Tag: pompa air

  • Penyebab Pompa Air Keluar Kecil dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Tekanan air yang kecil pada keran dapat disebabkan karena daya hisap pompa yang kecil. Hal ini tentunya sangat mengganggu. Karena setiap harinya, ada banyak aktivitas yang membutuhkan air.

    Seperti mencuci baju, mandi, memasak, dan banyak kegiatan lainnya. Nah, sebelum segera memperbaikinya dan juga harus tahu penyebabnya agar cara mengatasinya lebih mudah. Yuk! Simak penjelasan lebih lanjut di bawah.

    Penyebab Pompa Air Keluar Airnya Kecil

    Melansir dari Klopmart, Sabtu (2/12/2023), berikut beberapa penyebab umum mengapa pompa air keluar airnya kecil adalah sebagai berikut:


    1. Kesalahan dalam Pemasangan Pipa

    Salah satu penyebab mengapa pompa air keluar airnya kecil adalah kesalahan dalam pemasangan pipa. Ketika melakukan pemasangan pipa, penting untuk memperhatikan ukuran pipa yang sesuai dengan pompa air yang digunakan.

    Pipa yang terlalu kecil dapat menghambat aliran air, sementara pipa yang terlalu besar dapat menyebabkan penurunan tekanan air. Selain itu, ketepatan dalam pemasangan fitting juga perlu diperhatikan.

    2. Pipa Hisap Bocor

    Penyebab lainnya adalah ketika pompa hisap mengalami kebocoran. Hal ini berpengaruh pada daya hisapnya lalu mengakibatkan masuknya udara ke dalam sistem dan mengurangi daya hisap pompa. Hal ini menyebabkan pompa air tidak dapat menarik air dengan efektif, sehingga air yang keluar menjadi kecil.

    3. Dinamo Bermasalah

    Dinamo adalah komponen utama dalam mesin pompa air yang bertanggung jawab untuk memberikan daya gerak pada pompa. Masalah yang terjadi pada dinamo seperti kerusakan atau keausan tentunya berdampak pada proses pengaliran air dan dapat mengurangi kinerja pompa secara keseluruhan.

    Hal ini berarti ketika dinamo tidak berfungsi dengan baik, aliran air yang dihasilkan menjadi lemah dan lebih kecil. Oleh karenanya, penting untuk kamu memeriksa komponen dan melakukan perbaikan atau penggantian dinamo yang rusak untuk mengembalikan daya hisap pompa air ke volume normal.

    4. Kapasitor Lemah

    Pada dasarnya, permasalahan daya hisap yang kecil ini memang disebabkan oleh komponen yang tidak bekerja dengan baik di dalam pompa. Kapasitor juga menjadi komponen mesin pompa air yang akan mempengaruhi kinerja pompa sebab bagian ini berfungsi untuk memberikan tegangan awal pada dinamo.

    Ketika kapasitor lemah atau rusak, akibatnya dinamo tidak berfungsi dengan optimal. Hal ini kemudian berdampak pada daya hisap pompa yang menurun dan air yang keluar hanya dalam jumlah yang kecil.

    5. Impeller Aus

    Satu lagi bagian pompa air yang sangat mempengaruhi proses pengiriman air, yaitu impeller. Impeller berfungsi untuk menarik air dari sumbernya. Seiring dengan berjalannya waktu, impeller bisa saja jadi aus.

    Jika impeller aus, kemampuan pompa untuk menarik air akan terganggu dan aliran air yang dihasilkan menjadi kecil. Sebab itu, untuk mencegah kondisi ini, disarankan untuk mengganti impeller secara berkala jika dirasa air yang keluar sudah tidak dalam volume maksimal.

    6. Daya Hisap Pompa Tidak Sesuai Kebutuhan

    Setiap pompa air memiliki daya hisap yang ditentukan oleh spesifikasi komponen di dalamnya. Jika daya hisap pompa tidak sesuai dengan kebutuhan air yang akan diambil, maka pompa akan menghasilkan aliran air yang kecil.

    Perlu kamu ketahui bahwa penting sekali untuk memilih pompa air yang sesuai dengan kebutuhan air yang akan digunakan. Pasalnya, jika daya hisap pompa terlalu kecil, maka sulit bagi kamu untuk memperoleh aliran air yang memadai.

    Bagaimana Cara Meningkatkan Daya Hisap Mesin Pompa Air?

    Lalu jika kondisi tekanan air yang semakin lama semakin kecil, bagaimana cara mengatasinya? Jangan khawatir! Melansir dari klopmart, berikut ada cara yang bisa dilakukan sendiri untuk meningkatkan daya hisap mesin.

    1. Mengubah Putaran Mesin

    Salah satu cara untuk meningkatkan daya hisap pompa air adalah dengan mengubah putaran mesin pompa. Pada beberapa kasus, meningkatkan putaran mesin dapat meningkatkan daya hisap pompa air.

    2. Memancing pompa dengan memasukkan Air

    Metode priming atau memancing pompa, yaitu dengan memasukkan air ke dalam pipa hisap sebelum menghidupkan pompa, dapat membantu meningkatkan daya hisap pompa air. Pasalnya ketika memasukkan air ke dalam pipa hisap, ruang vakum dalam pipa akan terisi dan pompa air dapat menarik air dengan lebih efektif.

    Caranya cukup mudah, pertama adalah buka katup di ujung pipa hisap. Kemudian, masukkan air secara perlahan sampai ruang vakum terisi sepenuhnya. Selanjutnya, tutup kembali lubang katup dengan rapat dan tunggu beberapa saat. Setelah selesai, kamu dapat menghidupkan kembali mesin pompa air dan cek apakah aliran air sudah berjalan dengan normal atau belum.

    3. Perkecil Ruang Vakum

    Perlu kamu ketahui bahwa kemampuan pompa dalam menyedot air sangat dipengaruhi oleh ukuran ruang vakum yang ada di dalamnya. Ruang vakum yang terlalu besar dapat menghambat daya hisap pompa air, itulah mengapa air yang diterima hanya dalam jumlah kecil.

    Salah satu cara untuk meningkatkan dayanya adalah dengan memperkecil ruang vakum dalam pipa hisap. kamu dapat melakukan ini dengan memperpendek panjang pipa hisap atau menggunakan fitting yang lebih kecil. Nantinya, aliran air dapat terjadi dengan lebih lancar dan daya hisap pompa meningkat.

    4. Pasang Stop Keran

    Dengan memasang stop keran di pipa hisap dapat membantu meningkatkan daya hisap pompa air. Mengatur aliran air melalui stop keran dapat menciptakan tekanan yang lebih tinggi di dalam pipa hisap, sehingga daya isap meningkat. Namun, perlu diingat untuk tidak membatasi aliran air secara berlebihan, karena hal ini dapat merusak pompa dan menyebabkan peningkatan tekanan yang berlebihan pada sistem.

    Demikian penyebab pompa air keluar airnya kecil dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia 5 Penyebab Mesin Pompa Air Mati dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Setiap rumah harus mempunyai aliran air bersih untuk menunjang kehidupan penghuninya. Namun, terkadang ada saja masalah seperti mesin pompa air mati, sehingga kamu tidak bisa mendapatkan aliran air.

    Tentu seisi rumah bisa kerepotan kalau sampai kesulitan air. Nah, kalau mesin pompa air mati, segera cari tahu penyebabnya agar tahu cara mengatasinya.

    Lantas, apa yang bisa menyebabkan pompa air mati? Simak penjelasannya berikut ini yang dikutip dari Rekomend, Selasa (25/6/2024).


    Penyebab Pompa Air Mati Hidup

    1. Kabel Pengontrol Rusak

    Kemungkinan mesin pompa air kamu mati karena kabel pengontrolnya rusak. Pompa air modern biasanya dilengkapi dengan kabel pengontrol atau sensor otomatis. Jika kabel pengontrol tersebut rusak atau tidak berfungsi dengan baik, maka pompa air bisa mati total.

    Kabel pengontrol atau sensor otomatis dapat mematikan pompa air ketika air telah mencapai level yang diinginkan atau pompa air tidak memompa air. Pastikan kabel pengontrol dalam kondisi baik dan bersih.

    2. Masalah Pada Kelistrikan

    Lalu, penyebab utama pompa air mati lainnya adalah masalah pada kelistrikan. Hal ini dapat terjadi jika kabel atau soket tidak terhubung dengan baik atau rusak. Selain itu, tegangan listrik yang tidak stabil juga dapat mempengaruhi kinerja pompa air.

    Kalau ada masalah kelistrikan, pastikan sumber listrik yang digunakan telah cukup kuat dan stabil. Periksa juga kabel dan soket untuk memastikan tidak ada yang kendor atau rusak.

    3. Sumber Air yang Tidak Mencukupi

    Tekanan air yang tidak mencukupi dapat membuat pompa air mati atau tidak berfungsi dengan baik. Hal ini bisa terjadi jika pipa air yang digunakan terlalu kecil atau jika sumber air tidak mencukupi.

    Jika pompa air mati tiba-tiba, cek tekanan air pada sistem instalasi. Pastikan tekanan air mencukupi agar pompa air dapat bekerja dengan baik. Jika tekanan air terlalu rendah, pompa air mungkin tidak akan berfungsi dengan baik atau mati total.

    4. Impeller Rusak

    Selain itu, bisa saja impeller rusak, sehingga mesin tidak dapat memompa air. Impeller adalah bagian pompa air yang berfungsi untuk menghisap dan mendorong air. Jika impeller rusak atau kotor, maka pompa air tidak akan berfungsi dengan baik atau bahkan mati total. Bersihkan impeller secara teratur dan periksa apakah ada kerusakan pada bagian tersebut.

    5. Filter yang Kotor

    Filter pada pompa air berfungsi untuk menjaga kualitas air dan melindungi pompa dari kotoran. Filter yang terlalu kotor, maka pompa air bisa mati atau tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, sebaiknya periksa dan bersihkan filter secara teratur untuk memastikan pompa air dapat berfungsi dengan baik.

    Demikian penyebab dan cara mengatasi pompa air mati. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Alat dan Langkah Membersihkan Toren Air yang Sudah Berlumut



    Jakarta

    Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

    Dikutip dari Flip, kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak berikut ini!
    Langkah Mencuci Toren Air


    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut, sehingga setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat. Agar memudahkanmu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Panduan Bersihkan Toren Air Sendiri

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran. Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Jika sudah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren. Jika toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 7 Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor, Sudah Tahu?


    Jakarta

    Air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dan air sumur bor merupakan dua sumber air yang sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

    Kedua jenis air tersebut memiliki perbedaan. Ketahui yuk perbedaanya untuk jadi pertimbangan penting bagi banyak orang, dalam memilih sumber air yang tepat.

    Mengenal Air PDAM

    Air PDAM adalah sumur yang disediakan oleh pemerintah daerah. Air PDAM disebut juga air ledeng.


    Mengutip dari laman PDAM Pintar, pemerintah daerah akan menyediakan air PDAM melalui jaringan pipa air terpusat, yang nantinya disalurkan ke rumah-rumah lewat pipa-pipa distribusi.

    Mengenal Air Sumur Bor

    Air sumur merupakan air hasil pengeboran sumur dalam tanah. Secara umum, air ini diambil dengan menggunakan pompa air yang akan mengangkat air dari dalam sumur menuju ke permukaan.

    Karakteristik alami dari airnya sesuai dengan komposisi kimia dan mineral yang ada di lapisan air tanah lokasi sumur dibuat.

    Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor

    Secara umum, bedanya air PDAM dan sumur bor bisa dilihat dari sumber, kualitas, dan pengelolaan airnya. Lebih lanjut, masih dari sumber yang sama berikut adalah penjelasan poin-poinnya:

    1. Sumber

    Air PDAM: Bersumber dari sungai, danau atau waduk.

    Air sumur bor: Berasal dari mata air yang ada di bawah tanah (lapisan akuifer tanah).

    2. Kualitas Air

    Air PDAM: Standar air PDAM telah ditetapkan oleh badan pengatur, sehingga lebih terjamin kebersihannya.

    Air sumur bor: Kualitasnya sangat bergantung pada kedalaman sumur serta kondisi tanah di sekitarnya.

    3. Kandungan

    Air PDAM: Sudah melalui proses pengolahan intensif yang bertujuan untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya, kontaminan, dan patogen.

    Air sumur bor: Bisa mengandung mineral, logam berat, dan bahan-bahan organik yang larut dalam air tanah.

    4. Ketersediaan Air

    Air PDAM: Ketersediaan air lebih terjamin karena melalui sistem distribusi yang teratur.

    Air sumur bor: Dipengaruhi kondisi air tanah di lingkungan.

    5. Biaya

    Air PDAM: Dalam jangka panjang, biaya air PDAM cenderung lebih mahal karena memerlukan biaya abonemen bulanan atau tahunan yang harus dibayar.

    Air sumur bor: Biaya air sumur bor lebih ekonomis dengan ongkos pembuatan dan perawatan relatif lebih rendah.

    6. Keandalan (Reliability)

    Air sumur biasanya lebih rentan terhadap fluktuasi tingkat air tanah. Hal ini mempengaruhi jumlah air yang bisa diambil, terutama pada musim kemarau.

    7. Pengelolaan Air

    Air PDAM: Pengelolaan lebih kompleks meliputi filtrasi, koagulasi, sedimentasi, desinfeksi, hingga penyesuaian pH. Penggunaan teknologi dan bahan kimia tertentu juga dipakai, untuk memastikan air aman diminum dan digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

    Air sumur bor: Pemantauan dilakukan secara berkala.

    (khq/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Sumur Bor Vs PDAM, Mending Mana? Ini Perbandingannya


    Jakarta

    Ada berbagai cara mendapat sumber air bersih di rumah. Kebanyakan masyarakat menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan sumur bor.

    Meski sama-sama menyediakan air bersih, tentu kedua sumber tersebut memiliki perbedaan. Nah, bagi kamu yang sedang mempertimbangkan antara air PDAM atau sumur bor, sebaiknya kenali dulu perbedaannya.

    Mengutip dari laman PDAM Pintar, air PDAM yang juga disebut air ledeng adalah disediakan oleh pemerintah daerah melalui jaringan pipa air terpusat. Air tersebut disalurkan ke rumah-rumah lewat pipa-pipa distribusi.

    Sedangkan air sumur merupakan air hasil pengeboran sumur ke dalam tanah. Secara umum, air ini diambil dengan menggunakan pompa air yang akan mengangkat air dari dalam sumur menuju ke permukaan.

    Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor

    Inilah beberapa perbedaan antara air PDAM dan air sumur bor.

    1. Sumber

    Air PDAM: Bersumber dari sungai, danau atau waduk.

    Air sumur bor: Berasal dari mata air yang ada di bawah tanah, yakni lapisan akuifer tanah.

    2. Kualitas Air

    Air PDAM: Standar air PDAM telah ditetapkan oleh badan pengatur, sehingga lebih terjamin kebersihannya.

    Air sumur bor: Kualitasnya sangat bergantung pada kedalaman sumur serta kondisi tanah di sekitarnya.

    3. Kandungan

    Air PDAM: Sudah melalui proses pengolahan intensif yang bertujuan untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya, kontaminan, dan patogen.

    Air sumur bor: Bisa mengandung mineral, logam berat, dan bahan-bahan organik yang larut dalam air tanah.

    4. Ketersediaan Air

    Air PDAM: Ketersediaan air lebih terjamin karena melalui sistem distribusi yang teratur.

    Air sumur bor: Dipengaruhi kondisi air tanah di lingkungan.

    5. Biaya

    Air PDAM: Dalam jangka panjang, biaya air PDAM cenderung lebih mahal karena memerlukan biaya abonemen bulanan atau tahunan yang harus dibayar.

    Air sumur bor: Biaya air sumur bor lebih ekonomis dengan ongkos pembuatan dan perawatan relatif lebih rendah.

    6. Keandalan

    Air PDAM: Punya kepastian pasokan air yang stabil karena melalui jaringan pipa terpusat. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan pasokan air terjaga.

    Air sumur: Rentan terhadap fluktuasi tingkat air tanah. Hal ini mempengaruhi jumlah air yang bisa diambil, terutama pada musim kemarau.

    7. Pengelolaan Air

    Air PDAM: Pengelolaan lebih kompleks meliputi filtrasi, koagulasi, sedimentasi, desinfeksi, hingga penyesuaian pH. Penggunaan teknologi dan bahan kimia tertentu juga dipakai, untuk memastikan air aman diminum dan digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

    Air sumur bor: Pemantauan dilakukan secara berkala.

    Itulah perbandingan antara air sumur bor dan PDAM. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Langkah Mudah Bersihkan Toren Air dari Lumut, Nggak Usah Panggil Tukang!



    Jakarta

    Toren air merupakan bagian penting dari rumah untuk menyimpan cadangan air bersih. Namun, lama-lama air di dalam toren bisa menjadi kotor, salah satunya karena tumbuh lumut.

    Dikutip dari Flip, air bersih bisa terkontaminasi debu, serangga, kotoran, dan lumut. Oleh karena itu, penting membersihkan toren secara berkala agar air tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut. Setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat.


    Lalu, bagaimana cara mencuci toren? Nah, agar memudahkan kamu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Cara Bersihkan Toren Air

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran.

    Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali. Setelah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren.

    Kalau toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Pompa Air dan Cara Perawatannya


    Jakarta

    Pompa air merupakan salah satu alat penting dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi utama pompa air adalah untuk mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari sumur ke tangki penampungan atau dari sungai ke lahan pertanian.

    Menentukan jenis pompa air yang akan digunakan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, tipe pompa air harus disesuaikan dengan kondisi sumur yang ada di rumah. Setiap jenis pompa memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan.

    6 Jenis-jenis Pompa Air

    Memilih jenis pompa air yang tepat sangat penting karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan efisiensi aliran air di rumah. Sebelum membeli pompa air, sebaiknya kenali terlebih dahulu jenis-jenis pompa yang tersedia dan sesuaikan dengan kondisi sumur di rumahmu.


    Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah kedalaman sumur, karena faktor ini akan mempengaruhi kekuatan pompa yang dibutuhkan serta cara pemasangannya. Guna memastikan kedalaman sumur, kamu bisa berkonsultasi dengan teknisi pompa air atau jasa pengeboran sumur yang berpengalaman.

    Berikut enam jenis pompa air yang umum digunakan, dikutip dari buku Menggunakan, Merawat dan Memperbaiki Peralatan Listrik Rumah Tangga oleh Drs Daryanto:

    1. Pompa Air Celup (Submersible Pump)

    Pompa air celup dirancang untuk bekerja dengan cara seluruh bodinya dimasukkan ke dalam sumur dan harus terendam sepenuhnya dalam air. Pompa ini mampu menyedot air dan mengalirkannya ke ruang filter, sehingga cocok digunakan untuk air berlumpur atau kotor berkat adanya saringan pada bagian dalam mesin.

    Karena daya dorongnya hanya sekitar 5 meter, pompa ini sering ditemukan dalam penggunaan skala kecil, seperti untuk akuarium atau kolam, basement yang tergenang air, atau sumur dalam. Namun, karena pompa ini bekerja terus-menerus, ada risiko mesin menjadi macet atau rusak jika tidak dirawat dengan baik.

    2. Pompa Air Semi Jet Pump (Sumur Dangkal)

    Jenis pompa ini memiliki daya hisap maksimal hingga kedalaman 9 meter, sehingga kurang cocok untuk pemakaian rumah tangga yang berskala kecil. Pompa ini paling ideal digunakan di area dengan permukaan air tanah tidak lebih dari 8 meter. Cocok untuk rumah di lahan terbatas dan pemakaian air dalam jumlah sedang.

    Pompa ini bisa menghasilkan debit air sekitar 16 liter per menit untuk sumur dangkal dengan dorongan hingga 20 meter, dan bisa mencapai hingga 29 liter per menit untuk dorongan hingga 21 meter. Pompa sumur dangkal juga dapat difungsikan untuk memindahkan air dari satu penampungan ke penampungan lainnya, serta menyedot air dari jaringan PAM (disarankan menggunakan pompa berdaya minimal 200 watt).

    Pompa jenis ini tersedia dalam beberapa kapasitas listrik seperti 125 watt, 150 watt, dan 200 watt. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan.

    3. Pompa Air Jet Pump

    Pompa jet pump punya kapasitas yang lebih besar dibandingkan versi semi-nya. Biasanya digunakan untuk kebutuhan industri, seperti pabrik atau pertambangan, yang memang membutuhkan suplai air dalam jumlah besar. Tak heran jika harga pompa ini tergolong tinggi.

    4. Pompa Air Sumur Dalam (Submersible Pump)

    Jenis ini memiliki kemampuan hisap kuat dan cocok untuk sumur dalam dengan kedalaman 9 sampai 12 meter. Pompa ini juga dapat mendorong air hingga 20 meter secara vertikal, tergantung pada ukuran pipa yang digunakan.

    Sering disebut sebagai pompa vertikal, pompa ini memang memiliki sistem kerja yang sesuai dengan sebutan tersebut. Efektif untuk daerah yang membutuhkan distribusi air dari kedalaman tinggi.

    Jet pump digunakan untuk mengangkat air dari kedalaman lebih dari 7 meter hingga sekitar 20-30 meter. Biasanya dilengkapi dengan sistem injektor yang membuatnya mampu mengangkat air dari kedalaman yang lebih besar.

    5. Pompa Air Otomatis

    Pompa otomatis merupakan pilihan ideal untuk penggunaan rumah tangga. Pompa ini bekerja secara otomatis menyesuaikan dengan kebutuhan air, sehingga pengguna tidak perlu mengoperasikan mesin secara manual.

    Selain praktis, pompa otomatis juga membantu menghemat pemakaian air dan listrik, membuatnya efisien serta ekonomis untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

    6. Pompa Booster

    Pompa booster digunakan untuk meningkatkan tekanan air, terutama di rumah atau gedung bertingkat agar aliran air tetap stabil hingga lantai atas. Berbeda dari jenis pompa lainnya, pompa booster dipasang di tengah jalur pipa, bukan langsung di sumber air.

    Fungsinya adalah untuk meningkatkan tekanan air dalam sistem instalasi rumah, terutama jika tekanan air dari sumber utama terlalu lemah. Pompa ini sangat berguna untuk rumah yang menggunakan perangkat seperti shower, pemanas air (water heater), atau mesin cuci.

    Sistem kerjanya otomatis menyala saat keran dibuka, sehingga memudahkan pemakaian sehari-hari.

    6 Cara Merawat Pompa Air

    Agar pompa air tetap berfungsi dengan baik dan tahan lama, berikut beberapa tips perawatan yang bisa dilakukan:

    1. Bersihkan Filter dan Pipa Secara Berkala

    Kotoran yang menumpuk bisa menyumbat aliran air dan membuat pompa bekerja lebih keras. Bersihkan filter dan periksa pipa secara rutin.

    2. Periksa Kondisi Kabel dan Listrik

    Pastikan sambungan listrik aman, tidak longgar, dan tidak ada kabel yang mengelupas. Hindari terkena air langsung untuk mencegah korsleting. Gunakan pelindung atau penutup agar bagian mesin tidak terkena genangan air. Cabut kabel dari stop-kontak jika pompa tidak digunakan untuk menghemat listrik.

    3. Cegah Kebocoran

    Jangan membungkus mesin dengan bahan mudah terbakar seperti kain, dan urangi tikungan pada instalasi pipa agar aliran air tetap lancar dan mencegah kebocoran.

    4. Gunakan Sesuai Kapasitas

    Jangan memaksa pompa bekerja melebihi kapasitasnya karena bisa menyebabkan overheat dan kerusakan permanen. Hindari penggunaan di suhu ekstrem (di atas 40°C atau di bawah 5°C).

    5. Lakukan Uji Fungsi Secara Berkala

    Nyalakan pompa secara berkala, terutama jika jarang digunakan, agar semua komponen tetap aktif dan tidak macet. Jangan menyalakan pompa saat kondisi air kering karena bisa merusak motor. Berikan pelumas pada bagian gigi putar atau leher pompa secara berkala.

    6. Simpan di Tempat yang Kering dan Aman

    Jika pompa tidak digunakan dalam waktu lama, simpan di tempat yang kering dan terlindung dari cuaca ekstrem. Tempatkan pompa di area yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung untuk menghindari korsleting atau kerusakan pada sistem kelistrikan.

    Hindari meletakkan mesin di posisi yang lebih rendah dari sumber air untuk mencegah kerusakan jika mesin terendam. Hindari penggunaan stop-kontak yang berlebihan atau penumpukan kabel karena bisa menyebabkan panas berlebih dan potensi kebakaran.

    Nah itulah tadi penjelasan tentang jenis dan perawatan pompa air. Dengan mengetahui jenis-jenis pompa air serta cara merawatnya, kita bisa memastikan sistem distribusi air berjalan lancar dan efisien.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Lengkap Membersihkan Toren Air Rumah, Jangan Sampai Salah!


    Jakarta

    Toren air memiliki fungsi penting sebagai persediaan air bersih di rumah. Agar penghuni bisa mendapatkan air yang bersih dan segar, maka toren wajib dibersihkan secara rutin.

    Perlu diingat, toren air yang tidak dibersihkan hingga berbulan-bulan dapat memicu tumbuhnya lumut. Hal tersebut membuat air jadi kotor sehingga tidak layak digunakan untuk mandi atau mencuci. Jika dipaksakan maka bisa memicu kulit gatal-gatal dan gangguan pencernaan.

    Maka dari itu, penting untuk merawat dan menjaga kebersihan toren air di rumah. Namun, kamu juga tidak bisa membersihkan toren secara sembarangan. Simak panduan membersihkan toren yang benar dalam artikel ini.


    Panduan Membersihkan Toren Air dengan Tepat

    Toren atau disebut juga tandon air perlu dibersihkan dan dikuras isinya agar tidak ditumbuhi lumut. Disarankan untuk menguras toren air minimal 3-4 bulan sekali agar terlepas dari masalah lumut.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut langkah-langkah membersihkan toren air dengan benar:

    Alat dan Bahan

    • Sikat
    • Spons
    • Scrubber atau saringan lumut
    • Kaporit
    • 3 sdm garam dengan 2 liter air yang sudah didihkan (opsional)
    • Cuka putih (opsional).

    Langkah-langkah Membersihkan Toren Air

    Setelah menyiapkan alat dan bahan di atas, kini ikuti caranya di bawah ini:

    1. Matikan Pompa Air

    Langkah yang pertama adalah dengan mematikan pompa air agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren. Hal ini juga membantu mempercepat proses menguras dan memastikan pembersihan tandon dilakukan secara optimal.

    2. Buang Sisa Air di Dalam Toren

    Sebelum dimulai proses pembersihan, pastikan kamu sudah mengabarkan kepada penghuni rumah bahwa toren air akan dibersihkan sehingga tidak dapat digunakan sementara waktu. Kemudian buang sisa air di dalam toren agar air yang terkontaminasi dengan kuman dan jamur bisa terbuang dan tidak digunakan.

    3. Buang Kotoran yang Mengumpul

    Langkah berikutnya adalah membuang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, tanah, dan pasir yang menumpuk di dalam toren. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar kotoran bisa terangkat sepenuhnya.

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu mengecek komponen toren yang terhubung, seperti valve atau keran, pipa, pompa, serta fitting inlet dan outlet. Periksa seluruh komponen agar saat dibersihkan tidak memicu kerusakan, putus, atau menimbulkan celah yang menyebabkan kebocoran.

    Jika ditemukan ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya diganti terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Kalau komponen sudah diganti, kini saatnya melakukan proses pembersihan pada permukaan toren. Jika ukuran tandon cukup besar dan kamu memiliki bobot kurang dari 60 Kg, kamu dapat masuk ke dalam toren untuk mempermudah pembersihan. Namun kalau sulit dijangkau kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar Toren

    Setelah membersihkan bagian dalam, jangan lupa untuk menyikat area luar toren sampai bersih. Bersihkan juga bagian tutup toren agar tidak ada lagi sisa lumut dan kotoran yang menempel.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren hingga seluruh lumut dan kotoran terangkat, pastikan kamu membilasnya dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan sabun larut secara menyeluruh.

    7. Isi Ulang Toren

    Langkah terakhir, isi ulang toren dengan air bersih sesuai kapasitasnya. Pastikan kualitas airnya bersih, jernih, tidak berwarna, dan tidak bau. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan air di dalam toren hingga jangka waktu lama sampai nantinya tandon dikuras kembali.

    Demikian panduan membersihkan toren air yang berlumut dengan tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sumur Bor vs Sumur Gali, Mana yang Lebih Baik buat Rumah?


    Jakarta

    Rumah membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan penghuninya. Air tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber, salah satunya dengan membuat sumur air di rumah.

    Untuk membuat sumur air, pemilik rumah bisa memilih antara dua jenis, yaitu sumur bor dan sumur gali. Pembuatan sumur boro menggunakan mesin bor, sedangkan sumur gali dengan teknik gali secara manual.

    Menurut Hasan, tukang sumur bor di kawasan Bogor, sumur bor punya banyak keunggulan daripada sumur gali. Jenis sumur tersebut menjadi sumber air yang diandalkan ketika musim kemarau.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Memang apa saja perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Berikut ini penjelasannya.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa hal yang membedakan sumur bor dengan sumur gali.

    1. Dimensi Lubang

    Pembuatan sumur bor dengan mesin memudahkan tukang untuk menentukan kedalaman buat menemukan sumber air. Berbeda halnya dengan sumur gali yang tidak bisa dibuat terlalu dalam karena pembuatannya menggunakan tenaga manual.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” Sambung Hasan.

    2. Waktu Pengerjaan

    Membuat sumur gali memang lebih murah ketimbang sumur bor karena pakai cara manual. Namun, pengerjaannya cukup lama, bisa berhari-hari untuk menggali sumur sedalam dua puluh meter.

    Sementara itu, penggalian sumur bor lebih cepat dengan bantuan mesin. Dengan begitu, proses penggalian lebih cepat. Kedalaman lubang pun tidak menjadi kendala selama sumber air bersih ditemukan.

    3. Debit Air

    Sumur gali dibuat dengan diameter yang besar sehingga memungkinkan debit air juga besar. Sementara itu, besarnya debit air sumur bor mengandalkan pompa air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” tuturnya.

    Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Zamzam yang Tak Pernah Kering Sejak Zaman Nabi Ibrahim AS



    Jakarta

    Salah satu keistimewaan air zamzam adalah adanya kenyataan bahwa air zamzam tidak pernah kering dan terus ada airnya tanpa pernah henti, meski ia telah berusia ribuan tahun, serta telah diambil dan dikonsumsi oleh jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia.

    Mengutip buku berjudul Mukjizat Penyembuhan Air Zamzam yang ditulis Badiatul Muchlisin Asti menuliskan kisah ketika Hajar melihat malaikat berdiri di sebuah tempat (di dekat sumur zamzam sekarang), terlihat malaikat itu tengah menggali tanah dengan sayapnya, hingga air pun menyembur deras dari tempat itu.

    Hajar kemudian membuat lubang seperti baskom dengan tangannya dan mengisi kantong kulitnya dengan air yang menyembur deras dari tempat itu. Air itu terus menyembur deras meskipun telah ia bendung sebagian darinya. Sehingga bila bukan karena kasih sayang Allah, maka air itu akan menjadi arus deras yang meliputi permukaan bumi.


    Nabi Muhammad SAW ketika menceritakan kisah Hajar dan Nabi Ismail, beliau bersabda,

    يَرْحَمُ اللَّهُ أُمَّ إِسْمَاعِيلَ ، لَوْ تَرَكَتْ زَمْزَمَ — أَوْ قَالَ: لَوْ لَمْ تَغْرِفْ مِنَ الْمَاءِ – لَكَانَتْ زَمْزَمُ عَيْنًا مَعِيْنًا

    Artinya: “Semoga Allah melimpahkan Kasih-Nya kepada Ibu Ismail. Jika saja ia membiarkan zamzam (terus menyemburkan air tanpa mengendali- kannya atau kalau ia tidak mengambil air darinya), zamzam akan menjadi arus deras yang meliputi permukaan bumi”. (HR. Bukhari)

    Kisah di atas menunjukkan tidak akan pernah keringnya mata air zamzam sepanjang masa. Air zamzam tidak akan pernah kering dan airnya tak akan pernah habis. Ibnu Abbas berkata, “Seandainya ia (Hajar) tetap meninggalkannya, maka pasti air itu tetap akan ada.”

    Ibnu Al-Jauzi berkata, “Keberadaan air zamzam adalah nikmat Allah tanpa usaha manusia. Maka tatkala dibendung oleh Hajar, masuklah usaha manusia, lalu nikmat itu dikurangkan”.

    Kisah lainnya yang menunjukkan tidak akan pernah keringnya air zamzam adalah kisah Abdul Muthalib ketika bermimpi mendapatkan perintah menggali mata air zamzam. Ketika itu, untuk ketiga kalinya, Abdul Muthalib bermimpi, dalam mimpinya ada seseorang yang menghampirinya dan berkata, “Galilah olehmu Zam- zam!”, maka Abdul Muthalib bertanya, “Apa itu Zamzam?”.

    Orang itu berkata, “la (Zamzam) adalah mata air yang tidak akan kering selamanya. Ia akan melayani minum para haji yang berjubel. la berada di antara kotoran dan darah. la terletak di tempat berkumpulnya burung-burung elang dan berada di dekat lubang semut.”

    Ad-Dahhak bin Muzahim berkata, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat air tawar sebelum hari kiamat, dan semua air akan meresap selain air zamzam. Bumi akan terurai isinya, termasuk emas dan perak, kemudian seseorang akan datang membawa karung penuh emas dan perak seraya berkata, ‘Siapakah yang mau menerima barang ini dariku?’. Kemudian seseorang berkata, ‘Seandainya engkau bawakan kemarin, tentu aku akan menerimanya’.”

    Lebih dari itu, fakta nyata yang tak bisa dibantah oleh siapa pun adalah sejak zaman Nabi Ismail hingga sekarang, air zamzam tidak pernah habis sekalipun jutaan orang telah mengambilnya, terutama pada bulan Ramadhan dan bulan Haji. Orang yang melihat sumur zamzam akan mendapatkan kenyataan bahwa permukaan airnya tidak pernah berubah, tidak berkurang, sekalipun telah di- ambil. la juga tidak memancar banyak sehingga mengalir di muka bumi, juga tidak berkurang, dalam arti tidak tersisa sama sekali.

    Abdul Basit bin Abdul Rahman dalam buku Makkah al-Mu- karramah Fadhaa’iluha wa Tarikhuha (Makkah al-Mukarramah, Kelebih- an dan Sejarahnya) menyebutkan, bahwa sumur zamzam sudah berumur hampir 5000 tahun, persisnya 4946 tahun, sejak Nabi Ibrahim hingga sekarang.

    Syahruddin El-Fikri mengutip artikel anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari menyebutkan bahwa dalam sebuah uji pemompaan sumur zamzam mampu mengalirkan air sebanyak 11-18,5 liter per detik atau mencapai 660 liter per menit. Uji pemompaan ini dilakukan sebelum 1950-an.

    Berikutnya, dibangunlah pompa air pada 1953 yang menyalurkan air dari sumur zamzam ke bak penampungan dan keran-keran. Ketika dilakukan pengujian, pada pemompaan 8.000 liter per detik selama 24 jam, air dalam sumur zamzam mengalami penyusutan sedalam 3,23 meter. Ketika pemompaan dihentikan, permukaan sumur kembali ke asalnya hanya dalam waktu 11 menit. Hal ini menimbulkan pertanyaan. Dari mana sumber air sumur zamzam yang begitu cepat berkumpul kembali tersebut?

    Rovicky menjelaskan bahwa terdapat banyak celah atau rekahan bebatuan di sekitar sumur zamzam. Salah satu rekahan memanjang ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 sentimeter dan ketinggian 30 sentimeter.

    Adapun beberapa celah kecil memanjang ke arah Safa dan Marwa. Keterangan geometris lain menyebutkan keberadaan celah sumur di bawah tempat tawaf. Celah-celah inilah yang kemudian memasok air ke sumur zamzam.

    Wallahu’alam

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com