Tag: pohon

  • Rawan Tumbang Imbas Angin Kencang, Ini Tips Aman Tanam Pohon Dekat Rumah



    Jakarta

    Sebanyak 10 rumah rusak parah akibat angin puting beliung di Desa Karangbener, Kudus, Jawa Tengah pada Minggu (28/01/2024).

    Salah satu rumah juga tertimpa pohon tumbang dan akses jalan di depan rumah tersebut tertutup. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, telah datang ke lokasi dan menyingkirkan pohon tersebut.

    “Dari 10 rumah rusak tersebut, satu rumah rusak disebabkan karena tertimpa pohon dan sembilan rumah lainnya akibat angin kencang pada Ahad (28/1) sekitar pukul 09.25 WIB,” kata Kasi BPBD Kudus, Munaji, mengutip dari Antara pada Senin (29/1).


    “Evakuasi pohon tumbang sudah dilakukan. Sedangkan perbaikan rumah rusak memang belum seluruhnya karena ada rumah warga yang belum diperbaiki,” tambahnya.

    Munaji juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari sudut ruangan, pintu, jendela, dan dinding terluar bangunan yang berisiko rusak saat terjadi angin puting beliung.

    Selain menghindari beberapa area rawan bahaya di rumah, masyarakat juga perlu memperhatikan lokasi pohon besar yang berpotensi tumbang di sekitaran rumah.

    Mengutip dari Jimstrees.com, ada ketentuan untuk menanam pohon di pekarangan rumah. Mulai dari jarak aman dan kondisi pohon yang bisa menjadi perhitungan apakah pohon tersebut berpotensi tumbang atau tidak.

    1. Jarak minimal penanaman pohon dari rumah

    – Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan.

    – Tinggi pohon 8 meter sampai 15 meter jarak minimal 4-6 meter.

    – Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter.

    2. Tebang pilih bagian ranting

    Apabila memiliki pohon besar di pekarangan rumah, sebaiknya sering-sering memotong beberapa ranting yang rentan jatuh. Terutama ranting yang dekat degan fondasi rumah, berpotensi patah, atau yang mudah goyang saat diterpa angin kencang.

    3. Tingkat kelembapan tanah

    Saat musim penghujan, tanah menjadi lebih lembab dari biasanya. Hal ini menyebabkan permukaan tanah menurun sehingga terjadi keretakan dan pergeseran tanah.

    Pohon yang berada di atasnya berpotensi ikut bergeser saat angin puting beliung datang. Bahayanya apabila pohon tersebut miring ke arah rumah.

    4. Kondisi Akar Pohon

    Bagi yang halaman rumahnya menggunakan beton dan memiliki pohon besar, perhatikan arah sebaran akar pohon tersebut. Akar tumbuhan dapat terus tumbuh dan menyebar hingga naik ke permukaan beton dan menyebabkan keretakan.

    Selain itu, akar pohon yang menjalar di bawah tanah juga berpotensi merusak pipa air dan jalur septic tank. Solusinya adalah atur jarak antara pohon dengan lokasi pipa rumah. Lalu pilih pohon yang spesiesnya lebih kecil dan cocok dengan lanskap tanah rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tanam 7 Pohon Ini Dekat Rumah Sebelum Kamu Menyesal


    Jakarta

    Menanam pohon di rumah bisa memberikan sejumlah manfaat, seperti memberikan suasana asri dan segar, serta menghasilkan kualitas udara yang bersih. Namun, jangan asal menanam pohon di rumah, lho! Jika ditanam terlalu dekat, pohon tersebut justru bisa menimbulkan beragam masalah.

    Sampah dari dedaunan, batang dan ranting yang bisa merusak atap atau plafon, serta akar yang bisa merusak fondasi adalah beberapa masalah yang bisa timbul akibat menanam pohon terlalu dekat dari rumah.

    Nah, karena itu, penting untuk mengetahui jarak aman menanam pohon di rumah.


    Jarak Aman Menanam Pohon di Rumah

    Melansir Jimstrees.com, berikut jarak yang dianjurkan untuk menanam pohon di rumah berdasarkan ketinggiannya.

    Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan

    • Tinggi pohon 8-15 meter jarak minimal 4-6 meter dari bangunan
    • Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

    Nah, dari data tersebut, kamu bisa menyesuaikan jarak pohon yang ingin kamu tanam agar tidak merusak fondasi rumah.

    Lantas, apa saja jenis-jenis pohon tersebut? Melansir Sarana Kontraktor, Rabu (25/10/2023), berikut 7 jenis pohon yang harus ditanam jauh dari rumah agar tidak merusak fondasi.

    1. Pohon Pepaya

    Pohon pepaya memiliki akar yang menjalar sangat dalam ke bawah tanah. Hal inilah yang bisa merusak fondasi dan mengancam ketahanan rumah secara keseluruhan. Akar pohon pepaya ini bisa membuat tanah di sekitarnya menjadi lebur sehingga bisa menciptakan lubang. Jika dibiarkan terlalu lama, lubang tersebut bisa membuat rumah terlihat miring.

    2. Pohon Jambu

    Pohon jambu memiliki akar yang besar dan keras. Jika tidak dirawat dan dipangkas dengan rutin, akar pohon jambu bisa merusak bagian bawah fondasi rumah atau pagar.

    3. Pohon Mangga

    Tak jauh berbeda dengan pohon jambu, pohon mangga akar pohon mangga juga bisa merusak fondasi rumah yang terbuat dari semen, batu, atau material lainnya. Saat ingin menanam pohon mangga, perhatikan tinggi dan jarak tanamnya agar tidak terlalu berdekatan dengan rumah.

    4. Pohon Beringin

    Pohon beringin yang berukuran besar memang bisa membuat rumah menjadi asri dan teduh. Namun, pastikan kamu memiliki pekarangan yang cukup luas agar akar pohon beringin tidak berdekatan dengan rumah.

    5. Pohon Ketapang

    Saat ingin menanam pohon ketapang, perhatikan tingginya dan pastikan jarak tanamnya cukup jauh dari rumah. Dengan menanam pohon ketapang agak jauh, fondasi rumah bisa terhindar dari ancaman kerusakan.

    6. Pohon Bidara

    Pohon bidara sebaiknya ditanam dengan jarak minimal 3 meter dari rumah. Hal ini agar pohon mendapatkan nutrisi dengan baik dari dalam tanah. Dengan jarak tersebut, pohon bidara yang ditanam bisa hidup lama dan akarnya tidak merusakn fondasi rumah.

    7. Pohon Durian

    Pohon durian memiliki ukuran yang cenderung besar dan kokoh, serta akar yang menjalar. Hal inilah membuat pohon ini sebaiknya ditanam jauh dari rumah agar akarnya tidak bisa merusak fondasi nantinya.

    Nah, itulah 7 pohon yang sebaiknya ditanam jauh dari rumah. Saat ingin menanam pohon tersebut, penting untuk memerhatikan tingginya, lalu menyesuaikan jarak tanam agar fondasi rumah kita bisa terhindar dari kerusakan.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Selain Bikin Sejuk, Ternyata Menanam Pohon di Rumah Bisa Datangkan Pahala


    Jakarta

    Siapa nih yang hobinya mendekorasi rumah? Apalagi di bulan Ramadhan ini, pasti kamu gemes dong buat coba mempercantik rumah kalian.

    Mendekorasi rumah tidak melulu bagian dalam rumah saja ya teman-teman. Tujuan mendekorasi adalah untuk mempercantik tampilan rumah kalian, maka dari itu kamu juga bisa mencoba untuk mendekorasi bagian halaman rumah kamu.

    Kebetulan, tim detik juga punya saran nih untuk dekorasi halaman rumah kamu di bulan Ramadhan ini. Yaitu dengan menanam pohon di halaman rumahmu. Selain bisa membuat sejuk halaman rumah, kamu juga bisa mendapatkan buah yang bisa dipanen pada musimnya bila kamu menanam tipe pohon buah-buahan.


    Menanam pohon adalah kegiatan yang mulia. Karena tidak hanya sekedar untuk diri sendiri saja, namun manfaatnya juga bisa dirasakan oleh banyak makhluk hidup disekitarnya. Seperti memberikan sumber makanan dan tempat berlindung untuk hewan kecil, dan ikut andil dalam melawan perubahan iklim.

    Anas ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim tidaklah menanam sebatang pohon atau menabur benih ke tanah, lalu datang burung atau manusia atau binatang memakan sebagian daripadanya, melainkan sesuatu yang dimakan itu merupakan sedekahnya.” (HR Bukhari).

    Selain itu, dalam ajaran Islam juga kita diajarkan untuk melestarikan alam di bumi. Mengutip buku Hadits-Hadits Tarbawi oleh M. Ainur Rasyid, dalam Al-Qur’an telah dijelaskan melalui banyak ayat tentang pentingnya memperhatikan lingkungan. Salah satunya termaktub dalam surat Al A’raf ayat 56

    وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Arab-Latin: Wa lā tufsidụ fil-arḍi ba’da iṣlāḥihā wad’ụhu khaufaw wa ṭama’ā, inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn

    Artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

    Hadits Menanam Pohon Setara Dengan Sedekah Jariyah

    Menurut hadits, menanam pohon juga bisa memberikan pahala setara dengan sedekah jariyah.

    عن مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ بَنَى بُنْيَانًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ أَوْ غَرَسَ غَرْسًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ كَانَ لَهُ أَجْرٌ جَارِيًا مَا انْتَفَعَ بِهِ مِنْ خَلْقِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ رواه أحمد

    Artinya, “Dari sahabat Muadz bin Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang mendirikan bangunan atau menanam pohon tanpa kezaliman dan melewati batas, niscaya itu akan bernilai pahala yang mengalir selama bermanfaat bagi makhluk Allah yang bersifat rahman,’” (HR Ahmad).

    Nah, bagaimana teman-teman, apakah kamu tertarik untuk menanam pohon di rumahmu?

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pohon di Rumah Sudah Mati Atau Masih Hidup? Begini Cari Tahunya


    Jakarta

    Menanam pohon di halaman rumah sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal di pedesaan. Hampir setiap rumah di pedesaan pasti memiliki sebuah pohon yang tumbuh di halaman rumah mereka.

    Semakin berjalannya waktu pohon akan semakin besar, dan lama-lama akan menjadi pohon mandiri yang sudah tidak perlu perawatan intensif lagi. Hal ini yang akhirnya membuat masyarakat Indonesia sering mengabaikan perawatan pada pohon besar ini.

    Lama-kelamaan secara tidak sadar, pohon tersebut mulai mengering sedikit demi sedikit. Biasanya pemilik akan mulai sadar ketika dedaunan dari pohon mulai rontok dan sudah jarang berbuah.


    Ketika sudah masuk ke dalam kondisi tersebut, biasanya pemilik pohon akan bingung, apakah pohon tersebut masih bisa hidup kembali atau memang sudah pasti akan mati.

    Dilema tersebut yang akhirnya membuat pemilik secara tidak sadar membuang-buang air dan tenaga untuk mencoba membuatnya kembali hidup.

    Nah, bagi kamu yang mengalami kejadian semacam ini, Sebenarnya ada beberapa tips untuk cara kamu menilai apakah pohon tersebut sudah mati atau belum.

    Cara Menilai dan Menentukan Apakah Pohon Sudah Mati atau Belum

    Dikutip dari thespruce.com, pohon yang mati biasanya diakibatkan oleh faktor penyakit, hama, atau umur dari pohon tersebut. Untuk mengetahui ciri-ciri pohon sudah mati ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

    1. Daun Semakin Jarang

    Memang di musim tertentu beberapa pohon merontokkan daunnya. Tetapi maksud dari jarangnya dedaunan ini adalah bagaimana pohon tersebut mulai tidak memproduksi daun muda lagi.

    Bila kamu sudah tidak melihat adanya tanda-tanda daun muda akan tumbuh, berarti besar kemungkinannya bahwa pohon tersebut sudah mati.

    2. Kerusakan Pada Batang

    Bila kulit pada pohon kamu mengelupas, dan terlihat ada beberapa retakan vertikal yang dalam. Itu artinya pohon sudah mulai kekurangan sumber daya air, yang juga berarti besar kemungkinannya pohon tersebut sudah mati.

    3. Tumbuh Jamur

    Jika kamu melihat ada banyak jamur yang tumbuh pada batang pohon itu artinya pohon tersebut sudah mati. Karena biasanya kebanyakan tipe jamur hanya tumbuh pada sel mati. Kehadiran jamur pada pohon yang tidak sehat dapat mengindikasikan bahwa batangnya mulai membusuk sehingga menjadi media tumbuh bagi jamur.

    4. Batang Pohon Mulai Miring

    Batang pohon yang perlahan mulai bergerak seakan ingin jatuh, biasanya mengindikasikan bahwa pohon tersebut sudah kehilangan tenaga cengkraman dari akar. Yang artinya akar pohon tersebut sudah mulai membusuk.

    Tetapi kamu juga harus perhatikan bahwa pohon yang miring tersebut memang sudah memenuhi kriteria lainnya. Karena bisa saja pohon bergerak miring karena sering tertiup angin ke arah yang sama.

    Dari semua poin di atas, secara ringkas hal yang perlu kamu cek yaitu:

    Gores ranting atau dahan dengan pisau tajam dan lihat apakah bagian dalamnya berwarna hijau atau sudah kering sepenuhnya.

    Periksa jamur pada batang atau tanah.

    Periksa kerusakan fisik pada pohon.

    Itu dia cara menentukan apakah pohon di rumah kamu sudah mati atau masih hidup dengan mudah. Semoga dengan cara ini kamu bisa menentukan langkah apa yang harus kamu pilih selanjutnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Nilai Jual Pohon di Halaman Rumah Kamu


    Jakarta

    Di Indonesia, banyak sekali rumah masyarakat yang memiliki pohon di halamannya. Kebiasaan ini timbul karena sifat masyarakat Indonesia yang selalu ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan usaha seminimal mungkin.

    Biasanya pohon yang ditanam berupa pohon buah-buahan seperti mangga, kersen, rambutan, hingga pohon hias yang bernilai tinggi. Selain karena manfaat buah serta nilai estetiknya, menanam pohon juga bisa membuat halaman rumah kita menjadi sejuk dan segar.

    Nah, yang menjadi masalah adalah ketika hendak menjual rumah tersebut, masih banyak orang yang mengabaikan nilai jual dari pohon yang ia tanam di halaman rumah mereka.


    Mengutip dari lifehacker.com, pohon yang tumbuh dan dirawat dengan baik di halaman rumah kamu bisa menambah nilai jual properti rumah kamu hingga 15%. Apalagi jika pohon yang kamu tanam adalah pohon yang memiliki nilai yang tinggi seperti pohon pengkih.

    Bila kamu penasaran dengan bagaimana cara kamu menentukan harga jual pohon di halaman rumah kamu, di bawah ini ada cara yang bisa kamu lakukan untuk menaksir harga jual pohon di rumah kamu.

    Cara Menaksir Harga Jual Pohon di Properti Rumah Kamu

    1. Kalkulator Online

    Cara yang pertama adalah dengan menggunakan kalkulator online yang tersedia di beberapa web google, sepeerti mytree.itreetools.org atau itreetools.org.

    Sayangnya kebanyakan web kalkulator tersebut masih menggunakan harga Amerika sehingga hasil harga yang dikeluarkan masih kurang cocok untuk masyarakat Indonesia. Jadi kamu masih harus membandingkannya lagi dengan harga pasaran (harga kayu atau bibit pohon tersebut) di Indonesia.

    2. Taksir Pohon

    Bila kamu menginginkan hasil yang lebih tepat lagi, kamu bisa mencoba untuk menyewa tenaga ahli untuk menaksir harga pohon di rumah kamu. Hasil dari cara ini tentunya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kalkulator online, karena para tenaga ahli yang bersangkutan tentunya menggunakan ilmu pengetahuan yang luas.

    Penaksiran pohon ini biasanya dilakukan untuk menilai sebuah pohon dari segi nilai jaminan pohon tersebut apakah dalam keadaan baik atau buruk. Selain untuk dipelihara oleh calon pembeli, pohon ini juga bisa ditebang jika kamu ingin menjual kayu pohon tersebut.

    Itulah 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk menilai harga sebuah pohon di rumah kamu, semoga kali ini kamu tidak perlu khawatir rugi ketika kamu ingin menjual rumah yang ada pohonnya!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Rumah Aman, Segini Jarak Ideal Tanam Pohon di Halaman


    Jakarta

    Halaman tanpa pohon atau tanaman rasanya kosong dan gersang. Saat panas terik, cahaya matahari dapat langsung menyorot ke dalam rumah dan pada saat hujan air ‘tumpah’ ke halaman tanpa ada penghalang.

    Meskipun keberadaan pohon sangat penting, terutama di halaman rumah, kamu perlu tahu jarak aman untuk menanam pohon. Jarak ini dapat menjadi ruang jika pohon tersebut tumbang sehingga tidak menimpa rumah atau barang berharga di sekitar rumah.

    Dilansir Jimstrees.com, berikut jarak aman menanam pohon di halaman rumah.


    • Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan
    • Tinggi pohon 8 meter sampai 15 meter jarak minimal 4-6 meter
    • Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter

    Adanya jarak ideal, bukan hanya untuk menghindari kerusakan pada properti jika pohon tumbang, melainkan bermanfaat untuk tujuan lain, berikut di antaranya.

    1. Daun Kering Tidak Mengotori Bagian Rumah dan Selokan

    Seperti yang kita tahu, daun yang sudah kering pasti berguguran. Kita tidak bisa mencegahnya karena itu sudah menjadi bagian dari siklus pohon. Tugas kita hanya membersihkannya jika daun kering tersebut.

    Jika halaman kamu sempit dan tidak ada ruang antara bangunan dan pohon, dikhawatirkan daun kering tersebut jatuh ke area rumah. Bahayanya jika daun kering tersebut banyak yang jatuh ke dalam talang air atau selokan. Daun kering bisa menghambat jalur air, terutama pada saat hujan.

    Apabila antara pohon dan rumah memiliki jarak yang pas, daun kering tersebut bisa jatuh ke halaman dan lebih mudah dibersihkan.

    2. Mengamankan Rumah dari Akar Pohon

    Pertumbuhan pohon bukan hanya pada batangnya yang semakin tinggi dan lebar, melainkan akarnya yang semakin panjang dan kuat. Jangan sepelekan pertumbuhan akar ini karena ada beberapa akar yang bahkan bisa merusak badan jalan, aspal, hingga area lainnya.

    Secara umum, pohon akan tumbuh satu hingga 3 kali lebarnya kanopi. Pada beberapa kasus, akar pohon tumbuhnya dua kali lipat tumbuhnya ketinggian si pohon itu. Akar pohon yang membesar di tanah ini akan berdampak pada pondasi rumah.

    Kamu juga harus menjauhkan pohon dengan akar yang besar dari pipa air tanam dan septic tank. Jika terlalu dekat, berisiko dapat merusak pipa air dan septic tank.

    3. Menjaga Kondisi Tanah

    Ada pohon di rumah juga berpotensi membuat tanah menyusut. Sebab, pepohonan menyebabkan kelembapan tanah berfluktuasi karena tingkat air yang dibutuhkan untuk menjaga pohon tetap hidup. Tanah dapat menyusut dan mengembang yang berdampak pada tekanan pada fondasi rumah. Imbasnya muncul retak-retak rambut atau keretakan serius di dinding.

    4. Mencegah Pengendapan beton

    Kondisi tanah yang menurun dapat berpengaruh pada beton yang ikut turun. Saat beton mengendap, kemungkinan besar dinding rumah akan retak dan bergeser. Kondisi ini seperti trotoar yang rusak di sekitar pohon yang akarnya timbul ke permukaan. Dengan adanya jarak yang aman antara bangunan dan pohon, maka rumah dapat tetap aman.

    Itulah informasi terkait jarak aman menanam pohon di halaman rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Akar 5 Tanaman Ini Bisa Merusak Bangunan


    Jakarta

    Menanam pohon bisa menjadi solusi agar rumah tidak terasa panas. Pohon sendiri dapat menghalau sinar matahari langsung masuk ke rumah dan membuat halaman jauh lebih sejuk.

    Namun, pohon yang ditanam di depan rumah tidak bisa sembarangan. Sebab, ada beberapa jenis pohon yang akarnya justru berbahaya bagi rumah. Akar tersebut dapat membesar dan merambat ke bagian fondasi bangunan hingga menimbulkan kerusakan dan retak.

    Berikut beberapa pohon yang disarankan tidak ditanam di dekat bangunan.


    1. Pohon Beringin

    Seorang warga mengamati pohon beringin berukuran besar di Hutan Hujan Tropis Kahung, Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (21/8/2024). Hutan tersebut  memiliki kaeanekaragaman hayati khas Pegunungan Meratus seperti pohon Binuang Laki, Beringin yang berukuran besar dan aneka jenis jamur serta terdapat fenomena kejadian bumi (geologi) yang telah ditetapkan menjadi salah satu situs Geopark Meratus untuk diajukan ke UNESCO Global Geopark (UGG). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.Seorang warga mengamati pohon beringin berukuran besar di Hutan Hujan Tropis Kahung, Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (21/8/2024). Hutan tersebut memiliki kaeanekaragaman hayati khas Pegunungan Meratus seperti pohon Binuang Laki, Beringin yang berukuran besar dan aneka jenis jamur serta terdapat fenomena kejadian bumi (geologi) yang telah ditetapkan menjadi salah satu situs Geopark Meratus untuk diajukan ke UNESCO Global Geopark (UGG). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc. Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S

    Seperti yang kamu tahu, pohon beringin memiliki ukuran yang besar. Dilansir situs Greg ukuran akar pohon beringin dapat merambat hingga kedalaman 3-4,5 meter, tergantung kondisi tanah. Akarnya yang dapat menembus tanah sedalam itu berguna untuk menyerap air di area yang dalam, terutama pada kemarau.

    Jika halaman rumah kamu tidak begitu luas, sebaiknya tidak menanam pohon beringin. Sebab, akarnya dapat merusak pipa atau fondasi rumah.

    2. Pohon Mangga

    Pohon mangga di Kompleks Keraton Jogja, Rabu (20/12/2023).Pohon mangga di Kompleks Keraton Jogja, Rabu (20/12/2023). Foto: Anandio Januar/detikJogja

    Pohon mangga adalah tanaman yang mudah untuk dirawat. Pohon ini pun mudah untuk berbuah. Namun, menurut situs New Vision, pohon mangga memiliki akar yang kuat dan dalam. Akar ini dapat mencapai ke rumah dan merusak fondasi bangunan.

    3. Bambu

    pohon bambupohon bambu Foto: (Kurnia/detikTravel)

    Menurut Better Homes, akar bambu menajalar di atas tanah. Tanaman ini dapat merusak paving block, menembus pagar, dan berbahaya apabila ditanam di dekat rumah. Bahkan untuk menebang tanaman ini agak sulit karena memiki akar yang bercabang.

    4. Pohon Karet

    Virus corona jenis baru berdampak ke sejumlah sektor usaha salah satunya karet. Diketahui harga karet mengalami penurunan akibat mewabahnya virus itu.Virus corona jenis baru berdampak ke sejumlah sektor usaha salah satunya karet. Diketahui harga karet mengalami penurunan akibat mewabahnya virus itu. Foto: Antara Foto

    Pohon karet termasuk dalam pohon yang harus dihindari ditanam di dekat rumah atau halaman. Akarnya dapat menjalar panjang dan merusak struktur rumah apabila sudah terlalu panjang.

    5. Pohon Alpukat

    Pohon alpukatPohon alpukat Foto: Getty Images/iStockphoto/DenGuy

    Menurut California Polytechnic State University, akar pohon alpukat memiliki potensi merusak bangunan di dekatnya. Kamu dapat mengurangi kerusakan dengan memilih batang bawah yang kurang invasif dan menanamnya sejauh 7,5 meter dari bangunan. Bikin penghalang akar atau pot agar tidak tumbuh ke sembarangan arah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Menyesal! Segini Jarak Aman Tanam Pohon di Halaman Rumah



    Jakarta

    Pohon bukan hanya bisa membuat halaman lebih bagus, tapi juga tidak terasa gersang. Cahaya matahari juga bisa terhalang dengan adanya pohon di halaman rumah.

    Meski begitu, menanam pohon di halaman rumah tidak bisa sembarangan. Perlu perhitungan jarak antara tembok rumah dengan titik ditanamnya pohon tersebut.

    Jarak ini dapat menjadi ruang jika pohon tersebut tumbang sehingga tidak menimpa rumah atau barang berharga di sekitar rumah. Dilansir Jimstrees.com, berikut jarak aman menanam pohon di halaman rumah.


    • Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan
    • Tinggi pohon 8 meter sampai 15 meter jarak minimal 4-6 meter
    • Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter

    Adanya jarak ideal, bukan hanya untuk menghindari kerusakan pada properti jika pohon tumbang, melainkan bermanfaat untuk tujuan lain, berikut di antaranya.

    1. Daun Kering Tidak Mengotori Bagian Rumah dan Selokan

    Seperti yang kita tahu, daun yang sudah kering pasti berguguran. Kita tidak bisa mencegahnya karena itu sudah menjadi bagian dari siklus pohon. Tugas kita hanya membersihkannya jika daun kering tersebut.

    Jika halaman kamu sempit dan tidak ada ruang antara bangunan dan pohon, dikhawatirkan daun kering tersebut jatuh ke area rumah. Bahayanya jika daun kering tersebut banyak yang jatuh ke dalam talang air atau selokan. Daun kering bisa menghambat jalur air, terutama pada saat hujan.

    Apabila antara pohon dan rumah memiliki jarak yang pas, daun kering tersebut bisa jatuh ke halaman dan lebih mudah dibersihkan.

    2. Mengamankan Rumah dari Akar Pohon

    Pertumbuhan pohon bukan hanya pada batangnya yang semakin tinggi dan lebar, melainkan akarnya yang semakin panjang dan kuat. Jangan sepelekan pertumbuhan akar ini karena ada beberapa akar yang bahkan bisa merusak badan jalan, aspal, hingga area lainnya.

    Secara umum, pohon akan tumbuh satu hingga 3 kali lebarnya kanopi. Pada beberapa kasus, akar pohon tumbuhnya dua kali lipat tumbuhnya ketinggian si pohon itu. Akar pohon yang membesar di tanah ini akan berdampak pada pondasi rumah.

    Kamu juga harus menjauhkan pohon dengan akar yang besar dari pipa air tanam dan septic tank. Jika terlalu dekat, berisiko dapat merusak pipa air dan septic tank.

    3. Menjaga Kondisi Tanah

    Ada pohon di rumah juga berpotensi membuat tanah menyusut. Sebab, pepohonan menyebabkan kelembapan tanah berfluktuasi karena tingkat air yang dibutuhkan untuk menjaga pohon tetap hidup. Tanah dapat menyusut dan mengembang yang berdampak pada tekanan pada fondasi rumah. Imbasnya muncul retak-retak rambut atau keretakan serius di dinding.

    4. Mencegah Pengendapan beton

    Kondisi tanah yang menurun dapat berpengaruh pada beton yang ikut turun. Saat beton mengendap, kemungkinan besar dinding rumah akan retak dan bergeser. Kondisi ini seperti trotoar yang rusak di sekitar pohon yang akarnya timbul ke permukaan. Dengan adanya jarak yang aman antara bangunan dan pohon, maka rumah dapat tetap aman.

    Itulah informasi terkait jarak aman menanam pohon di halaman rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dahan Pohon Masuk ke Pekarangan Tetangga, Begini Hukumnya dalam Islam



    Jakarta

    Menanam pohon di pekarangan rumah bisa jadi cara untuk membuat lingkungan terasa lebih asri. Namun, pohon yang ditanam terkadang bisa tumbuh hingga dahannya masuk ke pekarangan tetangga.

    Dahan tumbuh sampai ke luar pekarangan bisa mengganggu tetangga. Sebab, daun bisa jatuh dan mengotori rumah tetangga. Belum lagi, dahan juga memakan ruang.

    Di sisi lain, tetangga bisa beruntung karena buah dari pohon tersebut masuk ke lahan mereka.


    Lantas, bagaimana hukum Islam terkait pohon yang tumbuh melewati batas tetangga?

    Dilansir dari detikFood, Ustaz Adi Hidayat pernah mengatakan bahwa pohon beserta buahnya yang masuk ke pekarangan tetangga menjadi hak bersama. Secara syariat, buah dari pohon yang masuk ke pekarangan tetangga tersebut menjadi milik tetangga.

    “Hukum fiqihnya itu hak bersama, yaitu hak antara pemilik pohon dan orang yang di luar pekarangan Anda. Kalau tumbuh di jalanan umum, maka itu adalah hak masyarakat umum,” jelas Ustaz Adi Hidayat dalam dakwahnya di kanal YouTube Al-Muwatta, dikutip dari detikFood, Senin (10/3/2025).

    Ia menjelaskan dahan pohon yang masuk ke pekarangan tetangga tersebut pasti akan menghasilkan kotoran, seperti daun dan ranting kering. Oleh karena itu, tetangga juga berhak atas buah yang dihasilkan pohon tersebut.

    Meski demikian, kita tetap harus memperhatikan adab sesama tetangga walau diperbolehkan secara syariat. Buah yang jatuh ke pekarangan tetangga, menjadi hak mereka.

    Sebagai pemilik pohon, kita tidak boleh marah kalau tetangga mengambil buah tersebut. Secara adab, kita harus menawarkan buah tersebut bahkan sebelum tetangga memintanya. Sedangkan tetangga tetap perlu menunggu pemilik pohon menawarkan buah tersebut.

    “Jadi, sebelum tetangga minta, Anda pemilik pohon sampaikan baik-baik, ‘Pak, Ibu, ini buah yang jatuh ke pekarangan Ibu, kalau pengin ambil saja’. Itu adab yang luar biasa,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

    Adab dan komunikasi antartetangga menjadi kunci dari kasus tersebut. Dengan berkomunikasi secara beradab, kehidupan bertetangga akan berjalan dengan baik dan lancar.

    “Sampaikan bahwa nanti ada buah yang jatuh di pekarangan rumah saya, saya izin memintanya, Pak. Nanti kalau daun jatuh atau ada sampai pohonnya biar saya bersihkan saja. Jadi, kita rawat bersama pohonnya,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tanam 7 Pohon Ini di Dekat Rumah!



    Jakarta

    Menanam pohon di dekat rumah memang bisa membuat rumah terasa asri dan adem. Kualitas udara juga akan lebih bersih jika ada pohon di sekitar rumah. Tapi menanam pohon di rumah juga bisa menimbulkan kerugian lho.

    Kamu harus benar-benar memikirkan dengan seksama sebelum memilih pohon untuk ditanam dekat rumah. Sebab jika asal, bisa menimbulkan kerugian.

    Misalnya sampah dari dedaunan, batang dan ranting yang bisa merusak atap atau plafon. Tak hanya itu akar pohon juga bisa merusak fondasi jika terlalu dekat dari rumah.


    Lalu, apa saja jenis pohon yang bisa menimbulkan kerugian di rumah? Melansir Sarana Kontraktor, berikut 7 jenis pohon yang harus ditanam jauh dari rumah agar tidak merusak fondasi.

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumah

    Pohon Pepaya

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon pepaya/Britanica (Wilfredo Rodriguez)

    Pohon pepaya memiliki akar yang menjalar sangat dalam ke bawah tanah. Hal inilah yang bisa merusak fondasi dan mengancam ketahanan rumah secara keseluruhan. Akar pohon pepaya ini bisa membuat tanah di sekitarnya menjadi lebur sehingga bisa menciptakan lubang. Jika dibiarkan terlalu lama, lubang tersebut bisa membuat rumah terlihat miring.

    Pohon Jambu

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon jambu/iStock (Satriady Utomo)

    Pohon jambu memiliki akar yang besar dan keras. Jika tidak dirawat dan dipangkas dengan rutin, akar pohon jambu bisa merusak bagian bawah fondasi rumah atau pagar.

    Pohon Mangga

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon mangga/The Spruce (K Dave)

    Tak jauh berbeda dengan pohon jambu, pohon mangga akar pohon mangga juga bisa merusak fondasi rumah yang terbuat dari semen, batu, atau material lainnya. Saat ingin menanam pohon mangga, perhatikan tinggi dan jarak tanamnya agar tidak terlalu berdekatan dengan rumah.

    Pohon Beringin

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: iStock/Sourav Mahata

    Pohon beringin yang berukuran besar memang bisa membuat rumah menjadi asri dan teduh. Namun, pastikan kamu memiliki pekarangan yang cukup luas agar akar pohon beringin tidak berdekatan dengan rumah.

    Pohon Ketapang

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto:Ketapang: saranakontraktor.com

    Saat ingin menanam pohon ketapang, perhatikan tingginya dan pastikan jarak tanamnya cukup jauh dari rumah. Dengan menanam pohon ketapang agak jauh, fondasi rumah bisa terhindar dari ancaman kerusakan.

    Pohon Bidara

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Bidara: Getty Images/Alisa Gabliya

    Pohon bidara sebaiknya ditanam dengan jarak minimal 3 meter dari rumah. Hal ini agar pohon mendapatkan nutrisi dengan baik dari dalam tanah. Dengan jarak tersebut, pohon bidara yang ditanam bisa hidup lama dan akarnya tidak merusak fondasi rumah.

    Pohon Durian

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Durian: iStock/montri13rd

    Pohon durian memiliki ukuran yang cenderung besar dan kokoh, serta akar yang menjalar. Hal inilah membuat pohon ini sebaiknya ditanam jauh dari rumah agar akarnya tidak bisa merusak fondasi nantinya.

    Nah, itulah 7 pohon yang sebaiknya ditanam jauh dari rumah. Saat ingin menanam pohon tersebut, penting untuk memerhatikan tingginya, lalu menyesuaikan jarak tanam agar fondasi rumah kita bisa terhindar dari kerusakan.

    Karena itu, penting untuk mengetahui jarak aman menanam pohon di rumah.

    Jarak Aman Menanam Pohon di Rumah

    Melansir Jimstrees.com, Rabu (25/10/2023), berikut jarak yang dianjurkan untuk menanam pohon di rumah berdasarkan ketinggiannya.

    Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan

    Tinggi pohon 8-15 meter jarak minimal 4-6 meter dari bangunan

    Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

    Nah, dari data tersebut, kamu bisa menyesuaikan jarak pohon yang ingin kamu tanam agar tidak merusak fondasi rumah.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com