Tag: pondasi

  • 9 Jenis Atap Tahan Cuaca Panas yang Bikin Rumah Sejuk Terus


    Jakarta

    Atap antara lain berfungsi untuk melindungi rumah dari terik matahari. Dengan fungsi utamanya itu, kamu jangan sampai salah saat memilih atap. Karena ada beberapa jenis atap yang justru membuat bagian dalam rumah menjadi panas.

    Terlebih kita yang tinggal di negara beriklim tropis. Pemilihan atap rumah perlu benar-benar diperhatikan, terutama material genteng yang akan digunakan. Untungnya ada lho jenis atap tahan cuaca panas sehingga membuat suhu rumah tetap sejuk dan tidak gerah. Ada atap apa saja? Temukan di bawah ini.

    Jenis-jenis Atap Tahan Cuaca Panas

    Dilansir catatan detikProperti dan Architizer, berikut deretan material atap yang tahan cuaca panas sehingga bikin rumah tetap sejuk:


    1. Genteng Tanah Liat

    Tanah liat telah digunakan sebagai material atap sejak masa lampau. Di Tanah Air, jenis genteng ini juga sangat umum dipasang sebagai atap rumah.

    Atap tanah liat banyak dipilih karena terbukti mampu meredam panas. Sehingga udara di dalam rumah tetap sejuk meski cuaca di luar terik. Genteng ini juga kuat dan tahan lama.

    Di sisi lain, genteng tanah liat rentan rusak saat ada badai besar yang menerjang. Material atap ini juga cenderung berat sehingga pondasi hunian harus cukup kokoh sebelum memasangnya.

    2. Atap Dak Beton

    Dak beton kini banyak dijadikan sebagai atap hunian. Jenis atap satu ini datar tanpa genteng sehingga memberi tampilan rumah berbentuk kotak minimalis yang rapi bila dilihat dari luar. Atap dak beton cocok digunakan pada rumah di wilayah bersuhu hangat.

    Penggunaan dak beton terbilang multifungsi. Dengan atap ini, penghuni dapat mempersiapkan pembangunan rumah lantai atas. Bisa pula dijadikan area rooftop, lokasi jemur pakaian, hingga tempat memasang panel surya.

    Akan tetapi, masalah yang sering ditemui pada dak beton yaitu munculnya genangan air jika drainase tidak dipasang dengan benar. Area atap juga rawan kotor oleh sampah atau benda yang jatuh karena permukaannya yang datar.

    3. Atap Sirap Kayu

    Sirap kayu kerap digunakan sebagai atap pada rumah tradisional dan gazebo. Atap ini terbuat dari bilahan kayu yang kemudian ditumpuk rapi. Ini merupakan jenis atap alami yang bisa menahan suhu panas.

    Atap sirap kayu juga membuat visual rumah menjadi unik. Lantaran kepingan kayu biasanya dibuat bentuk persegi panjang dengan salah satu ujungnya lancip.

    4. Genteng Keramik

    Atap dari genteng keramik bisa dipilih agar suhu di dalam rumah tetap sejuk. Gentengnya terbuat dari keramik yang ditambahkan glazur pada proses finishingnya. Dengan begitu, genteng menjadi lebih kokoh dan tahan lama. Genteng ini pun tahan cuaca ekstrem seperti panas, angin, dan hujan.

    Pemasangan atap ini perlu diperhatikan tingkat kemiringannya. Kemiringan atap harus 30 derajat supaya air hujan mengalir dengan baik dan atap tidak bergeser turun.

    5. Atap Metal

    Atap satu ini termasuk pilihan bagus untuk rumah di wilayah beriklim tropis. Material metal diketahui dapat memantulkan terik matahari sehingga tidak menghantarkan panas ke dalam rumah.

    Metal juga diketahui bersifat kokoh dan kuat. Bobotnya pun tergolong cukup ringan dan bisa memberi kesan rumah yang lebih modern.

    6. Genteng Metal Pasir

    Genteng metal pasir terbuat dari bahan dasar zinc dengan bagian bawahnya dilapisi back coat zinc aluminium coating, primary epoxy, zinc phosphate, synthetic resin, stone chip, dan acrylic finishing.

    Genteng ini disebut pula dengan genteng metal batuan Fulo Roof lantaran terdapat lapisan polypropylene dan serbuk batuan alami. Lapisan serbuk batuannya membuat suhu panas tidak menyerap ke atap rumah yang memasang genteng ini. Selain itu, suara air hujan yang jatuh di atasnya juga dapat diredam dengan genteng metal pasir .

    7. Atap EPDM

    Atap yang terbuat dari lapisan tunggal membran EPDM (ethylene propylene diene monomer) mampu tahan terhadap panas dan radiasi sinar ultraviolet. Ini karena EPDM terbuat dari bahan karet dengan paduan polimer jenuh.

    Material EPDM yang diformulasikan dengan baik dapat bertahan lama di luar ruangan selama tahunan tanpa rusak. Pemasangan dan perawatannya pun cukup mudah serta berbiaya terjangkau. Membran karet sintetis ini dapat dipasangkan pada atap rumah datar seperti dak beton.

    8. Atap Bitumen

    Atap bitumen kerap digunakan pada rumah modern. Jenis atap ini terbuat dari campuran aspal serta bahan-bahan seperti fiberglass dan pasir batu. Atap bitumen disebut juga dengan atap aspal.

    Material atap ini berbentuk lembaran yang berbobot cenderung ringan tetapi tidak mudah pecah. Bitumen memiliki kualitas tinggi yang tahan panas, hujan, angin kencang, maupun api. Berkat campuran aspalnya, atap bitumen tidak mudah terbakar, rusak, serta korosi.

    9. Atap Polimer

    Atap ini terbuat dari genteng polimer yang merupakan hasil campuran plastik berteknologi tinggi. Jenis atap ini memiliki daya tahan panas, api, dan angin yang baik. Biaya perawatan cukup terjangkau dan bobot gentengnya bervariasi dari ringan hingga berat. Di sisi lain, atap polimer cenderung mahal harga dan pemasangannya.

    Nah, itu tadi sederet material atap yang tahan cuaca panas dan bikin rumah sejuk terus. Kalau rumahmu pakai jenis atap yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Model Kanopi Teras depan Rumah Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Saat ini, sejumlah rumah modern telah memasang kanopi di bagian depan rumahnya. Kanopi merupakan atap tambahan yang sering digunakan untuk melindungi bagian rumah yang terbuka, seperti carport atau taman belakang.

    Meski fungsi kanopi hanya melindungi bagian rumah agar tidak kepanasan atau kehujanan, tetapi jangan sampai salah pilih. Sebab, kanopi terdiri dari beberapa jenis.

    Model-model kanopi dibedakan tergantung dari bahan yang digunakan. Selain itu, ada sejumlah kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis kanopi.


    Lantas, apa saja model kanopi teras depan rumah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Model Kanopi Teras Depan Rumah

    Panggah Nuzhulrizky selaku Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, menjelaskan kepada detikProperti bahwa ada sejumlah model kanopi yang umum digunakan pada rumah-rumah di Indonesia.

    Simak beberapa model kanopi teras depan rumah beserta kelebihan dan kekurangannya di bawah ini:

    1. Kanopi Alderon

    Kanopi Alderon yang menggunakan material UPVC.Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

    Model kanopi teras depan rumah yang pertama adalah kanopi alderon. Jenis material yang digunakan adalah UPVC atau unplasticized polyvinyl chloride dengan ciri khas memiliki tekstur bergelombang dan berongga.

    Kanopi jenis ini tengah digandrungi banyak orang karena dinilai cocok dipakai untuk rumah yang minimalis. Selain digunakan untuk teras depan rumah, kanopi alderon juga cocok untuk halaman belakang.

    Kelebihan Kanopi Alderon:

    • Kuat dan tahan lama.
    • Ramah lingkungan.
    • Kedap suara.

    Kekurangan Kanopi Alderon:

    • Harganya cukup mahal, sekitar Rp 800.000 per meter persegi.
    • Warna dan model tidak banyak variasi.

    2. Kanopi Kaca

    Kanopi model kacaFoto: iStock/U. J. Alexander

    Apabila punya budget lebih dan ingin menerapkan rumah yang estetik, kanopi kaca bisa jadi opsi yang terbaik untuk hunian detikers. Sesuai namanya, kanopi ini terbuat dari material kaca

    Biasanya, kanopi kaca dibuat dengan rangka baja ringan atau rangka besi sebagai pondasi atap kaca, kemudian dipasang dengan menyambung pada area luar rumah atau bangunan.

    Kelebihan Kanopi Kaca:

    • Ruangan terlihat lebih terang karena adanya cahaya matahari yang masuk.
    • Mudah diaplikasikan pada berbagai desain rumah minimalis.
    • Rumah jadi terlihat lebih elegan dan estetik.

    Kekurangan Kanopi Kaca:

    • Proses pemasangannya cukup rumit.
    • Punya ukuran lebih berat karena terbuat dari kaca.
    • Punya harga yang mahal, sekitar Rp 1.500.000 hingga Rp 1.800.000 per meter.

    3. Kanopi Polycarbonate

    Kanopi polycarbonate untuk teras depan rumah.Foto: Wikimedia Commons/Beeblebrox

    Model kanopi yang terakhir adalah kanopi polycarbonate. Atap tambahan ini terbuat dari material polimer spesial yang terlihat seperti plastik bening.

    Dari segi tampilannya, atap kanopi ini lebih cocok digunakan untuk melindungi bagian carport atau halaman belakang untuk menjemur pakaian.

    Kelebihan Kanopi Polycarbonate:

    • Dapat meredam radiasi panas matahari.
    • Pemasangannya lebih mudah.
    • Tahan lama dan fleksibel.

    Kekurangan Kanopi Polycarbonate:

    • Harganya sedikit mahal, sekitar Rp 700.000 per meter.
    • Sulit untuk dibersihkan.

    Itu dia tiga model kanopi teras depan rumah beserta kelebihan dan kekurangannya. Jadi, mau pilih kanopi yang jenis apa?

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 13 Tips Rumah Aman saat Ditinggal Mudik, Pastikan Lakukan Hal Ini


    Jakarta

    Menjelang Lebaran, masyarakat Indonesia punya tradisi mudik atau pulang ke kampung halaman. Namun, bagi beberapa orang mereka punya akan rumah yang harus ditinggalkan dalam waktu lama.

    Supaya rumah tetap aman dan terawat selama mudik, penting untuk melakukan beberapa langkah persiapan. Simak tips meninggalkan rumah saat mudik di bawah ini.

    Tips agar Rumah Dapat Ditinggal dengan Nyaman saat Mudik

    Hal yang harus dilakukan sebelum meninggalkan rumah sebelum mudik adalah dengan memeriksa beberapa titik dan barang yang ada.


    Dari catatan detikcom dan mengutip postingan akun resmi NTMC Korlantas Polri, berikut adalah beberapa tips meninggalkan rumah saat ditinggal mudik:

    1. Memastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik.
    2. Sistem alarm aktif dan berfungsi (jika ada)
    3. CCTV berfungsi dan merekam dengan baik.
    4. Kran air sudah ditutup.
    5. Matikan peralatan elektronik yang tidak digunakan.
    6. Matikan kompor dan gas.
    7. Kran air sudah ditutup.
    8. Nyalakan lampu secukupnya atau lampu otomatis sudah diatur.
    9. Lapor kepada RT/RW setempat bahwa kamu akan meninggalkan rumah selama mudik. Bisa juga memberi tahu tetangga
    10. terpercaya untuk menitip kunci rumah (jika diperlukan).
    11. Tidak meninggalkan barang berharga, jika ada pastikan diletakkan di tempat yang aman.
    12. Periksa atap, dinding, dan pondasi rumah. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang bisa memicu masalah lebih besar saat rumah ditinggal mudik
    13. Jika ada kebocoran, sebaiknya perbaiki kebocoran atau retakan kecil sebelum berangkat.
      Pastikan sudah membuang sampah dan barang-barang yang tidak perlu.

    Dengan melakukan persiapan dengan baik dan tepat, kamu dan keluarga akan bisa lebih tenang meninggalkan rumah saat mudik. Jadi, pastikan semua langkah keamanan dan perawatan rumah telah dilakukan ya. Semoga tips di atas bisa bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com