Tag Archives: pln

MCB Saja Nggak Cukup, Listrik di Rumah Harus Dilengkapi dengan ELCB



Jakarta

Meningkatkan keamanan instalasi listrik sangat penting untuk melindungi keselamatan penghuni rumah.

Saat ini banyak sekali kejadian seseorang meninggal dunia karena tersetrum listrik. Hal ini disebabkan karena arus listrik yang merambat melalui media yang dapat menghantarkan listrik, seperti air atau perangkat elektronik di rumah.

Saat ini sudah banyak anjuran untuk menambah perangkat pelindung untuk mencegah kejadian tersebut. Perangkat tersebut bernama ELCB (Earth-Leakage Circuit Breaker).


Perangkat satu ini mirip dengan MCB (Miniature Circuit Breaker), tetapi fungsinya jauh berbeda. Menurut Electrical Specialist PT Graha Anugrah Elektrindo Moch Ari Wibowo MCB adalah perangkat yang berfungsi sebagai pengaman beban berlebih dan hubung singkat listrik atau source circuit. Sementara itu, ELCB adalah perangkat yang berfungsi sebagai perangkat pengamanan arus bocor agar terhindar dari sengatan arus listrik.

“ELCB itu fungsinya lebih sensitif daripada MCB. Misalkan amit-amit ada orang kesetrum. Tapi dia ada (pakai) ELCB, itu orangnya nggak bakalan kesetrum. Nanti yang turun si ELCB-nya turun (mematikan listrik di rumah),” jelas Ari saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Selain iru, ELCB juga sangat berguna untuk rumah yang sering kebanjiran. Air yang masuk ke dalam stop kontak di rumah dapat memberi sinyal kepada ELCB untuk mematikan aliran listrik di rumah. Sebab, apabila air sampai merendam stop kontak, listrik bisa saja menyambar melalui air.

MCB dan ELCB memiliki bentuk mirip, yakni berupa tombol yang bisa digerakkan untuk aktif dan non aktif. Selain itu, pemasangannya juga bisa dilakukan berdampingan.

Pemakaian ELCB tidak ada di setiap instalasi rumah, berbeda dengan MCB yang pasti ada di kWh meter. Pemilik rumah harus memasangnya sendiri dengan bantuan ahli listrik. Menurut Ari, pemasangannya bukan dari PLN, melainkan bisa melalui jasa pemasangan instalasi listrik.

Ari menambahkan selain ada ELCB, saat ini muncul pula produk bernama RCBO atau Residual Current Circuit Breaker with Overcurrent Protection. Perangkat satu ini merupakan gabungan antara MCB dan ELCB. Dengan memakai RCBO, kWh meter sudah memiliki MCB dan ELCB. Produk ini tentu jauh lebih praktis karena pemilik rumah tidak perlu memasang kedua tombol tersebut secara terpisah.

Namun, pemasangannya tidak semudah ketika memasang ELCB karena untuk rumah lama yang sudah lebih dulu memiliki MCB, tidak bisa sembarangan mengganti MCB. Sebab, MCB dipasang oleh PLN dan apabila ingin menggantinya harus mendapat persetujuan dahulu.

Itulah fungsi ELCB bagi instalasi listrik di rumah, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Ahli Jelaskan Alasan Listrik di Rumah Suka Tiba-tiba Turun



Jakarta

Salah satu masalah yang kerap terjadi pada kelistrikan di rumah adalah listrik turun atau jepret. Umumnya hal ini terjadi tiba-tiba, tanpa ada peringatan listrik akan mati.

Kondisi ini biasanya hanya sementara, listrik tetap bisa dihidupkan kembali. Namun, kejadian ini tentu mengganggu karena bisa saja saat kejadian di rumah tersebut sedang sibuk memanggang, mencuci, atau menggosok. Kegiatan tersebut jadi tertunda karena listrik perlu dinyalakan kembali.

Selain itu, dari sisi keselamatan ternyata listrik yang terlalu sering turun juga bisa menyebabkan kebakaran lho. Hal ini diungkapkan oleh Spesialis Keselamatan Listrik sekaligus Dosen Kelistrikan di Politeknik Negeri Jakarta, A Damar Aji.


“Kalau yang cepat itu ada yang koslet. Koslet itu ada yang ketemu kabel dengan kabel. Itu bisa bikin kebakaran,” kata Damar saat ditemui di Talkshow dan Peluncuran Alat Kerja Kelistrikan dari Bosch Power Tools, Kemayoran, Jakarta, ditulis Jumat (19/9/2025).

Damar mengatakan penyebab listrik sering turun cukup beragam dan umumnya karena kerusakan pada sistem atau penggunaan listrik yang berlebihan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang menyebabkan listrik sering turun.

1. Beban Berlebih

Setiap rumah memiliki jumlah pemakaian listrik berbeda-beda. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya rumah tersebut luas dan banyak perangkat elektronik yang perlu digunakan setiap saat. Jika kondisinya seperti itu kebutuhan listriknya tentu cukup besar.

Listrik turun ini disebabkan listrik yang akan digunakan lebih besar daripada kemampuan daya listrik yang sudah terpasang di rumah. Oleh karena itu ketika pemilik rumah memakai banyak perangkat listrik yang menyedot listrik besar di waktu bersamaan, potensi listrik turun juga sangat besar.

Solusinya adalah kurangi pemakaian listrik atau pemakaian perangkat elektronik dilakukan bergantian. Bisa juga dengan menambahkan watt listrik di rumah agar kapasitas listrik semakin besar.

2. Isolasi Kabel Longgar

Kualitas kabel dan instalasi kelistrikan di rumah sangat berpengaruh pada keamanan. Damar mengatakan apabila terdapat kabel yang isolasinya rusak dan longgar dapat menyebabkan kebocoran arus listrik. Hal ini yang bisa menyebabkan listrik turun.

Untuk mengatasi listrik yang sudah bocor, bagian yang rusak tersebut harus segera diganti. Proses perbaikannya harus dilakukan oleh ahli atau pihak PLN. Jangan sekali-kali nekat untuk memperbaiki kabel yang rusak sendiri karena cukup berbahaya. Dibutuhkan alat khusus yang memiliki isolator yang bagus agar listrik tidak menyambar ke arah seseorang.

Apakah Listrik Turun Boleh Langsung Dihidupkan Kembali?

Damar menjelaskan tidak masalah jika listrik yang sudah turun dihidupkan kembali dalam jangka waktu yang cepat. Namun, apabila setelah itu listrik kembali mati dan terjadi berulang kali dalam waktu sejam, lebih baik langsung hubungi tenaga ahli untuk mengecek dan memperbaikinya.

Itulah beberapa penyebab listrik turun atau jepret dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Rumah Dekat Tiang Listrik Berbahaya? Begini Faktanya



Jakarta

Pemandangan tiang dan kabel listrik di depan rumah merupakan hal lumrah. Tidak semua daerah di Indonesia melakukan sistem jaringan bawah tanah (underground) untuk kabel listrik.

Selain pemasangannya yang kerap mengganggu pemandangan, sebenarnya tiang listrik di dekat rumah itu aman atau nggak ya?

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menjelaskan dalam infrastruktur ketenagalistrikan terbagi dalam beberapa macam, yaitu sambungan rumah dan jaringan tegangan rendah (JTR), jaringan tegangan menengah (JTM), saluran udara tegangan tinggi (SUTT), dan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET).


Sebagai informasi, JTR merupakan sambungan listrik yang berfungsi menyalurkan listrik bertegangan rendah, seperti 220 Volt. Jaringan ini menghubungkan listrik dari jaringan tegangan menengah sampai ke rumah-rumah. Sementara itu, JTM bertegangan 20 kiloVolt (kV). Umumnya JTM digunakan untuk menyalurkan listrik dari gardu induk ke gardu distribusi.

Pada jaringan listrik PLN, hal yang perlu diperhatikan dalam keamanannya adalah jarak kabel, bukan tiang listrik.

“Berdasarkan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 606.K/Dir/2010 tentang Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik, jarak aman kabel listrik tegangan menengah 20 kiloVolt (kV) yaitu 3 meter. Artinya, secara mekanis atau elektromagnetis, pada jarak tersebut tidak memberikan pengaruh membahayakan untuk sekitarnya. Jadi jarak yang perlu dijaga adalah dengan kabel, bukan tiang,” ujar Gregorius kepada detikProperti, dikutip Minggu (14/1/2024).

Ia melanjutkan, untuk SUTT memiliki tegangan 150 kV dan SUTET memiliki tegangan 250-500 kV. Keduanya memiliki batas vertikal dam horizontal yang berbeda-beda sesuai jenis menaranya. Batasan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 13 Tahun 2021 Tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi Atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.

Gregorius menyampaikan bangunan atau benda yang berada terlalu dekat dengan jaringan kabel itu berbahaya. Sebab, bisa menyebabkan listrik mati.

“Adapun pohon, bangunan, rumah, dan berbagai kegiatan yang dekat dengan jaringan kabel listrik itu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan listrik padam dan tak jarang membuat wilayah padam makin luas. Dengan mematuhi aturan tersebut, maka aktivitas di lingkungan rumah lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

“PLN juga mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan potensi bahaya pada jaringan kelistrikan dapat menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123,” tambahnya.

Itulah penjelasan mengenai rumah yang berada di dekat kabel listrik dapat berbahaya, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Air Sudah Surut, Jangan Langsung Pel! Ini Cara Aman Bersihkan Rumah Usai Banjir



Jakarta

Saat banjir sudah mulai surut, seringkali semangat untuk segera membersihkan rumah menjadi muncul. Namun, penting untuk diingat bahwa proses pascabencana tidak bisa langsung dilakukan secara terburu-buru. Jika dilakukan sembarangan, justru bisa menimbulkan risiko kesehatan maupun kerusakan struktur rumah yang lebih parah.

Sebelum menyentuh lantai, dinding, atau perabotan, penting untuk menilai kondisi rumah secara fisik dan menyiapkan perlengkapan perlindungan. Dengan persiapan yang tepat, proses pemulihan rumah dari dampak banjir akan lebih aman dan efektif.

Berikut langkah-langkah aman yang bisa dilakukan setelah rumah dilanda banjir.


1. Memastikan Listrik dan Keamanan Dasar

Setelah air mulai surut, langkah pertama adalah jangan langsung masuk dan membersihkan tanpa memeriksa instalasi listrik dan kondisi rumah. Berdasarkan panduan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rumah terdampak banjir wajib dievaluasi kondisi struktural dan instalasi listrik sebelum digunakan kembali.

2. Urutan Aman Pembersihan Rumah

Setelah kondisi listrik dan struktur aman, lanjutkan dengan pembersihan secara benar.

Buang Air dan Lumpur Sisa

Gunakan pompa air, ember, atau kain lap untuk mengeluarkan genangan air dan lumpur yang tersisa di dalam rumah. Pastikan proses ini dilakukan hingga lantai benar-benar bersih agar tidak meninggalkan endapan yang bisa menimbulkan bau atau licin.

Bersihkan Dinding, Lantai, dan Langit-langit

Lumpur yang menempel di dinding atau plafon dapat meninggalkan lapisan residu yang sulit dibersihkan jika dibiarkan terlalu lama. Selain membuat permukaan tampak kotor, sisa lumpur tersebut juga bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur dan bakteri.

Cuci atau Keluarkan Perabotan

Perabotan yang terendam banjir seperti sofa, karpet, kasur, bantal harus dikeluarkan dan dijemur atau dibersihkan secara menyeluruh. Bila terlalu rusak, pertimbangkan untuk dibuang agar risiko jamur dan bakteri tidak membahayakan.

Disinfeksi Seluruh Permukaan

Setelah pembersihan dasar, gunakan cairan disinfektan atau antiseptik untuk membersihkan lantai, dinding, interior dan perabotan agar kuman, bakteri dan jamur tidak berkembang. Misalnya, pembersihan alat makan, peralatan dapur dengan sabun dan air bersih.

3. Pengeringan dan Pencegahan Jamur

Dilansir dari situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, menyatakan bahwa setelah air banjir benar-benar surut, pastikan seluruh bagian rumah dalam keadaan kering. Buka pintu dan jendela selebar mungkin agar sirkulasi udara berjalan lancar dan membantu mempercepat proses pengeringan.

Perlu diingat, jamur dapat tumbuh sangat cepat setelah kebanjiran. Koloni jamur bisa mulai muncul dalam waktu 2×24 jam jika kelembapan tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, menjaga ventilasi dan suhu ruangan tetap kering menjadi langkah penting.

Barang-barang berbahan kain seperti karpet, kasur, atau bantal yang terendam lama sebaiknya tidak digunakan kembali. Benda-benda tersebut mudah menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri, sehingga lebih aman untuk diganti atau dibuang.

Setelah proses pembersihan selesai, pantau kondisi rumah selama beberapa hari ke depan. Jika muncul kembali bau lembap, bercak jamur, atau noda air lama di dinding, itu menandakan masih ada kelembapan tersisa. Segera lakukan pembersihan ulang atau perbaikan tambahan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

4. Waktu yang Aman untuk Menyalakan Listrik

Menurut panduan resmi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), setelah banjir surut, pastikan seluruh instalasi listrik di rumah dalam kondisi kering sempurna. Jangan terburu-buru menyalakan aliran listrik sebelum dilakukan pemeriksaan oleh teknisi yang berkompeten.

BPBD Jawa Tengah, juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat akan menyalakan listrik kembali. Jika lingkungan sekitar sudah dinyatakan aman oleh pengurus daerah setempat, hindari menyalakan stop kontak atau perangkat elektronik dengan tangan telanjang, terutama jika masih ada kemungkinan lembap di area tersebut.

Secara sederhana, listrik baru boleh dinyalakan setelah semua perabot, kasur, dinding, lantai, dan kabel benar-benar kering. Pastikan juga instalasi telah diperiksa oleh petugas, dan telah memperoleh konfirmasi keamanan dari pihak berwenang. Jika kondisi belum benar-benar aman, biarkan listrik tetap dalam keadaan mati untuk mencegah risiko korsleting atau sengatan listrik.
Itulah beberapa tahapan aman yang dapat dilakukan untuk pembersihan rumah pascabanjir. Semoga bermanfaat.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Harus Tahu Kode-kode Ini buat Matikan Suara Meteran Listrik


Jakarta

Meteran listrik prabayar memiliki alarm yang akan berbunyi ketika saldo sudah habis. Suara alarm peringatan ini tidak hanya berbunyi sebentar, melainkan bisa terdengar sampai pemiliknya mengisi ulang.

Suara token tersebut tidak akan jadi masalah jika meteran listrik tersebut berada di gedung berbeda. Namun, banyak kejadian meteran prabayar ini digunakan di unit sewa, seperti kosan yang satu lantai bisa terdiri dari beberapa unit. Oleh sebab itu, jika ada meteran prabayar yang berbunyi, seluruh unit bisa terganggu karena suaranya.

Ternyata selain harus menunggu pemilik unit membayar token listrik, tetangga yang terganggu bisa lho mematikan suaranya dengan menekan beberapa kode. Namun, kode tersebut hanya bisa mematikan suara sementara.


Cara Mematikan Suara Token Listrik yang Habis

Dilansir detikFinance, Berikut cara mematikan bunyi token listrik yang sudah habis agar tidak terganggu.

1. Kode 812

Kode pertama yang bisa dicoba adalah memasukkan angka 812 lalu tekan enter pada meteran listrik. Bunyi alarm peringatan token habis bisa berhenti seketika. Namun, cara ini hanya untuk mematikan suara sementara waktu. Pemilik listrik harus segera mengisi token agar tidak berbunyi lagi.

2. Kode 456 XX

Kemudian, bisa juga mencoba memasukkan kode 456 lalu ditambahkan XX di akhirnya. XX merupakan batas kWh terendah penanda bunyi alarm baru boleh menyala. XX harus diisi dengan besar menit yang diinginkan. Sebagai contoh saat alarm berbunyi, tekan 456 00, berarti suara tersebut akan berbunyi lagi saat listrik benar-benar habis.

Kode ini sangat membantu karena token listrik ada yang sudah berbunyi sebelum listrik benar-benar habis. Bunyi tersebut fungsinya memperingatkan pemiliknya jika daya sisa sedikit dan harus diisi ulang.

3. Kode 123 XXX

Cara lainnya adalah bisa dengan tekan kode 123 ditambah tiga angka jangka waktu alarm berbunyi. Setelah itu tekan enter. Sebagai contoh masukkan 123 030, berarti alarm akan berbunyi setiap 30 menit sekali.

Meskipun kode ini bisa membantu mengatasi bunyi alarm, perlu diingat bahwa solusi ini bersifat sementara.

Itulah 3 kode untuk mematikan alarm token listrik yang mengganggu. Cara paling ampuh untuk mematikannya adalah segera dibayar. Apabila setelah isi ulang atau saat saldo masih cukup, sebaiknya segera hubungi kantor PLN terdekat untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com