Tag Archives: properti

Segini Biaya Sewa Kontrakan yang Ideal biar Nggak Boncos



Jakarta

Salah satu pertimbangan saat memilih kontrakan adalah harga sewa per bulannya. Tentu ini harus dipikirkan dengan matang agar tidak menunggak di tengah jalan.

Sayangnya tidak ada patokan harga sewa yang murah dan mahal itu seperti apa. Semuanya tergantung pada penghasilan masing-masing. Biasanya kontrakan yang mahal memiliki fasilitas dan lokasi yang mendukung. Namun, tidak sedikit kontrakan dengan harga terjangkau juga memiliki fasilitas yang lengkap dan tetap nyaman ditempati.

Lantas, bagaimana cara menentukan harga sewa yang aman di kantong? Apakah ada besaran pengeluaran yang disarankan?


Menurut pengamat properti sekaligus Direktur PT Global Asset Management Steve Sudijanto biaya sewa kontrakan tidak boleh lebih dari 30 persen dari penghasilan bulanan. Hal ini berlaku untuk pasangan atau yang masih single. Bahkan untuk penyewa yang masih single sebaiknya mencari kontrakan dengan harga semurah murah.

Kira-kira berapa sih 30 persen itu? Tentu nilainya berbeda-beda tergantung pada penghasilan per bulan. Sebagai contoh penghasilan suami Rp 8 juta, sementara penghasilan istrinya Rp 10 juta. Jika penghasilan mereka digabung, 30 persen dari Rp 18 juta adalah Rp 5,4 juta. Pasangan tersebut bisa mencari kontrakan dengan biaya sewa maksimal Rp 5,4 juta per bulan.

Kemudian, untuk yang masih single dengan penghasilannya UMR Jakarta sekitar Rp 5,5 juta, batas maksimal biaya kontrakan yang boleh dikeluarkan adalah Rp 1,65 juta per bulan. Dengan pengeluaran uang sewa segitu, pria A tetap bisa memiliki tabungan, pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari termasuk membeli hal-hal hiburan.

“Kalo belum menikah (kalau mau) agak lebih dikit (dari 30 persen) solusinya ya cari roommate (teman sekamar). Cari kawan yang bisa diajak urunan (patungan),” kata Steve saat dihubungi detikProperti, Jumat (12/9/2025).

Steve mengingatkan bagi pasangan muda yang memilih mengontrak dahulu sebelum membeli rumah, usahakan maksimal mengontrak paling lama 5 tahun. Setelah itu, mereka harus berusaha membeli rumah baik secara cash maupun cicilan seperti KPR.

“Dalam waktu kerja 5 tahun itu harus bisa beli rumah, jangan ngontrak terus karena rumah itu kan kebutuhan dasar. Harus ada niat dan celengan untuk membeli rumah biarpun lewat KPR. Bisa selaraskan besar KPR-nya mungkin dengan cicilannya 30 persen dari total gaji,” ujarnya.

Cara menabung untuk membeli rumah sembari mengontrak adalah menyisihkan 20 persen dari gaji untuk tabungan rumah. Proses menabung dimulai sejak bulan pertama mengontrak sehingga nanti memiliki uang untuk membayar DP atau uang muka yang biasanya tidak ditanggung oleh KPR.

“30 persen itu maksimum (bayar kontrakan). Biasanya tabung itu minimal disisihkan 20 persen dari hitungan finance. Jadi 5 tahun kita punya 100 persen celengan,” jelasnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Serupa tapi Tak Sama, Apa Perbedaan Meteran Listrik dan MCB?



Jakarta

Instalasi kelistrikan di rumah banyak sekali jenisnya. Semua pemilik rumah harus mengenalinya agar apabila terjadi masalah bisa menjelaskan di mana letak kesalahannya.

Salah satu yang sering salah penyebutan adalah meteran dan MCB. Orang sering salah mengira jika MCB adalah alat meteran di rumah, padahal MCB hanya berupa tombol di bagian bawah alat meteran listrik.

Keduanya memang tidak terpisahkan, tetapi keduanya berbeda. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penjelasannya.


Fungsi Meteran Listrik dan MCB

Menurut National Sales Director PT Hager Electro Indonesia Linda Koesno meteran listrik atau disebut pula dengan kWh meter berfungsi untuk menampilkan informasi besar kebutuhan dan pemakaian listrik di rumah.

kWh meter membutuhkan MCB (Miniature Circuit Breaker), yakni tombol yang berada di bawah meteran listrik. Tombol tersebut bisa memutus dan menghidupkan arus listrik dan menjaga agar tidak ada arus listrik berlebih yang mengalir ke kWh meter.

“(Arus listrik) kalau dari kabel masuk ke MCB dulu. Jadi istilahnya dia mengatur biar nggak kelebihan juga arus listriknya,” jelas Linda saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

PT ABB Sakti Industri, salah satu produsen industri energi dan teknologi otomatisasi dengan merek ABB memiliki pabrik di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. TYuk kita intip proses produksi produk elektrikalnya seperti MCB (Miniature Circuit Breaker).PT ABB Sakti Industri, salah satu produsen industri energi dan teknologi otomatisasi dengan merek ABB memiliki pabrik di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. TYuk kita intip proses produksi produk elektrikalnya seperti MCB (Miniature Circuit Breaker). Foto: Rachman Haryanto

Keduanya pasti ada di setiap rumah yang sudah dialiri listrik. Tanpa ada MCB di kWh meter kemungkinan besar alat tersebut dapat terbakar.

Linda mengatakan MCB yang terpasang di instalasi rumah tidak hanya satu, ada MCB dari PLN dan MCB di dalam rumah. MCB PLN tidak boleh sembarangan diganti atau dilepas. Pemilik rumah harus bertanya dahulu kepada pihak PLN apabila ingin mengganti MCB atau menambahnya.

“Yang boleh diganti itu adalah MCB di dalam rumahnya. Kalau yang di bawah meteran itu nggak boleh,” ujarnya.

Itulah perbedaan meteran listrik atau kWh meter dengan MCB, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Cahaya Merah dari Lampu Bisa Bikin Tanaman Tumbuh Subur, Kok Bisa?


Jakarta

Cara agar tanaman dapat tumbuh subur umumnya disiram secara berkala supaya tanahnya tidak kering. Selain itu, tanaman juga perlu terpapar sinar matahari agar proses pertumbuhannya bisa cepat.

Namun, sejumlah pakar di bidang tanaman membagikan tips lain agar tanaman bisa tumbuh subur, yakni memanfaatkan cahaya merah. Cahaya itu ternyata dapat membantu proses pertumbuhan tanaman.

Bagaimana cara memanfaatkan cahaya merah agar tanaman bisa tumbuh subur? Simak penjelasannya menurut pakar dalam artikel ini.


Manfaat Cahaya Merah untuk Tanaman

Tukang kebun dan desainer taman profesional Linda Pereira menyebut penggunaan cahaya merah dapat membantu tumbuhan lebih cepat panen. Sebab, panjang gelombang atau warna cahaya diketahui dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Sebagai contoh, Linda menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan dengan pencahayaan berwarna merah. Cahaya tersebut dapat membantu selada dan basil panen lebih awal.

“Menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan menggunakan lampu LED merah dapat membantu panen lebih awal,” kata Linda dikutip situs The Spruce.

Selain merah, cahaya berwarna biru juga dapat membantu proses fotosintesis bagi tumbuhan. Namun, kedua warna cahaya ini memiliki fungsi yang berbeda.

Cahaya biru dapat mendukung pertumbuhan vegetatif tumbuhan, sedangkan cahaya merah mendorong pembuahan dan tahap pertumbuhan selanjutnya dalam siklus hidup tanaman.

Tips Menggunakan Cahaya Merah untuk Tanaman

Ada sejumlah tips yang perlu diketahui sebelum menggunakan cahaya merah untuk tanaman. Simak penjelasannya di bawah ini:

1. Pilih Jenis Lampu yang Tepat

Lampu terdiri dari beberapa jenis, mulai dari lampu neon, pijar, dan LED. Agar tumbuhan dapat menyerap cahaya merah secara optimal, sebaiknya pilih lampu LED karena lebih terang.

Namun, harga lampu LED memang cenderung lebih mahal daripada jenis lampu lainnya. Meski begitu, penggunaannya lebih hemat energi sehingga dapat menghemat tagihan listrik.

“Sudah menjadi rahasia umum kalau lampu LED lebih andal dan efisien daripada lampu jenis lainnya,” ujar Linda.

2. Durasi Tanaman Terpapar Cahaya Merah

Lama waktunya tanaman terpapar cahaya merah bisa berbeda-beda tergantung dari jenis tanaman atau siklus hidupnya. Misalnya, tanaman hidroponik seperti selada membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam per hari.

Untuk tanaman hias berbunga dianjurkan terpapar cahaya merah selama 14-16 jam per hari. Sementara untuk bibit tanaman membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 14-16 jam per hari agar bisa tumbuh subur.

Demikian penjelasan mengenai manfaat cahaya merah untuk tanaman agar bisa tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Lokasi dan Jenis CCTV yang Paling Tepat Dipasang di Rumah



Jakarta

Pemasangan CCTV tidak bisa di tempat sembarangan. Lokasi yang salah justru membuat gambar terlihat tidak jelas dan berpotensi terhalang objek tertentu.

Mengetahui lokasi yang tepat untuk memasang CCTV juga bisa membantu mengetahui jumlah kamera yang harus dibeli. Hal ini dapat membantu pemilik rumah untuk menyiapkan biaya dan memilih jenis CCTV yang sesuai dengan kebutuhan.

Lantas, lokasi di mana saja yang tepat untuk memasang CCTV di rumah?


Menurut Engineer CCTV Hikvision Nalendra Fahlevie tempat pemasangan CCTV yang tepat adalah ruang tamu, ruang makan, dapur, dan halaman. Keempatnya adalah tempat berkegiatan setiap hari dan lalu lalang penghuni rumah dan tamu sehingga harus siaga untuk merekam segala kegiatan.

“Pertama halaman. Terus kedua ruang tamu, area ruang makan, sama dapur. Karena apa? Poin pertama itu memang ya udah vital. Terus menurut saya sih dapur takut ada apa-apa,” katanya saat ditemui di saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Nalendra menyarankan untuk CCTV di dapur sebaiknya ditambahkan beberapa fitur penunjang seperti thermal detector atau pendeteksi radiasi dan perubahan suhu berlebih. Hal ini untuk mencegah terjadinya kebakaran. Namun, biaya pemasangannya lebih mahal daripada CCTV biasa.

Kemudian, untuk ruang lainnya lebih baik memakai lensa kamera yang bisa menampilkan objek secara luas seperti kamera fisheye.

CCTV di halaman juga sebaiknya ditambahkan sistem peringatan jika ada pergerakan yang mencurigakan. Sebagai contoh ada alarm yang akan berbunyi jika ada orang yang masuk rumah melalui atas pagar atau alarm berbunyi jika ada orang masuk di waktu-waktu yang tidak biasa, yakni tengah malam dan dini hari.

Jenis CCTV untuk di Dalam dan Luar Rumah

Kamera CCTV bulletKamera CCTV bullet Foto: Sekar Aqillah Indraswari

Nalendra mengatakan jenis CCTV yang dipakai untuk dalam dan luar rumah berbeda. Untuk dalam rumah memakai CCTV berbentuk bulat atau disebut CCTV dome. Bentuk kamera ini setengah lingkaran di mana bagian yang rata menempel pada dinding. Bagian bawahnya yang bulat dilapisi dengan penutup bening agar objek di depan kamera dapat terlihat dengan jelas.

Kemudian untuk di luar ruangan, CCTV yang dipakai bernama kamera bullet. Bentuknya lonjong seperti leher kamera telezoom.

Itulah beberapa lokasi yang bisa dipasang CCTV, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Rumus Menghitung Kebutuhan Batu Bata untuk Bangun Rumah Tanpa Borongan


Jakarta

Batu bata merupakan salah satu komponen utama untuk membangun rumah. Sebab, batu bata dipakai untuk membangun dinding dan fondasi utama rumah.

Ketika membeli batu bata, kita perlu tahu jumlahnya karena material satu ini dijual satuan. Lantas, bagaimana cara mengetahui jumlah batu bata yang akan dipakai?

Menurut Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan, untuk mengetahui jumlah batu bata yang dibutuhkan adalah dengan dihitung per meter persegi (m2). Cara menghitung luas dinding yang akan dibuat adalah dengan menghitung panjang dan lebarnya.


Luas = Panjang x Lebar

Sebagai contoh ketika ingin membangun ruangan seluas 9 meter persegi (3×3 meter). Begini cara hitung kebutuhan batu batanya.

1. Hitung Luas Pintu dan Jendela

Saat hendak membangun ruangan pasti ada bagian dinding yang dibiarkan bolong untuk dibuat pintu dan jendela. Nah, hitung dahulu luas tersebut. Sebagai contoh, anggap ukuran pintu yang akan dibuat adalah 1,98 m2 (0,9 x 2,2 meter). Kemudian ukuran jendela adalah 2,16 m2 (1,2 x 1,8 meter)

Apabila ditotal, luas dinding yang akan dibiarkan kosong tanpa bata adalah 4,14 m2.

2. Hitung Luas Dinding

Saat menghitung luas dinding, dibutuhkan informasi mengenai ukuran ruangan 3×3 meter, banyak dinding yang akan dibangun 4 sisi, dan tinggi dinding 4 sisi. Maka, apabila dihitung sebagai berikut:

Luas Dinding = Panjang x Lebar
Luas= 3 x 4 = 12 m2

Luas tersebut kemudian dikalikan dengan 4 sisi dinding yang akan dibangun.

Ukuran dinding yang akan dibangun= 12 x 4 = 48 m2

Selanjutnya, luas dinding dikurangi dengan luas area terbuka.

Maka, luas dinding yang akan dibuat 48 – 4,14 m2 = 43,86 m2 atau dibulatkan 44 m2.

3. Hitung Kebutuhan Bata Per Meter

Saat hendak menghitung jumlah bata per meter, cari tahu dahulu ukuran batu bata yang akan dipakai. Sebagai contoh batu bata yang akan dipakai berukuran 20 x 5 cm. Kemudian ketebalan spesi mortar atau campuran semen sebagai bahan pengikat adalah 2 cm.

Keduanya harus dihitung untuk mengetahui luas bata yang akan dipakai, begini caranya:

Luas batu bata (20 + 2 cm) x (5 + 2 cm) = 22 x 7 = 154 cm2 atau 0,0154 m2

Jumlah Bata = 1 meter : luas batu bata
Jumlah Bata = 1 : 0,0154 = 64,5 atau 65 buah per meter.

4. Hitung Jumlah Bata yang Dibutuhkan Sesuai Luas Area Pembangunan

Setelah mendapat serangkaian angka, untuk mengetahui jumlah bata yang diperlukan untuk membangun dinding di ruangan seluas 9 meter persegi, sebagai berikut.

Jumlah Bata = Luas Dinding x Kebutuhan Bata Per Meter
Jumlah Bata = 44 x 65 = 2.860 batu bata

Dapat disimpulkan untuk membangun ruangan seluas 9 meter persegi dibutuhkan sekitar 2.860 buah batu bata.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Cek dan Bayar Tagihan Air Bisa Online, Begini Caranya


Jakarta

Pemilik rumah yang langganan air bersih ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) harus bayar tagihan setiap bulannya. Besaran tagihan tergantung pada penggunaan air penghuni rumah sehari-hari.

Pemilik bisa dengan mudah mengecek tagihan air secara online. Jika sudah tahu tagihannya, pemilik juga bisa sekalian membayar tagihan PDAM.

Sebelum mengecek dan membayar tagihan, pastikan pemilik telah menyiapkan nomor pelanggan. Pemilik rumah bisa menemukan nomor pelanggan pada lingkaran meteran kaca.


Cara Cek Tagihan PDAM

Inilah beberapa cara untuk mengecek dan membayar tagihan PDAM melalui online.

Cek Tagihan PDAM Lewat Situs Resmi

Pemilik bisa mengetahui tagihan air dengan membuka situs resmi PDAM sesuai domisili. Misalnya untuk mengecek tagihan air di situs PDAM Jakarta, yaitu pamjaya.co.id, sebagai berikut.

  1. Buka situs resmi PDAM sesuai domisili.
  2. Pilih fitur ‘Cek Tagihan’.
  3. Masukkan nomor pelanggan.
  4. Setelah itu pilih ‘Cek Tagihan’.

Cek Tagihan dan Pembayaran PDAM

Lewat Aplikasi Gojek

Selain itu, pemilik bisa mengecek dan membayar tagihan air menggunakan aplikasi Gojek.

  1. Pastikan kamu sudah mengunduh dan memiliki akun Gojek.
  2. Pilih menu ‘Go Tagihan’.
  3. Cari logo PDAM atau fitur bernama PDAM.
  4. Pilih Kabupaten atau kota tempat domisili.
  5. Masukkan nomor pelanggan.
  6. Setelah itu tagihan PDAM akan muncul.
  7. Lanjutkan dengan pembayaran.

Aplikasi Tokopedia

Kemudian, pemilik dapat mengecek dan membayar tagihan PDAM dengan aplikasi Tokopedia.

  1. Pastikan kamu sudah mengunduh dan memiliki akun Tokopedia.
  2. Pilih menu ‘Top-Up & Tagihan’.
  3. Pilih menu ‘Semua Kategori’
  4. Pilih ‘Air PDAM’.
  5. Cari kota tempat tinggalmu.
  6. Masukkan Nomor Pelanggan.
  7. Setelah itu pilih ‘Bayar’.
  8. Setelah itu tagihan PDAM akan muncul.
  9. Lanjutkan dengan pembayaran.

Itulah cara mengecek dan membayar tagihan PDAM secara online. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Tung Desem Waringin Spill Jurus Jual Rumah Cepat Laku


Jakarta

Bisnis properti cukup diminati masyarakat karena bisa memperoleh keuntungan besar. Namun, salah satu kendalanya adalah menggaet pembeli agar rumah cepat laku.

Motivator bisnis dan praktisi bisnis properti Tung Desem Waringin mengungkap tips bagi pengusaha yang kesulitan menjual rumah. Ia menyebut seseorang membeli rumah karena beberapa faktor, yakni mengetahui ada penjualan, mampu membeli, menginginkan rumah, serta mempercayai penjualnya.

Lantas, bagaimana cara cepat menjual rumah? Berikut ini tipsnya menurut Tung.


Cara Jual Rumah Cepat Laku

Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan agar rumah cepat terjual.

1. Pasang Spanduk

Tung mengatakan penjual perlu memasang spanduk agar pembeli tahu rumah sedang dijual. Menurutnya, adanya spanduk dapat meningkatkan kemungkinan penjualan hingga 70 persen daripada tidak memasang spanduk.

“Orang beli itu karena tahu, kalau enggak tahu rumah Anda dijual kan celaka. Jadi pasang spanduk,” kata Tung dalam acara Indonesia Property Forum, Kamis (25/9/2025).

2. Pasang Iklan di Situs Jual Beli

Selain memasang spanduk, penjual rumah dapat memasang iklan di banyak situs jual beli properti. Tung menyebut ada puluhan situs gratis buat pasang iklan rumah.

3. Tunjukan Penjual Butuh Uang

Saat memasang iklan, Tung menyarankan menggunakan kata-kata yang menunjukkan penghuni membutuhkan uang, misalnya ‘Dijual BU banget’. Hindari kata-kata yang menandakan rumah itu mahal.

“Kita bisa pasang di sana (situs) tapi kata-katanya tidak boleh ‘Dijual villa mewah ada kolam renangnya’. Angel, mesti mahal,” katanya.

4. Bandingkan dengan Properti Lain

Kemudian, iklan bisa mengandung unsur perbandingan dengan penjualan rumah lain. Perbandingan tersebut dapat dari segi harga lebih murah ataupun kelebihan lainnya.

“Anda kasih perbandingan dengan sebelah. ‘Sebelah harga Rp 3,5 miliar, kami mulai dengan Rp 2,2 miliar,” ucapnya.

Ia menyebut properti selalu akan ada yang harganya lebih murah. Sebab ada perbedaan dari segi material bangunan, luas, hingga ketersediaan perabotan.

Lalu, penjual dapat memberi kenikmatan tambahan pada properti agar calon pembeli ingin membeli. Misalnya ada kolam renang, gratis biaya asuransi, gratis BPHTB, bahkan ada kerja sama dengan bank tertentu.

5. Bangun Rasa Percaya

Selain menarik, penjual harus membuat calon pembeli percaya. Penjual perlu membuktikan dan menyebutkan kredibilitasnya kepada calon pembeli.

“Orang percaya itu karena salah satunya histori, karena prestasi, karena bukti, karena garansi, karena testimoni. Itu didesainkan sehingga orang ‘I trust you and I buy’,” tuturnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Sering Dikira Sama, Ini 4 Perbedaan Kasur Ukuran King dan Queen


Jakarta

Banyak orang yang dilema saat membeli tempat tidur. Sebab, mereka ingin membeli kasur yang empuk dan nyaman agar kualitas tidur tetap terjaga baik.

Selain soal kenyamanan, hal yang harus diperhatikan saat membeli kasur adalah tentang ukurannya. Adapun dua jenis kasur yang banyak dibeli orang, yakni ukuran king dan queen.

Banyak yang mengira kalau kasur king dan queen adalah sama karena sekilas punya ukuran yang hampir mirip. Padahal, keduanya memiliki sejumlah perbedaan dari segi ukuran hingga harga.


Ingin tahu perbedaan antara kasur king dan queen? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Perbedaan Kasur King dan Queen

Ada sejumlah perbedaan antara kasur ukuran king dan queen. Agar tidak salah saat membelinya, simak perbedaannya di bawah ini yang dilansir situs Sleep Foundation:

1. Ukuran

Perbedaan yang paling jelas terlihat adalah dari segi ukurannya. Meski sama-sama besar, tapi ukuran queen justru lebih kecil daripada king bed.

Kasur ukuran king memiliki panjang 180 cm dan lebar 200 cm. Sementara queen bed punya ukuran sedikit lebih kecil, yakni 160 x 200 cm.

2. Sesuaikan Kebutuhan

Karena memiliki ukuran lebih lebar, kasur king size dapat menampung dua orang dewasa dan satu anak kecil. Tempat tidur ini cocok bagi keluarga yang memiliki anak kecil dengan usia di bawah 3 tahun.

Sementara itu, kasur queen bed lebih cocok untuk pasangan yang baru menikah karena hanya muat untuk dua orang dewasa. Sebenarnya masih bisa menampung satu anak kecil, tapi dikhawatirkan akan terasa sempit.

3. Tentukan Ukuran Kamar

Selain membeli kasur sesuai kebutuhan, pastikan juga kamu telah mengukur kamar tidur di rumah. Jangan sampai sudah membeli kasur yang besar tapi ternyata tidak muat atau justru bikin sempit ruangan.

Kasur ukuran king sangat cocok ditempatkan untuk kamar yang luas. Apabila kamar tidur di rumah minimalis dan ukurannya cukup kecil, maka queen bed bisa menjadi pilihan terbaik.

4. Harga

Mengenai harga, baik kasur ukuran king atau queen memiliki banderol yang berbeda-beda. Selain karena dibedakan oleh jenisnya, harga kasur juga tergantung dari mereknya.

Di berbagai situs marketplace, harga kasur ukuran king dibanderol mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 25 juta. Sementara tempat tidur jenis queen bed punya harga mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 22 jutaan.

Sejumlah merek kerap menawarkan beberapa promo menarik dan paket bundling. Jadi, harga kasur bisa jauh lebih murah sekaligus mendapatkan bantal, guling, dan seprai.

Itulah perbedaan antara kasur ukuran king dan queen bed. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Tak Cuma Tukang, Ahli Ini Harus Terlibat Saat Bangun Rumah biar Nggak Ambruk


Jakarta

Saat bangun atau renovasi rumah, sosok yang pasti terlihat setiap hari di lokasi konstruksi adalah tukang. Sebenarnya di balik itu, ada banyak pihak yang harus terlibat untuk memastikan ketepatan dan keamanan konstruksi. Kira-kira siapa saja ya?

Menurut arsitek sekaligus dosen di Binus University Denny Setiawan ketika membangun dan renovasi rumah beberapa ahli perlu terlibat di dalamnya. Sebab, sebelum memulai proyek, perlu ada sebuah desain bangunan yang merupakan syarat wajib untuk mendapat izin membangun dari pemerintah. Izin ini disebut dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Berikut beberapa ahli yang perlu terlibat dalam setiap pembangunan.


1. Ahli Sipil

Saat membangun dan merenovasi rumah, hal pertama yang harus dipastikan adalah keamanannya. Proses pengecekan ini dilakukan oleh ahli sipil atau insinyur sipil.

“Keselamatan itu ahli sipil, ahli struktur. Itu perlu dilibatkan dan penting sekali perannya untuk menjamin bangunannya layak fungsi atau tidak,” kata Denny saat dihubungi detikcom, pada Kamis (2/10/2025).

2. Arsitek

Arsitek dikenal sebagai profesi yang berkutat pada gambar dan desain bangunan. Dalam proses pembangunan, arsitek bukan hanya sebagai pembuat desain, melainkan nahkoda pada proyek tersebut. Ia harus memastikan hingga akhir pembangunannya tepat dan sesuai dengan perencanaan awal.

“Arsitek membangun atau mendesain sesuai dengan apa yang seharusnya,” jelasnya.

3. Kontraktor

Denny menjelaskan, arsitek dan ahli sipil sebenarnya sudah cukup memastikan pembangunan berjalan lancar dan aman. Namun, apabila ingin memakai jasa kontraktor juga tidak masalah.

“Arsitek berkewajiban menjaga sampai bangunan itu sesuai dengan apa yang digambar. Jadi kalau ada arsitek, otomatis ada kontraktor. Kecuali kliennya sendiri yang meminta tidak ada kontraktor,” terangnya.

4. Tukang

Terakhir adalah tukang. Mereka adalah ahli-ahli pembangunan yang merealisasikan ide dari pemilik rumah dan arsitek. Mereka bekerja berdasarkan arahan dan aturan dari arsitek dan ahli sipil.

Itulah sosok ahli yang harus ada di setiap pembangunan dan renovasi, jangan sampai asal-asalan menyerahkan pembangunan kepada orang yang tak berpengalaman ya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Hal Ini Bikin Rumah Nggak Laku Meski Dijual Murah


Jakarta

Ada beberapa orang yang tengah kesulitan saat menjual rumahnya. Walau berada di lokasi yang strategis, harganya tidak terlalu mahal, dan memiliki surat yang lengkap, tapi tetap saja tidak laku-laku.

Mungkin pemilik rumah tidak sadar kalau ada beberapa hal yang membuat propertinya tak kunjung laku. Misalnya, ditemukan kerusakan pada atap atau halaman yang tidak terawat.

Hal-hal tersebut bisa membuat calon pembeli berubah pikiran. Dari semula sangat yakin untuk membeli rumah, tapi perlahan mundur dan akhirnya memilih mencari rumah yang lain.


Ingin tahu apa saja hal yang membuat rumah yang dijual tak laku-laku? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Hal Ini Bikin Rumah yang Dijual Tak Laku-laku

Sejumlah agen properti membeberkan beberapa hal yang membuat rumah tidak kunjung laku. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

1. Halaman Rumah Tidak Terawat

Halaman yang tidak terawat membuat banyak calon pembeli memutuskan untuk tidak jadi meminang rumah tersebut. Kondisi ini meliputi rumput yang tumbuh lebat, rumput mati, daun-daun berserakan, atau jalan setapak yang retak.

Meski bisa dirapikan, tetapi calon pembeli harus mengeluarkan uang lagi untuk merawat halaman rumah. Selain itu, mereka menilai rumah tersebut tidak terawat karena dari halamannya saja sudah tak terurus.

“Bahkan sepetak kecil rumput hijau yang sehat di halaman depan akan sangat membantu membuat rumah lebih menarik,” kata agen properti Jan Ryan.

2. Kondisi Cat Dinding yang Kusam

Tak hanya bagian luar, tapi interior rumah juga wajib diperhatikan oleh calon pembeli. Jika ditemukan cat dinding sudah kusam atau mengelupas maka jangan heran kalau rumah tidak cepat terjual.

Selain itu, banyak pembeli yang tidak suka dengan warna cat yang terlalu mencolok, baik pada satu dinding atau menutupi seluruh ruangan. Memang bisa dicat kembali sesuai keinginan, tapi tentu mengeluarkan uang lagi.

“Dinding aksen hijau limau mungkin terasa menyenangkan pada awalnya, tetapi pembeli tidak dapat melihat lebih dari warna-warna yang berani dan ketinggalan zaman,” ujar Ryan.

3. Banyak Kerusakan di Rumah

Kondisi rumah yang tidak terawat jadi alasan utama banyak calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli properti tersebut. Misalnya, ditemukan atap bocor, dinding retak halus, cat dinding mengelupas, atau pintu yang sudah rusak.

Hal-hal kecil seperti gagang pintu yang longgar atau tetesan air dari keran terkadang dianggap sepele. Namun, hal tersebut akan menjadi penilaian penting bagi calon pembeli rumah.

“Jika mereka melihat hal-hal kecil diabaikan begitu saja, mereka tentu khawatir akan ada masalah besar yang ditutupi,” papar Ryan.

4. Perabotan yang Sudah Jadul

Perabotan di rumah seperti kloset duduk atau fitting lampu yang sudah kuno juga termasuk penilaian bagi calon pembeli. Meski bisa diganti yang baru, tapi Ryan menyebut tak semua orang mau mengeluarkan duit ekstra hanya untuk mengganti perabotan kecil.

“Banyak dari barang-barang ini sebenarnya dapat diperbarui dengan biaya terjangkau, tetapi jika masih digunakan dapat memberikan perbedaan besar pada calon pembeli saat melihat rumah Anda,” tuturnya.

5. Perbaikan Rumah yang Tidak Tuntas

Sebelum dijual, banyak pemilik rumah yang melakukan sejumlah perbaikan di beberapa sudut ruangan. Meski tujuannya baik agar menambah nilai jual, tapi jika dikerjakan secara asal-asalan justru bisa berdampak buruk.

Sebagai contoh, cat dinding yang terlihat belang atau tidak rapi bisa membuat calon pembeli mengurungkan niatnya membeli rumah.

“Jika saya masuk ke sebuah rumah dan melihat lebih dari satu pekerjaan yang tidak rapi, hal itu menunjukkan jika penjual rumah terlalu hemat. Saya akan berasumsi dia juga menyewa tukang listrik atau tukang ledeng yang termurah,” imbuh Ryan.

Itulah lima hal yang membuat calon pembeli gagal membeli rumah kamu. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com