Tag Archives: perubahan

Jangan Didiamkan, Ini 6 Tanda Filter AC Perlu Dibersihkan


Jakarta

Filter AC perlu dibersihkan secara berkala. Jika tidak, kotoran dan debu bakal menumpuk dan menimbulkan masalah ke depannya.

Penumpukan kotoran dan debu dapat menyumbat komponen AC dan membuat fungsi kerjanya tidak optimal. Sebab, aliran udara tidak lancar sehingga AC harus bekerja lebih keras.

Kalau dibiarkan, konsumsi energi menjadi besar dan tagihan listrik membengkak. Pemilik AC juga bisa boncos kalau harus memperbaiki komponen yang rusak gegara filter kotor.


Sebelum rugi, kenali tanda-tanda harus bersihkan filter berikut ini.

Ciri-ciri Filter AC Perlu Dibersihkan

Inilah ciri-ciri filter kotor dan perlu dibersihkan, dikutip dari Melbourne Heating & Cooling.

1. Debu dan Kotoran Terlihat

Salah satu tanda paling jelas kalau AC harus dicuci adalah terlihat debu dan kotoran pada permukaan. Jika melihat lapisan debu pada eksterior unit, kemungkinan bagian dalamnya juga sudah berdebu.

2. Aliran Udara Lemah

Kalau aliran udara dari AC terasa lemah padahal setelannya sudah full, bisa jadi filternya tersumbat. Hal ini membuat unit bekerja lebih keras untuk mendorong udara.

3. Tercium Bau Tak Sedap

AC yang sudah lama tak dibersihkan bisa tumbuh jamur dan bakteri akibat kelembapan yang terperangkap. Nah, kondisi ini bisa ketahuan dari bau tak sedap yang muncul.

4. Tagihan Listrik Bengkak

Jika tagihan listrik tiba-tiba tinggi padahal enggak ada perubahan penggunaan, bisa jadi filter AC kotor jadi penyebabnya. AC yang kotor menghabiskan lebih banyak energi karena bekerja lebih keras mempertahankan suhu udara.

5. Terdengar Bunyi

Selain itu, bunyi-bunyi aneh ketika AC menyala juga menandakan filter kotor, lho. Kotoran dan debu mengganggu kipas atau komponen lain di dalam AC.

6. Embusan Udara Hangat

Alih-alih mendapat embusan udara dingin, AC yang kotor bisa mengeluarkan udara hangat. Hal ini dapat terjadi karena filter yang kotor atau kumparan kondensor tersumbat sehingga sistem pendingin tidak bekerja secara efektif.

Itulah tanda sudah waktunya bersihkan AC. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Didiamkan, Ini 6 Tanda Filter AC Perlu Dibersihkan


Jakarta

Filter AC perlu dibersihkan secara berkala. Jika tidak, kotoran dan debu bakal menumpuk dan menimbulkan masalah ke depannya.

Penumpukan kotoran dan debu dapat menyumbat komponen AC dan membuat fungsi kerjanya tidak optimal. Sebab, aliran udara tidak lancar sehingga AC harus bekerja lebih keras.

Kalau dibiarkan, konsumsi energi menjadi besar dan tagihan listrik membengkak. Pemilik AC juga bisa boncos kalau harus memperbaiki komponen yang rusak gegara filter kotor.


Sebelum rugi, kenali tanda-tanda harus bersihkan filter berikut ini.

Ciri-ciri Filter AC Perlu Dibersihkan

Inilah ciri-ciri filter kotor dan perlu dibersihkan, dikutip dari Melbourne Heating & Cooling.

1. Debu dan Kotoran Terlihat

Salah satu tanda paling jelas kalau AC harus dicuci adalah terlihat debu dan kotoran pada permukaan. Jika melihat lapisan debu pada eksterior unit, kemungkinan bagian dalamnya juga sudah berdebu.

2. Aliran Udara Lemah

Kalau aliran udara dari AC terasa lemah padahal setelannya sudah full, bisa jadi filternya tersumbat. Hal ini membuat unit bekerja lebih keras untuk mendorong udara.

3. Tercium Bau Tak Sedap

AC yang sudah lama tak dibersihkan bisa tumbuh jamur dan bakteri akibat kelembapan yang terperangkap. Nah, kondisi ini bisa ketahuan dari bau tak sedap yang muncul.

4. Tagihan Listrik Bengkak

Jika tagihan listrik tiba-tiba tinggi padahal enggak ada perubahan penggunaan, bisa jadi filter AC kotor jadi penyebabnya. AC yang kotor menghabiskan lebih banyak energi karena bekerja lebih keras mempertahankan suhu udara.

5. Terdengar Bunyi

Selain itu, bunyi-bunyi aneh ketika AC menyala juga menandakan filter kotor, lho. Kotoran dan debu mengganggu kipas atau komponen lain di dalam AC.

6. Embusan Udara Hangat

Alih-alih mendapat embusan udara dingin, AC yang kotor bisa mengeluarkan udara hangat. Hal ini dapat terjadi karena filter yang kotor atau kumparan kondensor tersumbat sehingga sistem pendingin tidak bekerja secara efektif.

Itulah tanda sudah waktunya bersihkan AC. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

4 Hal Wajib Dilakukan Saat Renovasi Rumah Biar Nggak Ambruk


Jakarta

Renovasi rumah merupakan perbaikan atau perubahan kondisi dan bentuk rumah agar tampak lebih baik dan semakin nyaman ditempati. Skala renovasi ini macam-macam, ada renovasi kecil-kecilan, ada renovasi besar.

Saat hendak merenovasi rumah, hal pertama yang disiapkan umumnya adalah dana. Sebab, merenovasi rumah, terutama untuk skala besar, penghuninya biasanya harus keluar dari rumah sehingga perlu menyiapkan uang sewa.

Di luar itu, banyak sekali persiapan yang perlu dilakukan. Persiapan ini bahkan lebih penting karena hal ini dapat menentukan bagaimana hasil akhirnya. Harapannya dengan adanya 4 hal ini rumah atau bangunan yang sedang direnovasi dapat berdiri kokoh dan sesuai dengan harapan pemiliknya.


Persiapan yang Harus Dilakukan Saat Renovasi Rumah

1. Libatkan Ahli

Arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan mengatakan ketika membangun dan merenovasi rumah harus melibatkan sosok ahli. Hal ini agar pembangunan tersebut dapat dilakukan sesuai standar dan prosedur.

Ahli yang perlu terlibat adalah arsitek selaku perancang desain, sosok yang mengawasi pembangunan dari awal hingga akhir, dan bisa juga sebagai perancang interior rumah. Lalu, perlu juga melibatkan insinyur sipil sebagai ahli yang memahami mengenai struktur bangunan, seperti jumlah dan jenis material yang harus digunakan.

Kemudian, bisa juga menunjuk kontraktor atau cukup mencari tukang untuk mengerjakan renovasi rumah tersebut.

2. Buat Desain Rumah

Renovasi rumah terutama yang mengubah bentuk perlu memiliki desain. Dengan adanya gambaran atau desain, pemilik rumah, tukang, dan ahli yang terlibat tahu pasti bentuk bangunan yang akan dibuat. Pekerjaan ini perlu melibatkan arsitek. Kemudian, untuk bagian material dan struktur, bisa berkonsultasi dengan insinyur sipil.

3. Urus PBG

Apabila sudah memiliki desain bangunan dan informasi yang lengkap mengenai bangunan yang akan direnovasi, pemilik rumah harus mengurus izin, yakni Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Di sebuah kota ada sebuah izin, izinnya namanya IMB atau PBG. PBG itu supaya bangunannya tidak terlalu nyelaneh, masih sesuai dengan tata kaidah kota. Karena PBG itu berfungsi juga untuk menjaga hal yang tidak diinginkan,” kata Denny saat dihubungi detikcom, pada Kamis (2/10/2025).

4. Pembangunan Harus Diawasi

Pembangunan tersebut harus terus diawasi oleh arsitek dan insinyur sipil dari awal hingga akhir. Dengan begitu dapat dipastikan bangunan dan rumah yang dibangun kokoh dan bisa meminimalisir kerusakan yang mungkin terjadi.

“Bangunan itu kokoh atau nggak, ahli sipil punya kaidah perhitungan yang minimal untuk menjamin bangunannya kokoh atau tidak. Nah yang bisa menentukan kokoh atau nggak itu teknik sipil, ahli sipil, ahli struktur,” ujar Denny.

Terpisah, kontraktor sekaligus CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengingat pentingnya untuk mengikuti prosedur dan standar ketika merenovasi rumah.

“Ikutin prosedur itu udah pasti ngelibatin ahli. Karena dengan PBG itu harus ada ahli yang terlibat di situ, persyaratannya gitu ya. Jadi begitu ada ahlinya ya itu diharapkan bisa minimalisir bencana lah,” jelas Taufiq saat dihubungi di hari yang sama.

Itulah beberapa hal yang harus dilakukan ketika merenovasi rumah, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Biang Kerok Cat Dinding Mengelupas dan Cara Memperbaikinya


Jakarta

Cat mengelupas merupakan salah satu permasalahan yang kerap muncul pada cat dinding. Penyebabnya adalah proses pengecatan yang tidak tepat.

Banyak orang berpikir pengecatan adalah pekerjaan yang mudah, sederhana, dan cepat. Kelihatannya hanya mengaplikasikan cat dengan kuas dan memastikan warnanya rata. Padahal mengecat dinding juga memiliki teknik.

Cat yang mengelupas biasanya disebabkan karena sejak lapisan awal pemasangannya tidak tepat. Perlu diketahui, saat mengecat dinding bukan hanya cat berwarna atau top coat saja yang dipakai, melainkan cat primer yang merupakan lapisan paling bawah sebelum mengecat juga harus digunakan. Selain melewatkan cat primer, berikut beberapa penyebab cat pengelupas.


Penyebab Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas

Dilansir Home Building and Renovating, berikut beberapa penyebab cat tembok mengelupas.

1. Kondensasi

Kondensasi merupakan proses berubahnya uap menjadi zat cair. Jika ditemukan pada dinding, bentuknya adalah embun. Apabila cairan ini ditemukan pada lapisan bawah cat, bisa memicu kelembapan dan pertumbuhan jamur pada dinding.

2. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

Masalah pada pipa air seperti pipa bocor, air menetes, hingga area yang lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada dinding dan membuatnya mengelupas. Air yang berasal dari pipa meningkatkan kelembapan pada dinding.

3. Dinding Retak

Penyebab selanjutnya adalah dinding retak. Penyebabnya bukan karena kelembapan, melainkan ada kerusakan pada bagian pengacian atau plester. Cara memperbaikinya harus dicek pada acian dan plester dinding tersebut.

4. Perubahan Suhu Ekstrim

Cat yang mengelupas bisa disebabkan karena perubahan suhu yang ekstrem. Biasanya hal ini terjadi pada area outdoor.

Cara Memperbaiki Tembok Lembap dan Mengelupas

Dilansir New Line Painting, berikut cara memperbaiki mengelupas.

1. Bersihkan Tembok dari Cat Lama

Cat yang sudah mengelupas harus dibuang secara keseluruhan yakni dari ujung ke ujung, bukan hanya bagian yang sudah mengelupas. Cara membersihkannya bisa dengan menggunakan kikiran atau amplas khusus. Apabila ditemukan noda atau minyak yang menempel pada dinding harus dibersihkan memakai air, sabun, dan kain.

2. Identifikasi Area Masalah

Cari tahu apa yang menyebabkan tembok jadi lembab hingga menimbulkan jamur. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada banyak penyebab cat mengelupas. Apabila masalahnya adalah dinding retak, perbaiki bagian acian dan plester agar tidak muncul retakan lagi.

3. Pakai Cat Primer Berkualitas

Setelah dinding dibersihkan dan tidak ada retakan lagi, aplikasikan cat primer atau cat dasar. Lapisan cat dasar dapat mengikat agar top coat dapat menempel sempurna. Udara lembap, garam alkali, hingga air tidak dapat merusak cat tersebut.

4. Cat Ulang Dinding

Langkah terakhir adalah dengan mengecat ulang tembok dengan top coat yang warnanya disesuaikan dengan keinginan. Bedakan juga cat untuk indoor dan outdoor karena kualitasnya berbeda.

Itulah penyebab cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas. Semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati, Hindari 7 Kebiasaan Ini Saat Pakai Stopkontak Sambung biar Aman


Jakarta

Stopkontak ekstensi atau stopkontak sambungan merupakan perangkat kelistrikan yang saat ini banyak dipakai karena cukup efisien. Kabel tersebut bisa disambungkan ke beberapa perangkat dan biasanya bisa diletakkan di dekat tempat kita beraktivitas.

Namun, sudah banyak anjuran bahwa harus berhati-hati saat menggunakan stopkontak sambung karena perangkat ini tidak 100 persen aman. Dilansir Family Handyman, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai stopkontak sambung.

1. Jangan Pernah Mencolokkan Stopkontak Ekstensi ke Stopkontak Sejenis

Hal pertama yang harus dihindari adalah mencolokkan stopkontak ke stopkontak lain. Biasanya hal ini dilakukan karena lokasi kegiatan jauh dari stopkontak jadi kabel tersebut dibuat panjang. Bahaya jika melakukan hal adalah dapat memicu korsleting listrik yang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran.


2. Jangan Menggunakan Stopkontak Ekstensi Indoor untuk Outdoor

Meskipun sama-sama stopkontak, ternyata ada stopkontak dalam (indoor) dan luar ruangan (outdoor). Kedua jenis tersebut harus digunakan sesuai tujuannya. Hal ini dikarenakan stopkontak indoor umumnya tidak bisa terkena panas berlebihan dan tidak tahan terhadap perubahan cuaca.

3. Jangan Membebani Stopkontak Ekstensi dengan Penggunaan yang Berlebihan

Saat menggunakan stopkontak ekstensi, hindari mencolokkan banyak peralatan di waktu bersamaan, terutama jika dilakukan hampir setiap hari. Daya yang besar di dalam perangkat dapat menyebabkan panas. Bagian lubang colokkan bisa meleleh jika bagian dalam terlalu panas. Apabila sudah meleleh, stopkontak harus segera diperbaiki karena berisiko menyebabkan korsleting listrik.

Solusinya, gunakan colokan secara bergantian. Kemudian, apabila sudah selesai digunakan semua kabel harus dicabut.

4. Jangan Meletakkan Stopkontak Ekstensi di Bawah Karpet

Stopkontak harus diletakkan di tempat yang jauh dari panas dan basah. Tempat lain yang harus dihindari adalah di bawah karpet. Banyak orang yang melakukan hal ini karena kepala stopkontak yang dibiarkan saja mengganggu pandangan.

Padahal meletakkan stopkontak di bawah karpet dapat membuat perangkat tersebut panas dan memicu korsleting listrik. Karpet juga biasanya memakai bahan yang mudah terbakar jadi ketika saling bertemu akan berbahaya.

5. Hindari Mencolokkan Alat Kecantikan ke Stopkontak Ekstensi

Sebaiknya hindari menghidupkan pengering rambut, alat pengeriting rambut, pelurus rambut, dan alat kecantikan dari stopkontak ekstensi. Hal ini dikarenakan stopkontak ekstensi tidak dirancang untuk menghasilkan arus listrik tinggi yang konsisten untuk alat-alat tersebut.

6. Jangan Memakai Stopkontak yang Sudah Rusak

Stopkontak yang rusak juga menjadi hal yang tidak boleh dilakukan pada stopkontak ekstensi. Hindari stopkontak ekstensi yang mengeluarkan percikan api saat mencolok. Perhatikan juga pada kabel, jika sudah terkelupas lebih baik jangan digunakan.

Jika salah satu soket terbakar, kemungkinan besar ada kerusakan internal di dalam stopkontak ekstensi. Hal tersebut merupakan bahaya kebakaran.

7. Jangan Membasahi Stopkontak Ekstensi

Hindari menyentuh stopkontak dalam keadaan tangan basah atau membersihkan stopkontak dengan air. Sebab, listrik dapat merambat melalui air. Apabila stopkontak dipegang, orang tersebut bisa tersengat listrik.

Demikian 7 hal ini yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Air Kolam Berubah Hijau Berbahaya buat Ikan, Begini Cara Atasinya


Jakarta

Salah satu tantangan saat membuat kolam ikan di rumah adalah pemiliknya harus rajin merawat dan membersihkannya. Kolam ikan yang tidak diperhatikan justru menjadi kolam lumut, berwarna hijau dan tidak enak dilihat.

Dilansir dari Michigan State University Extension Natural Resources, penyebab kolam ikan berubah menjadi kehijauan karena adanya penumpukan nutrisi yang mengakibatkan mekarnya alga. Aktivitas alga ini tidak hanya mengubah air menjadi hijau, melainkan bisa menjadi cokelat dan merah.

Banyaknya alga di dalam air tidak akan baik untuk ikan. Kesehatannya akan terganggu karena kualitas air menurun dan terbatasnya oksigen yang diterima oleh ikan. Alhasil risiko kematian sangat besar bagi ikan yang hidup di dalam kolam yang sudah penuh dengan alga.


Bukan hanya karena alga, perubahan warna air pada kolam juga bisa disebabkan karena sedimen yang mengendap dari mineral yang terlarut. Sedimen ini bisa terbawa di dalam air yang kualitasnya kotor.

Cara Menghilangkan Alga dari Kolam

Membuat kolam ikan pasti tidak murah, apalagi jika di dalamnya terdiri dari ikan-ikan kesukaan. Pemilik rumah harus berusaha untuk merawatnya agar ikan tetap dapat hidup dengan nyaman di air dan setiap hari pemilik rumah bisa mendapat hiburan dari kolam tersebut. Bagi pemilik rumah yang baru memiliki kolam ikan dan belum ada pengalaman untuk membersihkan ikan, dilansir dari Yard Focus, berikut cara untuk menghilangkan alga dari kolam.

1. Rawat Hewan Pemakan Alga ke Kolam

Cara paling mudah untuk memastikan pertumbuhan alga masih dalam batas ambang adalah di dalam kolam tersebut terdapat ikan sapu-sapu. Hewan ini seperti namanya suka sekali menempel pada sisi kolam dan membersihkan atau memakan lumut yang menempel di sana.

Hewan lainnya yang juga bisa membersihkan alga dari kolam adalah berudu. Hewan ini memakan alga saat mereka akan tumbuh menjadi katak. Namun, apabila pemilik kolam takut terhadap katak, lebih baik pelihara ikan sapu-sapu.

Menambahkan hewan-hewan ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dengan memakan bahan tanaman sebelum terurai dan menambah kadar nutrisi.

2. Tambahkan Tanaman Penyerap Nutrisi

Bukan hanya hewan yang bisa membasmi alga, tanaman lili air maupun gelagah juga ampuh mencegah pertumbuhan alga. Caranya tanaman ini menyerap nutrisi yang dibutuhkan alga. Namun, keberadaan tanaman tidak akan mengganggu ikan maupun lingkungan.

3. Pasang Filter Air

Saat ini sudah banyak perangkat kebersihan yang dapat menjaga kolam ikan tetap bersih. Salah satunya adalah filter air. Perangkat ini bisa membuang nutrisi ekstra yang merupakan sumber makanan lumut dan membersihkan air dari kotoran. Hal inilah yang membuat lumut sulit tumbuh.

Sistem penyaringan juga bermanfaat meningkatkan kualitas air kolam sehingga baik untuk ikan dan tanaman. Pastikan kamu sudah mengatur filter dengan benar dan menjaganya tetap bersih.

Itulah penyebab dan beberapa cara mengatasi alga pada kolam ikan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Material yang Aman Buat Perabotan Outdoor, Tahan di Musim Hujan-Panas


Jakarta

Sudah sering ditemukan, banyak pemilik rumah meletakkan perabotan di teras atau area luar rumah. Perabotan tersebut seperti kursi, meja kecil, rak sepatu hingga sofa untuk bersantai.

Jika cuacanya bagus, tanpa hujan dan tidak begitu panas, meletakkan perabotan tersebut di luar ruangan sepertinya tidak masalah. Namun, akhir-akhir ini hujan turun sangat deras, bahkan disertai angin yang kencang. Kemudian beberapa jam setelahnya suhunya naik jadi sangat panas karena matahari yang terik. Apakah aman meletakkan perabotan di luar rumah?

Dilansir dari The Spruce, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di POLYWOOD, Lindsay Schleis, mengatakan asalkan material yang dipakai pada perabotan tersebut benar-benar tahan cuaca, tidak akan ada masalah pada perabotan tersebut.


Jenis perabotan yang tidak boleh dibiarkan berada di luar terutama saat hujan adalah sofa yang dibuat khusus di dalam ruangan dan perlengkapan makan. Jadi setiap habis berkumpul di luar, peralatan makan harus segera dikembalikan.

“Furnitur luar ruangan dibuat agar tahan cuaca, tetapi itu tidak selalu berarti tahan cuaca,” kata Schleis, seperti yang dikutip pada Selasa (28/10/2025).

Material Perabotan yang Aman di Luar Ruangan

1. Kayu plastik

Saat ini sudah banyak produk yang bisa meniru tampilan atau tekstur kayu. Salah satunya adalah plastik. Material tersebut tahan air, panas, dan lembap. Dengan memakai material kayu plastik, dari segi tampilan bakal tetap estetik, tetapi dari kualitas bakal tetap tahan lama.

2. Aluminium

Aluminium kerap dipakai sebagai material untuk rak sepatu. Berbeda dengan besi yang mudah karatan, aluminium lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Selain itu, dari segi tampilan, aluminium cukup berkelas dan bisa cocok dengan segala jenis desain.

3. Kayu

Banyak orang menghindari kayu sebagai material di luar ruangan karena takut cepat lapuk, berjamur, dan jadi sasaran rayap. Padahal kayu memiliki banyak sekali jenis. Bisa jadi yang mengalami gejala tadi merupakan jenis kayu yang tidak cocok untuk luar ruangan.

Kalau dilihat ke belakang, rumah tradisional di Indonesia kebanyakan memakai kayu, tetapi bisa bertahan lama. Beberapa jenis kayu yang bagus dipakai di luar ruangan adalah jati, ulin, akasia, kayu merah, cedar, dan eukaliptus.

Itulah penjelasan mengenai perabotan di luar ruangan saat hujan, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Dinding Rembes Ketika Hujan, Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


Jakarta

Air bisa merembes dinding ke dalam rumah akibat hujan. Kondisi ini bisa memicu beragam masalah seperti timbul jamur, kelembapan, hingga dinding kotor.

Jika ingin memperbaiki dinding rembes, pemilik rumah perlu mengidentifikasi sumber masalahnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Dengan memperbaiki penyebab dinding rembes, pemilik bisa menghindari membayar uang perbaikan yang mahal. Memang, apa saja penyebab dinding rembes? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Dinding Rembes

Inilah beberapa hal yang bisa membuat dinding rembes, dikutip dari MyBuilder, Kamis (30/10/2025).

1. Fondasi Retak

Bangunan rumah yang sudah tua bisa mengalami keretakan pada fondasinya. Retak itu muncul karena perubahan suhu dan pergerakan tanah. Nah, retakan itu jadi celah buat air hujan masuk ke rumah.

2. Talang Tersumbat

Dinding rembes bisa jadi karena talang tersumbat. Air hujan tidak bisa mengalir sehingga meluap dan menggenangi area dekat dinding. Hal ini meningkatkan risiko air merembes ke fondasi rumah.

3. Segel Jendela dan Pintu Rusak

Segel jendela dan pintu yang rusak atau hilang membuka celah buat air hujan masuk ke dinding. Kalau dibiarkan, dinding bisa rembes saat hujan deras disertai angin kencang.

4. Grading Tanah Tidak Tepat

Jika tanah sekitar rumah miring ke arah fondasi, air bisa menggenang dan merembes ke dalam dinding rumah. Sebaliknya, grading atau perataan permukaan tanah yang tepat justru bisa membuat air hujan menjauh dari struktur bangunan.

Itulah beberapa hal yang bisa bikin dinding rembes ketika hujan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Nggak Bisa Dianggap Sepele, Ini 4 Biang Kerok Lantai Keramik Ambles


Jakarta

Ketika lantai dibuat tidak sesuai standar, pasti ada saja masalah yang timbul. Salah satunya adalah lantai ambles, tidak lagi rata layaknya lantai rumah pada umumnya.

Kondisi lantai yang ambles berbeda-beda, ada yang hanya satu keramik, ada yang seluruh permukaan turun, ada yang hanya pinggiran yang masuk ke dalam tanah, dan sebagainya. Seluas apa pun perubahannya, pemilik rumah harus tetap waspada.

Lantai pasti memiliki material penutup, seperti keramik. Ketika lantai tersebut ambles, otomatis materialnya akan terkena tekanan dari dua arah berbeda. Alhasil keramik bisa pecah dan berbahaya saat terinjak. Pecahan keramik ini bisa merobek kulit karena ujung keramik cukup tajam.


Untuk mencegah dan mengatasi masalah ini, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebabnya dahulu. Dilansir dari True Level Concrete, berikut beberapa penyebab lantai rumah ambles.

1. Tanah di Bawahnya Tidak Padat

Penyebab paling umum lantai rumah tiba-tiba ambles adalah tanah di bawahnya tidak dapat menopang permukaan lantai di atasnya. Tanah dan struktur isi lantai tersebut tidak penuh sehingga ada ruang kosong yang tidak bisa menyokong tekanan dari atas.

2. Lantai Lembap

Saat membangun rumah, ahli bangunan sudah memiliki teknik agar kelembapan tidak dapat masuk ke rumah. Celah kelambapan itu bukan hanya dari sumber-sumber air di kamar mandi, pipa pembuangan, atau keran di rumah, melainkan bisa dari dalam tanah. Ketika tidak ada pelindung di bagian lantai, kelembapan dapat mudah menerobos dan membentuk celah di antara keramik. Air pun bisa masuk di antara lapisan tanah dan struktur paling bawah rumah. Hal ini yang menyebabkan tanah di bawahnya akan mudah tergerus dan susunannya tidak begitu padat.

3. Pergerakan tanah

Pergerakan tanah merupakan fenomena alam yang mungkin saja terjadi. Ciri-cirinya bisa terlihat jelas pada bangunan, tetapi terkadang tidak disadari. Selain itu, memang sudah sifat tanah yakni mengembang saat basah, dan menyusut saat kering.

Pergerakan tanah tidak dapat dianggap sepele karena hampir sama dengan longsor. Perubahan iklim dan waktu juga dapat menyebabkan tanah bergerak. Apabila ada perubahan pada lantai, dinding, hingga ke tanah di halaman, langsung laporkan kepada ahli untuk dilakukan pemeriksaan. Apabila memiliki modal lebih, sebaiknya pindah dari sana untuk mencari rumah yang lebih aman.

4. Ada Masalah pada Struktur Bangunan

Kerusakan lantai dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti salah mendesain struktural, kondisi tanah di bawah rumah, atau usia bangunan tersebut.

Itulah beberapa penyebab lantai rumah ambles, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Cuaca Tak Menentu Bikin Rumah Mudah Lembap, Begini Atasinya


Jakarta

Kelembapan merupakan musuh utama rumah. Ketika rumah terlalu lembap berbagai masalah akan muncul, mulai dari masalah pada bangunan dan kesehatan.

Rumah yang lembap dapat memicu pertumbuhan jamur hitam atau black mold yang dapat merusak tampilan rumah, merusak cat, plafon, hingga material perabotan, serta memicu penyakit pernapasan yang tidak disangka-sangka.

Di masa-masa seperti saat ini, cuaca panas dan hujan sedang tidak menentu, potensi rumah jadi lebih lembap sangat besar. Pemilik rumah harus lebih mewaspadai terhadap kenaikan kelembapan di rumah. Dilansir dari Telegrafi, cara mengatasinya bukan dengan membongkar rumah, melainkan ada cara-cara sederhana yang bisa diikuti dan ada yang instan juga. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.


1. Jaga Suhu Ruangan

Suhu ruangan yang ideal menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO adalah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Apabila sudah lewat dari batas tersebut, pemilik rumah perlu melakukan sesuatu. Salah satu cara paling praktis adalah sering-sering membuka jendela agar sirkulasi di dalam rumah teratur. Bisa juga dengan menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

Cara yang tak kalah instan, tetapi memang perlu mengeluarkan uang adalah membeli Dehumidifier. Alat tersebut dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).

2. Membuka Jendela

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, membuka jendela merupakan cara sederhana dan wajib dilakukan agar rumah tidak terasa pengap dan terisolasi. Terutama saat memasak dan mandi karena pada di ruang yang tidak begitu luas tersebut memerlukan sirkulasi udara yang baik.

3. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

Kamar mandi merupakan ruangan di rumah yang paling berpotensi cepat lembap. Alasannya kamar mandi umumnya ruangannya berada di dalam rumah, minim ventilasi, dan selalu basah sehingga air yang berkumpul di dalamnya bisa menyebabkan ruangan cepat lembap. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi. Hindari juga meletakkan handuk basah sembarangan karena jamur bisa tumbuh di mana saja asal ada area yang lembap.

Itulah cara untuk mengatasi rumah yang lembap, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com