Tag: polyvinyl chloride

  • 6 Jenis Plafon Tahan Air, Bikin Rumah Aman dari Bocor


    Jakarta

    Ada banyak jenis plafon yang bisa digunakan di rumah. Plafon sendiri fungsinya sebagai pelindung bagian dalam rumah dari panas matahari. Sebab, jika tidak memiliki plafon, rumah akan terasa lebih panas. Selain itu, fungsinya juga melindungi rumah dari kebocoran. Plafon akan menahan panas dan air yang merembes dari sela-sela genteng atau atap.

    Mengingat fungsinya sangat dibutuhkan di rumah, kamu juga tidak boleh sembarangan memilih jenis plafon karena tidak semuanya berbahan bagus. Kamu harus memilih plafon yang berbahan tahan air, kuat, dan tahan lama.

    Melansir dari Klopmart, Senin (22/7/2024) berikut beberapa jenis plafon yang tahan air dan panas, bikin rumah aman dari kebocoran.


    1. Papan Semen

    Papan semen adalah jenis plafon dengan material campuran semen di dalamnya. Permukaannya jauh lebih padat karena ditambahkan pasir silika, gypsum, serat selulosa, dan zat tambahan lainnya. Bahannya yang padat membuat papan semen cocok sebagai material plafon dan dinding, baik eksterior maupun interior. Selain tahan air, papan semen dapat menghalangi jamur, api, dan benturan keras di atap.

    Berbeda dengan jenis plafon pada umumnya yakni tripleks dan gypsum yang lebih tipis, tetapi mudah mengalami kebocoran air.

    2. Papan PVC

    Kamu pernah mendengar PVC? PVC atau Polyvinyl chloride adalah terbuat dari plastik. Material ini sering ditemui pada pipa air sehingga bahannya sudah terbukti tahan air. Selain itu, strukturnya juga kuat dan mampu menghindari plafon dari rembesan air dan serangan rayap.

    Kelebihannya yang lain adalah material ini punya bobot yang cukup ringan. Ketika dipasang pun desain plafonnya cukup mudah dan menambah estetika karena material ini tersedia dalam berbagai pilihan warna dan corak. Selain plafon, Kamu dapat menggunakannya untuk jendela, pintu, atau pipa air.

    3. Papan Kalsiboard

    Selain papan semen, ada pula papan kalsiboard yang juga bagian dari papan semen. Perbedaanya hanya bentuk kalsiboard seperti lembaran dan memiliki kandungan kalsium khusus di dalamnya. Kandungan kalsium ini merupakan mineral yang tidak mudah larut dalam air, jadi papan kalsiboard cocok sebagai bahan plafon tahan air.

    4. Lembaran Akrilik

    Selanjutnya ada akrilik yakni material plafon yang memiliki ketahanan tinggi terhadap air. Jika kamu tidak ingin memakai papan PVC, kamu bisa menggunakan lembaran akrilik terutama di ruangan yang lembab, seperti kamar mandi atau dapur. Bahannya pun ringan, sehingga mudah dilepas saat ingin dibersihkan.

    Material ini tersedia dalam berbagai desain dan warna, jadi Kamu bisa menyesuaikan interior ruangannya. Varian akrilik transparan pun tersedia untuk diaplikasikan sebagai plafon untuk menghadirkan kesan outdoor dalam ruangan. Kamu dapat memilih ukuran ketebalan lembar akrilik demi mengantisipasi rembesan air apabila terjadi hujan lebat.

    5. Ubin

    Biasa dipasang di lantai, ternyata ubin bisa dipasang pada atap rumah. Hasilnya lebih menarik karena memiliki desain dan corak yang indah saat dilihat. Lokasinya yang berada di atas, pembuatan ubinnya pun berbeda dengan yang berada di bawah. Material untuk plafon lebih berat dan dibutuhkan keahlian khusus untuk memasangnya. Pilihan terbaik untuk plafon adalah menggunakan ubin dari logam yang biasanya terbuat dari kuningan, timah, tembaga, besi galvanis, atau aluminium.

    6. GRC (Glassfiber Reinforced Cement)

    GRC terbuat dari material beton komposit ditambah serat kaca sebagai bahan penguatnya. Ukurannya lebih besar, berkisar pada 120×240 cm, jadi cocok digunakan untuk menutup rangka atap di berbagai ruangan. Selain itu, GRC juga terlihat serasi untuk interior rumah minimalis.

    Daripada bahan lainnya, GRC lebih tahan air dibandingkan kaca dan akrilik. Plafon GRC juga mampu melindungi penghuninya dari berbagai cuaca dingin dan panas.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Plafon PVC dan Gypsum, Beserta Perbedaannya


    Jakarta

    Plafon adalah material penutup rangka atap dan pembatas antara ruangan di bawahnya dengan bagian atap. Plafon membuat tampilan atap lebih rapih dan jika pemilihan atapnya benar, plafon juga bisa membuat rumah lebih sejuk. Bagi kamu yang baru ingin pasang plafon atau menggantinya ketahui dahulu harga pasaran plafon rumah.

    Harga plafon rumah atau langit-langit rumah cukup beragam tergantung pada jenis, ukuran, dan mereknya. Salah satu jenis plafon yang banyak digunakan di Indonesia adalah PVC dan Gypsum. Mengutip dari berbagai sumber, Jumat (2/8/2024), berikut kisaran harga plafon PVC dan Gypsum.

    Harga Plafon PVC dan Gypsum

    Sebelum kamu membeli salah satu plafon di atas, ada baiknya kamu mengetahui harganya. Hal ini bertujuan agar kamu dapat menghitung anggaran yang dibutuhkan.


    Harga Plafon PVC

    Mengutip dari Lamudi, berikut perkiraan harga plafon PVC.

    1. Plafon PVC motif kayu: Rp 85.000 – Rp 110.000 per meter persegi
    2. Plafon PVC motif marmer: Rp 90.000 – Rp 120.000 per meter persegi
    3. Plafon PVC motif kain: Rp 95.000 – Rp 125.000 per meter persegi
    4. Plafon PVC motif alam: Rp 100.000 – Rp 130.000 per meter persegi
    5. Plafon PVC motif polos: Rp 75.000 – Rp 95.000 per meter persegi

    Harga Plafon Gypsum

    Berikut harga plafon gypsum dari situs Agasi.

    1. Gypsum jayaboard 12mm 1200×2400 berkisar Rp 97.500
    2. Gypsum Ysohino 9mm atau 1,2 x 2,4 M berkisar Rp 47.000
    3. Merek Shunda ukuran 4M1/lembar berkisar Rp 150.000
    4. Merek Shunda ukuran 5M1/Lembar berkisar Rp 185.000
    5. Merek Wifon ukuran 4M1/lembar berkisar Rp 110.000
    6. Merek Wifon ukuran 6M1/lembar berkisar Rp 165.000

    Sebagai perbandingan, berikut harga plafon PVC dari situs Builder.id.

    1. Shunda White Glossy KU20003 ukuran tebal 8 mm berkisar Rp24.000 per m2
    2. Shunda White Glossy KU25003 ukuran Tebal 8 mm berkisar Rp25.500 per m2
    3. Shunda Chessboard Pattern PL2507 ukuran tebal 7 mm berkisar Rp27.700 per m2
    4. Plafon PVC Wifon ukuran 20 cm x 3-5 m x 7 mm berkisar Rp18.000 per m2
    5. Kingfon K902 ukuran Lebar 30 cm dengan tebal 8 mm berkisarRp23.000 per m2

    Perbedaan Plafon PVC dan Gypsum

    Plafon PVC

    Plafon PVC atau Polyvinyl Chloride merupakan sejenis plastik yang umum dipakai untuk pembuatan pipa air. Saat ini PVC juga sudah digunakan sebagai plafon atau kanopi di rumah.

    Kelebihan Plafon PVC

    • Anti rayap
    • Anti bocor
    • Tidak mudah lapuk
    • Saat terbakar tidak akan merambat
    • Tak perlu finishing
    • Pemasangan cepat dan praktis
    • Kuat, ringan, dan memiliki struktur kuat
    • Biaya perawatan relatif murah

    Kekurangan Plafon PVC

    • Buat panas karena tidak menghalau sinar matahari langsung
    • Tampilan kurang menarik karena masih terlihat ada sambungan
    • Motif yang terbatas

    Plafon Gypsum

    Plafon gypsum memiliki bahan utama gypsum. Dikutip dari Arsitag, Gypsum merupakan bahan yang terbuat dari material sedimen. Plafon gypsum lebih banyak digemari karena mudah untuk dipasang dan memiliki harga yang relatif murah.

    Kelebihan Plafon Gypsum

    • Harga yang murah
    • Pemasangan relatif mudah
    • Banyak variasi dan motif
    • Awet dan tahan lama
    • Lebih sejuk daripada PVC

    Kekurangan Plafon Gypsum

    • Mudah rusak jika terendam air
    • Rentan terhadap benturan
    • Mudah pudar dan kusam

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon PVC, GRC, Gypsum: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan


    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu hal penting yang ada di rumah. Sebab, plafon berfungsi sebagai pelapis antara langit-langit atap dengan ruangan yang ada di bawahnya.

    Ada berbagai jenis plafon yang sering dipakai oleh masyarakat Indonesia, beberapa di antaranya adalah PVC, GRC, dan gypsum. Ketiga material tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    detikProperti sudah merangkum informasi terkait pengertian, kelebihan, dan kekurangan. Dengan begitu, detikers bisa memilih material yang tepat untuk plafon di rumah. Berikut ini informasinya.


    Plafon PVC

    Dikutip dari coowinwpc.com, plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari bahan jenis plastik Polyvinyl Chloride, dan biasa digunakan pada interior sebuah bangunan.

    Bahan ini sering dijadikan andalan pemilik rumah karena bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan khusus serta memiliki daya tahan yang bagus dan harganya cenderung murah.

    Kelebihan Plafon PVC

    1. Harga yang Murah

    Salah satu alasan utama plafon PVC digemari oleh banyak orang adalah karena harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan bahan lainnya.

    2. Perawatannya Mudah

    Bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan. Selain itu, plafon dengan bahan PVC juga mudah dibersihkan dan tidak perlu sering dicat ulang atau diperbaiki. Oleh karena itu, bahan PVC juga sering digunakan di tempat yang kotor.

    3. Daya Tahan yang Baik

    Bahan PVC memiliki daya tahan yang baik dan bisa bertahan hingga waktu yang lama. Umumnya, panel PVC bisa bertahan dari 10 hingga lebih dari 15 tahun lamanya.

    Tidak sampai situ saja, panel PVC juga tahan terhadap cairan/kelembaban dan serangan serangga, sehingga panel PVC tidak mudah pudar, rusak, ataupun membusuk. Panel PVC juga memiliki lapisan kuta yang tahan dengan goresan.

    4. Mudah Untuk Disesuaikan

    Pilihan panel PVC sangat beragam, kamu bisa dengan mudah menemukan banyak desain panel dan warna yang berbeda, sehingga panel PVC sangat cocok bagi kamu yang ingin berkreasi.

    Panel PVC juga bisa dicat ulang, sehingga bila nantinya kamu ingin mengubah warna aslinya, kamu bisa mengecat ulang panel tersebut dengan warna cat baru yang disukai.

    Kekurangan Plafon PVC

    1. Tidak Tahan Suhu Tinggi

    Panel PVC memiliki karakter yang kurang cocok ditempatkan pada lokasi dengan suhu yang tinggi. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat panel PVC mengkerut, bengkok, bahkan hingga retak atau pecah.

    Panel PVC juga bahkan bisa mudah terbakar bila tidak dilapisi dengan bahan tahan api. Maka dari itu, panel PVC tidak cocok untuk dijadikan plafon di dapur dan ruangan yang memiliki banyak sumber panas lainnya.

    2. Penampilan Kurang Menarik

    Panel PVC memiliki bentuk fisik yang terlihat seperti plastik murahan. Maka dari itu, bila kamu ingin menggunakan panel PVC, cobalah untuk mencari yang lebih bertekstur dan tidak berwarna terlalu mengkilap.

    3. Memiliki Dampak Buruk Terhadap Lingkungan

    Bahan utama untuk membuat panel PVC adalah phthalates atau ester ftalat. Seiring waktu, bahan ini akan mengeluarkan gas beracun yang berbahaya untuk manusia. Selain itu, bahan PVC ini tidak mudah terurai, menjadikannya sebagai bahan yang tidak ramah lingkungan.

    4. Strukturnya Kurang Kuat

    Dibandingkan dengan bahan lainnya, panel PVC memiliki struktur yang lebih rapuh dan tidak memiliki daya tahan beban yang tinggi, sehingga panel PVC ini akan mudah untuk rusak bila terkena beban berlebih.

    Plafon GRC/GRFC

    Dikutip dari civilengineersforum.com, Glass Reinforced Concrete (GRC) atau Glass Fibre Reinforced Concrete (GFRC) merupakan campuran beton yang mempunyai fiberglass berkekuatan tinggi dalam campurannya. Campuran GRFC sendiri terdiri dari semen portland, agregat halus, penguat serat kaca, aditif, co-polimer akrilik, dan air.

    Dengan bantuan fiberglass di dalamnya, campuran ini akan menghasilkan beton yang sangat kuat dan agak fleksibel yang juga melindungi beton dari kerusakan lingkungan selama bertahun-tahun.

    Tidak seperti beton biasa, GFRC Ini ringan dan tahan lama dan dapat dicetak menjadi berbagai bentuk.

    Kelebihan Plafon GRC/GFRC

    Dikutip dari asurco.com.au, ada 10 kelebihan dari GRC atau GFRC.

    1. Ringan

    GRC memiliki bobot 75% lebih ringan dari beton tradisional biasa.

    2. Kuat

    Dibandingkan dengan beton besi tradisional, beton GRC terbukti lebih kuat hingga 3x lipatnya. Kekuatannya ini datang dari fiberglass yang dicampurkan ke dalam beton tersebut.

    3. Punya Daya Tahan yang Baik

    GRC atau GFRC memiliki daya tahan air serta daya tahan terhadap aktivitas seismik dan kondisi cuaca buruk yang sangat baik. Selain itu, GFRC juga fleksibel, sehingga kecil kemungkinannya untuk retak saat diberi tekanan.

    4. Tidak Mudah Terbakar

    Seperti beton pada umumnya, GRC memiliki daya tahan api yang sangat tinggi, sehingga bahan ini tidak mudah untuk terbakar.

    5. Ramah Lingkungan

    Bahan beton GFRC memiliki sifat 60% lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beton biasa. Komponen yang digunakan dalam GRC memiliki tingkat toksisitas yang rendah dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan atau ekosistem. Selain itu, beton GRC juga terbuat dari bahan daur ulang seperti pasir dan air.

    6. Banyak Pilihannya

    GRC tersedia dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Biasanya tekstur motif yang tersedia berupa beton, batu alam, terakota (tanah liat), kayu, dan panel halus.

    7. Akustik

    Beton GRC bisa didesain dengan berbagai kebutuhan akustik, seperti karakter kedap atau meredam suara, menyempurnakan suara di dalam ruangan dengan permukaan berlubang dan bertekstur, atau memperkuat suara agar bisa didengar di berbagai sudut.

    8. Mudah Dirawat

    Beton GRC cenderung mudah dirawat. Bila beton ini kotor atau rusak, kamu hanya perlu air mengalir dari selang saja untuk membersihkannya.

    9. Mudah untuk Dipasang

    Dibandingkan dengan beton tradisional, beton GRC tidak akan terpengaruh oleh cuaca ketika pemasangannya. Dalam cuaca seperti apapun beton GRC bisa dipasang dengan mudah.

    10. Murah

    Karena perawatan dan pemasangannya yang mudah, kamu bisa lebih menghemat pengeluaran biaya

    Kekurangan Plafon GRC atau GFRC

    Dikutip dari maplefacades.co.uk, beton GRC atau GFRC memiliki beberapa kekurangan yaitu.

    1. Coating

    Pilihan dari Coaching atau lapisan luar GRC sangat terbatas.

    2. Tidak Bisa Diubah Setelah Dipasang

    Setelah beton GRC terpasang, beton tidak bisa dibentuk lagi karena beton ini kaku.

    3. Sulit Dipindahkan

    GFRC cenderung mudah pecah saat proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain. Jika ingin dipindahkan, mungkin kamu akan membutuhkan beberapa bantuan tenaga kerja.

    Plafon Gypsum

    Plafon gypsum memiliki bahan utama gypsum. Dikutip dari Arsitag, Gypsum merupakan bahan yang terbuat dari material sedimen. Plafon gypsum lebih banyak digemari karena mudah untuk dipasang dan memiliki harga yang relatif murah.

    Kelebihan Plafon Gypsum

    – Harga yang murah
    – Pemasangan relatif mudah
    – Banyak variasi dan motif
    – Awet dan tahan lama
    – Lebih sejuk daripada PVC

    Kekurangan Plafon Gypsum

    – Mudah rusak jika terendam air
    – Rentan terhadap benturan
    – Mudah pudar dan kusam

    Itulah pengertian dan kelebihan serta kekurangan plafon bahan PVC, GRC, maupun gypsum. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Perbedaan Vinyl dan SPC Beserta Segala Keunggulannya



    Jakarta

    Dalam memilih pelapis lantai, banyak orang dihadapkan pada pilihan antara vinyl lantai dan SPC flooring. Keduanya memiliki karakteristik unik yang membuatnya populer di kalangan konsumen.

    Vinyl lantai dikenal dengan tekstur lembut dan elastis yang memberikan kenyamanan maksimal saat dipijak. Tidak hanya itu, vinyl lantai juga tersedia dalam berbagai desain yang meniru tampilan material alami seperti kayu atau batu.

    Di sisi lain, SPC flooring semakin diminati karena daya tahan dan kekuatannya yang unggul. SPC sendiri merupakan inovasi terbaru dalam dunia pelapis lantai yang menggabungkan kekuatan batu dengan fleksibilitas plastik. Material ini terkenal tahan lama dan cocok untuk berbagai kondisi cuaca serta lingkungan.


    Lantas, apa sebenarnya perbedaan antara vinyl dan SPC, dan apa saja keunggulan masing-masing?

    Lebih Dekat dengan Vinyl Lantai

    Vinyl adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) yang telah melalui proses pemanasan dan penggulungan untuk menciptakan lapisan-lapisan tipis. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan, menjadikannya pilihan populer bagi mereka yang mencari pelapis lantai dengan berbagai motif.

    Vinyl terkenal karena sifatnya yang elastis dan mudah dipasang, bahkan oleh mereka yang tidak berpengalaman dalam instalasi lantai.

    Selain kemudahan pemasangan, vinyl juga memiliki keunggulan dalam hal perawatan. Lantai vinyl sangat mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk ruangan yang sering terkena noda atau tumpahan cairan, seperti dapur atau ruang makan.

    Kelebihan Vinyl sebagai Pelapis Lantai

    Setelah memahami perbedaan antara vinyl dan SPC, mari kita bahas kelebihan yang ditawarkan oleh vinyl. Berikut adalah lima kelebihan utama vinyl yang perlu diketahui.

    1. Pilihan Desain yang Beragam

    Vinyl tersedia dalam berbagai motif dan warna, meniru tampilan material alami seperti kayu, batu, atau marmer. Keberagaman desain ini memungkinkan Anda untuk memilih tampilan yang sesuai dengan gaya interior Anda tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

    Selain itu, vinyl juga menawarkan fleksibilitas dalam pencocokan warna dan pola, sehingga Anda bisa lebih kreatif dalam mendesain ruangan. Vinyl juga dapat dipotong sesuai dengan kebutuhan, menjadikannya sangat praktis untuk digunakan di area dengan bentuk yang tidak biasa.

    2. Instalasi yang Mudah

    Salah satu keunggulan utama vinyl adalah kemudahan instalasinya. Vinyl lantai dapat dipasang dengan mudah tanpa memerlukan keahlian khusus, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin menghemat biaya pemasangan.

    Vinyl juga sering hadir dengan sistem klik atau perekat yang mempermudah proses instalasi. Ini membuat vinyl menjadi solusi cepat bagi mereka yang membutuhkan renovasi instan tanpa ribet.

    3. Perawatan yang Praktis

    Vinyl sangat mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Anda hanya perlu menyapu dan mengepel secara rutin untuk menjaga kebersihannya.

    Keunggulan ini membuat vinyl menjadi pilihan yang ideal untuk rumah tangga dengan anak-anak atau hewan peliharaan.

    Selain itu, vinyl juga tahan terhadap noda, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika terjadi tumpahan cairan atau makanan. Cukup lap dengan kain basah, dan lantai akan kembali bersih seperti semula.

    4. Kenyamanan Saat Dipijak

    Vinyl memiliki tekstur yang lembut dan elastis, memberikan kenyamanan maksimal saat dipijak. Hal ini sangat penting untuk ruangan seperti kamar tidur atau ruang keluarga, di mana kenyamanan menjadi prioritas.

    Berkat sifatnya yang elastis, vinyl juga mampu meredam suara, menjadikannya pilihan yang baik untuk area yang sering digunakan oleh banyak orang. Vinyl juga aman untuk anak-anak karena tidak licin dan tidak mudah membuat terpeleset.

    5. Harga yang Terjangkau

    Vinyl adalah pilihan ekonomis yang tetap menawarkan kualitas dan tampilan yang menarik. Dibandingkan dengan pelapis lantai lainnya, vinyl biasanya lebih murah namun tetap memberikan nilai estetika yang tinggi.

    Melalui harga yang lebih terjangkau, Anda dapat memperbarui tampilan ruangan tanpa harus menguras kantong. Vinyl adalah solusi cerdas bagi mereka yang ingin mempercantik rumah dengan anggaran terbatas.

    Lebih Dekat dengan SPC Flooring

    SPC atau Stone Plastic Composite adalah material pelapis lantai yang terbuat dari campuran batu kapur dan PVC. Kombinasi ini menghasilkan material yang sangat kuat dan tahan lama, menjadikannya pilihan yang ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi seperti ruang tamu atau kantor.

    SPC dikenal dengan stabilitas dimensi yang tinggi, yang berarti tidak mudah berubah bentuk meski terpapar suhu atau kelembaban yang ekstrem.

    Selain itu, SPC juga memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap air. Berbeda dengan vinyl, SPC tidak menyerap air sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Hal ini membuatnya cocok untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi atau dapur.

    Kelebihan SPC Flooring

    Tidak kalah dengan vinyl, SPC juga memiliki kelebihan yang membuatnya layak untuk dipertimbangkan. Berikut adalah lima kelebihan utama SPC yang penting diketahui.

    1. Ketahanan yang Luar Biasa

    SPC terkenal dengan daya tahannya yang tinggi terhadap berbagai kondisi. Material ini tahan terhadap goresan, benturan, dan tekanan, menjadikannya pilihan ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi.

    SPC juga tidak mudah aus, sehingga dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan pelapis lantai lainnya. Ini menjadikannya investasi jangka panjang yang ekonomis, terutama bagi mereka yang tidak ingin sering mengganti lantai.

    2. Tahan Terhadap Air dan Kelembaban

    SPC memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap air, menjadikannya cocok untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi dan dapur. Material ini tidak menyerap air, sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Keunggulan ini juga membuat SPC tidak mudah berjamur atau rusak akibat kelembaban, menjadikannya pilihan yang lebih aman dan higienis untuk lingkungan rumah tangga.

    3. Stabilitas Dimensi yang Tinggi

    SPC memiliki stabilitas dimensi yang luar biasa, yang berarti material ini tidak mudah memuai atau menyusut meskipun terpapar suhu ekstrim. Hal ini membuat SPC cocok untuk digunakan di berbagai kondisi cuaca. Selain itu, stabilitas dimensi ini juga membuat SPC lebih tahan terhadap deformasi, sehingga tetap terlihat rapi dan rata meskipun telah digunakan dalam jangka waktu lama.

    4. Ramah Lingkungan

    SPC adalah pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan vinyl karena terbuat dari bahan-bahan yang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Material ini juga dapat didaur ulang, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

    5. Kualitas Suara yang Lebih Baik

    SPC mampu meredam suara dengan lebih efektif dibandingkan vinyl. Hal ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk digunakan di apartemen atau bangunan bertingkat, di mana kontrol kebisingan menjadi faktor penting.

    Selain itu, lantai SPC juga nyaman untuk dipijak, memberikan sensasi yang solid namun tetap lembut. Kombinasi ini membuat SPC menjadi pilihan yang sempurna bagi mereka yang menginginkan kenyamanan dan ketenangan di rumah.

    Perbedaan Vinyl dan SPC

    Sebelum memilih antara vinyl dan SPC, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara keduanya. Berikut ini lima perbedaan utama yang perlu diketahui.

    1. Komposisi Material

    Vinyl terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) yang elastis sementara SPC terdiri dari campuran batu kapur dan PVC. Perbedaan ini membuat SPC lebih keras dan tahan lama dibandingkan vinyl. SPC juga memiliki stabilitas dimensi yang lebih baik yang berarti tidak mudah berubah bentuk meskipun terpapar suhu atau kelembaban ekstrim.

    Dari segi tekstur, vinyl cenderung lebih lembut dan nyaman saat dipijak, sementara SPC terasa lebih kaku dan padat. Bagi Anda yang menginginkan kenyamanan ekstra di bawah kaki, vinyl mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika Anda mencari pelapis lantai yang tahan lama dan kuat, SPC adalah pilihan yang tepat.

    2. Ketahanan Terhadap Air

    SPC lebih unggul dalam hal ketahanan terhadap air dibandingkan vinyl. SPC tidak menyerap air, menjadikannya lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Hal ini membuat SPC ideal untuk digunakan di area dengan kelembaban tinggi seperti kamar mandi atau dapur.

    Sementara itu, vinyl cenderung lebih rentan terhadap kerusakan jika terkena air dalam jangka waktu lama. Meski begitu, vinyl yang berkualitas tinggi biasanya dilengkapi dengan lapisan pelindung yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap air.

    3. Ketahanan Terhadap Goresan

    SPC memiliki ketahanan terhadap goresan yang lebih baik dibandingkan vinyl. Material yang lebih keras membuatnya tidak mudah tergores oleh benda tajam atau berat.

    Hal ini sangat penting bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan atau sering memindahkan perabotan.

    Vinyl, meskipun elastis, lebih rentan terhadap goresan. Oleh karena itu, perawatan ekstra diperlukan untuk menjaga keindahannya.

    Meski demikian, vinyl juga tersedia dalam varian yang lebih tahan gores, namun dengan harga yang lebih tinggi.

    4. Proses Instalasi

    Vinyl dikenal lebih mudah dipasang karena materialnya yang fleksibel dan ringan. Banyak produk vinyl yang dilengkapi dengan sistem klik atau perekat, sehingga instalasi dapat dilakukan tanpa bantuan profesional.

    SPC, meskipun juga tersedia dalam sistem klik, cenderung lebih berat dan kaku sehingga memerlukan usaha lebih dalam proses instalasi. Namun, kelebihan ini sebanding dengan hasil yang didapatkan, yaitu lantai yang lebih stabil dan tahan lama.

    5. Harga

    Vinyl biasanya lebih terjangkau dibandingkan SPC. Harga yang lebih murah membuat vinyl menjadi pilihan yang ekonomis bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.

    Namun, perlu diingat bahwa harga vinyl dapat bervariasi tergantung pada kualitas dan motif yang dipilih.

    SPC, dengan semua keunggulannya, biasanya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi. Namun, investasi ini sepadan dengan ketahanan dan umur panjang yang ditawarkan oleh SPC, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

    Beli Produk Pelapis Lantai di Decorindo Perkasa

    Jika Anda sedang mencari produk pelapis lantai seperti vinyl dan SPC ya berkualitas, Decorindo Perkasa adalah tempat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Decorindo Perkasa menawarkan berbagai jenis lantai vinyl dan SPC dengan harga yang kompetitif.

    Tidak hanya itu, Anda juga bisa menemukan berbagai motif dan warna yang sesuai dengan gaya interior Anda. Melalui reputasi yang telah terbukti, Decorindo Perkasa selalu menyediakan produk dengan standar kualitas tinggi dan layanan pelanggan yang memuaskan.

    Dalam memilih pelapis lantai, baik vinyl maupun SPC memiliki keunggulan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Jika Anda menginginkan lantai yang nyaman dan mudah perawatannya, vinyl bisa menjadi pilihan tepat.

    Namun, jika daya tahan dan ketahanan terhadap air menjadi prioritas, SPC adalah solusi terbaik. Apapun pilihan Anda, pastikan untuk membeli produk pelapis lantai berkualitas dari Decorindo Perkasa untuk hasil terbaik di rumah Anda.

    (Content Promotion/VINYL)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Pipa Air dan Fungsinya yang Harus Kamu Tahu


    Jakarta

    Pipa air menjadi komponen penting dalam infrastruktur air bersih dan sistem penyediaan air. Memahami berbagai jenis pipa air yang tersedia dan fungsinya sangat penting untuk memastikan sistem perpipaan berjalan dengan efektif.

    Tanpa pipa air, sistem penyediaan air yang efisien akan sulit terwujud. Namun penting untuk diingat bahwa tidak semua pipa air diciptakan sama, setiap jenis pipa memiliki karakteristik dan fungsinya sendiri.

    Melansir The Spruce, Selasa (1/10/2024), berikut ini beberapa jenis pipa air dan fungsinya yang perlu kamu tahu.


    Pipa PEX

    Pipa PEX (Cross-linked Polyethylene) adalah pipa plastik tahan lama yang digunakan untuk memasok air. Pipa ini cukup kaku untuk menahan tekanan pasokan air tetapi cukup fleksibel untuk dipasang di seluruh dinding, langit-langit, dan ruang bawah tanah.

    Pipa PEX umumnya tersedia dalam diameter 1/2 inci dan 3/4 inci, tetapi dapat ditemukan juga dalam diameter hingga 3 inci. Pipa PEX mudah dipotong dan disambung, biasanya pipa ini diberi kode warna merah

    Biasanya pipa ini digunakan sebagai saluran distribusi air panas dan dingin di dalam rumah. Gunakan juga PEX untuk perpipaan dan distribusi hidrolik, seperti untuk radiator.

    Pipa PVC

    Pipa PVC (Polyvinyl Chloride) adalah bahan pipa plastik putih yang umum digunakan untuk saluran pembuangan. Pipa ini populer karena lebih ringan dan lebih mudah digunakan daripada pipa baja galvanis.

    Pipa PVC cukup mudah dipasang dan hanya memerlukan gergaji besi dan kotak potong. Pipa jenis ini tidak cocok untuk aplikasi bertekanan tinggi.

    Pipa Tembaga

    Pipa tembaga pada dasarnya terbuat dari tembaga murni, terbukti dari tampilannya yang berwarna merah kecoklatan mengkilap. Pipa tembaga sering digunakan untuk seluruh pasokan air di dalam rumah.

    Ppia tembaga bernilai karena tidak menimbulkan risiko kesehatan, tidak seperti bahan pipa lainnya. Pipa tembaga biasanya digunakan untuk wastafel, pancuran, bak mandi, dan perlengkapan lainnya.

    Pipa ABS

    Pipa ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) terbuat dari resin termoplastik dan sangat mirip dengan pipa PVC, kecuali warnanya hitam dan sedikit lebih lunak. Pipa ini biasa digunakan sebagai saluran ventilasi dan pembuangan.

    Pipa ini cukup tahan lama, meskipun paparan sinar matahari dapat merusaknya dan merupakan pilihan yang hemat biaya.

    Pipa Baja Galvanis

    Pipa baja galvanis adalah pipa baja yang kaku dan tahan korosi yang telah digunakan selama puluhan tahun untuk drainase, pasokan air, pasokan gas, dan beberapa keperluan lainnya.

    Pipa ini jarang digunakan dan tidak digunakan untuk pasokan air dalam proyek konstruksi atau renovasi baru. Meskipun memiliki daya tahan yang baik, pemasangannya juga mahal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Model Kanopi Teras depan Rumah Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Saat ini, sejumlah rumah modern telah memasang kanopi di bagian depan rumahnya. Kanopi merupakan atap tambahan yang sering digunakan untuk melindungi bagian rumah yang terbuka, seperti carport atau taman belakang.

    Meski fungsi kanopi hanya melindungi bagian rumah agar tidak kepanasan atau kehujanan, tetapi jangan sampai salah pilih. Sebab, kanopi terdiri dari beberapa jenis.

    Model-model kanopi dibedakan tergantung dari bahan yang digunakan. Selain itu, ada sejumlah kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis kanopi.


    Lantas, apa saja model kanopi teras depan rumah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Model Kanopi Teras Depan Rumah

    Panggah Nuzhulrizky selaku Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, menjelaskan kepada detikProperti bahwa ada sejumlah model kanopi yang umum digunakan pada rumah-rumah di Indonesia.

    Simak beberapa model kanopi teras depan rumah beserta kelebihan dan kekurangannya di bawah ini:

    1. Kanopi Alderon

    Kanopi Alderon yang menggunakan material UPVC.Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

    Model kanopi teras depan rumah yang pertama adalah kanopi alderon. Jenis material yang digunakan adalah UPVC atau unplasticized polyvinyl chloride dengan ciri khas memiliki tekstur bergelombang dan berongga.

    Kanopi jenis ini tengah digandrungi banyak orang karena dinilai cocok dipakai untuk rumah yang minimalis. Selain digunakan untuk teras depan rumah, kanopi alderon juga cocok untuk halaman belakang.

    Kelebihan Kanopi Alderon:

    • Kuat dan tahan lama.
    • Ramah lingkungan.
    • Kedap suara.

    Kekurangan Kanopi Alderon:

    • Harganya cukup mahal, sekitar Rp 800.000 per meter persegi.
    • Warna dan model tidak banyak variasi.

    2. Kanopi Kaca

    Kanopi model kacaFoto: iStock/U. J. Alexander

    Apabila punya budget lebih dan ingin menerapkan rumah yang estetik, kanopi kaca bisa jadi opsi yang terbaik untuk hunian detikers. Sesuai namanya, kanopi ini terbuat dari material kaca

    Biasanya, kanopi kaca dibuat dengan rangka baja ringan atau rangka besi sebagai pondasi atap kaca, kemudian dipasang dengan menyambung pada area luar rumah atau bangunan.

    Kelebihan Kanopi Kaca:

    • Ruangan terlihat lebih terang karena adanya cahaya matahari yang masuk.
    • Mudah diaplikasikan pada berbagai desain rumah minimalis.
    • Rumah jadi terlihat lebih elegan dan estetik.

    Kekurangan Kanopi Kaca:

    • Proses pemasangannya cukup rumit.
    • Punya ukuran lebih berat karena terbuat dari kaca.
    • Punya harga yang mahal, sekitar Rp 1.500.000 hingga Rp 1.800.000 per meter.

    3. Kanopi Polycarbonate

    Kanopi polycarbonate untuk teras depan rumah.Foto: Wikimedia Commons/Beeblebrox

    Model kanopi yang terakhir adalah kanopi polycarbonate. Atap tambahan ini terbuat dari material polimer spesial yang terlihat seperti plastik bening.

    Dari segi tampilannya, atap kanopi ini lebih cocok digunakan untuk melindungi bagian carport atau halaman belakang untuk menjemur pakaian.

    Kelebihan Kanopi Polycarbonate:

    • Dapat meredam radiasi panas matahari.
    • Pemasangannya lebih mudah.
    • Tahan lama dan fleksibel.

    Kekurangan Kanopi Polycarbonate:

    • Harganya sedikit mahal, sekitar Rp 700.000 per meter.
    • Sulit untuk dibersihkan.

    Itu dia tiga model kanopi teras depan rumah beserta kelebihan dan kekurangannya. Jadi, mau pilih kanopi yang jenis apa?

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagusan Kanopi Spandek atau Alderon? Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Ketika memilih kanopi, banyakan dihadapkan dengan pilihan antara kanopi spandek dan alderon.

    Keduanya menawarkan keunggulan tersendiri dalam hal estetika, ketahanan, dan fungsionalitas.

    Kanopi sendiri adalah struktur atap yang digunakan untuk memberikan perlindungan area outdoor. Selain fungsinya sebagai pelindung, kanopi juga jadi elemen estetika yang bisa mempercantik tampilan bangunan.


    Perbedaan karakteristik material, daya tahan terhadap cuaca, dan biaya pemasangan membuat pilihan ini semakin menarik untuk dianalisis.

    Mengenal Atap Spandek

    Spandek adalah jenis atap yang terbuat dari lembaran metal modern terdiri dari campuran zinc dan alumunium. Bentuknya lembaran bergelombang persegi.

    Atap spandek cenderung tipis, sehingga mudah penyok (apalagi ketika diinjak pada saat pemasangan)

    Biasanya, kanopi spandek digunakan untuk bangunan komersial, gudang, dan rumah hunian.

    Atap jenis ini memungkinkan variasi dalam penampilan dari yang minimalis hingga modern, karena desainnya sederhana. Terlebih, tampilan spandek kontemporer menarik secara estetika.

    Kelebihan Kanopi Spandek

    • Ketahanan terhadap benturan
    • Ekonomis
    • Banyak variasi tampilannya
    • Spandek ringan namun kuat dan kokoh
    • Tahan karat

    Kekurangan Kanopi Spandek

    • Punya daya serap panas yang tinggi
    • Tidak tahan korosi terhadap adukan semen atau mortar
    • Tidak tahan bahan kimia
    • Spandek cenderung tidak dilengkapi lapisan pelindung UV
    • Kurang bisa meredam suara, sehingga bisa bising saat hujan.

    Mengenal Atap Alderon

    Mengutip situs Alderon (PT Impack Pratama Industri Tbk), alderon adalah atap yang terbuat dari bahan Unplasticizide Polyvinyl Chloride (uPVC) yang diformulasikan dan direkayasa ulang.

    Umumnya, atap alderon punya ketebalan sekitar 10 mm. Struktur atap alderon berongga, rongga udara tersebut mampu meredam panas sangat baik. Tak heran jika jenis atap ini membuat ruangan di bawahnya menjadi lebih sejuk.

    Kelebihan Alderon

    • Sangat kuat dan kokoh
    • Mudah dibersihkan
    • Biaya perawatannya rendah
    • Ramah lingkungan
    • Mudah dipotong
    • Tidak merambatkan api dan tidak mudah terbakar
    • Mampu untuk meredam panas
    • Tidak mudah luntur dan tahan lama
    • Tidak berkarat
    • Tahan bahan kimia
    • Alderon kedap suara sehingga tidak berisik saat hujan.

    Kekurangan Alderon

    • Harga yang relatif mahal
    • Pilihan warnanya sedikit

    Dalam memilih antara kanopi spandek atau Alderon, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor seperti kebutuhan fungsional, estetika, dan anggaran yang tersedia.

    Dengan memahami perbedaan dan kelebihan masing-masing, semoga detikers bisa membuat keputusan yang tepat.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Berbagai Jenis Atap Rumah Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Atap menjadi elemen penting dalam sebuah rumah. Atap rumah berfungsi sebagai pelindung dari hujan, panas, hingga berbagai kondisi cuaca lainnya.

    Maka dari itu, pemilihan jenis atap perlu diperhatikan. Pelajari apa saja berbagai jenis atap rumah beserta kelebihan dan kekurangannya untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran detikers.

    Jenis-jenis Atap

    Pemilihan jenis atap rumah tidak yang tepat tidak hanya untuk estetika bangunan, tapi juga mengenai daya tahan, kenyamanan, serta biaya perawatan. Berikut adalah beberapa jenis atap yang paling umum digunakan:


    1. Genteng Beton

    Dilansir laman Colorbond, material atap ini biasanya digunakan untuk rumah berkonsep minimalis. Pasalnya punya tampilan yang serbaguna dan bersih.

    Kelebihan

    • Lebih tahan terhadap pembusukan.
    • Tahan kebakaran.
    • Tahan terhadap serangga.
    • Punya masa pakai yang lebih lama.

    Kekurangan

    • Cenderung lebih berat.
    • Biaya relatif mahal.
    • Waktu pemasangannya relatif lebih lama dibandingkan jenis genteng lain.

    2. Atap Genteng Tanah Liat

    Atap genteng tanah liat merupakan atap yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.

    Atap genteng tanah liat dan beton sering dipakai bersama, karena keduanya memiliki bahan atap pasangan bata dengan persyaratan pemasangan yang sama.

    Baik tanah liat atau beton digunakan sebagai bahan cetakan. Di mana, hasil akhirnya yaitu genteng yang dirancang untuk saling tumpang tindih dan/atau saling mengunci dengan genteng di sebelahnya.

    Kelebihan

    • Punya kemampuan untuk menahan panas dan suara dari luar (terutama saat hujan).
    • Dianggap material yang ramah lingkungan.

    Kekurangan

    • Relatif mudah retak.
    • Relatif mudah lumutan.

    3. Atap Asbes

    Atap asbes merupakan jenis atap yang terbuat dari bahan asbes yang dikenal dengan daya tahannya terhadap cuaca.

    Kelebihan

    • Mudah dipasang.
    • Sifatnya ringan.

    Kekurangan

    • Tampilan cenderung kurang menarik.
    • Bisa sangat rapuh

    4. Atap Logam

    Atap logam adalah jenis penutup bangunan t dari bahan logam seperti aluminium, baja, atau tembaga. Jenis atap ini tidak cocok untuk daerah beriklim tropis.

    Kelebihan

    • Biayanya cenderung rendah.
    • Bobotnya ringan.
    • Pemasangannya tidak terlalu sulit.

    Kekurangan

    • Cenderung tidak memberikan insulasi yang baik.
    • Bising saat hujan deras.
    • Mudah terangkat oleh angin kencang.

    5. Atap Gelombang uPVC

    Jenis atap bahan unplasticized polyvinyl chloride (uPVC) adalah jenis material olahan turunan dari PVC. Dikutip dari buku Seri Rumah Ide – 30 Material Inovatif oleh Imelda Akmal Architecture, uPVC materialnya lebih kaku dan tidak elastis PVC, dan sekilas uPVC tampak serupa dengan atap fiber atau polikarbonat.

    Lembaran atap ini bergelombang, dan tersedia dalam dua pilihan yakni solid dan transparan.

    Kelebihan

    • Memiliki lapisan berongga yang berfungsi sebagai insulator panas dan suara.
    • Daya tahan cukup lama.

    Kekurangan

    • Harga cenderung mahal.
    • Warnanya agak terbatas.

    6. Atap Keramik

    Atap keramik umumnya dari tanah liat yang diolah dengan lapisan glasir tambahan. Atap ini dikenal bisa memberikan tampilan estetis klasik dan daya tahan tinggi.

    Kelebihan

    • Lebih estetik.
    • Punya kekuatan yang bagus.
    • Tahan api.
    • Tidak mudah terkena lumpur.

    Kekurangan

    • Relatif mahal.
    • Pemasangannya bisa sangat rumit.

    7. Atap Galvalum

    Atap jenis ini terbuat dari campuran seng, aluminium, serta silikon. Atap ini biasanya digunakan untuk bangunan modern karena pemasangannya mudah.

    Kelebihan

    • Daya tahan tinggi terhadap kondisi cuaca.
    • Tahan karat.
    • Pemasangannya mudah.

    Kekurangan

    • Menyerap panas.
    • Bisa menimbulkan suara bising saat hujan.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Jenis Kanopi yang Tak Bising Kena Hujan, Lengkap dengan Harganya di 2025


    Jakarta

    Kanopi menjadi salah satu elemen penting dalam hunian modern. Fungsinya tak cuma sebagai pelindung area tertentu seperti carport, tetapi juga menambah estetika rumah.

    Hanya saja, jangan sampai cuma asal estetik, namun kanopi mengeluarkan suara berisik saat musim hujan tiba. Beberapa jenis kanopi dirancang khusus untuk mengurangi kebisingan, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi penghuni rumah.

    4 Jenis Kanopi yang Tak Bising Diterpa Hujan dan Harganya

    Penggunaan atap PVC (Polyvinyl Chloride) salah satu menjadi pilihan karena dianggap materialnya ringan dan mampu meredam suara saat hujan turun. Tapi, PVC punya kekurangan sebagai bahan kanopi yang dibuat dari pemrosesan plastik.


    Setiap jenis kanopi rumah memiliki keunggulan dan kekurangannya. Ada pula beberapa jenis lain seperti kanopi polycarbonate, alderon, dan solarflat. Berikut adalah perbandingan kelebihan, kekurangan, serta kisaran harga terbaru dari masing-masing jenis kanopi pada tahun 2025.

    1. Kanopi PVC

    Dikutip dari laman Aussie Tonneaus, PVC banyak dipilih sebagai produk dianggap lebih unggul dari lainnya. Kanopi PVC kedap air, tidak bising, dan tidak akan menyusut seiring waktu.

    Nia Noorrahmah dalam bukunya yang berjudul 21 Disain Atap Carpot, menjelaskan kanopi bahan PVC bersifat ringan seperti plastik, tetapi kuat dan tidak mudah patah. Selain dapat digunakan sebagai penutup atap carport, bahan ini pun biasa dipakai untuk atap teras, teritisan, atau kanopi jendela.

    Tapi kekurangannya, kanopi PVC yang berbahan plastik tentu tak ramah lingkungan. Plafon jenis ini juga masih menampilkan kesan plastik setelah dipasang.

    Ada kesan kurang rapi sebab sambungan antar panel tetap terlihat jelas. Material berbahan plastik juga pastinya tak sekuat bahan lain jika terpapar panas.

    Dilansir dari laman berbagai agen properti, kanopi PVC memiliki harga yang terjangkau dan tergantung pada motif yang ditawarkan. Rata-rata kisaran harganya Rp 85-130 ribu per meter persegi. Lalu tak jarang harga PVC dikombinasikan dengan bahan lain seperti aderon dan solarflat, dengan harga Rp 400-700 ribu per meternya.

    2. Kanopi Alderon

    Nah dengan berbagai kekurangan kanopi PVC, maka kini banyak yang beralih ke material UPVC (unplasticized polyvinyl chloride). Ialah kanopi alderon, yang dikenal lebih ramah lingkungan dan punya permukaan bergelombang serta berongga.

    Dilansir dalam laman Alderon, karakteristik uPVC lebih kaku dan tidak mengalami proses plastisisasi. Bahan ini bebas dari kandungan BPA dan memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap api.

    Kandungan klorin (garam) dalam uPVC berperan dalam menghambat penyebaran api dan aliran listrik, sehingga material ini tidak mudah terbakar. Malah, bahan kanopi ini bukan cuma mampu meredam bising hujan, tapi juga meredam panas sehingga membuat ruangan menjadi lebih sejuk dan dingin.

    Di tengah segala kelebihannya, kanopi bahan ini punya kekurangan yakni harga yang agak lebih mahal. Selain itu, pilihan warnanya cenderung lebih sedikit. Kanopi alderon lebih banyak dipakai di hunian model modern.

    Harga kanopi alderon terkini dimulai dari harga Rp 550 ribu per meter, dalam laman Pro Konstruksi. Namun, harga dapat berubah tergantung jenis dan ketebalannya.

    3. Kanopi Solarflat

    Solarflat merupakan jenis kanopi yang terbuat dari lembaran polycarbonate, sangat cocok untuk rumah di daerah tropis. Semakin tebal material solarflat, semakin baik pula kemampuannya dalam meredam suara dan mencegah kebocoran.

    Solarflat tersedia dalam berbagai ketebalan, mulai dari 1,1 mm, 1,2 mm, 3 mm, hingga 6 mm. Solarflat terbagi menjadi dua jenis, yaitu plain dan embossed. Versi embossed memiliki keunggulan dalam menjaga suhu ruangan lebih sejuk dibandingkan plain.

    Material ini dikenal tahan lama, kuat, dan tidak mudah pecah. Selain itu juga bisa dikombinasikan dengan penutup kanopi lainnya. Hanya saja, pemasangannya harus teliti sebab rentan bocor jika pemasangan kurang tepat. Pilihan modelnya pun terbatas.

    Dari segi harga, solarflat juga cukup tinggi yakni antara Rp 850 ribu hingga Rp 1,2 juta per meter. Harga ini dapat berubah tergantung jenis dan ketebalannya.

    4. Kanopi Polycarbonate

    Kanopi polycarbonate dibuat dari polimer khusus yang tampilannya menyerupai plastik bening. Kanopi ini sering menjadi alternatif pengganti kaca karena memberikan kesan transparan yang serupa.

    Kanopi polycarbonate tersedia dalam bentuk roll, lembaran, dan per meter. Harga dalam bentuk roll cenderung lebih terjangkau, tetapi tetap bergantung pada jenis dan ketebalannya.

    Material ini punya banyak keunggulan yakni bobotnya ringan, pemasangan relatif mudah, dan tentunya meredam suara bising hujan. Kekuatan polycarbonate juga tahan lama dan mampu menyaring radiasi panas matahari.

    Tapi, warnanya mudah pudar seiring waktu. Selain itu jika pemasangan tidak tepat, dapat menyebabkan kebocoran. Polycarbonate juga cenderung sulit dibersihkan.

    Harganya dalam bentuk roll dan lembaran berkisar rata-rata antara Rp 1.150.000-8.780.000. Dalam laman Monotaro, untuk panjang 11.8 meter, lebar 2.1 meter dan ketebalan 5 mm, seharga Rp 3.999.000-4.499.900, tergantung warna yang dipilih.

    Nah itulah tadi daftar kanopi yang tak bising dari hujan, lengkap dengan kelebihan, kekurangan, dan harganya. Pemilihan yang tepat tergantung pada kebutuhan, desain rumah, serta anggaran yang tersedia. Semoga membantu!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Kisaran Harga Plafon PVC Terbaru 2025 Sesuai Motif


    Jakarta

    Plafon PVC kini banyak dipilih orang karena memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari anti rayap, tidak mudah bocor, dan punya tampilan yang lebih modern. Kisaran harga plafon PVC dapat berbeda-beda tergantung dari motifnya.

    Sebagai informasi, plafon PVC atau Polyvinyl Chloride adalah sejenis plastik yang umum digunakan untuk pembuatan pipa air. Saat ini, material PVC sudah banyak digunakan sebagai plafon atau kanopi rumah.

    Plafon sendiri adalah material penutup rangka atap dan pembatas antara ruangan di bawahnya dengan bagian atap. Plafon dapat membuat tampilan interior rumah jadi lebih rapi dan sejuk, asalkan memilih material atap yang benar.


    Jika tertarik ingin memasang plafon PVC, detikers perlu mengecek harganya terlebih dahulu. Simak kisaran harga plafon PVC terbaru sesuai motif-motifnya dalam artikel ini.

    Kisaran Harga Plafon PVC Terbaru 2025

    Ada berbagai jenis plafon PVC yang dijual di toko bangunan. Pada umumnya, masyarakat memilih plafon PVC motif polos karena cocok untuk hunian yang mengusung konsep minimalis. Namun, ada juga yang memilih plafon PVC motif kayu agar hunian terasa lebih alami.

    Baik plafon PVC motif kayu hingga polos punya harga yang berbeda-beda per meternya. Dari pantauan detikProperti di berbagai toko online, segini kisaran harga plafon PVC terbaru:

    1. Plafon PVC Motif Kayu

    Untuk harga plafon PVC motif kayu dibanderol mulai dari Rp 80.000-140.000 per meter. Harga tersebut bisa berbeda-beda tergantung dari lokasi penjualan dan kualitasnya.

    2. Plafon PVC Motif Polos

    Plafon PVC jenis ini banyak dipilih orang karena desainnya yang bersih dan minimalis. Harga plafon PVC motif polos berkisar Rp 75.000-145.000 per meter.

    3. Plafon PVC Motif Marmer

    Bagi detikers yang senang akan hunian yang mengusung bergaya mansion dan mewah, plafon PVC motif marmer bisa jadi pilihan terbaik. Soal harga, plafon jenis ini dibanderol mulai dari Rp 90.000-130.000 per meter.

    4. Plafon PVC Motif Alam

    Plafon PVC yang satu ini bisa dipilih untuk kamu yang rindu akan suasana alam. Mengenai harganya, plafon PVC motif alam dibanderol kisaran Rp 100.000-130.000 per meter.

    5. Plafon PVC Motif Floral

    Agar hunian kamu terkesan lebih mewah, plafon PVC motif floral bisa dipilih sebagai opsi alternatif. Plafon jenis ini punya harga sekitar Rp 90.000-120.000 per meter.

    6. Plafon PVC Motif Batik

    Bagi detikers yang suka dengan rumah estetis, plafon PVC jenis ini cocok dipasang di area ruang tamu atau ruang keluarga. Plafon PVC motif batik dibanderol sekitar Rp 60.000-120.000.

    Keunggulan dan Kekurangan Plafon PVC

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, plafon PVC memiliki sejumlah keunggulan dari segi daya tahan. Namun, plafon PVC juga memiliki beberapa kekurangan yang harus diperhatikan.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut sejumlah keunggulan dan kekurangan dari plafon PVC:

    Kelebihan Plafon PVC

    • Anti rayap
    • Anti bocor
    • Tidak mudah lapuk
    • Saat terbakar tidak akan merambat
    • Tidak perlu finishing karena sudah rapi
    • Pemasangan cukup cepat dan praktis
    • Kuat, ringan, dan punya struktur yang kuat
    • Biaya perawatan relatif terjangkau.

    Kekurangan Plafon PVC

    • Terasa lebih cepat panas karen tidak menghalau sinar matahari langsung
    • Pada beberapa motif plafon terlihat kurang menarik karena masih terlihat ada sambungan
    • Beberapa jenis plafon punya motif yang terbatas, sehingga sulit dicocokan dengan desain interior rumah.

    Itu dia kisaran harga plafon PVC terbaru 2025 untuk berbagai motif. Semoga bermanfaat!

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com