Tag: proofing

  • Cara Mudah Cek Atap Dak Beton Bocor, Cuma Pakai 1 Teknik!


    Jakarta

    Atap dak beton semakin banyak digunakan sebagai bentuk atap rumah masa kini. Bentuk atap dak beton ini biasanya rata dan tidak memakai genteng, sehingga bisa dibuat sebagai ruang santai atau biasa disebut rooftop. Namun, sama seperti atap pada umumnya, dak beton juga bisa bocor atau rembes.

    Potensi kebocoran ini juga dipengaruhi karena bentuk dari atapnya yakni datar. Bentuk atap yang datar membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Sementara, atap yang miring, tidak akan membuat air berkumpul di atas, melainkan langsung jatuh ke tanah. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menyiapkan lubang dan pipa pembuangan air di atas.

    Selain itu, kamu juga harus memastikan atap dak beton itu memang tidak rembes atau bocor pada saat masih pembangunan. Dengan begitu, kamu tidak akan mengeluarkan uang dua kali lipat untuk memperbaiki dak beton ini. Lantas, bagaimana cara memastikan atap dak beton ini memang tidak rembes atau bocor?


    Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

    Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” sebut Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon.. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu di cek adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Atap Dak Beton Bocor dengan Teknik Perendaman Air



    Jakarta

    Atap dak beton biasanya memilik bentuk yang rata dan tidak menggunakan genteng. Meski tidak terlihat memiliki celah, dak beton juga bisa bocor atau rembes, lho.

    Kebocoran dapat dipengaruhi dari bentuk atap yang datar, sehingga membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Oleh karena itu, kamu perlu membuat lubang dan pipa pembuangan air pada atap dak beton.

    Kemudian, kamu perlu memastikan atap dak beton tidak rembes atau bocor pada saat pembangunan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadi masalah nantinya.


    Lantas, bagaimana cara cek atap dak beton tidak rembes atau bocor? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky mengatakan salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

    Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” kata Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu diperiksa adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Atasi Dinding Rembes Saat Turun Hujan


    Jakarta

    Ada sejumlah masalah yang kerap terjadi ketika turun hujan, salah satunya air hujan yang menembus hingga ke dinding. Hal tersebut membuat dinding menjadi rembes dan lembap.

    Penyebab utama dinding rembes saat hujan karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Jika dinding rembes tak segera diatasi maka bisa menimbulkan jamur hitam hingga merusak struktur bangunan.

    Jika dinding di rumah sering rembes, jangan khawatir. Ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi masalah tersebut. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Atasi Dinding Rembes Akibat Hujan

    Dilansir situs All Weather Coating dan Water Proofing, berikut sejumlah cara untuk mengatasi permasalahan dinding rembes ketika turun hujan:

    1. Memperbaiki Sambungan Rumah yang Rusak

    Saat melakukan renovasi rumah, mungkin ada salah satu sudut rumah yang tidak disambung dengan baik. Alhasil, saat turun hujan air bisa mengalir lewat celah tersebut dan menyebabkan rembes ke dinding rumah.

    Cara mengatasinya yakni dengan memperbaiki sambungan tersebut dengan tepat. Lalu, cek kembali saat turun hujan apakah air merembes ke dinding atau tidak.

    2. Melapisi Retak Rambut

    Munculnya retak rambut di dinding tidak bisa dianggap sepele. Hal itu karena retakan ini membuat air hujan dapat merembes ke dinding rumah.

    Untuk memperbaikinya, lapisi retak rambut di dinding dengan menggunakan semen putih dan cat pelapis anti bocor (cat waterproof). Langkah ini agar pori-pori pada dinding bisa tertutup sehingga air tidak merembes.

    3. Pakai Sealant Dinding

    Dinding rumah yang rembes juga bisa diatasi dengan menggunakan sealant, yaitu bahan yang dapat mengisi dan menyegel celah atau retakan pada dinding. Fungsinya untuk menyerap air ke dalam bata, sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

    Meski begitu, cara ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali. Jadi, tidak begitu efektif untuk menahan rembesan secara terus-menerus.

    4. Mengecat Eksterior Rumah

    Tidak hanya soal estetika, mengecat eksterior rumah juga penting untuk menjaga bangunan tetap tahan dari segala kondisi cuaca, termasuk hujan.

    Dianjurkan memakai cat eksterior waterproof berkualitas tinggi yang diformulasikan tahan terhadap cuaca. Jadi tak hanya terlihat estetis, tapi juga melindungi tembok rumah dari rembes dan kelembapan saat turun hujan.

    5. Perbaiki Pipa yang Rusak

    Selain karena air hujan, dinding bisa rembes karena ada kerusakan pada pipa, seperti pipa retak, bocor, atau sambungan antar pipa yang sudah longgar.

    Apabila kurang paham untuk memperbaiki pipa yang rusak, sebaiknya panggil tukang yang ahli di bidangnya. Dengan begitu, pipa bisa diperbaiki dengan cepat dan dinding rumah tidak rembes lagi saat hujan.

    Itulah lima cara ampuh untuk mengatasi dinding rembes saat turun hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com