Tag: pipa air

  • Jenis-jenis Pipa Air untuk Kebutuhan Rumah Tangga


    Jakarta

    Dalam memilih pipa air yang cocok untuk kebutuhan rumah tangga, kamu perlu tahu jenis-jenis pipa yang ada di pasaran. Penggunaan jenis pipa yang salah akan berujung pada masalah yang mungkin terjadi di masa depan.

    Nah, untuk menghindarinya, kamu perlu tahu jenis-jenis pipa air yang cocok untuk rumah tangga. Yuk! Simak pembahasan lanjut berikut!

    Masalah yang Terjadi Ketika Salah Memilih Pipa Air

    Mengutip dari Rucika, Selasa (28/11/2023), berikut masalah yang mungkin terjadi ketika kamu salah memilih pipa.


    • Pipa cepat rusak
    • Kinerja sistem menjadi buruk
    • Dibutuhkan biaya lebih besar
    • Tidak aman bagi kesehatan, karena bisa menghasilkan zat beracun

    Nah, agar kamu terhindar dari masalah tersebut berikut jenis-jenis pipa yang cocok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jenis-jenis Pipa yang Cocok untuk Kebutuhan Rumah Tangga

    Masih mengutip dari situs yang sama, berikut jenis-jenis pipa berdasarkan struktur bahan pembuatnya.

    1. Pipa PVC (Polyvinyl Chloride)

    Untuk instalasi air bersih, maka pilihan terbaiknya adalah pipa PVC. Fungsi dari pipa PVC yaitu untuk mengalirkan air bersih dari sumber air ke rumah tangga atau gedung.

    Selain itu, pipa PVC juga digunakan untuk mengalirkan air limbah ke saluran pembuangan. Pipa PVC memiliki sifat yang kokoh dan kuat serta proses pemasangan yang mudah.

    Kelebihan Pipa PVC

    • Tahan terhadap korosi
    • Ringan
    • Mudah dipasang
    • Tahan terhadap pengendapan mineral
    • Tahan terhadap tekanan dan kebocoran
    • Biaya yang terjangkau
    • Tahan terhadap zat kimia

    2. Pipa HDPE (High Density Polyethylene)

    Pipa HDPE terbuat dari bahan polietilena dengan kepadatan tinggi. Tidak seperti pipa PVC, jenis pipa air HDPE bisa untuk instalasi air bersih dan juga instalasi pipa air limbah.

    • Kelebihan Pipa HDPE
    • Tahan terhadap korosi
    • Ringan dan mudah dipasang
    • Tahan terhadap tekanan tinggi
    • Tahan terhadap bahan kimia
    • Tahan terhadap suhu ekstrim
    • Tahan terhadap keretakan
    • Perawatan yang rendah
    • Ramah lingkungan

    3. Pipa PPR (Polypropylene Random)

    Pipa PPR terbuat dari bahan polipropilena yang tahan terhadap panas dan tekanan tinggi. Jika kamu mau membuat instalasi air panas dan instalasi pipa gas, maka pipa PPR adalah pilihannya.

    Kelebihan Pipa PPR

    Ketahanan terhadap Korosi
    Daya Tahan terhadap Suhu Tinggi
    Ringan dan Mudah Dipasang
    Proses pemasangan yang mudah menghemat waktu dan biaya tenaga kerja.
    Kebersihan dan Keamanan Air yang Terjaga
    Umur Pakai yang Panjang

    4. Pipa Galvanis/Besi

    Pipa galvanis terbuat dari baja yang dilapisi dengan seng untuk mencegah karat dan korosi. Jenis pipa Galvanis sering untuk instalasi air bersih dan instalasi gas. Selain itu, pipa galvanis juga cocok untuk mengalirkan air limbah ke saluran pembuangan.

    Kelebihan Pipa Galvanis

    Pipa Galvanis atau besi memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai sektor dan aplikasi. Beberapa kegunaan umum dari pipa besi meliputi:

    • Pipa besi tahan terhadap tekanan dan dapat mengalirkan air dengan efisien.
    • Pipa besi yang tahan terhadap tekanan dan korosi
    • Pipa besi digunakan dalam konstruksi bangunan sebagai elemen struktural.

    Dalam banyak kasus, pipa besi digunakan di area industri atau lingkungan yang membutuhkan kekuatan dan tahan lama yang tinggi. Namun, untuk aplikasi rumah tangga atau proyek kecil, alternatif lain seperti pipa PVC atau tembaga seringkali lebih direkomendasikan karena memiliki keunggulan yang lebih baik dalam hal ketahanan terhadap korosi, umur pakai, dan kemudahan pemasangan.

    Demikian jenis-jenis pipa yang cocok untuk rumah tangga. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Bisa Pipa Pecah? Penyeba dan Solusinya



    Jakarta

    Pernah nggak pipa di rumah kamu pecah dan airnya bocor ke mana-mana. Ini umumnya terjadi ketika kamu menggunakan mesin pendorong yang membuat semburan air lebih kuat. Konsekuensinya, pipa bisa pecah karena tidak kuat menahan tekanan yang ditimbulkan dari mesin pendorong tersebut.

    Kok bisa?

    Pecahnya pipa biasanya dikarenakan spesifikasi pipa yang digunakan tidak sesuai. Memang, meski bentuk fisik dan bahannya sekilas sama, namun ternyata spesifikasi pipa itu berbeda-beda lho.


    Itu bisa dilihat dari kode yang tertera pada pipa tersebut. Ada dua kode khusus pada pipa air yang umumnya digunakan di rumah, yaitu pipa AW dan pipa D.

    Perbedaan Pipa Air Kode AW dan D

    Kode AW dan D pada pipa air memiliki perbedaan signifikan dari segi fungsinya.

    Melansir PipaPedia, Senin (1/1/2024), pipa air kode AW merupakan pipa air yang dipasang pada jalur air bersih bertekanan tinggi. Pipa air kode AW memiliki tekanan kerja sebesar 10 kg/cm². Pipa air kode AW biasanya dipasang di jalur air yang terhubung langsung ke pompa.

    Sementara itu, pipa air kode D merupakan pipa air yang dipasang pada jalur air limbah, seperti pada wastafel, toilet, dan talang air. Pipa air kode D memiliki tekanan kerja sebesar 5 kg/cm².

    Berdasarkan fungsinya tersebut, pipa air kode AW memiliki ukuran ketebalan yang lebih besar daripada pipa air kode D.

    Dampak Salah Pakai Pipa di Rumah

    Perbedaan kode pada pipa air bukan tanpa sebab. Setiap kode pipa memiliki karakteristiknya masing-masing.

    Melansir situs Rucika, Minggu (1/1/2024), kesalahan pemilihan kelas pipa bisa berdampak buruk pada usia pakai pipa yang akan menurun dan juga berdampak buruk pada sisi finansial dari pengguna pipa tersebut.

    Pipa air kode AW lebih tebal daripada pipa air kode D. Nah, karena itu, pipa air kode D tidak boleh dipasang di jalur air dengan tekanan tinggi. Meskipun begitu, kamu masih bisa menggunakan pipa air kode AW untuk jalur air limbah. Hal ini biasanya diterapkan masyarakat untuk mengantisipasi kebocoran di kemudian hari.

    Demikianlah penjelasan mengenai perbedaan kode AW dan D pada pipa air. Dengan mengetahui perbedaan kode tersebut, kamu bisa menggunakan pipa yang tepat untuk saluran airmu di rumah. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Pipa Wastafel Bocor di Rumah? Segera Atasi Pakai Cara Ini


    Jakarta

    Terkadang ada saja kerusakan di sekitar rumah seperti masalah pipa wastafel bocor. Masalah ini cukup menjengkelkan karena membuat lantai rumah menjadi basah.

    Namun, tenang saja, ada banyak cara untuk mengatasi pipa wastafel bocor. Tanpa perlu tukang pun kamu bisa mengatasi masalah ini sendiri, lho.

    Lantas, bagaimana caranya? Yuk, simak caranya berikut ini yang dikutip dari HomeServe, Selasa (6/8/2024).


    Cara Atasi Pipa Wastafel Bocor di Rumah

    1. Selotip Fiber

    Kamu bisa menambal pipa air wastafel bocor menggunakan selotip fiber. Pastikan sudah membersihkan area bocor pada pipa sebelum ditambal menggunakan selotip fiber.

    Lalu, jangan dulu nyalakan air tapi tunggu 15 menit sampai selotip tersebut betul-betul merekat dengan sempurna. Bila bocornya sedikit, selotip fiber ini bisa jadi solusi jangka panjang.

    2. Dempul Epoksi

    Untuk kebocoran pipa yang cepat dan mudah bisa menggunakan dempul epoksi pada pipa yang rusak. Setelah diaplikasikan, dempul epoksi akan mengeras menjadi permukaan padat, secara efektif menyegel kebocoran kecil di dalam pipa.

    Meskipun kebocoran yang lebih besar akan membutuhkan solusi yang lebih komprehensif. Setelah menemukan tempat yang tepat di mana pipa bocor, siapkan area tersebut dengan menyeka sisa kelembapan dengan handuk kering. Kemudian, haluskan kerusakan atau karat di sekitar area yang terkena dengan amplas.

    3. Selongsong Karet dan Jepitan

    Selain itu, kamu bisa pakai tambalan gasket karet dan penjepit yang berfungsi untuk menutup bagian pipa yang rusak dengan rapat. Barang ini tersedia di toko perangkat keras lokal mana pun, tetapi pastikan membeli selongsong dengan ukuran yang benar dan tahan bocor.

    Jika tidak, segel Anda tidak akan sekencang yang seharusnya, dan kebocoran akan tetap ada. Sejajarkan paking dengan bagian pipa yang rusak. Kemudian, letakkan di atas lubang agar kebocoran tertutup seluruhnya.

    Tempatkan klem di sekitar pipa sehingga pas di atas gasket. Kemudian, mirip dengan klem selang, kencangkan baut yang disertakan di bagian luar klem. Pastikan untuk mengencangkan baut sepenuhnya untuk keamanan maksimum.

    4. Sambungan Pipa

    Solusi perbaikan yang disebutkan di atas umumnya dianggap sebagai perbaikan sementara. Nah, untuk perbaikan yang lebih permanen, bisa dengan memasang sambungan pada pipa.

    Sambungan yang dimaksud adalah sambungan kedap air yang menghubungkan dua buah pipa. Sebelum membelinya, pastikan ukuran dan diameternya sama dengan pipa Anda saat ini dan bahannya sama, seperti PVC, tembaga, dll.

    Ukur sambungan dan tandai pengukuran pada pipa menggunakan spidol. Kemudian, gunakan pemotong pipa untuk menghilangkan bagian pipa yang rusak.

    Kamu dapat menggunakan gergaji besi. Namun, kamu akan mendapatkan potongan yang jauh lebih bersih dan akurat dengan menggunakan pemotong pipa. Dari sana, geser sambungan ke ujung pipa.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Pipa Air dan Fungsinya yang Harus Kamu Tahu


    Jakarta

    Pipa air menjadi komponen penting dalam infrastruktur air bersih dan sistem penyediaan air. Memahami berbagai jenis pipa air yang tersedia dan fungsinya sangat penting untuk memastikan sistem perpipaan berjalan dengan efektif.

    Tanpa pipa air, sistem penyediaan air yang efisien akan sulit terwujud. Namun penting untuk diingat bahwa tidak semua pipa air diciptakan sama, setiap jenis pipa memiliki karakteristik dan fungsinya sendiri.

    Melansir The Spruce, Selasa (1/10/2024), berikut ini beberapa jenis pipa air dan fungsinya yang perlu kamu tahu.


    Pipa PEX

    Pipa PEX (Cross-linked Polyethylene) adalah pipa plastik tahan lama yang digunakan untuk memasok air. Pipa ini cukup kaku untuk menahan tekanan pasokan air tetapi cukup fleksibel untuk dipasang di seluruh dinding, langit-langit, dan ruang bawah tanah.

    Pipa PEX umumnya tersedia dalam diameter 1/2 inci dan 3/4 inci, tetapi dapat ditemukan juga dalam diameter hingga 3 inci. Pipa PEX mudah dipotong dan disambung, biasanya pipa ini diberi kode warna merah

    Biasanya pipa ini digunakan sebagai saluran distribusi air panas dan dingin di dalam rumah. Gunakan juga PEX untuk perpipaan dan distribusi hidrolik, seperti untuk radiator.

    Pipa PVC

    Pipa PVC (Polyvinyl Chloride) adalah bahan pipa plastik putih yang umum digunakan untuk saluran pembuangan. Pipa ini populer karena lebih ringan dan lebih mudah digunakan daripada pipa baja galvanis.

    Pipa PVC cukup mudah dipasang dan hanya memerlukan gergaji besi dan kotak potong. Pipa jenis ini tidak cocok untuk aplikasi bertekanan tinggi.

    Pipa Tembaga

    Pipa tembaga pada dasarnya terbuat dari tembaga murni, terbukti dari tampilannya yang berwarna merah kecoklatan mengkilap. Pipa tembaga sering digunakan untuk seluruh pasokan air di dalam rumah.

    Ppia tembaga bernilai karena tidak menimbulkan risiko kesehatan, tidak seperti bahan pipa lainnya. Pipa tembaga biasanya digunakan untuk wastafel, pancuran, bak mandi, dan perlengkapan lainnya.

    Pipa ABS

    Pipa ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) terbuat dari resin termoplastik dan sangat mirip dengan pipa PVC, kecuali warnanya hitam dan sedikit lebih lunak. Pipa ini biasa digunakan sebagai saluran ventilasi dan pembuangan.

    Pipa ini cukup tahan lama, meskipun paparan sinar matahari dapat merusaknya dan merupakan pilihan yang hemat biaya.

    Pipa Baja Galvanis

    Pipa baja galvanis adalah pipa baja yang kaku dan tahan korosi yang telah digunakan selama puluhan tahun untuk drainase, pasokan air, pasokan gas, dan beberapa keperluan lainnya.

    Pipa ini jarang digunakan dan tidak digunakan untuk pasokan air dalam proyek konstruksi atau renovasi baru. Meskipun memiliki daya tahan yang baik, pemasangannya juga mahal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Keran Muncrat Saat Dibuka? Ini Penjelasan dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Pernahkah mengalami air keran tiba-tiba muncrat saat dibuka? Padahal, air biasanya keluar secara perlahan ketika menarik atau memutar kenop keran.

    Tekanan air yang keluar terlalu besar bisa menyebar dan membuat area sekitar basah. Belum lagi, kalau pakaian terkena cipratan air, pastinya sangat menjengkelkan ya.

    Aliran air bisa saja hanya muncrat sementara, lalu mengecil seketika atau pada bukaan kedua. Namun ada juga air keran yang muncrat terus menerus, bahkan alirannya melebar sehingga kamu perlu mengecilkan debit air.


    Lantas, kenapa air keran bisa muncrat ya? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Angie’s List.

    Penyebab Air Keran Muncrat

    Inilah beberapa penyebab air keran muncrat saat dibuka serta bagaimana cara memperbaikinya.

    1. Pipa Saluran Air Dimatikan

    Air keran bisa muncrat karena saluran air yang sudah lama tidak digunakan. Biasanya hal ini terjadi setelah pemilik rumah baru pulang dari berlibur atau jarang berada di rumah.

    Penghuni jarang menggunakan air, sehingga otomatis sudah lama tidak ada yang memberikan tekanan untuk air mengalir ke atas. Pada saat kembali digunakan, keran mengeluarkan suara pipa kosong, baru setelah itu air muncrat keluar.

    Jika mengalami hal ini, tidak perlu lakukan perbaikan pada saluran air. Sebab, air bisa kembali mengalir dengan lancar seperti semula setelah sering digunakan.

    2. Lubang Penyaring Keran Tersumbat

    Biasanya ada penutup berlubang pada lubang keran air, untuk menghasilkan aliran air yang lancar dan bebas percikan. Aliran air muncrat bisa jadi pertanda penyaring keran itu tersumbat, sehingga air keluar dengan deras dan keras.

    Jika benar tersumbat, coba lepas penyaring keran dan sikat bagian lubang dan dalamnya. Biasanya sumbatan itu terjadi karena ada lumut yang menumpuk.

    3. Kerusakan pada Cartridge Keran

    Jika cara buka keran dengan diangkat, jenis keran itu disebut cartridge. Katup keran cartridge yang rusak atau kotor bisa menghambat aliran air, alhasil menyebabkan keran air muncrat. Solusinya, katup keran cartridge rusak perlu diganti dengan yang baru.

    4. Pipa Air Retak

    Air keran muncrat juga bisa disebabkan pipa air yang retak. Kondisi ini membuat udara masuk ke dalam aliran air dan menimbulkan air muncrat.

    Adapun tanda-tanda kebocoran air pada pipa rusak di antaranya terdapat noda air di dinding seperti rembesan. Selain itu, tercium bau lapuk, keran air terasa longgar, dan keran air muncrat setiap dibuka.

    Untuk memperbaiki pipa air yang retak tergantung, perlu disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Jika retaknya parah, pipa air harus diganti dengan yang baru.

    Kalau pipa air masih bisa ditambal, gunakan dengan lem fiber, dempul epoksi, serta selongsong karet dan jepitan. Minta bantuan ahli agar perbaikan pipa retak cepat teratasi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Saluran Air di Kitchen Sink Mampet? Bersihkan dengan Cara Ini!


    Jakarta

    Kitchen sink atau bak cuci piring perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, ada banyak sisa makanan yang dapat masuk ke dalam saluran air, sehingga menyebabkan kitchen sink mampet.

    Tidak hanya bikin saluran air tersumbat, kitchen sink yang kotor juga dapat mengeluarkan bau tak sedap. Alhasil, mencuci piring jadi tidak nyaman dan bisa membuatmu merasa mual.

    Kalau kitchen sink di rumah sudah mampet, jangan khawatir. Sebab, ada cara mudah untuk mengatasinya. Penasaran? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Saluran Air di Kitchen Sink

    Membersihkan saluran air di kitchen sink ternyata bisa menggunakan bahan sederhana, yakni soda kue dan cuka putih. Kombinasi keduanya dinilai efektif untuk mengatasi mampet di bak cuci piring.

    Dilansir Southern Living, pakar kebersihan Jill Koch mengatakan soda kue dan cuka merupakan bahan alami yang efektif membersihkan saluran air di kitchen sink. Namun, keduanya tidak boleh digunakan secara bersamaan.

    “Ini sering terjadi kesalahpahaman yang cukup umum, soda kue dan cuka jika dicampur justru tidak efektif membersihkan saluran kitchen sink,” kata Koch.

    Koch mengungkapkan cara yang tepat untuk membersihkan saluran air di kitchen sink dengan kedua bahan tersebut. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Taburkan Soda Kue

    Langkah yang pertama adalah menaburkan soda kue ke saluran pembuangan di kitchen sink. Untuk takaran soda kue kira-kira setengah cangkir hingga satu cangkir.

    “Saya juga suka menambahkan sedikit sabun cuci piring di atasnya agar lebih efektif mengatasi saluran yang mampet,” ungkap Koch.

    2. Diamkan Soda Kue

    Setelah menabur soda kue di saluran air, kini diamkan selama sekitar 5-10 menit. Langkah ini dilakukan agar baking soda dapat bereaksi untuk melarutkan zat-zat yang membuat saluran jadi mampet.

    Jika sudah, bilas soda kue dengan air panas secara perlahan. Hati-hati saat menyiramnya karena cipratan air bisa mengenai tangan.

    3. Tuang Cuka Putih

    Kemudian, tuang secangkir cuka putih ke dalam saluran pembuangan air. Cuka berfungsi untuk membantu membersihkan dan menghilangkan bau tak sedap dari saluran air.

    “Kedua bahan itu akan membantu membersihkan sekaligus menghilangkan bau di saluran pembuangan air pada kitchen sink,” tutur Koch.

    Sebagian orang mungkin ragu saat menuangkan cuka putih ke dalam saluran air. Soalnya, sifat asam dari cuka dikhawatirkan dapat merusak komponen kitchen sink dan pipa air.

    Koch menyebut tingkat keasaman cuka memang dapat merusak pipa atau kitchen sink seiring waktu. Namun jika tidak dilakukan sesering mungkin masih dianggap aman.

    “Secara keseluruhan, baik cuka maupun soda kue merupakan metode alami yang ampuh untuk membersihkan saluran pembuangan di kitchen sink. Jika hanya dilakukan sebulan sekali atau lebih seharusnya tidak masalah,” pungkasnya.

    Demikian cara membersihkan saluran air di kitchen sink yang mampet. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampas Kopi Jangan Dibuang ke Wastafel, Bisa Bikin Pipa Cepat Mampet


    Jakarta

    Setelah menyeruput secangkir kopi, biasanya ampas kopi akan menumpuk di dasar gelas. Beberapa orang memilih membuang ampas kopi langsung ke wastafel agar lebih cepat dan praktis.

    Padahal, membuang ampas kopi langsung ke wastafel bisa menimbulkan dampak buruk bagi saluran air. Sayangnya, banyak orang belum sadar dan masih terbiasa melakukan hal tersebut.

    Pakar kebersihan mengungkap dampak yang terjadi jika membuang ampas kopi langsung ke wastafel. Apa saja dampaknya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Dampak Membuang Ampas Kopi ke Wastafel

    Pakar kebersihan di Roto-Rooter Plumbing & Water Cleanup Paul Abrams menganjurkan agar tidak membuang ampas kopi langsung ke wastafel. Jika kebiasaan ini terus dilakukan maka dapat menyumbat saluran air.

    “Jika terlalu banyak, ampas kopi dapat menyumbat pipa pembuangan dan menyebabkan penyumbatan di wastafel Anda,” kata Abrams dikutip dari Better Homes & Gardens.

    Abrams mengatakan ampas kompi memiliki tekstur yang menggumpal. Apabila ampas kopi yang dibuang ke wastafel dalam jumlah banyak, maka ampas kopi akan saling menumpuk di saluran air yang berbentuk ‘U’ di bawah wastafel.

    Jika ampas kopi yang menumpuk sudah banyak dan bercampur kotoran di dalam pipa air, maka bisa membentuk endapan yang tebal. Seiring waktu, endapan tersebut dapat mengganggu aliran air sehingga menyebabkan penyumbatan.

    “Tekanan air yang sangat besar dibutuhkan untuk mendorong gumpalan bubuk kopi keluar dari saluran air, dan sayangnya bubuk tidak bisa larut dalam air,” ujarnya.

    Abrams menyebut tidak masalah jika sesekali membuang ampas kopi ke wastafel. Masalah justru akan muncul jika hal tersebut dijadikan suatu kebiasaan.

    “Jika kamu berulang kali menuangkan ampas kopi dalam jumlah kecil ke saluran air setiap hari, maka ampas kopi bisa menumpuk dan bercampur dengan sisa makanan, lemak, kerak sabun, dan minyak,” ungkap Abrams.

    Cara Alternatif Membuang Ampas Kopi di Rumah

    Daripada harus membuangnya ke wastafel, Abrams menyarankan agar ampas kopi bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, yaitu:

    1. Kompos Tanaman

    Ampas kopi mengandung nitrogen yang tinggi sehingga dapat menyuburkan tanaman. Namun, ampas kopi akan bermanfaat bagi tanaman jika digunakan dalam jumlah yang tepat.

    2. Membasmi Hama

    Alih-alih dibuang, ampas kopi dapat digunakan untuk membasmi hama, terutama semut dan siput di halaman rumah. Cukup taburkan ampas kopi di sekitar halaman untuk mengusir dan mencegahnya masuk ke rumah.

    3. Membersihkan Sejumlah Barang

    Ampas kopi juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan sejumlah barang di rumah, seperti panci, wajan, dan kompor. Soalnya, ampas kopi memiliki sifat yang cukup abrasif.

    4. Menghilangkan Bau

    Nitrogen yang terkandung dalam ampas kopi juga dapat menghilangkan bau tak sedap, seperti di lemari pakaian dan kulkas. Caranya juga mudah, cukup tuang ampas kopi ke dalam cangkir dan simpan di ruangan yang mengeluarkan bau tak sedap.

    Demikian penjelasan soal ampas kopi apakah bisa dibuang ke wastafel atau tidak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com