seorang inspektur profesional juga bisa sangat membantu. Mereka dapat mengidentifikasi kerusakan ataupun potensi masalah yang tidak terlihat oleh mata awam.

    Menetapkan Tujuan Renovasi

    Setelah evaluasi dilakukan, merumuskan tujuan renovasi dengan jelas juga penting. Dalam tahap ini penting untuk menetapkan prioritas seperti fokus renovasi apakah pada kenyamanan, efisiensi energi, ataupun peningkatan nilai jual rumah.

    Menyusun Anggaran Realistis

    Renovasi besar hampir selalu menghadapi biaya tak terduga. Oleh karena itu penting juga untuk membuat rancangan anggaran dan menyiapkan dana darurat untuk persiapan dan antisipasi. Remodeling Magazine dalam artikelnya juga menganjurkan untuk memecah anggaran ke dalam kategori seperti pekerjaan struktural, pembaruan sistem (listrik dan pipa), finishing interior, serta izin dan biaya profesional.

    Membuat Daftar Periksa Renovasi

    Daftar periksa sangat penting agar proses renovasi berjalan terstruktur dan efisien. Remodeling Magazine memberikan urutan logis dalam checklist-nya, mulai dari inspekstruktur dan perbaikan struktural, kemudian instalasi sistem, hingga finishing interior.

    Contoh urutan sebagai berikut, perbaikan struktur, upgrade listrik dan pipa, penggantian HVAC (sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara), insulasi dan jendela, framing & drywall, pengecatan dan lantai, kabinet dan perlengkapan, bersih-bersih & dekorasi.

    Memilih Jasa Profesional yang Tepat

    Renovasi besar biasanya memerlukan tenaga profesional seperti arsitek, kontraktor, tukang listrik, dan sebagainya. Beberapa kriteria penting dalam memilih kontraktor yaitu dengan memastikan mereka memiliki lisensi, asuransi, referensi dari klien sebelumnya, serta portofolio yang sesuai dengan visi. Setelah itu, membuat kontrak yang jelas dengan mencakup jadwal pekerjaan, pembayaran, cakupan pekerjaan, dan mekanisme penyelesaian masalah jika ada perubahan.

    Mengurus Izin Bangunan

    Sebelum pekerjaan renovasi dimulai, sangat disarankan untuk mendapatkan semua izin dan persetujuan lokal yang diperlukan. Izin bukan hanya soal legalitas, tetapi juga keamanan proyek dan kepatuhan terhadap standar bangunan. Jangan abaikan regulasi lokal, meskipun beberapa pekerjaan tampak ringan, izin tetap bisa diperlukan untuk plumbing, listrik, atau struktur bangunan.

    Persiapan Rumah untuk Renovasi

    Sebelum renovasi dimulai, penting untuk menyiapkan rumah dan anggota keluarga terhadap gangguan. Hal ini bisa dengan menyingkirkan barang-barang berharga dan mudah rapuh, melindungi lantai dan perabot dengan penutup, bahkan mempertimbangkan untuk tinggal sementara di tempat lain jika renovasi sangat besar.

    Memberi tahu tetangga juga bisa membantu mengurangi stres, misalnya dari segi gangguan suara dan parkir kontraktor.

    Tahap pembongkaran dan Struktur

    Setelah persiapan selesai, pekerjaan fisik dimulai dengan pembongkaran. Tahap ini merupakan fase awal yang berantakan dan berisik, tetapi sangat krusial.
    Setelah pembongkaran, pengerjaan struktur seperti framing, perbaikan fondasi, dan pembaruan atap dilakukan untuk membangun fondasi renovasi yang stabil.

    Instalasi dan Pengerjaan

    Pada tahap ini, sistem utama rumah seperti pipa, listrik, dan HVAC diperbarui untuk memastikan semuanya aman dan efisien. Setelah itu, biasanya dilakukan inspeksi resmi untuk memastikan instalasi sudah sesuai standar sebelum masuk ke tahap finishing.

    Jika sistem sudah beres, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan insulasi, penggantian jendela, serta mulai masuk ke finishing interior seperti drywall, pengecatan, lantai, dan kabinet. Tahap ini membuat rumah mulai terlihat bentuk akhirnya, sehingga pemilihan material dan gaya yang tepat menjadi sangat penting.

    Dekorasi dan Pasca Renovasi

    Setelah renovasi selesai, tahap terakhir adalah memperkuat karakter ruang melalui dekorasi. Penggunaan pencahayaan berlapis dapat diterapkan untuk menghadirkan suasana yang dinamis. Tambahkan juga furniture, karpet, tanaman, dan karya seni agar ruangan terasa lebih hidup, personal, dan nyaman dihuni.
    Langkah berikutnya adalah memastikan kualitas pekerjaan lewat inspeksi akhir bersama kontraktor. Cek fungsi semua sistem, kerapian finishing, dan pastikan seluruh izin telah ditutup sebelum pembayaran akhir. Penting juga untuk membuat jadwal pemeliharaan jangka panjang untuk atap, saluran air, HVAC, dan permukaan interior agar hasil renovasi tetap awet dan bebas masalah besar di kemudian hari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dipaksakan! Ini Ciri-ciri AC Sudah Tak Layak Pakai


    Jakarta

    AC layaknya perangkat elektronik pada umumnya, pasti bisa mengalami kerusakan. Tanda-tanda kerusakan pada AC umumnya terlihat jelas, seperti cara kerja perangkat menurun, muncul suara bising, hingga muncul air pada area yang tidak seharusnya.

    Penyebab kerusakan pada AC umumnya saat ini karena pemakaiannya yang asal-asalan, seperti peletakan AC outdoor yang tidak tepat, penggunaan AC secara terus menerus, jarang dibersihkan, atau karena dibongkar sembarangan.

    Tidak semua kerusakan bisa diperbaiki. Ada beberapa kasus di mana AC lebih baik diganti dengan yang baru karena biaya perbaikannya yang mahal. Kemudian, jika berhasil diperbaiki tidak ada jaminan AC tidak akan rusak lagi. Daripada membuang-buang waktu dan biaya, lebih baik membeli AC baru.


    Dilansir Smarter Air & Electrical, berikut tanda-tanda AC harus diganti dengan yang baru.

    1. Muncul Suara Berisik

    AC umumnya minim suara. Jika AC tiba-tiba mengeluarkan suara aneh seperti dengungan atau ketukan padahal biasanya tidak pernah terjadi berarti ada masalah pada mesinnya. Suara tersebut bisa menandakan ada masalah kecil seperti filter udara yang kotor. Namun, jika filter udara sudah dibersihkan dan masih terdengar suara berisik maka ada kerusakan yang lebih serius pada unit internal.

    Masalah ini perlu diatasi oleh teknisi langsung, untuk dicek. Apabila tidak bisa diperbaiki, lebih baik ganti dengan AC baru.

    2. Ruangan Tidak Terasa Dingin

    AC tidak bisa membuat ruangan dingin rasanya pasti tidak nyaman karena pengaturan suhunya tidak berfungsi. Kerusakannya bisa berada di remote AC dan AC itu sendiri. Apabila kerusakan pada remote AC, pengguna masih bisa mencari jalan keluar dengan mengatur sendiri dari tombol pada mesinnya. Namun, jika kerusakan pada AC, pengguna harus memanggil tenaga ahli untuk mengecek. Jika kerusakannya cukup parah, sebaiknya beli AC yang baru.

    3. Usia AC Sudah Lebih dari 10 Tahun

    AC yang berkualitas bisa dipakai selama puluhan tahun. Namun, tentu pasti ada perubahan yang terjadi, bisa terlihat dari tampilannya dan kinerjanya. Apabila perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi kenyamanan, sebaiknya langsung diganti. Sebagai contoh AC setiap dinyalakan mengeluarkan air atau berisik ketika dinyalakan.

    Itulah beberapa tanda kerusakan pada AC, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Prilly Latuconsina Buka Suara usai Disebut Terlalu Kurus, BB di Angka 37 Kg


    Jakarta

    Prilly Latuconsina sukses bikin pangling setelah mengaku sukses turun berat badan 12 kg. Namun perubahan bentuk tubuhnya itu menuai berbagai respons. Tak sedikit yang menyebut Prilly terlalu kurus karena memiliki berat badan 37 kg.

    “Banyak banget emang yang bilang kalau badanku itu kekecilan banget dan teman-teman yang ketemu aku kaget, karena aku kurus banget,” kata Prllly di akun TikTok pribadinya dikutip Senin (8/7/2024).

    Dia mengatakan alasannya berkeras menurunkan berat badannya karena tak ingin terlihat gemuk di depan kamera. Tujuan utamanya turun sampai belasan kilogram adalah demi tampil maksimal dan lebih percaya diri.


    “Orang-orang tuh kalau nonton aku di film, terus ketemu aku langsung, pasti komentarnya hah kok di film gemuk banget, aslinya kecil. Nah, aku tuh males digituin, dan aku juga jadinya nggak pede setiap aku di depan kamera,” tutur dia.

    Ada banyak manfaat yang dirasakan Prilly setelah berhasil memangkas berat badannya. Wanita berusia 27 tahun itu mengaku dengan kebiasaan clean eating yang dia jalani, dia merasa lebih sehat.

    Keluhan GERD dan migrain pun sudah jarang dia rasakan. Terlebih dia juga tak lagi merasa nyeri saat menstruasi dan merasa badannya lebih fit.

    “Aku nyaman dan aku sehat, jadi aku senang aja ngejalaninnya punya badan 37-38 kg,” tandasnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing