Tag: plastik

  • Mau Tanam Pohon Ketapang di Taman Rumah? Perhatikan Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Pohon ketapang (Terminalia catappa) dikenal dengan keindahan daunnya dan manfaatnya bagi lingkungan. Namun, salah satu tantangan dalam menanam pohon ini adalah akar yang cenderung menjalar ke samping.

    Akar yang menyebar dapat merusak infrastruktur sekitar dan mengganggu tanaman lain. Kamu nggak mau kan kalau tanaman ini merusak fondasi atau area sekitar rumah?

    Nah, buat kamu yang ingin tetap menanam pohon ketapang, cek informasi berikut ini.


    Pilih Lokasi Penanaman yang Tepat

    Sebelum menanam pohon ketapang, penting untuk memilih lokasi yang ideal, tanah dengan drainase yang baik akan membantu akar tumbuh lebih dalam daripada menyebar ke samping. Hindari area yang terlalu lembab, karena kelembapan berlebih dapat menyebabkan akar lebih cenderung menjalar.

    Gunakan Pembatas Akar

    Melansir americover.com, penghalang akar dapat mencegah akar pohon menyebar ke tanah kebun dan mengurangi kelembapan pada tanaman kamu. Salah satu cara paling efektif untuk mencegah akar menjalar adalah dengan memasang pembatas akar, material seperti lembaran plastik atau barrier khusus dapat digunakan untuk membatasi pertumbuhan akar, pastikan kamu memasang pembatas ini pada kedalaman yang cukup untuk menghalangi akar menjalar.

    Lakukan Pemangkasan Akar Secara Berkala

    Pemangkasan akar adalah langkah penting dalam perawatan pohon ketapang. Secara berkala, gali sedikit di sekitar pohon dan potong akar yang mulai menjalar ke samping, ini akan membantu mengarahkan pertumbuhan akar agar lebih fokus ke bawah.

    Berikan Ruang untuk Akar Vertikal

    Pastikan kamu menanam pohon ketapang di tempat yang cukup luas. Ruang yang cukup akan mendorong akar untuk tumbuh ke bawah, mengurangi kemungkinan akar menyebar ke samping, perencanaan yang baik dalam penanaman juga akan mendukung pertumbuhan yang sehat.

    Lakukan Perawatan yang Baik

    Pemberian perawatan yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan akar yang sehat, pastikan pohon mendapatkan penyiraman yang cukup, pemupukan yang tepat, dan perlindungan dari hama. Dengan perawatan yang baik, akar akan tumbuh dengan lebih baik ke dalam tanah.

    Itulah beberapa cara mencegah akar pohon ketapang agar tidak menjalar ke samping.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kepikiran Punya Rak Sepatu di Rumah? Simak Pilihan Bahan yang Bisa Dipakai


    Jakarta

    Jika kamu mencari rak sepatu yang kuat dan tahan lama, rak berbahan logam bisa menjadi pilihan terbaik. Rak sepatu logam, terutama yang terbuat dari baja tahan karat atau aluminium, menawarkan ketahanan yang luar biasa dan cocok untuk penggunaan jangka panjang.

    Rak Sepatu Logam yang Kuat dan Tahan Lama

    Melansir woodenstreet.com, jika kamu mencari rak sepatu yang kuat dan tahan lama, rak berbahan logam bisa menjadi pilihan terbaik. Rak sepatu logam, terutama yang terbuat dari baja tahan karat atau aluminium, menawarkan ketahanan yang luar biasa dan cocok untuk penggunaan jangka panjang.

    Rak Sepatu Kayu Tahan Lama dan Elegan

    Menurut mojoboutique.com, rak sepatu berbahan kayu menjadi pilihan favorit bagi banyak orang karena tampilannya yang natural dan kokoh. Kayu solid, seperti kayu jati atau mahoni, dikenal sangat kuat dan tahan lama, sedangkan kayu olahan (MDF atau plywood) lebih ringan dan ekonomis.


    Rak Sepatu Bambu untuk Bahan yang Ramah Lingkungan dan Estetis

    Melansir time.com, bambu adalah bahan yang semakin populer karena keawetannya dan kesan alami yang dihadirkan. Rak sepatu bambu cocok untuk kamu yang menginginkan furnitur ramah lingkungan dengan tampilan minimalis.

    Rak Sepatu Kain Fleksibel dan Hemat Ruang

    Jika ruang kamu terbatas, rak sepatu berbahan kain atau kanvas bisa menjadi pilihan yang tepat. Rak ini biasanya dilengkapi dengan rangka besi atau plastik yang mudah dipindahkan dan dirakit dan dibawa kemana-mana.

    Rak Sepatu Plastik yang Ekonomis dan Tahan Air

    Bagi kamu yang mencari rak sepatu dengan harga terjangkau dan mudah perawatan, rak sepatu plastik bisa menjadi solusinya. Rak berbahan plastik seperti PVC atau polypropylene memiliki keunggulan ringan, tahan air, dan mudah dibersihkan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Membersihkan Pecahan Kaca Agar Tidak Terluka


    Jakarta

    Seringkali kamu melakukan kecerobohan sehingga membuat benda yang ada di sekitar kamu terjatuh hingga pecah. Hal ini bisa berbahaya, apalagi yang benda yang terjatuh terbuat dari bahan kaca.

    Pecahan kaca yang berhamburan sangat berbahaya apabila terkena bagian tubuh. Kamu harus segera membersihkan pecahan agar tidak menimbulkan resiko yang berbahaya untuk penghuni rumah.

    Dilansir The Spruce, Jumat (11/10/2024), berikut cara membersihkan pecahan kaca yang tepat agar tidak beresiko untuk diri sendiri.


    1. Bersihkan Ruangan dan Persiapkan Diri

    Sesegera mungkin mintalah keluarga kamu untuk meninggalkan area tempat adanya pecahan. Pakai sepatu, pelindung mata, dan sarung tangan tebal sebelum memulai proses pembersihan kaca.

    2. Gunakan Cahaya yang Terang

    Untuk membantu kamu melihat setiap kilauan kaca, gunakan senter LED atau senter pada ponsel kamu sehingga kamu dapat mengarahkannya ke permukaan. Kaca akan berkilau dalam cahaya.

    3. Ambil Pecahan Besar

    Gunakan sarung tangan untuk mengambil pecahan kaca yang besar. Jika kamu tidak memiliki sarung tangan, gunakan penjepit untuk mengambil pecahan kaca.

    Jangan pernah menggunakan tangan kosong, hal ini akan membahayakan diri kamu. Pecahan kaca dimasukkan ke dalam kantong kertas tebal atau kantong plastik tiga lapis untuk dibuang.

    Gunakan beberapa lapis kertas koran untuk membungkus kaca, hal ini mencegah luka yang tidak disengaja di tempat sampah.

    4. Sapu atau Bersihkan Kaca dengan Vacuum Cleaner

    Jika pecahan kaca tersangkut di serat karet atau kain pelapis, gunakan sikat gosok berbulu kaku untuk mengangkat pecahan kaca ke permukaan kain sebelum kamu mencoba menyapu atau menyedotnya dengan vacuum cleaner.

    Gunakan sapu berbulu kaku dan pengki untuk menyapu pecahan kaca sebanyak mungkin. Gunakan sapuan pendek dan efisien untuk mencegah pecahan-pecahan kecil berhamburan.

    5. Lakukan Pembersihan Akhir

    Pecahan kaca dapat menempel pada bulu sapu dan pengki. Bawalah pecahan kaca ke luar dan bilas dengan selang taman di atas ember. Buang airnya ke saluran pembuangan air.

    Periksa bagian bawah sepatu kamu untuk melihat apakah ada pecahan kaca dengan lambang atau tisu untuk memastikan tidak ada pecahan kaca yang terbawa masuk ke dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Beda Plafon PVC dan Gypsum dari Kualitas hingga Harga, Mana Lebih Baik?


    Jakarta

    Pemilihan material plafon jadi salah satu faktor penting dalam dunia desain interior. Pasalnya, ini akan mempengaruhi estetika dan fungsi ruang.

    Saat ini, plafon PVC dan gypsum adalah dua pilihan bahan plafon yang sedang trend di pasaran. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, terdapat perbedaan signifikan yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan.

    Plafon PVC

    Polyvinyl chloride (PVC) adalah panel yang terbuat dari bahan plastik ringan buatan pabrik. PVC punya eksterior yang mengkilap dan halus.


    Mengutip National Plastics, panel PVC 100% kedap air dan tidak memerlukan grouting. Alasan ini membuat PVC cocok untuk ruangan dengan tingkat kondensasi tinggi, contohnya kamar mandi dan kamar mandi dalam.

    Kelebihan Plafon PVC

    • Ringan.
    • Mudah dirawat.
    • Biaya perawatannya rendah (bahkan hampir bebas perawatan).
    • Tahan lama.
    • Tersedia banyak pilihan desain dan warna.

    Kekurangan Plafon PVC

    • Biaya awal yang lebih mahal.
    • Tidak tahan api.
    • Bukan bahan yang ramah lingkungan.
    • Kapasitas menahan bebannya terbatas (tidak terlalu bagus menahan beban berat).

    Plafon Gypsum

    Gypsum adalah plafon yang terbuat dari kalsium sulfat terhidrasi. Bahan dasar gipsum ialah Plaster of Paris (POP), yang diproses menjadi papan dan digunakan untuk membuat struktur plafon gantung pada saluran aluminium.

    Dilansir Medium, bahan ini biasanya jadi pilihan utama untuk ceiling palsu untuk bangunan perumahan dan komersial. Tidak hanya itu, Gypsum juga pilihan yang baik untuk teater, kantor, dan lembaga pendidikan.

    Plafon gipsum memberikan hasil akhir yang halus, yang meningkatkan daya tarik estetika ruangan. Selain itu, plafon jenis ini juga mudah dipotong, dibentuk, dan dicetak menjadi berbagai desain.

    Kelebihan Plafon Gypsum

    • Sifatnya yang tahan api.
    • Memberikan insulasi akustik, yang menyerap suara sehingga bisa mengurangi transmisi kebisingan antara lantai dan ruangan.
    • Mudah dipasang dan ringan.
    • Harganya lebih hemat dibandingkan dengan bahan plafon lainnya.

    Kekurangan Plafon Gypsum

    • Tidak kedap air.
    • Rentan terhadap serangga.
    • Harganya mahal.
    • ketahanan terhadap api.

    Perbedaan Plafon PVC dan Gypsum

    Mengutip Gyproc, Berikut adalah faktor yang membedakan plafon PVC dan gypsum:

    1. Harga

    Umumnya, gypsum harganya lebih mahal daripada PVC yang terbuat dari POP. Harga PVC umumnya sekitar 25% lebih murah dari gypsum.

    2. Waktu Instalasi

    Karena plafon PVC dipasang di tempat, maka prosesnya memakan waktu lama dari gypsum. Sementara, gypsum diproduksi di pabrik dan dirakit serta diselesaikan di lokasi, jasi waktu penyelesaiannya sangat singkat.

    3. Desain dan Estetika

    Plafon PVC bisa dibuat dengan pola atau desain apa pun, sedangkan gypsum tidak semudah plafon PVC.

    4. Retakan

    Gypsum papannya datar mungkin tidak mudah retak. Sementara, PVC mungkin bisa retak, namun ini terjadi tergantung pada pengrajin dan kualitas campuran POP.

    5. Perbaikan

    Plafon PVC hanya perlu perbaikan sederhana, mungkin hanya sebagian kecil langit-langit saja perlu dipotong dan direnovasi jika perlu. Sementara, gypsum perbaikannya lebih sulit karena karena papan terpasang pada rangka logam.

    6. Tahan Air

    Plafon PVC kedap air, sedangkan plafon gypsum cenderung bisa berjamur dan muncul lengkungan jika ada kelembapan masuk ke langit-langit gypsum dari atap yang bocor atau pipa pembuangan.

    Itu tadi penjelasan mengenai perbandingan plafon PVC vs Gypsum, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

    Namun perlu diingat, saat memilih material plafon palsu yang tepat untuk ruangan penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor. Mulai dari anggaran, fungsionalitas, tampilan yang diinginkan, kondisi lingkungan, dan pemeliharaannya.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Jenis Pagar yang Bisa Bikin Rumah Makin Terlihat Kece!



    Jakarta

    Pagar rumah tidak hanya berfungsi sebagai keamanan rumah, tetapi juga untuk estetika tampilan eksterior rumah. Oleh karena itu banyak faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih jenis pagar untuk di halaman rumah kamu.

    Saat memilih jenis pagar untuk halaman rumah, perlu mempertimbangkan desain, privasi, keamanan, dan biaya untuk strukturnya. Ada kelebihan dan kekurangan yang harus diperhatikan.

    Melansir The Spruce, Selasa (4/11/2024), berikut beberapa jenis pagar yang bisa menjadi rekomendasi untuk halaman rumah kamu.


    Pagar Kayu

    Sebagian besar pagar kayu berkualitas berfungsi ganda sebagai pagar pengaman. Pagar Kayu bisa berupa pagar Kayu sederhana atau dirancang khusus dengan hiasan ornamen.

    Sempurnakan tampilan pagar kayu standar dengan menggunakan kayu berkualitas tinggi, seperti kayu jati. Pilih desain panel horizontal atau diagonal. Namun, bisa memerlukan perawatan yang lebih tinggi.

    Pagar Vinyl

    Dua material yang banyak digunakan untuk pagar adalah kayu dan vinyl. Jika dibandingkan dengan pagar kayu klasik, material vinyl biasanya lebih mahal.

    Pagar vinyl tidak rentan terhadap kerusakan dan dapat dihiasi untuk mempercantik tampilannya. Namun, harus dibersihkan untuk mencegah noda akibat alga, jamur, dan lumut.

    Pagar Komposit

    Pagar komposit terbuat dari berbagai bahan daur ulang, termasuk kombinasi serat kayu dan plastik. Bahan tersebut mungkin lebih mirip kayu daripada plastik.

    Bahan komposit dapat menahan cuaca buruk, serangga, dan korosi. Bahan ini juga memiliki umur yang panjang, namun bahan memudar dan kualitasnya tidak menentu.

    Pagar Rantai

    Pagar rantai logam galvanis adalah salah satu jenis pagar yang tepat untuk fungsi keamanan karena bebas perawatan, murah, dan tahan lama.

    Pagar lantai memiliki biaya yang murah dibandingkan dengan bahan pagar lain yang dapat digunakan untuk tujuan yang sama. Kekurangannya kurang menarik saat dilihat orang.

    Pagar Besi Tempa

    Pagar besi tempat terlihat elegan dan menarik, terutama untuk lanskap formal. Selain itu, pagar ini mudah dirawat, kokoh, dan memberikan keamanan.

    Pagar ini sering kali ditutup dengan finial yang berhias, tetapi ruang di antara pagar vertikal terlalu lebar dan mungkin tidak dapat menahan binatang liat untuk masuk.

    Pagar Panel Logam

    Pertimbangkan pagar horizontal yang terbuat dari panel logam dan digantung di antara kolon bata. Pagar ini menjadi pilihan yang bagus untuk tampilan yang ramping, tetapi harganya termasuk mahal.

    Pagar Batu Bata

    Jenis pagar ini terbuat dari batu bata. Pagar dapat dirancang sebagai dinding padat atau pagar hibrida dengan bahan campuran seperti logam dan kayu.

    Pagar batu bata dianggap sebagai tambahan yang indah dan mewah untuk sebuah properti, namun biayanya yang mahal dan lebih baik dipasang di properti yang besar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan Benda Ini di Kolong Kasur!



    Jakarta

    Jika kamu menempati rumah kecil dan memiliki banyak barang, mulailah bersikap kreatif dengan memikirkan penyimpanan untuk barang-barang tersebut. Memakai ruang kosong pada kolong tempat tidur merupakan ide yang tepat, karena dapat menyembunyikan kekacauan visual dan menjauhkan barang dari lorong kamu.

    Namun, terdapat peringatan untuk menyimpan barang-barang tertentu pada kolong tempat tidur. Ada beberapa barang yang seharusnya kamu hindari untuk disimpan di sana dengan cara apapun demi menjaga area kamar tidur agar selalu bersih.

    Dokumen Penting

    Melansir Better Homes & Gardens, pada Kamis (7/11/2024), Dokumen penting seharusnya tertata dengan rapi serta mudah untuk diakses dan terlindungi, idealnya diletakkan di brankas yang tahan api.


    Meskipun kamu menyimpan dokumen dengan rapi pada dalam kotak, tapi jika berada di kolong tempat tidur tentu kamu akan susah meraihnya terlebih jika dalam keadaan darurat yang tentunya akan sangat merepotkan, bahkan berbahaya.

    Tak hanya itu, serangga, rayap, termasuk kutu buku tentu akan sangat menyukai hal ini dan yang pasti akan membuat dokumen menjadi rusak. Dalam hal ini, kamu bisa menyimpan produk yang berbahan kertas apa pun pada kolong kasur kamu, termasuk juga foto dan kotak kardus.

    Jika buku kamu terlalu menumpuk dan terlalu besar untuk diletakkan di meja samping kasur, maka kamu bisa meletakkannya di keranjang, tapi hindari dari bawah kasur jika kamu khawatir dengan serangga.

    Barang yang Jarang Dipakai

    Sebaliknya, menyimpan barang-barang yang jarang kamu butuhkan di bawah tempat tidur dapat memperkuat mentalitas jauh dari pandangan, jauh dari pikiran.

    Barang-barang tersebut bisa tertinggal di sana selama bertahun-tahun, mengumpulkan debu, dan menyebabkan energi yang stagnan. Dukung diri kamu dan ciptakan ruang yang lebih segar dengan rutin merapikan barang-barang tersebut.

    Barang yang Sering Dipakai

    Jika bicara tentang kenyamanan, kamu mungkin akan mengalami efek sebaliknya jika kamu memutuskan untuk menaruh barang-barang pada kolong tempat tidur. Membungkuk dan meraih barang yang sulit dijangkau setiap hari atau bahkan setiap minggu pasti akan terasa sangat membosankan.

    Apalagi jika kamu malas untuk menaruh serta meletakkannya kembali, ini akan berakibat pada kekacauan dan mempersulit kamu untuk menemukan barang apa yang akan kamu butuhkan.

    Terlalu Banyak Barang

    Menumpuk terlalu banyak barang di bawah tempat tidur dapat menghambat aliran udara dan menciptakan lingkungan yang kurang ideal untuk penyimpanan. Kamu perlu mengetahui bahwa hal ini juga bisa mengganggu kualitas tidur.

    Sirkulasi udara yang buruk di bawah tempat tidur dapat sedikit meningkatkan suhu kamar, yang mungkin cukup membuat kamu kesulitan untuk tidur nyenyak. Ruangan yang sesak juga menyulitkan pembersihan di bagian bawah tempat tidur, sehingga berpotensi menumpuk alergen yang berdampak pada pernapasan.

    Meskipun mungkin praktis untuk menyimpan barang di bawah tempat tidur, penting untuk memahami efek negatifnya juga.

    Keranjang Cucian

    Kurangnya ruang pada kamar tidur untuk keranjang cucian mungkin akan membuat kamu berpikir untuk memanfaatkan area pada kolong kasur untuk menaruh keranjang cucian. Kecuali kamu sudah putus asa, sebaiknya kamu pikirkan lagi untuk hal ini.

    Pakaian kotor menahan kelembapan dan menimbulkan bau tak sedap yang akan terus berada di dekat kamu dan akan tercium ketika kamu mencoba untuk tidur.

    Ini akan menjadi hal yang berat untuk menarik dan mengeluarkan keranjang cucian dari kolong tempat tidur secara berulang. Sebaiknya kamu menyiapkan ruang untuk keranjang cucian selain di area tempat tidur.

    Makanan

    Tren laci camilan di nakas yang viral di media sosial membuat menyimpan makanan di kamar tidur semakin umum. Beberapa orang bahkan mungkin mulai menggunakan ruang di bawah tempat tidur mereka untuk menyimpan stok makanan agar tidak perlu ke dapur.

    Memang menggoda untuk memiliki cemilan tengah malam yang mudah dijangkau saat bersantai di tempat tidur, tetapi hal itu tidak sebanding dengan risiko menarik hama ke kamar kamu.

    Hewan pengerat bisa menggerogoti kemasan yang belum dibuka, sementara serangga seperti semut dan kecoa tertarik pada gula dan pati.

    Meskipun makanan disimpan dalam wadah plastik berpenutup di bawah tempat tidur, hama bisa saja menemukan cara untuk mengaksesnya. Untuk mencegah risiko ini, sebaiknya tetap simpan makanan di dapur atau pantry.

    Elektronik

    Menyimpan perangkat elektronik di bawah tempat tidur dapat menimbulkan risiko kebakaran, terutama jika ada kabel yang terhubung ke stopkontak di area tersebut, yang mudah menjadi terlalu panas.

    Meski tidak sedang diisi daya, perangkat elektronik yang dibiarkan di bawah tempat tidur dalam waktu lama pasti akan berdebu, yang dapat merusak baterai dan sirkuit sehingga perangkat mahal kamu tidak lagi berfungsi.

    Kurangi risiko ini dengan mendaur ulang perangkat elektronik lama di pusat daur ulang limbah elektronik terdekat dan simpan perangkat yang masih digunakan di pusat media atau area kantor rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Sebelum Menyesal! 6 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Garasi



    Jakarta

    Fungsi utama garasi adalah tempat menyimpan kendaraan pribadi. Tapi sering kali garasi juga dimanfaatkan untuk menyimpan Beberapa barang.

    Namun, tidak semua barang di rumah bisa disimpan di garasi. Pintu garasi yang sering dibuka dapat menimbulkan kelembapan dan peluang untuk masuk bagi hama.

    Melansir Better Homes & Gardens, Senin (11/11/2024), berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak kamu simpan di garasi rumah.


    Cat dan Bahan Kimia

    Seringnya pintu garasi dibuka, garasi akan terkenan paparan panas dan dingin saat hujan. Hal ini akan membuat kaleng cat berkarat dan merusak sisa cat yang ada.

    Begitu juga dengan bahan kimia yang dapat mengeluarkan asap dari pestisida dan produk pembersih. Sehingga akan mencemari udara dan menimbulkan resiko kesehatan.

    Sebaiknya simpan benda-benda ini di gudang luar ruangan atau tempat yang jauh dari sumber panas.

    Barang Berbahan Kain

    Apapun yang terbuat dari kain akan menarik bagi serangga, ditambah lagi jamur dan lumut yang akan mulai tumbuh di tempat yang panas dan lembap.

    Hindari menyimpan pakaian, perlengkapan tidur, kasur, karpet, atau furniture berlapis kain lainnya untuk menghindari kerusakan.

    Barang Berbahan Kertas

    Seringkali di garasi ditemukan barang kertas, seperti dokumen, foto, atau buku-buku yang sudah menumpuk.

    Kertas menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan lumut saat terkena panas dan kelembapan, serta bisa mengundang rayap yang bisa menyebar ke area manapun.

    Mainan

    Mainan dalam ruangan harus tetap berada di dalam ruangan, terutama boneka atau perlengkapan bayi.

    Apabila kamu ingin tetap menyimpannya di garasi, pastikan untuk dimasukkan ke dalam plastik untuk menghindari jamur dan serangga sehingga merusak mainan yang disimpan.

    Barang Elektronik

    Kelembapan dapat dengan mudah merusak perangkat elektronik dan hama kecil dapat masuk ke dalam komponen.

    Suhu yang panas juga dapat melelehkan barang elektronik, seperti piring hitam yang kamu koleksi. Singkirkan barang-barang yang sudah tidak terpakai agar tidak terjadi penumpukan di rumah.

    Tabung Gas

    Tabung gas dapat menimbulkan bahaya serius jika dibiarkan di garasi. Tabung gas berpotensi bocor yang dapat memicu kebakaran.

    Hindari menyimpan zat mudah terbakar di garasi, termasuk wadah gas yang terisi dan kain lap yang basah karena minyak sehingga dapat terbakar dalam suhu tinggi.

    Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak kamu simpan di garasi, Semoga bermanfaat detikers!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Bersihkan Sisa Stiker di Berbagai Permukaan Benda


    Jakarta

    Menempelkan stiker di jendela, meja, maupun pintu kerap dilakukan, baik itu untuk keindahan maupun yang lainnya. Namun, jika sudah bosan maka stiker akan dilepas. Akan tetapi, terkadang sisa stiker masih tersisa di benda-benda tersebut.

    Bekas stiker tersebut justru bisa membuat tampilan rumah kurang bagus atau terlihat kotor. Meski demikian, jangan khawatir karena ada cara mudah untuk membersihkannya.

    Berikut ini cara membersihkan sisa stiker di berbagai permukaan benda dilansir dari berbagai sumber.


    1. Pakai Air Hangat

    Dilansir The Spruce, jika label atau stiker yang menempel di permukaan kaca dapat direndam di ember atau bak cuci, rendam di air hangat dengan beberapa tetes sabun cuci piring. Label yang terbuat dari kertas biasanya akan mudah dibersihkan pada permukaan kaca setelah direndam satu jam.

    Kalau permukaan kacanya tidak bisa direndam, kamu basahkan tisu dan taruh di atas stiker atau label itu. Diamkan selama 30 menit dan periksa apakah labelnya sudah bisa dilepas atau belum.

    Kamu juga bisa mengangkat stiker atau label dengan ujung kartu kredit atau pisau tumpul. Nah, kalau sudah tidak ada perekat yang tersisa, kamu bisa bersihkan permukaan kaca dengan pembersih kaca dan kain mikrofiber.

    2. Pakai Uap Panas

    Beberapa perekat akan mudah lepas jika terkena panas maupun uap panas. Kamu bisa pakai pengering rambut atau hairdryer, heat gun, atau setrika uap dan arahkan ke stiker selama 1-2 menit. Setelah perekat mulai meleleh, segera kelupas stiker dengan pengikis. Sebab, jika sudah dingin kemungkinan perekatnya akan menempel kembali.

    3. Pakai Minyak, Mentega, atau Selai Kacang

    Membersihkan residu stiker juga bisa pakai berbagai macam minyak sayur, mentega, margarin, atau bahkan minyak kacang. Oleskan beberapa tetes minyak ke tisu dan basahkan stiker atau gosokkan lemak padat (margarin atau mentega atau selai kacang) pada stiker.

    Selanjutnya, tutup bagian yang sudah di basahkan dengan bungkus plastik dan rekatkan dengan selotip. Diamkan setidaknya selama 30 menit lalu kikis stiker tersebut. Cuci dengan air sabun hangat atau bersihkan dengan pembersih kaca.

    4. Pakai Alkohol Gosok atau Alkohol Isopropil

    Gunakan beberapa tetes alkohol isopropil atau alkohol gosok pada kapas atau tisu dan basahkan stiker. Setelah stiker mulai basah, tunggu minimal 10 menit dan gunakan pengikis plastik untuk melepas label dan perekatnya. Jangan gosok terlalu kencang karena bisa menggores kaca.

    Jika masih ada sisa-sisa lem, oleskan kembali alkohol ke residu yang ada. Setelah selesai, kamu bisa mengelap permukaan kaca dengan kain mikrofiber untuk menghilangkan perekatnya.

    5. Pasta Gigi

    Dilansir Reader Digest, pasta gigi memiliki sifat abrasif yang bisa digunakan untuk membersihkan residu stiker. Namun, metode pasta gigi ini tidak boleh digunakan pada pakaian dan kayu yang belum dipoles.

    6. Aseton (Pembersih Cat Kuku)

    Cairan pembersih kuat seperti aseton bisa kamu gunakan untuk membersihkan residu stiker pada permukaan kaca dan beberapa pakaian.

    Perlu diperhatikan bahwa aseton dapat melarutkan beberapa bahan plastik dan polimer. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak menggunakan metode ini untuk membersihkan residu stiker pada dinding yang dicat

    Caranya, ujilah terlebih dahulu pada area kecil. Jika bahan permukaan tempat residu stiker menempel tidak bereaksi buruk, oleskan aseton pada bola kapas, lalu gosok residu stikernya hingga bersih.

    7. Cuka

    Cuka, salah satu bahan alami yang sering digunakan sebagai cairan pembersih ini juga bisa membantu untuk membersihkan residu stiker.

    Caranya sangat mudah sekali. Cukup basahi kain atau spons dengan air cuka, lalu gosok residu stiker secara perlahan menggunakan kain yang sudah dibasahi tadi.

    Itulah beberapa cara menghilangkan stiker di permukaan benda. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Rumah Bebas Debu Selama Ditinggal Liburan


    Jakarta

    Saat pergi liburan, rumah akan ditinggal selama beberapa hari. Umumnya, masalah yang sering muncul yaitu banyak debu yang menumpuk di rumah.

    Banyaknya debu di rumah bisa mengganggu kenyamanan penghuni ketika kembali dari liburan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga rumah supaya bebas agar kita bisa menikmati liburan tanpa khawatir kembali ke rumah yang berdebu.

    Bagaimana caranya? Ada beberapa tips sederhana yang bisa membantu menjaga rumah tetap bebas debu selama kita pergi mudik. Melansir dari laman Apartment Therapy, simak tipsnya di bawah ini.


    Kemasi Kertas dan Kain

    Bereskan pakaian kotor dan pakaian yang berserakan karena kain adalah salah satu tempat menumpuknya debu. Lebih baik untuk menyimpan pakaian yang tidak terpakai di dalam kotak penyimpanan.

    Selain itu, pastikan untuk merapikan kertas sebelum berangkat. Majalah, koran, dan kotak kardus sering menjadi sumber debu, jadi lebih baik untuk menyimpannya di luar ruangan jika memungkinkan.

    Bersihkan Rumah Pakai Vacuum Cleaner

    Membersihkan rumah dengan vacuum cleaner adalah hal yang wajib dilakukan sebelum pergi mudik. Vacuum cleaner memiliki kemampuan untuk membersihkan debu dengan lebih efektif dibandingkan dengan sapu.

    Jadi, agar rumah tidak terlalu berdebu saat ditinggal, pastikan untuk membersihkan setiap sudutnya menggunakan vacuum cleaner.

    Gunakan Alat Pembersih Udara (Air Purifier)

    Menggunakan air purifier akan sangat membantu kamu untuk mendapatkan rumah yang bebas debu saat ditinggal mudik. Mesin berguna untuk mengumpulkan dan memerangkap debu yang ada di udara. Pastikan untuk menggunakan air purifier yang sudah menggunakan filter HEPA dan letakkan di dekat pintu atau jendela untuk hasil yang maksimal.

    Lapisi Perabotan di Rumah dengan Koran atau Plastik

    Melapisi barang-barang di rumah dengan koran atau plastik adalah cara sederhana namun efektif untuk melindungi mereka dari debu dan kotoran. Koran atau plastik bertindak sebagai penghalang yang mencegah debu menempel langsung pada permukaan barang sehingga memudahkan dalam membersihkannya nanti.

    Barang-barang yang penting untuk ditutupi adalah kasur, sofa, dan bagian atas lemari atau meja. Setelah kembali ke rumah, kamu hanya cukup membuang atau membereskan koran dan plastik tersebut tanpa harus membersihkan perabotan rumah satu-persatu.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga rumah tetap bersih dari debu saat ditinggal liburan. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Cegah Lumut di Toren Air, No Ribet!


    Jakarta

    Toren air atau tangki air adalah penampungan cadangan air di atap rumah. Karena selalu diisi air, kondisi toren tentu menjadi lembap, sehingga cocok buat lumut bertumbuh.

    Selain kondisi lembap, lumut bisa tumbuh di dalam toren air karena paparan sinar matahari langsung ataupun air baku yang kotor. Nah, sebaiknya mencegah pertumbuhan lumut di toren air supaya tidak mengganggu kebersihan air di rumah.

    Lalu, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Senin (6/7/2025).


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah pertumbuhan lumut di dalam toren.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Demikian beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com