Tag: pilih tukang

  • Jangan Asal, Begini 6 Cara Memilih Tukang Bangunan yang Benar


    Jakarta

    Tukang bangunan adalah sosok penting pada saat kita hendak membangun rumah. Meskipun ide atau desain rumah berasal dari diri sendiri atau arsitek, tukang bangunan yang akan ditugaskan untuk mewujudkan desain tersebut. Lantas, bagaimana cara untuk memilih tukang yang sesuai?

    Untuk pembangunan hunian sederhana untuk tempat tinggal, kamu bisa mencari sendiri tukang atau mempercayakan hal tersebut kepada kontraktor. Kedua sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, apabila tukang tersebut dibawa oleh kontraktor tentu yang memilih adalah pihak mereka.

    Sementara itu, jika kamu memilih sendiri, kamu harus lebih hati-hati agar pembangunan selesai tepat waktu dan tidak ada ‘drama’ saat pengerjaannya. Dilansir dari My Home Extension, Jumat (6/9/2024), berikut tips memilih tukang biar nggak muncul drama.


    Tips Pekerjakan Tukang Bangunan

    1. Tanya Pelanggan Lain yang Pernah Pakai Tukang yang Sama

    Apabila kamu memiliki tetangga yang sedang membangun rumah, kamu bisa bertanya kepada mereka apakah kerja tukang baik atau tidak. Selain itu, tanyakan apakah tukang tersebut dipanggil sendiri atau dari kontraktor.

    Kalau kamu nggak bisa mendapatkan rekomendasi pribadi, kunjungi dua atau tiga contoh pekerjaan serupa yang telah dikerjakan tukang atau kelompok tukang yang sama.

    Dapatkan detail kontak orang-orang tempat mereka bekerja. Ajukan pertanyaan yang relevan. Apakah klien lama senang dengan kualitas pengerjaannya? Apakah ada masalah? Apakah pekerjaan dilakukan sesuai anggaran dan tepat waktu?

    Tukang yang memiliki reputasi baik akan dengan senang hati menunjukkan pekerjaan sebelumnya sebagai gambaran bagi kamu punya bahan pertimbangan dalam memakai jasa mereka.

    2. Tukang Punya Kemampuan Komunikasi yang Baik

    Kamu harus memilih tukang yang dapat berkomunikasi dengan baik. Komunikasi ini penting karena agar kamu bisa mengetahui progres pembangunan dan mereka memahami permintaanmu. Aspek ini cukup penting agar ke depannya tidak timbul drama atau kesalahpahaman.

    Tanyakan siapa yang akan berada di lokasi setiap hari karena mungkin berbeda dengan orang yang menawar pekerjaan jika itu adalah perusahaan besar.

    Kalau kamu merasa nggak nyaman dengan seorang kontraktor, jangan mempekerjakan mereka, kata Citizens Advice.

    “Kamu selalu dapat menemukan orang lain untuk melakukan pekerjaan itu,” ujarnya.

    3. Siapkan Arahan Tertulis untuk Tukang

    Apabila kamu menemukan kandidat tukang yang cocok, jangan terlalu cepat menghubungi tukang. Coba siapkan ringkasan tertulis, termasuk gambar rumah yang akan dibangun jika memungkinkan. Keterangan tertulis ini dapat membantu menjelaskan spesifik apa yang harus dikerjakan.

    Kamu juga harus menyiapkan target waktu pengerjaan, upah yang akan diberikan dan ketentuan lainnya seperti kontrak kerja. Agar lebih mudah, kamu bisa meminta bantuan arsitek untuk perhitungan. Keterangan tertulis itu nantinya harus diberikan kepada tukang yang kamu rasa cocok.

    4. Bandingkan Harga Tukang

    Selain menentukan upah berdasarkan saran dari arsitek, kamu juga bisa bertanya langsung kepada tukang berapa jumlah upah yang biasa dia terima. Membandingkan penawaran akan membantu kamu mendapatkan harga yang wajar. Pastikan kamu mendapatkan penawaran dan bukan perkiraan.

    5. Jangan Pilih Tukang Hanya Karena Murah

    Meskipun kamu ingin menekan pengeluaran, hindari memilih tukang karena harganya lebih murah. Jangan berasumsi bahwa kontraktor telah mengizinkan segala sesuatunya kecuali dinyatakan secara eksplisit. Periksa dengan tepat apa yang disertakan.

    Kamu bisa mencari klien sebelumnya untuk meminta pendapat bagaimana kualitas dan kecepatan kerjanya. Jika kamu mempekerjakan seorang arsitek, dia harus dilibatkan dalam proses tender.

    Arsitek atau surveyor kuantitas untuk sebuah proyek besar akan memeriksa penawaran pembangun dan merekomendasikan mana yang harus dipilih.

    6. Jangan Lakukan Pembayaran Penuh di Muka

    Setelah kamu yakin dengan pilihan tukang, hindari membayar di muka atau setoran tunai, terutama pembayaran penuh. Berhati-hatilah jika mereka menawarkan pekerjaan bebas PPN jika kamu membayar tunai. Jika seorang pembangun menghindari PPN, mereka mungkin juga tidak jujur kepada kamu.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Drama Bangun Rumah yang Bisa Terjadi Kalau Salah Pilih Tukang


    Jakarta

    Memperkerjakan tukang bangunan di rumah tentu kita harus berhati-hati karena bagaimana pun mereka adalah orang yang baru kita kenal. Jangan sampai kamu lengah dan membiarkan mereka bekerja tanpa pengawasan, bisa saja timbul beragam drama dan kejadian yang tidak diinginkan.

    Berikut kami rangkum, beberapa drama-drama yang bisa saja terjadi saat pembangunan rumah apabila salah memilih tukang.

    1. Pencurian

    Salah satu drama yang mungkin terjadi saat pembangunan rumah adalah pencurian. Terutama untuk pembangunan rumah yang sebelumnya sudah ditempati dan butuh renovasi. Biasanya apabila pembangunannya tidak begitu besar, penghuni rumah akan tetap berada di rumah. Kondisi seperti ini bisa dimanfaatkan oleh tukang yang memiliki niat buruk untuk mencuri barang-barang berharga.


    Apabila kondisinya seperti ini, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan. Melansir dari detikSumut, Kamis (5/9/2024), saat ada tukang di rumah, pastikan akses masuk ke dalam rumah terkunci sehingga tidak mudah dimasuki. Untuk pengamanan tambahan, pasang CCTV di tempat-tempat penting seperti di pintu, dekat kamar, dan area yang mungkin bisa diakses tukang. Tidak lupa simpan barang berharga seperti ponsel, kendaraan, uang, dan barang pribadi di tempat yang aman.

    2. Tukang Kabur

    Kejadian tidak mengenakkan berikutnya adalah tukang bisa saja tiba-tiba kabur dari proyek, tanpa memberikan kabar dan alasan yang jelas.

    Hal seperti ini terjadi karena perencanaan yang kurang matang, baik dalam memilih tukang maupun dalam menyusun anggaran. Terlebih lagi jika melakukan renovasi tanpa bantuan profesional, seperti menggunakan jasa kontraktor.

    Untuk menghindari kejadian seperti ini, kamu harus menyeleksi tukang sebaik mungkin. Menurut My Home Extension kamu bisa menanyakan kinerja tukang tersebut kepada klien sebelumnya. Kemudian lihat hasil kerja mereka pada proyek-proyek sebelumnya.

    Apabila mereka kabur karena bayaran tidak sesuai, sebelum menawarkan mereka suatu pekerjaan, kamu harus mempertimbangkan bayaran yang sesuai. Bisa juga meminta bantuan arsitek untuk perhitungan upahnya. Lalu, hindari memberikan pembayaran penuh di muka. Meskipun nantinya bayarannya tidak diberikan di awal, kamu tetap punya kewajiban untuk memberikan mereka uang makan atau makan serta minuman selama mereka bekerja.

    3. Pembangunan Molor

    Sebelum memulai pembangunan, ada baiknya membuat perencanaan kerja termasuk menentukan lamanya pembangunan. Pemilik rumah bisa rugi apabila memakai jasa tukang harian dengan sistem molor. Sebab, semakin lama waktu pengerjaan, maka upah yang harus diberikan semakin banyak.

    Salah satu solusinya adalah dengan selalu mengawasi pekerjaan mereka. Dengan begitu mereka bisa jauh lebih fokus saat bekerja. Jika kamu terlalu sibuk bisa juga meminta jasa konsultan pengawas untuk mengawasi pembangunan yang telah direncanakan. Biasanya dalam membangun rumah, konsultan pengawas merangkap sebagai konsultan perencana.

    “Namanya bangunan kan, kalau kita tidak bisa menghitung atau merencanakan sebuah bangunan, pelaksanaannya juga jadi tidak sesuai, bisa nyawa lho yang terancam karena kan ada yang tinggal di dalam situ,” ujar Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki.

    4. Struktur Bangunan Gagal

    Pada saat membangun rumah, tentu kita harus mempercayakan kepada tukang yang ahli. Selain itu, kamu juga harus berkonsultasi kepada arsitek apabila ingin membangun rumah dari 0.

    Hal ini untuk mencegah kesalahan konstruksi yang berpotensi bangunan ambruk atau rusak setelah rumah dihuni. Selain rugi dari segi waktu dan biaya, keselamatan penghuni rumah juga terancam.

    Maka dari itu, kamu perlu memilih tukang yang berpengalaman dan memang memahami pekerjaannya. Kamu bisa menilai tersebut dari hasil kerjaan mereka di proyek sebelumnya, bagaimana mereka memahami model rumah yang akan dibangun, dan pada saat pembangunan rumah berlangsung.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan tanda-tanda bangunan gagal adalah banyak ditemukan keretakan pada simpul dan pertemuan kolom, struktur bangunan bergeser, hingga kamu merasa tidak aman saat berada di dalam rumah seperti sering timbul suara, ada serpihan bangunan yang jatuh, dan sebagainya.

    “Kita perlu menyelidiki kegagalan struktur sampai sejauh mana, di situ ahli forensik bekerja. Mereka harus menilai seberapa besar kekuatan struktur yang lama dan bagaimana kerja sama dengan arsitek dan ahli sipil untuk membuat perencanaan struktur yang baru,” ungkapnya.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Pilih Tukang yang Terampil Bangun Rumah


    Jakarta

    Jasa tukang sangat diperlukan saat membangun atau renovasi rumah. Namun jangan sampai salah pilih, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum menentukan tukang.

    Kamu perlu memastikan tukang benar-benar terampil atau ahli dalam membangun rumah dengan spesifikasi tertentu. Apalagi setiap rumah memiliki kriteria, penggunaan bahan, hingga luas yang berbeda, sehingga tukang harus bisa menyesuaikan kemampuannya.

    Tentu kamu tidak mau pembangunan rumah sampai macet lantaran salah pilih tukang bukan? Yuk, simak beberapa tips mudah pilih tukang menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat.


    Tips Pilih Tukang yang Berkualitas

    Ini cara mudah memilih tukang yang terampil.

    1. Pertimbangkan Rekomendasi Orang Terdekat

    Saat mencari tukang bangunan yang bagus kamu harus mempertimbangkan rekomendasi orang lain atau setidaknya orang terdekatmu yang juga baru saja menggunakan jasa tukang.

    Cara ini diumpamakan seperti kamu bingung memilih makanan di aplikasi online. Cara paling mudah untuk mengetahui makanan mana yang digemari adalah dilihat dari rating yang telah diberikan oleh orang lain.

    2. Pastikan Identitas Tukang Jelas

    Apabila kamu sudah memiliki kandidat tukang, kamu bisa memeriksa identitas mereka. Minimal mengecek KTP mereka. Jika mereka enggan memberikannya karena bersifat privasi, kamu bisa menyampaikan maksud dan tujuan mengapa membutuhkan data diri mereka.

    3. Tanyakan Kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi

    Untuk cara yang satu ini, bisa dijadikan nilai plus karena di Indonesia sendiri tidak ada kewajiban memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi. Jika tukang yang masuk kandidat kamu memiliki sertifikat ini, maka memiliki pemahaman yang cukup mengenai konstruksi bangunan.

    “Kalau negara kita itu belum terlalu (mengandalkan sertifikat). Jadi tukang itu, sebagian tukang ada yang sudah punya sertifikat keahlian, SKK. Biasanya kalau dia udah, bekerja di bangunan tinggi atau bangunan yang besar,” kata Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    4. Cara Pembayaran Tukang

    Bahasan seputar upah antara pemilik rumah dengan tukang harus jelas dan sepakat. Kamu bisa meminta pendapat ahli untuk mengetahui kisaran upah yang harus diberikan. Pertimbangannya apakah tukang ini akan dibayar harian atau berdasarkan progres.

    Dia menekankan apabila memperkerjakan tukang hingga malam atau lembur, pembayarannya berbeda. Bekerja dari pagi sampai pukul 21.00 WIB setara dengan upah 1 hari, lalu apabila hingga 23.00 WIB upah yang harus dibayarkan senilai 2 hari.

    5. Melihat Proyek Sebelumnya

    Tidak cukup dengan mendengar testimoni orang lain, kamu bisa melihat langsung proyek yang sudah dikerjakan tukang tersebut. Apalagi jika mereka baru saja membangun rumah tetangga. Namun, jika tukang tersebut belum punya proyek dekat rumah, kamu bisa minta sendiri hasil pekerjaan mereka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com