Tag: plafon

  • 6 Inspirasi Desain Plafon untuk Ruangan Kecil


    Jakarta

    Jika kamu memiliki rumah dengan ukuran ruangan yang kecil, bukan berarti ini menjadi penghambat kamu untuk mendesain rumah sesuai keinginan. Salah satu bagian yang bisa didesain sesuai keinginan adalah plafon.

    Memang, terkadang plafon menjadi salah satu bagian yang kurang diperhatikan. Padahal bagian ini bisa memberikan kesan ruangan jadi lebih luas dan memaksimalkan estetika rumah kamu.

    Dikutip dari Dekoruma, Senin (27/11/2023), terkadang tidak banyak orang yang memperhatikan plafon karena ini bagian terakhir yang dipasang pada struktur rumah. Padahal plafon juga merupakan bagian yang tidak hanya dibuat untuk menyembunyikan instalasi listrik tetapi juga dapat menambah nilai estetika pada rumah kamu lho.


    Oleh karena itu, berikut ini adalah 6 inspirasi desain plafon yang bisa kamu terapkan pada ruangan kecil.

    Plafon Unsur Kayu

    Ruang dengan ukuran minimalis dapat membuat di dalamnya tampak elegan dengan menambahkan unsur kayu. Plafon minimalis ini bisa menonjolkan gaya oriental dengan memadukan instalasi plafon kayu dengan material konkrit berwarna putih. Plafon tampak lebih maksimal dengan menambahkan pencahayaan lampu kuning hangat.

    Plafon RumahPlafon Rumah Foto: (istimewa)

    Plafon Balok Kayu

    Selain unsur kayu yang dipadu-padankan dengan material konkrit, balok kayu juga bisa menjadi pilihan yang memberikan kesan rustic dan homey. Instalasi balok kayu pada ruangan kamu akan tampak cantik dengan dilengkapi perabotan kayu seperti meja, kursi, dan sebagainya.

    Plafon RumahPlafon Rumah Foto: (istimewa)

    Plafon Bertingkat

    Desain plafon untuk ruangan kecil ini akan membuat ruangan tampak menonjol karena tatanan plafon yang bertingkat. Selain itu, lampu bisa dipasang di dinding dan suhu ruangan akan terasa lebih cepat dingin karena bentuk plafon memiliki kerendahan yang ideal.

    Contoh plafonContoh plafon Foto: Contoh plafon

    Plafon Klasik Aksen Tropis

    Inspirasi plafon klasik ini cocok untuk ruangan yang memberikan nuansa musim panas. Plafon klasik ini cocok untuk ruangan dengan warna putih bersih dan menggunakan konsep bentuk plafon kerucut, yang memberikan kesan tropis pada ruangan.

    Plafon Minimalis

    Inspirasi plafon ini sering digunakan pada rumah minimalis, dimana gaya ini memberikan rumah tampak hangat dan nyaman dengan membuat lampu pijar disembunyikan pada bagian sisinya.

    Contoh plafonContoh plafon Foto: Contoh plafon

    Plafon Miring

    Untuk membuat ruangan tampak lebih luas kamu bisa membuat plafon menjadi miring. Plafon miring ini cocok dipadukan dengan material kayu atau parquet pada lantai serta warna-warna netral seperti putih.

    Plafon ruang tamu.Plafon ruang tamu. Foto: Unsplash

    Itulah 6 desain plafon yang cocok untuk ruangan kecil. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email [email protected] subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghitung Biaya Pasang Plafon Gypsum, Lengkap dengan Simulasi


    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu bagian penting dari rumah yang biasanya dipakai untuk menutup atap. Salah satu material plafon yang sering digunakan adalah plafon gypsum.

    Mengutip dari Arsitag, gypsum merupakan bahan yang terbuat dari material sedimen. Plafon gypsum lebih banyak digemari karena mudah untuk dipasang dan memiliki harga yang relatif murah. Tak hanya itu, gypsum juga memiliki banyak variasi serta dilengkapi juga dengan aksesori pada bagian sudut, tengah, dan isinya.

    Kelebihan dan Kekurangan Plafon Gypsum

    Dalam penggunaannya, terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan plafon gypsum. Berikut ini daftarnya.


    Kelebihan:

    – Harga Bahan yang murah
    – Pemasangan mudah
    – Banyak variasi dan motif
    – Awet dan tahan lama
    – Membuat rumah lebih sejuk

    Kekurangan:

    – Tak tahan air
    – Rentan terhadap benturan
    – Mudah pudar dan kusam

    Perkiraan Biaya Pemasangan Plafon Gypsum

    Untuk memasang plafon gypsum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari ukuran ruangan, kebutuhan gypsum hingga rangka yang digunakan. Dikutip dari BLKP, berikut ini contoh simulasinya.

    Kebutuhan Plafon Gypsum

    Ruangan yang akan dipasang plafon gypsum berukuran 3×4 meter (m). Adapun, ukuran standar plafon gypsum adalah 1,2 m x 1,4 m.

    Luas 1 papan gypsum: 1,2 x 2,4 = 2,88 m2

    Luas ruangan: 3 x 4 = 12 m2

    Kebutuhan gypsum: 12/2,88 = 4,1 lembar, dibulatkan menjadi 5 lembar.

    Dilansir dari bursabangunan.com, harga gypsum per lembar sekitar Rp 52.000-68.000 tergantung dari ketebalan dan merek gypsum.

    Contohnya menggunakan gypsum Jaya Board 9 mm ukuran 1,2 x 2,4 m per lembar harganya Rp 68.000, jika dibutuhkan 5 lembar, maka: 5 x 68.000 = Rp 340.000.

    Kebutuhan Rangka Hollow Baja Ringan

    Rangka di dinding: (3 + 4) x 2 = 14 m
    Jumlah rangka per 60 cm = (4/0,6) = 6,7 dibulatkan jadi 7 baris. Panjang = 7 x 3 = 21 m

    Jumlah cross per 120 cm = (3/1,2) = 2,5 dibulatkan jadi 3 baris. Panjang = 3 x 4 = 12 m

    Total kebutuhan rangka hollow: 14+21+12 = 47 m

    Asumsi panjang per batang hollow = 4 m, maka kebutuhan rangka hollow yaitu: 47/4 = 11,75 dibulatkan menjadi 12 batang hollow.

    Harga rangka hollow Rp 21.000-38.000 per batang, tergantung dari merek dan ukuran. Misalnya harga rangka hollow Rp 38.000 per batang, jika dibutuhkan 12 batang maka totalnya Rp 456.000.

    Maka, total biaya yang diperlukan untuk memasang plafon yaitu: Rp 340.000 + Rp 456.000 = Rp 796.000.

    Sebagai catatan, harga di atas belum termasuk harga tukang. Adapun, harga tersebut masih bisa berubah tergantung dari merek, ukuran ruangan, dan wilayah.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Plafon Tahan Air yang Bisa Lindungi Rumah dari Atap Bocor


    Jakarta

    Ada banyak pilihan jenis plafon yang dijual di pasaran. Memilih plafon yang tepat sangat penting untuk membuat rumah kita aman dan layak ditinggali.

    Papan plafon juga berfungsi untuk melindungi kebocoran rembesan air dari atap yang bocor. Apalagi, memasuki musim hujan seperti sekarang ini.

    Bila plafon tak kuat menahan beban atau tidak anti air, maka ruangan pun akan terkena rembesan dari atap yang bocor.


    Nah, jadi sangat penting untuk memilih plafon yang kuat, awet dan tahan air. Apa saja jenis plafon yang awet dan tahan air? Dikutip dari Klopmart, berikut daftarnya:

    1. Papan Semen

    Material tripleks dan gypsum memang banyak digunakan sebagai material plafon. Namun, papan semen lebih tahan lama dibandingkan kedua bahan diatas.

    Dengan material campuran semen di dalamnya lebih padat karena ditambahkan pasir silika, gypsum, serat selulosa, dan zat tambahan lainnya. Alhasil, papan semen dijadikan sebagai material plafon dan dinding, baik eksterior maupun interior. Selain tahan air, papan semen dapat menghalangi jamur, api, dan benturan keras di atap. Materialnya juga kuat, jadi tidak mudah bocor jika terjadi hujan.

    2. Papan PVC

    Polyvinyl chloride atau PVC cukup sering digunakan sebagai material plafon. Materialnya terbuat dari plastik yang mirip untuk pipa air sehingga tidak diragukan lagi ketahanan material ini dari air. Strukturnya yang kuat juga mampu menghindari plafon dari rembesan air dan serangan rayap.

    Meski punya struktur kuat, material ini punya bobot yang cukup ringan. Kamu dapat membuat desain plafon yang cantik dan mudah, belum lagi material ini tersedia dalam berbagai pilihan warna dan corak. Selain plafon, Kamu dapat menggunakannya untuk jendela, pintu, atau pipa air.

    3. Papan Kalsiboard

    Kalsiboard masih merupakan bagian dari papan semen. Perbedaanya hanya bentuk kalsiboard seperti lembaran dan memiliki kandungan kalsium khusus di dalamnya. Kandungan kalsium ini merupakan mineral yang tidak mudah larut dalam air, jadi papan kalsiboard cocok sebagai bahan plafon tahan air.

    4. Lembaran Akrilik

    Akrilik merupakan material plafon yang memiliki ketahanan tinggi terhadap air. Maka material ini sangat cocok digunakan untuk ruangan yang lembab, seperti kamar mandi atau dapur. Ada pula material akrilik yang ringan, sehingga mudah dilepas saat ingin dibersihkan.

    Material ini tersedia dalam berbagai desain dan warna, jadi Kamu bisa menyesuaikan interior ruangannya. Varian akrilik transparan pun tersedia untuk diaplikasikan sebagai plafon untuk menghadirkan kesan outdoor dalam ruangan. Kamu dapat memilih ukuran ketebalan lembar akrilik demi mengantisipasi rembesan air apabila terjadi hujan lebat.

    5. Ubin

    Ubin tidak hanya bisa dipasang pada dinding atau lantai. Untuk Plafon pun dapat dipasangi ubin untuk menghasilkan desain dan corak yang indah ketika dipandang

    Ubin plafon dirancang berbeda dibandingkan ubin untuk dinding dan lantai. Material untuk plafon lebih berat dan dibutuhkan keahlian khusus untuk memasangnya. Pilihan terbaik untuk plafon adalah menggunakan ubin dari logam yang biasanya terbuat dari kuningan, timah, tembaga, besi galvanis, atau aluminium.

    6. GRC (Glassfiber Reinforced Cement)

    Plafon jenis ini sangat cocok untuk banguan yang minimalis dan nyaman. GRC terbuat dari material beton komposit ditambah serat kaca sebagai bahan penguatnya. Ukurannya lebih besar, berkisar pada 120×240 cm, jadi cocok digunakan untuk menutup rangka atap di berbagai ruangan.

    Material GRC tersebut membuat bahan plafon ini lebih tahan air dibandingkan kaca dan akrilik. Plafon GRC juga mampu melindungi penghuninya dari berbagai cuaca dingin dan panas. Desain GRC juga terlihat mewah sehingga plafon rumah terlihat lebih cantik saat Kamu memandangnya.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Pemasangan Plafon PVC, Lengkap dengan Cara dan Keunggulannya


    Jakarta

    Salah satu jenis plafon yang bisa dijadikan pilihan untuk langit-langit ruangan adalah plafon PVC. Plafon PVC juga punya keunggulan tahan api juga tahan air.

    Sehingga, plafon PVC bisa diandalkan untuk menahan rembesan air saat musim hujan bila atap kamu punya masalah kebocoran.

    Plafon PVC juga mudah untuk dipasang dan punya harga bervariasi.


    Berikut fakta lengkap soal plafon PVC

    Harga Plafon PVC per m2 (meter persegi)

    Plafon PVC kerap jadi pilihan karena kemudahan pemasangan, corak beragam, dan harga terjangkau. Konsumen bisa mendapatkan material ini sesuai kemampuan kantong dan kebutuhan.

    Harga plafon PVC per m2 bisa dilihat di berbagai situs marketplace. Konsumen selanjutnya bisa menghitung total harga plafon sesuai kebutuhannya. Tentu dengan membaca lebih dulu aturan perhitungan dari marketplace.

    Berikut contohnya:

    Sebuah plafon PVC kayu 30 cm dijual seharga Rp 35 ribu. Seller telah menetapkan informasi dan harga produk serta cara pesan sebagai berikut

    Spesifikasi produk

    • Lebar: 30 cm
    • Tebal: 8 mm
    • Panjang tersedia: 3, 4, 5, 6 m
    • isi per dus 15 lembar

    Aturan harga

    • Tarif yang tercantum adalah harga per meter lari
    • Arti per meter lari: Panjang 1 m x lebar 30 cm
    • Kebutuhan per meter persegi= 1 lembar x panjang 3,33 m.

    Total harga plafon PVC

    • Untuk panjang dinding 45 meter menggunakan plafon dengan panjang 3 meter maka: 3 x 15 x Rp 35 ribu= Rp 1.575.000
    • Untuk luas ruangan 30 m x 10 m= 300 m2 dengan panjang plafon 3 m maka dibutuhkan:
      300 m2 : (3 m x 3,33 m)= 30 lembar, total harga adalah 3 x 30 x Rp 35 ribu= Rp 3.150.000.

    Selain pembelian, patut diperhitungkan pula ongkos pemasangan plafon PVC per m2. Biasanya ongkos tersedia mulai harga Rp 25 ribu, bergantung dari besaran harga yang ditetapkan tenaga pemasang plafon dan kemampuan konsumen.

    Keunggulan Plafon PVC

    Dikutip dari eSkripsi Universitas Andalas, repository Unika, dan repository ITS. Berikut beberapa keunggulan dari plafon PVC:

    1. Tahan Api dan Flame Retardant

    Salah satu keunggulan dari plafon PVC adalah kemampuannya untuk menahan api. Ini adalah sifat yang sangat penting terutama untuk keselamatan penghuni rumah ataupun bangunan.

    Selain itu, PVC juga memiliki sifat flame retardant, yang berarti ia akan memperlambat penyebaran api ketika terjadi kebakaran. Hal ini akan memberikan lebih banyak waktu untuk evakuasi.

    2. Anti Rayap dan Anti Karat

    Plafon PVC tidak hanya tahan terhadap api, tetapi juga tahan terhadap rayap dan karat. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk lingkungan yang rentan terhadap serangga dan memiliki kelembaban yang tinggi.

    3. Tahan Air

    Material PVC juga tahan terhadap air sehingga kamu tidak perlu khawatir dengan kerusakan yang diakibatkan oleh kelembaban. Hal ini membuatnya cocok untuk digunakan di ruang-ruang seperti dapur ataupun kamar mandi.

    4. Kekuatan dan Ketahanan yang Lama

    Plafon PVC terbuat dari material yang kuat dan tahan lama. Hal ini berarti kamu tidak perlu khawatir tentang perawatan ataupun penggantian plafon dalam waktu singkat. PVC dapat bertahan dalam waktu yang lama tanpa perubahan yang signifikan dalam kualitas ataupun penampilannya.

    5. Motif yang Bervariasi

    Salah satu keuntungan dari plafon PVC adakah memiliki banyak motif. Kamu dapat memilih motif yang sesuai dengan gaya dan dekorasi ruangan. Motif kayu pada plafon PVC memberikan tampilan yang alami.

    6. Pemasangan Mudah dan Cepat

    Proses pemasangan plafon PVC relatif mudah dan cepat. Kamu tidak memerlukan keterampilan khusus ataupun alat-alat yang rumit. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang bagus untuk renovasi atau perbaikan rumah yang ingin diselesaikan dengan cepat.

    7. Hemat Biaya dan Tidak Memerlukan Finishing

    Plafon PVC tidak hanya ekonomis dalam hal harga saat pembelian, tetapi juga menghemat uang dalam jangka panjang. Hal ini karena plafon ini tahan lama dan tidak memerlukan finishing tambahan seperti cat.

    Kekurangan Plafon PVC

    Meskipun memiliki banyak keunggulan, plafon PVC juga memiliki beberapa kelemahan. Dikutip dari situs Homify, berikut beberapa kekurangan dari plafon PVC:

    1. Penggunaan klorin dalam pembuatannya

    Salah satu kelemahan terbesar plafon PVC adalah penggunaan klorin dalam pembuatannya. Meskipun jumlah klorin yang digunakan relatif kecil, masih mungkin ada pelepasan jejak-jejak klorin ke udara. Ini dapat menjadi masalah, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas terhadap bahan kimia tertentu.

    2. Estetika

    Dari segi estetika, plafon PVC mungkin tidak menjadi pilihan yang menarik secara visual. Hal ini adalah salah satu aspek yang perlu kamu pertimbangkan, jika kamu mencari plafon dengan gaya tertentu dalam suatu ruangan. Meskipun demikian, banyak orang yang masih memilih plafon PVC karena keunggulan fungsionalnya.

    Penggunaan Plafon PVC

    Penggunaan plafon PVC tidak terbatas hanya untuk satu jenis ruangan. Kamu dapat memasangnya di berbagai ruangan seperti ruang kerja, ruang belajar, dan ruangan lainnya. Keunggulannya yang tahan api, tahan air, dan anti rayap membuatnya menjadi pilihan yang cerdas untuk berbagai kebutuhan.

    Demikian penjelasan tentang plafon PVC. Semoga bermanfaat.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon GRC: Pengertian, Fungsi, dan Harganya


    Jakarta

    Plafon memiliki banyak jenisnya, salah satunya adalah plafon GRC (Glass Reinforced Concrete). Sebagian orang mungkin belum familiar dengan jenis plafon satu ini, maka dari itu simak penjelasan berikut ini.

    Plafon GRC ini sudah sering digunakan dalam konstruksi. Hal itu karena plafon GRC memiliki banyak kelebihan, salah satunya kuat dan tahan lama.

    Buat kamu yang tertarik dan ingin lebih tahu tentang plafon GRC, kamu bisa simak penjelasan lengkap berikut.


    Apa itu Plafon GRC?

    Mengutip dari Brighton, Rabu (24/1/2024), GRC atau Glass Fibre Reinforced Concrete merupakan campuran dari beton dan serat kaca (fiber), serat kaca yang digunakan adalah serat kaca anti-alkali dan berdaya tahan tinggi.

    Kelebihan Plafon GRC

    Mengutip dari Rajawali Parquet, berikut beberapa kelebihan dari plafon GRC

    1. Proses Pemasangan yang Cukup Mudah

    2. Tahan Air

    3. Kuat dan Tahan Lama

    4. Bebas dari partikel yang berbahaya bagi kesehatan, tak seperti material asbes yang berbahaya untuk kesehatan.

    Kekurangan Plafon GRC

    Meskipun memiliki beberapa keunggulan, kamu juga perlu mempertimbangkan kekurangan. Berikut ini kekurangan plafon GRC.

    1. Bisa menghabiskan banyak confound, sehingga kepala bautnya tidak bisa ditutup dengan baik

    2. Proses pemasangan yang tergolong cukup sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

    3. Varian pola produk yang terbatas.

    Daftar Harga GRC Plafon Terbaru dari Berbagai Merk

    Kamu dapat menemukan banyak jenis plafon GRC di pasaran, mulai dari merk Aplus, Super Panel, Versaboard, dan lain sebagainya.

    Mengutip dari Brighton, berikut ini daftar harga lengkapnya:

    Plafon GRC Super Panel

    GRC Board Super Panel 9 mm uk. 1220 x 2440 mm : Rp 175.000 per lembar

    GRC Board Super Panel 12 mm uk. 1220 x 2440 mm : Rp 230.000 per lembar

    GRC Board Super Panel 15 mm uk. 1220 x 2440 mm : Rp 305.000 per lembar

    GRC Board Super Panel 20 mm uk. 1220 x 2440 mm : Rp 505.000 per lembar

    Plafon GRC Aplus

    GRC Board Aplus 3.5 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 45.000 per lembar

    GRC Board Aplus 6 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 85.000 per lembar

    GRC Board Aplus 8 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 130.000 per lembar

    GRC Board Aplus 10 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 155.000 per lembar

    GRC Board Aplus 15 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 285.000 per lembar

    Plafon GRC Versaboard

    GRC Versaboard 4 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 60.000 per lembar

    GRC Versaboard 6 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 100.000 per lembar

    GRC Versaboard 9 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 135.000 per lembar

    GRC Board

    GRC Board 4 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 61.000 per lembar

    GRC Board 6 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 110.000 per lembar

    GRC Board 8 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 150.000 per lembar

    GRC Board 9 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 175.000 per lembar

    GRC Board 10 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 189.000 per lembar

    GRC Board 12 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 250.000 per lembar

    GRC Board 15 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 320.000 per lembar

    Demikian pengertian, fungsi, plus minus beserta harga plafon GRC. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perkiraan Biaya Ganti Plafon Gypsum/M2


    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu bagian penting di rumah. Namun, plafon rawan rusak terutama jika atap sering bocor yang rembesan airnya mengenai plafon.

    Plafon yang rusak akibat rembesan air hujan atau lapuk sebaiknya secepatnya diganti. Sebab plafon yang kondisinya sudah buruk dapat ambruk dan mengganggu estetika rumah.

    Terdapat beberapa jenis plafon, salah satunya plafon gypsum. Mengutip dari Arsitag, pada Sabtu (27/1) gypsum adalah bahan yang terbuat dari material sedimen. Plafon jenis ini banyak digemari karena mudah dipasang.


    Meski pemasangannya mudah, beberapa orang memilih untuk menggunakan jasa tukang agar lebih cepat. Namun, sebelum berniat memanggil tukang untuk mengganti plafon yang rusak, sebaiknya ketahui biaya yang harus dikeluarkan.

    Plafon gypsum biasanya dijual per lembar dengan ketebalan dan merek yang bermacam-macam. Ada pula yang dijual per meter dengan sistem jasa borongan.

    Dikutip dari BLKP, berikut ini contoh simulasinya penghitungan mengganti plafon per meter.

    Perkiraan Biaya Penggantian Plafon

    Ruangan yang akan diganti dengan plafon gypsum berukuran 6×6 meter (m). Dengan harga plafon gypsum untuk satu sisi menurut bursabangunan.com dari Rp 93.000-Rp 100.000 per meter persegi.

    Luas ruangan: 6 x 6 = 36 m2

    Biaya pembelian gypsum: 36 m2 x Rp 93.000 = Rp 3.348.000.

    Cara penghitungan pemasangan kerangka Hollow

    Apabila ingin mengganti dengan kerangka Hollow karena kondisinya sudah tidak kokoh lagi, bisa dengan penghitungan berikut.

    Rangka di dinding: (6 + 6) x 2 = 24 m

    Jumlah rangka per 60 cm = (6/0,6) = 10 Panjang = 10 x 6 = 60 m

    Jumlah cross per 120 cm = (6/1,2) = 5 Panjang = 5 x 6 = 30 m

    Total kebutuhan rangka hollow: 24+60+30 = 114 m

    Apabila panjang per batang hollow yang digunakan adalah 6 m, maka kebutuhan rangka hollow yaitu: 114/6 = 19 batang hollow.

    Harga rangka hollow 6 meter sekitar Rp 150.000-Rp 500.000 per batang. Tergantung dari merek dan ukuran. Misalnya harga rangka hollow Rp 150.000 per batang, jika dibutuhkan 19 batang maka totalnya Rp 2.850.000.

    Dengan demikian, total biaya yang dikeluarkan untuk mengganti plafon yaitu: Rp 3.348.000 + Rp 2.850.000 = Rp 6.198.000.

    Biaya Jasa Pemasangan Plafon Gypsum

    Pemasangan plafon menggunakan jasa tukang sekitar Rp 200.000/m2. Sehingga apabila dihitung, 24 m x Rp 200.000 = Rp 4.800.000 per orang. Sementara itu, biaya pemotongan dan pemasangan kerangka hollow sekitar Rp 150.000 per orang.

    Lama pembongkaran hingga pemasangan kembali memakan waktu 1-2 hari dengan ukuran rumah 6×6 meter. Jumlah tukang yang dibutuhkan untuk mengganti plafon gypsum ini cukup 1 orang. Dengan catatan dia bisa melakukan pemotongan dan pemasangan kerangka hollow.

    Maka total biaya mengganti plafon, kerangka hollow, dan jasa tukang secara keseluruhan, Rp 3.348.000 + Rp 2.850.000 + Rp 4.800.000 + Rp 150.000 = Rp 11.148.000.

    Sebagai catatan, harga ini hanyalah perkiraan saja. Harga tersebut juga belum termasuk dengan biaya pengiriman barang ke rumah.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membersihkan Plafon: Alat, Bahan dan Caranya


    Jakarta

    Walaupun membersihkan plafon bukan hal yang mudah, namun kamu harus tetap menjaga kebersihannya. Tidak perlu khawatir, kamu bisa coba membersihkan plafon secara menyeluruh dan efisien dengan beberapa tips dan trik berikut agar bersihnya lebih lama.

    Seberapa Sering Harus Membersihkan Plafon

    Untungnya, pembersihan plafon tidak perlu terlalu sering dilakukan. Karena memang digunakan sehari-hari, membuat plafon susah untuk dibersihkan, jadi agak susah untuk memastikan tetap bersih selama beberapa waktu. Dilansir dari The Spruce, Sabtu (6/4/2024) kamu bisa membersihkan plafon setiap dua tahun sekali, atau saat kamu pindah ke tempat baru.

    Peralatan

    1. Kemoceng dengan gagang yag bisa diperpanjang
    2. Penyedot debu dengan sambungan sikat
    3. Kain mikrofiber
    4. Roller cat
    5. Botol semprot
    6. Kain pel kering yang rata (opsional)


    Bahan

    1. Cuka putih
    2. Air
    3. Sabun cuci piring cair
    4. Spons melamin (opsional)
    5. Pembersih minyak (opsional)
    6. Pemutih (opsional)

    Cara Membersihkan Plafon

    1. Vakum atau Bersihkan Dengan Kemoceng

    Kamu bisa mulai membersihkan debu dan kotoran yang ada di permukaan. Hal ini bisa dilakukan dengan kemoceng bergagang panjang agar bisa dengan mudah menjangkau plafon atau dengan selang dan sikat penyedot debu. Bersihkan debu atau vakum plafon dengan perlahan, dari satu sisi ke sisi lainnya.

    2. Bersihkan Sudut-sudut dan Lis Plafon

    Jangan lupa untuk membersihkan sudut-sudut dan area di sekitar lis di mana debu bisa mudah menumpuk dari waktu ke waktu. Pakai kain mikrofiber kering untuk membersihkan debu dan menyeka area tersebut dengan hati-hati. Pastikan kamu membersihkan debu sebanyak mungkin, karena debu yang menempel kemungkinan ada yang menyebar ke area lain.

    3. Buat Campuran Pembersih

    Campuran pembersih terbaik untuk plafon adalah dengan larutan pembersih superstar-cuka. Campurkan 2 cangkir air hangat, 1/4 cangkir cuka, dan 1 sendok makan sabun cuci piring, lalu tuangkan ke dalam botol semprotan kosong.

    4. Semprotkan Campuran Pembersih

    Semprotkan larutan pembersih ke seluruh plafon, berhati-hatilah agar tidak ada bagian yang terlewat. Campuran harus disemprotkan secara menyeluruh tanpa membasahi plafon, sebab hal ini bisa menimbulkan kerusakan akibat air dan membuat plafon terlihat jelek.

    Lalu, ambil roller cat yang bersih dan lembab dengan gagang yang bisa diperpanjang dan roll di plafon. Lakukan secara perlahan dan merata, sebab hal ini berfungsi sebagai penggosokan yang lembut untuk campuran pembersih.

    5. Keringkan Plafon

    Ambil beberapa kain mikrofiber bersih dan mulai keringkan plafon yang baru saja dibersihkan. Usapkan kain dengan lembut ke atas dan ke bawah plafon, biarkan kain menyerap sisa cairan dari campuran pembersih.

    Kalau lengan pegal karena mengangkat untuk mengeringkan plafon, kamu bisa coba letakkan kain bersih di dasar pel lantai. Lalu, pegang kain pel secara terbalik mengarah ke atas, dan gunakan untuk mengeringkan plafon sampai kering.

    6. Membersihkan Noda Membandel

    Cari noda yang tersisa, berikut cara membersihkannya
    – Noda jelaga: Gunakan spons melamin untuk membersihkan noda jelaga yang kecil. Basahi spons dan oleskan sedikit minyak oles untuk menghilangkan noda jelaga
    – Noda minyak: Gunakan pembersih khusus anti minyak untuk menghilangkan noda minyak membandel, dan ikuti petunjuk dari produsennya
    – Noda air: Campurkan 9 sendok air dengan 1 sendok pemutih dalam botol semprot, lalu ulangi tiga sampai empat kali atau sampai noda hilang

    Tips Agar Plafon Tetap Bersih Lebih Lama

    Setelah membersihkan plafon, kamu bisa lakukan ini agar plafon tetap bersih lebih lama dengan mengikuti tips berikut
    1. Bersihkan sudut-sudut plafon secara rutin di mana debu dan kotoran mudah menumpuk. Lakukan langkah ini setiap bulan dengan menggunakan kemoceng.
    2. Bersihkan noda kecil segera untuk mencegahnya menjadi noda membandel di kemudian hari
    3. Kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan penghisap asap dapur untuk menyedot minyak dan kelembaban berlebih di dapur.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Sih Plafon Tinggi Bikin Rumah Adem? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Desain rumah yang adem merupakan nilai plus, terutama dengan cuaca panas di Indonesia sekarang ini. Sebagian orang percaya rumah dengan plafon yang tinggi bisa membuat udara terasa lebih sejuk.

    Benarkah plafon tinggi bisa membuat rumah adem? Simak penjelasan berikut ini.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak menjamin rumah menjadi lebih sejuk. Ia menilai rumah tinggi justru membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan menggunakan AC.


    Arsitek Denny SetiawanArsitek Denny Setiawan Foto: Danica Adhitiawarman

    Apalagi membangun rumah dengan plafon tinggi tidak bisa sembarangan karena harus sesuai dengan keseluruhan atau proporsi rumah. Jangan sampai rumah terasa kecil padahal plafon sudah menjulang tinggi.

    “Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material,” ujar Denny saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/5/2024).

    Untuk itu, Denny membagikan cara membangun rumah yang terasa adem tanpa perlu boros material dan energi. Di antaranya dengan memastikan rumah mempunyai banyak ventilasi, tritisan, dan jendela.

    Cara Alternatif Bikin Desain Rumah Adem

    1. Perbanyak Ventilasi Udara

    Jenis-Jenis jendela/via iStockJenis-Jenis jendela/via iStock Foto: via iStock

    Denny menyebut setiap ruangan seharusnya mempunyai ventilasi udara agar ada aliran udara yang sejuk. Ia bahkan menyarankan ada dua ventilasi di setiap ruangan untuk menciptakan ventilasi silang.

    “Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi,” ucapnya.

    Ventilasi yang baik memungkinkan udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah. Dengan begitu, suhu udara bisa dikendalikan dengan angin dari ventilasi, apalagi kalau ditambah penggunaan kipas angin.

    2. Batasi Pancaran Sinar Matahari

    Jenis-Jenis jendela/Joe Potato via iStockJenis-Jenis jendela/Joe Potato via iStock Foto: Joe Potato via iStock

    Selanjutnya, batasi pancaran sinar matahari yang masuk ke dalam rumah menggunakan tritisan. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat agar rumah tetap adem.

    “Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi,” kata Denny.

    3. Gunakan Bahan Penghalau Panas

    Inspirasi VentilasiInspirasi Ventilasi Foto: Mustika Land

    Lalu, Denny mengungkap cara mencegah masuknya hawa panas menggunakan styrofoam yang didaur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam bisa menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.

    “Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius,” jelasnya.

    Selain itu, ia menyebut material berlubang seperti roster atau kerawangan bata juga bisa digunakan untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan itu, memungkinkan penghuni rumah membuka pintu dan jendela untuk mendapat aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Mudah Membersihkan Langit-langit Rumah


    Jakarta

    Langit-langit rumah atau plafon sering kali dilewatkan ketika membersihkan rumah. Padahal, langit-langit yang bersih bakal membuat tampilan rumah lebih menarik.

    Membersihkan langit-langit memang membutuhkan usaha lebih karena posisinya tinggi. Namun, sebaiknya kamu tetap merawat area rumah ini sekali-kali untuk menjaga pemandangan di dalam rumah.

    Melansir dari The Spruce, Sabtu (15/5/2024) berikut ini cara mudah menjaga kebersihan langit-langit rumah. Tentunya dengan menggunakan tangga yang aman untuk meraih area tinggi ini.


    Peralatan dan Perlengkapan

    • Kemoceng panjang
    • Penyedot debu dengan kepala sikat
    • Kain Mikrofiber
    • Roller Cat Tembok
    • Botol Semprotan
    • Cuka Putih Suling
    • Air
    • Sabun Cuci Piring
    • Pembersih Noda (opsional)

    Cara Bersihkan Langit-langit Rumah

    1. Bersihkan Debu

    Awali dengan membersihkan langit-langit rumah dari debu. Kamu bisa menggunakan kemoceng bertongkat panjang atau penyedot debu dengan kepala sikat.

    Bersihkan debu-debu dengan gerakan perlahan dan memanjang. Pastikan membersihkan langit-langit dari satu sisi ke sisi lainnya.

    2. Bersihkan Sudut Langit-langit

    Perhatikan ujung dan bagian pinggir langit-langit karena rawan terjadi penumpukan debu. Kamu bisa menggunakan kain mikrofiber kering untuk mengelap area ini.

    Usahakan menghilangkan debu sebanyak mungkin agar tidak menyebar ke seluruh langit-langit.

    3. Semprotkan Cairan Pembersih

    Kamu boleh menggunakan cairan pembersih buatan sendiri dengan mencampurkan 2 gelas air hangat, ¼ gelas cuka putih suling, dan 1 sendok makan sabun cuci piring. Tuang cairan ini ke dalam botol semprotan.

    Lalu, semprotkan cairan ini ke seluruh permukaan langit-langit secara merata. Namun, jangan sampai plafon terlalu basah.

    4. Menggosok Langit-langit dengan Lembut

    Kemudian, gunakan roller cat tembok bertongkat panjang pada seluruh plafon. Pastikan roller ini bersih dan membersihkan seluruh permukaan secara merata. Kerjakan secara perlahan dan merata, karena ini berfungsi sebagai penggosokan lembut.

    5. Keringkan Langit-langit

    Selanjutnya, gunakan kain mikrofiber bersih untuk mengeringkan langit-langit yang baru dibersihkan. Tempelkan kain ke seluruh permukaan untuk menyerap basah.

    6. Hilangkan Noda

    Kalau ada noda membandel pada langit-langit, segera bersihkan dengan cairan pembersih yang tersedia di pasaran. Tentunya kamu menginginkan langit-langit rumah yang kinclong tanpa noda, bukan?

    Itulah cara membersihkan langit-langit rumah dengan efisien. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai Plafon PVC atau GRC, Mana yang Lebih Bagus?


    Jakarta

    Ketika membangun sebuah rumah, pastinya perlu memperhatikan bahan dan desain yang ingin dipakai pada rumah tersebut. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis bahan yang akan digunakan untuk plafon rumah.

    Memilih jenis bahan plafon ini nyatanya sangat penting lho. Fungsi dari plafon ini bukan hanya sebagai dekorasi semata saja, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung atau pelapis antara langit-langit atap dengan ruangan di bawahnya.

    Maka dari itu penting bagi kamu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari setiap jenis plafon sebelum memakainya.


    Beberapa jenis plafon yang sering digunakan di Indonesia belakangan ini adalah plafon PVC dan plafon GRC. Walaupun sekilas terlihat sama, nyatanya kedua bahan ini memiliki kekurangan dan kelebihan yang cukup besar lho.

    Bila kamu penasaran, ayo simak ringkasannya di bawah ini.

    Plafon PVC

    Dikutip dari coowinwpc.com, Kamis (20/6/2024), plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari bahan jenis plastik Polyvinyl Chloride, dan biasa digunakan pada interior sebuah bangunan.

    Bahan ini sering dijadikan andalan pemilik rumah karena bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan khusus serta memiliki daya tahan yang bagus dan harganya cenderung murah.

    Kelebihan Plafon PVC

    1. Harga yang Murah

    Salah satu alasan utama plafon PVC digemari oleh banyak orang adalah karena harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan bahan lainnya.

    2. Perawatannya Mudah

    Bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan. Selain itu, plafon dengan bahan PVC juga mudah dibersihkan dan tidak perlu sering dicat ulang atau diperbaiki. Oleh karena itu, bahan PVC juga sering digunakan di tempat yang kotor.

    3. Daya Tahan yang Baik

    Bahan PVC memiliki daya tahan yang baik dan bisa bertahan hingga waktu yang lama. Umumnya, panel PVC bisa bertahan dari 10 hingga lebih dari 15 tahun lamanya.

    Tidak sampai situ saja, panel PVC juga tahan terhadap cairan/kelembaban dan serangan serangga, sehingga panel PVC tidak mudah pudar, rusak, ataupun membusuk. Panel PVC juga memiliki lapisan kuta yang tahan dengan goresan.

    4. Mudah Untuk Disesuaikan

    Pilihan panel PVC sangat beragam, kamu bisa dengan mudah menemukan banyak desain panel dan warna yang berbeda, sehingga panel PVC sangat cocok bagi kamu yang ingin berkreasi.

    Panel PVC juga bisa dicat ulang, sehingga bila nantinya kamu ingin mengubah warna aslinya, kamu bisa mengecat ulang panel tersebut dengan warna cat baru yang disukai.

    Kekurangan Plafon PVC

    1. Tidak Tahan Suhu Tinggi

    Panel PVC memiliki karakter yang kurang cocok ditempatkan pada lokasi dengan suhu yang tinggi. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat panel PVC mengkerut, bengkok, bahkan hingga retak atau pecah.

    Panel PVC juga bahkan bisa mudah terbakar bila tidak dilapisi dengan bahan tahan api. Maka dari itu, panel PVC tidak cocok untuk dijadikan plafon di dapur dan ruangan yang memiliki banyak sumber panas lainnya.

    2. Penampilan Kurang Menarik

    Panel PVC memiliki bentuk fisik yang terlihat seperti plastik murahan. Maka dari itu, bila kamu ingin menggunakan panel PVC, cobalah untuk mencari yang lebih bertekstur dan tidak berwarna terlalu mengkilap.

    3. Memiliki Dampak Buruk Terhadap Lingkungan

    Bahan utama untuk membuat panel PVC adalah phthalates atau ester ftalat. Seiring waktu, bahan ini akan mengeluarkan gas beracun yang berbahaya untuk manusia.

    Selain itu, bahan PVC ini tidak mudah terurai, menjadikannya sebagai bahan yang tidak ramah lingkungan.

    4. Strukturnya Kurang Kuat

    Dibandingkan dengan bahan lainnya, panel PVC memiliki struktur yang lebih rapuh dan tidak memiliki daya tahan beban yang tinggi, sehingga panel PVC ini akan mudah untuk rusak bila terkena beban berlebih.

    Plafon GRC/GRFC

    Dikutip dari civilengineersforum.com, Glass Reinforced Concrete (GRC) atau Glass Fibre Reinforced Concrete (GFRC) merupakan campuran beton yang mempunyai fiberglass berkekuatan tinggi dalam campurannya. Campuran GRFC sendiri terdiri dari semen portland, agregat halus, penguat serat kaca, aditif, co-polimer akrilik, dan air.

    Dengan bantuan fiberglass di dalamnya, campuran ini akan menghasilkan beton yang sangat kuat dan agak fleksibel yang juga melindungi beton dari kerusakan lingkungan selama bertahun-tahun.

    Tidak seperti beton biasa, GFRC Ini ringan dan tahan lama dan dapat dicetak menjadi berbagai bentuk.

    Kelebihan Plafon GRC/GFRC

    Dikutip dari asurco.com.au, ada 10 kelebihan dari GRC atau GFRC.

    1. Ringan

    GRC memiliki bobot 75% lebih ringan dari beton tradisional biasa.

    2. Kuat

    Dibandingkan dengan beton besi tradisional, beton GRC terbukti lebih kuat hingga 3x lipatnya. Kekuatannya ini datang dari fiberglass yang dicampurkan ke dalam beton tersebut.

    3. Punya Daya Tahan yang Baik

    GRC atau GFRC memiliki daya tahan air serta daya tahan terhadap aktivitas seismik dan kondisi cuaca buruk yang sangat baik. Selain itu, GFRC juga fleksibel, sehingga kecil kemungkinannya untuk retak saat diberi tekanan.

    4. Tidak Mudah Terbakar

    Seperti beton pada umumnya, GRC memiliki daya tahan api yang sangat tinggi, sehingga bahan ini tidak mudah untuk terbakar.

    5. Ramah Lingkungan

    Bahan beton GFRC memiliki sifat 60% lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beton biasa. Komponen yang digunakan dalam GRC memiliki tingkat toksisitas yang rendah dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan atau ekosistem. Selain itu, beton GRC juga terbuat dari bahan daur ulang seperti pasir dan air.

    6. Banyak Pilihannya

    GRC tersedia dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Biasanya tekstur motif yang tersedia berupa beton, batu alam, terakota (tanah liat), kayu, dan panel halus.

    7. Akustik

    Beton GRC bisa didesain dengan berbagai kebutuhan akustik, seperti karakter kedap atau meredam suara, menyempurnakan suara di dalam ruangan dengan permukaan berlubang dan bertekstur, atau memperkuat suara agar bisa didengar di berbagai sudut.

    8. Mudah Dirawat

    Beton GRC cenderung mudah dirawat. Bila beton ini kotor atau rusak, kamu hanya perlu air mengalir dari selang saja untuk membersihkannya.

    9. Mudah untuk Dipasang

    Dibandingkan dengan beton tradisional, beton GRC tidak akan terpengaruh oleh cuaca ketika pemasangannya. Dalam cuaca seperti apapun beton GRC bisa dipasang dengan mudah.

    10. Murah

    Karena perawatan dan pemasangannya yang mudah, kamu bisa lebih menghemat pengeluaran biaya

    Kekurangan Plafon GRC atau GFRC

    Dikutip dari maplefacades.co.uk, beton GRC atau GFRC memiliki beberapa kekurangan yaitu.

    1. Coating

    Pilihan dari Coaching atau lapisan luar GRC sangat terbatas.

    2. Tidak Bisa Diubah Setelah Dipasang

    Setelah beton GRC terpasang, beton tidak bisa dibentuk lagi karena beton ini kaku.

    3. Sulit Dipindahkan

    GFRC cenderung mudah pecah saat proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain. Jika ingin dipindahkan, mungkin kamu akan membutuhkan beberapa bantuan tenaga kerja.

    Itu dia penjelasan dan perbandingan antara plafon berbahan PVC dan plafon berbahan GRC/GFRC. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com