Tag: pot

  • 5 Tanaman Ini Bisa Bikin Dapur Bebas Lembap dan Jadi Sejuk


    Jakarta

    Tanaman umumnya diletakkan di halaman dan teras rumah. Hal ini karena tanaman di luar ruangan bisa mendapatkan cahaya matahari dan sumber air yang dibutuhkan.

    Tanaman tidak hanya tumbuh subur di luar ruangan, tapi di dalam rumah juga bisa. Bahkan ada satu ruangan yang butuh sekali tanaman, yakni dapur. Area yang digunakan untuk memasak ini bisa menjadi tempat yang lebih sehat apabila diletakkan tanaman.

    Beberapa jenis tanaman ada yang bisa menyerap kelembapan dan menyaring udara menjadi lebih bersih. Alhasil dapur tidak akan mudah lembap dan tidak muncul banyak noda jamur yang bisa berbahaya bagi pernapasan manusia.


    Selain itu, tanaman merupakan penghasil oksigen sehingga baik bagi penghuni rumah. Jika dapur sering terasa panas, tanaman bisa menjaga ruangan tersebut tetap sejuk.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa tanaman yang cocok diletakkan di dapur.

    1. Pothos

    Ilustrasi pothosIlustrasi pothos Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

    Pilihan tanaman yang pas untuk dapur yang kecil dan tidak bisa ada banyak barang dipajang di area memasak adalah pothos. Tanaman hias satu ini tidak memiliki bunga, hanya daun-daun hijau yang mungil. Tanaman ini terlihat indah karena batangnya yang bisa memanjang karena termasuk tanaman rambat.

    Untuk memajang tanaman ini bisa dengan digantung atau diletakkan di dinding. Jadi tidak akan menghabiskan banyak tempat di dapur. Pothos atau Epipremnum aureum juga salah satu tanaman hias yang paling mudah dirawat karena tidak butuh banyak cahaya dan dapat tetap tumbuh meski jarang disiram.

    Dalam feng shui, tanaman ini dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan. Secara ilmiah, manfaatnya dapat menyaring racun di udara dan menyerap kelembapan.

    2. Spider Plant

    cat playing in spider plantIlustrasi spider plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant (Chlorophytum comosum) merupakan tanaman hias yang paling mudah dirawat. Tanaman ini juga bisa digantung, bisa berbunga, dan di ruangan yang tidak ada sinar matahari karena tanaman ini tidak bisa terkena sinar matahari langsung.

    Tanaman dengan bentuk daun memanjang dan ramping ini disebut dapat menyaring polutan di udara dan menyerap kelembapan.

    3. Lidah Mertua

    Ilustrasi lidah mertuaIlustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Tanaman lidah mertua pasti sudah tidak asing lagi di Indonesia karena tanaman ini memang mudah tumbuh di dalam dan luar ruangan. Tanaman ini juga mudah dirawat tanpa perlu sering disiram.

    Jika diletakkan di dapur, tanaman ini dapat menyerap bau, polutan hingga memperindah tampilan dapur. Untuk meletakkan tanaman ini di dalam rumah, umumnya memakai pot dan diletakkan di tempat yang datar.

    4. ZZ Plant

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Tanaman ZZ Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Mungkin sebagian orang merasa nama tanaman ini agak sedikit aneh. Namun, tanaman yang memiliki nama ilmiah Zamioculcas zamiifolia ini punya segudang manfaat mulai dari membersihkan udara dari polutan dan racun hingga mengurangi kelembapan pada ruangan. Sebagai catatan, tanaman ini jangan sampai digapai oleh hewan peliharaan karena bisa menjadi racun bagi mereka.

    Sama seperti lidah mertua, ZZ Plant kebanyakan juga ditempatkan di pot dan diletakkan di area yang terlihat.

    5. Sukulen

    House indoor plants collection. Succulent and cactus in different pots on white backgroundSukulen. Foto: Getty Images/Zakharova_Natalia

    Jika penghuni rumah mencari tanaman yang kecil dengan bentuk menarik, coba pilih sukulen. Tanaman ini ukurannya seperti kaktus kecil dan memiliki daun yang keras dan kaku. Selain itu, ada berbagai macam sukulen yang bisa dipilih.

    Selain itu manfaatnya nggak main-main, mulai dari bisa melepas banyak oksigen di malam hari, membuat ruangan tidak lembap, dan membersihkan racun dari udara.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa diletakkan di dapur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tahan Panas, 6 Tanaman Ini Cocok Ditanam Saat Musim Kemarau


    Jakarta

    Memasuki musim kemarau, tanaman butuh disiram sesering mungkin agar tetap segar meski terpapar matahari. Namun, jika kamu tidak memiliki waktu sesering itu untuk menyiram tanaman, kamu bisa beralih menanam tanaman yang cocok saat musim kemarau.

    Jenis tanaman ini akan tetap subur meski tidak sering mendapat air. Tanaman ini biasanya memiliki mekanisme khusus sehingga cadangan air dapat bertahan lama dan tidak cepat menguap.

    Melansir dari berbagai sumber, Rabu (31/7/2024), berikut beberapa tanaman yang cocok ditanam saat musim kemarau.


    1. Bougenville

    Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut.Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut. Foto: ANDHIKA PRASETIA

    Melansir dari Good House Keeping, Bougenville adalah tanaman yang kerap ditemui di Indonesia. Tanaman ini mempunyai bunga yang berwarna-warni dengan tekstur tipis seperti kertas, maka tumbuhan ini sering disebut bunga kertas.

    Tanaman ini cocok di daerah tropis dan bisa merambat. Tetapi jika diletakkan di dalam pot tetap bisa tumbuh tinggi yang diatur agar tidak berat di satu sisi.

    2. Kaktus

    Group of cactus in a pot in the garden. Small decorative plant.Group of cactus in a pot in the garden. Small decorative plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/yod67

    Menurut detikEdu, kaktus adalah tumbuhan yang terkenal dapat hidup di daerah yang memiliki curah hujan yang rendah dan tandus. Cara menyesuaikan dirinya dengan memfungsikan batang sebagai tempat menyimpan air. Pada setiap batang kaktus terdapat daun kecil yang terlihat seperti duri. Bentuknya ini disesuaikan dengan mekanisme bertahan hidup kaktus yakni butuh menghemat penguapan air.

    3. Rosemary

    rosemaryrosemary Foto: Getty Images/Tom Merton

    Rosemary adalah tanaman herbal yang baik untuk kesehatan. Selain itu, tanaman tersebut juga sering digunakan dalam masakan. Asal tumbuhan ini dari wilayah Mediterania yang hangat sehingga dia dapat bertahan di musim kemarau.

    4. Bunga Matahari

    A field of blossoming sunflowers is pictured in the outskirts of Frankfurt, Germany, before sunrise on Monday, July 24, 2023. (AP Photo/Michael Probst)A field of blossoming sunflowers is pictured in the outskirts of Frankfurt, Germany, before sunrise on Monday, July 24, 2023. (AP Photo/Michael Probst) Foto: AP/Michael Probst

    Bunga satu ini sangat menyukai matahari menurut House Digest. Bunga yang lebar dengan warna yang cerah membuat tampilannya banyak disukai orang-orang. Di luar negeri, tanaman ini juga banyak berbunga saat musim panas.

    5. Lavender

    Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

    Bunga lavender terkenal dengan warna ungunya. Bunga satu ini memiliki aroma yang menenangkan. Bentuknya mirip dengan bunga snapdragon. Ternyata selain tampilannya yang indah, bunga lavender cocok untuk ditanam di musim kemarau menurut Good House Keeping.

    6. Lidah Mertua

    Ilustrasi tanaman lidah mertuaIlustrasi tanaman lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

    Tanaman hias satu ini berbentuk memanjang berwarna hijau. Tampilannya mirip dengan lidah buaya, tetapi tidak begitu tebal. Tanaman ini bisa mengelola air dengan baik sehingga tidak mudah menguap mengutip dari detikHealth. Bahkan tanaman ini bisa menghalau polusi dan membuat ruangan jadi lebih dingin.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cocok Buat yang Sibuk, 7 Tanaman Ini Tetap Subur Meski Jarang Disiram


    Jakarta

    Tanaman adalah salah satu dekorasi yang tidak bisa dipisahkan dari rumah. Rumah tanpa tanaman akan terlihat gersang dan ‘kosong’. Bagi kamu yang kesulitan untuk menyiram tanaman setiap hari, ada tanaman yang tahan terhadap panas dan air sehingga tidak perlu disiram setiap hari.

    Jenis tanaman seperti ini cocok untuk rumah di iklim tropis yang mengalami kemarau. Bentuknya pun tidak kalah menarik dengan tanaman hias lainnya, bahkan beberapa ada yang berkhasiat bagi kesehatan atau kebersihan udara di dalam rumah.

    Melansir dari laman The Plan Collection, Rabu (31/7/2024) berikut adalah 7 tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa sering disiram.


    1. Kaktus

    KaktusKaktus Foto: (istimewa)

    Sudah jadi rahasia umum jika kaktus adalah tanaman hias yang tidak perlu sering disiram. Kaktus sudah terbiasa bertahan hidup di iklim kering, sehingga bisa bertahan hidup sampai empat bulan di dalam ruangan tanpa disiram.

    Perawatannya, kamu perlu menyiram kaktus dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Kamu juga bisa memasukkan kaktus ke dalam bak air sebulan sekali dan membiarkannya menyerap sedikit air dari bawah. Simpan kaktus di ruangan dengan banyak cahaya alami agar kaktus dapat tumbuh subur.

    2. Spider Plant (Lili Paris)

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Meskipun tidak memiliki bunga, tanaman Spider Plant atau lili paris adalah tanaman hias yang cukup populer di kalangan masyarakat. Selain bentuknya yang cantik, tanaman ini juga susah mati. Ternyata di balik tampilannya, tanaman ini bagus untuk menyaring udara di dalam ruangan.

    Perawatannya juga mudah, kamu hanya perlu menyiramnya seminggu sekali di musim kemarau. Daunnya tidak mudah layu dan bisa dihidupkan kembali meskipun kamu sempat kelupaan untuk menyiramnya. Tanaman ini lebih menyukai cahaya terang tetapi tetap berada di tempat yang teduh.

    3. Tanaman Ivy

    Ivy in a potIvy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Tanaman ivy termasuk jenis tanaman hias yang menyukai tanah kering. Tanaman ini hanya perlu disiram sekitar seminggu sekali. Lokasi yang pas untuk meletakkan tanaman Ivy adalah tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung, tetapi tidak teduh. Ivy juga bagus diletakkan di rak yang lebih tinggi sehingga batangnya menjuntai ke bawah.

    4. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Tanaman satu ini terkenal berkhasiat untuk rambut. Selain itu, lidah buaya mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Meskipun banyak khasiatnya, lidah buaya tidak perlu sering disiram dan ia juga menyukai sinar matahari tidak langsung. Kamu cukup menyimpan tanaman di tempat yang terang, tetapi hindari meletakkannya di ambang jendela.

    5. Tillandsia (Tanaman udara)

    Indoor house plant decoration for Living roomIndoor house plant decoration for Living room Foto: Getty Images/iStockphoto/Johann Jaducana

    Bagi kamu yang menginginkan tanaman hias yang tidak butuh media tanah, bisa merawat tillandsia atau biasa dikenal dengan air plants (tanaman udara). Tanaman ini tidak memiliki akar. Mereka bertahan hidup dengan menyerap air melalui daunnya yang berbentuk seperti tentakel. Maka dari itu, tanaman ini mudah untuk dirawat karena tidak perlu sering untuk disiram.

    Cara merawat tillandsia adalah memasukkannya ke dalam bak cuci selama dua puluh menit setiap seminggu sekali. Tillandsia ini tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung yang terang dan tampak menakjubkan baik ditempatkan sendiri di rak atau di dalam terarium kaca.

    6. Tanaman Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Selanjutnya, ada tanaman lidah mertua yang tidak membutuhkan banyak perawatan tetapi dapat tumbuh dengan baik. Tanaman ini hanya perlu disiram dua kali sebulan. Selama musim hujan atau cuaca dingin, tanaman ini hampir tidak membutuhkan penyiraman sama sekali. Tanaman lidah mertua bisa bertahan hidup di ruangan yang minim cahaya, meski akan tumbuh lebih besar jika ditempatkan di tempat yang lebih terang.

    7. Echeveria

    Tanaman satu ini berbentuk kecil seperti kaktus dan memiliki banyak kelopak yang keras. Warna Echeveria yang biasa ditemukan adalah hijau tetapi di bagian ujung-ujungnya terdapat warna lain sehingga terlihat unik.

    Sama seperti kaktus, echeveria hanya membutuhkan sedikit penyiraman karena terbiasa dengan kondisi gurun yang ekstrim. Tanaman ini menyukai cahaya, jadi sebaiknya diletakkan di tempat yang terang dan di dalam pot yang memiliki drainase yang baik. Kamu hanya perlu menyiram echeveria sekitar sebulan sekali, atau saat tanahnya sudah benar-benar kering.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan Pelihara Tanaman, Beda Jenis Beda Cara Siram


    Jakarta

    Masing-masing tanaman memiliki cara perawatan yang berbeda. Bahkan panduan penyiramannya pun berbeda. Ada tanaman yang harus sering disiram, ada pula yang cukup sesekali disiram. Hal ini menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman tersebut.

    Bagi tanaman yang harus disiram setiap hari, jika tidak mendapatkan air, tanaman tersebut akan mudah layu dan kering. Sementara itu, bagi tanaman yang sedikit penguapan airnya, jika diberi air terlalu banyak justru bisa busuk dan tidak berkembang.

    Melansir dari The Spruce, Rabu (31/7/2024), begini cara siram tanaman yang benar sesuai dengan jenisnya.


    1. Tanaman Hias

    Tanaman hias memiliki banyak jenis. Ada tanaman hias yang tidak masalah disiram terlalu sering, ada pula yang hanya pada waktu-waktu tertentu.

    Namun, semua jenis tanaman memiliki beberapa kesamaan cara penyiraman yakni tidak boleh disiram hingga tanaman atau tanah tersebut terendam air. Pasalnya, air yang terlalu banyak dapat mengakibatkan akar membusuk. Kosongkan nampan tanaman hias agar tidak terendam air, yang dapat menyebabkan busuk akar. Selain itu, pakai air biasa atau suhu normal untuk menyiram tanaman hias.

    2. Tanaman Baru

    Untuk tanaman yang baru akan berkembang, kamu harus rajin untuk menyiramnya minimal sehari sekali. Terutama untuk tanaman berbatang keras maksimal selama satu tahun pertama setelah ditanam. Namun, jika setiap hari hujan turun, kamu bisa sesekali menyiramnya saat kering.

    3. Kebun Sayur

    Jika kamu baru berkebun dan yang ditanam berjenis sayuran, kamu perlu menyiramnya setiap hari dengan cara disemprotkan agar permukaan sayur lembab. Cara penyiraman lainnya seperti penanaman hidroponik yakni langsung memanfaatkan air sebagai media tanam.

    4. Tanaman di Dalam Pot

    Dibandingkan tanaman yang ditanam di luar ruangan, tanaman yang dirawat di dalam pot perlu sering disiram. Pada hari-hari panas, sirami setiap hari, atau bahkan dua kali sehari. Periksa tanahnya terlebih dahulu. Namun, ini kembali pada keperluan tanaman, seperti kaktus juga berada di dalam pot itu tidak perlu disiram terlalu sering.

    Alasan tanaman di dalam pot harus sering disiram karena bahan dari logam, terakota, dan sabut (bahan yang digunakan untuk keranjang gantung) mudah kering. Terutama jika pot tersebut diletakkan di luar ruangan.

    5. Tanaman Rambat

    Tanaman rambat sama saja seperti tanaman biasa. Kamu bisa mengecek tanaman tersebut kering atau tidak dengan menyentuh tanahnya. Siram tanaman rambat secara teratur dari dalam pot dan jangan sampai menggenang.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Menata Tanaman Bunga di Teras Biar Rumah Segar dan Menawan


    Jakarta

    Tanaman bunga menjadi hiasan rumah alami yang banyak disukai orang-orang. Rumah yang tampak biasa saja, bisa terlihat lebih indah dan segar dengan bunga.

    Namun, jangan sembarangan menaruh tanaman bunga di teras rumah. Penampilan rumah menjadi lebih estetik kalau kamu menata tanaman bunga dengan memerhatikan komposisinya.

    Lalu, bagaimana cara menata tanaman bunga di teras? Yuk, simak caranya berikut ini yang dilansir dari Cleanipedia, Senin (12/8/2024).


    Cara Menata Tanaman Bunga di Teras

    1. Kelompokkan Berdasarkan Jenis

    Cara pertama, Kamu dapat mengelompokkan tanaman bunga berdasarkan jenisnya. Susun tanaman sejenis di satu sudut atau bagian teras, dan beri jarak dengan jenis tanaman yang lain. Penataan seperti ini akan menciptakan kesan serasi dan tidak berantakan.

    Bila luas taman Kamu terbatas, Kamu dapat memanfaatkan rak untuk memajang tanaman secara lebih rapi. Dengan cara ini, taman Kamu tetap dapat diramaikan oleh beraneka jenis tanaman, meski lahan sempit. Terdapat juga pilihan rak estetik, mulai dari rak susun, gantung, dinding, dan lain sebagainya, yang tentu dapat memperindah area teras Kamu.

    2. Tentukan Tatanan Tanaman

    Kamu dapat menata tanaman bunga kamu sesuai keinginan kamu. Kamu bisa dengan cara disejajarkan, dikumpulkan dalam bentuk lingkaran, dikumpulkan dalam bentuk persegi, atau diletakkan secara acak.

    Kamu juga bisa menerapkan penataan campuran, misalnya di satu area tanaman ditata secara melingkar, sementara di area lain tanaman cukup dibariskan.

    Cara menata bunga di teras rumah yang juga dapat Kamu coba adalah memakai pot gantung. Pot gantung berukuran kecil dan berwarna-warni dapat menghidupkan sekaligus menyegarkan suasana teras yang asri.

    3. Ciptakan Titik Pusat

    Kamu dapat memilih satu jenis tanaman bunga yang terlihat menonjol dibandingkan tanaman lainnya. Letakkan tanaman tersebut di tengah taman atau hiasi sekelilingnya dengan batu hias atau ornamen hias lain.

    Cara lainnya adalah meletakkan tanaman tersebut di pot berbentuk unik yang menarik perhatian. Dengan adanya titik pusat ini, pandangan orang akan langsung tertuju pada tanaman tersebut saat melihat taman teras kamu.

    4. Atur Posisi Tanaman

    Pengaturan ini bisa berdasarkan ukuran tanaman. Misalnya, tanaman yang berukuran kecil jangan ditaruh di belakang tanaman berukuran besar karena nanti jadi tidak kelihatan.

    Cara menata bunga di teras rumah yang lain yaitu dengan meletakkan tanaman pot kecil di atas batu tinggi sehingga sejajar dengan tanaman yang berukuran besar. Kamu juga dapat meletakkan tanaman pot di atas bangku kayu atau besi untuk menciptakan variasi.

    5. Bersihkan Teras dari Daun Kering atau Layu

    Dalam merawat tanaman, kamu juga perlu rajin membersihkannya dari daun atau bunga yang sudah layu, kering, atau mati. Kumpulkan rontokan daun dan bunga di satu tempat untuk kemudian dijadikan kompos yang dapat menyuburkan tanah halaman kamu.

    Jangan dibiarkan berserakan karena akan mengurangi nilai estetika pada tampilan rumah kamu.

    Demikian cara menata tanaman bunga di teras. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanaman yang Tahan Saat Musim Kemarau


    Jakarta

    Memasuki musim kemarau, biasanya banyak tanaman yang mulai kering bahkan mati jika tidak mendapat cukup air. Namun, ada juga beberapa tanaman yang tahan cuaca panas sehingga tidak butuh banyak air.

    Ada beberapa jenis tanaman biasanya memiliki mekanisme khusus sehingga cadangan air dapat bertahan lama dan tidak cepat menguap.

    Melansir dari berbagai sumber, Jumat (23/8/2024), berikut beberapa tanaman yang cocok ditanam saat musim kemarau.


    1. Bougenville

    Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut.Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut. Foto: ANDHIKA PRASETIA

    Melansir dari Good House Keeping, Bougenville adalah tanaman yang kerap ditemui di Indonesia. Tanaman ini mempunyai bunga yang berwarna-warni dengan tekstur tipis seperti kertas, maka tumbuhan ini sering disebut bunga kertas.

    Tanaman ini cocok di daerah tropis dan bisa merambat. Tetapi jika diletakkan di dalam pot tetap bisa tumbuh tinggi yang diatur agar tidak berat di satu sisi.

    2. Kaktus

    Group of cactus in a pot in the garden. Small decorative plant.Group of cactus in a pot in the garden. Small decorative plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/yod67

    Menurut detikEdu, kaktus adalah tumbuhan yang terkenal dapat hidup di daerah yang memiliki curah hujan yang rendah dan tandus. Cara menyesuaikan dirinya dengan memfungsikan batang sebagai tempat menyimpan air. Pada setiap batang kaktus terdapat daun kecil yang terlihat seperti duri. Bentuknya ini disesuaikan dengan mekanisme bertahan hidup kaktus yakni butuh menghemat penguapan air.

    3. Rosemary

    rosemaryrosemary Foto: Getty Images/Tom Merton

    Rosemary adalah tanaman herbal yang baik untuk kesehatan. Selain itu, tanaman tersebut juga sering digunakan dalam masakan. Asal tumbuhan ini dari wilayah Mediterania yang hangat sehingga dia dapat bertahan di musim kemarau.

    4. Bunga Matahari

    A field of blossoming sunflowers is pictured in the outskirts of Frankfurt, Germany, before sunrise on Monday, July 24, 2023. (AP Photo/Michael Probst)A field of blossoming sunflowers is pictured in the outskirts of Frankfurt, Germany, before sunrise on Monday, July 24, 2023. (AP Photo/Michael Probst) Foto: AP/Michael Probst

    Bunga satu ini sangat menyukai matahari menurut House Digest. Bunga yang lebar dengan warna yang cerah membuat tampilannya banyak disukai orang-orang. Di luar negeri, tanaman ini juga banyak berbunga saat musim panas.

    5. Lavender

    Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

    Bunga lavender terkenal dengan warna ungunya. Bunga satu ini memiliki aroma yang menenangkan. Bentuknya mirip dengan bunga snapdragon. Ternyata selain tampilannya yang indah, bunga lavender cocok untuk ditanam di musim kemarau menurut Good House Keeping.

    6. Lidah Mertua

    Ilustrasi tanaman lidah mertuaIlustrasi tanaman lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

    Tanaman hias satu ini berbentuk memanjang berwarna hijau. Tampilannya mirip dengan lidah buaya, tetapi tidak begitu tebal. Tanaman ini bisa mengelola air dengan baik sehingga tidak mudah menguap mengutip dari detikHealth. Bahkan tanaman ini bisa menghalau polusi dan membuat ruangan jadi lebih dingin.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Bisa Tumbuh di Kamar Mandi


    Jakarta

    Meletakkan tanaman di kamar mandi bisa membuat ruangan tersebut tampak asri dan enak dipandang. Nah, ada beberapa tanaman yang sangat cocok untuk ditaruh di kamar mandi.

    Memang, ada tanaman yang tidak bisa tumbuh jika diletakkan di kamar mandi karena lembab. Namun, tanaman-tanaman ini sangat cocok bahkan bisa tumbuh subur walaupun diletakkan di kamar mandi.

    Dilansir The Spruce, Kamis (12/9/2024), berikut ini tanaman yang bisa tumbuh walau diletakkan di kamar mandi.


    Spider Plant

    cat playing in spider plantspider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman yang satu ini memang ‘tahan banting’ alias bisa tumbuh di lingkungan apapun, salah satunya kamar mandi. Spider plant mampu tumbuh di tempat dengan kelembaban tinggi dan di tempat minim cahaya.

    Pastikan kamu menggunakan pot dengan drainase yang baik agar udara juga bisa masuk ke dalam akar. Kamu cukup menyiramnya ketika tanahnya sudah mengering, mungkin seminggu atau dua minggu sekali.

    Lidah Mertua

    Cozy home interior decor, Sansevieria (snake plant) in ceramic pots on a white table on the background of a bed with decorative pillows, modern design on a sunny daySansevieria (snake plant) in ceramic pots Foto: Getty Images/iStockphoto/Inna Luzan

    Lidah Mertua juga merupakan tanaman yang bisa hidup di tempat yang terang maupun minim cahaya. Kamu hanya perlu menyiramnya saat tanahnya mengering.

    Peace Lily

    Peace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines DayPeace Lily in white flower pot on wood with black background. Foto: Dok. Istock

    Bunga cantik berwarna putih ini juga bisa ditaruh di kamar mandi. Tanaman ini juga bisa hidup di tempat dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan minim cahaya, sangat cocok untuk diletakkan di kamar mandi. Untuk perawatannya, kamu cukup menyiramnya setiap minggu dan memberi pupuk sekitar bulan April-Agustus.

    Aloe Vera

    Aloe Vera plant in a pot in a tiled bathroom with copy space to the rightAloe Vera plant in a pot in a tiled bathroom with copy space to the right Foto: Getty Images/iStockphoto/Peter Carruthers

    Aloe vera atau lidah buaya merupakan tanaman yang mudah dirawat dan memiliki segudang manfaat. Perawatannya mudah karena tidak harus sering disiram dan diberi pupuk.

    Pothos

    selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe.selective focus of golden pothos tree in the glass vase. Foto: Getty Images/iStockphoto/Koonsiri Boonnak

    Selanjutnya ada tanaman Pothos yang bisa tumbuh di dalam kamar mandi. Tanaman ini bisa tahan di lingkungan dengen kelembaban tinggi seperti kamar mandi.

    Tanaman ini tumbuh menjadi tanaman merambat yang menggantung dengan tanah yang memiliki drainase baik, cahaya yang redup, dan penyiraman yang tidak teratur. Tanaman ini dapat tumbuh setinggi satu kaki atau lebih setiap bulan, sehingga sangat cocok untuk langit-langit yang tinggi dan efek yang dramatis.

    Itulah beberapa tanaman yang cocok dan tumbuh subur di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Begini Tips Menyiram Tanaman yang Benar Biar Tumbuh Sehat


    Jakarta

    Pekarangan dengan tanaman yang sehat dan indah bisa bikin rumah terlihat lebih asri. Namun, mempunyai kebun seperti ini tentu mengharuskan kamu rajin menyiram tanaman.

    Meski terdengar sederhana, menyiram tanaman nggak boleh sembarangan, lho. Apalagi kalau kamu mau tanaman tumbuh dengan sehat.

    Nah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan biar menyiram tanaman lebih efektif. Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Longfield Gardens, Selasa (24/9/2024).


    Tips Menyiram Tanaman yang Benar Biar Tumbuh Sehat

    1. Cek Kondisi Tanah

    Sebelum menyiram tanaman, coba pegang tanahnya untuk mengecek tingkat kelembapan. Kalau permukaan tanah terlihat kering, periksa beberapa centi meter ke dalam untuk melihat apakah tanah kering. Jika kering, saatnya menyiram. Tapi kalau tidak, tunggu sehari.

    2. Siram Area Akar

    Siramkan air pada permukaan tanah sampai seluruh akar tanaman basah. Akarnya mungkin selebar tanaman dan mungkin agak dalam.

    3. Siram di Pagi Hari

    Waktu terbaik untuk menyiram tanaman adalah di pagi hari. Ketika tanaman basah basah di pagi hari, daunnya punya waktu seharian untuk mengering.

    Penyakit tanaman akan lebih sulit berkembang biak jika dedaunannya kering. Jika Anda tidak bisa menyiram di pagi hari, waktu terbaik kedua adalah di sore hari.

    4. Siram Pelan-pelan

    Jika permukaan tanah kering, air bisa menggenang atau mengalir dan tidak terserap. Supaya nggak terjadi, mulai menyiram secara perlahan dan bertahap hingga tanah benar-benar basah. Setelah beberapa centi bagian atas tanah lembap, air akan lebih mudah terserap.

    5. Jangan Siram Berlebihan

    Bagi kebanyakan tanaman, sebaiknya permukaan tanah dibiarkan sedikit mengering di antara waktu penyiraman. Hal ini terutama penting untuk tanaman pot. Lebih baik kamu menyiram dalam jumlah banyak tetapi intensitasnya jarang.

    6. Jangan Tunggu Tanaman Kering

    Tanaman terkadang layu untuk menghemat air di siang hari yang panas. Akan tetapi, tanaman akan segar kembali saat malam tiba.

    Kalau kamu membiarkan tanah menjadi terlalu kering, tonjolan halus seperti rambut di ujung akar dapat rusak. Saat tanaman harus menumbuhkan kembali rambut akar ini, energi yang seharusnya digunakan untuk produksi bunga dan buah akan terkuras.

    Itulah beberapa tips menyiram tanaman dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Selain jadi Tempat Penyimpanan, Ternyata Gudang Punya Fungsi Lain


    Jakarta

    Banyak rumah yang belum memiliki gudang, padahal bila dilihat fungsinya gudang menjadi peran utama agar rumah tidak sesak dan tidak terlihat berantakan. Banyak yang menganggap memiliki gudang membuat rumah kurang menarik.

    Gudang memiliki fungsi utama sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang yang ada di rumah. Selain sebagai tempat penyimpanan, gudang juga memiliki fungsi lain yang bisa kamu gunakan di gudang.

    Melansir Overholt Storage Buildings, berikut fungsi lain dari gudang yang ada di rumah.


    Jadikan Gudang Pot

    Gudang penyimpanan kecil tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan barang-barang. Gudang kecil bisa kamu ubah menjadi gudang pot.

    Dengan gudang pot, kamu dapat menjaga rumah atau garasi tetap bersih dan tetap memiliki tempat yang terlindung. Hal ini memberikan tempat berlindung bagi tanaman-tanaman kamu.

    Kedai Wirausaha

    Apabila kamu ingin memiliki kedai tetapi belum ada tempat yang memadai, kamu bisa mengubah gudang menjadi tempat untuk memulai usaha kamu.

    Potong jendela saji di satu sisi dan kamu siap menyajikan makanan dan minuman yang kamu jual. Gudang kecil tidak memerlukan investasi finansial yang besar, jadi kamu akan memperoleh keuntungan lebih cepat.

    Biarkan kreativitas kamu muncul di ruang tenang di gudang kecil yang diubah menjadi sebuah studio seni atau menulis. Selesaikan bagian dalam gudang kecil untuk menciptakan ruang nyaman yang dapat kamu datangi saat membutuhkan waktu tenang.

    Studio seni atau menulis khusus memungkinkan kamu mengerjakan suatu pekerjaan tanpa perlu membersihkannya terlebih dahulu.

    Sebagai Kantor di Rumah

    Jika ruang kerja di rumah kamu terlalu sempit atau kecil, kamu bisa mempertimbangkan memindahkan ruang kerja ke gudang kecil kamu.

    Gudang kecil menjadi ruang kerja yang bebas dari gangguan. Selain itu, ruang kerja di gudang kecil memberikan fleksibilitas dan kenyamanan bekerja dari rumah.

    Rumah Bermain Anak

    Terbatasnya ruangan membuat anak-anak kamu menjadi terbatas saat ingin bermain. Berikan anak-anak kamu tempat bermain khusu dan biarkan mereka terlibat dalam permainan imajinatif di gudang kecil mereka.

    Rumah bermain anak-anak menjadi tempat yang tepat untuk menciptakan kesenangan bersama anak-anak kamu. Sehingga momen-momen tak terlupakan akan dialami anak-anak kamu di ruang bermain pribadi mereka.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Merapikan Barang tanpa Harus Membuangnya


    Jakarta

    Memiliki terlalu banyak barang membuat rumah berantakan dan terkesan sempit. Tumpukan barang perlu dirapikan agar hunian bisa terlihat lebih rapi dan kembali nyaman ditempati.

    Membuang bisa dibilang cara terbaik untuk merapikan barang yang menumpuk di rumah. Namun barang yang dibuang sembarangan justru berisiko mencemari lingkungan sekitar.

    Detikers bisa kok merapikan barang di rumah tanpa harus membuangnya. Simak caranya di bawah ini.


    Cara Merapikan Barang di Rumah

    Dilansir Bob Vila dan The Spruce, berikut cara merapikan barang yang berantakan di rumah tanpa harus membuangnya:

    1. Gunakan Kontainer untuk Sortir Barang

    Barang yang menumpuk di rumah belum tentu semuanya masih digunakan. Beberapa mungkin jarang dipakai dan lainnya bahkan tidak lagi diperlukan.

    Detikers dapat menyiapkan beberapa wadah kontainer atau kotak. Setiap wadah bisa diberi label “barang disukai”, “barang sering digunakan”, “barang jarang digunakan”, dan “barang tidak lagi digunakan”.

    Saat beres-beres rumah, rapikan barang dan letakkan dalam kotak sesuai dengan kategorinya.

    2. Simpan Barang dengan Rapi

    Barang yang masih digunakan hendaknya disimpan rapi pada tempatnya. Tata dan letakkan barang di area yang mudah dijangkau sehingga tidak sulit dicari saat memerlukannya.

    Simpan barang yang jarang dipakai di ruang penyimpanan atau gudang. Kelompokkan barang dalam wadah sesuai fungsinya agar lebih mudah dicari. Ruang di bawah ranjang tidur, sofa, hingga laci juga dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai tempat penyimpanan.

    Pada beberapa titik rumah, wadah dapat diletakkan khusus untuk menyimpan barang-barang kecil. Saat membutuhkannya, kamu bisa langsung mencarinya di tempat tersebut.

    3. Perbaiki Barang yang Rusak

    Apabila ada barang yang rusak, hendaknya diperbaiki terlebih dahulu sebelum disimpan. Perbaikan bisa dilakukan mandiri jika bisa melakukannya atau bawa ke tempat servis untuk meminta bantuan tukang servis.

    Kalau barang sudah benar-benar rusak dan tidak dapat diperbaiki, tak ada opsi lagi selain membuangnya.

    4. Ubah Menjadi Barang Berguna

    Furnitur atau barang lama bisa dimodifikasi menjadi barang yang berguna. Misalnya, laci yang tidak terpakai lagi dapat diubah menjadi rak penyimpanan atau pot tanaman. Kamu dapat mengoleskan cat atau menambahkan hiasan supaya menjadi lebih bagus.

    5. Daur Ulang

    Jika ada barang terbuat dari plastik atau kardus bekas, detikers dapat membawanya ke tempat daur ulang terdekat. Plastik bisa dibuat menjadi barang layak jual seperti paving block hingga meja kecil. Bahkan sampah plastik dapat diubah menjadi energi listrik.

    Detikers juga dapat mendaur ulang sendiri barang dari plastik atau kardus menjadi kerajinan tangan cantik, seperti tas, dompet, keranjang, wadah, hingga hiasan dan mainan.

    6. Sumbangkan ke Orang Lain

    Barang tak lagi digunakan yang masih dalam kondisi baik dapat didonasikan ke orang lain. Contohnya, baju yang ukurannya kekecilan, kebesaran, atau modelnya sudah tidak trendi maka bisa disumbangkan ke orang yang membutuhkannya.

    7. Jual Barang yang Tidak Dibutuhkan

    Opsi lain untuk barang yang sudah tidak dipakai tapi kondisinya masih bagus yaitu dijual kembali. Kamu dapat menjualnya ke orang-orang sekitar atau secara online lewat platform jual beli barang bekas.

    Nah, itu tadi sederet cara merapikan barang tanpa membuangnya. Detikers bisa mengawalinya dengan merapikan barang-barang berukuran kecil, kemudian aneka barang dengan ukuran besar setelahnya.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com