Tag: posisi pintu

  • Nggak Bisa Asal, Ini 4 Alasan Pintu Rumah Harus Dibuka ke Arah Dalam!


    Jakarta

    Pernahkah kamu memperhatikan, kenapa pintu di rumah ada yang hanya bisa didorong atau ditarik? Berbeda dengan pintu-pintu di area pertokoan yang bisa didorong dan ditarik. Ternyata arah pintu terbuka ini tergantung pada letak engsel pintu. Kira-kira lebih baik dan aman yang mana ya untuk arah pintu terbuka?

    Dalam konsep Feng Shui, pintu adalah akses utama rezeki masuk ke dalam rumah sehingga arah terbukanya pintu dipercaya dapat mempengaruhi keberuntungan penghuninya.

    Sebagai informasi, menurut The Spruce Feng Shui adalah praktik Tiongkok Kuno dalam menata benda untuk mendorong keselarasan dengan alam. Dalam Feng Shui banyak dibahas mengenai aturan penempatan perabotan dan tata aturan seputar rumah.


    Melansir dari Vivid Doors, Rabu (4/9/2024), berikut penjelasan mengenai aturan arah terbukanya pintu menurut Feng Shui.

    Arah Terbukanya Pintu Rumah

    Feng Shui menyarankan terbukanya pintu sebaiknya ke arah ke dalam. Banyak alasan yang mendasarinya, berikut di antaranya

    1. Keamanan

    Dari segi keamanan, pintu yang terbuka ke arah dalam lebih aman dari pencurian atau penyusupan. Pintu yang terbuka ke dalam memiliki engsel di bagian dalam sehingga tidak mudah dijangkau dari luar.

    2. Cuaca

    Pintu yang terbuka ke dalam akan terlindungi dari tempias air saat hujan. Selain itu, saat ada angin kencang saat kamu membuka pintu tidak akan sulit karena mengikuti arah angin.

    3. Keselamatan

    Dengan menggunakan pintu yang terbuka ke arah ke dalam, penyelamatan akan lebih mudah apabila terjadi hal darurat. Misalnya kebakaran, ada hewan berbahaya di dalam rumah, atau penyerangan. Polisi atau pemadam kebakaran bisa dengan cepat membuka pintu apabila arah bukanya ke dalam.

    4. Kepercayaan

    Dalam ilmu Feng Shui, seperti yang dilansir dari situs Favourite Homes, pintu yang terbuka ke dalam dapat menarik energi ‘chi’ positif ke dalam rumah. Sementara jika terbuka ke luar seperti membuang energi chi ke luar.

    Bolehkah Pintu Dibuka ke Luar?

    Dari beberapa kelebihan posisi pintu rumah terbuka ke dalam, sebenarnya apakah boleh posisi pintu terbuka ke arah luar?

    Rumah di beberapa negara seperti di Swedia menggunakan pintu yang dapat terbuka ke luar. Alasannya ada suatu peristiwa di mana, sekelompok orang mati dalam sebuah kebakaran karena tidak dapat melarikan diri. Alasan lainnya rumah Skandinavia bentuknya kecil dan penuh perabotan di dalamnya. Apabila pintu terbuka ke arah dalam, hanya akan memakan tempat.

    Teori selanjutnya berkaitan dengan iklim di Swedia yang dingin dan sering turun salju. Dengan pintu terbuka keluar, mereka yang membuka pintu akan sekaligus mendorong salju ke luar sehingga membersihkan depan rumah dari tumpukan salju.

    Selain apa yang terjadi di Swedia, pintu mengarah ke arah luar juga cocok dipakai untuk kebutuhan berikut.

    1. Pintu Darurat

    Pintu darurat sebaiknya dibuat dapat didorong keluar untuk mempermudah saat menyelamatkan diri. Dalam situasi darurat, orang hanya memiliki waktu singkat untuk melarikan diri. Dengan pintu bisa terbuka keluar dapat searah dengan arah tempat melarikan diri.

    Selain itu, pintu darurat juga harus bisa terbuka penuh tanpa terhalang sehingga orang bisa lewat dengan lebih mudah. Termasuk di rumah, jika kamu memiliki pintu darurat, buatlah pintu tersebut terbuka ke luar.

    2. Pintu Bangunan Publik

    Bangunan publik seperti di supermarket, kantor pemerintahan, dan tempat wisata biasanya menggunakan pintu yang dapat terbuka ke arah luar. Alasannya untuk mempermudah pergerakan dan mudah terbuka tanpa penghalang.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kunci Pintu Macet dan Tak Dapat Diputar? Ini 3 Biang Keroknya!


    Jakarta

    Bagi kamu yang menggunakan pintu dengan kunci konvensional, pernahkah mengalami kesulitan ketika mengunci pintu? Biasanya masalah ini ditandai kamu tidak bisa mengunci pintu dalam sekali putar. Seperti ada beda keras yang menahan ujung kunci.

    Alhasil kamu perlu berkali-kali memutar kunci, bahkan sampai harus mengangkat sedikit handle pintu agar dapat terkunci.

    Penyebab pintu tiba-tiba tidak mau terkunci karena adanya pergeseran letak kunci dengan lubangnya, bisa pula karena logam pada pintu memuai membuat gagang pintu longgar sehingga posisi kuncian di pinggir pintu tidak pas.


    Sebenarnya hambatan ini mudah diperbaiki, bahkan tanpa perlu mengganti pintu. Dilansir weekand.com berikut beberapa cara mengatasi pintu yang susah terkunci tanpa bantuan tukang.

    1. Periksa Pelat Striker Pintu

    Jika pintu tidak mau terkunci, coba lihat apakah pelat striker pintu longgar atau terlepas. Pelat striker pintu adalah baja yang dipasang di sekitar lubang pada kerangka pintu yang menempel dinding. Pelat striker ini tidak bisa bergerak karena sudah menempel pada kayu, aluminium, atau bahan lainnya pada pintu.

    Fungsi dari pelat striker pintu untuk membuat tampilan lubang masuk pengunci pintu terlihat lebih rapi dan tidak mudah rusak. Namun, apabila terjadi pemuaian pada logam pintu, maka posisi kunci dari pintu tidak akan pas dengan pelat striker. Cara memperbaikinya, kamu bisa dahulu jika tidak ada benda keras yang berada di lubang kunci, kemudian perbaiki posisi pelat tersebut.

    2. Cek Engsel Pintu

    Setelah itu, cek engsel pintu atau sendi-sendi pintu yang membantu pintu dapat berbuka dan tertutup. Engsel juga bisa pemuaian karena cuaca. Pemuaian membuat engsel lebih longgar dan pintu akan sedikit bergeser. Posisi pintu yang berubah membuatnya sulit ditutup karena posisi kaitan kunci dengan lubang tidak pas.

    Cara mengatasinya bisa dengan melepas sekrup pada satu engsel. Kemudian, letakkan selembar karton di bawah pintu agar tidak terlalu miring. Pasang lagi engsel dan kencangkan sekrupnya. Cabut karton, coba tutup pintunya. Jika kaitnya tidak sepenuhnya terkunci, kamu perlu menambahkan karton lagi di bawah pintu agar posisi kembali pas.

    Apabila kamu belum ada waktu untuk memperbaiki engsel, kamu bisa mengunci pintu rumah dengan cara diangkat sedikit gagang pintu saat mengunci.

    3. Lepaskan Gagang Pintu

    Cara terakhir adalah dengan melepas gagang pintu. Hal ini untuk mengetahui apakah gagang tersebut kencang atau longgar. Cara melepang gagang pintu adalah dengan memakai obeng, pisau dempul tipis. Komponen kecil seperti sekrup simpan di tempat yang benar agar tidak hilang. Sekrup gagang pintu yang perlu dicek dan dilepas terletak di bagian dalam rumah dan biasanya di pinggiran badan gagang pintu.

    Pakai pisau dempul atau obeng ke dalam badan gagang pintu yang panjang. Lepaskan badan gagang pintu secara perlahan hingga menyisakan bagian pintu yang bolong. Jika tidak ada retak, bolong, atau keropos pada pintu dan gagang pintu, pasang kembali seperti semula dengan sekrup yang lebih kencang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com