Tag: pewangi

  • Cara Efektif Ngepel Lantai Agar Nggak Muncul Bau Amis


    Jakarta

    Lantai rumah sebaiknya sering dibersihkan dengan cara disapu dan dipel. Lantai yang bersih dan wangi tentu bikin penghuninya merasa nyaman berjalan di dalam rumah.

    Namun, cara ngepel yang kurang tepat justru bisa membuat tetap kotor, bahkan muncul bau amis. Jangan sampai capek-capek ngepel lantai, tapi hasilnya sia-sia.

    Lantas, bagaimana cara yang tepat buat ngepel lantai biar nggak muncul bau amis? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Pel Lantai Agar Tidak Bau Amis

    Inilah cara mengepel yang efektif membuat wangi, nggak khawatir muncul bau amis, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Bersihkan Ember

    Pastikan menggunakan ember yang bersih ketika hendak mengepel lantai. Sebaiknya langsung membilas ember pel setelah selesai digunakan.

    Bersihkan ember lalu dijemur di bawah bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel. Ember yang tidak dibersihkan akan meninggalkan kerak di dalamnya, sehingga menimbulkan bau tak sedap pada air pel.

    2. Bersihkan Kain Pel

    Kain pel yang kotor bisa membuat lantai bau. Jagalah kebersihan kain pel dengan segera membilas dan dijemur kering setiap selesai digunakan. Jangan biarkan kain pel lembap karena bisa memicu bau tak sedap.

    Selain itu, cuci pel secara rutin dengan detergen agar kain pel tetap bersih dan bebas dari kuman. Disarankan kain pel diganti setiap tiga bulan sekali.

    3. Sering Ganti Air Pel

    Air pel lama-lama akan kotor dan bau setelah digunakan berulang kali. Pastikan untuk sering mengganti air pel terutama air berubah jadi butek dan berbau.

    Jika ingin lebih optimal, coba gunakan air hangat agar kotoran yang menempel di lantai lebih mudah dibersihkan.

    4. Gunakan Pembersih Lantai dengan Pewangi

    Mengepel lantai tak hanya membersihkan kotoran tetapi juga membasmi kuman dan bakteri. Sebaiknya campurkan pembersih lantai yang wangi agar lantai harum dan bersih maksimal.

    5. Gunakan Teknik Ngepel yang Tepat

    Teknik ngepel juga mempengaruhi kebersihan lantai. Jika memakai pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali, bersihkan lantai dengan gerakkan menyerupai angka delapan.

    Kalau alat pel terbuat dari spons, bersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Lantai yang dibersihkan dengan baik akan mencegah bau amis pada lantai.

    Itulah cara mengepel lantai agar tidak bau amis. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Jangan Lupa Selalu Mengganti 4 Alat Bersih-bersih Ini



    Jakarta

    Alat bersih-bersih seperti sapu, kain pel, spons cuci piring, dan yang lainnya sangat berperan penting untuk membuat rumah bersih dan nyaman. Saking seringnya digunakan, terkadang pemilik rumah lupa untuk mengganti alat bersih-bersih ini.

    Dilansir dari situs Homes and Garden, Minggu (25/05/2025), alat bersih-bersih justru harus sering diganti agar menjaga kehigienisan rumah. Berikut 4 alat bersih-bersih yang harus diganti.

    Spons Cuci Piring

    Tanda spons harus diganti adalah jika sudah mencium bau tidak enak. Spons harus diganti setelah beberapa minggu karena spons mudah kehilangan daya serap. Biasanya spons diganti setiap seminggu sekali. Supaya spons tetap higienis, bersihkan dengan cuka untuk membunuh bakteri dan jamur.


    Jika tidak ingin mengganti spons terlalu sering, bisa gunakan spons berbahan silikon. Sebab, spons ini tidak berpori yang membuat bakteri lebih lama tumbuh di dalam spons.

    Kain Pel

    Seberapa sering kamu mengganti kain pel? Kain pel yang kotor tidak akan efektif membersihkan lantai karena dapat meninggalkan bercak atau kotoran. Biasanya kain pel harus diganti setiap tiga bulan sekali, tetapi jika sering digunakan maka bisa diganti lebih cepat.

    Sikat Toilet

    Sikat toilet yang bulunya sudah bengkok atau bentuknya sudah usang dan tidak sesuai maka saatnya diganti. Apalagi jika sudah berbau tidak sedap. Sebab, sikat toilet seperti itu tidak lagi efektif bisa membersihkan. Idealnya ganti sikat toilet enam bulan sekali atau tergantung pemakaian.

    Kantong Pewangi Lemari

    Pemilik rumah yang gemar menggantungkan pengharum entah di ruangan atau lemari memang membuat udara lebih segar. Namun, jangan lupa untuk menggantinya setiap tiga bulan sekali atau ketika produk sudah tidak mengeluarkan aroma dan menunjukkan perubahan warna.

    Itu dia 4 benda untuk bersih-bersih yang harus diganti, jangan lupa ya

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Bau Amis Setelah Mengepel Lantai? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Setelah bersih-bersih rumah, yang diharapkan adalah rumah bersih dan rumah terasa segar. Namun, pernah tidak mendapati lantai yang baru saja dipel justru mengeluarkan bau tidak sedap seperti amis atau bau telur busuk?

    Bau tersebut biasanya tidak tercium saat sedang menyiapkan kain pel, melainkan setelah selesai mengepel. Pasti pemilik rumah bingung karena seharusnya rumah jadi wangi setelah dipel dengan pewangi, bukan justru berbau amis.

    Tenang, bau tersebut bisa diatasi segera karena letak masalahnya ada di alat pel yang digunakan. Dilansir situs Hunker, berikut beberapa penyebab dan cara mengatasi bau amis yang muncul setelah mengepel.


    1. Alat Pel

    Apabila mendapati lantai berbau amis setelah dipel, coba cek kain pel yang digunakan. Apakah sudah dicuci sebelum digunakan atau langsung digunakan untuk mengelap lantai?

    Kain pel rentan sekali menjadi sumber bakteri dan jamur. Aktivitas dari bakteri dan jamur dapat menimbulkan bau dan perubahan warna pada kain pel sehingga harus dicuci bersih dan kering. Ada anjuran untuk selalu mencuci alat pel dengan air bersih atau air hangat sebelum digunakan. Air tersebut bisa juga ditambahkan cairan anti bakteri atau pewangi. Cara ini dapat membuat kain pel lebih steril dan tidak muncul bau tak sedap pada lantai setelah digunakan.

    Selain itu, kain pel juga perlu diganti secara berkala, apabila warna kainnya sudah gelap padahal semula berwarna putih, segera ganti dengan yang baru.

    2. Sumber Air Pel

    Masalah kedua berasal dari air yang digunakan untuk mengepel. Setiap mengepel seharusnya air pembersih diganti karena sudah terkontaminasi bakteri. Kemudian, setiap air baru sebaiknya ditambahkan cairan khusus pembersih lantai dan pemutih. Air yang dicampur dengan pemutih bisa memusnahkan bakteri dan jamur penyebab aroma tidak sedap pada lantai.

    3. Sumber Bau Bukan dari Lantai

    Jika dirasa bukan dari kain pel dan air yang digunakan, coba periksa kondisi lantai di rumah. Apakah sebelumnya ada makanan atau kotoran yang jatuh ke lantai.

    Untuk mengatasi lantai yang memang sudah berbau, bisa dengan menuangkan campuran baking soda dengan air. Lalu biarkan campuran tersebut semalaman. Bila masih tidak berhasil, kamu harus coba untuk mencari sumber baunya. Sebagai contoh, mungkin karpet di rumah kamu adalah penyebabnya, karena karpet cenderung mudah untuk menangkap bau.

    4. Tutupi dengan Pengharum Ruangan

    Bila semua penyebab di atas sudah diatasi namun lantai masih tercium bau amis, semprot pengharum ruangan ke sekitar area tersebut. Kemudian, coba pel sekali lagi dengan kondisi air dan kain pel bersih.

    Bisa juga dengan meletakkan semangkuk cairan pembersih serbaguna di area tersebut dan diamkan semalaman untuk menutupi sebagian aroma amis dari lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tips Bersihkan Rumah untuk Sambut Hari Raya Idul Adha


    Jakarta

    Menjelang Idul Adha, banyak masyarakat yang mulai membersihkan rumah, mulai dari ruang tamu hingga dapur. Ternyata, bersih-bersih rumah menjelang Idul Adha merupakan hal yang dianjurkan dalam Islam.

    Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam. Selain melaksanakan kurban, umat muslim juga perlu melaksanakan bersih-bersih rumah. Tujuannya pun baik agar penghuni maupun tamu yang datang merasa nyaman.

    Dilansir situs NU Online, Kamis (5/6/2025), rumah merupakan cerminan dari kehidupan seseorang. Ketika hunian terlihat bersih dan rapi, maka penghuninya akan semangat menjalani ibadah dengan penuh energi positif.


    Selain itu, Allah SWT juga menyukai tempat-tempat yang bersih. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

    Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kekayaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi)

    Nah, ada sejumlah tips dalam membersihkan rumah untuk menyambut Idul Adha. Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Tips Membersihkan Rumah untuk Sambut Idul Adha

    Membersihkan rumah tak bisa dilakukan secara asal. Dilansir situs Just Life, berikut tips bersihkan rumah dengan baik dan benar.

    1. Siapkan Alat-alat

    Langkah yang pertama adalah dengan menyiapkan semua peralatan, mulai dari sabun cair, sapu, kain pel, hingga alat pembersih kaca. Siapkan alat tersebut dalam satu wadah besar sehingga kamu tak perlu repot-repot mencarinya lagi.

    Selain itu, siapkan juga cairan pembersih mulai dari pembersih lantai, meja, hingga kaca. Pastikan cairan pembersih masih dalam keadaan penuh dan jika sudah habis sebaiknya segera beli yang baru.

    2. Rapikan Barang-barang

    Rapikan seluruh barang-barang yang ada di dalam rumah dan sisihkan barang yang menurut kamu masih bisa disimpan, disumbangkan, atau dibuang. Cara ini dilakukan agar mencegah barang yang tak terpakai menumpuk dan berdebu karena tidak pernah dipakai.

    3. Bersihkan Satu Ruangan Sekaligus

    Agar rumah bersih dan rapi, sebaiknya fokus untuk membersihkan satu ruangan terlebih dahulu secara menyeluruh. Jika sudah bersih, barulah beralih ke ruangan berikutnya.

    Disarankan untuk membersihkan ruangan yang paling berantakan atau kotor. Ketika ruangan sudah kinclong, hal ini membuatmu bahagia dan termotivasi untuk membersihkan ruangan lain.

    4. Singkirkan Debu

    Bersihkan debu yang menempel di langit-langit rumah, bagian atas lemari, hingga kipas angin gantung. Jika tidak bisa digapai, kamu bisa menggunakan bangku dan bersihkan dengan kemoceng bulu. Membersihkan debu secara rutin dapat meningkatkan kualitas udara sekaligus mencegah penyakit.

    5. Sapu dan Pel Lantai

    Langkah berikutnya adalah menyapu seluruh lantai guna menyingkirkan kotoran dan debu. Jika sudah, bersihkan lantai dengan kain pel agar lebih wangi, kinclong, dan tidak lengket.

    6. Vacuum Cleaner Karpet

    Apabila ada karpet di rumah, bersihkan dengan vacuum cleaner untuk mengangkat debu, bulu, dan kotoran yang menempel. Jika karpet terlihat sangat kotor, sebaiknya disikat dengan sabun dan jemur di bawah sinar matahari agar kuman mati.

    7. Bersihkan Furniture

    Sejumlah furniture seperti lemari dan meja terkadang menyimpan banyak debu. Cobalah untuk dibersihkan dengan cairan pembersih khusus dan keringkan dengan kain microfiber.

    Apabila kamu punya lukisan yang menempel di dinding, jangan lupa untuk bersihkan bagian atasnya karena banyak debu dan kotoran.

    8. Jendela dan Cermin

    Bersihkan jendela rumah dan cermin menggunakan cairan pembersih kaca dan kain microfiber. Jendela yang bersih akan membuat lebih banyak cahaya masuk ke dalam rumah sehingga ruangan lebih terang.

    9. Dapur

    Menjelang Idul Adha, dapur menjadi area yang paling banyak digunakan karena kamu harus memasak ketupat sayur hingga opor ayam. Agar memasak lebih nyaman dan senang, bersihkan dapur secara menyeluruh.

    Coba mulai dengan membersihkan kompor, kitchen sink, hingga lemari piring. Jangan lupa untuk membersihkan dinding dapur karena sering ditemukan noda minyak yang sulit hilang.

    10. Kamar Mandi

    Bersihkan seluruh kamar mandi di dalam rumah dengan cara menyikat lantai, membersihkan dinding, menyikat kloset, hingga meletakkan pewangi. Dengan begitu, penghuni hingga tamu akan merasa nyaman saat menggunakan kamar mandi.

    Itu dia 10 tips bersihkan rumah untuk menyambut Hari Raya Idul Adha. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini 6 Tips Membersihkan Sajadah dengan Benar


    Jakarta

    Sajadah merupakan alas yang digunakan untuk salat. Pada umumnya, sajadah menggunakan jenis bahan katun, beludru, taslan, sutera, hingga suede.

    Apabila digunakan terus-menerus maka sajadah akan cepat kotor dan bisa mengeluarkan bau tak sedap. Hal ini tentu dapat mengganggu konsentrasi kamu saat melaksanakan salat.

    Jika sajadah terlihat kotor, sudah saatnya untuk dicuci dan dibersihkan. Namun, mencuci sajadah juga tidak bisa dilakukan sembarangan.


    Lantas, bagaimana cara mencuci sajadah yang benar? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Cara Mencuci Sajadah yang Baik dan Benar

    Sebagai umat muslim, tentu kamu harus menjaga alat salat dalam kondisi bersih dan wangi. Dilansir situs NU Online, Selasa (10/6/2025), Allah SWT juga menyukai tempat-tempat yang bersih. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

    Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kekayaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi)

    Nah, ada sejumlah tips untuk membersihkan sajadah dengan baik dan benar. Dikutip dari situs Saku Laundry, berikut langkah-langkahnya:

    1. Perhatikan Bahan Sajadah

    Tips yang pertama adalah memperhatikan bahan sajadah yang akan dicuci. Langkah ini dilakukan agar proses mencuci jadi lebih mudah dan meminimalisir kerusakan yang dipicu oleh cairan deterjen, pewangi, atau alat mesin cuci itu sendiri.

    Khusus sajadah berbahan sutera atau katun, kamu perlu hati-hati saat mencucinya karena lebih rentan rusak jika dicuci memakai deterjen biasa. Untuk sajadah dengan jenis kain itu sebaiknya dicuci dengan teknik dry cleaning.

    2. Pakai Cairan Pembersih Pakaian

    Agar noda yang menempel di sajadah bisa hilang, pastikan kamu menggunakan cairan pembersih khusus pakaian. Cairan tersebut bisa kamu beli di mini market dengan harga terjangkau.

    Dengan menggunakan cairan pembersih, maka kuman dan bakteri yang menempel di sajadah dapat terangkat. Selain itu, cairan pembersih juga bisa membuat sajadah jadi lebih wangi dan terasa segar.

    3. Jangan Dicampur dengan Pakaian Lain

    Saat mencuci sajadah, pastikan kamu tidak mencampurnya dengan pakaian lain ke dalam mesin cuci, seperti kaus, celana, atau pakaian dalam. Langkah ini dilakukan agar proses pencucian sajadah lebih maksimal sekaligus tidak bikin kotor pakaian lain.

    4. Bilas Sajadah dengan Air Bersih

    Setelah sejadah dicuci di mesin cuci, sebaiknya bilas dengan air bersih sebanyak 2-3 kali. Cara ini dilakukan agar sisa deterjen dan busa yang menempel di sela-sela sajadah dapat hilang secara menyeluruh.

    5. Keringkan Sajadah

    Tahap berikutnya adalah mengeringkan sajadah dengan cara digulung. Hal ini dapat mengeluarkan banyak air yang terkumpul di dalam sajadah.

    Disarankan untuk tidak memeras sajadah agar air cepat turun. Soalnya, cara tersebut dapat merusak bahan dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi.

    Jika ingin cepat kering, kamu bisa menggunakan mesin cuci untuk mengeringkan sajadah. Gunakan mode sedang atau standar pada mesin cuci agar tidak merusak serat kain.

    6. Jangan Dijemur di Bawah Sinar Matahari

    Perlu diingat, hindari menjemur sajadah di bawah sinar matahari langsung karena dapat merusak bahan. Selain itu, sinar matahari juga dapat membuat warna kain jadi memudar sehingga terlihat jelek.

    Apabila ingin dikeringkan di luar rumah, pastikan tidak terpapar sinar matahari langsung. Letakkan sajadah di tempat terbuka atau bisa menggunakan kipas angin agar sajadah cepat kering.

    Itulah enam tips membersihkan sajadah dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengepel Lantai Bakal Lebih Bersih Pakai Air Hangat atau Dingin?



    Jakarta

    Mengepel lantai merupakan salah satu cara membersihkan lantai dari bakteri, noda, dan kotoran yang sulit hilang. Namun, lantai akan benar-benar bersih apabila kondisi air yang digunakan tepat.

    Banyak yang mengatakan air hangat lebih baik untuk mengepel lantai daripada air dingin. Dilansir Home Viable, hal ini dikarenakan bakteri susah untuk berkembang di suhu yang tinggi. Air hangat juga mudah untuk mengurai kotoran, lemak, serta noda yang menempel pada lantai sehingga saat diberikan tekanan sedikit, noda dan kotoran bisa langsung hilang.

    Beberapa material yang cocok dibersihkan menggunakan air hangat adalah marmer, granit, dan beberapa batuan alam. Marmer sudah dikenal sebagai batuan alam yang tahan terhadap panas. Oleh sebab itu, material ini sering digunakan untuk pelapis lantai, meja, hingga dinding di dapur. Marmer merupakan material yang bisa menerima suhu tinggi.


    Material lantai yang tidak bisa dibersihkan menggunakan air hangat adalah kayu, baik yang alami dan buatan. Beberapa kayu memang rentan terhadap air. Bahkan di daerah yang lembap dapat membuat kayu cepat berjamur dan lapuk. Kayu yang aman untuk dipakai di daerah yang basah dan lembap hanya ulin dan jati.

    Untuk membersihkan lantai berbahan kayu bisa memakai kain pel atau kain bersih yang dimasukkan ke air dingin dan diperas hingga tidak begitu basah. Terlalu banyak air justru dapat merusak zat pelindung kayu dan membuat warna lantai kayu kusam.

    Kemudian, untuk material seperti keramik, porselen, atau ubin lebih baik memakai air dingin atau air biasa karena air panas akan merusak permukaan keramik.

    Baik air panas maupun air dingin tetap harus ditambahkan larutan pembersih dan pewangi agar lantai benar-benar bebas dari kuman dan wangi setelah dipel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Jendela Nggak Bisa Asal, Ini Cara yang Tepat Menurut Ahli


    Jakarta

    Membersihkan jendela merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan secara rutin. Hal ini agar rumah terlihat rapi dan bersih sekaligus merawat jendela agar tetap kinclong.

    Meski begitu, masih ada sejumlah orang yang tak tahu cara membersihkan jendela dengan benar. Alhasil, jendela bukan tampak kinclong tapi malah makin terlihat kotor dan kusam.

    Jika masih bingung bagaimana cara membersihkan jendela yang benar, jangan khawatir. Simak tips bersihkan jendela dengan tepat menurut ahli dalam artikel ini.


    Membersihkan jendela tak sekadar menyemprotkan air dan mengelapnya dengan kain kering. Jika salah dalam prosesnya, jendela bisa tampak semakin kusam.

    Direktur eksekutif Home Care & Cleaning Lab Carolyn Forte membagikan sejumlah cara membersihkan jendela yang tepat. Dilansir situs Good Housekeeping, Rabu (2/7/2025), berikut tipsnya.

    Cara Bersihkan Jendela

    Inilah langkah-langkah untuk membersihkan jendela.

    1. Bersihkan Debu di Jendela

    Langkah yang pertama adalah dengan membersihkan debu yang menempel di kaca, bingkai, hingga sudut-sudut jendela. Kamu bisa membersihkannya dengan kemoceng, kain kering halus, atau vacuum cleaner.

    Jika detikers memakai gorden, lepas gorden tersebut dan segera cuci dengan air dan pewangi.

    2. Bersihkan Kasa Jendela

    Apabila detikers memakai kasa jendela, lepas kasa tersebut dan bersihkan dengan vacuum cleaner atau kemoceng untuk mengangkat seluruh debu. Kasa yang terlihat sangat kotor dapat dicuci dengan air hangat dan sabun, lalu bilas hingga seluruh kotoran yang menempel hilang secara menyeluruh.

    3. Semprot Jendela dengan Cairan Pembersih

    Setelah debu dibersihkan secara menyeluruh, kini saatnya membersihkan jendela dengan cairan pembersih. Semprot cairan dari bagian atas hingga bawah jendela agar bisa bersih secara maksimal.

    4. Bersihkan Jendela Pakai Kain

    Langkah selanjutnya adalah membersihkan jendela menggunakan kain microfiber atau tisu bebas serat. Bersihkan jendela dari bagian atas hingga bawah jendela secara perlahan. Jika ditemukan ada noda membandel, bersihkan lagi dengan cara menyemprotkan cairan dan lap menggunakan kain.

    5. Bersihkan Jendela Bagian Luar

    Membersihkan jendela rumah tak hanya bagian dalamnya saja, tapi juga area luar. Untuk tahapannya tetap sama, yakni bersihkan debu yang menempel, semprot dengan cairan pembersih, kemudian lap kaca dengan kain microfiber secara menyeluruh.

    Kotoran dan debu yang menempel biasanya lebih banyak di bagian jendela luar. Jadi, detikers harus membersihkannya dengan tenaga ekstra.

    6. Keringkan Jendela

    Setelah membersihkan bagian jendela luar dan dalam, keringkan dengan kain microfiber. Cek kembali untuk memastikan tidak ada sisa cairan atau noda yang menempel di jendela.

    7. Pasang Kembali Gorden dan Kasa

    Setelah semuanya dibersihkan, langkah terakhir adalah pasang kembali gorden dan kasa ke jendela dengan tepat.

    Demikian tips membersihkan jendela yang tepat menurut ahli. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips agar Kamar Mandi Terasa Wangi Seperti Hotel Bintang 5


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang paling gampang bau. Hal ini bisa terjadi karena kamar mandi jarang dibersihkan sehingga mengeluarkan aroma tak sedap.

    Kamu pasti tidak akan betah berlama-lama di kamar mandi yang baunya bikin enek. Apalagi jika kedatangan tamu, pasti mereka akan menilai buruk tempat tinggal detikers karena aroma tak sedap dari kamar mandi.

    Sebenarnya, jika kamar mandi dibersihkan secara rutin maka dapat mencegah munculnya bau. Meski begitu, kamu juga perlu menambahkan pewangi ruangan agar terasa segar dan harum.


    Menurut pakar, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar kamar mandi tetap wangi seperti hotel bintang lima. Penasaran? Simak dalam artikel ini.

    Tips Mudah agar Kamar Mandi Terasa Wangi

    Cara Palmer, pendiri organisasi sekaligus pakar kebersihan di Organize Every Room mengatakan, salah satu penyebab munculnya bau di kamar mandi karena kelembapan yang sangat tinggi.

    “Kelembapan berlebih dapat menciptakan lingkungan yang cocok untuk jamur dan lumut tumbuh, sering kali hal tersebut jadi penyebab umum muncul bau di kamar mandi yang tidak kunjung hilang,” kata Palmer dikutip The Spruce, Senin (7/7/2025).

    Palmer membagikan sejumlah tips mudah agar kamar mandi tetap wangi dan bersih. Berikut caranya:

    1. Baking Soda

    Bau tak sedap yang muncul di kamar mandi harus dibuang terlebih dahulu. Kamu bisa menggunakan baking soda karena dinilai dapat menyerap dan menetralkan bau.

    Caranya gampang sekali, cukup tuang baking soda secukupnya ke dalam mangkuk kecil. Setelah itu, letakkan di sudut-sudut ruangan agar soda kue efektif menyerap bau tak sedap.

    Pastikan kamu mengganti baking soda secara rutin agar dapat menyerap bau secara maksimal.

    2. Cuka

    Selain baking soda, kamu juga dapat menggunakan cuka untuk menghilangkan bau tak sedap di kamar mandi. Caranya dengan mencampur 3 sendok makan cuka putih dengan garam secukupnya ke dalam wadah, lalu aduk hingga tercampur rata.

    Setelah itu, gosokkan larutan tadi ke sudut-sudut kamar mandi yang bau, kemudian siram dengan air bersih agar bau juga ikut larut.

    3. Tanaman Hidup

    Menanam tanaman di kamar mandi juga efektif untuk menghilangkan bau tak sedap di kamar mandi. Terdengar sepele, tapi sejumlah penelitian menunjukkan kalau sejumlah tanaman dapat menghilangkan polutan tertentu dari udara dan bahkan mengubahnya menjadi nutrisi.

    Adapun sejumlah tanaman yang bisa ditaruh di kamar mandi, seperti lidah mertua, lidah buaya, sirih gading, hingga peace lily. Tak hanya mempercantik ruangan, hadirnya tanaman ini juga menambah keasrian dan bisa memberikan wangi yang segar.

    4. Lemon

    Lemon dikenal sebagai buah yang dapat menyegarkan tubuh. Di sisi lain, lemon juga bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami, khususnya pada kamar mandi.

    Cukup dengan mengiris beberapa buah jeruk lemon dan taruh ke dalam wadah. Setelah itu, letakkan irisan lemon ke sejumlah sudut kamar mandi. Agar dapat memberikan kesegaran maksimal, pastikan kamu mengganti irisan lemon setiap 3-4 hari sekali.

    5. Minyak Esensial

    Tips berikutnya adalah menggunakan minyak esensial. Adapun sejumlah minyak esensial yang bisa digunakan, seperti lavender, chamomile, serai, hingga pepermin.

    Untuk cara pakainya, tuang beberapa tetes minyak esensial ke dalam wadah dan masukkan bola-bola kapas. Setelah itu, letakkan bola kapas tadi ke sudut-sudut ruangan agar wanginya bisa menyebar.

    6. Kayu Manis

    Kayu manis juga bisa digunakan untuk membuat kamar mandi tetap wangi karena memiliki aroma yang kuat. Untuk cara pakainya cukup menaruh beberapa batang kayu manis ke dalam wadah, lalu letakkan di pojok kamar mandi.

    Itu dia enam tips agar kamar mandi tetap wangi dan terasa segar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Capek Pel Lantai Malah Muncul Bau Amis, Ternyata Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan wangi membuat penghuni betah tinggal di dalamnya. Nah, salah satu cara untuk merawat rumah adalah rajin mengepel lantai.

    Penghuni rumah bisa berjalan di sekitar rumah di atas lantai yang kesat dan bersih habis dipel. Rumah akan semakin nyaman kalau lantai memancarkan aroma yang menyegarkan.

    Akan tetapi, penghuni rumah nggak boleh sembarangan ngepel. Cara ngepel yang kurang tepat membuat lantai tetap kotor dan malah mengeluarkan bau amis.


    Jika penghuni mendapati lantai bau amis setelah dipel, kemungkinan ada yang salah dengan metode ngepelnya. Jangan sampai sudah capek ngepel lantai malah berujung sia-sia. Simak apa saja penyebab dan cara mengatasi lantai bau amis berikut ini.

    Penyebab Lantai Bau Amis Habis Ngepel

    Inilah beberapa faktor yang membuat lantai bau amis beserta tips membersihkannya dengan benar, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Air Pel Kotor

    Lantai bau amis setelah dipel bisa disebabkan penggunaan air yang kotor. Penghuni harus rajin mengganti air pel dengan yang bersih. Jangan gunakan air yang sudah butek dan berbau.

    2. Ember Kotor

    Ember pel yang sering digunakan lama-lama bakal kotor dan meninggalkan kerak. Lantai tidak akan bersih maksimal kalau menggunakan air pel yang ditampung dalam ember kotor.

    Oleh karena itu, ember perlu dibersihkan dan dikeringkan setiap habis digunakan. Akan lebih baik jika menjemur ember di bawah sinar matahari untuk membantu proses sanitasi.

    3. Kain Pel Kotor

    Selain itu, bau tak sedap pada lantai dapat bersumber dari kain pel yang kotor. Tentunya, pel tidak akan bersih maksimal kalau dibersihkan menggunakan kain kotor.

    Jaga kebersihan pel dengan mencucinya secara rutin dengan detergen, lalu jemur kain pel hingga kering. Kain pel yang disimpan dalam kondisi lembap akan timbul bau amis.

    Selain itu, sebaiknya mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali. Sebab, kain pel yang sering digunakan bakal usang.

    4. Tidak Pakai Cairan Pembersih dan Pewangi

    Bau amis sebenarnya pertanda bahwa lantai belum bersih. Penghuni perlu membasmi kuman dan bakteri penyebab bau menggunakan cairan pembersih lantai. Lalu, pilih pembersih lantai yang mengandung pewangi agar lantai mengeluarkan aroma yang segar.

    5. Metode Ngepel Kurang Tepat

    Terakhir, cara mengepel yang kurang tepat membuat lantai kurang bersih, sehingga memicu bau amis. Pastikan untuk menggunakan alat dan metode ngepel yang cocok dengan jenis lantai. Lantai keramik biasanya lebih fleksibel dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel.

    Jika memakai kain pel dengan kepala berupa rumbai-rumbai tali, gunakan gerakkan menyerupai angka delapan. Sementara pel yang terbuat dari spons bisa menggunakan gerakan maju mundur buat mengepel lantai.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi bau amis pada lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Panik! Lakukan Hal Ini Kalau Ada Ular Masuk Rumah


    Jakarta

    Ular terkadang bisa menyelinap masuk rumah dan bersembunyi di kamar mandi, plafon, hingga lemari pakaian. Reptil ini patut diwaspadai karena bisa mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Meski tak semua akan menyerang manusia, beberapa jenis ular dapat menggigit, melilit, bahkan memakan penghuni rumah. Bahkan, ada ular yang berbisa sehingga satu kali patok saja dapat membunuh penghuni rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu tahu cara mengatasi ular ketika masuk rumah. Jangan panik dan asal lari kalau melihat ular. Simak cara aman menghadapi ular berikut ini.


    Cara Menghadapi Ular Masuk Rumah

    Ketua Sioux Snake, Sioux One, mengatakan hal pertama yang harus dilakukan saat bertemu ular di rumah adalah tenang dan waspada. Ular tersebut belum tentu akan menyerang penghuni rumah.

    Namun, ular mudah terprovokasi ketika melihat gerakan-gerakan yang mengagetkan. Jadi penghuni dianjurkan untuk meminimalisir gerakan.

    “Kalo sudah terlanjur ular masuk ke dalam rumah, tenang. Gunakan metode STOP, pantau ular geraknya ke mana, jika ke dalam kamar, lebih baik ditutup agar tidak keluar. Jika terlihat tidak masuk ruangan, usahakan ruangan yang bisa di jangkau tutup pintu nya. Call Sioux Snake Rescue atau Damkar terdekat,” kata Sioux kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Selain itu, Sioux menyarankan untuk mengusir ular dari rumah menggunakan sapu bergagang, kain pel bergagang, dorongan air bergagang, semprotan obat nyamuk, atau pewangi ruangan.

    Sempat disebutkan untuk melakukan metode STOP kalau ada ular. Metode STOP adalah singkatan dari Silent, Thinking, Observe, dan Prepare. Berikut ini cara melakukannya.

    Metode STOP

    1. Silent

    Diam sejenak saat bertemu dengan ular. Diam yang dimaksud adalah dari pergerakan. Penghuni boleh bersuara untuk memanggil orang lain asalkan tidak bergerak.

    2. Thinking

    Selanjutnya, penghuni berpikir ular apa yang dilihat dan di mana lokasinya.

    3. Observe

    Perhatikan dan lihat lingkungan sekitar untuk menemukan alat atau lokasi yang aman untuk menghindar.

    4. Prepare

    Terakhir, persiapkan diri untuk langkah berikutnya yang akan dilakukan, seperti menjauh atau lainnya. Sebaiknya menjauh sambil memantau ular itu pergi ke mana.

    Itulah sederet hal yang harus dilakukan ketika melihat ular di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com