Tag: pigmen

  • Tak Boleh Asal, Ini 7 Cara Pilih Warna Cat Dinding Rumah yang Tepat


    Jakarta

    Memilih warna cat dinding itu sebenarnya tidak begitu sulit, tetapi tetap tidak boleh sembarangan. Sebab, warna cat dinding dapat mempengaruhi suasana rumah dan mood penghuninya.

    Selain itu, saat memilih warna cat dinding, kamu juga harus mempertimbangkan ketahanannya. Cat untuk dalam ruangan dan luar ruangan berbeda karena ketahanannya juga tidak sama.

    Jangan sampai, kamu sudah membeli banyak cat dengan harga mahal, lalu mengecatnya menghabiskan waktu berjam-jam, berujung tidak puas. Belum lagi, jika memakai cat dinding yang kualitasnya tidak begitu bagus, yang ada justru rumah kamu cepat terlihat kusam dan berjamur.


    Lantas, bagaimana cara memilih warna cat dinding yang sesuai untuk rumah? Mengutip dari HGTV, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

    1. Pilih Warna Cat yang Diinginkan

    Setiap orang pasti memiliki selera masing-masing. Begitu pula saat memilih warna cat dinding, kamu juga perlu menentukan dahulu warna cat apa yang kamu inginkan. Referensinya bisa dari warna kesukaan atau warna yang cocok dengan interior rumah.

    Jika kamu masih bingung, bisa dengan mencoba warna cat baru yang dioleskan ke dinding kecil untuk uji coba. Kalau dirasa suka dan cocok maka kamu bisa mengecat ke ruangan yang lebih luas.

    2. Lihat Arah Pencahayaan di Rumah

    Rumah yang baik sebenarnya adalah ruangan yang memiliki ventilasi dan mendapat cahaya matahari langsung. Namun, ada pula rumah yang hanya beberapa bagian yang terkena sinar matahari.

    Apabila kamu memiliki ruangan yang sering tersorot sinar matahari warna yang digunakan perlu selektif. Sebab, ada beberapa cat yang cepat pudar apabila tersorot matahari dalam jangka waktu yang lama.

    Tipsnya, hindari warna-warna cerah seperti biru cerah, kuning, dan merah karena lebih rentan kusam akibat radiasi sinar UV. Hal ini juga berlaku pada warna-warna cat yang gelap karena menarik banyak cahaya matahari atau menyerap panasnya. Sebagai gantinya gunakan warna cat dinding seperti cokelat, krem, atau putih yang pigmen warnanya lebih stabil dibandingkan warna lainnya.

    3. Hindari Memakai 1 Jenis Warna

    Mungkin kamu berpikir menggunakan 1 jenis warna akan jauh lebih sederhana, minimalis, dan hemat. Namun, saat mengecat dinding rumah sebaiknya kamu menggunakan beberapa jenis warna untuk rumah. Hal ini untuk menyesuaikan kebutuhan.

    Sebagai contoh, area kamar tidur dan tempat bermain si kecil menggunakan yang lebih berwarna. Untuk bagian ruang tamu, kamar utama, atau dapur bisa mengusung warna-warna yang lebih kalem.

    4. Pakai Bantuan Tabel Lingkaran Warna

    Kamu pernah mendengar tabel lingkaran warna? Ini adalah daftar warna yang disusun dari yang termuda hingga ke warna yang paling gelap. Tabel ini juga bisa memberikan rekomendasi kepada penggunanya untuk menentukan warna kontras yang cocok untuk dipadukan. Dengan begitu kamu bisa tambah yakin untuk menggunakan suatu perpaduan warna.

    5. Pastikan Permukaan Dinding Tidak Lembap

    Selain memperhatikan soal pencahayaan di rumah. Hal lain yang dapat merusak cat dinding dengan cepat adalah kelembapan pada dinding. Meskipun dinding tertutupi cat, jamur tetap dapat tumbuh subur di dinding yang lembap. Alhasil kualitas cat dinding akan cepat menurun, terlihat kusam, dan pucat.

    6. Gunakan Cat yang Mengkilap

    Kamu pasti pernah melihat cat yang terlihat mengkilap seperti dilapisi plastik. Ternyata, jenis cat satu ini dapat membantu mengurangi jumlah cahaya yang dapat diserap oleh cat dinding.

    Jenis cat mengkilap cocok digunakan di dinding luar rumah. Nama cat mengkilap ini adalah cat lateks akrilik yang berbahan dasar minyak.

    7. Gunakan Cat Primer

    Saat kamu hendak mengecat dinding, sebenarnya kamu perlu melapisi dinding beberapa kali agar ketahanan catnya bagus. Salah satunya dengan menggunakan cat primer atau cat dasar. Biasanya cat ini berwarna putih. Penggunaan cat primer bisa mencegah warna cat dinding cepat kusam, cat menggelembung, terkelupas dan retak, tumbuhnya jamur, hingga kering.

    Itulah beberapa cara memilih warna cat dinding yang tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 6 Tips Mendapatkan Hasil Cat yang Tahan Lama


    Jakarta

    Saat mengecat dinding rumah, tentunya kamu menginginkan hasil cat yang sempurna dan juga tahan lama. Dalam memilih cat tidak bisa asal dan saat mengecat juga tidak boleh sembarangan.

    Apabila kamu menginginkan hasil cat yang tahan lama, ada beberapa tips yang bisa digunakan. Dilansir dari Davis Painting, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan hasil cat yang tahan lama.

    Pilih Cat Berkualitas Tinggi

    Kualitas cat yang kamu pilih memegang peranan penting dalam ketahanannya. Cat yang premium biasanya diformulasikan dengan pigmen dan pengikat berkualitas tinggi sehingga menghasilkan daya tutup serta daya tahan yang lebih baik.


    Untuk interior, pilih cat yang dapat tahan gores dan noda. Untuk eksterior, gunakan cat tahan cuaca yang dirancang untuk menahan kondisi buruk seperti sinar UV, hujan, dan suhu.

    Persiapkan Permukaan secara Menyeluruh

    Persiapan permukaan yang tepat sangat penting agar cat dapat melekat dengan baik. Jika permukaan tidak dibersihkan, dihaluskan, atau diberi cat dasar dengan benar, cat tidak akan melekat dengan baik dan akan mulai mengelupas atau terkelupas lebih cepat.

    Bersihkan kotoran, debu, dan minyak menggunakan detergen lembut dan air. Isi setiap retakan, lubang, atau ketidaksempurnaan dengan dempul. Ampelas permukaan untuk menciptakan dasar cat yang halus dan rata.

    Aplikasikan Beberapa Lapisan Cat

    Meskipun terkadang mengaplikasikan satu lapisan cat tebal membuat pekerjaan lebih cepat selesai, penggunaan beberapa lapisan cat tipis akan menghasilkan hasil akhir yang lebih tahan lama.

    Lapisan cat tipis mengering secara merata dan melekat lebih baik sehingga mengurangi risiko terkelupas, retak, atau menggelembung seiring waktu. Biarkan setiap lapisan mengering sepenuhnya sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

    Perhatikan Cuaca

    Jika kamu mengecat bagian luar rumah, kondisi cuaca memegang peranan penting dalam menentukan seberapa lama cat akan bertahan. Mengecat dalam suhu yang sangat panas, dingin, atau lembap dapat mencegah cat mengering dengan baik.

    Suhu terbaik untuk pengecatan eksterior berkisar antara 10°C hingga 29°C dengan tingkat kelembapan rendah. Hindari pengecatan tepat sebelum hujan atau pada hari yang berangin.

    Berikan Waktu Pengeringan yang Cukup

    Penting untuk membiarkan cat mengering sepenuhnya yang dapat memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung pada jenis cat dan kondisi lingkungan. Waktu pengeringan eksterior akan lebih lama dari permukaan interior.

    Kebanyakan cat interior mengering dalam waktu dua minggu, tetapi ada baiknya menunggu sebelum membersihkan atau memperbaikinya. Jika terburu-buru dalam melakukan pengeringan cat, dapat merusak lapisan akhir dan mengurangi keawetan cat.

    Perawatan Rutin

    Setelah pengecatan selesai, perawatan rutin dapat membantu memperpanjang usia cat. Kotoran, debu, dan jamur dapat menumpuk di dinding serta permukaan eksterior yang akan merusak cat.

    Itulah beberapa cara agar cat di dalam maupun luar ruangan bisa tanah lama. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Macam-macam Warna Sayuran dan Manfaatnya

    Jakarta

    Masing-masing buah dan sayur kalau dilihat punya warna yang unik. Ada yang merah, oranye, hijau, sampai ungu.

    Variasi warna pada buah dan sayur tidak hanya membuat makanan terlihat menarik, tapi ternyata juga memberi petunjuk mengenai kandungan gizinya. Tumbuhan secara alami membentuk pigmen warna sebagai cara melindungi diri dari cahaya, panas, hingga hama.

    Menariknya, pigmen yang membantu tumbuhan bertahan hidup ini justru memberi manfaat kesehatan ketika dikonsumsi manusia. Jadi, makin berwarna isi piring, makin beragam nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.


    1. Oranye

    Warna oranye pada wortel, labu, pepaya, dan ubi jalar menunjukkan adanya kandungan beta-karoten yang tinggi. Di dalam tubuh, beta-karoten diubah menjadi vitamin A menggunakan enzim khusus dalam usus dan hati, proses ini terjadi hanya saat tubuh membutuhkan.

    Uniknya tubuh tidak akan mengubah beta-karoten menjadi vitamin A lebih dari yang diperlukan. Inilah sebabnya pigmen oranye dari makanan lebih aman dibanding konsumsi vitamin A dosis tinggi dari suplemen yang berisiko memberi efek toksik pada hati.

    Studi ilmiah di jurnal Nutrients tahun 2021 menunjukkan bahwa beta-karoten meningkatkan kekebalan tubuh dan mendukung kesehatan retina mata.

    2. Merah

    Tomat, semangka, paprika merah, hingga jambu biji merah mendapatkan warnanya dari likopen, pigmen yang muncul intens ketika buah mencapai tingkat kematangan penuh di bawah sinar matahari. Pada tumbuhan, likopen melindungi jaringan buah dari kerusakan akibat paparan cahaya.

    Pada tubuh manusia, likopen bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas yang dapat merusak DNA sel. Senyawa ini adalah salah satu antioksidan yang aktif di jaringan lemak, terutama pada prostat, kulit, dan jantung.

    Konsumsi buah merah kerap dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular dan kulit yang lebih tahan terhadap paparan sinar UV. Menariknya, likopen lebih mudah diserap tubuh setelah dipanaskan. Jadi, sambal tomat rumahan atau sup tomat sebenarnya memiliki kandungan likopen lebih besar daripada tomat segar.

    Sementara stroberi, ceri, dan raspberry justru kaya antosianin merah, pigmen yang sensitif terhadap keasaman. Antosianin memperkuat struktur kolagen dan membantu pembuluh darah tetap elastis, sehingga mendukung tekanan darah yang stabil.

    3. Ungu

    Buah dan sayur seperti blueberry, anggur hitam, kol ungu, terong, dan ubi ungu kaya antosianin dalam bentuk yang lebih pekat. Semakin gelap warnanya, semakin tinggi konsentrasi antosianinnya. Pigmen ini terbentuk pada tanaman sebagai pelindung dari suhu dingin dan radiasi ultraviolet.

    Beda antosianin ungu dari merah adalah kemampuannya melintasi sawar darah-otak (Blood-Brain Barrier), ini terdapat pada penelitian yang terbit di Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2021. Itulah sebabnya konsumsi buah ungu dikaitkan dengan peningkatan memori, konsentrasi, dan menurunkan risiko penurunan fungsi otak seiring usia.

    4. Kuning

    Jagung, semangka kuning, dan nanas mengandung xanthophyll, pigmen karotenoid yang lebih stabil terhadap oksidasi. Buah dan sayur yang berwarna kuning juga banyak kandungan vitamin C.

    Pada manusia, xanthophyll seperti lutein dan zeaxanthin terfokus di retina bagian makula (titik pusat penglihatan). Hal ini yang membuat buah dan sayur kuning sangat penting untuk membantu mencegah degenerasi makula dan kelelahan mata akibat paparan cahaya dari gadget.

    Selain itu, nanas mengandung bromelain yang tinggi, yaitu enzim pemecah protein yang bisa meredakan pembengkakan jaringan yang sedang dialami. Bromelain tidak dimiliki oleh kelompok warna lainnya, menjadikan warna kuning unik karena selain perannya pada mata, juga baik untuk sistem pencernaan dan pemulihan otot setelah aktivitas berat.

    5. Hijau

    Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, sawi, kangkung, dan kale mendapatkan warnanya dari klorofil, pigmen utama fotosintesis yang membantu mengubah cahaya menjadi energi. Namun, warna hijau ini hampir selalu ada bersama folat, vitamin K, magnesium, dan sulfur.

    Senyawa sulfur inilah, terutama sulforaphane pada brokoli dan kale, yang memberikan manfaat detoksifikasi alami. Sulforaphane terbentuk ketika sayuran dihancurkan/dikunyah. Senyawa ini mengaktifkan gen yang membantu hati memecah zat-zat yang tidak diperlukan tubuh. Karena itu, sayuran hijau sangat identik dengan keseimbangan metabolisme dan daya tahan tubuh yang stabil.

    Vitamin K di sayuran hijau juga memainkan peran penting dalam mineralisasi tulang dan pembekuan darah, dua hal yang sering terlupakan tapi sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com