Tag: piring

  • 6 Barang Ini Wajib Dicuci Sebelum Dipakai, Catat!



    Jakarta

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali melupakan betapa pentingnya mencuci barang-barang baru sebelum menggunakannya. Meski terlihat bersih saat baru dibeli, nyatanya, banyak risiko tersembunyi yang terdapat di barang-barang tersebut yang bisa memengaruhi kesehatan kita.

    Para ahli kebersihan menyarankan untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan kebersihan dengan mencuci beberapa jenis barang sebelum digunakan untuk pertama kalinya.

    Apa saja barang-barang tersebut? Melansir The Spruce, Minggu (3/11/2023), berikut 6 barang yang harus dicuci sebelum digunakan untuk pertama kalinya.


    1. Peralatan Dapur dan Tempat Makanan

    Para ahli setuju bahwa segala sesuatu yang bersentuhan dengan makanan sebaiknya dicuci sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Barang-barang tersebut, seperti gelas, piring, sendok, panci, dan bahkan bagian yang bisa dilepas dari peralatan kecil. Cucilah barang-barang tersebut untuk menghilangkan debu dan partikel sisa dari proses pembuatan yang bisa masuk ke dalam makanan.

    2. Seprai Tempat Tidur

    Pastikan tempat tidurmu tetap bersih dan higienis dengan mencuci seprai tempat tidur baru sebelum digunakan. Bahan kimia, debu, dan kotoran dari pabrik atau proses transportasi produsen bisa terlepas dari seprai dengan mencucinya terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pertama kalinya.

    3. Alat-Alat Kebersihan

    Alat-alat kebersihan, seperti sapu, kain mikrofiber, kain pel, dan spons sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Meski terlihat kontradiktif, alat-alat kebersihan bisa saja mengandung debu dan bakteri dari proses pembuatannya di pabrik. Pastikan untuk mencucinya agar tetap efektif dalam membersihkan rumahmu.

    4. Handuk

    Meski terlihat bersih, handuk baru juga sebaiknya dicuci sebelum digunakan. Sisa debu, partikel, dan bakteri bisa melekat pada handuk mandi, tangan, atau dapur. Kebersihan setelah mandi menjadi lebih maksimal setelah mencucinya terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pertama kalinya.

    5. Pakaian

    Baik pakaian baru, bekas, atau turun-temurun, selalu lakukan pencucian sebelum digunakan. Hal ini terkhusus untuk pakaian dalam dan pakaian olahraga yang bersentuhan langsung dengan kulit. Proses pencucian bisa menghilangkan kuman dan residu yang mungkin terpapar selama perjalanan dari pabrik ke rak toko.

    6. Barang-Barang Bayi

    Bayi adalah makhluk yang sangat sensitif, maka barang-barang mereka, seperti selimut, pakaian, mainan, dan botol sebaiknya dicuci sebelum digunakan. Cucilah barang-barang tersebut dengan sabun khusus bayi yang lembut dan air hangat untuk memastikan keamanan dan kebersihannya tetap terjaga.

    Demikianlah barang-barang yang harus dicuci sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Mencuci barang-barang baru sebelum digunakan bukan hanya sekadar tindakan kebersihan, tetapi juga langkah preventif untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kita sehari-hari. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lebaran Pasti Numpuk, Ini Tips Cuci Piring Kotor yang Benar dan Cepat


    Jakarta

    Setelah menghabiskan waktu bersenang-senang saat perayaan lebaran, kini tiba bagian yang kurang mengenakan, yakni berberes rumah. Tentu saja rumah akan berantakan seusai acara, apalagi ada tumpukan cucian piring yang menjadi PR bagi tuan rumah.

    Tak heran, lebaran memang hari makan-makan, sehingga wajar saja kalau ada banyak piring kotor yang menunggu untuk dicuci. Tapi tenang saja, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan supaya memudahkan proses pencucian piring. Berikut ini cara mencuci piring dengan efisien, dilansir dari laman The Cut.

    1. Bersihkan Dapur

    Bersihkan dapur terlebih dulu sebelum melakukan hal lainnya. Langkah ini akan memberikan ruang untuk menampung cucian bersih dan kotor.


    Pastikan semua alat masak sudah dicuci dan disimpan sebelum membawa piring-piring kotor baru dari ruangan lainnya. Selanjutnya, buanglah sisa makanan di dalam lubang pembuangan wastafel supaya tidak tersumbat, lalu lap permukaan meja dapur.

    2. Kumpulkan Cucian Berdasarkan Jenisnya

    Kumpulkan piring atau alat makan kotor sesuai jenisnya dan bawa ke dapur secara bertahap untuk dicuci. Tumpuk piring-piring berdasarkan ukurannya, kelompokkan semua gelas menjadi satu, dan kumpulkan sendok dan garpu sebelum menuju ke dapur. Cara ini akan membantu proses berberesmu menjadi lebih lebih fokus serta berjalan dengan lancar.

    3. Rendam Sendok dan Garpu

    Kemungkinan besar sendok dan garpu adalah cucian dengan noda atau partikel makanan yang cukup membandel. Maka, rendamlah sendok dan garpu dalam campuran air dan sabun. Hal ini akan memudahkan ketika mencuci alat makan tersebut nantinya.

    4. Gelar Handuk pada Meja

    Tentu saja jumlah cucian piringmu akan membludak seusai perayaan Lebaran. Oleh karena itu, sediakan ruang tambahan untuk menaruh piring bersih setelah dicuci. Kamu bisa menggelar handuk di atas meja sebagai tempat piring-piring dikeringkan.

    Sebagai tambahan, hindari menaruh makanan atau minuman secara terbalik hingga menutup bukaan pada piring ataupun mangkuk. Sebab, hal itu akan membuat bagian dalam cucian tidak kering.

    Itulah beberapa tips untuk memudahkan kamu mencuci piring setelah perayaan lebaran. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Setop 5 Kebiasaan Buruk Ini Saat Cuci Piring!


    Jakarta

    Mencuci piring adalah salah satu pekerjaan rumah yang sering dilakukan sehari-hari. Alat makan atau masak memang harus segera dibersihkan setelah digunakan.

    Namun, terkadang tanpa disadari kita melakukan kebiasaan yang justru membuat piring ataupun gelas tidak bersih maksimal. Belum lagi ada kebiasaan yang malah membuat kegiatan mencuci piring menjadi semakin berat.

    Lantas, apa saja kebiasaan buruk atau kesalahan ketika mencuci piring? Yuk, simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes and Gardens.


    5 Kebiasaan Buruk Saat Cuci Piring

    Inilah beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat mencuci piring agar pekerjaan jadi lebih mudah dan efektif.

    Mencuci piring memang pekerjaan rumah tangga yang kurang disukai sebagian orang. Akan tetapi, sebaiknya segera menuntaskan cucian piring tanpa menunda terlalu lama.

    Sebab, makin lama piring dan alat masak yang kotor dibiarkan di wastafel dapat mengundang hewan atau serangga, bahkan jadi tempat bersarangnya kuman. Kuman dapat hidup hingga empat hari di permukaan bersih, tetapi dengan kontaminasi makanan maka akan hidup lebih lama.

    2. Menggunakan Spons Kotor

    Meskipun spons tampak bisa digunakan beberapa kali lagi, bukan berarti kamu perlu menggunakannya. Sebaiknya spons diganti secara berkala karena bisa menjadi tempat kuman berkembang biak. Selain itu, pastikan untuk selalu mencuci kain lap piring setelah pemakaian.

    3. Merendam Cucian

    Merendam cucian membantu menghilangkan noda dan sisa makanan yang membandel tergantung pada bahannya. Sebaiknya hindari merendam peralatan makan dan masak yang terbuat dari kayu dan cast iron.

    Selain menunda mencuci piring, membiarkan piring dan alat masak terendam di wastafel dapur tidak dianjurkan karena air bisa menjadi tempat bagi kuman untuk berkembang biak.

    4. Menggunakan Terlalu Banyak Sabun

    Ketika mencuci piring, sebenarnya tidak butuh menggunakan sabun terlalu banyak. Semakin banyak sabun berarti semakin banyak busa, sehingga akan memerlukan lebih banyak usaha untuk menghilangkan busanya. Terlebih kalau busa tidak dibersihkan dengan baik, maka akan menjadi residu pada piring.

    5. Menyimpan Cucian Basah

    Pastikan untuk mengeringkan atau membiarkan cucian piring kering sebelum menyimpannya di rak piring. Menyimpan cucian basah bisa membuat menambah kelembapan di dalam tempat penyimpanan piring yang akhirnya menimbulkan tumbuhnya jamur.

    Itulah beberapa kesalahan ketika mencuci piring yang perlu dihindari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berkali-kali


    Jakarta

    Setelah makan, piring dan gelas wajib dicuci sampai bersih. Namun terkadang, bau sisa makanan masih suka menempel di piring walau sudah dicuci berkali-kali.

    Secara tampilan, piring dan gelas mungkin terlihat bersih dan kinclong dan siap diletakkan ke lemari makan. Namun jangan terkecoh, sebab piring tersebut belum sepenuhnya bersih karena masih mengeluarkan aroma tak sedap.

    Lantas, apa penyebab piring masih bau walau sudah dicuci berkali-kali? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Walau Sudah Dicuci

    Ada sejumlah hal yang membuat piring tetap bau meski sudah dicuci. Dilansir situs Real Simple, Senin (12/5/2025) berikut penyebabnya:

    1. Dishwasher dan Kitchen Sink Kotor

    Penyebab yang pertama bisa diakibatkan mesin pencuci piring (dishwasher) sudah kotor. Sebab, bau dari dishwasher bisa menempel di piring meski sudah dicuci.

    Maka dari itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink yang kotor juga dapat menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, segera bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    2. Spons Sudah Kotor

    Spons digunakan untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru.

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau, mungkin dikarenakan spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya cara adalah dengan membeli spons yang baru.

    3. Piring Tidak Dicuci dengan Benar

    Faktor berikutnya karena piring tidak dicuci dengan benar. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih. Alhasil, masih ada sisa noda makanan yang menempel di permukaan. Hal itulah yang membuat piring mengeluarkan aroma tak sedap.

    4. Noda Membandel

    Ada sejumlah noda membandel di piring yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu kari atau saus sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang. Jadi, detikers harus mencucinya berulang kali dan pastikan noda sudah hilang.

    Cara Menghilangkan Bau di Piring

    Bau tak sedap yang menempel di piring tentu bikin kesal. Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara untuk menghilangkan bau di piring:

    1. Pakai Air Panas

    Air panas diklaim ampuh untuk mengatasi bau tak sedap di piring. Selain itu, air panas juga dapat menghilangkan sisa-sisa minyak dan kotoran yang menempel.

    Namun, jangan mengandalkan air panas saja untuk mencuci piring karena bau tak sepenuhnya menghilang. Lakukan pencucian ulang dengan air mengalir dan sabun agar baunya hilang.

    2. Pilih Sabun Cuci Piring yang Berkualitas

    Mungkin selama ini kamu menggunakan sabun cuci piring yang harganya terjangkau, tapi kualitasnya kurang bagus. Alhasil, piring masih tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali.

    Salah satu solusinya adalah dengan membeli sabun cuci piring yang berkualitas baik. Baca label produk untuk mengetahui kandungan zat aktif seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang diklaim efektif menghilangkan lemak dan minyak.

    3. Simpan Piring dengan Benar

    Setelah dicuci, simpan piring di tempat yang aman dan benar. Pastikan piring telah dilap dan disimpan dalam kondisi kering. Sebab, menyimpan piring dalam keadaan masih basah dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut.

    4. Buang Piring yang Retak

    Piring yang sudah retak, pecah, atau rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Sebab, retakan pada piring bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang menyebabkan bau.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berkali-kali. Semoga bermanfaat!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Piring yang telah digunakan untuk makan wajib dicuci sampai bersih. Namun, piring yang sudah dicuci hingga berkali-kali terkadang masih saja tetap bau.

    Hal ini tentu bikin kesal karena secara tampilan piring sudah bersih dan kinclong. Namun ternyata, jika dicium pada permukaan piring masih mengeluarkan bau tak sedap.

    Ingin tahu penyebab piring tetap bau meski sudah dicuci berulang kali? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Meski Telah Dicuci

    Ada beberapa penyebab piring masih tercium aroma tidak sedap walau sudah dicuci berulang kali. Dikutip dari Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Spons Sudah Kotor

    Penyebab yang utama mungkin karena spons yang dipakai untuk mencuci sudah kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau dan terasa lengket pada permukaannya, mungkin disebabkan karena spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya solusi adalah dengan menggantinya dengan spons baru.

    2. Piring Tidak Dicuci dengan Tepat

    Faktor lainnya karena piring tidak dibersihkan dengan tepat. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih.

    Maka jangan heran kalau masih terdapat sisa noda makanan yang menempel di permukaan piring setelah dicuci. Hal itu yang membuat piring dapat mengeluarkan aroma tak sedap.

    3. Dishwasher atau Kitchen Sink Kotor

    Mesin pencuci piring (dishwasher) yang sudah kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebab, bau dari dishwasher dapat menempel di permukaan piring yang telah dicuci.

    Oleh sebab itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink atau wastafel yang kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, sebaiknya bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tidak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    4. Noda Membandel

    Piring yang digunakan sehari-hari mungkin terdapat noda membandel yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu rendang atau sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang.

    Untuk menghilangkan noda membandel di piring, cobalah menggunakan air panas agar noda bisa larut. Setelah itu, bersihkan dengan sabun cuci piring dan spons yang berkualitas.

    Kalau permukaan piring sudah kotor dan kusam karena terdapat banyak noda membandel, sebaiknya buang piring tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com