Tag: perut buncit

  • 6 Makanan Paling Gampang Bikin Perut Buncit, Awas Gagal Diet!

    Jakarta

    Siapa sih yang tak mau memiliki bentuk tubuh yang ideal alias body goals? Untuk mewujudkan itu semua, tak sedikit orang yang rela menjalani program diet yang sangat ketat lho.

    Misalnya, dengan mengonsumsi makanan diet untuk menggantikan sumber asupan sehari-hari. Banyak yang mengira makanan diet seperti protein shake atau protein bar merupakan asupan alternatif yang dapat membantu menghilangkan perut buncit. Tapi terkadang, makanan-makanan tersebut malah bisa menjadi ‘biang kerok’ yang menggagalkan diet loh. Kok bisa?

    Pasalnya, makanan-makanan tersebut bisa saja mengandung bahan yang malah membuat gemuk, seperti gula dan lain sebagainya. Lantas, apa saja sih makanan diet yang bisa menggagalkan usah menghilangkan perut buncit tersebut?


    1. Protein Shake

    Protein merupakan asupan penting bagi orang yang menjalani diet. Pasalnya, protein bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga menekan keinginan untuk ngemil atau makan berlebih.

    Nah, tak jarang orang yang sedang diet memenuhi kebutuhan proteinnya dengan mengonsumsi protein shake. Meski sebagian besar protein shake bernutrisi dan menyehatkan, ada juga beberapa protein shake yang tinggi gula dan kalori. Karena praktis dikonsumsi, protein shake juga cenderung diminum beberapa kali dalam sehari. Alhasil, tubuh malah bisa kelebihan gula dan kalori.

    2. Protein Bar

    Selain protein shake, protein bar juga menjadi salah satu makanan diet yang harus dipilih dengan teliti. Alasannya pun sama, karena beberapa jenis protein bar mengandung kalori dan gula yang justru bisa menggagalkan usaha untuk menghilangkan perut buncit.

    3. Yogurt Rendah Lemak

    Yogurt rendah lemak memang merupakan camilan ideal bagi orang yang sedang diet. Namun, tak jarang yogurt rendah lemak mengandung gula tambahan yang cukup tinggi untuk memberikan rasa yang lezat.

    Kandungan lemak memang amat memengaruhi rasa dari yogurt. Semakin rendah kadar lemaknya, maka semakin hambar pula rasa yogurt tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa yogurt rendah lemak yang menambahkan gula untuk menghasilkan rasa manis. Yogurt seperti inilah yang bisa menggagalkan diet, jadi telitilah sebelum memilih ya.

    4. Sereal Rendah Kalori

    Orang yang sedang diet memang harus benar-benar memerhatikan asupan kalori hariannya. Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan yang rendah kalori, seperti sereal.

    Kendati demikian, ada banyak sereal rendah kalori yang mengandung gula atau pemanis tambahan untuk memberikan rasa yang enak. Selain itu, sereal rendah kalori umumnya mengandung protein dan lemak sehat yang sedikit, sehingga tidak bisa membuat kenyang dalam waktu yang lama.

    5. Buah Kering

    Buah kering merupakan camilan yang cukup sering dikonsumsi oleh orang yang sedang diet. Sama seperti buah segar, buah kering juga mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Namun karena ukurannya yang lebih kecil, serta rasanya yang cenderung lebih manis dibanding buah segar biasa, orang-orang gampang ‘bablas’ saat mengonsumsi buah kering.

    Terlebih, satu porsi buah kering memiliki kandungan gula dan kalori yang lebih banyak dibanding buah segar dalam jumlah yang sama. Karena itu, batasilah konsumsi buah kering agar tidak mengganggu program diet.

    6. Kopi

    Kopi memang menjadi salah satu minuman yang bisa memberikan energi bagi orang-orang yang sedang diet. Tapi, beberapa jenis kopi tertentu malah bisa memberikan efek yang berbalik dan menggagalkan diet loh.

    Misalnya, kopi rasa (flavoured coffee) seperti latte, frappe, atau cappucino. Alasannya pun jelas, karena jenis kopi tersebut cenderung memiliki kandungan gula dan kalori tinggi yang bisa menggagalkan upaya menghilangkan perut buncit.

    Karena itu, tetaplah mengonsumsi kopi hitam tanpa gula agar program diet tetap berjalan dengan lancar.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Banyak Makan Kuning Telur Bikin Kolesterol Naik’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Cara Hilangkan Lemak Perut yang Membandel, Bikin Hidup Lebih Sehat

    Jakarta

    Memiliki perut yang ramping tidak hanya membuat penampilan terlihat lebih menarik, tetapi juga sehat secara fisik dan jauh dari penyakit sehingga umur menjadi lebih panjang

    Pasalnya, seseorang dengan lingkar pinggang yang lebih besar kerap dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, bahkan kanker. Menurunkan berat badan, khususnya lemak perut, juga meningkatkan fungsi pembuluh darah dan kualitas tidur.

    Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, berikut adalah 8 cara menghilangkan lemak perut dan hidup lebih sehat.


    1. Batasi karbohidrat, bukan lemak

    Para peneliti Johns Hopkins membandingkan efek penurunan berat badan melalui diet rendah karbohidrat dengan diet rendah lemak selama enam bulan. Mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat memangkas lebih banyak berat badan. Selain itu, manfaat tambahan dari diet rendah karbohidrat adalah diet ini menghasilkan penurunan berat badan yang lebih berkualitas.

    2. Pikirkan rencana makan, bukan diet

    Pada akhirnya, seseorang harus memilih rencana makan sehat yang dapat dipatuhi. Manfaat dari pendekatan rendah karbohidrat adalah bahwa pendekatan ini tidak menghitung kalori, tetapi hanya melibatkan pembelajaran tentang pilihan makanan yang lebih baik. Misalnya, mengalihkan makanan yang tinggi karbohidrat dan gula ke makanan yang berserat tinggi.

    3. Aktif bergerak

    Aktivitas fisik membantu membakar lemak perut. Olahraga tampaknya bekerja secara khusus pada lemak perut karena mengurangi tingkat sirkulasi insulin, yang sebaliknya akan memberi sinyal kepada tubuh untuk menyimpan lemak, dan menyebabkan hati menggunakan asam lemak, terutama yang berada di sekitar penumpukan lemak perut.

    Jumlah olahraga yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan tergantung pada tujuan kebugaran seseorang. Bagi kebanyakan orang, olahraga ini mencakup 30 hingga 60 menit dengan intensitas sedang hingga berat hampir setiap hari.

    4. Angkat beban

    Menambah latihan kekuatan (strength training) ke dalam latihan aerobik dapat membantu membangun massa otot tanpa lemak. Hal ini membuat seseorang membakar lebih banyak kalori sepanjang hari, baik saat beristirahat maupun saat berolahraga.

    5. Hindari makanan olahan

    Bahan-bahan dalam makanan kemasan dan makanan ringan sering kali mengandung lemak trans, gula tambahan, dan garam atau natrium tambahan. Tika hal tersebut membuat seseorang sulit menurunkan berat badan.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Penyebab Perut Buncit dan Tetap Bergelambir Meski Sudah Diet

    Jakarta

    Hampir seluruh orang ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal. Bahkan, banyak yang rela menjalani program diet dan pola makan yang sangat ketat demi mewujudkan tubuh idaman.

    Kendati demikian, banyak orang yang masih memiliki perut buncit meski sudah melakukan diet ketat. Tak jarang, hal ini membuat putus asa dan menurunkan motivasi untuk menurunkan berat badan.

    Penyebab Perut Buncit Meski Sudah Diet

    Sebenarnya, diet ketat tak selalu menjadi jawaban mutlak untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan perut buncit. Faktanya, ada sejumlah faktor lain yang ikut memiliki andil dalam menurunkan berat badan.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebab perut buncit meski sudah diet.

    1. Tidak mengonsumsi cukup protein

    Protein merupakan salah satu nutrisi paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Sejumlah studi membuktikan diet tinggi protein dapat membantu mendukung proses menurunkan berat badan.

    Pasalnya, asupan protein dapat menekan produksi hormon ghrelin yang menyebabkan rasa lapar. Alhasil, perut bisa merasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makan menjadi lebih terkendali.

    2. Kurang berolahraga

    Perut buncit meski sudah diet juga bisa disebabkan oleh minimnya olahraga atau aktivitas fisik. Dengan beraktivitas fisik, tubuh akan memanfaatkan kalori yang ada di dalam tubuh sebagai energi. Semakin sering dan intens berolahraga, maka semakin banyak pula kalori yang diproses oleh tubuh.

    Jika seseorang jarang berolahraga, maka kelebihan kalori yang ada dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak visceral. Timbunan lemak inilah yang membuat perut terlihat buncit, meski sudah melakukan diet ketat.

    3. Mengonsumsi minuman manis

    Minuman manis dapat menghambat proses menurunkan berat badan. Pasalnya, gula mengandung kalori yang cukup tinggi. Akibatnya, orang yang mengonsumsi minuman manis bisa dengan mudah mengalami kelebihan kalori.

    Selain minuman manis, orang yang sedang diet juga perlu menjauhi gula atau zat pemanis tambahan. Misalnya, ketika minum kopi hitam. Meski kopi hitam dapat membantu menurunkan berat badan, jika ditambah gula atau pemanis lainnya tentu malah bisa membuat berat badan semakin meningkat.

    4. Tidur tidak teratur

    Kualitas tidur yang baik memiliki dampak yang signifikan terhadap berat badan. Studi menunjukkan orang dengan pola tidur yang buruk lebih rentan mengalami obesitas.

    Dikutip dari Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang memunculkan rasa lapar. Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menurunkan hormon leptin yang membuat tubuh merasa kenyang. Akibatnya, orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak keesokan harinya.

    5. Kurang minum air putih

    Meski sederhana, air putih memiliki dampak yang luar biasa untuk membantu menurunkan berat badan. Air putih dapat membantu tubuh untuk senantiasa terhidrasi. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, maka metabolisme juga akan ikut meningkat. Alhasil, pembakaran kalori berjalan dengan lebih efisien sehingga membantu menurunkan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Kebiasaan Simpel Pagi Hari yang Bisa Pangkas Perut Buncit

    Jakarta

    Bagi sebagian orang, memiliki perut buncit adalah sesuatu yang cukup mengganggu. Selain bisa memengaruhi penampilan dan menurunkan rasa percaya diri, berat badan yang berlebih juga bisa meningkatkan risiko berbagai macam penyakit.

    Karena itu, tidak heran jika orang-orang terus mencari cara menghilangkan perut buncit. Apalagi jika cara tersebut praktis, murah, dan gampang untuk dilakukan.

    Kabar baiknya, menghilangkan perut buncit memang tidaklah sesulit yang dibayangkan. Bahkan, perut buncit yang mengganggu penampilan bisa dipangkas dengan sejumlah kebiasaan simpel di pagi hari. Apa saja?


    Kebiasaan Pagi Hari untuk Menghilangkan Perut Buncit

    1. Timbang Berat Badan

    Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kok bisa menimbang berat badan setiap pagi membantu menghilangkan perut buncit? Dikutip dari WebMD, menimbang berat badan setiap pagi bisa membuat seseorang lebih termotivasi dan konsisten menjalani kebiasaan sehat untuk menurunkan berat badan.

    Pasalnya, menimbang berat badan setelah buang air kecil di pagi hari lebih baik dibanding waktu lainnya. Tubuh akan memproses makanan dan minuman saat tidur, sehingga ketika bangun di pagi hari perut akan relatif kosong. Alhasil, menimbang berat badan di pagi hari akan memberikan hasil yang lebih akurat.

    2. Minum Air Putih

    Mengonsumsi air putih, terutama air hangat, ternyata memiliki dampak yang besar untuk menghilangkan perut buncit. Air hangat dapat merangsang sistem pencernaan dan membuatnya tetap aktif. Hal ini tentunya dapat meningkatkan sistem metabolisme yang memainkan peran penting dalam menurunkan berat badan dan memangkas perut buncit.

    3. Berolahraga Sebelum Sarapan

    Ternyata, waktu ideal untuk berolahraga di pagi hari adalah setelah bangun tidur dan sebelum sarapan. Kenapa?

    Menurut sebuah penelitian, berolahraga dengan perut kosong memungkinkan tubuh untuk memanfaatkan timbunan lemak sebagai sumber energi. Inilah alasan mengapa berolahraga sebelum sarapan lebih efektif untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan perut buncit.

    4. Sarapan Tinggi Protein

    Sarapan merupakan waktu makan yang paling penting yang memberikan energi bagi tubuh agar bisa beraktivitas. Nah, alih-alih mengonsumsi makanan dengan kabohidrat tinggi saat sarapan, perbanyaklah asupan protein untuk membantu menurunkan berat badan.

    Pasalnya, makanan yang kaya akan protein bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi kebiasaan ngemil.

    5. Berjemur di Bawah Sinar Matahari

    Berjemur beberapa menit di bawah sinar matahari pagi ternyata juga bisa membantu menurunkan berat badan loh. Menurut sebuah penelitian, paparan sinar matahari di waktu tertentu dapat berdampak pada penurunan berat badan.

    Selain itu, berjemur di bawah sinar matahari juga bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Beberapa studi menyebutkan vitamin D dapat membantu mengurangi serta mencegah kenaikan berat badan.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Cara Mencegah Perut Buncit dan Melar Selama Musim Liburan

    Jakarta

    Ada beragam cara mencegah perut buncit yang bisa dilakukan selama musim liburan. Mulai dari olahraga hingga menambah waktu tidur, ternyata tidak sesulit itu menghilangkan lemak yang menumpuk.

    Liburan akhir tahun merupakan momen yang dimanfaatkan orang-orang untuk memanjakan diri. Entah itu dengan bepergian atau bersantai di rumah, beragam aktivitas seru selama liburan kerap membuat banyak orang lalai dalam menerapkan pola hidup sehat.

    Alhasil, berat badan bisa semakin bertambah selama liburan. Jika dibiarkan, hal ini tentunya dapat memicu kondisi yang dapat mengancam kesehatan, seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.


    Cara Mencegah Perut Buncit Selama Liburan

    Agar terhindar dari situasi tersebut, berikut sejumlah cara mencegah kenaikan berat badan dan perut buncit selama musim liburan.

    1. Tetap Berolahraga

    Liburan memang menjadi waktu yang tepat untuk bersantai. Tapi, bukan berarti boleh terus bermalas-malasan dan tidak berolahraga.

    Olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh. Selain membakar lemak, olahraga juga membantu memelihara kesehatan pembuluh darah, memperkuat otot jantung, hingga meningkatkan jumlah kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein) dalam tubuh. Keseluruhan manfaat tersebut dapat membantu melindungi dari risiko penyakit seperti hipertensi hingga serangan jantung.

    2. Kontrol Porsi Makan

    Momen liburan bisa membuat orang terlalu memanjakan diri untuk urusan makanan, apalagi mereka yang bepergian ke tempat-tempat wisata. Tak jarang, godaan kuliner eksotis membuat banyak orang ‘kalap’ dan tidak menjaga porsi makannya.

    Hal ini tentunya membuat badan menjadi ‘melar’ dan memicu sejumlah penyakit. Salah satu cara yang efektif untuk mengontrol porsi makan adalah dengan menggunakan piring atau wadah yang lebih kecil, agar jumlah makanan yang diambil tidak terlalu banyak.

    3. Kurangi Makanan Manis

    Makanan manis juga menjadi godaan yang sulit untuk dilawan selama musim liburan, apalagi liburan tahun baru. Pasalnya, banyak acara-acara perayaan tahun baru yang kerap menyuguhkan aneka makanan manis seperti keik dan kue kering.

    Keseringan mengonsumsi makanan-makanan manis tersebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan, hingga bahkan obesitas. Obesitas sendiri merupakan salah satu faktor yang dapat memicu berbagai macam penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, dan lain sebagainya. Agar terhindar dari risiko-risiko tersebut, sebisa mungkin batasi konsumsi makanan manis selama liburan.

    4. Perbanyak Asupan Serat dan Protein

    Liburan tidak menjadi alasan untuk melupakan pola makan sehat. Terlebih, dengan banyaknya godaan makanan tinggi gula dan karbohidrat yang tersedia selama musim liburan.

    Memperbanyak asupan protein dan serat merupakan salah satu cara untuk mencegah perut buncit akibat mengonsumsi makanan berkarbohidrat dan gula tinggi tersebut. Serat dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dan gula oleh tubuh. Proses penyerapan yang lambat ini membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga menekan keinginan untuk ngemil.

    Di sisi lain, protein juga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori. Karenanya, mengonsumsi makanan atau minuman berprotein sebelum makan besar dapat membantu mengontrol porsi makan agar tidak bablas dan menyebabkan kenaikan berat badan.

    5. Banyak Minum Air Putih

    Air putih memiliki manfaat yang sangat dahsyat dalam mencegah kenaikan berat badan. Salah satu alasannya adalah karena air putih dapat sedikit mengenyangkan perut sehingga membantu mengontrol nafsu makan.

    Tak hanya itu, air putih juga dapat membantu melancarkan proses pembuangan kotoran dari dalam tubuh. Terkadang, kotoran dan cairan yang menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan kembung atau pembengkakan yang membuat perut tampak lebih buncit.

    Air putih juga dapat meningkatkan proses metabolisme tubuh. Jika metabolisme berjalan dengan optimal, maka semakin banyak pula kalori dan lemak yang bisa dibakar.

    6. Pastikan Waktu Tidur Cukup

    Banyaknya aktivitas seru yang bisa dilakukan selama liburan bisa membuat orang melupakan waktu tidur. Padahal, kurang tidur bisa menghambat proses penurunan berat badan.

    Dikutip dari laman Sleep Foundation, kurang tidur bisa meningkatkan produksi hormon ghrelin, dan menurunkan jumlah hormon leptin dalam tubuh. Ghrelin adalah hormon yang menyebabkan munculnya rasa lapar, sementara leptin merupakan hormon yang berpengaruh dalam memunculkan rasa kenyang setelah makan.

    Jika hormon ghrelin terlalu tinggi, maka akan mendorong seseorang untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalori untuk memuaskan rasa laparnya. Tapi karena hormon leptin yang bertanggung jawab atas rasa kenyang berkurang, orang tersebut sulit merasa kenyang meski sudah makan banyak. Hal inilah yang akhirnya membuat berat badan bertambah.

    (ath/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Olahraga dan Mudah Dilakukan

    Jakarta

    Mengecilkan perut buncit bukanlah sesuatu yang mudah. Dalam prosesnya diperlukan kerja keras, kedisplinan hingga kesabaran yang ekstra. Mungkin masih banyak orang yang berpikir bahwa olahraga berjam-jam merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan kelebihan lemak di perut.

    Padahal, faktanya cara mengecilkan perut buncit juga dapat diatasi tanpa olahraga. Namun dalam penerapannya diperlukan konsistensi dalam mengubah pola makan serta menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari.

    Perlu diingat juga, olahraga tetap memiliki manfaat yang signifikan baik untuk menurunkan berat badan maupun kesehatan. Jadi bila memang memungkinkan, lakukan olahraga ringan secara rutin, misalnya jalan kaki sesuai dengan batas kemampuan.

    Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Olahraga

    Nah, buat detikers yang lagi mencari cara menghilangkan perut buncit tanpa olahraga, berikut beberapa metode yang terbukti secara sains dan dianjurkan oleh ahli diet.


    1. Perbanyak Asupan Serat

    Serat merupakan salah satu jenis karbohidrat yang sangat berperan penting dalam proses menurunkan berat badan. Serat dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengendalikan nafsu makan.

    “Ia (serat) mengembang di dalam perut seperti spons, jadi wajar jika bisa menekan rasa lapar,” ujar ahli diet sekaligus penulis buku Healing Superfoods for Anti-Aging: Stay Younger, Live Longer, Karen Ansel, M S., R D N.

    Ansel menambahkan studi juga menunjukkan serat dapat memberikan manfaat terhadap bakteri baik di perut yang membantu produksi hormon yang memunculkan rasa kenyang.

    “Usahakan untuk setidaknya mengonsumsi 25 gram (serat) per hari dari berbagai makanan seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran,” imbuhnya.

    2. Konsumsi Lemak ‘Sehat’

    Ahli diet Jessica Cording menegaskan pentingnya mengonsumsi lemak ‘sehat’ dalam proses menurunkan berat badan. Menurutnya, lemak sehat dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama. Tak hanya itu, lemak sehat juga bisa mencegah gula darah menurun akibat membatasi porsi makan.

    “Saya masih menjumpai orang-orang yang ‘takut’ dengan lemak. Lemak membantu Anda merasa kenyang lebih lama, dan bisa membantu mencegah penurunan kadar gula darah,” tuturnya.

    Adapun lemak sehat yang dianjurkan, yakni minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak ikan.

    3. Jangan Abaikan Protein

    Protein juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan dengan cara merangsang produksi hormon yang memunculkan rasa kenyang.

    “Sama halnya seperti serat, protein secara alami dapat membuat Anda merasa kenyang dengan cara merangsang produksi hormon kenyang,” ucap Ansel.

    Ia menambahkan protein termasuk jenis asupan yang lama dicerna. Sehingga, seseorang cenderung tidak lagi ingin ngemil setelah mengonsumsi makanan yang penuh dengan protein.

    “Usahakan mengonsumsi 20 gram (protein) setiap makan dari sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam, kalkun, telur, dan produk susu rendah lemak,” tambahnya.

    4. Tidur dan Istirahat yang Cukup

    Waktu tidur yang cukup dan berkualitas memiliki dampak yang sangat besar terhadap proses menurunkan berat badan. Sebuah studi yang dilakukan pada 2022 menunjukkan kurang tidur dapat memengaruhi bagian tertentu pada otak yang memunculkan keinginan ngemil makanan manis dan berkarbohidrat.

    “Tidur kurang dari enam jam setiap malam dapat memengaruhi hormon yang menimbulkan rasa lapar, sehingga membuat Anda lebih sering ngemil dan merubah kebiasaan makan,” kata spesialis obesitas dan lipid, dr Spencer Nadolsky, D.O.

    5. Minum Air Putih

    Terkadang, tubuh salah memaknai haus sebagai rasa lapar. Akibatnya, seseorang bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari jumlah yang sebenarnya dibutuhkan.

    Sebuah studi juga menemukan minum air sebelum makan dapat membantu mengurangi kelebihan cairan ikut berkontribusi meningkatkan berat badan.

    “Jika Anda tidak minum cukup air, tubuh akan mempertahankan cairan yang ada di dalamnya untuk mencegah dehidrasi,” ujar pakar diet Amy Shapiro, R.D.

    6. Kurangi Asupan Gula

    Gula merupakan salah satu musuh besar bagi orang yang ingin menghilangkan perut buncit. Selain tinggi kalori, gula juga tidak mengandung nutrisi sehat lain yang dibutuhkan oleh tubuh.

    “Gula cenderung ada pada makanan yang memiliki kalori tinggi. Entah itu soda, latte yang ditambahkan pemanis, atau hidangan penutup, mereka adalah makanan pertama yang harus Anda singkirkan jika ingin melangsingkan tubuh,” ucap Ansel.

    Ansel mengingatkan gula juga terdapat pada makanan lain seperti roti, kecap, dressing salad, dan lain sebagainya.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 4 Minuman buat Hempaskan Lemak Perut, Cocok Diminum Saat Cuaca Dingin Habis Hujan


    Jakarta

    Banyak orang menjajal beragam cara untuk memangkas timbunan lemak di perut, namun tak kunjung berhasil. Misalnya dengan mengurangi asupan makan, atau dibarengi upaya olahraga tertentu.

    Tak perlu berkecil hati, memang diperlukan konsistensi agar upaya tersebut membuahkan hasil. Tidak mudah, tetapi proses tak akan mengkhianati hasil jika upaya kalori defisit tersebut dilakukan denagn tepat!

    Namun di samping itu, ada sejumlah minuman yang diyakini bisa membantu proses pemangkasan timbunan lemak di perut. Tak hanya lezat, beberapa jenis minuman ini juga cocok dikonsumsi ketika malam hari atau cuaca dingin lantaran bisa bikin nyaman badan.


    Apa saja minuman yang dimaksud? Dikutip dari Times of India, berikut penjelasannya:

    1. Teh Jahe

    Selain baunya yang khas, teh jahe juga rupayanya diyakini efektif membantu menghilangkan timbunan lemak di perut. Pasalnya, jahe memiliki sifat termogenik yang dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori.

    Cara pembuatannya pun simpel. Seduh secangkir teh jahe hangat dengan menyeduh irisan jahe segar ke dalam air panas. Tambahkan perasan jus lemon dan satu sendok teh madu untuk menambah rasa.

    2. Teh Kayu Manis dan Madu

    Minuman satu ini jelas bikin nyaman, bukan karena hangatnya saja melainkan juga karena aroma dan manisnya yang khas. Sebab, kayu manis dapat membantu mengatur kadar gula darah, sekaligus berpotensi mengurangi keinginan ngemil.

    Untuk membuat minuman teh ini, campurkan satu sendok teh bubuk kayu manis dengan air hangat. Tambahkan satu sendok teh madu dan aduk rata.

    Simak juga Video: KuTips: Pertolongan Pertama pada Sepatu Basah Biar Tak Rusak dan Bau

    [Gambas:Video 20detik]

    3. Teh Hijau

    Sudah banyak yang mengetahui, teh hijau amat kaya akan khasiat. Salah satunya, teh hijau kaya akan antioksidan dan dapat meningkatkan metabolisme.

    Mengolahnya pun super simpel. Caranya, seduh secangkir teh hijau dan biarkan agak dingin. Tambahkan perasan jus lemon dan satu sendok teh madu.

    4. Air Lemon Hangat

    Banyak orang terbiasa meminum infused water, yakni air mineral yang diberi potongan jeruk lemon. Sebab selain bisa menambah sensasi kesegaran, minuman ini juga diyakini efektif meningkatkan metabolisme dan melancarkan pencernaan. Dalam jangka waktu panjang, efek lain dari minuman ini tak lain membantu memangkas timbunan lemak.

    Selain menggunakan potongan jeruk lemon, minuman air lemot juga bisa dibuat dengan cara peras air perasan setengah buah lemon ke dalam secangkir air hangat. Tambahkan satu sendok madu untuk menambah rasa manis.

    (vyp/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Jenis Olahraga untuk Menurunkan Berat Badan, Simpel Anti Nyiksa

    Jakarta

    Jika membahas tentang cara menurunkan berat badan, olahraga pasti menjadi salah satu tips yang selalu direkomendasikan. Tak heran memang, mengingat olahraga merupakan cara jitu menurunkan berat badan yang sudah dilakukan orang-orang sejak lama.

    Dikutip dari situs Verywell Health, berolahraga dapat membantu tubuh membakar lebih banyak lemak. Ketika berolahraga, tubuh akan mengubah lemak yang ada di dalam tubuh menjadi sumber energi.

    Tak hanya itu, otot-otot yang aktif juga berperan dalam pembakaran kalori. Karenanya, semakin banyak otot yang dimiliki maka semakin besar pula jumlah kalori yang bisa dibakar sehingga membantu menurunkan berat badan.


    Sayangnya, tidak semua orang memiliki waktu luang untuk bisa berolahraga setiap hari lantaran rutinitas yang sangat padat. Selain itu, tubuh juga sering kecapaian usai beraktivitas sehingga mengurungkan niat untuk berolahraga.

    Kabar baiknya, tidak semua olahraga untuk menurunkan berat badan menyita banyak waktu. Ada sejumlah gerakan olahraga simpel dan praktis yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja untuk membantu menurunkan berat badan.

    Bahkan, gerakan-gerakan olahraga berikut bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 10 menit. Penasaran? Berikut pembahasannya.

    1. Jumping Jacks

    Jumping jacks merupakan salah satu olahraga kardio yang mudah untuk dilakukan. Jumping jacks juga tidak membutuhkan teknik atau peralatan khusus, sehingga ramah untuk pemula yang baru mulai olahraga untuk menurunkan berat badan.

    Bagi pemula, melakukan jumping jacks selama 30 detik per tiga set sudah menjadi permulaan yang bagus. Ketika tubuh sudah semakin terbiasa, maka intensitas bisa ditingkatkan dengan menambah durasi atau kecepatan gerakan.

    2. High Knees

    Sama seperti jumping jacks, high knee termasuk gerakan olahraga yang ramah untuk pemula karena tidak membutuhkan peralatan atau teknik khusus. Gerakan high knees sekilas mirip seperti lari di tempat, hanya saja posisi lutut diangkat lebih tinggi sehingga sejajar dengan perut.

    High knees merupakan latihan yang cocok dilakukan oleh orang-orang yang ingin mengecilkan perut buncit. Melakukan high knees selama 30 detik per tiga hingga empat set dapat mendukung pembakaran lemak dan membantu menurunkan berat badan.

    3. Plank

    Plank adalah latihan ketahanan yang cocok dilakukan untuk mengencangkan otot-otot core, paha, lengan, betis, dan bokong. Instruktur kebugaran dari Orangetheory Fitness, Benji Tiger, mengatakan plank selama 30 detik hingga satu menit sudah cukup ideal untuk memberikan hasil.

    Tapi jika memang tidak memungkinkan, cobalah melakukan plank secara bertahap dengan menahan posisi selama 10-20 detik sebagai permulaan.

    4. Skipping

    Skipping alias lompat tali merupakan aktivitas kardio yang dapat membantu proses pembakaran lemak tubuh. Dikutip dari Healthline, skipping bisa menjadi salah satu latihan untuk membakar kalori dan mendukung proses menurunkan berat badan.

    Bagi pemula, melakukan skipping selama 30-60 detik sudah cukup ideal. Seiring waktu, cobalah untuk meningkatkan durasi hingga 5-10 menit setiap hari.

    5. Burpees

    Burpees termasuk gerakan latihan yang cukup menantang untuk dilakukan. Pasalnya, burpees tidak hanya menuntut kekuatan otot-otot tubuh, tapi juga stamina. Meski begitu, manfaat yang diberikan gerakan latihan ini terhadap proses menurunkan berat badan sangatlah besar.

    Lantaran memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, cobalah untuk melakukan burpees selama 10-20 detik jika tubuh belum terbiasa. Jika hitungan waktu dirasa terlalu berat, maka Anda juga bisa melakukan burpees sebanyak tiga set dengan 5-10 kali repetisi tiap set-nya.

    6. Mountain Climbers

    Mountain climbers tidak hanya efektif membantu menurunkan berat badan, tapi juga dapat melatih kekuatan otot lengan dan tubuh bagian atas secara bersamaan.

    Sebagai permulaan, cobalah untuk melakukan mountain climbers selama 20-30 detik. Meski terkesan enteng, gerakan ini cukup menantang bagi tubuh yang belum terlatih. Jika sudah terbiasa, maka Anda bisa meningkatkan intensitas, kecepatan, dan durasi secara perlahan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 7 Kebiasaan ‘Terlarang’ untuk Cegah Perut Buncit, yang Diet Wajib Tahu

    Jakarta

    Perut buncit merupakan salah satu permasalahan yang dialami banyak orang, termasuk di Indonesia. Selain mengganggu penampilan, perut buncit juga dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti jantung dan diabetes tipe 2.

    Biasanya, perut buncit sering dikaitkan dengan asupan makanan. Namun, ternyata perut buncit juga bisa disebabkan oleh beragam kebiasaan yang kita jalani sehari-hari.

    Apa saja kebiasaan tersebut? Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah kebiasaan yang perlu dihindari agar perut tidak buncit.


    1. Duduk terlalu lama

    Di zaman seperti sekarang ini, tidak sedikit orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk di depan laptop. Bahkan, pekerjaan tertentu bisa menuntut seseorang untuk duduk selama 9 hingga 11 jam setiap hari.

    Faktanya, orang yang duduk terlalu lama lebih rentan mengalami obesitas dan penyakit kronis. Sebuah studi juga menemukan orang yang duduk lebih dari 10 jam setiap hari, misalnya seperti pegawai kantoran, memiliki risiko 34 persen lebih tinggi mengalami kematian lebih awal.

    Tak hanya itu, studi juga menemukan orang yang terlalu lama duduk cenderung tidak mengimbangi dengan berolahraga. Hal ini juga berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan membuat perut menjadi buncit.

    2. Makan terlalu cepat

    Selain jenis makanan, kebiasaan saat makan juga dapat meningkatkan risiko perut buncit dan obesitas. Salah satunya adalah makan terlalu cepat.

    Tubuh membutuhkan waktu untuk mengirimkan sinyal dan memberitahu otak jika sudah kenyang. Karena itu, orang yang makan terlalu cepat bisa saja mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, jangan heran jika orang yang makan terlalu cepat gampang memiliki perut buncit.

    3. Makan sambil nonton TV

    Meski terkesan sepele dan tidak berisiko, makan sambil menonton TV ternyata juga bisa meningkatkan risiko perut buncit.

    Sebuah studi menyebut orang yang makan sambil menonton TV dapat mengonsumsi lebih banyak makanan.

    Tak hanya itu, orang yang makan sambil menonton TV cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan di waktu makan berikutnya. Peneliti menjelaskan, hal tersebut lantaran orang yang makan sambil teralihkan tidak menyadari jumlah makanan yang sudah dikonsumsi saat makan.

    4. Begadang

    Sering begadang juga dapat membuat perut menjadi buncit. Sebab, kebiasaan begadang atau kurang tidur dapat mengubah pola makan.

    Dikutip dari Sleep Foundation, ada dua hormon yang terdampak akibat kurang tidur, yakni ghrelin dan leptin. Ghrelin adalah hormon yang mengatur rasa lapar, sementara leptin mengatur nafsu makan dan rasa kenyang.

    Jika seseorang kurang tidur, maka jumlah ghrelin akan meningkat dan leptin menurun. Akibatnya, tubuh menjadi lebih lapar saat bangun tidur keesokan hari. Peningkatan hormon ghrelin juga membuat tubuh ingin mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Kedua hal tersebutlah yang menjadi pemicu perut buncit pada orang yang suka begadang.

    5. Telat makan

    Orang yang telat atau sering melewatkan waktu makan juga rentan memiliki perut buncit. Sebuah studi mengungkapkan orang yang sering telat makan cenderung merasa lebih lapar sehingga mengonsumsi lebih banyak makanan saat makan.

    Tak hanya itu, orang dengan jam makan yang tidak teratur juga rentan terkena penyakit kronis, seperti sindrom metabolik, penyakit jantung, resistensi insulin, dan kadar gula darah yang buruk.

    6. Makan dengan piring besar

    Percaya atau tidak, ukuran piring atau wadah makan ternyata juga bisa meningkatkan risiko perut buncit. Sebuah studi menyebutkan orang yang makan dengan piring besar cenderung mengambil makanan dalam porsi yang lebih banyak. Akibatnya, jumlah kalori yang dikonsumsi pun semakin tinggi sehingga menyebabkan perut buncit.

    Sebuah teori menarik menjelaskan, wadah besar dapat membuat makanan menjadi tampak lebih kecil. Hal ini yang kemudian ‘mengecoh’ otak dan membuatnya berpikir kalau makanan yang diambil masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan.

    7. Sering stres

    Stres yang tidak dikelola dengan baik juga dapat meningkatkan risiko perut buncit. Orang yang mengalami stres kerap membutuhkan ‘pelampiasan’ untuk meluapkan apa yang dirasakan. Pada beberapa orang, bentuk pelampiasannya adalah dengan mengonsumsi makanan yang tidak sehat atau makan dalam jumlah banyak. Fenomena ini dikenal juga istilah ‘stress eating’.

    Artinya, semakin sering seseorang mengalami stres maka semakin banyak pula makanan tidak sehat yang mungkin dikonsumsi untuk menghilangkan stres tersebut. Inilah yang nantinya berkontribusi terhadap obesitas dan sejumlah masalah kesehatan lain.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Cara Menurunkan BB Tanpa Olahraga, Cocok buat Kaum Rebahan

    Jakarta

    Olahraga sejak dulu dikenal sebagai salah satu cara paling ampuh untuk menurunkan berat badan. Tapi terkadang, ada waktu di mana kita merasa ‘mager’ dan enggan berolahraga.

    Misalnya, ketika tubuh merasa lelah akibat beraktivitas. Zaman sekarang, tak sedikit orang yang menjalani rutinitas super padat. Ketika ada waktu luang, satu-satunya hal yang terlintas di kepala adalah beristirahat dan rebahan.

    Meskipun tidak memiliki waktu berolahraga, bukan berarti orang-orang tersebut tidak bisa menurunkan berat badan. Faktanya, ada banyak cara menurunkan berat badan tanpa olahraga yang bisa dilakukan, seperti dengan mengubah kebiasaan dan pola makan.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut cara menurunkan berat badan tanpa olahraga yang cocok dilakukan oleh mereka yang sering mageran.

    1. Perbanyak Minum Air

    Air putih memiliki manfaat yang besar dalam menurunkan berat badan. Air dapat membantu meningkatkan metabolisme, mengurangi rasa lapar dan asupan kalori, dan membersihkan racun serta kotoran dari dalam tubuh.

    Orang dewasa dianjurkan untuk minum air setidaknya 2 liter, atau sekitar delapan gelas setiap hari.

    2. Atur Porsi Makan

    Jika detikers memang tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga, maka imbangi dengan mengurangi porsi saat makan. Misalnya, dengan mengurangi jumlah makanan, memiliki makanan dengan ukuran yang lebih kecil, hingga menggunakan piring yang lebih kecil saat makan.

    Sebuah studi menemukan makan dengan piring atau wadah besar dapat ‘mengelabui’ otak untuk berpikir kalau jumlah makanan yang diambil masih kurang. Alhasil, orang yang makan dengan menggunakan piring besar cenderung mengambil lebih banyak makanan dari apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.

    3. Makan dengan Perlahan

    Makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak serta merta membuat kenyang. Pasalnya, tubuh perlu waktu untuk bisa melepaskan hormon yang mengirimkan sinyal ke otak sebagai tanda sudah kenyang.

    Proses ini membutuhkan waktu sekitar 20-25 menit. Jika seseorang makan terlalu cepat, maka proses pengiriman sinyal tersebut akan terganggu dan meningkatkan risiko overeating.

    4. Tidur Malam yang Cukup

    Kualitas dan waktu tidur memainkan peran yang sangat penting dalam menurunkan berat badan. Ketika seseorang kurang tidur, maka hormon ghrelin dalam tubuhnya akan meningkat. Hormon ini mengatur rasa lapar dan nafsu makan. Jika jumlahnya terlalu tinggi, maka dapat membuat seseorang merasa sangat lapar saat bangun keeseokan hari, serta meningkatkan kecenderungan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori untuk menghilangkan rasa lapar.

    Dengan tidur yang cukup, jumlah hormon ghrelin dalam tubuh akan terkendali sehingga tidak menimbulkan rasa lapar berlebihan keesokan hari. Adapun jam tidur yang umumnya disarankan untuk orang dewasa adalah 7-8 jam sehari.

    5. Rutinkan Jalan Kaki

    Olahraga tidak harus dengan pergi ke gym atau melakukan aktivitas yang berat. Bahkan sesimpel jalan kaki sudah cukup untuk membantu menurunkan berat badan.

    Jalan kaki juga tidak perlu secara spesifik dijadwalkan. Membiasakan jalan kaki dapat dilakukan dengan naik anak tangga alih-alih lift saat di kantor, parkir di tempat yang lebih jauh agar bisa berjalan kaki, berjalan ke supermarket untuk belanja kebutuhan ketimbang memesa secara online, dan lain sebagainya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing