Tag: pki

  • Lirik Sholawat Badar Lengkap dan Sejarahnya


    Jakarta

    Sholawat adalah doa yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW dan termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 56.

    Allah SWT berfirman,

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا


    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

    Di antara banyak bacaan sholawat yang dikenal, Sholawat Badar termasuk yang paling sering dilantunkan dan memiliki latar sejarah yang menarik.

    Asal-usul Sholawat Badar

    Dalam buku Shalawat Populer yang ditulis olehTuan Guru KH. Suhaidi Ghazali, M.Pd.I, Dr. Shabri Shaleh Anwar, M.Pd.I, disebutkan bahwa pencipta Sholawat Badar adalah Kiai Ali Manshur dari Banyuwangi, Jawa Timur. Ia merupakan keturunan dari ulama besar KH Muhammad Shidiq dari Jember. Kala itu, Kiai Ali Manshur menjabat sebagai Ketua Cabang NU di Banyuwangi.

    Sholawat ini lahir dari keresahan batin. Dikisahkan, pada suatu malam, Kiai Ali Manshur tidak bisa tidur dengan tenang. Hatinya terusik oleh kondisi politik saat itu yang mengancam eksistensi NU, terutama karena persaingannya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Dalam kegelisahan itu, ia menyalurkan perasaannya melalui syair dalam bahasa Arab, yang kelak dikenal sebagai Sholawat Badar.

    Lirik Sholawat Badar Bahasa Arab dan Latin

    Sholawat Badar dimulai dengan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian berisi doa dan permohonan kepada Allah SWT. Syair ini juga menyebut nama para nabi dan memohon rahmat serta perlindungan.

    Sholawat Badar biasanya dibaca dalam acara keagamaan, pengajian, atau kegiatan Islam lainnya. Berikut lirik Sholawat Badar yang dikutip dari Terjemahan Majmu Syarif susunan Ust. Muiz Al Bantani.

    صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
    صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ

    Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah
    Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah

    تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ
    وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah
    Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ
    وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ

    llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah
    Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ
    مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii’a Adziyyatin Wahrif
    Makaa idal ‘idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا
    وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    llaahi Naffisil Kurbaa Minal’Ashiina Wal’Athbaa
    Wakulli Baliyyatin Wawabaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ
    وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Fakam Min Rahmatin Washalat Wakam Min Dzillatin Fashalat
    Wakam Min Ni’matin Washalat Bi Ahlil Bailri Yaa Allaah

    وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَالْعُـمْرِ وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ
    وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Wakam Aghnaita Dzal ‘Umri Wakam Autaita D’Zal Faqri
    Wakam’Aafaita Dzal Wizri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ
    فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Laqad Dlaaqat’Alal Qalbi Jamii’ul Ardli Ma’ Rahbi

    Fa Anji Minal Balaas Sha’bi Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ
    فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Atainaa Thaalibir Rifdi Wajullil Khairi Was Sa’di
    Fawassi’ Minhatal Aidii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ
    اَيـَا ذَاالْعِـزِّ وَالْهَـيـْبَةْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Falaa Tardud Ma’al Khaibah Balij’Alnaa’Alath Thaibah
    Ayaa Dzal ‘lzzi Wal Haibah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى
    اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Wain Tardud Faman Ya-Tii Binaili Jamii’i Haajaati
    Ayaa jalail mulimmaati Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا بِـنَيـْلِ مـَطَا لِبٍ مِنَّا
    وَ دَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    llaahighfir Wa Akrimnaa Binaili Mathaalibin Minnaa
    Wadaf i Masaa-Atin ‘Annaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ
    وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    llaahii Anta Dzuu Luthfin Wadzuu Fadl-Lin Wadzuu ‘Athfin
    Wakam Min Kurbatin Tanfii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ
    وَالِ سَـادَةٍ غُــــرِّ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Washalli ‘Alan Nabil Barri Bilaa ‘Addin Walaa Hashri
    Wa Aali Saadatin Ghurri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    Arti Lirik Sholawat Badar

    Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi utusan Allah.
    Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah.
    Kami berwasilah dengan berkah basmalah, dan dengan Nabi yang menunaikan lagi utusan Allah.

    Dan seluruh orang yang berjuang karena Allah, karena berkahnya ahli badar ya Allah.
    Ya Allah, semoga Engkau menyelamatkan umat dari bencana dan siksa.
    Dan dari susah dan kesulitan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.
    Ya Allah semoga Engkau selamatkan kami dari segala yang menyakitkan, dan semoga Engkau menjauhkan dari berbagai tipu daya musuh-musuh.

    Dan semoga Engkau mengasihi kami, karena berkahnya ahli badar ya Allah.
    Ya Allah semoga Engkau menjauhkan beberapa kesusahan, dari orang-orang yang bermaksiat dan membuat kerusakan.

    Dan semoga Engkau menghilangkan semua bencana dan wabah penyakit, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Maka sudah banyak rahmat yang telah sampai, dan sudah banyak kenistaan yang dihilangkan.

    Dan sudah banyak dari nikmat yang telah sampai, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Sudah berapa kali Engkau memberi harta orang yang makmur, dan berapa kali Engkau memberi nikmat kepada orang yang fakir.

    Dan berapa kali Engkau mengampuni orang yang berdosa, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Sungguh hati manusia yang merasa sempit di atas tanah yang luas ini, karena banyaknya marabahaya yang menakutkan dan malapetaka yang menghancurkan.

    Semoga Allah menyelamatkan kami dari bencana yang menakutkan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Kami datang dengan memohon pertolongan, dan memohon kebaikan dan keberkahan.
    Semoga Allah meluaskan anugerah yang melimpah-limpah, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Maka janganlah Engkau menolak kami dari kerugian, bahkan jadikanlah diri kami dapat beramal baik dan selalu berbahagia.

    Wahai Dzat yang punya kebesaran dan keagungan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.
    Ya Allah semoga Engkau mengampuni segala kesalahan kami dan memuliakan kami dengan beberapa permohonan.

    Dan menolak kesalahan-kesalahan kami, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah, Engkaulah yang mempunyai belas kasihan dan punya anugerah dan kasih sayang.
    Sudah banyak kesusahan yang sirna dari sebab berkahnya sahabat ahli Badar ya Allah.

    Dan semoga Engkau melimpahkan rahmat kepada Nabi yang senantiasa berbakti
    kepada-Mu dengan limpahan rahmat dan kesejahteraan yang tak terbilang dan tak terhitung.
    Dan semoga tetap atas para keluarga Nabi dan para Sayyid yang bersinar cahayanya, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Ulama, Santri dan Pejuang Kemerdekaan


    Jakarta

    Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah yang datang secara tiba-tiba, melainkan buah dari perjuangan panjang para pejuang bangsa di berbagai lapisan masyarakat. Perlawanan terhadap penjajahan dilakukan tidak hanya oleh kaum bangsawan atau militer, tetapi juga oleh para ulama dan tokoh Islam.

    Di Jawa Barat, banyak tokoh Islam yang turut serta dalam perjuangan kemerdekaan, baik melalui jalur pendidikan, dakwah, politik, maupun perlawanan fisik.


    Mengangkat kembali kisah perjuangan para ulama di momen spesial Hari Kemerdekaan Indonesia menjadi hal yang penting agar generasi sekarang mampu menghargai jerih payah mereka sekaligus memaknai kemerdekaan yang kita nikmati hari ini.

    Tokoh Ulama Pejuang Islam di Jawa Barat

    1. K.H. Anwar Musaddad

    Dilansir dari laman UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Minggu (17/8/2025) K.H. Anwar Musaddad lahir di Garut pada 3 April 1910. Sejak muda, ia dikenal sebagai sosok yang cerdas dan kritis. Pendidikan dasarnya ditempuh di Hollandsh-Inlandsche School (HIS) Chirestelijk Garut, lalu melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Christelijk Sukabumi dan Algamene Middlebare School (AMS) Batavia. Tidak berhenti di situ, beliau menimba ilmu di Makkah selama 11 tahun.

    Kecerdasannya menjadikannya seorang ulama besar sekaligus pakar perbandingan agama. Pada masa awal kemerdekaan, Menteri Agama H. Fakih Usman mengajaknya untuk mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) di Yogyakarta, yang kini menjadi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia kemudian menjadi guru besar Ushuluddin IAIN Yogyakarta (1962-1967).

    Atas keberhasilannya, ia dipindahkan ke Bandung untuk merintis IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan menjadi rektor pertamanya pada 1967. Selain kiprah di dunia pendidikan, ia juga aktif di politik sebagai kepala administratif Partai NU pada tahun 1953.

    2. K.H. Zaenal Musthafa

    K.H. Zaenal Musthafa lahir di Kampung Bageur, Desa Cimerah, Tasikmalaya, dengan nama kecil Umri, kemudian berganti menjadi Hudaemi. Ia menempuh pendidikan formal di Sekolah Rakyat hingga kelas tiga, lalu melanjutkan pendidikan di pesantren.

    Sebagai pimpinan Pondok Pesantren Sukamanah, Singaparna, ia banyak mencetak santri yang berkompeten dalam ilmu agama. K.H. Zaenal Musthafa juga menerjemahkan lebih dari 20 kitab ke dalam bahasa Sunda, sehingga lebih mudah dipahami masyarakat.

    Dilansir dari laman NU Online, Minggu (17/8/2025) K.H. Zaenal Musthafa pernah menjadi salah seorang Wakil Rais Syuriyah PBNU. KH Zainal Musthafa merupakan salah seorang kiai yang secara terang-terangan melawan para penjajah Belanda. Ketika Belanda lengser dan diganti Jepang, KH Zainal Musthafa tetap menolak kehadiran penjajah.

    Bersama para santrinya mengadakan perang dengan Jepang. Dan atas jasanya dianugerahi sebagai pahlawan nasional pada 1972. Dia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 064 November 1972.

    3. K.H. Noer Ali

    Pejuang kemerdekaan Indonesia ini lahir di Bekasi, Jawa Barat. Ia adalah seorang pemimpin Islam dan Tentara Mahasiswa selama Revolusi Nasional. Pada tahun 1937 KH. Noer Alie bersama Hasan Basri membentuk dan memimpin organisasi Persatuan Pelajar Betawi.

    Sejak kecil, ia sudah menunjukkan semangat belajar yang tinggi, bahkan di usia 8 tahun sudah mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an.

    Beliau dikenal sebagai “ulama tentara” dengan pangkat kolonel. Julukan ini lahir karena kiprahnya yang luar biasa dalam perjuangan bersenjata melawan Belanda, Jepang, hingga pemberontakan PKI. Ia juga menjadi Komandan Batalyon III Hizbullah Bekasi, yang memainkan peranan penting dalam mempertahankan kemerdekaan.

    Selain di medan perang, ia juga mendirikan Pondok Pesantren Attaqwa yang hingga kini tetap menjadi pusat pendidikan Islam di Bekasi. K.H. Noer Ali adalah teladan ulama pejuang yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga berjuang langsung di garis depan.

    Dalam laman resmi Portal Informasi Indonesia, tercatat bahwa pada tahun 1947 KH Noer Ali terlibat pada pertempuran sengit di Karawang-Bekasi dengan tentara penjajah Belanda. Ia memerintahkan warga dan pasukannya untuk membuat bendera merah putih ukuran kecil untuk dipasang di setiap pohon dan tiang, agar mempertegas keberadaan Indonesia dan siap mempertahankan kemerdekaannya.

    4. KH. Ahmad Sanusi

    Ahmad Sanusi, lahir di Cantayan, Sukabumi. Dahulu daerah tersebut bernama Kampung Cantayan, Onderdistrik Cikembar, Distrik Cibadak, Afdeeling Sukabumi, Jawa Barat.

    Dikutip dari buku Riwayat Perjuangan KH. Ahmad Sanusi karya Miftahul Falah, kedalaman ilmu dan aktivitas perjuangan KH Ahmad Sanusi membuat pemerintah Hindia Belanda khawatir. Pada tahun 1927, ia diasingkan ke Batavia Centrum. Di sana, beliau tetap berjuang melalui media, salah satunya dengan mengganti nama “Hindia Nederland” menjadi “Indonesia” dalam majalah Al Hidajatoel Islamijjah.

    Beliau juga mendirikan organisasi Al Ittihadijatoel Islamijjah (AII) yang bergerak di bidang sosial-keagamaan. Saat Jepang berkuasa, organisasi itu sempat dibekukan, namun diizinkan aktif kembali pada 1944 dengan nama Persatoean Oemat Islam Indonesia (POII). Setelah wafatnya KH Ahmad Sanusi, organisasi tersebut kemudian bergabung dengan organisasi K.H. Abdul Halim dan menjadi Persatuan Umat Islam (PUI).

    Selain bergerak di bidang dakwah dan organisasi, KH Ahmad Sanusi turut berperan dalam pembentukan negara. Ia menjadi anggota BPUPKI dengan nomor urut ke-2, duduk bersama tokoh nasional lain seperti KH Wahid Hasyim dan KH Abdul Halim. Ia juga aktif di KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), Dewan Penasehat Daerah Bogor, serta terlibat dalam pembentukan Tentara PETA, BKR Sukabumi, dan KNID Sukabumi.

    5. KH. Abdul Halim

    KH Abdul Halim merupakan salah seorang tokoh besar Islam yang lahir pada 3 Syawal 1304 H / 26 Juni 1887 M di Desa Cibolerang, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Beliau adalah putra dari Kiai Muhammad Iskandar, seorang penghulu Kadewanan Jatiwangi, dan Ibu Muthmainnah binti Imam Syafari.

    Sejak kecil, KH Abdul Halim mendapat pengawasan ketat dalam pendidikannya. Selain belajar langsung kepada ayahnya, ia juga menempuh pendidikan di sekolah HIS milik Belanda yang membuatnya fasih berbahasa Belanda.

    Perjalanan intelektualnya diteruskan ke berbagai pesantren di Jawa, antara lain Pesantren Ranji Wetan (Majalengka), Pesantren Lontong Jaya (Leuwimunding), Pesantren Bobos (Cirebon), Pesantren Ciwedus (Kuningan), hingga Pesantren Kedungwuni (Pekalongan). Untuk membiayai pendidikannya, ia berjualan minyak wangi, batik, dan kitab-kitab agama.

    Pada usia 22 tahun, KH Abdul Halim berangkat ke Haramain (Makkah dan Madinah) guna memperdalam ilmu. Di sana, ia berguru kepada ulama-ulama besar seperti Syekh Mahfudz at-Turmusi, Syekh Ahmad Khatib Minangkabawi, dan Syekh Ahmad Khayyat. Ia juga banyak membaca karya tokoh pembaharu Islam seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha, meskipun tetap lebih condong pada pola pikir tradisionalis yang menjaga amalan ulama Nusantara.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2024


    Jakarta

    Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober adalah momen bersejarah bagi bangsa Indonesia.

    Di hari tersebut, masyarakat mengenang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. Selain mengikuti upacara dan kegiatan peringatan lainnya, membaca doa hari Kesaktian Pancasila menjadi salah satu cara untuk merenungkan nilai-nilai Pancasila dan memperkuat rasa persatuan.

    Doa hari Kesaktian Pancasila juga menjadi wujud syukur kepada Tuhan atas berkat dan anugerah-Nya yang telah menjaga keutuhan bangsa. Dengan berdoa, kita berharap agar Pancasila selalu menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.


    Teks Doa Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024

    Pada tahun 2024, bacaan doa Hari Kesaktian Pancasila menjadi simbol harapan dan permohonan agar bangsa ini tetap kuat dan bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan. Berikut adalah teks doa yang dilansir dari situs Kemenag RI dan bisa dibacakan untuk memperingati hari penting ini.

    Doa Hari Kesaktian Pancasila

    Bismillahirohmannirrohim

    Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi

    Anugerahi kami kejujuran dan kerendahan hati

    Anugerahi kami untuk selalu menghargai

    Anugerahi kami kemampuan selalu berbakti

    Anugerahi kami senantiasa pandai mengapresiasi

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Segala

    Yang mengetahui terang dan gelap maksud tujuan

    Yang berkuasa atas kematian dan kehidupan

    Yang menganugerahkan kemuliaan para pahlawan

    Ya Allah, Tuhan yang merajut hati para pendahulu kami

    Mengilhami para pendiri ibu pertiwi

    Meneguhkan Pancasila sebagai falsafah hidup dan jatidiri

    Ya Allah, Tuhan yang melukis takdir di atas lembaran misteri

    Jangan biarkan kami menjadi manusia yang tak tahu diri

    Menggerogoti tiang penyangga rumah tinggal kami

    Ya Allah, Tuhan yang diagungkan dalam setiap helai nafas kehidupan

    Engkaulah pemilik sejati kekuatan dan kesaktian

    Dengan takdir-Mu Pancasila Engkau selamatkan

    Dengan pertolongan-Mu kami selalu bisa menatap masa depan

    Ya Allah, Tuhan yang mencipta segala yang serba indah dan keindahan

    Ya Allah, Tuhan yang mencipta harmoni dalam keberagaman

    Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri impian

    Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri harapan

    Puji dan syukur akan selalu kami panjatkan

    Wahai Tuhan yang melembutkan hati

    Jauhkan kami dari iri dan dengki

    Jauhkan kami dari amarah yang membakar diri

    Jauhkan kami dari saling mencaci

    Jauhkan kami dari niat saling mencabik dan merusak negeri

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun

    Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, orang tua kami, para pemimpin kami

    Sungguh, ampunan-Mu jauh lebih besar dari apa pun yang ada di bawah kolong

    langit-Mu di akhir zaman nanti

    Wahai Cahaya Maha Cahaya

    Terangi kami menuju jalan cahaya

    Menuju Indonesia Maju nan Sentosa

    Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar

    Walhamdulillahi robbil ‘alamin

    Ucapan Selamat untuk Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024

    Memberikan ucapan pada Hari Kesaktian Pancasila tahun 2024 adalah salah satu cara untuk mengekspresikan semangat persatuan dan kesatuan, serta menghormati perjuangan para pahlawan. Dikutip dari situs Universitas Bangka Belitung dan arsip Detikcom, berikut ini adalah beberapa inspirasi ucapan yang bisa Anda sampaikan untuk memperingati hari penting ini.

    Pancasila adalah pondasi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober!

    Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2024. Mari jadikan Pancasila sebagai pedoman dan pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi Bangsa Indonesia.

    Selamat Hari Kesaktian Pancasila! Lewat Pancasila, kita yang terdiri beragam suku, budaya, bahasa dan agama dapat bersatu dalam satu atap, Indonesia.

    Pancasila hadir sebagai panduan bangsa untuk bersikap, berperilaku, serta bersatu mewujudkan Indonesia tangguh. Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2024!

    Mari kita tingkatkan semangat kebangsaan dan rasa cinta pada negara ini! Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2024.

    Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2024. Mari kita mengimplementasikan nyata nilai-nilai Pancasila.

    Jangan hanya menghafal Pancasila, terapkan juga nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari! Selamat Hari Kesaktian Pancasila ke-59 tanggal 1 Oktober 2024!

    Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa. Mari kita jaga kesaktiannya untuk Indonesia sejahtera. Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila!

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2024.

    Mari bangkit dari segala keterpurukan dan bangkit maju menuju Indonesia adil dan sejahtera. Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2024.

    Panduan Penyelenggaraan Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024

    Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tahun dengan pelaksanaan upacara yang khidmat di berbagai tempat. Agar penyelenggaraan upacara tahun 2024 berjalan lancar dan sesuai aturan, penting untuk memahami panduan resmi yang telah ditetapkan.

    Berikut adalah panduan lengkap seputar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2024 yang diterbitkan oleh Kemendikbud RI dan bisa dijadikan acuan untuk menyelenggarakan upacara Hari Kesaktian Pancasila dengan tertib dan penuh makna.

    Tentang Hari Kesaktian Pancasila

    Melansir buku Pancasila yang ditulis Hairul Amren Samosir, pada tanggal 30 September 1965, terjadi suatu peristiwa yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya.

    Akan tetapi, otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965-1966.

    Pada hari itu, enam jenderal dan satu kapten serta beberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta.

    Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia.

    Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com