Tag: portable

  • Banyak yang Nggak Tahu, Begini 8 Tips Pasang AC Split yang Benar


    Jakarta

    AC (Air Conditioner) memiliki banyak jenisnya, mulai dari AC split, AC portable, AC inverter, AC central, dan lainnya. Jenis AC yang paling banyak digunakan di Indonesia sendiri adalah AC split. Komponen AC ini memiliki 2 jenis yakni AC dalam dan luar ruangan.

    Kinerja AC split dinilai lebih efektif karena masing-masing memiliki kontrol sendiri sehingga dapat mendinginkan ruangan dengan maksimal. Sebab, AC dalam (AC indoor) bisa menurunkan suhu di dalam ruangan sehingga lebih dingin, sementara AC luar (AC outdoor) bertugas untuk membuang panas. Dengan demikian, meski memiliki tugas masing-masing keduanya saling melengkapi.

    Cara Pemasangan AC Split yang Benar

    Melansir dari Arsitur, Sabtu (6/7/2024), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang AC split, berikut diantaranya.


    1. Jangan Arahkan ke Tempat Tidur

    Hindari pemasangan AC split langsung mengarah ke tempat duduk atau tempat tidur karena angin tersebut langsung mengenai badan. Salah letak pemasangannya bisa membuat kesehatan terganggu dan gangguan seperti kulit kering dan merusak pernafasan.

    2. Pasang AC Split di Atas Pintu Masuk

    Posisi AC sebaiknya diletakan di atas pintu masuk ruangan sehingga anginnya menyebar dan tidak mengganggu aktivitas.

    3. Pasang AC di Area yang Terbuka

    Indoor AC Split sebaiknya tidak dibungkus dengan box ataupun disembunyikan dengan grill karena dapat mengakibatkan kondensasi dan mengurangi kinerja AC. Tanda kinerja AC menurun bisa terlihat dari area di sekitarnya lebih lembab, berair, dan pendinginan berjalan lebih lambat.

    4. Pilih PK AC yang Seusai dengan Ukuran Kamar

    Pastikan menghitung ukuran kamar agar dapat menyesuaikan PK AC split yang harus dipakai. Jika sesuai, kamu tidak akan mengalami tagihan listrik membengkak karena AC yang digunakan tidak menguras energi. Untuk kamar 3 x 4 m misalnya sudah cukup dengan AC ½ PK.

    5. Letak Selang Pembuangan Air Tidak Jauh dari AC Indoor

    Jalur pembuangan air untuk outdoor unit hendaknya bisa lebih dekat dengan indoor unit. Jika tidak terpasang dengan benar, seringkali indoor unit berair dan air menetes ke dalam ruangan. Posisi outdoor unit biasanya lebih rendah dan terdapat jalur pembuangan air.

    6. Pastikan Panjang Pipa Penghubung Sesuai

    Pipa penghubung harus diperhatikan karena jika pipa sampai bengkok ini akan mengganggu sirkulasi refrigran. Panjang pipa penghubung yang paling baik antara 3 meter sampai 6 meter (ini adalah panjang ideal) namun jika tidak memungkinkan bisa ditambah hingga 9 meter sampai 12 meter (tergantung daya AC Ruang). Jika kurang dari 3 meter sebaiknya pipa penghubung digulung di belakang outdoor sehingga mencapai 3 meter.

    7. Atur Jarak Indoor dan Outdoor AC Minimal 15 cm

    Posisi indoor unit minimal berjarak 15 cm dari atap ini bertujuan agar sirkulasi udara lebih baik. Dengan adanya ruang kosong diantara indoor AC dan atap membantu penghisapan udara yang ditiupkan oleh indoor unit ke bagian atas dan depan indoor unit.

    8. Hindari Meletakkan Benda Elektronik di Atas AC

    Benda-benda elektronik atau sumber listrik yang berada di bawah indoor unit dapat menyebabkan korsleting listrik. Selain itu, lama kelamaan barang elektronik yang diletakkan di atas AC dapat menyebabkan indoor unit bocor.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • AC Split, Portable, dan Central, Mending yang Mana?


    Jakarta

    Pendingin ruangan atau air conditioner (AC) merupakan salah satu alat elektronik yang sering digunakan di rumah. Namun, agar penggunaan AC maksimal tentunya harus sesuai dengan luas ruangan.

    Umumnya, AC yang digunakan merupakan jenis AC Split, AC Portable, dan juga AC Central. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Nah, berikut ini informasi mengenai ketiga AC tersebut.


    AC Split

    Young brunette woman in her modern apartment. She turns on the air conditioner from the remote control. Climate control at home with split system.Ilustrasi AC split Foto: Getty Images/iStockphoto/LENblR

    Dilansir Times of India, AC Split atau non-inverter merupakan jenis AC indoor dan outdoor. Biasanya, AC Split bekerja dengan pendinginan maksimum, jadi ketika ruangan dirasa sudah dingin maka AC akan berhenti beroperasi sesaat.

    Karena bekerja on-off, AC ini memerlukan listrik sekitar 800 watt. Untuk suara, AC ini tidak menimbulkan suara yang begitu mengganggu, hanya pada awal dinyalakan saja.

    Untuk harga, AC ini bisa dibilang cukup ekonomis. Tak heran jenis AC ini banyak digunakan di Indonesia.

    Melansir Sinar Mas Land, berikut ini kelebihan dan kekurangan AC Split
    Kelebihan:

    – Harga terjangkau
    – Perawatan mudah
    – Pendinginan cepat
    – Tersedia di banyak tempat

    Kekurangan:

    – Boros energi
    – Mengurangi estetika karena dipasang di dinding

    AC Portable

    Close-up View Of Portable Air Conditioner With Blurred Living Room BackgroundAC portable Foto: Getty Images/onurdongel

    Mengutip The Spruce, AC Portable merupakan jenis AC yang bisa dipindah-pindah posisinya karena diletakkan di lantai. Biasanya, AC jenis ini digunakan di ruangan yang tidak terlalu besar, sekitar 46 m2.

    Banyak orang yang memilih AC jenis ini karena praktis bisa dipindahkan kemana-mana. Namun, AC ini juga ada kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasinya.

    Kelebihan:

    – Mudah dipindah-pindah
    – Harga tidak terlalu mahal dan mudah dipasang

    Kekurangan:

    – Tidak cocok untuk ruangan yang luas
    – Agak berisik

    AC Central

    AC central atau AC pusat merupakan AC yang bisa mendinginkan seisi ruangan karena diatur terpusat. AC jenis ini merupakan yang terbesar dan paling mahal dari AC konvensional.

    Melansir Better Homes & Gardens, sistem AC ini dirancang untuk mendinginkan seluruh rumah dengan mengalirkan udara dingin melalui saluran dan keluar melalui ventilasi. AC ini biasanya dikendalikan oleh termostat dan dapat dirancang dengan kemampuan cerdas.

    Meski bisa digunakan di rumah, namun umumnya jenis AC ini digunakan untuk gedung-gedung besar, seperti perkantoran, perhotelan, hingga pusat perbelanjaan.

    Kelebihan:

    – Efisiensi tinggi
    – Tidak bising

    Kekurangan:

    – Harga mahal
    – Biaya perawatan tinggi
    – Jika satu bagian bermasalah, seluruh sistem bisa terganggu
    – Pengaturan suhu terpusat sehingga kurang fleksibel

    Itulah informasi mengenai AC Split, AC Portable, dan AC Central. Sudah tahu bedanya serta kelebihan dan kekurangannya kan detikers?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perbedaan AC Dinding dan AC Portable, Pilih yang Mana?


    Jakarta

    Kalau cuaca sedang panas-panasnya, pasti kita ingin punya pendingin ruangan yang paling efektif. Mungkin masih ada yang bingung dalam menentukan jenis air conditioner (AC) yang paling baik.

    Ada dua opsi yang kerap jadi bandingan, adalah AC dinding dan AC portable. Keduanya memiliki fungsi mendinginkan ruangan, tetapi punya perbedaan signifikan dalam hal pemasangan, harga, efektivitas, hingga kenyamanan penggunaannya.

    AC dinding umumnya dipasang permanen di tembok dengan tambahan fan outdoor yang membantu proses pendinginan. Di sisi lain, AC portable lebih fleksibel karena bisa dipindahkan ke berbagai tempat tanpa perlu instalasi khusus.


    Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Baiknya, bandingkan dulu plus minus keduanya untuk jadi pertimbangan.

    5 Perbedaan AC Dinding dan AC Portable

    Dari segi bentuk, AC portable berbeda dengan AC konvensional. Bentuk AC portable lebih menyerupai sebuah box yang beroda, dengan lubang ventilasi udara di bagian depan.

    Salah satu akun YouTube yang kerap membahas tentang barang elektronik, Seputar Teknik, mengunggah video penjelasan tentang perbedaan AC dinding dan AC portable. Bagas, sang pemilik akun, menjelaskan bahwa AC dinding atau biasa disebut AC split wall, memiliki perbedaan utama pada cara pemasangan dan mobilitasnya. Berikut selengkapnya:

    1. Cara Pemasangan

    Pemasangan AC dinding memerlukan modifikasi pada dinding, karena unit ini harus ditempel. Selain itu, kabel daya dan jalur selang pembuangan air serta koneksi ke fan outdoor juga perlu dipasang, yang biasanya memerlukan lubang tambahan di dinding.

    Sebaliknya, AC portable tidak memerlukan pemasangan permanen. Dengan selang kecilnya, alat ini bisa diletakkan di mana saja, asalkan selang pembuangan airnya memiliki jalur yang sesuai. Dari segi kemudahan pemasangan, AC portable bisa dibilang lebih unggul.

    “Pemasangan instalasinya cukup rumit dan memerlukan teknisi khusus untuk install. Sementara AC portable memiliki satu unit yang dapat dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lainnya, tidak perlu dipasang secara permanen cukup disambungkan saja ke listrik itu sudah dingin AC-nya,” ucap Bagas dalam video yang telah ditonton 35 ribu orang itu.

    2. Harga

    Harga AC dinding dan AC portable bervariasi tergantung merek, serta apakah unit tersebut baru atau bekas. Namun secara umum, AC portable lebih murah karena tidak memerlukan biaya pemasangan dan ukurannya lebih kecil.

    Harga AC portable mulai dari Rp 300 ribu, sedangkan AC dinding dibanderol mulai dari Rp 1.5 juta per unit, tergantung merek dan spesifikasinya.

    “AC Split wall lebih mahal daripada AC portable karena pemasangannya memerlukan instalasi yang lebih rumit. Kalau AC portable lebih murah dan tidak memerlukan biaya instalasi yang mahal,” tutur Bagas.

    3. Efektivitas Pendinginan

    AC dinding lebih cepat dalam mendinginkan ruangan karena dilengkapi dengan fan outdoor yang membantu mempercepat proses pendinginan. Sementara itu, AC portable membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan.

    Dikutip dari laman CNet, AC portable juga menghasilkan panas saat beroperasi. Sehingga selangnya harus diletakkan di tempat yang memungkinkan pembuangan udara panas dengan baik.

    4. Efisiensi dan Daya

    Dalam videonya, Bagas juga menjelaskan AC split wall lebih efisien dan memiliki daya pendinginan yang lebih baik. Sebab, dapat menjangkau area yang lebih besar dan memiliki kemampuan pendinginan yang lebih cepat.

    “Soal daya listrik, AC portable lebih hemat listrik jika hanya dinyalakan ketika diperlukan. AC portable juga tetap menghasilkan biaya listrik yang tinggi, jika digunakan secara Intens atau terus-menerus,” kata Bagas.

    “Jadi pemilihan AC portable dan split wall tergantung pada kebutuhan preferensi Anda. AC split wall cocok untuk ruangan yang memerlukan pendinginan yang lebih insentif dan digunakan secara kontinyu. Kalau AC portable cocok untuk ruangan yang memerlukan pendinginan sementara atau digunakan secara fleksibel,” sambungnya.

    5. Tingkat Kebisingan

    Tingkat kebisingan AC dinding tergantung pada lokasi pemasangan fan outdoor. Jika fan dipasang dekat dengan area berkumpul, suara yang dihasilkan akan lebih terdengar.

    Sementara itu, AC portable cenderung lebih berisik karena kompresor dan kipasnya berada dalam satu unit yang sama. Kompresor biasanya terletak di bagian bawah, sedangkan lubang udara berada di atasnya.

    Nah, itulah empat perbedaan utama antara AC dinding dan AC portable. Semoga informasi ini bisa membantumu memilih pendingin ruangan yang sesuai dengan kebutuhan, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Setel AC 18 Derajat Tak Bikin Ruangan Cepat Dingin, Tagihan Listrik Malah Bengkak



    Jakarta

    Memasang AC di rumah adalah solusi andalan agar tidak kepanasan di negara beriklim tropis. Namun, menyalakan AC bisa memakan banyak listrik, sehingga tagihannya pun menjadi mahal.

    Untuk itu, pengguna AC perlu mencari jalan tengah antara mendinginkan ruangan dan menjaga efisiensi energi ketika cuaca panas. Nah, caranya bisa dengan mengatur suhu AC.

    Lantas, berapa suhu AC yang ideal agar tagihan listrik tidak mahal? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Times of India, Biro Efisiensi Energi (BEE) dari India merekomendasikan suhu AC 24 derajat celcius sesuai standar kinerja energi baru untuk AC ruangan. Menyetel suhu ruangan yang tepat ketika tidur bisa membantu menghemat tagihan listrik.

    AC menggunakan banyak energi untuk mempertahankan suhu dingin pada ruangan. Semakin dekat suhu di dalam ruangan dengan di luar, maka AC tidak harus bekerja terlalu keras. Alhasil, energi yang digunakan juga berkurang.

    Menurut sumber yang sama, memasang suhu 18 derajat celcius tidak akan membuat ruangan dingin lebih cepat, tetapi justru memakan lebih banyak listrik. Oleh karena itu, sebaiknya tetap menggunakan suhu AC standar bawaan, yakni 24 derajat celcius.

    Selain itu, tingkat kelembapan yang tinggi bisa membuat ruangan terasa lebih panas dari seharusnya. Penghuni rumah bisa menggunakan dehumidifier bersamaan dengan AC untuk menciptakan lingkungan ruangan yang nyaman.

    Kemudian, sirkulasi udara yang baik juga meningkatkan efek dingin dari AC. Pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin portable atau gantung untuk menyebarkan udara dingin AC dengan merata.

    Di sisi lain, penggunaan AC pintar yang bisa membantu penghuni mengatur suhu secara otomatis sepanjang hari. Penghuni dapat menyetel program agar suhu ruangan lebih dingin mendekati waktu tidur. Lalu, suhu AC bisa dinaikkan sedikit secara otomatis ketika penghuni bangun di pagi hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com