Tag: pintu rumah

  • Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan? Ternyata Ini Sebabnya


    Jakarta

    Menjaga kebersihan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik rumah. Tidak cukup menyapu dan mengepel lantai, tapi juga perlu membersihkan debu yang menempel di sudut-sudut ruangan.

    Meski sudah rutin dibersihkan secara berkala, tapi terkadang rumah masih terasa kotor dan berdebu. Terkadang masih ditemukan sisa-sisa kotoran yang menempel di lantai atau karpet.

    Hal ini tentu menyebalkan karena rumah yang harusnya tampak bersih tapi malah tetap kotor. Lantas apa penyebabnya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Sering Dibersihkan

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan rumah masih tetap kotor meski sudah rutin dibersihkan. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Menyapu Lantai Secara Asal

    Terdengar sepele, tapi jika menyapu lantai secara asal bisa menyebabkan rumah tetap kotor. Mungkin ada beberapa sudut rumah yang tidak disapu sehingga debu dan kotoran masih menempel. Seiring waktu, debu tersebut akan menumpuk dan bisa memicu masalah kesehatan.

    Cobalah menyapu lantai secara perlahan dan gunakan pengki (pengeruk sampah) untuk menampung kotoran di lantai. Pastikan sapu bagian kolong meja, kolong lemari, dan sudut ruangan karena area tersebut sering ditemukan banyak debu.

    2. Karpet Jarang Dibersihkan

    Jika memiliki karpet di rumah sebaiknya juga rutin dibersihkan secara berkala. Karpet jadi salah satu tempat paling berdebu di rumah karena sering diinjak atau diduduki oleh penghuninya.

    Untuk membersihkan karpet bisa menggunakan vacuum cleaner. Lakukan pembersihan setiap seminggu sekali jika karpet sering digunakan, seperti dipasang ruang tamu atau kamar tidur.

    3. Jendela dan Pintu Rumah Dibiarkan Terbuka

    Membuka jendela dan pintu dapat mengalirkan udara ke dalam rumah sehingga terasa lebih adem. Meski begitu, pintu dan jendela yang selalu dibiarkan terbuka justru membuat debu masuk ke dalam rumah.

    Sebaiknya buka pintu dan jendela rumah saat pagi dan sore agar meminimalisir debu yang masuk ke rumah. Selain itu, membuka jendela dan pintu saat siang hari berpotensi membuat rumah terasa panas.

    4. Punya Hewan Peliharaan

    Memelihara hewan seperti kucing atau anjing juga memicu rumah cepat kotor meski sudah rutin dibersihkan. Sebab, bulu-bulu hewan bisa beterbangan ke udara dan menempel di sofa, lantai, karpet, hingga kamar tidur.

    Solusinya adalah dengan lebih sering membersihkan rumah agar tidak ada sisa-sisa bulu hewan. Selain itu, pastikan hewan peliharaanmu rutin dibersihkan agar bulunya tidak mudah rontok.

    5. Memakai Sepatu di Dalam Rumah

    Kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah membuat lantai jadi cepat kotor. Apalagi jika sepatu atau sendal yang dipakai penuh lumpur dan tanah, tentu lantai rumah yang seharusnya bersih jadi kembali kotor.

    Untuk itu, hindari kebiasaan menggunakan sepatu di dalam rumah karena berpotensi membuat lantai cepat kotor. Pastikan sepatu dan sendal diletakkan di luar rumah serta disusun di rak sepatu agar terlihat rapi.

    Demikian lima penyebab rumah cepat kotor meski rutin dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tips Mudah Mengatasi Engsel Pintu yang Macet



    Jakarta

    Pernahkah kamu kesulitan membuka dan menutup pintu? Bisa jadi hal itu terjadi karena engsel pintu yang macet. Tentu, masalah ini bisa sangat menjengkelkan, terutama jika terjadi pada pintu utama rumah.

    Nah, lalu bagaimana cara untuk membuka engsel pintu yang macet. Simak pembahasan berikut.

    Tips Membuka Engsel Pintu yang Macet

    Melansir dari Kanovi, Sabtu (25/11/2023), berikut beberapa tips yang bisa kamu coba untuk mengatasi engsel pintu yang macet.


    1. Periksa Engsel Pintu

    Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memeriksa kondisi engsel pintu. Coba periksa apakah engsel tersebut dalam kondisi yang baik. Jika engselnya macet bisa jadi karena sudah aus atau rusak, maka kamu perlu menggantinya dengan yang baru. Namun, jika engselnya masih dalam kondisi baik, maka kamu bisa mencoba langkah selanjutnya.

    2. Bersihkan Engsel Pintu

    Selanjutnya, coba bersihkan engsel pintu dari kotoran atau debu yang menempel. Kotoran atau debu bisa membuat engsel pintu menjadi macet. Gunakan kuas atau sikat kecil untuk membersihkan engsel pintu. Setelah bersih, cobalah membuka dan menutup pintu untuk melihat apakah engselnya sudah mulai berfungsi dengan baik.

    3. Oleskan Pelumas pada Engsel Pintu

    Jika engsel pintu masih terasa macet setelah dibersihkan, maka cobalah mengoleskan pelumas pada engsel tersebut. Pelumas bisa membantu mengurangi gesekan pada engsel pintu dan membuatnya lebih mudah untuk dibuka atau ditutup. Pastikan kamu menggunakan pelumas yang tepat untuk engsel pintu agar tidak merusaknya.

    4. Periksa Bagian Lain dari Pintu

    Jika engsel pintu masih terasa macet setelah langkah-langkah di atas, maka coba periksa bagian lain dari pintu. Ada kemungkinan bahwa masalahnya bukan pada engsel pintu, melainkan pada bagian lain seperti gagang pintu atau kunci pintu. Periksa juga apakah ada benda atau hambatan lain yang menghalangi pintu untuk dibuka atau ditutup dengan lancar.

    5. Panggil Ahli

    Jika semua langkah di atas tidak berhasil, maka kamu mungkin perlu memanggil ahli untuk memperbaiki pintu kamu. Jangan mencoba memperbaiki sendiri jika kamu tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman yang cukup, karena hal tersebut bisa membuat masalah engsel macet jadi lebih buruk.

    Cara Mencegah Engsel Pintu Macet Kembali

    Setelah kamu berhasil membuka engsel pintu yang macet, pastikan kamu juga melakukan tindakan pencegahan agar masalah serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah engsel pintu dari masalah yang sama antara lain:

    Bersihkan Engsel Pintu Secara Teratur

    Membersihkan engsel pintu secara teratur bisa membantu mencegah masalah pada engsel tersebut. Coba untuk membersihkan engsel pintu setidaknya sekali dalam beberapa bulan.

    Oleskan Pelumas pada Engsel Pintu Secara Teratur

    Setelah membersihkan engsel pintu, jangan lupa untuk mengoleskan pelumas pada engsel tersebut. Lakukan hal ini secara teratur agar engsel pintu tetap lancar dan tidak macet.

    Demikian tips mudah mengatasi engsel pintu yang macet. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Rumah Dibuka ke Dalam atau ke Luar, Lebih Baik Mana?



    Jakarta

    Pintu adalah salah satu bagian penting pada sebuah rumah. Untuk keluar maupun masuk ke dalam rumah tentunya diperlukan sebuah pintu.

    Uniknya, pintu ini ada yang bisa dibuka ke arah dalam, dibuka ke arah luar, bahkan ada juga yang bisa dibuka ke arah luar maupun dalam sekaligus. Kira-kira, mana yang lebih baik?

    Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Fikri, sebaiknya pintu yang digunakan di rumah pribadi yaitu yang dibuka ke dalam. Sebab, hal itu dinilai lebih baik dari segi keamanan, bahkan dari segi feng shui disebut dapat membawa rezeki ke dalam rumah.


    “Kalau dari sisi arsitek, pintu dibuka ke dalam cocok untuk rumah pribadi karena lebih baik dari segi kenyamanan, keamanan, bahkan feng shui,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Umumnya, pintu yang dibuka ke dalam ini merupakan pintu utama pada rumah. Selain itu, pintu jenis ini juga sebaiknya digunakan pada pintu kamar tidur dan pintu kamar mandi.

    Sementara itu, untuk pintu yang dibuka keluar juga ada yang digunakan pada rumah. Misalnya pintu pagar dan pintu belakang. Namun, umumnya pintu yang dibuka keluar digunakan pada tempat-tempat umum.

    “Untuk pintu dibuka keluar, hanya untuk public place seperti bioskop, rumah sakit, dan sebagainya. Karena untuk keselamatan kerja, pintu dibuka keluar agar memudahkan evakuasi orang,” pungkasnya.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Rumah Dibuka ke Dalam Atau ke Luar, Pilih Mana?


    Jakarta

    Apakah kalian menyadari ke arah mana pintu rumah kamu saat dibuka? Kebanyakan pasti akan menjawab ke dalam. Tapi tahukah kalian alasan mengapa kebanyakan pintu didesain untuk dibuka ke arah dalam?

    Meski demikian, bukan berarti semua pintu harus didesain agar bisa dibuka ke dalam. Lantas bagaimana seharusnya pintu dibuka? Simak artikel ini untuk mengetahui beberapa faktornya, mulai dari keamanan, cuaca, keselamatan, hingga feng shui.

    Alasan Pintu Rumah Dibuka ke Dalam

    Ada sejumlah faktor yang membuat pintu rumah dibuka ke dalam. Berikut penjelasannya:


    1. Keamanan

    Dilansir dari situs Vivid Doors, pintu sebaiknya dibuka ke dalam rumah demi alasan keamanan, misalnya mencegah penyusup masuk ke dalam rumah.

    Pintu yang terbuka ke luar memiliki engsel di bagian luar. Ini memberi kesempatan penyusup untuk mencopot pintu dari tempatnya.

    Memang saat ini ada pelindung engsel agar tidak mudah dilepas. Namun tetap saja bukaan ke dalam lebih aman daripada ke luar. Pintu ke dalam juga lebih mudah dilengkapi dengan fitur keamanan tambahan, seperti kait atau rantai.

    2. Cuaca

    Faktor cuaca juga menjadi pertimbangan mengapa pintu lebih baik dibuka ke dalam. Jika pintu dalam keadaan terbuka ke luar, tiba-tiba datang angin kencang, maka pintu dapat terhantam keras dan menimbulkan kerusakan, terlebih jika pintu dilengkapi dengan kaca.

    Dalam cuaca hujan, pintu yang dibiarkan terbuka akan kehujanan. Kondisi ini membuat pintu kayu akan mudah rusak.

    3. Keselamatan

    Pintu rumah yang dibuka ke dalam dipilih dengan alasan faktor keselamatan. Misalnya dalam kasus kebakaran, petugas akan lebih mudah menerobos masuk melalui pintu yang terbuka ke dalam.

    4. Kepercayaan

    Sebagian kepercayaan menyebut pintu dibuka ke dalam memiliki banyak keberuntungan. Salah satunya adalah feng shui, seperti yang dilansir dari situs Favourite Homes.

    Dikatakan bahwa pintu terbuka ke dalam dapat menarik energi ‘chi’ positif ke dalam rumah. Pintu yang seret dan perabot yang menghalangi pintu akan mengganggu energi positif yang akan masuk ke rumah.

    Bolehkah Pintu Dibuka ke Luar?

    Ternyata tidak semua pintu harus dibuka ke dalam. Berikut ini beberapa contoh pintu yang dibuka ke luar:

    1. Pintu Darurat

    Pintu darurat harus bisa dibuka ke luar karena alasan keselamatan. Dalam situasi darurat, orang biasa memutuskan sesuatu dengan cepat. Termasuk ketika membuka pintu, mereka akan lebih mudah mendorongnya daripada menariknya.

    Selain itu, pintu darurat juga harus bisa terbuka penuh tanpa terhalang sehingga orang bisa lewat dengan lebih mudah. Termasuk di rumah, jika kamu memiliki pintu darurat, buatlah pintu tersebut terbuka ke luar.

    2. Pintu Bangunan Publik

    Berbeda dengan rumah pribadi, bangunan publik lebih sering menggunakan pintu yang terbuka ke luar. Alasannya juga sama dengan yang dijelaskan di atas.

    Bangunan publik biasanya diakses banyak orang. Orang yang ingin menyelamatkan diri dari dalam, maka akan lebih mudah mendorong pintu tersebut daripada menariknya.

    3. Rumah-rumah di Swedia

    Rumah di beberapa negara juga kebanyakan didesain terbuka ke luar, seperti di Swedia. Ada beberapa teori yang menjelaskan alasannya.

    Teori pertama adalah adanya cerita tentang sekelompok orang mati dalam kebakaran. Ini membuat rumah-rumah dibuka ke luar sehingga memudahkan penghuni melarikan diri.

    Teori lain menyebut bahwa rumah Skandinavia berbentuk kecil sehingga ruangan dalam penuh dengan perabotan, sehingga pintu dibuat mengarah ke luar.

    Teori selanjutnya mengenai iklim di Swedia yang dingin dan sering turun salju. Dengan pintu terbuka keluar, mereka yang membuka pintu akan sekaligus mendorong salju ke luar sehingga membersihkan depan rumah dari tumpukan salju.

    Nah, itulah tadi sejumlah faktor dan alasan pintu rumah didesain mengarah ke dalam maupun ke luar. Kalau kamu pilih mana?

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna dan Ukuran Pintu yang Bikin Rumah Tampak Mewah


    Jakarta

    Pintu depan rumah adalah hal yang pertama kali dilihat oleh tamu saat sebelum memasuki rumah. Maka dari itu, pintu rumah bisa mempengaruhi kesan pertama tamu mengenai rumah tersebut. Warna dan ukuran pintu bisa memberikan kesan mewah dan membuat rumah terlihat mahal.

    Warna dan ukuran bisa mengubah tampilan pintu secara keseluruhan. Jika kamu ingin membuat tampilan rumah kamu tampak mewah dan mahal, beberapa warna dan ukuran pintu di bawah ini bisa menjadi solusinya. Melansir dari berbagai sumber, inilah warna dan ukuran pintu agar rumah tampak mewah.

    Warna Pintu

    Percaya atau tidak, menurut para ahli warna pintu depan memainkan peran utama untuk membuat tampilan rumah lebih mewah. Contohnya adalah warna-warna di bawah ini.


    Ungu

    pintu rumah cantikpintu rumah warna ungu Foto: Instagram/@thedoorsofldn

    Dalam sejarahnya, warna ungu adalah warna yang sering dikaitkan dengan royalti. Dahulu, hanya para bangsawan yang bisa menggunakan warna ungu karena warna ini sangat mahal. Maka dari itu, jika pintu depan berwarna ungu, ini bisa memberi kesan bahwa rumah kamu akan mewah di dalamnya. Tapi, warna ini pastinya juga harus di dukung dengan desain rumah dan ukuran pintunya juga.

    Hitam

    metaphorical welcome image showing a classical door with welcome sign and a red rose - renderingpintu rumah warna hitam Foto: iStock

    Warna hitam adalah warna yang berani dan klasik. Hitam memang tidak pernah salah dalam menciptakan kesan mewah. Pintu warna hitam sangat cocok dipadukan dengan rumah yang berwarna netral dan bernuansa tegas. Meski warna hitam pada pintu menekankan nuansa serius dan formal, tapi warna ini juga membuat rumah terlihat mewah dan elegan.

    Biru

    metaphorical welcome image showing a classical door with welcome sign and a red rose - renderingpintu rumah warna biru Foto: iStock

    Hampir semua jenis warna biru bisa memberikan kesan mewah pada rumah. Dari warna biru aquamarine, warna teal, hingga biru tua cocok dijadikan pilihan warna pintu rumah. Menurut sejarahnya, warna biru juga merupakan pigmen warna yang mahal dan sulit dibuat. Ielh karena itu, jika digunakan di pintu depan, warna biru bisa membangkitkan nuansa mewah dan mahal pada rumah.

    Hijau

    A front of a cottage with a green door and window.pintu warna hijau Foto: Getty Images/iStockphoto/HDKam

    Hijau adalah warna lain yang sering dikaitkan dengan lingkungan yang menenangkan. Namun, warna ini juga biasa dikaitkan dengan kekayaan. Warna hijau cocok digunakan untuk pintu rumah agar memancarkan nuansa mewah, terutama hijau tua.

    Merah

    Inspirasi cat rumah yang cocok dengan pintu berwarna merahpintu rumah warna merah Foto: via Opal Exteriors

    Warna merah juga bisa dijadikan pilihan warna pintu untuk membuat rumah terlihat lebih mewah.Merah gelap adalah jenis warna merah yang cocok digunakan untuk membuat kesan tersebut. Kamu bisa sesuaikan juga desain dan warna rumah agar tetap seimbang karena warna merah cenderung dominan.

    Ukuran Pintu

    Tidak hanya warna pintu, ukuran pintu juga sangat berpengaruh dalam membuat rumah terkesan mewah. Untuk membuat kesan mewah, pintu depan haruslah berukuran besar.

    Sebagian orang memilih pintu ganda karena memberikan ruang bukaan yang lebih luas, dan membuatnya terlihat lebih mewah. Pintu ganda juga biasanya lebih tinggi, yang menciptakan kesan lebih megah.

    Selain pintu ganda, pintu pivot adalah pilihan lain yang bisa membuat rumah tampak mewah. Pintu pivot berukuran besar dan tinggi yang membuat pintu depan menjadi lebih mewah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Langkah Mudah Perbaiki Pintu Seret di Rumah


    Jakarta

    Kebanyakan rumah memiliki pintu berbahan kayu yang cukup unggul karena ringan dan tidak mudah berayun saat udara masuk. Namun, terkadang ada kondisi yang membuat pintu seret.

    Pintu yang seret akan sulit dibuka, sehingga mengganggu kenyamanan dan aktivitas penghuni rumah karena kesulitan membuka pintu. Kalau sering melewati pintu seret, mungkin lama-lama kamu akan merasa jengkel.

    Lalu, apa yang menyebabkan pintu seret dan bagaimana cara memperbaikinya?


    Mengutip dari Homes and Garden, Kamis (13/6/2024), pintu seret disebabkan oleh kelembapan yang tinggi. Hal itu menimbulkan pergerakan yang tidak mulus karena pembengkakan. Tukang kayu dan pemilik Timber Shelves, Justin Brown juga mengatakan bahwa pintu kayu bisa mengalami hal tersebut karena adanya perubahan suhu.

    “Pintu kayu dapat mengembang dan menyusut seiring dengan musim lembab atau setelah terjadi perubahan suhu yang signifikan sehingga menyebabkan kelembapan tinggi. Kayu secara alami menyerap kelembapan di udara sehingga pergerakan dan pembengkakan berpotensi menyebabkan seret,” ucapnya.

    Lantas gimana sih mengatasi pintu seret ini? Simak solusi berikut yang bisa kamu terapkan sendiri di rumah.

    Cara Perbaiki Pintu Seret

    1. Periksa Pintu dan Kusen

    Pertama-tama, Kamu bisa mencari penyebabnya terlebih dahulu apakah bagian kusen pintu itu bersih atau tidak. Cat, debu, atau kotoran bisa menumpuk di sekitar kusen pintu dan membuat pintu menjadi seret, oleh karena itu bersihkan permukaan dengan lap basah atau kain mikrofiber, tetapi jangan sampai membuat permukaan kayu terlalu basah.

    Kamu juga perlu memeriksa permukaan yang membuat pintu itu bergesekan dan tidak tegak lurus dengan kusen dari melihat tanda-tanda seperti permukaan yang tergores, cat memudar, atau sekrup pada engsel pintu kendor.

    2. Kencangkan Engsel

    Pintu seret kemungkinan disebabkan karena beberapa sekrup yang longgar dan mungkin Kamu cuma perlu mengencangkan engsel untuk memperbaikinya. Jika sekrup berputar tapi tidak kencang, coba ganti sekrup itu dengan yang lebih besar untuk mengencangkannya. Mengatur posisi pelatnya juga dapat membantu mengatasi pintu yang terus menerus seret.

    3. Amplas Sisi Pintu

    Jika Kamu sudah mengencangkan engselnya tetapi pintu masih seret, kemungkinan besar kayu pada pintu menjadi bengkak dan memuai karena kelembapan atau perubahan suhu musim. Oleh karena itu, kemungkinan pintu Kamu perlu dipangkas sedikit dengan mengamplas permukaan. Jika menurutmu ini memakan banyak waktu dan tenaga, kamu juga dapat memakai mesin amplas seperti hand planer atau belt sander.

    Selain dari solusi tersebut, kemungkinan pintu seret juga disebabkan karena lantai yang tidak rata, jadi periksalah apakah lantainya rata atau tidak. Salah satu rekan dari Meble Furniture, Raf Michalowski memberikan saran dengan menyesuaikan palang pintu atau penahan cuaca untuk melindungi pintu.

    “Di sisi lain, Kamu dapat mencoba memasang ambang pintu yang akan membantu memberikan bantalan pada bagian bawah pintu. Kamu juga dapat memeriksa apakah pintunya bengkok atau kendur. Jika iya, mungkin Kamu perlu mengganti pintu dengan yang baru,” ucapnya.

    Jika langkah untuk mengatasi pintu seret ini tidak berhasil, mungkin sudah waktunya Kamu untuk mengganti pintu atau mengandalkan kepada ahlinya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Mengatasi Suara Engsel Pintu yang Berderit di Rumah


    Jakarta

    Engsel pintu berguna untuk membuka dan menutup pintu. Akan tetapi, lama-lama engsel yang tidak terawat bisa kotor dan berkarat, sehingga muncul suara berderit ketika membuka atau menutup pintu.

    Suara pintu itu bisa cukup mengganggu aktivitas penghuni rumah, apalagi kalau membuka pintu malam-malam saat orang lain sedang tidur. Maka, sebaiknya kamu segera memperbaiki engsel pintu kalau menemukan kasus seperti ini.

    Lantas, bagaimana cara menghilangkan suara engsel pintu? Yuk, simak tip mengatasi suara pintu, terutama yang menggunakan engsel kupu-kupu, dikutip dari Vinindo, Selasa (18/6/2024).


    Tips Atasi Suara Berderit pada Pintu

    1. Keluarkan Pin dari Lubang Engsel

    Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengeluarkan pin dari lubang engsel pintu. Kemudian, tempatkan obeng bermata datar di celah antara engsel dan kepala sekrup. Kemudian kamu tinggal memukul pangkal obeng menggunakan palu sampai sekrupnya dapat tercongkel keluar.

    2. Melumasi Lubang Pin

    Setelah pin terlepas, maka selanjutnya kamu dapat membersihkan bagian dalam pada lubang menggunakan kain. Kemudian lubrikasi menggunakan pelumas ataupun kalian juga bisa menggunakan minyak mesin jahit.

    3. Bersihkan & Lumuri Pin Menggunakan Minyak

    Berikutnya adalah membersihkan serta melumuri pin tersebut menggunakan minyak. Caranya adalah dengan mengelap pin menggunakan kain, kemudian lumuri menggunakan minyak di atas. Setelah itu ganti pin engsel jika menunjukkan adanya kerusakan, misalkan seperti sudah sangat berkarat maupun aus.

    4. Memasang Kembali Pin ke Lubang Engsel

    Lalu, memasang kembali pin tadi pada lubang engsel. Caranya masukkan kembali berbagai elemen – elemen atau komponen yang sudah kamu bongkar tadi sesuai dengan urutan mekanisme pemasangan.

    5. Kencangkan Kembali Sekrup Kaki Engsel

    Terakhir, selain membenahi pin engsel, kamu harus memperbaiki juga beberapa sekrup yang ada pada kaki engsel. Caranya pun sangat mudah, kamu tinggal mencari obeng minus ataupun tipe kembang sesuai dengan tipe sekrup yang sudah terpasang, kemudian tinggal kencangkan.

    Sebagai tambahan, setelah kamu melakukan langkah-langkah di atas tadi, kamu harus bersihkan engsel, kemudian setelah semua sudah dicek dan dipasang kembali seperti semula.

    Itulah cara mengatasi bunyi pintu yang berderit di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Memilih Pintu Interior agar Tampilan Rumah Kian Cantik


    Jakarta

    Meski pintu depan dapat memberikan kesan pertama dari sebuah rumah, pintu interior juga tak kalah pentingnya lho. Pintu bagian dalam dapat mempengaruhi arsitektur dan estetika rumah secara keseluruhan.

    Pintu interior memegang peranan besar dalam menyatukan setiap ruangan rumah. Sayangnya, tak sedikit yang mengabaikan dan tidak memberikan perhatian lebih terhadap hal ini.

    Di sisi lain, sebagian orang dibuat bingung saat memilih pintu interior untuk huniannya. Supaya tidak salah pilih, simak sederet cara memilih pintu interior yang tepat di bawah ini.


    Tips Memilih Pintu Interior

    Ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan ketika memilih interior pintu. Mengutip dari laman Houzz dan DK Studio, berikut tips memilih pintu interior yang tepat:

    1. Pilih Material Pintu

    Pertama, perhatikan jenis bahan yang digunakan untuk membuat pintu. Sebagian orang mungkin sudah memiliki preferensi materialnya masing-masing. Namun, lainnya bisa saja masih bingung dengan banyaknya pilihan bahan yang tersedia.

    Di pasaran, dapat ditemukan material pintu dari kayu solid, medium density fiberboard (MDF), komposit, hingga kaca. Pintu dengan inti yang solid biasanya lebih baik dalam meredam suara. Punya bobot lebih berat dan kesannya mewah. Serta lebih awet dibanding pintu inti berongga.

    Di sisi lain, pintu inti berongga cukup ringan dan lebih mudah dipasang. Perlu diingat, material yang dipakai dapat mempengaruhi harga dan usia pintu itu sendiri.

    2. Tentukan Tinggi dan Lebar Idealnya

    Ukuran pintu interior juga mesti dipikirkan secara matang. Pintu yang tinggi dan lebih lebar dapat berdampak baik pada tampilan rumah. Selain itu, pintu lebar juga memudahkan akses kursi roda bila ada penyandang disabilitas yang perlu dipertimbangkan.

    Akan tetapi, ketinggian langit-langit rumah mempengaruhi ukuran pintu interior yang dapat dipasang. Pintu yang terlalu tinggi mungkin bisa tidak bagus untuk estetika hunian.

    3. Pertimbangkan Fungsi Pintu

    Fungsi pintu termasuk faktor yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, apa gunanya pemasangan pintu tersebut? Pintu interior mungkin dipasang dengan gaya dan maksud tertentu.

    Contohnya, pintu geser yang berguna jika hanya tersedia ruang terbatas. Pintu saku yang dirancang agar menyatu dengan dinding, jadi seolah tak ada pintu. Ataupun pintu berlapis kaca yang ditujukan agar cahaya alami dari satu ruangan dapat masuk ke ruangan lain.

    4. Tetapkan Gaya dan Desainnya

    Gaya pintu mengacu pada cara pintu terbuka dan tertutup. Pintu ayun konvensional menjadi yang paling umum dipilih. Model pintu tunggal ini dapat dibuka ke dalam atau luar tergantung denah lantai.

    Kalau ingin punya rumah dengan kesan megah, pintu Perancis dapat dipilih. Atau bila mau kesan rumah luas dan hanya perlu menutup pintu sesekali, pintu bi-fold pilihannya.

    Selain itu, pilihlah desain pintu yang sesuai selera dan serasi dengan rumah. Jika memilih desain yang sedang populer, itu bisa saja hanya bagus sesaat dan dapat menjadi tidak menarik lagi nantinya.

    5. Pikirkan Warna Pintu yang Cocok

    Warna pintu interior juga perlu dipikirkan dengan baik. Entah apakah pintu mau kontras atau menyatu dengan setingan interior sekelilingnya.

    Warna cat netral atau warna yang serasi dengan dinding dan langit-langit dapat dipilih kalau menginginkan visual dalam rumah yang seragam. Warna kontras bisa dipertimbangkan jika menginginkan pintu interior yang terlihat menonjol.

    6. Spesifikasi Perangkat Pintu

    Perangkat seperti pegangan, kenop, kunci, maupun engsel dapat berdampak pada tampilan pintu. Meski hanya mempengaruhi visual, sebagian orang tetap ada yang memperhatikan hal detail ini.

    Jika ingin menyatu sempurna dengan interior di sekeliling, perangkat pintu bisa disesuaikan. Contohnya, bila perlengkapan atau furnitur rumah kebanyakan dari logam maka spesifikasi pintu bisa sama. Kalau sebagian besar dari kayu, tuas pintu juga dapat bermaterial kayu.

    Nah, itu tadi sederet cara memilih pintu interior yang tepat untuk bagian dalam rumah. Semoga nggak bingung lagi ya detikers saat memilih pintu ruangan hunian.

    (azn/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Rumah yang Tertutup Bisa Cegah Api Menyebar, Mitos atau Fakta?



    Jakarta

    Kebakaran adalah salah satu musibah yang harus diwaspadai karena api bisa muncul di rumah kapan saja. Api yang muncul bisa menyebar dengan cepat, bahkan pada beberapa kejadian penghuninya baru mengetahui setelah api membesar. Ternyata dengan menutup pintu kamar dan ruangan lain pada malam hari, saat terjadi kebakaran dapat mencegah api menyebar. Lho, bagaimana bisa?

    Mengutip dari Parade, Rabu (4/9/2024), menurut The Fire Safety Research Institute (FSRI) mengatakan menutup pintu pada malam hari dapat menyelamatkan nyawa penghuni rumah jika terjadi kebakaran.

    FSRI telah melakukan penelitian ekstensif untuk menganalisis pengaruh pintu dan jendela terhadap penyebaran api sejak tahun 2008. Salah satu alat yang mereka gunakan adalah kamera thermal imaging. Kamera ini bisa menandai suhu ruangan saat terjadi kebakaran.


    Ternyata kamar dengan pintu tertutup memiliki suhu sekitar 100 derajat. Namun jika pintunya terbuka, suhu ruangan melonjak hingga 1000 derajat. Hal ini menunjukkan bahwa penghuni rumah yang berada di dalam ruangan dengan pintu tertutup saat terjadi kebakaran memiliki peluang untuk selamat jika terjadi kebakaran. Salah satu caranya dengan melarikan diri melalui jendela atau memadamkan api tanpa membuat api menyebar.

    Terpisah, melansir dari Family Handyman, penyebab api cepat menyebar saat terjadi kebakaran bukan hanya karena barang-barang pada ruangan tersebut mudah terbakar, melainkan karena adanya oksigen.

    Dengan menutup pintu pada malam hari atau pada saat tidak digunakan, dapat mencegah oksigen menyebar ke seluruh rumah. Pintu yang tertutup juga mempertahankan jumlah oksigen dalam ruangan. Saat pintu kamar terbuka, oksigen akan menyebar dan menyebabkan tingkat oksigen dalam ruangan menipis.

    Terakhir, pintu yang tertutup saat terjadi kebakaran dapat mencegah penyebaran asap. Banyak korban kebakaran tidak terselamatkan bukan karena luka bakar, melainkan sesak napas akibat asap yang ditimbulkan dari api yang membesar.

    Perlu diingat, dengan menutup pintu bukan berarti 100% api tidak akan menyebar. Pintu yang tertutup hanya akan menghambat beberapa waktu. Maka dari itu, kamu harus tetap waspada dan menyiapkan pemadam kebakaran atau APAR di dekat tempat tidur.

    Sebelum tidur pasti semua alat elektronik tidak ada yang tersambung ke stop kontak, cek gas di rumah apakah aman atau tidak, dan jauhkan benda terbakar dari sumber panas atau api.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Agar Ruangan di Dalam Rumah Tidak Lembap


    Jakarta

    Beberapa ruangan di dalam rumah rentan mengalami lembap. Perlu diketahui, kelembapan udara yang tinggi pada ruangan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti alergi hingga kesulitan bernapas.

    Selain itu, ruangan yang terlalu lembap juga bisa menyebabkan kerusakan pada tembok, mulai dari cat yang terkelupas hingga muncul jamur. Terkadang, jamur yang tumbuh di tembok juga beracun, lho.

    Oleh sebab itu, jika terdapat ruangan di dalam rumah yang kelembapannya tinggi maka perlu diatasi secepatnya. Lantas, bagaimana cara agar ruangan tidak lembap? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Cara Agar Ruangan Tidak Lembap

    Ruangan di dalam rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuninya. Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara agar ruangan tidak lembap.

    Mengutip laman Courtina, berikut beberapa cara agar ruangan di dalam rumah tidak terlalu lembap:

    1. Menambah Ventilasi

    Cara yang pertama adalah dengan menambah ventilasi. Hal ini menyebabkan udara dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga mencegah ruangan terlalu lembap.

    Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang sesuai dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak memasang ventilasi karena juga tidak baik untuk kondisi ruangan.

    2. Membuka Jendela dan Pintu Rumah

    Agar ruangan tidak terlalu lembap, detikers juga perlu membuka jendela atau pintu rumah secara rutin di pagi hari. Langkah ini dilakukan agar matahari dapat masuk ke dalam rumah, sehingga udara yang masuk akan bergantian.

    Perlu diketahui, udara yang tidak mengalir bisa menyebabkan kondensasi, sehingga memicu kelembapan tinggi di dalam ruangan. Hal tersebut juga bisa menimbulkan jamur dan lumut di tembok.

    3. Meletakkan Silica Gel

    Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Agar ruangan di dalam rumah tidak lembap, kamu bisa meletakkan beberapa silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang dirasa paling lembap.

    Harga silica gel yang relatif murah bisa menjadi solusi alternatif bagi detikers yang ingin menghilangkan kelembapan.

    4. Pakai Cat Dinding Anti Lembap

    Langkah berikutnya adalah dengan menggunakan cat dinding anti lembap. Cat ini banyak dijual di toko-toko bangunan maupun toko online.

    Selain mempercantik rumah dengan warna cat yang bagus, penggunaan cat dinding anti lembap juga membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada bagian dinding.

    5. Meletakkan Tanaman yang Menyerap Lembap

    Untuk menghilangkan kelembapan tinggi di dalam ruangan, kamu bisa meletakkan tanaman yang berfungsi menyerap lembap. Beberapa tanaman yang ampuh untuk mengurangi kelembapan di antaranya tanaman ivy, chamomile, dan sepatu filum.

    Akar, daun, hingga pori-pori dari ketiga tanaman tersebut dapat menyerap polutan serta mengendalikan tingkat kelembapan di dalam ruangan.

    6. Menggunakan Dehumidifier

    Ada sebuah alat yang bisa mengurangi kelembapan pada ruangan, yaitu dehumidifier. Alat elektronik ini bisa menghilangkan kelembapan dengan cara menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan ruangan lebih sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan.

    7. Memasang Hygrometer

    Cara selanjutnya adalah dengan memasang hygrometer di ruangan yang lembap. Alat ini dapat mengetahui tingkat kelembapan pada suatu ruangan, sehingga lebih mudah untuk mengontrol dan menjaga agar tingkat kelembapan berada di batas normal, yakni sekitar 40-60%.

    Dengan memasang hygrometer, detikers juga lebih hemat biaya karena bisa mengontrol penggunaan dehumidifier, AC, atau alat pemanas sesuai kebutuhan.

    8. Menyalakan Kipas Angin di Area Lembap

    Jika kamu tidak memiliki dehumidifier di rumah, solusi alternatifnya adalah dengan memanfaatkan kipas angin. Alat ini bisa digunakan untuk mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

    Caranya cukup mudah, yakni dengan mengarahkan kipas angin ke arah luar rumah untuk membuang udara lembap yang terperangkap di dalam ruangan.

    Itu tadi delapan cara agar ruangan tidak lembap. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com