Tag: pestisida

  • Tips Membasmi Semut Merah dari Rumah Biar Nggak Balik Lagi


    Jakarta

    Keberadaan semut merah di rumah cukup mengganggu. Mengusir semut merah bisa dilakukan untuk mengurangi gangguanya. Gigitan semut merah terkenal suka menggigit dan agresif bila terusik.

    Tak hanya itu, semut merah juga suka menggerogoti barang serta furnitur hingga membuatnya rusak. Nah, buat kamu yang sudah tak tahan dengan keberadaan semut merah di rumah. Berikut beberapa tips ampuh yang bisa kamu lakukan untuk mengusir semut merah.

    Melansir dari dari Homes and Gardens, Senin (8/01/2024) berikut cara mengusir semut merah di rumah dengan mudah.


    Gunakan Tepung Maizena

    Cara pertama untuk mengusir semut merah dari rumah adalah dengan menaburkan tepung maizena. Selain dijadikan bahan untuk membuat kue, ternyata tepung maizena juga bisa mengusir semut merah. Kamu dapat mendapatkan bahan ini di toko terdekat dengan harga yang cukup terjangkau.

    Untuk menggunakannya, kamu hanya perlu menaburkan tepung maizena di atas semut merah jika melihatnya hingga semut tidak bisa akan bergerak. Setelah semut berhenti merangkak, cukup gunakan penyedot debu atau sapu untuk membersihkan semut dan sisa tepung maizena.

    Membuat Pestisida Alami dengan Minyak Mimba

    Jika memakai tepung maizena cukup merepotkan, kamu bisa menggunakan minyak mimba. Minyak mimba merupakan insektisida alami yang berasal dari biji pohon mimba (Azadirachta indica).

    Pestisida alami yang dapat digunakan untuk memerangi berbagai hama, termasuk semut, sekaligus melindungi tanaman dan perabotan di rumah. Kamu bisa menemukan bahan ini di marketplace dengan nama neem oil atau minyak mimba. Kita hanya perlu mengencerkannya dengan air lalu memasukkannya ke botol semprot lalu menyemprotkannya ke arah semut merah.

    “Minyak mimba tanpa campuran akan lebih efektif untuk melawan semut merah,” ujar editor kebun untuk Homes & Gardens, Rachel Crow.

    Gunakan Baking Soda dan Gula

    Bahan alami selanjutnya untuk mengusir semut merah adalah baking soda dan gula. Dengan mencampurkan baking soda dan gula dapat membasmi semut merah secara ampuh. Campurkan saja soda kue dan gula bubuk dengan perbandingan yang sama, lalu tempatkan campuran tersebut di sekitar rumah, tepatnya di mana tempat semut merah paling aktif. Dengan campuran ini, semut merah akan tertarik pada bau manis dari gula, lalu membawa bubuk itu kembali ke koloninya, dan setelah tertelan, semut-semut akan mati.

    Gunakan Obat Pengusir Serangga

    Jika pestisida buatan sendiri tidak manjur membunuh semut merah, pertimbangkan untuk menggunakan repellent atau obat pengusir serangga yang tersedia di pasaran. Namun, jika tinggal dalam rumah dengan anak kecil, orang dengan masalah pernapasan kesulitan seperti asma, atau hewan peliharaan, obat pengusir serangga ini bisa berbahaya. Jadi, gunakan dengan sangat hati-hati sesuai petunjuk penggunaan.

    Demikian tips membasmi semut merah dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Bahan Alami buat Usir Hama dan Serangga, Kamu Wajib Punya Salah Satunya


    Jakarta

    Mempunyai taman di rumah biasanya akan sering menarik perhatian hama berbentuk serangga dan hewan kecil. Hama ini tidak hanya merugikan tanaman saja, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan pemiliknya juga.

    Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan secara rutin pada taman di rumahmu, salah satunya adalah dengan menyemprotkan pestisida.

    Masalahnya, kebanyakan menyemprotkan pestisida dari bahan kimia juga akan merusak tanaman atau bahkan produk dari tanaman tersebut. Tidak hanya itu, harga pestisida juga tidak begitu murah.


    Tapi kamu tidak perlu takut. Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, salah satunya adalah dengan membuat pestisida alami sendiri.

    Cara Membuat Pestisida Alami

    Dikutip dari thespruce.com, ada beberapa produk pestisida alami yang bisa kamu buat sendiri di rumah, berikut contoh dan caranya.

    1. Sabun Serangga

    Sabun ini biasanya ditujukan untuk membunuh tungau dan ulat. Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan sabun cuci piring dengan air dengan perbandingan 3:1, pastikan untuk tidak mencampurkan terlalu banyak air.

    Selanjutnya setelah tercampur, masukkan satu sendok makan minyak goreng, gunanya agar cairan ini menempel pada tanaman Lalu aduk lagi dan sabun serangga siap dipakai.

    2. Semprotan Bawang Putih

    Bawang puting memiliki zat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan 5 kepala (±50 siung) bawang putih yang sudah digeprek kedalam 500 ml air. Lalu biarkan semalaman supaya tercampur.

    Setelah semalaman, masukkan sedikit air sabun cuci, lalu aduk. Setelah tercampur, cairan bawang ini bisa kamu tambahkan air lagi maksimal 3,7 liter, dan pestisida bawang putih siap dipakai.

    3. Semprotan Tembakau

    Tembakau, tanaman yang biasa kamu jumpai pada produk rokok sebenarnya bisa digunakan sebagai bahan pestisida alami. Caranya cukup dengan menyiapkan 1 cup daun tembakau (biasanya yang sudah kering), lalu rendam pada air semalaman. Dan pestisida alami ini siap digunakan.

    Pastikan kamu tidak menggunakan cairan tembakau ini pada bunga dari famili nightshade.

    4. Garam Epsom

    Garam epsom bisa digunakan secara langsung sebagai pestisida dengan cara menaburkannya pada tanaman. Tetapi jika kamu ingin membuatnya menjadi semprotan, kamu juga bisa mencampurkannya dengan air.

    5 cup garam epsom bisa digunakan untuk 19 liter air.

    5. Cabai

    Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa hama tidak suka dengan cabai. Kamu bisa menaburkannya langsung atau bisa juga mencampurkannya dengan minyak. Perbandingan bubuk cabai dan minyak untuk campurannya adalah 2:1.

    6. Citrus

    Air lemon bisa digunakan untuk membunuh hama dengan tubuh yang lunak. Caranya cukup dengan memarut lemon lalu memasukkannya ke dalam air mendidih yang baru saja diangkat dari kompor, lalu biarkan semalaman. Besoknya cairan ini bisa langsung kamu pakai sebagai pestisida.

    Itu dia beberapa contoh pestisida alami dan cara membuatnya bagi kamu yang mau hemat budget. Semoga taman di rumahmu bersih dari hama.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Basmi Kamitetep di Rumah yang Bikin Gatal, Ampuh!


    Jakarta

    Pernah dengar hewan kamitetep? Kamitetep atau Phereoeca uterella adalah jenis serangga yang merupakan hama rumah tangga.

    Bentuknya menyerupai larva yang biasanya hinggap di ruangan dengan suhu lembap. Hewan ini juga suka hinggap di tempat-tempat yang jarang dibersihkan, seperti kolong tempat tidur dan gudang.

    Bagian tubuh kamitetep memiliki bulu halus yang jika kontak dengan manusia bisa menyebabkan gatal-gatal dan iritasi. Kamu nggak mau dong gatal-gatal karena kontak dengan hewan tersebut?


    Nah, kamu bisa mengikuti beberapa cara ini untuk membasmi kamitetep di rumah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tipsnya.

    Bersihkan Rumah

    Hewan ini biasa ditemukan di dinding atau menggantung di atap rumah. Kamitetep biasanya memakan jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    Dilansir Bugwiz, Kamis (26/9/2024), kamu bisa membersihkan ruangan agar tidak menjadi habitat kamitetep di rumah. Bersihkan debu-debu dan sarang laba-laba di rumah, tak lupa sampah-sampah organik yang ada.

    Jaga Kelembapan Rumah Tetap Rendah

    Kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi. Nah kamu bisa menjaga kelembapan rumah rendah agar tidak menjadi tempat bernaung kamitetep.

    Kamu bisa membuka jendela untuk sirkulasi udara yang lancar atau menggunakan dehumidifier. Buat rumah kamu sejuk dan kering.

    Pakai Sabun Cuci Piring

    Kamu bisa membunuh kamitetep pakai sabun cuci piring. Ini merupakan salah satu langkah yang mudah untuk membasmi kamitetep tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

    Caranya, campuran 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Campuran namun jangan sampai banyak busa.

    Sebaiknya jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep karena mereka memiliki lapisan pelindung di tubuhnya. Kamu bisa menusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam untuk membasmi kamitetep.

    Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir dari The Pest Informer, retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu bisa menjadi pintu masuk bagi kamitetep. Kamu bisa menutup titik masuk ini untuk mencegah kami tetep masuk ke dalam rumah. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    Gunakan Pestisida

    Kamu bisa mempertimbangkan penggunaan pestisida untuk membasmi kamitetep. Pastikan produk yang aman untuk penggunaan di dalam ruangan dan ikuti petunjuk pada label.

    Panggil Jasa Profesional

    Jika keberadaan kamitetep di rumah kamu sangat banyak dan sulit dikendalikan atau dibasmi, sudah saatnya kamu memanggil jasa profesional.

    Itulah beberapa cara membasmi kamitetep di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamitetep Bisa Bikin Gatal-gatal, Begini Cara Ampuh Basminya



    Jakarta

    Kamitetep atau Phereoeca uterella merupakan jenis serangga yang cenderung menjadi hama rumah tangga. Namanya mungkin asing di telinga kalian, tapi sebenarnya serangga ini sering ditemukan di Indonesia

    Serangga ini memiliki bentuk seperti larva yang biasanya hinggap di ruangan dengan suhu lembap. Hewan ini juga suka hinggap di tempat-tempat yang jarang dibersihkan, seperti kolong tempat tidur dan gudang.

    Kamitetep memiliki bagian tubuh yang terdiri dari bulu halus yang jika kontak dengan manusia bisa menyebabkan gatal-gatal dan iritasi. Kamu nggak mau dong gatal-gatal karena kontak dengan hewan tersebut?


    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tips membasmi kamitetep di rumah.

    Bersihkan Rumah

    Hewan ini biasa ditemukan di dinding atau menggantung di atap rumah. Kamitetep biasanya memakan jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    Dilansir Bugwiz, Kamis (26/9/2024), kamu bisa membersihkan ruangan agar tidak menjadi habitat kamitetep di rumah. Bersihkan debu-debu dan sarang laba-laba di rumah, tak lupa sampah-sampah organik yang ada.

    Jaga Kelembapan Rumah Tetap Rendah

    Kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi. Nah kamu bisa menjaga kelembapan rumah rendah agar tidak menjadi tempat bernaung kamitetep.

    Kamu bisa membuka jendela untuk sirkulasi udara yang lancar atau menggunakan dehumidifier. Buat rumah kamu sejuk dan kering.

    Pakai Sabun Cuci Piring

    Kamu bisa membunuh kamitetep pakai sabun cuci piring. Ini merupakan salah satu langkah yang mudah untuk membasmi kamitetep tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

    Caranya, campuran 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Campuran namun jangan sampai banyak busa.

    Sebaiknya jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep karena mereka memiliki lapisan pelindung di tubuhnya. Kamu bisa menusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam untuk membasmi kamitetep.

    Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir dari The Pest Informer, retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu bisa menjadi pintu masuk bagi kamitetep. Kamu bisa menutup titik masuk ini untuk mencegah kamitetep masuk ke dalam rumah. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    Gunakan Pestisida

    Kamu bisa mempertimbangkan penggunaan pestisida untuk membasmi kamitetep. Pastikan produk yang aman untuk penggunaan di dalam ruangan dan ikuti petunjuk pada label.

    Panggil Jasa Profesional

    Jika keberadaan kamitetep di rumah kamu sangat banyak dan sulit dikendalikan atau dibasmi, sudah saatnya kamu memanggil jasa profesional.

    Itulah beberapa cara membasmi kamitetep di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Basmi Kamitetep di Rumah, Bisa Pakai Sabun Cuci Piring


    Jakarta

    Pernah dengar hewan kamitetep? Serangga yang yang satu ini kerap ditemukan di Indonesia.

    Kamitetep atau Phereoeca uterella memiliki bentuk seperti larva yang biasanya hinggap di ruangan dengan suhu lembap. Selain itu, hewan ini juga kerap hinggap di tempat-tempat yang jarang dibersihkan, seperti gudang dan kolong tempat tidur.

    Serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi jika bulu halusnya kontak dengan manusia. Tak heran, banyak penghuni rumah yang ingin membasminya.


    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tips membasmi kamitetep di rumah.

    1. Bersihkan Rumah

    Hewan ini biasa ditemukan di dinding atau menggantung di atap rumah. Kamitetep biasanya memakan jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    Dilansir dari Bugwiz, penghuni rumah bisa membersihkan ruangan agar tidak menjadi habitat kamitetep di rumah. Bersihkan debu-debu dan sarang laba-laba di rumah, termasuk sampah-sampah organik yang ada.

    2. Jaga Kelembapan Rumah Tetap Rendah

    Kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi. Nah, penghuni rumah bisa menjaga kelembapan rumah rendah agar tidak menjadi tempat bernaung kamitetep.

    Salah satu caranya bisa membuka jendela untuk sirkulasi udara yang lancar atau menggunakan dehumidifier. Buat rumah terasa sejuk dan kering.

    3. Pakai Sabun Cuci Piring

    Kamitetep bisa dibasmi pakai sabun cuci piring. Ini merupakan salah satu langkah yang mudah untuk membasmi kamitetep tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

    Caranya, campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Campurkan namun jangan sampai banyak busa.

    Sebaiknya jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep karena mereka memiliki lapisan pelindung di tubuhnya. Caranya, bisa menusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam tubuhnya untuk membasmi kamitetep.

    4. Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir dari The Pest Informer, retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu bisa menjadi pintu masuk bagi kamitetep. Penghuni rumah bisa menutup titik masuk ini untuk mencegah kamitetep masuk ke dalam rumah. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    5. Gunakan Pestisida

    Jika menggunakan cara-cara di atas masih belum bisa membasmi kamitetep, bisa mempertimbangkan penggunaan pestisida. Pastikan produk yang aman untuk penggunaan di dalam ruangan dan ikuti petunjuk pada label.

    6. Panggil Jasa Profesional

    Jika keberadaan kamitetep di rumah sangat banyak dan sulit dikendalikan atau dibasmi, sudah saatnya memanggil jasa profesional.

    Itulah beberapa cara membasmi kamitetep di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Beda Aturan RI Vs Taiwan, Sisi Lain Gaduh Residu Pestisida dalam Mi Instan


    Jakarta

    Baru-baru ini, produk mi instan asal Indonesia kembali jadi sorotan internasional. Food and Drug Administration (FDA) Taiwan menemukan adanya kandungan etilen oksida (EtO) dalam varian Indomie Mi Instan Rasa Soto Banjar Limau Kuit. Akibat temuan ini, produk tersebut dinyatakan tidak memenuhi standar keamanan pangan di Taiwan dan dilarang beredar.

    Lalu, apa sebenarnya etilen oksida? Seberapa berbahaya bila terkandung dalam makanan, dan kenapa kasus ini viral?

    Apa Itu Etilen Oksida?

    Etilen oksida (EtO) adalah senyawa kimia berbentuk gas yang sangat reaktif. EtO adalah gas beracun yang tidak berwarna, memiliki bau seperti eter, reaktif dan mudah terbakar, serta memiliki rumus kimia C2H4O. Di dunia industri, EtO digunakan untuk mensterilkan alat medis, membasmi mikroorganisme, hingga menjadi bahan baku kimia lain.


    Pada berbagai studi, EtO ditemukan sebagai senyawa genotoksik dan mutagenik. EtO mampu menembus bahan berpori dan membunuh bakteri, jamur, maupun virus tanpa perlu suhu tinggi. Itulah sebabnya gas ini banyak dipilih untuk sterilisasi produk yang sensitif terhadap panas.

    Indomie rasa soto banjar limau kuitIndomie rasa soto banjar limau kuit. Foto: Aida Adha Siregar/detikHealth

    Fungsi Penggunaan Etilen Oksida pada Makanan

    Dalam industri pangan, etilen oksida digunakan sebagai agen fumigasi. Tujuannya adalah membunuh mikroorganisme yang bisa menurunkan mutu produk, terutama pada rempah-rempah, herba, dan bumbu kering.

    Jika bumbu hanya dipanaskan, risiko kerusakan aroma dan cita rasa sangat tinggi. Oleh karena itu, beberapa produsen memilih sterilisasi dengan EtO agar bumbu tetap wangi dan tidak berubah warna.

    Namun, permasalahannya, EtO bisa meninggalkan residu berbahaya jika proses aerasi (penghilangan gas sisa) tidak dilakukan sempurna. EtO akan bereaksi dengan ion klorida yang terkandung dalam pangan membentuk 2-kloroetanol (2-CE).

    Bagaimana EtO Bisa Ada di Mi Instan?

    Berdasarkan laporan FDA Taiwan, residu EtO sebesar 0,1 mg/kg ditemukan pada bumbu penyedap mi instan, bukan pada mie-nya. Artinya, kemungkinan besar proses sterilisasi menggunakan EtO dilakukan pada rempah atau bumbu untuk mencegah kontaminasi bakteri.

    Dalam kondisi ideal, sisa EtO akan hilang setelah bumbu didiamkan beberapa waktu atau saat dimasak. Tetapi bila EtO yang ditemukan adalah analitnya yaitu 2-kloroetanol (2-CE) maka menghilangkan kadar 2-CE harus dilakukan pada suhu 430-496 derajat celcius. Hal ini terdapat pada Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 229 Tahun 2022.

    Bahaya EtO bagi Kesehatan

    Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), etilen oksida dikategorikan sebagai karsinogen bagi manusia (kelompok 1). Paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko:

    • Kanker (leukemia, limfoma, dan kanker payudara)
    • Kerusakan DNA dan mutasi genetik
    • Gangguan sistem saraf

    Selain itu, EtO juga bisa berubah menjadi senyawa lain ketika terpapar pada makanan bernama 2-chloroethanol (2-CE), yang sama-sama bersifat toksik. Karena sifatnya ini, banyak negara menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap EtO dalam makanan.

    Perbedaan Standar Taiwan vs Indonesia

    Setiap negara punya regulasi yang berbeda. Taiwan melarang total residu EtO pada produk pangan, sedangkan Indonesia (BPOM) memisahkan syarat antara EtO dan 2-CE. Batas maksimal residu EtO dan 2-CE diatur yaitu 0,01 mg/kg dan 85 ppm (85 mg/kg).

    Inilah sebabnya, produk yang dianggap aman di Indonesia bisa saja ditolak di luar negeri. Perbedaan regulasi sering menimbulkan kontroversi ketika produk ekspor diuji dengan standar yang lebih ketat.

    Kenapa Kasus Ini Jadi Viral?

    Mi instan adalah makanan favorit masyarakat Indonesia, bahkan populer di seluruh dunia. Ketika ada isu keamanan pangan, wajar publik jadi heboh.

    Selain itu, kasus ini juga menyoroti:

    • Kredibilitas produk lokal di pasar global
    • Kesenjangan standar keamanan antarnegara
    • Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap mi instan

    Tidak heran, kabar tentang EtO pada mi instan asal Indonesia langsung viral karena menyangkut produk yang sehari-hari dikonsumsi banyak orang.

    Di Indonesia sendiri, isu ini menimbulkan kecemasan masyarakat terhadap keamanan mi instan yang beredar di pasaran. Banyak konsumen khawatir, apakah produk yang mereka beli di toko juga mengandung EtO, meski BPOM sudah menyatakan produk yang beredar di dalam negeri aman.

    Apa yang Bisa Dilakukan Konsumen?

    Sebagai konsumen, ada beberapa langkah bijak yang bisa dilakukan:

    • Pantau informasi resmi dari BPOM terkait keamanan pangan.
    • Batasi konsumsi mi instan, bukan hanya karena isu EtO, tapi juga karena tinggi garam, lemak, dan kalori.
    • Lengkapi pola makan dengan sayur, buah, dan protein segar supaya kebutuhan gizi tetap seimbang.

    Kesimpulan

    Kasus Indomie Soto Banjar Limau Kuit yang ditolak di Taiwan membuka mata kita bahwa perbedaan standar keamanan pangan antarnegara bisa menimbulkan polemik. Hal ini dikarenakan Codex Allimentarius Commission (CAC) sebagai organisasi internasional di bawah WHO/FAO belum mengatur batas maksimal residu EtO. Etilen oksida memang bermanfaat untuk sterilisasi, tapi keberadaannya dalam makanan berisiko bagi kesehatan bila dikonsumsi terus-menerus.

    Isu ini harus menjadi pengingat pentingnya transparansi industri pangan, pengawasan ketat dari regulator, serta kesadaran konsumen untuk lebih selektif dalam memilih makanan.

    Catatan redaksi:

    Dalam keterangan resminya, BPOM RI menyampaikan penjelasan produsen bahwa produk mi instan yang bermasalah di Taiwan bukan merupakan ekspor resmi. Diduga, ekspor dilakukan oleh trader dan tanpa sepengetahuan produsen.

    Berdasarkan penelusuran data registrasi, BPOM RI juga menegaskan produk tersebut memiliki izin edar sehingga dapat diedarkan di Indonesia. BPOM juga memastikan produk tersebut tetap dapat dikonsumsi.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com