Tag: pot

  • Panjang Umur! 3 Tanaman Ini Bisa Hidup Hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Memiliki tanaman di rumah bisa membuat hunian terasa asri dan sejuk. Biasanya, tanaman memiliki masa hidupnya, ada yang singkat ada juga yang bisa hidup hingga puluhan tahun.

    Masa hidup dari setiap tanaman ini bisa jadi pilihan penghuni rumah untuk memilikinya. Beberapa tanaman ini bisa hidup selama bertahun-tahun bahkan hingga puluhan tahun.

    Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasi tanaman yang bisa hidup dalam waktu yang lama


    Lidah Mertua

    Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/M.photostock

    Tanaman yang satu ini merupakan favorit banyak orang. Tak hanya bentuknya yang menarik, perawatannya juga cukup mudah.

    Tergantung dari jenisnya, masa hidup lidah mertua bisa mencapai lebih dari 20 tahun. Tanaman itu juga bisa tumbuh hingga 4 kaki di dalam ruangan dan 8 kaki di luar ruangan.

    Saat memindahkan tanaman ini ke pot atau repotting, pastikan terdapat lubang drainase untuk mencegah pembusukan akar. Sebaiknya repotting dilakukan 2-3 tahun sekali.

    “Kesalahan terbesar adalah menyiram tanaman secara berlebihan. Masukkan jari Anda ke dalam tanah, dan jika dua inci bagian atas tanah kering, saatnya menyiram,” kata ahli perkebunan dan pendiri Gardenuity, Donna Letier, dikutip dari Real Simple, Senin (21/4/2025).

    Namun hati-hati ya kalau penghuni rumah memiliki hewan peliharaan karena tanaman ini beracun bagi kucing dan anjing.

    Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman giok atau jade plant ini juga tanaman yang ‘tahan banting’ dan mudah dirawat. Tanaman ini juga bisa hidup dalam waktu yang lama.

    Tanaman giok menyukai area dengan banyak sinar matahari dan tak butuh terlalu banyak air. Daunnya yang menyimpan air memungkinkannya untuk bertahan ketika penghuni rumah lupa menyiramnya.

    Parlor Palm

    Parlor PalmParlor Palm Foto: Vesna/Pexels

    Parlor Palm atau palem yang tumbuh di dalam ruangan ini juga memiliki masa hidup yang lama. Umurnya bahkan bisa mencapai lebih dari 50 tahun.

    Tanaman yang satu ini mudah dirawat dan aman untuk anabul di rumah. Tanaman ini bisa tumbuh hingga 6 kaki namun biasanya hanya setinggi 3 kaki saja.

    Palem ini menyukai kelembapan dan sinar matahari langsung bisa merusak daunnya. Maka dari itu, simpan tanaman ini di tempat yang tidak terkena matahari langsung.

    Gunakan pot dengan lubang drainase untuk mencegah penumpukan air. Siram tanaman seminggu sekali. Jangan terlalu sering menyiram tanaman ini karena bisa membuat akar busuk jika tanah terus dalam keadaan basah.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup lama bahkan sampai puluhan tahun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman yang Wangi Semerbak, Cocok untuk di Rumah


    Jakarta

    Tidak ada salahnya menaruh tanaman segar di dalam rumah. Keberadaannya tidak hanya menyegarkan mata tetapi harum wanginya juga menyenangkan.

    Ada beberapa tanaman yang wanginya menyerbak dan cocok untuk ditaruh di dalam rumah. Apa saja itu? Berikut ini informasinya.

    Tanaman Hias untuk Pewangi Ruangan

    Dirangkum dari Living Etc, Homes & Gardens, dan Gardening Know How, berikut ini 8 tanaman hias beraroma wangi yang cocok ditanam di dalam ruangan:


    1. Lavender

    The bed with lavender flower and coffee cup in the morning, Selected focus on flower pot.Lavender. Foto: Getty Images/iStockphoto/awayge

    Yang pertama adalah lavender yang sudah cukup populer digunakan sebagai tanaman hias di dalam ruangan. Tanaman ini memiliki wangi khas yang menenangkan.

    Lavender sering digunakan sebagai bahan minyak wangi, sabun, kosmetik, dan produk perawatan diri lainnya. Bahkan, wangi lavender bisa membantu mengusir serangga seperti nyamuk.

    Tanaman lavender bisa tumbuh subur dalam ruangan, asal syarat pertumbuhannya terpenuhi. Misal, lavender harus mendapatkan cahaya matahari 6-8 jam sehari. Karena itu, lavender sebaiknya ditaruh dekat jendela yang hangat. Lavender juga tidak perlu terlalu sering disiram.

    2. Melati

    Bunga melati.Bunga melati. Foto: Freepik/freepik

    Khas dengan warna putihnya, melati termasuk tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Aroma wanginya bisa semerbak dan membuat ruangan menjadi segar ketika mekar, meski bunganya cukup kecil.

    Melati bisa ditanam di dalam ruangan karena cocok di tempat yang tidak kena sinar matahari langsung. Melati juga cocok ditanam pada tanah yang tidak terlalu basah.

    3. Rosemary

    Ilustrasi tanaman herbal RosemaryRosemary. Foto: Getty Images/Sima_ha

    Selanjutnya ada tanaman rosemary tuscan yang bisa membuat ruangan lebih harum. Tak hanya wangi, rosemary termasuk tanaman herbal yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

    Rosemary tuscan ini memiliki daun berwarna hijau tua dengan aroma kuat, segar dan pedas. Selain dibuat teh, rosemary juga bisa digunakan untuk bahan campuran makanan.

    Jika ingin menanam rosemary, sebaiknya jangan diletakkan di dalam ruangan tertutup. Letakkan rosemary ini di jendela atau teras. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung selama 6-8 jam sehari.

    4. Oregano

    Fresh oregano plant leaves on wooden background, closeup view. Origanum vulgare also called wild marjoram is a culinary herb, used for cooking in the kitchenOregano. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Oregano (Origanum vulgare) dikenal sebagai bumbu masakan dan sering ditemukan di pasta atau masakan Mediterania dan Meksiko. Aromanya cukup tajam dan khas.

    Jika ingin mendapatkan aroma ruangan seperti masakan pasta, coba tanamlah oregano di dalam ruangan. Terutama jika kamu suka masak, tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai tambahan dalam makanan.

    5. Gardenia

    A DSLR still life photo of a bouquet of fresh white gardenia flowers in a small black ceramic bowl. Background made of brown rustic paper. Selective focus on the flower of the foreground. Soft natural light. Copy space.Gardenia. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucop

    Gardenia juga sering disebut dengan kacapiring. Bunganya berwarna putih dengan bentuk cantik. Tak hanya itu, aromanya juga manis sehingga bisa menyegarkan ruangan.

    Perawatan gardenia ternyata cukup mudah. Namun, kamu harus mengganti pot secara berkala dan sering memangkasnya agar tidak tumbuh terlalu besar.

    6. Mint

    secret menu Starbucks rasa mintMint. Foto: site news/iStock

    Tanaman mint termasuk tanaman yang mudah tumbuh, baik di taman, di pot, atau bahkan di botol minuman bekas. Selain memiliki aroma wangi, daun mint juga dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan maupun minuman.

    Untuk merawatnya, pastikan tanahnya tetap lembap tetapi jangan terlalu basah. Jangan juga terlalu banyak memberi pupuk karena bisa menghilangkan rasanya.

    7. Timi

    thyme/timithyme/timi Foto: Kaboompics.com/pexels

    Tanaman timi atau thyme selain beraroma dan rasa yang enak, timi juga merupakan herbal yang memiliki manfaat kesehatan. Timi bisa dibuat teh yang fungsinya antara lain meredakan batuk dan meningkatkan imunitas tubuh.

    Jika ingin menanam timi, sebaiknya pakailah pot tanah liat untuk mencegah tanah terlalu lembap setelah penyiraman, sebab akar timi tidak tahan dengan kondisi basah. Jika akarnya sudah keluar dari lubang, maka kamu perlu menanam ulang.

    8. Begonia

    Begonia ,Begonia x semperflorens-cultorum or pink BegoniaBegonia. Foto: Getty Images/iStockphoto/Jobrestful

    Varietas begonia tertentu, seperti ‘tea rose’, memiliki wangi yang ringan, dan bila dipadukan dengan bunga mekar berwarna merah jambu yang cerah, akan terlihat indah sebagai hiasan di tengah meja ruang tamu.

    Dilansir dari Homes & Gardens, begonia sangat mudah dirawat sebagai tanaman dalam ruangan. Mereka menyukai cahaya tidak langsung dan bahkan dapat mentolerir kondisi cahaya rendah. Jadi hanya butuh menyiram bunga tersebut secukupnya.

    Itulah tadi 8 tanaman hias pengharum ruangan yang bisa ditaruh di rumah. Saat membeli, jangan lupa tanyakan cara perawatan dan kondisi optimal agar tanaman tidak cepat mati serta tumbuh subur.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau-Bauan Ini Ampuh Usir Nyamuk dari Rumah, Yuk Coba!



    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu hewan yang sering ada di rumah. Keberadaannya merugikan manusia sebab nyamuk dapat menggigit dan mengisap darah dari kulit manusia. Efeknya kulit akan terasa gatal, memerah, dan timbul bentol. Bila tidak dibasmi, nyamuk dapat memberikan risiko yang lebih besar yaitu penyakit malaria.

    Besarnya bahaya akibat gigitan nyamuk membuat kita harus sadar untuk mengusir nyamuk dari rumah. Berbagai cara bisa dilakukan, misalnya membersihkan rumah, membuang genangan air, memasang kelambu, hingga menyemprotkan obat nyamuk. Namun, selain hal tersebut, kita juga bisa melakukan beberapa cara alami untuk mengusir nyamuk.

    Melansir dari situs The Spruce, ternyata nyamuk tidak suka terhadap bau-bau tertentu. Nah, untuk mendapatkan bau atau aroma ini dapat kamu temukan pada bahan-bahan yang ada di rumah. Berikut selengkapnya.


    Serai

    Serai merupakan bahan alami yang sudah populer sebagai bahan pengusir nyamuk. Sebab, nyamuk tidak menyukai aroma herbal yang datang dari serai dan akan menjauhinya jika bau serai berhembus di udara. Kamu bisa letakkan lilin beraroma serai di luar ruangan atau di meja yang strategis untuk mengusir nyamuk.

    Bunga Mawar

    Selain itu, nyamuk juga membenci aroma segar dan herbal dari bunga mawar. Kamu bisa menanam mawar di dalam pot dan meletakkannya di sekitar rumah.

    Lemon

    Nyamuk juga tidak menyukai aroma jeruk yang menyegarkan, apapun jenis jeruknya mau itu lemon atau jeruk bali.

    Kopi

    Kopi yang baru diseduh dan beraroma kuat itu ternyata tidak disukai nyamuk lho. Mereka akan menjauh saat mencium bau kopi. Kamu bisa menyebarkan bubuk kopi di sekitar rumah seperti di halaman.

    Bunga Lavender

    Ingat lotion nyamuk yang sering kamu pakai biasanya ada yang memiliki aroma lavender? Nah, memang lavender menjadi salah satu aroma yang tidak disukai nyamuk. Lavender suka digunakan oleh para tukang kebun untuk mengusir nyamuk. Kamu bisa menanam lavender di teras menggunakan vas agar lebih cantik.

    Bawang Putih

    Bawang putih juga bisa mengusir nyamuk karena punya aroma yang menyengat. Caranya potong bawang putih menjadi beberapa siung lalu letakkan di sekitar luar halaman rumah.

    Kayu Putih

    Selain menenangkan dan segar, aroma kayu putih juga bisa mengusir nyamuk karena nyamuk tidak menyukainya. Kamu bisa tanam pohon kayu putih, lilin kayu putih, atau produk semprotan yang beraroma kayu putih.

    Itulah beberapa aroma yang tidak disukai nyamuk sehingga bisa mengusir nyamuk dengan mudah. Silakan dicoba, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Lokasi di Rumah yang Jadi Sarang Serangga, Wajib Cek!



    Jakarta

    Meskipun segala sudut ruangan di rumah terasa bersih, tidak menutup kemungkinan hadirnya serangga. Sebab, serangga suka muncul di area yang sering tidak disadari penghuninya.

    Melansir dari situs Real Simple, setidaknya terdapat 6 area di rumah yang ternyata disukai serangga. Pastikan mengecek keenam area ini dan membersihkannya ya.

    Loteng

    Loteng merupakan tempat tersembunyi di atap rumah yang pasti jarang dicek oleh pemilik rumah. Padahal, loteng menjadi titik masuk bagi kecoa, tikus, dan hama yang lain karena terdapat celah-celah sebagai akses keluar masuk.


    Tempat Sampah

    Jika ada kaleng minuman yang dibuang ke tempat sampah dan tidak dibersihkan terlebih dahulu, cairan manis yang tertinggal dapat mengundang serangga. Oleh karena itu, sebelum membuang sampah seperti bekas makanan atau minuman, upayakan bilas atau cuci terlebih dahulu.

    Furnitur Kayu

    Pemilik rumah jarang menyadari jika furnitur kayu atau pintu dan jendela menjadi tempat yang bisa mengundang serangga apabila kayu tersebut lapuk. Tandanya adalah kayu-kayu tersebut lembap dan rusak. Untuk itu, ganti furnitur kayu yang sudah rusak untuk mencegah masuknya lebih banyak serangga.

    Tempat Sikat Gigi

    Tempat sikat gigi sangat menarik serangga karena kelembapannya. Residu dari pasta gigi bisa menjadi tempat berkembang biak bagi jamur dan menarik semut serta lalat. Solusinya adalah bersihkan tempat sikat gigi seminggu sekali dan biarkan sampai benar-benar kering.

    Tanaman

    Jika pemilik rumah hobi berkebun atau pecinta tanaman, tentu pasti mengetahui bahwa tanaman menjadi salah satu sarang hama dan serangga. Tetesan air dari pot tanaman merupakan surganya nyamuk. Maka, jika ada air yang menggenang di sekitar tanaman perlu dibersihkan secara teratur.

    Wastafel

    Sama seperti tempat sikat gigi, wastafel menyimpan kelembapan yang berlebih. Terlebih lagi, lubang wastafel yang gelap, lembap, dan jarang dibersihkan. Oleh karena itu, disarankan membersihkan lubang wastafel menggunakan air mendidih dan cuka setiap satu bulan sekali.

    Untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah melalui area yang telah disebutkan, sebaiknya perlu dibiasakan perilaku membersihkan rumah, seperti menyingkirkan air yang tergenang, membuang sisa makanan, dan membersihkan saluran air yang tersumbat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Cocok buat Rumah Mungil


    Jakarta

    Tanaman hias sering kali menjadi pilihan untuk membuat rumah terlihat segar dan asri. Meski sedap di mata, menaruh pot tanaman di dalam rumah bisa memenuhi ruangan.

    Apalagi tanaman lama-lama tumbuh besar, sehingga semakin makan ruang. Hal ini mungkin menjadi pertimbangan bagi pemilik rumah kecil.

    Namun tenang aja, ada sejumlah tanaman hias yang cocok buat rumah sempit. Yuk simak ulasannya berikut ini dikutip dari Garden Design.


    Tanaman Hias yang Cocok buat Rumah Kecil

    Inilah sederet tanaman yang tidak makan banyak tempat, pas banget untuk rumah kecil.

    1. Alocasia

    Alocasia sanderiana Bull or Alocasia Plant in clay pot on wooden table in living roomAlocasia sanderiana Bull or Alocasia Plant in clay pot on wooden table in living room Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Alocasia bisa tumbuh sampai berukuran 30-91 cm tergantung pada jenisnya. Meski beberapa alocasia dapat tumbuh setinggi 30 cm, pemilik rumah bisa memilih varian yang bentuknya lebih kompak, sehingga cukup dipajang di atas meja.

    Untuk merawatnya, cukup siram tanaman secara teratur untuk menjaga tanah tetap lembab, tetapi tidak becek. Lalu, beri pupuk satu hingga dua kali sebulan.

    2. Calathea

    Potted plant calathea orbifolia on a wooden tablePotted plant calathea orbifolia on a wooden table Foto: Getty Images/iStockphoto/Eva Peters

    Calathea atau rattlesnake plant dapat tumbuh berukuran 20-76 cm. Tanaman ini menyukai tempat yang cahayanya sedang hingga rendah. Kemudian, kelembapannya cukup.

    Hindari terlalu banyak sinar matahari pada daunnya karena dapat terbakar. Segera siram kalau permukaannya terasa kering. Gunakan air suling atau air saringan, karena tanaman ini sensitif terhadap kotoran dalam air keran. Lalu, beri pupuk pada tanaman sebulan sekali.

    3. Pothos

    Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar oto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Photos atau lebih dikenal sirih gading emas bisa tumbuh merambat sepanjang 182-304 cm. Tanaman hias ini termasuk yang paling mudah tumbuh.

    Tanaman merambat ini dapat dipangkas dan dijaga agar berukuran kecil. Pemilik rumah bisa membiarkannya tumbuh menjuntai di keranjang gantung atau merambat ke atas permukaan vertikal.

    Cara merawatnya dengan membiarkan tanah bagian atas mengering di antara waktu penyiraman. Berilah pupuk cair seimbang setiap 1 hingga 3 bulan.

    4. Peperomia

    Watermelon peperomia plant. Houseplant for home decoration. a plant that has green, patterned leavesWatermelon peperomia plant. Houseplant for home decoration. a plant that has green, patterned leaves Foto: Getty Images/iStockphoto/Tri Rohmat

    Peperomia berukuran kecil, cocok untuk dipajang di rak atau meja. Tanaman ini bisa tumbuh berukuran 15-30 cm.

    Penghuni rumah cukup menyiram tanaman ini 7-10 hari sekali atau saat permukaan tanah sedalam 5 cm terasa kering. Lalu, berikan pupuk cair encer setiap bulan.

    5. Tradescantia

    Tradescantia zebrina (Silver inch plant, Silvery wandering jew) leaf background has zebra-patterned leaves. Purple and green leaves background.Tradescantia zebrina (Silver inch plant, Silvery wandering jew) leaf background has zebra-patterned leaves. Purple and green leaves background. Foto: Getty Images/iStockphoto/Piyavachara Arunotai

    Tradescantia atau spiderwort adalah tanaman yang mudah dipelihara bagi pemula. Tanaman ini cocok disimpan dalam keranjang gantung atau bahkan tumpah dari pot biasa.

    Jika tanaman menjadi tinggi seiring waktu, pangkas kembali dengan menjepit batang tepat di atas ruas daun. Tanaman hias ini bisa tumbuh hingga sepanjang 91 cm.

    Itulah beberapa tanaman hias yang bisa dipajang di rumah kecil. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Manfaat Taruh Tanaman Hias di Ruang Kerja, Jadi Makin Produktif


    Jakarta

    Tanaman hias sering dijadikan dekorasi ruangan untuk memberi kesan asri dan segar pada ruangan. Salah satu tempat yang cocok ditaruh tanaman hias adalah ruang kerja, baik di kantor maupun rumah.

    Sebab, ternyata tanaman hias bisa memberi dampak positif ke aktivitas penghuni ruangan. Benda hijau ini bisa menjadi pemandangan sejuk di sela-sela aktivitas padat. Ada beragam tanaman yang bisa disimpan di atas meja atau di sudut ruang kerja.

    Lantas, apa saja manfaat memelihara tanaman hias di ruang kerja? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Healthline.


    Manfaat Pelihara Tanaman Hias di Ruang Kerja

    Inilah dampak baik yang bisa dirasakan penghuni ruangan yang ada tanaman hiasnya.

    1. Meningkatkan Fokus

    Memelihara tanaman asli di ruang kerja dapat meningkatkan fokus. Sebuah penelitian kecil dilakukan oleh Yun-ah Oh, Seon-Ok Kim, dan Sin-Ae Park dengan melibatkan 23 peserta. Peneliti tersebut menempatkan siswa di ruang kelas yang berbeda-beda.

    Setiap kelas ada yang memiliki tanaman palsu, tanaman asli, foto tanaman, atau tanpa tanaman sama sekali. Pemindaian otak peserta menunjukkan siswa yang belajar dengan tanaman hidup dan nyata di kelas lebih perhatian dan lebih mampu berkonsentrasi dibandingkan siswa yang belajar di kelas lainnya.

    2. Menekan Tingkat Stress

    Kemudian, tanaman hias di ruang kerja juga membantu menekan tingkat stres, lho. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physiological Anthropology, tanaman di dalam rumah atau kantor bisa membuat penghuni merasa lebih nyaman dan tenteram.

    Penelitian tersebut menguji peserta dengan memberikan dua tugas berbeda, yakni memindahkan tanaman hias dari satu pot ke pot lainnya dan menyelesaikan tugas singkat berbasis komputer. Setelah menyelesaikan setiap tugas, peneliti mengukur faktor biologis yang terkait dengan stres, termasuk detak jantung dan tekanan darah.

    Hasil menunjukkan tugas berkebun di dalam ruangan menurunkan respons stres pada partisipan, sedangkan tugas menggunakan komputer menyebabkan lonjakan detak jantung dan tekanan darah.

    Padahal, peserta penelitian adalah pria muda yang terbiasa bekerja dengan komputer. Dari hasil penelitian itu, para peneliti menyimpulkan bekerja dengan tanaman dapat mengurangi stres fisiologis dan psikologis.

    3. Meningkatkan Produktivitas & Kreativitas

    Keberadaan tanaman di ruang kerja mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas penghuni. Sebuah penelitian pada tahun 2007 oleh Tina Bringslimark, Terry Hartig, dan Grete Grindal Patil membuktikan orang-orang yang bekerja dengan lebih banyak tanaman di ruang kerja memiliki lebih sedikit hari sakit dan lebih produktif dalam bekerja.

    Itulah beberapa alasan tanaman hias diperlukan di dalam ruang kerja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Serai Bisa Jadi Pembasmi Serangga Alami di Rumah, Begini Caranya


    Jakarta

    Serai atau sereh merupakan salah satu tanaman yang populer di Indonesia. Serai biasanya digunakan sebagai bumbu masak atau diolah menjadi minuman berkhasiat. Namun, serai juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membasmi hama di rumah.

    Serai (Cymbopogon citratus), dikenal sebagai tanaman yang mengandung banyak khasiat seperti membantu menjaga kesehatan jantung hingga meningkatkan kekebalan tubuh. Serai juga mengeluarkan aroma segar seperti lemon dengan sedikit rasa manis.

    Selain menyegarkan, wangi khas dari serai ternyata ampuh membasmi hama dan serangga. Dikutip dari National Library of Medicine, sejumlah penelitian mengungkapkan jika serai dinilai ampuh untuk mengusir serangga dan hama di rumah. Hal ini berkat kandungan citronella pada serai yang dapat mengusir nyamuk dan berbagai jenis serangga lainnya.


    Lalu, aroma khas yang keluar dari serai dapat menghalangi bau karbon dioksida dan asam laktat yang keluar dari tubuh manusia. Alhasil, wangi tersebut bikin nyamuk enggan mendekat dan menggigit manusia.

    Serai bisa jadi solusi alternatif bagi kamu untuk mengusir serangga atau hama di rumah. Penggunaan serai diklaim lebih aman daripada menggunakan semprotan pembasmi serangga yang mengandung zat berbahaya bagi manusia.

    Lantas, bagaimana cara mengolah serai untuk membasmi serangga di rumah? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Cara Olah Serai untuk Membasmi Serangga

    Ada sejumlah cara mengolah serai sebagai bahan alami untuk membasmi serangga. Dilansir situs Sinar Mas Land, berikut beberapa caranya:

    1. Membakar Serai

    Tips yang pertama adalah dengan membakar serai. Cara ini dianggap ampuh mengusir nyamuk serta mencegah serangga lainnya memasuki rumah.

    Untuk cara mengolahnya juga mudah, cukup ambil satu batang serai lalu dibakar. Setelah itu, letakkan serai di ruangan yang cukup banyak nyamuk, seperti kamar tidur atau ruang tamu. Taruh serai di sudut-sudut ruangan, kolong kasur, dan area lainnya.

    2. Menanam Serai

    Menanam serai dapat menjadi solusi terbaik untuk mencegah nyamuk dan serangga masuk ke dalam rumah. Tanam serai di perkarangan rumah atau ditempatkan dalam pot agar bisa ditaruh di dalam rumah. Pastikan kamu merawat serai dengan rutin agar tumbuh subur.

    3. Dijadikan Minyak Esensial

    Serai juga bisa diolah menjadi minyak esensial untuk mencegah nyamuk dan serangga menggigit manusia. Kamu bisa membeli minyak serai di toko-toko dengan harga bervariatif tergantung dari ukurannya.

    Jika ingin membuat minyak esensial sendiri, berikut langkah-langkahnya:

    • Siapkan minyak kelapa dan daun serai yang telah dipotong kecil-kecil
    • Campurkan kedua bahan tersebut ke dalam panci, lalu panaskan dengan api kecil
    • Tunggu sekitar 1 jam, lalu matikan kompor dan biarkan minyak tersebut hingga mencapai suhu ruang
    • Ketika suhu minyak sudah dianggap aman, kamu bisa mengoleskan ke kulit.

    Ingat, jangan langsung mengoleskan minyak serai ke seluruh kulit. Cobalah ke beberapa titik terlebih dulu dan lihat apakah menimbulkan efek samping atau tidak. Jika kulit sensitif maka sebaiknya setop penggunaan minyak serai.

    4. Lilin Aromaterapi dari Serai

    Cara berikutnya adalah dengan mengolah serai menjadi lilin aromaterapi. Selain memberikan efek menenangkan dan segar, aroma yang keluar dari lilin dapat mencegah nyamuk datang ke rumah.

    Untuk membuat lilin aromaterapi dari serai, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan bahan mulai dari serpihan lilin (parafin), wadah lilin, dan sumbu
    • Pastikan kamu sudah memiliki minyak serai karena digunakan untuk campuran lilin aromaterapi
    • Jika semua bahan sudah siap, lelehkan serpihan lilin dengan api
    • Tambahkan 30-40 tetes minyak serai ke dalamnya
    • Tuangkan lelehan lilin ke wadah yang sudah disiapkan, lalu letakkan sumbu di atasnya.

    5. Minyak Serai untuk Diffuser

    Jika membuat lilin aromaterapi ternyata merepotkan, kamu bisa menuangkan minyak serai di diffuser. Sebagai informasi, diffuser adalah alat yang dapat mengubah minyak menjadi uap, lalu menyebarkannya ke seluruh ruangan.

    Menuangkan minyak serai ke dalam diffuser dapat mengusir nyamuk dan serangga karena uap yang keluar akan menyebar ke seluruh ruangan. Untuk takarannya, kamu bisa mencampurkan 4-5 tetes minyak serai ke dalam diffuser yang sudah diisi air.

    6. Memotong Serai jadi Beberapa Bagian

    Cara yang terakhir adalah dengan memotong serai menjadi beberapa bagian, lalu tempatkan di dalam wadah. Setelah itu, taruh serai di ruangan atau sudut-sudut rumah yang banyak nyamuk atau kerap dilalui serangga. Meski terkesan sederhana, tapi cara ini cukup ampuh untuk mencegah nyamuk dan berbagai jenis serangga.

    Itulah enam cara mengolah serai yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk dan berbagai jenis serangga. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Ini Cocok untuk Kamar Mandi, Bikin Asri dan Rileks


    Jakarta

    Menanam tanaman hias di kamar mandi memiliki sejumlah manfaat. Selain terlihat asri dan hijau, adanya tanaman hias juga membantu pikiran lebih rileks.

    Namun, tak semua tanaman hias bisa ditaruh di kamar mandi. Sebab, ada beberapa tanaman yang tidak cocok jika ditanam di dalam ruangan.

    Penasaran, apa saja tanaman hias yang cocok diletakkan di kamar mandi? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Cocok di Kamar Mandi

    Ada beberapa tanaman hias yang bisa kamu letakkan di kamar mandi. Dilansir situs Gardeners World, Senin (12/5/2025) berikut rekomendasi tanaman hias untuk kamar mandi:

    1. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuaFoto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Pilihan yang pertama ada lidah mertua. Tanaman ini dapat hidup di tempat yang terang atau minim cahaya matahari. Cara merawatnya pun juga tidak sulit, cukup disiram ketika tanahnya sudah mulai mengering.

    2. Spider Plant

    cat playing in spider plantFoto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant jadi salah satu tanaman yang banyak dipilih karena bisa tumbuh di lingkungan apa pun, salah satunya di kamar mandi. Bahkan, spider plant dapat hidup di tempat dengan kelembapan tinggi serta tempat yang minim cahaya matahari.

    Sebagai pengingat, pastikan pilih pot dengan drainase yang baik agar udara dapat masuk ke akar tanaman. Spider plant cukup disiram ketika tanahnya sudah mengering, mungkin sekitar 1-2 minggu sekali.

    3. Pakis Boston

    Studio photo shoot of a Nephrolepis exaltata Foto: iStock

    Pakis boston merupakan tanaman hias yang dapat tumbuh subur di tempat yang minim cahaya matahari. Tanaman ini juga memiliki tingkat kelembapan yang baik, sehingga cocok diletakkan di kamar mandi. Agar pakis boston tetap segar dan hijau, sebaiknya disiram secara teratur.

    4. Philodendron

    Rekomendasi tanaman hias berikutnya adalah philodendron. Dari sekian banyak jenisnya, philodendron xanadu bisa dipilih sebagai tanaman hias di kamar mandi.

    Philodendron jenis ini dapat tumbuh di tempat yang minim cahaya dan ruangan gelap. Bila perlu jangan diletakkan di area terbuka yang langsung terpapar sinar matahari karena daunnya bisa layu.

    5. Telinga Gajah

    Tanaman ini punya keunikan tersendiri karena daunnya yang lembut dan berbentuk seperti hati. Disebut telinga gajah karena daunnya memang berukuran lebar.

    Telinga gajah membutuhkan tanah yang lembap dan tingkat kelembapan tinggi agar bisa tumbuh subur. Maka dari itu, tanaman ini cocok jika ditempatkan di kamar mandi yang hangat dan beruap.

    6. Lidah Buaya

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaFoto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Lidah buaya atau aloe vera bisa menjadi opsi menarik sebagai tanaman hias di kamar mandi. Tanaman ini tidak membutuhkan banyak air sehingga bisa disiram sesekali saja. Tanaman ini juga dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari langsung.

    7. Pakis Sarang Burung

    Tertarik meletakkan tanaman hias berukuran kecil di kamar mandi? Kamu bisa menanam pakis sarang burung. Tanaman ini punya ciri khas tersendiri karena bentuk daunnya yang keriting.

    Pakis sarang burung dapat tumbuh di tempat yang agak teduh pada suhu berapa pun. Namun, tanaman ini membutuhkan tingkat kelembapan yang tinggi.

    Demikian tujuh tanaman hias yang cocok ditanam di kamar mandi. Tertarik dengan tanaman yang mana?

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini Tips Menanam dan Merawat Tanaman Rambat agar Terlihat Lebat


    Jakarta

    Tanaman rambat merupakan pilihan yang tepat untuk membuat rumah terlihat hijau, sejuk, dan rimbun, tanpa perlu memiliki banyak tanaman. Sulur yang dapat memanjang dan ditumbuhi daun-daun hijau atau bunga membuat tampilannya menarik.

    Cara menanam dan merawat tanaman rambat cukup mudah, tetapi mungkin beberapa dari kalian ada yang tidak mengetahui cara agar sulur-sulur tersebut dapat menempel hingga menyebar luas pada media tanamnya.

    Dilansir Cleanipedia, berikut cara menanam dan merawat tanaman rambat di rumah agar tampak subur.


    Cara Menanam Tanaman Rambat

    1. Siapkan Media Tanam

    Tanaman rambat bisa diletakkan di dekat pagar, kanopi, teralis. Maka tentukan dahulu medianya. Untuk menanam tanaman merambat di dinding, buat lubang tanam dengan jarak antara 30 sampai 60 cm dari dinding. Untuk tanaman merambat di kanopi, siapkan pot yang diletakkan di sekitar tiang penyangga kanopi (tirai) atau pergola.

    2. Urai Akar Tanaman

    Tanaman rambat harus dipastikan bisa mendapatkan nutrisi melalui akarnya. Agar akar dapat bekerja dengan maksimal, sebelum ditanam, urai dahulu akar tanaman. Kemudian tutup kembali lubang tersebut dengan tanah. Campur tanah dengan kompos dengan perbandingan 2:1 agar tanaman dapat tumbuh dengan subur.

    3. Siram Tanaman Secara Rutin

    Sama seperti tanaman lain, penyiraman perlu dilakukan secara rutin, tetapi cari tahu dulu periode penyiramannya. Ada tanaman yang perlu disiram 2 kali sehari, sehari sekali, atau bahkan tidak perlu terlalu sering. Sebagai contoh tanaman mawar rambat, penyiramannya perlu dilakukan dua kali dalam sehari karena kondisi tanah untuk mawar tidak boleh terlalu basah dan tidak boleh terlalu kering.

    4. Pangkas Tanaman Secara Teratur

    Meskipun tanaman rambat rimbun terlihat bagus, tetapi lebih baik panjangnya dibatasi. Tanaman yang terlalu panjang atau terlalu rimbun justru lebih sulit dirawat dan akan lebih banyak sampah daun kering. Lantas, kapan waktu terbaik untuk memangkas tanaman rambat? Pemangkasan lebih baik dilakukan setelah tanaman berbunga. Apabila tanaman tersebut tidak memiliki bunga, bisa dipangkas kapan saja.

    Tips Perawatan Tanaman Merambat

    1. Gunakan Kawat untuk Mengikat Ke Tiang

    Meskipun beberapa tanaman rambat memiliki akar yang lengket pada sulurnya, tetapi dibutuhkan kawat atau pengikat agar tanaman dapat tumbuh sesuai dengan bentuk media tanamnya. Sebagai contoh jika ditanam di tiang, maka buat tanaman tersebut merambat dengan melingkar agar terlihat indah.

    2. Pastikan Mendapat Sinar Matahari

    Selain tanah yang subur dan air, tanaman juga membutuhkan sinar matahari untuk membantu proses fotosintesis.

    3. Pastikan Struktur Media Tanam Kuat

    Hal lainnya yang tak kalah penting adalah pastikan komposisi tanah yang dipakai cukup untuk menahan tanaman. Tanah yang tak cukup menopang batang dan sulur berisiko membuat batang ambruk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Barang yang Tak Boleh Dibersihkan Vacuum Cleaner, Bahaya!


    Jakarta

    Menggunakan penyedot debu untuk membersihkan rumah memang seperti jalan ninja. Sebab, penyedot debu dapat membersihkan kotoran, debu, dan sisa-sisa di lantai atau karpet dengan cepat, mudah, dan efektif. Hal ini membuat kegiatan bersih-bersih jadi lebih menyenangkan.

    Namun, ternyata tidak semua benda bisa dibersihkan dengan penyedot debu loh. Dikutip dari situs The Spruce, pada Rabu (21/05/2025), hal ini untuk mencegah kerusakan pada komponen listrik dan mekanik dari penyedot debu. Jadi, sebaiknya hindari membersihkan 4 benda berikut ini.

    Pecahan Kaca

    Barang-barang pecah belah yang terbuat dari kaca atau keramik lalu terjatuh dan menimbulkan serpihan-serpihan kecil dapat sangat berbahaya. Pecahan tajam itu dapat merusak bagian dalam penyedot debu hingga merobek kantong penyedot debu. Selain itu, serpihan kaca yang tersangkut di dalam dapat keluar lagi.


    Sebaiknya bersihkan pecahan kaca dengan sapu dan pengki. Gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan sisa-sisanya.

    Rambut

    Rambut atau bahkan bulu hewan peliharaan yang berserakan di mana-mana memang sangat mengganggu. Akan tetapi, jangan coba-coba bersihkan serpihan rambut dengan penyedot debu ya karena hal ini dapat menyumbat komponen bagian dalam penyedot debu. Akibatnya dapat mengurangi daya hisap dan membuat penyedot debu cepat panas karena mesin motornya bekerja lebih keras.

    Cairan atau Tumpahan

    Penyedot debu tidak dirancang untuk membersihkan tumpahan cairan. Hal ini karena cairan dapat merusak komponen listrik dan menciptakan tempat berkembangbiaknya jamur di dalam penyedot debu. Akibatnya dapat menimbulkan bau tidak sedap. Oleh karena itu, keringkan cairan dengan tisu atau kain.

    Tanah

    Saat menyiram, memindahkan pot, atau memindahkan tanaman hias, biasanya tanahnya akan berceceran ke lantai. Segera bersihkan dengan sapu dan jangan gunakan penyedot debu. Tanah dapat menyumbat filter karena di dalam tanah kemungkinan ada kerikil atau batu yang bisa membahayakan keselamatan.

    Itu dia 4 benda yang tidak bisa dibersihkan menggunakan penyedot debu, tetap hati-hati ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com