Tag: predator

  • Cara Ampuh Lindungi Tanaman di Rumah dari Hama, Mudah!


    Jakarta

    Adanya hama bisa membuat tanaman kamu rusak atau bahkan mati. Tentunya kamu nggak mau kan hal itu terjadi?

    Nah, sebaiknya sebelum menanam tanaman, kamu simak tips beberapa berikut ini untuk menghindari hama yang merusak tanaman. Berikut ini beberapa tipsnya.

    Pasang Pembatas

    Dilansir dari Real Simple, Minggu (7/7/2024), kamu bisa memasang pagar pembatas dari kawat untuk mencegah serangga yang lebih besar, tupai, atau bahkan kelinci yang mau memakan tanaman kamu. Jika kamu memiliki pohon buah, bungkus buah dengan plastik agar tidak dimakan oleh hewan lainnya, misalnya seperti kelelawar.


    Pasang Tanaman Jebakan atau Penghalang

    Kamu bisa membuat jebakan seperti menanam tanaman lain di dekat tanaman kamu. Misalnya, jika kamu memiliki tanaman tomat, kamu bisa menanam bunga nasturtium di dekatnya. Dengan demikian, kumbang atau serangga lainnya akan lebih tertarik ke bunga nasturtium dibandingkan tomat.

    Perhatikan Genangan Air

    Adanya genangan air bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Jangan sampai air yang ada di kebun kamu justru menjadi rumah bagi nyamuk.

    Maka dari itu, kamu harus membersihkan genangan air yang da di taman atau kebun. Misalnya di pot tanaman, kandang burung, atau memotong semak-semak di sekitar kebun.

    Tanam Tanaman Khas Daerah Tertentu

    Menurut Profesor Departemen Entomologi Penn State, John Tooker menanam beragam spesies tanaman asli sesuai dengan daerah masing-masing bisa mendukung komunitas serangga yang kuat. Dengan adanya komunitas tumbuhan dan serangga yang beragam harus mendukung dan menyertakan predator alami yang dapat membantu mengendalikan spesies hama.

    “Saya juga mendorong masyarakat untuk menghindari (pemakaian) insektisida kecuali tidak ada pilihan lain,” ujarnya, dikutip dari The Spruce.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pelihara Kucing Bisa Cegah Ular Masuk Rumah, Mitos atau Fakta?



    Jakarta

    Kucing merupakan hewan yang sering dijadikan peliharaan di rumah. Selain menggemaskan, memelihara kucing ternyata punya banyak manfaat seperti mengusir tikus, bahkan mencegah ular masuk rumah.

    Konon, ular takut dengan kucing, makanya enggan masuk ke dalam rumah yang ada kucingnya.

    Benarkah demikian? Simak penjelasan berikut ini ya!


    Kucing merupakan seekor predator yang akan menyerang hewan lain di sekitar rumah, termasuk ular. Bahkan, menurut penelitian ilmiah yang ditulis oleh Jennie Wright dan Paul J. Weldon yang berjudul Responses by Domestic Cats (Felis Catus) to Snake Scent Gland Secretation yang dikeluarkan oleh Journal of Chemicals Ecology, kucing bereaksi terhadap aroma kelenjar sekresi ular dan mengaktifkan naluri predatornya. Tak heran kucing kerap memburu ular.

    Kucing yang sudah dilatih maupun kucing liar bisa menangkap tikus dan ular. Walau demikian, ada juga kucing-kucing yang tidak berani memburu ular karena setiap kucing memiliki karakter yang berbeda.

    Dilansir dari Fauna Facts, Selasa (30/7/2024), seekor kucing bisa saja menyerang ular karena insting, rasa takut, atau marah meskipun ia tidak ingin memakannya. Bagi kucing, berburu adalah sebuah permainan.

    Dikutip dari Hepper, memelihara kucing mempunyai 2 cara untuk menghalau ular masuk rumah. Pertama, memburu dan membunuh makanan ular seperti tikus. Sebab, ular tidak akan berada di area dengan suplai makanan yang terbatas.

    Kemudian, membunuh ular itu sendiri. Ular cenderung lebih sulit ditangkap dibandingkan mangsa lainnya, namun kucing merupakan predator andal.

    Meski demikian, terdapat beberapa risiko ketika kucing berburu ular. Apabila kucing digigit ular berbisa, dapat berakibat fatal, tergantung dari jenis luarnya dan seberapa cepat pengobatan dilakukan.

    Adapun tanda-tanda kucing digigit ular yaitu terlihat luka tusuk, bengkak, memar, nyeri, lesu, dan perubahan pernapasan. Namun, apabila kucing digigit oleh ular tidak berbisa juga bisa menimbulkan rasa sakit dan infeksi.

    Maka dari itu, pemilik kucing juga harus berhati-hati dalam menjaganya agar tidak tergigit oleh ular.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Tidur Gegara Suara Katak di Sekitar Rumah? Begini Cara Usirnya



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar suara katak pada malam hari di pekarangan rumah? Biasanya suaranya cukup nyaring tetapi tidak begitu sering. Katak mengeluarkan suara pada malam hari saat katak mencoba menarik perhatian dan mengganggu tidur pasangannya.

    Keberadaan katak sebenarnya bermanfaat karena hewan ini merupakan predator serangga. Lalat, nyamuk, laba-laba, hingga tawon adalah makanannya. Namun, ada beberapa orang yang tidak menyukai keberadaan katak karena geli melihat wujudnya.

    Jika kamu termasuk salah satunya, dilansir The Spruce, berikut cara mengusir katak dari pekarangan.


    1. Singkirkan Genangan Air

    Katak menyukai area yang dekat dengan sumber air. Ia membutuhkan air untuk membasahi tubuhnya. Genangan air ini bukan hanya yang berada di tanah, air yang berada di dalam wadah seperti gayung, botol minum bekas, ember, atau benda lainnya.

    2. Hindari Tumpukan Barang di Halaman

    Sama seperti hewan lainnya, katak juga mencari tempat-tempat tersembunyi. Semakin sedikit barang di pekarangan atau kebun, tidak memberikan mereka peluang untuk bersembunyi apalagi berkembang biak. Maka, simpan barang-barang yang tidak terpakai di tempat yang tepat atau buang sehingga tidak memenuhi rumah.

    3. Rawat Kebun dan Pekarangan

    Selain tidak ada tumpukan barang tak terpakai di pekarangan, kamu juga harus rajin merawat kebun atau pekarangan. Pangkas tanaman yang terlalu lebat sehingga tidak menjadi tempat persembunyian katak.

    4. Matikan Lampu Luar Ruangan

    Katak akan terbantu mencari mangsa apabila di kebun atau pekarangan dilengkapi lampu yang banyak. Kamu boleh memasang lampu di pekarangan atau kebun, tetapi jangan terlalu banyak. Lampu dapat membantu mereka menemukan makanan yakni serangga.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 5 Tanaman Ini Bisa Jadi Tempat Persembunyian Ular di Rumah


    Jakarta

    Keberadaan ular di halaman bisa membuat penghuni rumah ketakutan. Ada beberapa hal yang bisa menarik ular untuk masuk ke pekarangan rumah, salah satunya tanaman.

    Beberapa tanaman bisa menjadi tempat persembunyian ular. Maka dari itu, kamu harus hati-hati saat memilih tanaman sebagai hiasan di rumah.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Tanaman Semanggi

    bisnis daun semanggidaun semanggi Foto: dok. Koreaboo

    Tanaman dengan daun berbentuk hati ini sangat menarik perhatian. Apalagi jika dalam satu tangkai semanggi memiliki empat daun yang kerap dianggap sebagai tanda keberuntungan.

    Tanaman ini hanya hidup dalam waktu yang singkat. Namun, tingkat kepadatan daun semanggi yang tinggi di taman rumah bisa menjadi tempat mengumpan yang aman bagi ular.

    2. Bunga Melati

    Bunga melati.Bunga melati. Foto: iStock/Photographer

    Dilansir dari greenkin, ular menyukai bunga melati karena memiliki wangi yang harum dan dedaunan yang lebat.

    Hewan pengerat seperti tikus senang hidup di tempat gelap seperti di bawah semak-semak, yang membuat ular menangkap mereka dengan mudah. Ular juga suka mengumpat di balik tanaman dari predator.

    3. Pohon Jeruk

    Ilustrasi pohon jerukIlustrasi pohon jeruk Foto: Getty Images/mrtekmekci

    Ular tertarik pada pohon jeruk karena memberikan pasokan makanan yang banyak, tempat berlindung, hingga air. Alih-alih memakan buahnya, ular memburu hewan pengerat yang mengonsumsi jeruk.

    4. Rumput Tinggi

    Down low in tall grass perspective looking toward the lawn garden tractor. Suburban residential district neighborhood front yard in June near the city of Rochester in western New York State. NOTE: Colors and features on lawn tractor changed in Photoshop to be generic.Ilustrasi rumput. Foto: Getty Images/iStockphoto/Willowpix

    Jika halaman rumahmu memiliki rumput yang tinggi sebaiknya segera dipangkas. Sebab, rumput tinggi menjadi salah satu tempat yang digemari ular.

    Dilansir The Economic Times, rumput pampas bisa menjadi tempat persembunyian ular ketika memburu hewan pengerat atau serangga yang sedang berada di rumput tersebut.

    5. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Tanaman English ivy memberikan tempat persembunyian yang pas bagi ular untuk membidik mangsanya, seperti serangga dan hewan pengerat kecil. Dedaunan yang rimbun memberikan tempat yang aman, sejuk, dan lembap bagi ular.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa mengundang dan menjadi tempat persembunyian ular.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Cara Membasmi Ulat Bulu di Rumah dan Mencegahnya Datang Kembali


    Jakarta

    Ulat bulu sering menjadi momok bagi banyak orang karena tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Hama ini biasanya muncul di musim tertentu dan menyerang berbagai jenis tumbuhan, baik di pekarangan rumah maupun di kebun.

    Jika dibiarkan, ulat bulu dapat berkembang biak dengan cepat dan semakin sulit dikendalikan. Selain membasmi ulat bulu yang sudah ada, langkah pencegahan juga tidak kalah penting agar serangan hama ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

    Mengapa Ulat Bulu Bisa Masuk ke Dalam Rumah?

    Sebelum mencari cara membasminya, salah satu langkah pencegahan adalah kenali mengapa ulat bulu kerap datang ke area rumahmu. Mengutip dari pestpointers dan Empire Pest Control, ada beberapa alasan mengapa ulat bulu masuk ke dalam rumah:


    1. Keberadaan Tanaman di Sekitar Rumah

    Ulat bulu tidak aktif berpindah tempat secara sengaja, tetapi mereka mencari area yang hangat dan kaya akan sumber makanan. Jika area rumahmu memiliki banyak tanaman atau pohon di sekitar rumah, kupu-kupu atau ngengat mungkin menjadikannya tempat bertelur. Saat telur menetas, ulat bulu yang lahir akan mencari makan di sekitar area tersebut, bahkan bisa masuk ke dalam rumah.

    2. Banyaknya Ngengat di Dalam Rumah

    Selain kupu-kupu, ngengat juga sering bertelur di dalam rumah. Beberapa jenis ulat bulu yang berasal dari ngengat bahkan tidak membutuhkan makanan sama sekali, sehingga mereka bisa berkembang di dalam rumah tanpa bergantung pada tanaman. Kalau kamu sering menemukan ulat bulu di dalam rumah, kemungkinan besar ada banyak ngengat yang berkembang biak di sekitarmu.

    3. Sumber Makanan yang Melimpah

    Ulat bulu sangat tertarik pada dedaunan yang kaya akan nutrisi. Jika kamu memiliki taman dengan berbagai jenis tanaman, terutama yang berdaun lebar atau berbunga, ulat bulu mungkin datang untuk mencari makan.

    4. Lingkungan yang Lembap

    Ulat bulu tumbuh dengan baik di lingkungan yang lembap. Area sekitar rumah yang memiliki tanah basah, genangan air, atau kebocoran air bisa menjadi tempat yang menarik bagi mereka. Memastikan lingkungan tetap kering dan tidak ada kelembapan berlebih dapat membantu mencegah kedatangan ulat bulu.

    5. Mencari Kehangatan dan Cahaya Buatan

    Saat suhu udara dingin, ulat bulu akan mencari tempat yang lebih hangat untuk berlindung. Mereka bisa masuk melalui celah di dinding, jendela, atau pintu. Selain itu, lampu rumahmu yang menyala di malam hari juga bisa menarik mereka, karena ulat sering tertarik pada cahaya.

    10 Cara Membasmi Ulat Bulu dan Mencegahnya Datang Kembali

    Setelah mengetahui penyebabnya, segera singkirkan. Jika menemukan kondisi banyaknya ulat bulu di sekitar rumahmu, rajin-rajinlah memantau kondisi tanaman dan melakukan perawatan rutin pada area taman. Berikut cara membasmi ulat bulu dan mencegahnya datang lagi:

    1. Periksa Tanaman Secara Berkala

    Perhatikan bagian batang, bunga, dan bagian bawah daun untuk melihat tanda-tanda kerusakan akibat gigitan atau kotoran ulat. Usahakan kurangi jumlah ngengat dan kupu-kupu di area rumah, sebagai langkah pencegahan yang efektif.

    Periksa pohon dan tanaman di sekitar rumah untuk menemukan sarang ulat bulu. Kamu bisa memangkas cabang yang terkena, membakar sarangnya, atau membiarkannya agar dimakan oleh predator alami seperti burung dan tawon.

    2. Menanam Tanaman Herbal Pengusir Ulat

    Beberapa jenis tanaman herbal dan bunga memiliki aroma kuat yang tidak disukai ulat bulu. Tanamlah tanaman yang punya aroma kuat, untuk membantu mengusir ulat secara alami salah satunya pohon jeruk purut.

    Selain berfungsi sebagai pengusir hama, biasanya tanaman dengan aroma kuat juga bisa mempercantik taman dan bermanfaat dalam berbagai keperluan dapur.

    3. Membuat Air Sabun

    Salah satu cara sederhana untuk menangkap ulat bulu adalah dengan membuat perangkap menggunakan air sabun. Caranya, siapkan wadah berisi air sabun dan letakkan di area yang sering didatangi ulat bulu.

    4. Mencegah Ngengat Masuk ke Rumah

    Karena sebagian besar ulat bulu berasal dari telur yang diletakkan oleh kupu-kupu atau ngengat, mengurangi keberadaan serangga ini di dalam rumah bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif.

    Ngengat cenderung bersarang di rumah yang berantakan dan memiliki banyak sumber makanan, seperti buah-buahan, biji-bijian, sereal, serta sisa makanan di dapur. Dengan rutin membersihkan rumah, terutama area penyimpanan makanan, Anda bisa mengurangi kemungkinan ngengat berkembang biak.

    5. Memasang Penghalang

    Menutup celah atau lubang yang memungkinkan kupu-kupu dan ngengat masuk ke dalam rumah bisa menjadi solusi jangka panjang. Gunakan kasa serangga pada jendela dan ventilasi untuk mencegah serangga bertelur di dalam rumah.

    6. Menyemprotkan Minyak Mimba (Neem Oil)

    Neem oil adalah minyak nabati dari pohon mimba yang dapat mengganggu sistem pernapasan hama seperti ulat bulu dan tungau. Semprotkan larutan neem oil pada tanaman yang terserang untuk mengurangi populasi ulat bulu tanpa membahayakan manusia atau hewan peliharaan.

    7. Menggunakan Semprotan Cabai

    Campuran cabai dan bawang putih bisa menjadi pestisida alami yang efektif. Caranya, haluskan ½ cangkir cabai habanero dan 6 siung bawang putih dengan 2 gelas air, 1 sendok makan minyak sayur, dan 1 sendok teh sabun cuci piring. Diamkan selama dua hari, lalu saring dan semprotkan pada ulat bulu yang ditemukan di tanaman.

    8. Gunakan Semprotan Minyak Sayur

    Campurkan 2 sendok makan minyak canola atau minyak sayur lainnya dengan 1 sendok teh sabun cuci piring dan 2 gelas air hangat. Semprotkan larutan ini pada ulat bulu untuk membasmi mereka. Hindari penggunaan pada tanaman dengan daun berbulu seperti anggrek dan labu.

    9. Buat Larutan Cuka

    Campuran 2 sendok makan cuka dengan 1 galon air dapat digunakan sebagai semprotan alami untuk membunuh dan mengusir ulat bulu dari tanaman Anda.

    10. Pakai Cairan Sabun Cuci Piring

    Campurkan 1 sendok teh sabun cuci piring dalam 1 liter air hangat. Setelah dingin, semprotkan larutan ini ke seluruh permukaan daun tanaman, termasuk bagian bawahnya, untuk mencegah ulat bulu berkembang.

    Jika populasi ulat bulu di rumah atau kebun sudah terlalu banyak dan sulit dikendalikan, sebaiknya hubungi ahli hama profesional. Mereka memiliki metode yang lebih efektif untuk mengatasi serangan ulat bulu tanpa merusak ekosistem di sekitar rumahmu.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Pakai Garam, Begini Cara Ampuh Cegah Ular Berkeliaran di Sekitar Rumah


    Jakarta

    Ular adalah hewan berbisa yang bisanya mengandung racun yang dapat mempengaruhi sel dan jaringan pada makhluk yang terkena gigitan mereka. Banyak yang percaya bahwa untuk mengusir ular bisa menggunakan garam karena ular takut. Ternyata anggapan tersebut salah.

    Dilansir detikEdu, menurut laman verifikasi dan pengecek fakta Dubawa, anggapan bahwa garam dapat mengusir ular, bermula dari percobaan mengusir siput dan keong menggunakan garam. Siput dan keong memang kabur setelah ditaburkan garam, tetapi cara ini tidak menunjukkan hasil yang sama pada ular.

    Kira-kira kenapa ya?


    Menurut Green Matters, garam mudah masuk ke dalam jaringan tubuh hewan-hewan seperti siput, keong, lintah. Saat garam mengenai kulit dan masuk ke jaringan melalui osmosis, kristal garam akan bercampur dengan molekul air. Hal ini menyebabkan hewan mengalami dehidrasi.

    Layaknya manusia, tubuh tidak boleh mengalami dehidrasi berat karena dapat mengganggu tekanan dan volume darah, mengganggu fungsi organ vital, dan paling parah bisa menyebabkan kematian.

    Hal-hal seperti ini tidak berfungsi efektif pada ular. Lantas, bagaimana cara yang ampuh untuk mengusir ular? Dilansir Pulse, berikut caranya.

    1. Jaga Rumah dan Lingkungan Sekitar Bersih

    Ular menyukai lingkungan di mana banyak tempat persembunyian bagi mereka. Misalnya tumpukan kayu, rumput, dan dedaunan. Jika rumah kalian memiliki halaman yang luas, sering-sering membersihkan rumput dan jangan biarkan tumbuh terlalu tinggi.

    2. Siapkan Predator Alami

    Mungkin memasang perangkap akan sulit menangkap ular, coba ganti dengan memelihara hewan predator yang ditakuti oleh ular seperti burung hantu.

    3. Gunakan Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Daripada memakai garam, coba pakai bawang putih dan bawang bombai. Kedua bahan alami ini mengandung asam sulfonat yang dapat mengusir ular. Caranya dengan membuat cairan dari campuran kedua bawang dan air. Lalu cairan tersebut disemprot ke ular atau area yang menjadi tempat keluar masuk ular.

    4. Biji Kola

    Kola di sini bukanlah nama minuman bersoda melainkan sebuah tanaman bernama kola atau cola. Biji kola bisa mengusir ular. Caranya dengan menyebarkan potongan biji kola ke berbagai tempat di sekitar rumah dan di halaman.

    5. Tanam Tanaman Pengusir Ular

    Beberapa tanaman juga ampuh untuk mengusir ular seperti marigold, serai, dan lidah mertua. Aroma yang dikeluarkan tanaman ini dapat mengganggu penciuman mereka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak Video ‘Lansia 66 Tahun Ditelan Ular Piton 6 Meter’:

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 5 Hal Ini Bisa Bikin Laba-laba Masuk Rumah


    Jakarta

    Keberadaan laba-laba terkadang bisa mengganggu para penghuni rumah. Belum lagi, hewan tersebut kerap membuat sarang yang bisa membuat ruangan terkesan tidak terawat.

    Laba-laba tidak begitu saja datang ke rumah. Ada beberapa hal yang bisa menarik mereka untuk datang ke rumah. Apa itu?

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Tempat Sampah Terbuka

    Lalat biasanya mengerubungi sampah makanan. Hal ini tentu bisa menjadi sumber makanan bagi laba-laba yang merupakan insektivora atau pemakan serangga.

    Dikutip dari The Spruce, kalau rumah tidak ingin disambangi laba-laba, sebaiknya penghuni pastikan sudah membuang sampah di tempat sampah yang tertutup, apalagi kalau sampah makanan. Selain itu, jangan tinggalkan dus-dus kosong karena bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba.

    2. Pintu dan Jendela Rumah yang Terbuka

    Hal ini bisa menjadi salah satu cara masuk laba-laba ke dalam rumah. Belum lagi, rumah bisa menjadi tempat yang pas bagi laba-laba untuk berlindung dari cuaca panas maupun hujan.

    Maka dari itu, penting untuk menutup celah di sekitar jendela dan pintu, termasuk retak pada fondasi.

    3. Tidak Rutin Membersihkan Rumah

    Rumah yang kotor dan berantakan bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba. Dilansir dari Real Simple, bagian-bagian rumah seperti pilar dan sudut ruangan harus dibersihkan untuk menghindari adanya sumber makanan serta tempat berkembang biak laba-laba.

    4. Terlalu Banyak Tanaman di Dalam Rumah

    Memiliki tanaman di rumah memang baik karena bisa membuat ruangan tampak asri dan indah. Namun kalau terlalu banyak justru bisa menjadi tempat berkembang biak laba-laba.

    “Di dalam rumah, laba-laba cenderung tidak menghadapi predator yang biasanya mengancam mereka di lingkungan luar, sehingga ruangan dalam [dan tanaman indoor] menjadi habitat jangka panjang yang menarik,” ujar pendiri perusahaan pest control, Pestie, Matt Rogers, dikutip dari Real Simple.

    5. Menyalakan Lampu Luar Rumah

    Menyalakan lampu luar rumah pada malam hari memang bisa memberikan rasa aman. Tapi hal itu bisa mengundang serangga lain yang menjadi sumber makanan laba-laba.

    Roger menyarankan untuk menggunakan lampu yang menyala berdasarkan sensor atau waktu.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin laba-laba masuk ke rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenalan sama Ketonggeng yang Mirip Kalajengking dan Cara Cegahnya Masuk Rumah



    Jakarta

    Pernah dengar ketonggeng? Mungkin banyak masyarakat yang belum tahu apa itu ketonggeng.

    Ketonggeng merupakan hewan yang mirip kalajengking. Keberadaannya terkadang ditemukan di rumah.

    Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi mengatakan ketonggeng bukanlah serangga, melainkan Arachnida yang menyerupai kalajengking berekor cambuk. Saat musuh menyerang, ia bisa menyemprotkan cairan asam asetat sebagai mekanisme pertahanan diri.


    Meski penampilannya menyeramkan, ketonggeng tidak berbisa dan tak memiliki sengat seperti kalajengking. Ia punya delapan mata tapi indera penglihatannya buruk sehingga mengandalkan indera peraba saat keadaan gelap.

    Ketonggeng berperan penting sebagai predator alami dalam ekosistem, seperti kecoak, rayap, jangkrik dan laba-laba.
    Meski sering dianggap berbahaya, ketonggeng tak seperti kalajengking. Aroma khasnya seperti cuka dan cairannya tidak terlalu membahayakan untuk manusia.

    Ketonggeng adalah hewan karnivora yang aktif berburu pada malam hari. Ketika menemukan mangsa, ia akan menangkapnya menggunakan pedipalpus, lalu membawanya ke rahang untuk dimakan.

    Alasan dan Cara Cegah Ketonggeng Masuk Rumah

    Hewan yang satu ini terkadang bisa masuk ke dalam rumah apalagi saat populasi sedang tinggi-tingginya. Umumnya, ketonggeng masuk rumah ketika ada sumber makanan seperti cacing, siput, kecoak, jangkrik, serangga lainnya, kalajengking cambuk yang lebih kecil, serta laba-laba.

    Walau demikian, penghuni rumah tidak perlu bingung karena masih bisa mencegah ketonggeng masuk ke dalam ruangan. Boyke mengungkapkan salah satu cara untuk mencegah ketonggeng masuk rumah adalah menjaga kebersihan.

    “Untuk pengendalian ketonggeng dengan perbaikan sanitasi, menjaga kebersihan, memastikan tidak ada serangga di rumah yang menjadi sumber makanannya, dan gunakan jasa pest control apabila sudah mengganggu,” ungkapnya kepada detikcom, Senin (22/9/2025).

    Jika keberadaan ketonggeng sudah mengganggu, segera hubungi jasa pest control untuk mengendalikannya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com