Tag: plafon rumah

  • Cuaca Mulai Panas, Ini 5 Cara Agar Rumah Tetap Adem


    Jakarta

    Cuaca panas mulai terasa seiring dengan memasuki musim kemarau. Untuk mengurangi rasa panas tersebut, penghuni rumah biasanya menyiasatinya dengan cara menggunakan AC atau kipas angin.

    Selain itu, masih ada juga cara-cara lainnya untuk membuat rumah bisa tetap terasa adem meski cuaca sedang panas. Salah satu caranya adalah mengoptimalkan penggunaan bahan dan struktur bangunan.

    Dalam catatan detikcom, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah terasa tetap adem di tengah cuaca panas.


    1. Optimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Penggunaan atap berwarna cerah atau yang dilapisi bahan reflektif bisa membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Memasang ventilasi atap atau turbine ventilator juga dapat meningkatkan sirkulasi udara sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    2. Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, posisi jendela juga perlu dipertimbangkan. Jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    3. Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Memakai pelapis dinding yang tepat juga bisa membantu rumah terasa adem. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif bisa mengurangi penyerapan panas di dalam rumah.

    Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    4. Pastikan Ventilasi Terpasang dengan Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Dilansir dari BBC, saat siang hari, penghuni rumah bisa menutup jendela dan pintu untuk menjaga agar udara panas tidak masuk ke dalam rumah. Untuk menutup jendela, bisa gunakan gorden.

    5. Gunakan Dekorasi yang Sesuai

    Pada 2024 lalu, PR dan Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander, sempat mengungkapkan tak hanya material dan struktur bangunan saja yang penting untuk membuat rumah adem, dekorasi juga bisa memberikan dampak serupa.

    Dekorasi rumah tidak hanya mempercantik bangunan saja namun bisa juga membuat hunian terasa adem. Ia mencontohkan untuk menambahkan unsur-unsur alam di dalam rumah, misalnya kolam ikan, air mancur, serta tanaman.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga rumah tetap terasa adem walaupun cuaca sedang panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Inspirasi Desain Plafon untuk Ruangan Kecil


    Jakarta

    Jika kamu memiliki rumah dengan ukuran ruangan yang kecil, bukan berarti ini menjadi penghambat kamu untuk mendesain rumah sesuai keinginan. Salah satu bagian yang bisa didesain sesuai keinginan adalah plafon.

    Memang, terkadang plafon menjadi salah satu bagian yang kurang diperhatikan. Padahal bagian ini bisa memberikan kesan ruangan jadi lebih luas dan memaksimalkan estetika rumah kamu.

    Dikutip dari Dekoruma, Senin (27/11/2023), terkadang tidak banyak orang yang memperhatikan plafon karena ini bagian terakhir yang dipasang pada struktur rumah. Padahal plafon juga merupakan bagian yang tidak hanya dibuat untuk menyembunyikan instalasi listrik tetapi juga dapat menambah nilai estetika pada rumah kamu lho.


    Oleh karena itu, berikut ini adalah 6 inspirasi desain plafon yang bisa kamu terapkan pada ruangan kecil.

    Plafon Unsur Kayu

    Ruang dengan ukuran minimalis dapat membuat di dalamnya tampak elegan dengan menambahkan unsur kayu. Plafon minimalis ini bisa menonjolkan gaya oriental dengan memadukan instalasi plafon kayu dengan material konkrit berwarna putih. Plafon tampak lebih maksimal dengan menambahkan pencahayaan lampu kuning hangat.

    Plafon RumahPlafon Rumah Foto: (istimewa)

    Plafon Balok Kayu

    Selain unsur kayu yang dipadu-padankan dengan material konkrit, balok kayu juga bisa menjadi pilihan yang memberikan kesan rustic dan homey. Instalasi balok kayu pada ruangan kamu akan tampak cantik dengan dilengkapi perabotan kayu seperti meja, kursi, dan sebagainya.

    Plafon RumahPlafon Rumah Foto: (istimewa)

    Plafon Bertingkat

    Desain plafon untuk ruangan kecil ini akan membuat ruangan tampak menonjol karena tatanan plafon yang bertingkat. Selain itu, lampu bisa dipasang di dinding dan suhu ruangan akan terasa lebih cepat dingin karena bentuk plafon memiliki kerendahan yang ideal.

    Contoh plafonContoh plafon Foto: Contoh plafon

    Plafon Klasik Aksen Tropis

    Inspirasi plafon klasik ini cocok untuk ruangan yang memberikan nuansa musim panas. Plafon klasik ini cocok untuk ruangan dengan warna putih bersih dan menggunakan konsep bentuk plafon kerucut, yang memberikan kesan tropis pada ruangan.

    Plafon Minimalis

    Inspirasi plafon ini sering digunakan pada rumah minimalis, dimana gaya ini memberikan rumah tampak hangat dan nyaman dengan membuat lampu pijar disembunyikan pada bagian sisinya.

    Contoh plafonContoh plafon Foto: Contoh plafon

    Plafon Miring

    Untuk membuat ruangan tampak lebih luas kamu bisa membuat plafon menjadi miring. Plafon miring ini cocok dipadukan dengan material kayu atau parquet pada lantai serta warna-warna netral seperti putih.

    Plafon ruang tamu.Plafon ruang tamu. Foto: Unsplash

    Itulah 6 desain plafon yang cocok untuk ruangan kecil. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email [email protected] subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Ideal Langit-langit Rumah di Indonesia dan Cara Menghitungnya



    Jakarta

    Ukuran tinggi plafon atau langit-langit rumah tak bisa sembarangan. Bila ingin rumah memiliki sirkulasi udara yang baik dan bisa menambah rasa sejuk meski tak ada pendingin ruangan, rumah harus memiliki langit-langit yang tinggi.

    Menentukan tingginya plafon atau langit-langit perlu dipertimbangkan saat membangun atau merenovasi rumah. Plafon bisa menentukan suasana rumah.

    Tapi itu tergantung dari kenyamanan si pemilik rumah. Pasalnya, seperti dikutip dari Alexander and Pearl, plafon rendah bisa memberikan rasa hangat. Plafon rendah ini cocok dipakai di rumah yang punya musim dingin. Namun, plafon yang rendah bisa memberikan kesan ruangan yang sempit dan gelap.


    Sebaliknya, plafon yang tinggi bisa memberikan rasa sejuk dan luas karena sirkulasi udara yang baik.

    Mengapa Ketinggian Plafon Rumah Itu Penting Dipertimbangkan?

    Ada sejumlah alasan mengapa tinggi rendahnya plafon rumah perlu dipikirkan matang-matang saat membangun hunian idaman. Dikutip dari Vintage & Specialty Wood, itu karena langit-langit mampu mempengaruhi estetika ruangan.

    Plafon yang rendah bisa membuat ruangan jadi terkesan sempit dan sesak. Sebaliknya, terasa sangat lapang dan banyak ruangan tersisa kalau langit-langit terlalu tinggi.

    Pencahayaan rumah juga akan terpengaruh dengan pemilihan tinggi rendahnya plafon. Hunian dengan langit-langit tinggi biasanya lebih terang karena cahaya matahari dapat lebih mudah masuk dari jendela besar yang dipasang. Sementara rumah dengan plafon rendah terasa gelap lantaran kurangnya sinar matahari yang masuk.

    Selain itu, perabot rumah memiliki ketinggiannya masing-masing, seperti lemari bisa jadi sangat tinggi. Rumah berplafon rendah akan terbatas dalam memilih furnitur karena perabot yang besar dan tinggi akan sulit ditempatkan.

    Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Ketinggian plafon ternyata ada ukuran idealnya. Direktur Utama PT Sanskara Bumi Perkasa, Harismawan Akbar Dwiatmojo menyebutkan bahwa tinggi ideal plafon rumah minimal 2,4 meter dari lantai.

    Di Indonesia sendiri, rata-rata tinggi plafon yaitu 2,8 m-3,2 m untuk rumah di daerah tropis panas dan 2,4 m-2,5m untuk rumah di daerah dingin. Ada perbedaan tinggi plafon karena iklim suatu wilayah mampu mempengaruhi suasana dan keadaan rumah.

    “Untuk rumah di daerah dingin sebenarnya dapat dibuat lebih pendek karena mampu menangkap panas sehingga dapat hemat energi. Untuk bangunan rumah di daerah tropis dibuat sebaliknya, agar sirkulasi udara lebih lancar dan udara panas tidak terperangkap di dalam rumah,” ungkap Harismawan dikutip dari catatan detikProperti.

    Rumah yang berada di wilayah beriklim dingin bisa memasang plafon lebih rendah supaya dapat menangkap panas di dalamnya, sehingga penghuni merasa nyaman dan tidak kedinginan. Adapun hunian di daerah panas dibuat lebih tinggi agar udara bisa bersirkulasi dengan baik sehingga udara di dalam rumah tidak panas dan gerah.

    Cara Menghitung Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Kalau rata-rata jarak plafon hunian di Indonesia dirasa kurang pas dengan keinginanmu, ada cara kok untuk menentukan tinggi ideal bagi langit-langit rumah. Yakni dengan mengambil tinggi badanmu sebagai patokannya.

    Menurut laman Alexander and Pearl, cara untuk menghitung tinggi ideal plafon rumah yaitu dengan menambahkan ukuran tinggi badanmu dengan 76 sentimeter (cm). Maka itulah jarak ideal langit-langit rumahmu dari lantai.

    Sebagai contoh, tinggi badan A yakni 180 cm. Untuk menentukan jarak ideal antara plafon dengan lantai untuk rumah milik A, ia bisa menghitung dengan menjadikan tinggi badannya sebagai patokan.

    Tinggi ideal untuk langit-langit rumah A adalah 2,56 meter (m), yang didapat dari 180 cm + 76 cm = 256 cm atau 2,56 m.

    Itu dia tinggi ideal untuk plafon rumah dan cara menghitungnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Harga GRC untuk Berbagai Merk dan Ukuran Terbaru 2024


    Jakarta

    GRC (Glass Reinforced Concrete) merupakan material yang terbuat dari beton dan serat kaca (fiber).

    Karena kekuatan dan keawetan dari GRC, material ini sering diandalkan dalam konstruksi. Biasanya, GRC sering digunakan untuk konstruksi plafon.

    Nah bagi Anda yang sedang mencari informasi mengenai harga GRC, berikut penjelasan lebih lengkapnya.


    Daftar Harga GRC untuk Berbagai Merk dan Ukuran Terbaru 2024

    Berikut adalah daftar harga beberapa jenis merk GRC yang sering beredar di pasaran seperti Aplus, Super Panel, Versaboard, dan lain sebagainya.

    Harga Plafon GRC Super Panel

    • GRC Board Super Panel 9 mm uk. 1220 x 2440 mm : Rp 175.000 per lembar
    • GRC Board Super Panel 12 mm uk. 1220 x 2440 mm : Rp 230.000 per lembar
    • GRC Board Super Panel 15 mm uk. 1220 x 2440 mm : Rp 305.000 per lembar
    • GRC Board Super Panel 20 mm uk. 1220 x 2440 mm : Rp 505.000 per lembar

    Harga Plafon GRC Aplus

    • GRC Board Aplus 3.5 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 45.000 per lembar
    • GRC Board Aplus 6 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 85.000 per lembar
    • GRC Board Aplus 8 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 130.000 per lembar
    • GRC Board Aplus 10 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 155.000 per lembar
    • GRC Board Aplus 15 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 285.000 per lembar

    Harga Plafon GRC Versaboard

    • GRC Versaboard 4 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 60.000 per lembar
    • GRC Versaboard 6 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 100.000 per lembar
    • GRC Versaboard 9 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 135.000 per lembar

    Harga GRC Board

    • GRC Board 4 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 61.000 per lembar
    • GRC Board 6 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 110.000 per lembar
    • GRC Board 8 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 150.000 per lembar
    • GRC Board 9 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 175.000 per lembar
    • GRC Board 10 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 189.000 per lembar
    • GRC Board 12 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 250.000 per lembar
    • GRC Board 15 mm uk. 1220 x 2440 mm: Rp 320.000 per lembar

    Harga GRC Plafon Lainnya

    • GRC Silika Board 4 mm: Rp 51.000 per lembar
    • GRC Silika Board 6 mm: Rp 140.000 per lembar
    • GRC Royal Board 4 mm: Rp 55.000 per lembar

    Nah itu dia informasi harga GRC untuk berbagai merk dan ukuran terbaru di tahun ini. Semoga bermanfaat.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai Plafon PVC atau GRC, Mana yang Lebih Bagus?


    Jakarta

    Ketika membangun sebuah rumah, pastinya perlu memperhatikan bahan dan desain yang ingin dipakai pada rumah tersebut. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis bahan yang akan digunakan untuk plafon rumah.

    Memilih jenis bahan plafon ini nyatanya sangat penting lho. Fungsi dari plafon ini bukan hanya sebagai dekorasi semata saja, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung atau pelapis antara langit-langit atap dengan ruangan di bawahnya.

    Maka dari itu penting bagi kamu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari setiap jenis plafon sebelum memakainya.


    Beberapa jenis plafon yang sering digunakan di Indonesia belakangan ini adalah plafon PVC dan plafon GRC. Walaupun sekilas terlihat sama, nyatanya kedua bahan ini memiliki kekurangan dan kelebihan yang cukup besar lho.

    Bila kamu penasaran, ayo simak ringkasannya di bawah ini.

    Plafon PVC

    Dikutip dari coowinwpc.com, Kamis (20/6/2024), plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari bahan jenis plastik Polyvinyl Chloride, dan biasa digunakan pada interior sebuah bangunan.

    Bahan ini sering dijadikan andalan pemilik rumah karena bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan khusus serta memiliki daya tahan yang bagus dan harganya cenderung murah.

    Kelebihan Plafon PVC

    1. Harga yang Murah

    Salah satu alasan utama plafon PVC digemari oleh banyak orang adalah karena harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan bahan lainnya.

    2. Perawatannya Mudah

    Bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan. Selain itu, plafon dengan bahan PVC juga mudah dibersihkan dan tidak perlu sering dicat ulang atau diperbaiki. Oleh karena itu, bahan PVC juga sering digunakan di tempat yang kotor.

    3. Daya Tahan yang Baik

    Bahan PVC memiliki daya tahan yang baik dan bisa bertahan hingga waktu yang lama. Umumnya, panel PVC bisa bertahan dari 10 hingga lebih dari 15 tahun lamanya.

    Tidak sampai situ saja, panel PVC juga tahan terhadap cairan/kelembaban dan serangan serangga, sehingga panel PVC tidak mudah pudar, rusak, ataupun membusuk. Panel PVC juga memiliki lapisan kuta yang tahan dengan goresan.

    4. Mudah Untuk Disesuaikan

    Pilihan panel PVC sangat beragam, kamu bisa dengan mudah menemukan banyak desain panel dan warna yang berbeda, sehingga panel PVC sangat cocok bagi kamu yang ingin berkreasi.

    Panel PVC juga bisa dicat ulang, sehingga bila nantinya kamu ingin mengubah warna aslinya, kamu bisa mengecat ulang panel tersebut dengan warna cat baru yang disukai.

    Kekurangan Plafon PVC

    1. Tidak Tahan Suhu Tinggi

    Panel PVC memiliki karakter yang kurang cocok ditempatkan pada lokasi dengan suhu yang tinggi. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat panel PVC mengkerut, bengkok, bahkan hingga retak atau pecah.

    Panel PVC juga bahkan bisa mudah terbakar bila tidak dilapisi dengan bahan tahan api. Maka dari itu, panel PVC tidak cocok untuk dijadikan plafon di dapur dan ruangan yang memiliki banyak sumber panas lainnya.

    2. Penampilan Kurang Menarik

    Panel PVC memiliki bentuk fisik yang terlihat seperti plastik murahan. Maka dari itu, bila kamu ingin menggunakan panel PVC, cobalah untuk mencari yang lebih bertekstur dan tidak berwarna terlalu mengkilap.

    3. Memiliki Dampak Buruk Terhadap Lingkungan

    Bahan utama untuk membuat panel PVC adalah phthalates atau ester ftalat. Seiring waktu, bahan ini akan mengeluarkan gas beracun yang berbahaya untuk manusia.

    Selain itu, bahan PVC ini tidak mudah terurai, menjadikannya sebagai bahan yang tidak ramah lingkungan.

    4. Strukturnya Kurang Kuat

    Dibandingkan dengan bahan lainnya, panel PVC memiliki struktur yang lebih rapuh dan tidak memiliki daya tahan beban yang tinggi, sehingga panel PVC ini akan mudah untuk rusak bila terkena beban berlebih.

    Plafon GRC/GRFC

    Dikutip dari civilengineersforum.com, Glass Reinforced Concrete (GRC) atau Glass Fibre Reinforced Concrete (GFRC) merupakan campuran beton yang mempunyai fiberglass berkekuatan tinggi dalam campurannya. Campuran GRFC sendiri terdiri dari semen portland, agregat halus, penguat serat kaca, aditif, co-polimer akrilik, dan air.

    Dengan bantuan fiberglass di dalamnya, campuran ini akan menghasilkan beton yang sangat kuat dan agak fleksibel yang juga melindungi beton dari kerusakan lingkungan selama bertahun-tahun.

    Tidak seperti beton biasa, GFRC Ini ringan dan tahan lama dan dapat dicetak menjadi berbagai bentuk.

    Kelebihan Plafon GRC/GFRC

    Dikutip dari asurco.com.au, ada 10 kelebihan dari GRC atau GFRC.

    1. Ringan

    GRC memiliki bobot 75% lebih ringan dari beton tradisional biasa.

    2. Kuat

    Dibandingkan dengan beton besi tradisional, beton GRC terbukti lebih kuat hingga 3x lipatnya. Kekuatannya ini datang dari fiberglass yang dicampurkan ke dalam beton tersebut.

    3. Punya Daya Tahan yang Baik

    GRC atau GFRC memiliki daya tahan air serta daya tahan terhadap aktivitas seismik dan kondisi cuaca buruk yang sangat baik. Selain itu, GFRC juga fleksibel, sehingga kecil kemungkinannya untuk retak saat diberi tekanan.

    4. Tidak Mudah Terbakar

    Seperti beton pada umumnya, GRC memiliki daya tahan api yang sangat tinggi, sehingga bahan ini tidak mudah untuk terbakar.

    5. Ramah Lingkungan

    Bahan beton GFRC memiliki sifat 60% lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beton biasa. Komponen yang digunakan dalam GRC memiliki tingkat toksisitas yang rendah dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan atau ekosistem. Selain itu, beton GRC juga terbuat dari bahan daur ulang seperti pasir dan air.

    6. Banyak Pilihannya

    GRC tersedia dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Biasanya tekstur motif yang tersedia berupa beton, batu alam, terakota (tanah liat), kayu, dan panel halus.

    7. Akustik

    Beton GRC bisa didesain dengan berbagai kebutuhan akustik, seperti karakter kedap atau meredam suara, menyempurnakan suara di dalam ruangan dengan permukaan berlubang dan bertekstur, atau memperkuat suara agar bisa didengar di berbagai sudut.

    8. Mudah Dirawat

    Beton GRC cenderung mudah dirawat. Bila beton ini kotor atau rusak, kamu hanya perlu air mengalir dari selang saja untuk membersihkannya.

    9. Mudah untuk Dipasang

    Dibandingkan dengan beton tradisional, beton GRC tidak akan terpengaruh oleh cuaca ketika pemasangannya. Dalam cuaca seperti apapun beton GRC bisa dipasang dengan mudah.

    10. Murah

    Karena perawatan dan pemasangannya yang mudah, kamu bisa lebih menghemat pengeluaran biaya

    Kekurangan Plafon GRC atau GFRC

    Dikutip dari maplefacades.co.uk, beton GRC atau GFRC memiliki beberapa kekurangan yaitu.

    1. Coating

    Pilihan dari Coaching atau lapisan luar GRC sangat terbatas.

    2. Tidak Bisa Diubah Setelah Dipasang

    Setelah beton GRC terpasang, beton tidak bisa dibentuk lagi karena beton ini kaku.

    3. Sulit Dipindahkan

    GFRC cenderung mudah pecah saat proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain. Jika ingin dipindahkan, mungkin kamu akan membutuhkan beberapa bantuan tenaga kerja.

    Itu dia penjelasan dan perbandingan antara plafon berbahan PVC dan plafon berbahan GRC/GFRC. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Alasan buat Bikin Plafon Tinggi, Rumah Jadi Makin Luas-Cuan


    Jakarta

    Langit-langit atau plafon tinggi (high ceiling) sering kali dianggap sebagai nilai plus pada sebuah rumah. Plafon tinggi membuat ruangan terlihat lebih luas, sehingga bisa menjadi daya tarik buat pemilik rumah.

    Rumah dengan plafon tinggi tidak dibuat tanpa tujuan, lho. Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan kalau tinggal di rumah dengan plafon tinggi.

    Nah, kalau kamu masih bingung atau galau untuk menentukan tinggi plafon rumah, berikut ini alasan-alasan bagus untuk bikin plafon tinggi.


    Apa itu Rumah dengan Plafon Tinggi?

    Sesuai sebutannya, rumah dengan high ceiling merupakan rumah yang memiliki langit-langit atau plafon yang tinggi. Pada umumnya, rumah memiliki langit-langit setinggi 2,4 hingga 2,7 meter. Nah, dikutip dari situs Paradise Serpong City, Minggu (23/6/2024), rumah dengan high ceiling memiliki tinggi langit-langit minimal 3 meter atau bahkan lebih.

    Alasan untuk Bikin Rumah dengan Plafon Tinggi

    Lalu, kenapa memiliki plafon tinggi menguntungkan? Berikut alasan untuk punya plafon tinggi.

    1. Sirkulasi Udara Lancar

    Pastinya keuntungan utama dari rumah dengan plafon tinggi adalah sirkulasi udara menjadi lebih lancar. Secara alami, udara panas cenderung bergerak ke area yang lebih tinggi, sedangkan udara dingin turun ke area yang lebih rendah.

    Rumah dengan high ceiling membuat ruang bagi udara panas untuk naik jadi lebih luas. Alhasil, udara panas akan berada di bagian atas rumah dan tidak mengganggu area tempat kita beraktivitas di bagian bawah.

    Konsep high ceiling ini akan sangat membantu terutama jika kamu tinggal di kawasan dengan udara yang panas. Dengan mengusung konsep high ceiling, kamu bahkan tidak perlu memasang AC atau kipas angin lagi untuk memberikan kesejukan di rumah.

    2. Pencahayaan Alami Ruangan Lebih Maksimal

    High ceiling juga bisa membantu kita dalam memaksimalkan pencahayaan alami di dalam rumah. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir penggunaan lampu selama siang hari. Alhasil, tagihan listrik bisa ditekan.

    Selain itu, cahaya alami yang masuk ke dalam rumah juga bisa membantu meningkatkan mood dan produktivitas. Dengan kata lain, rumah dengan high ceiling tidak hanya membantumu dalam menghemat uang, tetapi juga meningkatkan kebahagiaan.

    3. Terlihat Lebih Mewah dan Lapang

    Tentunya rumah dengan plafon tinggi tampak lebih mewah dan lapang. Ruang ekstra dari langit-langit yang tinggi memberikan ilusi ruangan yang lebih besar, meskipun luas tanahnya sama dengan rumah berlangit-langit rendah. Ini adalah fitur yang sangat disukai banyak orang dan sering menjadi poin utama dalam memilih rumah.

    4. Rumah Memiliki Nilai Investasi Tinggi

    Rumah merupakan salah satu instrumen investasi. Konon, plafon tinggi bisa meningkatkan nilai investasi pada rumah. Menurut beberapa studi, rumah dengan langit-langit yang lebih tinggi cenderung lebih cepat laku di pasaran dan memiliki harga jual yang lebih tinggi.

    “Langit-langit yang lebih tinggi merupakan fitur yang lebih khusus sehingga pembeli cenderung membayar lebih mahal. Hal ini terutama berlaku untuk rumah satu lantai,” kata David G. Mitchell, seorang Agen Real Estat terkemuka di Maryland dan Delaware serta pendiri BeachLifeOceanCity.com, dilansir dari Homes & Gardens, Minggu (23/6/2024).

    High ceiling pada rumah memberikan kesan yang lebih luas sehingga bisa menambah nilai investasinya. Ini adalah poin penting yang perlu dipertimbangkan, terutama jika kamu berencana untuk menjual rumah tersebut di masa mendatang.

    5. Desain Interior Dinamis

    Rumah dengan plafon tinggi memungkinkan kamu untuk bebas berkreasi karena memiliki banyak ruang. Kamu bahkan bisa menambahkan mezzanine atau lantai tambahan tanpa membuat rumah terlihat sesak. Dengan tambahan tersebut, kamu akan mendapatkan ruang tambahan yang bisa digunakan sebagai area kerja, perpustakaan, atau bahkan sebagai ruang tamu cadangan.

    Demikianlah keuntungan yang bisa kamu dapatkan pada rumah dengan plafon tinggi. Semoga informasinya bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bikin Rumah Tetap Adem Walau Cuaca Panas Menyengat


    Jakarta

    Memasuki musim kemarau, cuaca panas mulai terasa. Hal itu bisa menyebabkan udara di dalam rumah terasa panas.

    Untuk menghadapi cuaca yang panas, perlu strategi khusus agar rumah tetap nyaman. Salah satunya dengan mengoptimalkan material bahan bangunan dan struktur bangunan.

    Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah tetap adem saat musim kemarau.


    Mengoptimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Menggunakan atap berwarna terang atau yang dilapisi bahan reflektif dapat membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Selain itu, memasang ventilasi atap atau turbine ventilator dapat meningkatkan sirkulasi udara, sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    Pilihan lain yang juga efektif adalah menggunakan material atap dengan lapisan insulasi termal, seperti foil isolasi, yang dapat mengurangi transmisi panas ke dalam rumah. Selain itu pertimbangkan juga menggunakan plafon rumah dengan ceiling tinggi, dengan ini panas yang ada di bawah atap semakin di atas dan semakin menjaga kesejukan di dalamnya.

    Umumnya tinggi plafon ruang tamu 2,8 m -3,2 m dari lantai, dengan ini Anda dapat memperkirakan berapa tinggi yang ideal.

    Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah-emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, orientasi jendela juga perlu dipertimbangkan; jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    Pastikan Ventilasi yang Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Menggunakan pelapis dinding yang tepat juga bisa menjadi solusi jitu. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif dapat mengurangi penyerapan panas. Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    Penggunaan AC/Kipas

    Terakhir, penggunaan teknologi modern seperti pendingin udara hemat energi atau sistem pendingin berbasis evaporatif juga bisa menjadi tambahan yang berguna. Meskipun ini adalah solusi yang memerlukan energi listrik, memilih perangkat yang efisien dan ramah lingkungan dapat membantu menjaga rumah tetap sejuk tanpa menguras daya listrik secara berlebihan.

    “Memang selain faktor struktural dan materialnya, elemen tambahan seperti dekorasi dapat juga membantu rumah lebih asri sehingga memberikan nuansa sejuk dan juga sekaligus mempercantik rumah,” ujar PR & Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/8/2024).

    Tak hanya itu, Anda juga bisa menambahkan unsur-unsur alam pada rumah. Contohnya seperti kolam ikan, air mancur, hingga tumbuh-tumbuhan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membersihkan Plafon, Lengkap dengan Alat dan Caranya



    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu bagian rumah yang cukup penting karena dapat melindungi panas dan air hujan. Ternyata, plafon juga perlu dibersihkan.

    Pembersihan plafon tidak perlu terlalu sering dilakukan. Dilansir dari The Spruce, kamu bisa membersihkan plafon setiap dua tahun sekali, atau saat kamu pindah ke tempat baru. Nah, berikut ini alat-alat dan bahan yang perlu kamu siapkan untuk membersihkan plafon.

    Peralatan

    1. Kemoceng dengan gagang yang bisa diperpanjang
    2. Penyedot debu dengan sambungan sikat
    3. Kain mikrofiber
    4. Roller cat
    5. Botol semprot
    6. Kain pel kering yang rata (opsional)


    Bahan

    1. Cuka putih
    2. Air
    3. Sabun cuci piring cair
    4. Spons melamin (opsional)
    5. Pembersih minyak (opsional)
    6. Pemutih (opsional)

    Cara Membersihkan Plafon

    1. Vakum atau Bersihkan Dengan Kemoceng

    Kamu bisa mulai membersihkan debu dan kotoran yang ada di permukaan. Hal ini bisa dilakukan dengan kemoceng bergagang panjang agar bisa dengan mudah menjangkau plafon atau dengan selang dan sikat penyedot debu. Bersihkan debu atau vakum plafon dengan perlahan, dari satu sisi ke sisi lainnya.

    2. Bersihkan Sudut-sudut dan Lis Plafon

    Jangan lupa untuk membersihkan sudut-sudut dan area di sekitar lis di mana debu bisa mudah menumpuk dari waktu ke waktu. Pakai kain mikrofiber kering untuk membersihkan debu dan menyeka area tersebut dengan hati-hati. Pastikan kamu membersihkan debu sebanyak mungkin, karena debu yang menempel kemungkinan ada yang menyebar ke area lain.

    3. Buat Campuran Pembersih

    Campuran pembersih terbaik untuk plafon adalah dengan larutan pembersih superstar-cuka. Campurkan 2 cangkir air hangat, 1/4 cangkir cuka, dan 1 sendok makan sabun cuci piring, lalu tuangkan ke dalam botol semprotan kosong.

    4. Semprotkan Campuran Pembersih

    Semprotkan larutan pembersih ke seluruh plafon, berhati-hatilah agar tidak ada bagian yang terlewat. Campuran harus disemprotkan secara menyeluruh tanpa membasahi plafon, sebab hal ini bisa menimbulkan kerusakan akibat air dan membuat plafon terlihat jelek.

    Lalu, ambil roller cat yang bersih dan lembab dengan gagang yang bisa diperpanjang dan roll di plafon. Lakukan secara perlahan dan merata, sebab hal ini berfungsi sebagai penggosokan yang lembut untuk campuran pembersih.

    5. Keringkan Plafon

    Ambil beberapa kain mikrofiber bersih dan mulai keringkan plafon yang baru saja dibersihkan. Usapkan kain dengan lembut ke atas dan ke bawah plafon, biarkan kain menyerap sisa cairan dari campuran pembersih.

    Kalau lengan pegal karena mengangkat untuk mengeringkan plafon, kamu bisa coba letakkan kain bersih di dasar pel lantai. Lalu, pegang kain pel secara terbalik mengarah ke atas, dan gunakan untuk mengeringkan plafon sampai kering.

    6. Membersihkan Noda Membandel

    Cari noda yang tersisa, berikut cara membersihkannya
    – Noda jelaga: Gunakan spons melamin untuk membersihkan noda jelaga yang kecil. Basahi spons dan oleskan sedikit minyak oles untuk menghilangkan noda jelaga
    – Noda minyak: Gunakan pembersih khusus anti minyak untuk menghilangkan noda minyak membandel, dan ikuti petunjuk dari produsennya
    – Noda air: Campurkan 9 sendok air dengan 1 sendok pemutih dalam botol semprot, lalu ulangi tiga sampai empat kali atau sampai noda hilang

    Tips Agar Plafon Tetap Bersih Lebih Lama

    Setelah membersihkan plafon, kamu bisa lakukan ini agar plafon tetap bersih lebih lama dengan mengikuti tips berikut
    1. Bersihkan sudut-sudut plafon secara rutin di mana debu dan kotoran mudah menumpuk. Lakukan langkah ini setiap bulan dengan menggunakan kemoceng.
    2. Bersihkan noda kecil segera untuk mencegahnya menjadi noda membandel di kemudian hari
    3. Kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan penghisap asap dapur untuk menyedot minyak dan kelembaban berlebih di dapur.

    Itulah alat-alat dan cara untuk membersihkan plafon. Semoga bermanfaat ya!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah dan Ampuh! 3 Cara Bersihkan Sarang Laba-Laba di Plafon Rumah



    Jakarta

    Langit-langit rumah jadi sarang laba-laba? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang sering menyepelekan sarang laba-laba yang menempel di sudut-sudut atap rumah karena sulit dijangkau dan biasanya berada di area gelap.

    Padahal, kalau dibiarkan, sarang laba-laba bisa terus menumpuk dan bikin kualitas udara dalam rumah jadi nggak sehat. Belum lagi tampilannya yang bikin rumah terlihat kotor dan kurang terawat.

    Nah, biar rumah tetap bersih dan bebas jaring laba-laba, ada 3 cara simpel dan efektif yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Melansir dari Herzindagi, ini dia langkah-langkahnya!


    1. Gunakan Penyedot Debu Panjang

    Punya penyedot debu (vacuum cleaner) dengan ujung fleksibel dan panjang? Ini bisa jadi senjata andalan. Cukup arahkan ke langit-langit dan sudut-sudut ruangan tempat sarang laba-laba biasa muncul. Selain praktis, cara ini juga minim kontak langsung dengan tangan-lebih higienis.

    2. Semprot dengan Campuran Sabun & Air

    Kalau kamu ingin metode yang lebih menyeluruh, coba buat larutan pembersih sendiri. Campurkan 2 cangkir air hangat dan 1 cangkir deterjen cair. Masukkan ke dalam botol semprot, kocok rata, lalu semprotkan ke area yang terkena jaring laba-laba. Selain membersihkan sarangnya, cairan ini juga bisa membantu mengangkat noda yang menempel di langit-langit rumah.

    3. Desinfeksi dengan Pemutih

    Butuh efek pembersih maksimal sekaligus mencegah jamur? Campuran 2 cangkir air + ½ cangkir pemutih bisa jadi solusi. Masukkan ke dalam botol semprot dan aplikasikan ke area yang kotor. Tapi ingat, pakai sarung tangan ya! Karena pemutih bisa membuat kulit iritasi.

    Bonusnya, larutan ini nggak cuma bersihin sarang laba-laba, tapi juga bikin langit-langit rumah lebih bersih dan bebas jamur.

    Jadi, dari pada sarang laba-laba makin menumpuk dan bikin rumah terasa pengap, yuk luangkan sedikit waktu untuk bersih-bersih langit-langit rumah! Rumah rapi, udara bersih, suasana pun makin nyaman.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Plafon Rumah Bisa Retak? Ini Penyebab dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Rumah yang semakin berumur perlahan akan menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Salah satu tanda kerusakan bisa berupa plafon retak.

    Kontraktor dari Rebwild Wildan mengatakan setiap jenis plafon punya potensi untuk retak. Retakan pada plafon umumnya tipis dan ada yang agak besar.

    Selama retakan tidak besar, plafon retak sebenarnya tidak membahayakan penghuni rumah. Namun, plafon retak tentu mengganggu estetika rumah.


    Jika tak mau plafon retak, langkah pencegahan yang paling utama adalah melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat secara langsung plafon-plafon. Jika ada indikasi retakan, pemilik rumah perlu segera memanggil tim ahli untuk perbaikan.

    Namun, kenapa plafon bisa sampai retak ya? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Plafon Retak

    Inilah beberapa faktor yang membuat plafon retak menurut kontraktor.

    1. Pergerakan Struktur Bangunan

    Menurut Wildan, plafon retak umumnya disebabkan oleh pergerakan struktur bangunan. Bangunan yang berdiri di atas tanah tentu rawan bergeser karena tanah bisa saja bergerak akibat gempa bumi atau faktor lainnya.

    “Plafon retak bisa terjadi karena terjadi kerusakan struktural yang berakibat dinding bergeser, otomatis plafon tertarik dan terjadi retakan,” ujar Wildan kepada detikProperti, Rabu (15/10/2025).

    Kemudian, bahan plafon yang memang sudah mengalami penuaan juga bisa retak. Menurutnya plafon bisa dikatakan sudah tua kalau usianya di atas 10 tahun.

    “Segala sesuatu pasti ada umurnya, misal zaman dulu booming plafon triplek ya lama kelamaan dia seratnya pada lepas. Kalau gypsum lama-lama bisa retak di bagian sambungan,” jelasnya.

    3. Efek Muai Susut

    Selain itu, plafon bisa retak akibat efek muai susut seperti yang terjadi pada bahan kayu. Namun, faktor ini tidak signifikan untuk menimbulkan keretakan pada plafon.

    “Misal kamar pakai AC, otomatis dingin kan kalau dingin biasanya bahan itu susut. Lalu saat siang hari terkena panas, bahannya memuai,” katanya.

    Cara Memperbaiki Plafon Retak

    Jika ingin memperbaiki plafon retak, bisa mengatasinya berdasarkan besarnya retakan. Jika retakannya tidak besar atau setipis rambut, bisa ditambal dengan kompon, lalu dicat ulang.

    Sementara itu, retakan yang sangat besar bisa dilakukan penggantian penutup plafon dengan cara berikut. Retakan disebut besar kalau sudah lebih dari 5 milimeter. Berikut ini cara mengganti penutup plafon.

    1. Bongkar penutup plafon yang sudah retak
    2. Pasang penutup baru dengan sekrup ke rangka hollow
    3. Merapikan dengan cara dikompon, sedangkan plafon PVC dirapikan dengan memasang sealant di bagian ujung-ujungnya
    4. Amplas bagian yang dikompon dengan amplas halus
    5. Mengecat penutup plafon sesuai selera, sedangkan plafon pvc tidak perlu dicat

    Itulah informasi seputar plafon retak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com