Tag: perut buncit

  • 6 Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Diet Ketat

    Jakarta

    Bagi sebagian besar orang, memiliki perut buncit dapat menimbulkan beragam masalah dalam kehidupannya. Mulai dari mengganggu penampilan, menurunkan rasa percaya diri, menyulitkan saat memilih pakaian, dan lain sebagainya.

    Tak hanya itu, perut buncit juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Sejumlah penelitian mengaitkan perut buncit sebagai faktor risiko dari beragam penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung.

    Karenanya, tak heran orang-orang rela melakukan hampir segala cara demi menghilangkan perut buncit, termasuk menjalani diet. Diet adalah aturan makanan khusus yang diikuti demi kebutuhan kesehatan dan sebagainya.


    Namun, diet untuk menghilangkan perut buncit tak jarang melibatkan aturan yang cukup ekstrem. Misalnya, tidak makan selama berjam-jam, atau hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu saja.

    Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Diet Ketat

    Meski diet memang menjadi cara efektif untuk menghilangkan perut buncit, tidak semua orang bisa melakukannya. Ada sejumlah alasan mengapa orang-orang enggan melakukan diet, seperti karena sedang menyusui atau mengidap kondisi medis tertentu.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut cara menghilangkan perut buncit tanpa diet yang bisa dicoba.

    1. Makan dengan piring kecil

    Dikutip dari Healthline, orang yang makan dengan piring berukuran besar cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan sehingga lebih berisiko mengalami kenaikan berat badan. Piring besar dapat membuat makanan terlihat sedikit, sehingga mendorong keinginan untuk mengambil lebih banyak makanan.

    Sebaliknya, makan dengan piring yang lebih kecil dapat membuat porsi makanan yang diambil tampak lebih banyak sehingga membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi.

    2. Minum sebelum makan

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan di situs National Library of Medicine mengungkapkan minum air sebelum makan dapat membantu mengurangi jumlah makanan yang kelak dikonsumsi.

    Sementara itu, penelitian lain juga menyebutkan minum sekitar 568 mililiter air sebelum makan dapat mengurangi asupan kalori sekaligus meningkatkan rasa kenyang.

    3. Tidur malam yang cukup

    Tidur malam yang cukup dan berkualitas memiliki peran yang sangat signifikan untuk menghilangkan perut buncit. Dikutip dari laman Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin dalam tubuh. Hormon ini bertugas untuk memberitahu otak kalau tubuh merasa lapar.

    Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menurunkan hormon leptin yang membuat tubuh merasa kenyang. Kombinasi kedua hal itulah yang dapat mendorong seseorang untuk makan lebih banyak keeseokan harinya, sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    4. Mengunyah makanan dengan perlahan

    Mengunyah makanan secara perlahan juga menjadi salah satu cara menghilangkan perut buncit tanpa diet. Hal ini berhubungan dengan cara otak merespons aktivitas hormon yang memengaruhi rasa kenyang.

    Setelah makan, tubuh tidak akan langsung merasa kenyang. Sebab, otak membutuhkan waktu untuk menerima sinyal dari hormon yang memunculkan rasa kenyang tersebut. Di saat yang sama, perut akan menekan hormon ghrelin yang memunculkan rasa lapar. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit, jadi mengunyah makanan secara perlahan akan memberikan waktu bagi otak untuk menerima sinyal tersebut.

    5. Perbanyak asupan protein

    Protein memiliki dampak yang luar biasa dalam mengendalikan nafsu makan. Tidak hanya membuat perut merasa kenyang, protein juga dapat mengurangi rasa lapar dan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori.

    Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2017 menemukan orang yang menjalani diet tinggi protein mengalami penurunan berat badan yang lebih signifikan dibanding mereka yang mengonsumsi protein dalam jumlah normal.

    Sementara itu, penelitian lain mengungkapkan orang-orang yang mengonsumsi sarapan berprotein tinggi berupa telur dan roti panggang tidak merasa terlalu lapar dan mengonsumsi lebih sedikit kalori di waktu makan selanjutnya.

    6. Kelola stres dengan baik

    Dikutip dari Medical News Today, stres yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan sejumlah hormon untuk membantu tubuh menghadapi tekanan yang dirasakan. Hormon tersebut akan mengalihkan aliran darah dari sistem pencernaan ke otot dan organ tubuh yang penting untuk merespons ‘ancaman’. Alhasil, sistem pencernaan menjadi melambat.

    Selain itu, hormon kortisol yang dilepaskan tubuh saat stress dapat mendongkrak kadar glukosa dalam darah. Sebuah studi pada 2022 mengungkapkan orang sering mengalami stres berisiko mengalami resistensi insulin akibat kadar glukosa yang terus terusan tinggi. Akibatnya, tubuh tidak bisa memanfaatkan hormon insulin secara efektif, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 7 Menu Sarapan untuk Menghilangkan Perut Buncit

    Jakarta

    Menghilangkan perut buncit memang tidak mudah, apalagi jika sarapan masih dengan menu asal-asalan. Sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi untuk beraktivitas seharian, tapi juga menjaga perut tidak cepat lapar sehingga terhindar dari makan berlebihan.

    Menurut sejumlah penelitian, orang yang rutin sarapan memiliki bentuk tubuh yang lebih langsing dibanding mereka yang jarang sarapan. Hal ini dimungkinkan antara lain jika menu sarapan yang dipilih tinggi protein dan serat.

    Protein dan serat adalah dua nutrisi yang dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Ketika dikonsumsi saat sarapan, makanan yang mengandung protein dan serat tersebut dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk ngemil sehingga bisa membantu menurunkan berat badan.


    Lantas, apa saja makanan untuk mengecilkan perut yang cocok dikonsumsi saat sarapan? Berikut pembahasannya.

    1. Telur

    Tak heran jika telur kerap dikonsumsi sebagai menu sarapan. Sebab, telur mengandung protein tinggi yang bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu menurunkan berat badan.

    Sebuah studi mengungkapkan mengonsumsi telur untuk sarapan dapat menurunkan berat badan hingga 65 persen, serta mengecilkan lingkar pinggang hingga 34 persen.

    2. Pisang

    Pisang adalah makanan yang cocok dikonsumsi ketika ingin mengecilkan perut buncit. Selain mengandung karbohidrat sehat, buah ini juga kaya akan serat dan rendah kalori, sehingga bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

    Tak hanya itu, pisang juga kaya akan kalium (potasium). Zat ini dapat membantu membersihkan kelebihan cairan akibat mengonsumsi makanan asin serta menetralkan kadar natrium dalam tubuh.

    3. Buah Beri

    Sama seperti pisang, buah beri kaya akan serat yang mengenyangkan. Buah beri-berian juga rendah kalori, sehingga membuatnya cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang ingin mengecilkan perut buncit.

    Khasiat buah beri yang tak kalah penting adalah mencegah risiko darah tinggi dan kanker. Ini karena buah beri mengandung senyawa antioksidan, seperti flavonoid dan anthocyanin, yang dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh.

    4. Roti Gandum dan Selai Kacang

    Selai kacang mengandung beragam nutrisi yang bisa membantu mengecilkan perut buncit, seperti serat, protein, dan lemak sehat. Zat-zat tersebut juga dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah keinginan ngemil atau bablas saat makan.

    Di sisi lain, roti gandum mengandung serat utuh yang bisa membantu melancarkan pencernaan. Karenanya, kombinasi roti gandum dan selai kacang membuatnya menjadi menu sarapan yang bisa membantu mengecilkan perut buncit.

    5. Oatmeal

    Makanan praktis ini memiliki segudang manfaat untuk mengecilkan perut buncit dan menurunkan berat badan. Pertama, oatmeal kaya akan serat yang bisa membuat tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama. Alhasil, orang yang sedang diet tidak perlu mengonsumsi lebih banyak kalori ketika jam makan siang.

    Kedua, oatmeal mengandung zat bernama beta-glucan yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Beta-glucan juga meningkatkan produksi hormon peptide YY dalam tubuh, yakni hormon yang membantu memunculkan rasa kenyang.

    6. Yogurt

    Yogurt bisa menjadi salah satu menu tambahan untuk membantu menurunkan berat badan, terutama Greek yogurt. Sebab, Greek yogurt kaya akan protein yang tak hanya memberikan energi, tapi membuat perut merasa kenyang lebih lama.

    Sebuah studi juga menyebut kombinasi antara konsumsi Greek yogurt, olahraga teratur, dan pola makan yang seimbang dapat menunjang proses penurunan berat badan.

    7. Kiwi

    Tak hanya kaya akan vitamin C, K, kalium, kiwi juga mengandung serat yang dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama, khususnya jika dikonsumsi saat sarapan. Studi juga menunjukkan buah kiwi memiliki khasiat berupa menekan nafsu makan dan menurunkan gula darah, dua faktor yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Buah kiwi juga dapat menjadi pencahar alami dengan merangsang pergerakan pada saluran pencernaan.

    (ath/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Deretan Makanan Ini Bisa Bantu Hempaskan Lemak di Perut, Bye Buncit!


    Jakarta

    Lemak perut yang yang ‘membandel’ kerap menjadi masalah besar dalam proses penurunan berat badan. Lemak di perut atau yang dikenal juga dengan lemak visceral melapisi ruang antara organ di dalam perut sehingga berisiko memberikan efek yang membahayakan untuk kesehatan.

    Banyaknya jumlah lemak visceral dikaitkan dengan berbagai macam penyakit seperti diabetes tipe dua, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker. Dikutip dari NY Post, berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat membantu proses penurunan berat badan dan mengurangi lemak di perut:

    Kimchi

    Makanan fermentasi kubis dari Korea Selatan ini rupanya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 116 ribu orang di Korsel, makanan ini dapat mengurangi risiko obesitas hingga 11 persen.


    Orang yang menyukai makan kimchi cenderung memiliki lingkar perut yang lebih kecil menurut penelitian yang diterbitkan oleh BMJ Open tersebut. Hal itu diakibatkan oleh bakteri hidup yang ada di kimchi tersebut.

    “Kimchi rendah kalori, kaya akan serat makanan, bakteri asam laktat, vitamin, dan polifenol,” ucap peneliti.

    Protein Rendah Lemak

    Beberapa jenis sumber protein rendah lemak seperti daging putih, ikan, daging merah tanpa lemak, tahu, dan kacang-kacangan memiliki manfaat yang besar dalam proses penurunan berat badan. Ahli diet di Inggris Priya Tew menuturkan pemilihan jenis protein ini dapat mempermudah jalan menuju berat badan ideal.

    “Saya tidak mengatakan ada makanan tertentu yang dapat mengurangi atau mencegah lemak di perut, melainkan pendekatan gaya hidup. Mengonsumsi makanan ala mediterania terbukti baik untuk tekanan darah, kesehatan jantung, dan kesehatan secara keseluruhan,” kata Priya.

    Diet mediterania memang menjadi salah satu pola diet yang banyak dianjurkan selama proses penurunan berat badan. Pola makan ini menekankan variasi konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, lemak sehat seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan, serta makanan tinggi omega 3 seperti salmon dan tuna.

    Alpukat

    Sumber lemak sehat juga bisa didapatkan dari buah alpukat. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti ikan, alpukat, dan minyak zaitun dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat.

    Asam lemak omega-3 memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu melawan perkembangan lemak visceral. Selain itu, lemak sehat ini juga berperan mengatur hormon dan meningkatkan kesehatan metabolisme.

    Greek Yogurt

    Greek yogurt memiliki kandungan probiotik yang tinggi. Probiotik baik untuk meningkatkan mikrobioma usus yang sehat dan dikaitkan dengan pengurangan lemak visceral.

    Selain itu, greek yogurt juga dapat mengatur peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga mampu berkontribusi pada berat badan yang lebih sehat.

    Oatmeal

    Oatmeal merupakan jenis makanan yang memiliki serat larut tinggi. Serat larut memiliki manfaat untuk menurunkan glukosa darah, meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan, dan mengurangi risiko diabetes tipe dua.

    Oatmeal juga membantu menekan nafsu makan dan memperpanjang durasi kenyang untuk membantu mengurangi lemak visceral.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Pakar Ungkap 7 Minuman yang Bisa Bantu Bakar Lemak, Perut Mendadak Auto Rata

    Jakarta

    Tidak ada yang mau memiliki perut buncit. Selain merusak penampilan, perut buncit juga dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit dan membahayakan kesehatan.

    Untungnya, menghilangkan perut buncit tidaklah sesulit yang dibayangkan. Selain dengan rajin berolahraga, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mempercepat proses penurunan berat badan dan menghilangkan perut buncit.

    Pertanyaannya, minuman apa yang bisa membantu proses tersebut? Ahli diet teregistrasi Trista Best, MPH, RD, LD, mengatakan minuman untuk membantu menurunkan berat badan itu umumnya terbuat dari sayur atau buah, dan beberapa jenis teh tertentu.


    Penting diingat, hanya mengonsumsi minuman-minuman ini saja tidak cukup untuk menghilangkan perut buncit. Minuman-minuman ini dapat membantu mempercepat penurunan berat badan apabila dipadukan dengan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang.

    Lalu, apa saja jenisnya? Dikutip dari Eat This, berikut daftar minuman yang bisa membantu memangkas lemak dan menghilangkan perut buncit.

    1. Teh hijau

    Teh hijau sejak lama dikenal sebagai salah satu minuman yang bermanfaat untuk kesehatan. Khasiat teh hijau berasal dari kandungan antioksidan bernama katekin yang ada pada minuman tersebut.

    Katekin juga berperan dalam menurunkan berat badan. Antioksidan ini dapat meningkatkan pembakaran lemak, sensitivitas insulin, serta membantu menjaga berat badan tetap ideal.

    “Teh hijau mengandung antioksidan dan senyawa, seperti katekin, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak,” ujar Best.

    2. Air lemon

    Best menuturkan air lemon mengandung vitamin C tinggi yang dapat meningkatkan proses pembakaran lemak dalam tubuh. Air lemon juga dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga membantu menekan nafsu makan dan mencegah overeating.

    “Dia (lemon) juga menambah rasa pada air biasa membuatnya lebih nikmat untuk diminum,” ucap Best.

    3. Air timun

    Selain nikmat sebagai lalapan, timun juga bisa diolah menjadi minuman untuk membantu menghilangkan perut buncit. Best menjelaskan campuran air dan timun dapat membantu mengelola berat badan dan menghidrasi tubuh.

    Tak hanya itu, timun juga rendah kalori dan mengandung senyawa yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan.

    4. Air jahe

    Tak hanya sebagai penyedap masakan, jahe juga kerap diolah menjadi obat alami untuk beragam penyakit. Bahkan, air jahe juga dikonsumsi untuk membantu menghilangkan perut buncit.

    Jahe mengandung antioksidan tinggi yang bermanfaat untuk meredakan berbagai masalah pencernaan. Air jahe juga dapat mengatasi kembung yang membuat perut terlihat buncit sementara.

    “Jahe memiliki sifat anti peradangan dan bisa membantu pencernaan, sehingga berpotensi mengurangi kembung dan membuat perut rata,” tutur Best.

    5. Teh peppermint

    Sama seperti air jahe, teh peppermint dapat membantu mengurangi gas lambung, kembung, dan gangguan pencernaan. Hal ini dapat membuat perut menjadi lebih nyaman dan tampak lebih rata.

    “Teh peppermint dapat meredakan ketidaknyamanan akibat masalah pencernaan dan mengurangi kembung, membuatnya jadi pilihan yang tepat untuk membuat perut lebih rata,” kata Best.

    6. Air kelapa

    Meski tidak secara langsung menyasar lemak perut, air kelapa dapat membantu meningkatkan fungsi metabolisme, mencegah retensi air, mengurangi kembung, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    “Air kelapa adalah minuman alami yang kaya akan elektrolit dan dapat mencegah dehidrasi, serta menyeimbangkan cairan tubuh,” ucap Best.

    7. Air putih

    Sesimpel air putih saja ternyata juga mampu membantu menghilangkan perut buncit. Best mengatakan memulai hari dengan minum air putih dapat melancarkan metabolisme serta menekan nafsu makan.

    Studi juga mengungkapkan minum air sebelum makan dapat mencegah overeating atau makan secara berlebihan. Adapun jumlah air yang disarankan adalah 8 gelas atau sekitar 2 liter per hari.

    “Tetap terhidrasi dengan baik sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, dan dapat membantu mengurangi nafsu makan, mencegah makan berlebihan, serta mendukung metabolisme,” tandas Best.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 9 Cara Meratakan Perut Buncit dengan Cepat Tanpa Olahraga

    Jakarta

    Bagi sebagian orang, perut buncit cukup mengganggu penampilan dan bisa menurunkan rasa percaya diri. Perut membesar karena penumpukan lemak berlebih ini juga bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti diabetes dan penyakit jantung.

    Oleh sebab itu, tak sedikit orang yang mencoba berbagai cara untuk mengecilkan perut buncit. Dan ternyata kondisi perut ini bisa lho dihilangkan dengan menjalani pola hidup sehat. Lantas, bagaimana cara menghilangkan perut buncit?

    Cara Mengecilkan Perut Buncit

    Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk meratakan perut buncit tanpa olahraga. Berikut penjelasannya yang dikutip dari Healthline.


    1. Gunakan Piring Kecil untuk Makan

    Menghilangkan perut buncit dapat dilakukan dengan mengurangi porsi makan. Dan ini bisa dicoba dengan menggunakan piring kecil saat makan. Piring kecil bisa membuat porsi makan tampak lebih banyak padahal hanya makan sedikit.

    Sebaliknya, makan dengan piring besar dapat membuat porsi makan terlihat sedikit sehingga mendorong untuk mengambil lebih banyak makanan.

    2. Minum Air Sebelum Makan

    Penelitian menunjukkan orang yang minum dua gelas air sebelum makan dapat mengurangi porsi makan 22 persen lebih sedikit. Sekitar 500 ml air yang diminum sesaat sebelum makan bisa meregangkan perut dan mengirimkan sinyal kenyang ke otak.

    Kamu dapat meminum segelas-dua gelas air sebelum makan sehingga bisa mengurangi asupan kalori. Dengan begitu, lemak makanan tidak menumpuk berlebih di perut dan kamu juga tidak akan kelaparan meski makan lebih sedikit.

    3. Kunyah Makanan Secara Perlahan

    Mengunyah makanan dengan perlahan bisa jadi salah satu cara untuk meratakan perut buncit. Hal ini karena berhubungan dengan cara otak merespons aktivitas hormon yang mempengaruhi rasa kenyang.

    Studi menemukan bahwa orang yang mengunyah atau makan lebih lambat dapat menurunkan asupan makanan yang dikonsumsi dan meningkatkan rasa kenyang.

    Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan orang yang mengunyah lebih cepat akan makan dengan porsi dan kalori lebih banyak.

    4. Perbanyak Asupan Protein

    Protein mempunyai efek besar terhadap nafsu makan. Tidak hanya membuat perut kenyang, tapi juga dapat menurunkan asupan kalori dan mengurangi rasa lapar.

    Hal ini dikarenakan protein bisa mempengaruhi beberapa hormon yang berperan dalam mengontrol rasa lapar dan kenyang, seperti ghrelin dan glukagon.

    5. Konsumsi Makanan Kaya Serat

    Makan makanan tinggi serat juga dapat bantu membuat kenyang lebih lama. Sehingga mencegah untuk konsumsi porsi makan lebih besar yang bisa menyebabkan perut buncit.

    Menurut studi, serat kental atau viscous fiber bisa meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan. Jenis serat ini ditemukan pada makanan nabati, seperti oat, kubis, asparagus, dan jeruk.

    6. Hindari Minuman Manis

    Konsumsi minuman manis dengan gula berlebih menjadi salah satu penyebab naiknya berat badan dan perut buncit. Minuman manis ini, seperti soda, teh manis, kopi susu, dan lainnya.

    Asupan gula yang tinggi dapat menaikkan kadar lemak visceral dengan meningkatkan resistensi insulin dan memicu peradangan. Karena itu, hindari minuman dengan gula berlebih jika tak ingin perut membuncit.

    7. Pilih Makanan Berlemak Sehat

    Lemak jenuh dan lemak trans dapat memicu berat badan bertambah. Di sisi lain, kedua jenis lemak tak sehat itu bisa membahayakan kesehatan jantung dengan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Untuk menghindarinya, konsumsilah makanan yang mengandung lemak sehat. Selain dapat bantu mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan, lemak sehat juga punya banyak manfaat. Makanan berlemak sehat, contohnya alpukat, biji chia, telur, dan zaitun.

    8. Kelola Stres dengan Baik

    Stres bisa meningkatkan hormon kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dapat menaikkan nafsu makan dan mendorong untuk makan dengan porsi lebih banyak.

    Kelola stres dengan baik bukan hanya mencegah perut buncit tapi juga cara melindungi diri dari depresi dan obesitas.

    9. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Pola tidur juga memiliki dampak terhadap nafsu makan. Kurang tidur bisa mengganggu leptin dan ghrelin, hormon mengontrol rasa lapar.

    Hormon yang naik turun dapat meningkatkan lapar dan nafsu makan sehingga menyebabkan asupan kalori lebih tinggi.

    Oleh sebab itu, tidurlah yang cukup dan berkualitas. Waktu tidur ideal bagi orang dewasa sekitar 7-9 jam, dan 8-12 jam untuk anak-anak dan remaja.

    Nah, itu dia sederet cara menghilangkan perut buncit tanpa olahraga. Semoga membantu!

    (azn/inf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Minuman Herbal untuk Mengecilkan Perut, Bisa Dibuat di Rumah

    Jakarta

    Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan perut buncit. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman herbal. Apa saja jenis minumannya?

    Perut buncit adalah masalah yang kerap dialami banyak orang. Selain merusak kepercayaan diri, perut buncit juga bisa meningkatkan risiko penyakit, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga masalah jantung.

    Karenanya, tidak heran jika banyak orang yang rela menjajal berbagai macam cara untuk mengecilkan perut. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman yang terbuat dari herbal atau bahan alami.


    Selain minim efek samping, minuman herbal pun cenderung lebih mudah diperoleh atau dibuat sendiri di rumah. Tapi perlu diingat, mengonsumsi minuman herbal saja tidak cukup untuk mengecilkan perut. Kombinasi antara minuman herbal, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik tetap dibutuhkan agar proses penurunan berat badan berjalan optimal.

    Lantas, apa saja minuman herbal yang cocok dikonsumsi untuk menghilangkan perut buncit? Dikutip dari berbagai sumber, berikut minuman herbal pengecil perut yang bisa dibuat dengan mudah di rumah.

    1. Air Jahe

    Air jahe adalah salah satu minuman herbal yang sering direkomendasikan untuk menurunkan berat badan. Jahe kaya akan antioksidan, terutama gingerol, yang dapat mengatasi peradangan dan meningkatkan metabolisme tubuh.

    Selain itu, jahe juga mengandung serat yang tak hanya melancarkan fungsi pencernaan, tapi juga meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

    Cara membuat air jahe pun tidak sulit. Cukup rebus air bersama beberapa potong jahe yang sudah dibersihkan selama 10-15 menit, saring, kemudian minum airnya.

    2. Teh Hijau

    Manfaat teh hijau untuk kesehatan sudah cukup terkenal. Tapi siapa sangka, minuman khas Jepang ini ternyata juga bisa membantu menurunkan berat badan.

    Teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang diyakini dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Semakin tinggi laju metabolisme tubuh, maka semakin banyak pula kalori dan lemak yang bisa terbakar.

    3. Air Lemon

    Sebenarnya, air lemon tidak memiliki efek yang bisa mengecilkan perut. Kendati demikian, mengonsumsi air lemon dapat berpengaruh terhadap proses penurunan berat badan.

    Dikutip dari Medical News Today, air lemon tergolong minuman yang rendah kalori. Penelitian menunjukkan mengganti minuman bersoda dengan air lemon dapat mengurangi asupan kalori, sehingga memberikan dampak positif terhadap pengelolaan berat badan.

    4. Teh Kayu Manis

    Selain sebagai penyedap masakan, kayu manis juga bisa diolah menjadi minuman herbal untuk menurunkan berat badan. Khasiat kayu manis sendiri berasal dari antioksidan yang terkandung di dalamnya. Antioksidan ini dapat membantu melawan peradangan, serta meningkatkan laju metabolisme tubuh.

    Kayu manis juga bisa dikombinasikan dengan jahe dan kunyit untuk menciptakan minuman ‘Golden Milk’ yang tak hanya dapat meningkatkan metabolisme, tapi juga menguatkan imun tubuh serta mengatasi masalah kesehatan tertentu.

    5. Jus Seledri

    Jus seledri adalah salah satu minuman herbal paling ‘sempurna’ untuk membantu memangkas lemak di perut. Seledri memiliki kandungan serat tinggi, rendah kalori, serta kaya akan air yang dapat menghidrasi tubuh.

    Kombinasi nutrisi-nutrisi itulah yang membuat jus seledri sangat cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang diet untuk menurunkan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Minuman Herbal untuk Diet, Bantu Pangkas BB dan Perut Buncit

    Jakarta

    Menjaga pola makan dan rutin berolahraga adalah kunci untuk menurunkan berat badan. Namun terkadang, dua hal itu saja tidak cukup untuk menghilangkan lemak yang membandel.

    Mengonsumsi asupan tambahan dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung penurunan berat badan. Misalnya, minuman herbal yang dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, melancarkan pencernaan, atau menunjang metabolisme dan pembakaran lemak.

    Pertanyaannya, apa saja minuman herbal yang bisa mendukung diet dan menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.


    Minuman Herbal untuk Diet

    1. Air jahe

    Air jahe adalah salah satu minuman herbal untuk diet yang mudah untuk dibuat. Dikutip dari Medicine Net, jahe dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan mencegah kenaikan gula darah yang berlebihan setelah makan.

    Jahe juga memiliki efek termogenik. Makanan termogenik dapat membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori, sehingga menyebabkan penurunan berat badan yang lebih besar.

    2. Minuman kunyit dan kayu manis

    Kunyit dan kayu manis masing-masing memiliki efek yang dapat membantu menurunkan berat badan. Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki efek menghangatkan tubuh. Hal ini dapat merangsang laju metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak lemak.

    Sementara itu, kayu manis mengandung sejumlah antioksidan yang dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah, menekan nafsu makan, dan meningkatkan rasa kenyang. Karenanya, kombinasi kunyit dan kayu manis dapat menghasilkan minuman herbal yang efektif untuk menurunkan berat badan.

    3. Air fenugreek

    Fenugreek atau kelabat adalah satu bumbu yang sering digunakan untuk membuat masakan India, seperti kari. Di luar itu, fenugreek ternyata juga bisa diracik menjadi minuman herbal untuk diet loh.

    Dikutip dari Healthline, beberapa penelitian menunjukkan fenugreek dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. Kedua hal ini dapat membantu dalam menurunkan berat badan.

    Studi lain juga menemukan konsumsi ekstrak biji fenugreek dapat menurunkan asupan lemak harian sebesar 17 persen. Hal ini dapat mengurangi asupan kalori harian, sehingga mendukung penurunan berat badan.

    4. Teh hijau

    Teh hijau dipercaya sebagai salah satu minuman herbal yang baik untuk diet. Dikutip dari Times of India, teh hijau mengandung antioksidan dan katekin yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak.

    Cobalah untuk mengonsumsi teh hijau 2-3 cangkir per hari sebelum makan. Namun ingat, khasiat teh hijau akan untuk menurunkan berat badan akan semakin efektif jika dikombinasikan dengan pola makan sehat dan olahraga teratur.

    5. Air Seledri

    Seledri mengandung air yang tinggi dan rendah kalori. Kombinasi ini menjadikan seledri sebagai salah satu herbal yang cocok dikonsumsi saat sedang diet.

    Tak hanya itu, seledri mengandung serat tinggi yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan. Cukup cuci dan iris batang serta daun seledri, haluskan bersama air, dan saring untuk mendapatkan sarinya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Perut Buncit Bikin Nggak PD, Begini Cara Ampuh Enyahkan Lemak Visceral

    Jakarta

    Para pejuang diet mungkin sudah tidak asing lagi dengan lemak visceral. Lemak visceral adalah lemak yang terdapat di dalam rongga perut.

    Lemak visceral sebenarnya berfungsi untuk melindungi organ yang ada di perut, seperti hati, pankreas, dan usus. Namun jika jumlahnya terlalu banyak, lemak visceral bisa menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya perut buncit.

    Perut buncit tidak hanya merusak penampilan, tapi keberadaan lemak visceral yang menyebabkan kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti jantung dan diabetes. Karena itu, penting untuk mengetahui cara menghilangkan lemak visceral untuk mencegah perut buncit dan menjaga penampilan.


    Dikutip dari Healthline, berikut sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lemak visceral.

    1.⁠ ⁠Mengonsumsi Makanan yang Seimbang

    Pola makan yang seimbang merupakan salah satu faktor terpenting dalam mengelola berat badan dan lemak visceral. Diet seimbang terdiri makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak sambil meminimalisir makanan ultra proses dan zat aditif.

    Menjaga defisit kalori juga tak kalah penting untuk menurunkan berat badan. Namun, para ahli menyarankan untuk tidak mengurangi asupan kalori secara drastis karena bisa menyebabkan kekurangan gizi dan komplikasi kesehatan lainnya.

    Diet lain yang juga dapat membantu menghilangkan lemak visceral antara lain:

    • Diet tinggi protein, seperti mengonsumsi telur, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan
    • Diet tinggi serat, seperti mengonsumsi biji-bijian utuh dan kacang-kacangan
    • Diet yang kaya akan lemak tak jenuh dan asam lemak omega-3
    • Diet Mediterania
    • Diet rendah karbohidrat
    • Diet ketogenik

    2.⁠ ⁠Meningkatkan Aktivitas Fisik

    Olahraga merupakan salah satu aspek terpenting dalam menjaga berat badan ideal dan mengelola lemak visceral. Latihan aerobik berintensitas sedang atau kardio dapat meningkatkan detak jantung dan membakar lemak visceral.

    Penelitian juga menunjukkan latihan ketahanan dapat mengurangi lemak visceral sekaligus mempertahankan massa otot. Menggabungkan olahraga tersebut dengan diet seimbang dapat memberikan hasil yang lebih efektif untuk menghilangkan lemak visceral.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang dewasa sedikitnya melakukan olahraga intensitas sedang 150-300 menit setiap minggu, atau olahraga intensitas tinggi 75-150 menit per minggu.

    3.⁠ ⁠Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi kesehatan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan tidur memainkan peran penting dalam:

    • Menjaga berat badan yang sehat
    • Mencegah penyakit kronis
    • Mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati

    Studi menunjukkan kurang tidur dapat meningkatkan risiko penambahan lemak visceral. Sebaliknya, tidur yang cukup dan berkualitas dikaitkan dengan penurunan lemak visceral.

    CDC menganjurkan orang dewasa untuk tidur setidaknya tujuh jam setiap malam.

    4.⁠ ⁠Mengurangi Tingkat Stres

    Sejumlah riset menemukan kaitan antara stres kronis dan lemak visceral. Tak hanya itu, stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan perilaku yang memicu peningkatan lemak visceral, seperti:

    • Makan berlebihan
    • Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalori dan gula tambahan
    • Memiliki gaya hidup sedentary
    • Kurang tidur

    Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres antara lain:

    • Meditasi
    • Berolahraga
    • Latihan yoga
    • Menulis di jurnal
    • Pergi jalan-jalan
    • Berinteraksi dengan teman, keluarga, atau psikiater

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • 6 Olahraga Simpel untuk Mengecilkan Perut Buncit, Hempaskan Gelambir dengan Mudah

    Jakarta

    Olahraga untuk mengecilkan perut tidak harus menggunakan peralatan mahal atau pergi ke gym. Ada banyak olahraga tanpa alat yang bisa dilakukan untuk memangkas lemak di perut dan menurunkan berat badan.

    Bagi kebanyakan orang, perut buncit memang merupakan sesuatu yang mengganggu. Selain merusak penampilan, timbunan lemak di perut bisa memengaruhi rasa percaya diri dan membuat minder.

    Tak hanya itu, perut buncit juga dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga stroke.


    Karena itu, penting untuk menjaga berat badan tetap ideal agar terhindar dari penyakit. Salah satunya dengan rutin melakukan olahraga ringan di rumah.

    Lantas, apa saja olahraga sederhana tanpa alat yang bisa dilakukan untuk mengecilkan perut? Dikutip dari Prevention, berikut daftarnya.

    1. Lari

    Lari adalah salah satu olahraga paling simpel untuk membakar kalori. Olahraga ini tidak membutuhkan alat khusus dan bisa dilakukan di mana saja.

    Pelatih lari dari New York, Natalie Dorset mengatakan cara terbaik untuk membakar kalori saat berlari adalah dengan memvariasikan latihan.

    “Variasikan kecepatan dalam satu latihan, lakukan beberapa kali lari cepat, atau variasikan jenis lari yang Anda lakukan. Entah itu lari pelan dan stabil, nyaman dan keras, atau interval, variasi adalah kunci untuk adaptasi yang konstan,” terangnya.

    2. Jalan kaki

    Tidak suka lari? Jalan kaki bisa jadi alternatif yang lebih nyaman untuk menurunkan berat badan.

    Pendiri Jim White Fitness and Nutrition Studios, Jim White RDN, ACSM Ex-P, mengungkapkan jalan kaki dapat meningkatkan pengeluaran energi yang berdampak terhadap penurunan berat badan.

    “Berjalan adalah latihan yang sangat baik untuk menurunkan berat badan. Ini adalah latihan menahan beban yang berdampak rendah. Latihan ini meningkatkan pengeluaran energi dan dapat divariasikan dalam kecepatan, durasi, dan intensitas,” ujarnya.

    3. Squats

    Squats berfungsi untuk melatih otot tubuh bagian bawah, seperti paha dan betis. Tak hanya itu, squats juga membantu mengencangkan bokong, sehingga membuatnya tampak lebih kecil.

    Ingin squats lebih menantang? Cobalah melakukan latihan ini secara perlahan atau sambil menahan beban.

    4. Burpees

    Burpees merupakan salah satu olahraga intensitas tinggi yang dapat membantu membakar kalori, membentuk otot, dan menghilangkan lemak.

    “Lebih khusus lagi, burpees bagus untuk membakar lemak perut, dan gerakan intensitas tinggi seperti burpees juga dapat membakar hingga 50 persen lebih banyak lemak daripada latihan kekuatan konvensional,” kata White.

    Tak hanya itu, burpees juga membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular sambil membantu penurunan berat badan.

    5. Yoga

    Percaya atau tidak, yoga juga termasuk olahraga yang ideal untuk menurunkan berat badan. Olahraga ini dapat membantu mengurangi stres, salah satu faktor yang dapat memicu kenaikan berat badan.

    Saat stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol. Penelitian menunjukkan kadar kortisol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Selain mengurangi stres, yoga juga dapat meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan koordinasi tubuh. Kombinasi antara yoga dan pola makan yang seimbang dapat memberikan hasil yang signifikan dalam penurunan berat badan.

    6. Pilates

    Sekilas, pilates mirip dengan yoga. Namun olahraga ini lebih fokus pada kekuatan. White mengatakan pilates memiliki banyak gerakan menantang yang bermanfaat untuk meningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot, kontrol otot, hingga kesehatan mental.

    “Pilates juga meningkatkan kekuatan dan kekencangan pada otot perut, punggung bawah, pinggul, dan bokong,” tambah White.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • 7 Kebiasaan Makan yang Tak Disadari Bikin Perut Makin Buncit

    Jakarta

    Lemak di perut atau lemak visceral ternyata tidak hanya disebabkan oleh sumber makanan yang dikonsumsi. Namun, cara makan juga bisa mempengaruhi perut menjadi buncit.

    Mungkin berbagai cara telah dilakukan untuk menghempaskan perut buncit, seperti mengganti menu makanan hingga menghitung kalorinya. Sayangnya, cara itu saja tidak cukup membuat lemak di perut menghilang.

    Ada cara atau kebiasaan makan sehari-hari yang juga perlu diperhatikan demi menghindari perut buncit. Dikutip dari berbagai sumber, berikut tujuh kebiasaan makan yang membuat perut buncit:


    1. Makan sambil main ponsel

    Dikutip dari WebMD, salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah makan sambil bermain smartphone. Ternyata, kebiasaan ini dapat membuat seseorang tanpa sadar makan secara berlebihan hingga membuat perut membuncit.

    2. Makan larut malam

    Untuk mencegah terbentuknya lemak di perut, sebaiknya tidak makan terlalu larut atau di jam tidur. Maka dari itu, perlu memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk membakar makanan dengan cara makan lebih awal.

    Jika makan larut malam, waktu yang dimiliki tubuh untuk memproses makanan tersebut akan semakin sedikit dan tidak optimal.

    3. Skip makan

    Beberapa orang menganggap tidak makan dapat menurunkan berat badan sekaligus memangkas lemak. Padahal, cara itu akan menimbulkan hasil yang sebaliknya.

    Kebiasaan skip makan, terutama sarapan, bisa meningkatkan risiko obesitas sampai 4,5 kali lipat. Tidak makan bisa memperlambat metabolisme dan memungkinkan seseorang makan berlebihan saat merasa kelaparan.

    4. Makan dengan piring yang besar

    Ternyata ukuran alat makan, seperti piring, dapat berpengaruh pada berat badan. Kebiasaan memakai piring besar membuat seseorang cenderung mengambil makan dalam porsi yang besar, karena terlihat lebih memuaskan.

    Untuk mencegah makan berlebihan, disarankan untuk menggunakan piring yang lebih kecil. Sehingga, porsi makan yang diambil juga kecil dan tetap memuaskan.

    5. Makan terlalu cepat

    Untuk situasi tertentu, makan cepat mungkin diperlukan. Namun, hal ini bukan untuk dijadikan kebiasaan.

    Dikutip dari Orlando Health, otak memerlukan waktu setidaknya 20 menit untuk mencerna pesan yang mengatakan bahwa perut sudah kenyang.

    Saat makan terlalu cepat, membuat sinyal ini kacau dan makan bisa berlebihan. Sebaiknya, kurangi kecepatan makan dan menikmati makanan sambil otak menangkap sinyal kenyang dari perut.

    6. Tidak cukup makan protein atau serat

    Makronutrien seperti serat dan protein membuat perut kenyang lebih lama. Jadi, jika tidak cukup mengkonsumsinya, seseorang mungkin merasa lebih sering lapar.

    Baik protein maupun serat membutuhkan waktu lebih lama untuk melewati sistem pencernaan, dan energi yang dikandungnya diserap lebih lambat. Artinya, seseorang akan tetap berenergi lebih lama setelah makan.

    7. Terlalu banyak kondimen

    Beberapa menu makanan memang akan terasa lebih nikmat dengan banyak kondimen, seperti saus sambal, kecap, saus salad, dan lainnya. Namun, satu sendok kondimen saja dapat menaikkan kalori pada suatu makanan.

    Untuk mencegahnya, disarankan untuk menggunakan lebih sedikit kondimen agar konsumsi kalori tidak berlebihan dan perut tidak semakin buncit.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto