Tag: pisau

  • Mudah! 4 Bahan di Rumah Ini Bisa Bersihkan Karat


    Jakarta

    Peralatan yang terbuat dari logam bisa berkarat kalau terkena air terlalu lama. Kalau menemukan benda berkarat jangan langsung dibuang ya karena masih bisa dibersihkan kok.

    Karat muncul ketika permukaan logam terkena atau tergenang air selama berhari-hari. Akibatnya, proses oksidasi dapat terjadi dan membuat perkakas berkarat.

    Benda-benda yang bisa berkarat di rumah seperti sekrup, cangkul, atau pisau. Selain nggak enak dilihat, karat juga bikin peralatan di rumah sulit digunakan.


    Misalnya gunting berkarat menjadi tumpul. Namun, bukan berarti benda itu rusak dan tak bisa dipakai lagi ya. Penghuni bisa coba menggunakan bahan-bahan yang biasa ditemukan di rumah, lho.

    4 Cara Bersihkan Karat Pakai Bahan Rumahan

    Dilansir dari Apartment Therapy, inilah cara membersihkan karat pada peralatan logam menggunakan bahan yang ada di rumah.

    1. Soda Kue

    Soda kue cocok untuk karat yang tidak terlalu parah, seperti pada loyang dan logam tipis. Menggunakan soda kue adalah cara mudah dan murah menghilangkan karat pada logam.

    Caranya dengan membilas benda logam dan dikibas kering. Kemudian, taburkan soda kue pada benda tersebut. Bubuk soda kue akan menempel pada bagian yang lembap.

    Pastikan semua permukaan berkarat tertutup dengan soda kue. Biarkan selama sejam, lalu gosok permukaan dengan sikat. Terakhir, bilas dan keringkan barang itu.

    2. Cuka

    Rendaman cuka bekerja paling baik pada peralatan yang kondisi karatnya parah. Namun, ingat jangan gunakan metode ini pada apa pun yang permukaannya dicat karena cuka dapat merusak lapisannya.

    Rendam barang berkarat dengan cuka putih selama semalam. Lalu, bersihkan lapisan karat menggunakan sikat. Jika barangnya tidak dapat direndam, rendam kain lap dalam cuka putih dan bungkus area yang berkarat.

    3. Kentang dan Sabun Cuci Piring

    Kombinasi kentang dan sabun cuci piring bagus untuk permukaan yang hanya memiliki sedikit karat. Metode ini merupakan cara yang mudah dan relatif cepat untuk menghilangkan karat.

    Potong kentang menjadi dua bagian dan lapisi bagian ujung yang terbuka dengan sabun cuci piring. Gunakan kentang seperti sabut gosok. Karat akan memudar saat bereaksi dengan sabun dan kentang.

    4. Lemon dan Garam

    Metode penghilangan karat dengan lemon dan garam bekerja paling baik pada noda karat yang tidak terlalu membandel. Metode ini cocok untuk pisau dapur yang memiliki sedikit karat.

    Taburkan garam secukupnya pada area yang berkarat. Potong lemon menjadi dua, lalu peras airnya di atas garam.

    Diamkan campuran tersebut selama sekitar 30 menit, lalu gosok karatnya. Jika karat masih ada, ulangi prosesnya dan biarkan garam dan airnya meresap selama satu atau dua jam lagi hingga karat benar-benar hilang. Bilas, lalu keringkan.

    Itulah beberapa cara membersihkan karat menggunakan bahan rumahan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Cukur Kumis di Kamar Mandi Sebelum Baca Ini!



    Jakarta

    Mencukur kumis dan janggut merupakan rutinitas yang dilakukan seorang pria. Biasanya, kegiatan ini dilakukan di wastafel dan kamar mandi. Jika itu jadi kebiasaan wajib baca artikel ini.

    Mencukur kumis dan janggut di kamar mandi atau wastafel tidak apa dilakukan asal melakukan langkah lanjutan. Sebab jika tidak saluran air bisa tersumbat sisa-sisa bulu dan rambut yang terbuang.

    Berikut tips agar mencukur kumis dan janggut tak menimbulkan masalah seperti dikutip dari modernbathroom.


    1. Gunakan mangkuk

    Jangan langsung membilas pisau cukur yang kamu pakai dengan air mengalir. Gunakan mangkuk berisi air dan cuci pisau cukur itu di dalam mangkuk tersebut. Bila tak ada mangkuk, kamu bisa menggunakan gelas. Mangkuk bisa memisahkan buih busa dan bulu-bulu sisa cukuran. Setelah itu, baru buang dengan menggunakan air mengalir secara perlahan. Tapi jangan lupa untuk menarik penutup saluran air agar tidak menggenang.

    2. Alirkan air panas

    Selalu alirkan air panas setelah mencukur. Air panas bisa membantu menyiram pipa lebih baik dibandingkan dengan air dengan suhu biasa.

    3. Pakai baking soda dan cuka

    Bersihkan saluran pembuangan dengan soda kue atau baking soda dan cuka. Lakukan ini setiap satu atau dua bulan sekali, atau setiap pipa saluran air tersumbat. Ini adalah cara alami yang bisa dilakukan sendiri tanpa harus memanggil tukang ledeng.

    Caranya: Tuangkan setengah cangkir baking soda ke saluran pembuangan, diikuti dengan secangkir cuka putih, lalu tunggu 10 menit. Kemudian alirkan air panas untuk menyiram campuran di saluran pembuangan. Pelarut alami ini dapat membantu menghilangkan penumpukan di dalam pipa.

    4. Cukur saat wastafel kering

    Saat mencukur, mulailah dengan wastafel kering. Dengan begini, kamu bisa membuat rambut atau cukuran langsung ke tempat sampah sebelum rambut tersebut masuk ek saluran air. Membuang sisa rambut itu akan lebih mudah saat dalam keadaan kering. Atau, lapisi wastafel dengan handuk atau tisu, agar mudah dibuang ke tempat sampah.

    Bila kamu rutin mencukur, coba tips mencukur tersebut agar wastafel tidak tersumbat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Cara Menghilangkan Noda Kunyit pada Karpet


    Jakarta

    Adanya noda kunyit di karpet bisa membuat penghuni rumah jengkel. Sebab, noda kuning pada karpet itu bisa merusak estetika.

    Noda tersebut bisa saja timbul karena adanya tumpahan makanan dengan bahan kunyit, misalnya makanan gulai, kari, maupun opor pada karpet. Biasanya jika ada tumpahan, langsung dilap menggunakan tisu. Namun, hal itu tidak serta merta langsung membuat karpet bebas noda.

    Noda kunyit ini bisa sulit dihilangkan apabila tidak langsung dibersihkan. Namun tak perlu khawatir karena ada tips menghilangkan noda kunyit pada karpet.


    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Bersihkan Noda

    Langkah pertama adalah hilangkan cairan kunyit pada karpet sebanyak mungkin, bisa menggunakan sendok maupun pisau. Selanjutnya, lap karpet dengan menggunakan kain yang lembap.

    Tambahkan Pasta Baking Soda

    Selanjutnya, buat pasta campuran baking soda dengan air. Setelah itu, letakkan pasta pada noda dan diamkan selama 15 menit.

    Bersihkan Pasta Baking Soda

    Setelah didiamkan selama 15 menit, bersihkan pasta baking soda dari karpet dengan menggunakan lap yang lembap. Lap dengan lembut untuk menyerap pasta dan juga nodanya. Setelah itu, keringkan karpet.

    Jika masih noda masih belum hilang, ulangi cara-cara tersebut hingga noda hilang.

    Sebagai catatan, dilansir dari Homes & Gardens, saat membersihkan noda kunyit sebaiknya jangan gosok karpet menggunakan lap karena bisa merusaknya. Cukup mengusapnya saja dengan hati-hati.

    Itulah cara membersihkan noda kunyit pada karpet. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Merawat Marmer agar Tidak Gores dan Tetap Mengkilap


    Jakarta

    Marmer adalah jenis batuan yang sering digunakan di rumah dan bangunan mewah. Meskipun, harganya mahal, banyak orang tertarik dengan keindahan yang ditawarkan oleh batu tersebut.

    Batuan yang terbuat dari dari batu kapur atau dolomit yang melalui proses pemanasan dan tekanan yang ekstrem ini memiliki cara perawatan khusus dan beda dengan jenis batuan lain.

    Penggunanya pasti tak mau marmer lecet atau pecah karean biaya perbaikan dan penggantiannya pasti mahal.


    Dilansir Homes and Garden, berikut beberapa hal yang harus dihindari agar marmer tidak tergores dan rusak.

    1. Hindari dari Cairan Asam

    Marmer sebaiknya dihindari dari cairan asam, terutam dari kopi, jus, atau anggur. Jika ada cairan asam yang tumpah, nodanya akan sulit dibersihkan karena akan muncul pori-pori dan lubang pada permukaannya hingga merubah warna pada marmer tersebut.

    Hal ini juga berlaku untuk alat kebersihan di rumah. Pakai bahan pembersih yang pH nya netral. Hindari penggunaan cuka, air jeruk lemon, atau produk berbahan dasar pemutih karena dapat menghilangkan lapisan penyegel dan melemahkan lapisan batu, yang menyebabkan goresan permanen.

    2. Hindari Memotong Tanpa Alas

    Saat hendak memotong buah, sayuran, daging, dan bahan lainnya sebaiknya jangan di atas marmer. Gunakan talenan atau alas lain karena ujung dari pisau bisa membuat goresan pada permukaan marmer. Hal ini juga berlaku pada barang-barang yang dapat digerakkan di atas lantai seperti meja, kursi, kipas angin yang ujungnya lancip. Dikhawatirkan ketika digerakkan menimbulkan goresan.

    3. Tidak Boleh Terkena Panas Terlalu Lama

    Lindungi marmer di rumah dari panas terutama dari panci atau wajan yang baru dipakai memasak. Panas yang terlalu tinggi dapat menimbulkan perubahan warna pada panci dan wajan. Hal ini juga berlaku pada piring, mangkok, dan gelas yang berisi air atau makanan panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Kebiasaan yang Bikin Barang di Dapur Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan


    Jakarta

    Membersihkan perangkat memasak di dapur dan perlengkapan makan dengan dicuci ternyata nggak menjamin kebersihannya. Kuman dan bakteri tetap bisa menempel pada barang-barang tersebut dan membuatnya tidak higienis.

    Hal ini biasanya disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan yang salah ketika membersihkan atau menyimpan barang tersebut. Dilansir Food Network, berikut beberapa kebiasaan yang dapat membuat perlengkapan makan dan dapur tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    1. Membersihkan Blender Asal-asalan

    Blender yang dicuci dengan asal-asalan kebanyakan tidak akan bersih dan higienis. Menurut Studi Kuman Rumah Tangga Internasional NSF pada 2013 lalu, menemukan bahwa blender yang dibersihkan secara asal-asalan ternyata menyisakan jejak salmonella sekitar 36 persen dan 43 persen di antaranya meninggalkan jamur atau ragi.


    Cara yang benar untuk membersihkan blender adalah dengan membuka semua komponen bagian atas yakni wadah bumbu, bilah tajam, dan badannya. Bilas blender dengan air panas yang sudah dicampur dengan sabun. Setelah itu cuci dengan sabun seperti mencuci piring biasa. Bilas lagi dengan air hangat. Tunggu hingga kering dan pasang semua komponen seperti semula sebelum disimpan di tempat yang bersih.

    2. Meletakkan Gelas Terbalik

    Banyak orang berfikir apabila meletakkan gelas dengan kondisi terbalik justru mencegah benda tersebut terkontaminasi dari debu dan bakteri. Ternyata kenyataannya justru sebaliknya.

    Bagian atas gelas merupakan area yang rapuh sehingga ketika diletakkan terbalik bagian atas akan menanggung beban di atasnya. Khawatirnya bagian atas bisa retak karena tidak sekuat bagian bawah. Sebaiknya letakkan gelas seperti ketika menggunakannya. Untuk memastikan kebersihannya, tutup bagian atas agar debu dan bakteri tidak ada yang menempel.

    3. Menaruh Pisau Bersih di Blok Kayu

    Saat ini terdapat inovasi tempat penyimpanan kayu yang dari segi penampilan aman dan rapih yakni blok kayu berlubang. Namun, model penyimpanan seperti ini tidak disarankan karena blok kayu tersebut terbuka dan mudah terkontaminasi bakteri dan jamur.

    Jika tetap ingin memaki blok kayu, pilih yang tertutup. Selain itu, sering bersihkan blok tersebut dengan menggunakan air sabun hangat, dan gunakan sikat kecil untuk menggosok slotnya. Bilas dengan air dingin. Lalu, bersihkan dengan campuran air dan pemutih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Perangkap Lalat dari Bahan Sederhana, Bisa Pakai Botol Bekas


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu serangga yang sangat mengganggu. Soalnya, lalat kerap membawa penyakit karena mereka sering hinggap di tempat-tempat kotor dan bau, seperti tempat sampah hingga bangkai hewan.

    Jika ada banyak lalat di rumah, kamu bisa membasminya dengan semprotan serangga yang dijual bebas. Meski begitu, kandungan zat di dalamnya dinilai berbahaya bagi kesehatan jika dihirup dalam jumlah banyak.

    Kalau ragu menggunakan semprotan serangga, kamu dapat membuat perangkap lalat dari bahan sederhana. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.


    Cara Buat Perangkap Lalat dari Bahan Sederhana

    Ada sejumlah bahan sederhana yang bisa digunakan untuk membuat perangkap lalat. Dikutip dari Good Housekeeping, Selasa (8/7/2025), berikut sejumlah caranya:

    1. Botol Soda Bekas

    Botol soda bekas sebaiknya jangan langsung dibuang ke tempat sampah. Kamu bisa membuat perangkap lalat yang efektif dari benda ini. Berikut cara membuatnya:

    • Ambil 1 botol soda bekas ukuran 1 liter
    • Potong botol menjadi 2 bagian dengan gunting atau pisau
    • Isi bagian bawah botol soda dengan cuka apel tapi jangan sampai penuh. Sisakan sedikit ruang agar bisa meletakkan bagian atas botol
    • Tambahkan juga beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam botol
    • Lalu, masukkan bagian atas botol secara terbalik sehingga ujung botol ada di bagian dalam atau terlihat seperti corong.

    Jika tidak ada cuka apel, kamu bisa menggantinya dengan madu, sisa buah, atau air gula. Fungsinya adalah untuk memancing lalat agar masuk ke dalam perangkat. Sabun cuci piring berguna untuk menenggelamkan lalat agar tidak bisa kabur dari perangkap.

    2. Stoples Bekas

    Jika kamu memiliki stoples bekas di rumah, jangan dibuang dulu. Kamu bisa mengubahnya menjadi perangkap lalat yang ampuh dan efektif. Ini cara membuatnya:

    • Ambil satu stoples bekas di rumah yang ukurannya sekitar 600 ml.
    • Tuang cuka apel ke dalam stoples secukupnya. Bisa ditambahkan juga umpan lainnya seperti gula, madu, atau sisa buah agar lalat makin tertarik
    • Tambahkan juga beberapa tetes sabun cuci piring agar lalat tidak bisa kabur
    • Gunakan paku dan palu untuk melubangi bagian tutup stoples. Lakukan secara hati-hati agar tidak membuat lubang yang terlalu besar.
    • Jika sudah, pasang tutup stolpes dan taruh perangkap di tempat yang sering didatangi lalat.

    Apabila lalat yang terkumpul di dalam perangkap sudah banyak, segera buang lalat dengan cara dimasukkan ke dalam kantong plastik dan masukkan ke tempat sampah. Pastikan juga kamu menempatkan perangkap tersebut di area yang sering dilalui lalat, seperti meja makan dan dapur.

    Itu dia dua perangkap lalat dari bahan sederhana yang efektif. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki Lantai Keramik Retak Harus Dibongkar? No, Pakai Cara Ini Aja


    Jakarta

    Lantai keramik sewaktu-waktu bisa retak atau pecah. Biasanya hal itu terjadi kalau lantai terkena benturan keras atau tekanan yang besar.

    Selain itu, keramik yang terkena sumber panas juga bisa menyebabkan guratan retak. Retakan itu akan semakin jelas ketika lantai diberi tekanan.

    Lantai keramik rusak kemungkinan juga bisa terjadi karena proses pemasangan yang kurang tepat. Bagian bawah ubin tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat, sehingga keramik terdengar kopong atau kosong ketika diketuk.


    Jika menemukan lantai keramik retak, sebaiknya segera diperbaiki. Sebab, keramik rusak bakal merusak estetika rumah. Lalu, keramik retak biasanya memiliki ujung-ujung tajam yang berisiko melukai penghuni rumah.

    Untuk memperbaiki ubin keramik retak, pemilik rumah tidak harus membongkar lantai. Semua tergantung tingkat kerusakan lantai. Terkadang pemilik hanya perlu menggunakan lem untuk mengatasi lantai keramik pecah.

    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak Tanpa Dibongkar

    Inilah langkah-langkah untuk menyambung kembali keramik retak tanpa harus membongkarnya, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, pemilik perlu membersihkan ubin keramik untuk melihat jalur retakannya. Gunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, oleskan epoxy untuk mengisi retakan. Caranya dengan menyiapkan campuran epoxy mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Kemudian, siapkan karton atau alat khusus untuk meratakan permukaan.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Pemilik bisa memakai tusuk gigi untuk mengaplikasikan epoxy ke retakan yang tipis. Untuk retakan yang lebar, gunakan alat dengan permukaan yang rata. Namun, hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang pemilik menuang terlalu banyak epoxy, sehingga menyebar ke bagian lain. Jika demikian, rapikan dengan cara mengikis bagian tersebut. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Terakhir, epoxy yang sudah mengering dapat dicat agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Pilihlah cat yang warnanya mirip dengan keramik dan finish-nya mengkilap. Lalu, sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak mudah pudar kalau terkena air.

    Itulah cara mudah memperbaiki lantai keramik retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki Lantai Keramik Retak Perlu Dibongkar? No, Bisa Pakai Cara Ini


    Jakarta

    Lantai keramik bisa mengalami retak atau pecah seiring waktu. Hal ini dapat terjadi karena ada benturan keras atau tekanan yang besar di lantai, sehingga menimbulkan retakan di keramik.

    Tak hanya itu, suhu panas yang tinggi juga menjadi pemicu terjadinya guratan retak pada keramik lantai. Retakan itu akan semakin jelas terlihat saat lantai diberi tekanan.

    Faktor lainnya bisa disebabkan karena proses pemasangan keramik yang kurang tepat. Sebab, bagian bawah ubin tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat, sehingga keramik kopong atau kosong ketika diketuk.


    Kalau melihat ada keramik lantai yang retak di rumah, sebaiknya jangan langsung diganti dengan yang baru. Sebab, ada beberapa tingkat kerusakan pada keramik yang masih bisa diperbaiki. Simak tipsnya dalam artikel ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak Tanpa Dibongkar

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keramik retak tanpa perlu dibongkar. Dilansir dari Home Decor Bills, berikut tipsnya:

    1. Bersihkan Retakan

    Langkah yang pertama adalah membersihkan retakan keramik terlebih dulu. Gunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik.

    2. Oleskan Epoxy

    Oleskan retakan di keramik dengan menggunakan epoxy. Caranya dengan menyiapkan campuran epoxy mengikuti petunjuk yang tertera dalam kemasan. Lalu, siapkan karton atau alat khusus untuk meratakan permukaan keramik.

    Tuang epoxy ke keramik yang retak dan diamkan hingga mengeras. Untuk retakan lantai yang tipis dan kecil bisa menggunakan tusuk gigi. Sementara untuk retakan yang lebar, gunakan alat dengan permukaan yang rata. Perlu diingat, jangan menggunakan pisau saat mengoleskan epoxy karena akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Jika menuangkan epoxy tidak hati-hati maka bisa meluber dan akhirnya menyebar ke bagian lain. Untuk mengatasinya, bersihkan dengan cara mengikis bagian epoxy yang meluber sebelum cairan tersebut mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Langkah terakhir, epoxy yang sudah mengering dapat dicat agar terlihat seperti baru. Kamu bisa menggunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Agar hasilnya bagus, disarankan memiliki warna cat ya mirip dengan keramik dan finishing-nya mengkilap. Lalu, gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak mudah pudar saat terkena air.

    Demikian cara mudah memperbaiki lantai keramik yang retak tanpa perlu dibongkar. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lantai Retak karena Tekanan Besar


    Jakarta

    Lantai keramik bisa pecah karena terkena benturan keras atau tekanan yang besar. Pemilik rumah perlu memperbaiki lantai agar tidak merusak estetika rumah.

    Pemilik bisa memperbaiki lantai retak dengan mengganti seluruh keramiknya. Namun, retakan yang masih ringan bisa diperbaiki tanpa perlu melakukan pembongkaran kok.

    Bagaimana cara mudah mengatasi lantai retak? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Mengatasi Lantai Retak

    Inilah cara memperbaiki lantai keramik yang retak akibat tekanan besar, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan ubin keramik agar jalur retakan terlihat jelas. Gunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran pada keramik. Jika ada bagian yang terlalu tajam, pemilik bisa menggunakan amplas atau pengikis pada retakan.

    2. Oleskan Epoxy

    Kemudian, isi retakan menggunakan epoxy. Gunakan karton atau alat khusus untuk mengoleskan dan meratakan permukaan lantai dengan epoxy.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan tunggu hingga mengeras. Tusuk gigi bisa digunakan untuk retakan tipis, sedangkan alat dengan permukaan lebar untuk retakan besar. Hindari penggunaan pisau karena epoxy akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa menyebar ke bagian lain kalau pemilik terlalu banyak menuangkannya. Pemilik dapat merapikannya dengan cara mengikis bagian berlebih. Segera lakukan langkah ini sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Setelah epoxy kering, pemilik bisa mengecat bekas retakan agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas yang tipis untuk mengecat bekas retakan.

    Pastikan untuk memilih warna cat yang mirip dengan lantai dan finish-nya mengkilap. Sebaiknya gunakan cat berbahan dasar minyak agar tidak cepat pudar ketika terkena air.

    Itulah cara mengatasi lantai retak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Cara Mudah Perbaiki Keramik Retak Tanpa Perlu Dibongkar


    Jakarta

    Lantai keramik suatu ketika bisa retak atau pecah karena berbagai faktor. Keramik pecah bisa dipicu akibat tekanan tinggi, benturan keras, atau suhu panas yang tinggi.

    Retakan itu membuat tampilan lantai menjadi tidak estetik. Pemilik rumah pun mungkin berpikir harus bongkar lantai dan mengganti semua keramik.

    Padahal, pemilik tak perlu buru-buru ganti keramik kok. Jika tingkat kerusakan ringan, pemilik bisa memperbaiki keramik retak sendiri.


    Bagaimana cara memperbaiki keramik retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik yang Retak

    Inilah langkah mudah untuk memperbaiki lantai keramik yang retak atau pecah, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, pemilik menggunakan amplas atau pengikis ke dalam retakan untuk mengikis bagian yang terlalu tajam. Lalu, bersihkan kotoran pada keramik dengan cairan pembersih atau sabun cuci piring.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, oleskan epoxy pada retakan keramik. Siapkan campuran epoxy beserta karton atau alat khusus buat mengaplikasikannya.

    Tuang epoxy ke retakan keramik dan diamkan hingga mengeras. Untuk retakan lantai yang tipis dan kecil bisa menggunakan tusuk gigi. Gunakan alat dengan permukaan yang rata buat retakan yang lebar. Jangan pakai pisau saat mengoleskan epoxy karena akan cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa meluber dan menyebar ke bagian lain keramik. Pemilik dapat membersihkannya dengan cara mengikis sebelum cairan mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Terakhir, epoxy yang sudah kering bisa dicat dengan warna serupa dengan keramik. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin. Sebaiknya pilih cat dengan finish mengkilap dan berbahan dasar minyak.

    Itulah cara memperbaiki lantai keramik yang retak tanpa perlu dibongkar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com