Tag Archives: properti

Hati-hati! Ini Risiko Beli Tanah Belum Balik Nama dari Ahli Waris


Jakarta

Saat membeli tanah ada serangkaian urusan administrasi yang perlu dipenuhi. Tak jarang ada kendala pada proses ini, apalagi kalau membeli tanah yang belum balik nama dari ahli waris.

Notaris, PPAT, dan Pejabat Lelang Kelas II Bima, Fitri Khairunnisa mengatakan ada berbagai risiko membeli tanah belum balik nama dari ahli waris, sehingga memperlambat dan menyulitkan proses administrasi. Sebaliknya, tanah yang sudah diturun waris ke salah satu orang atau beberapa orang untuk dibalik nama akan lebih mudah dan cepat.

“Berkaitan dengan ahli waris, sangat jarang hanya satu ahli waris, beberapa biasanya banyak ahli waris. Kadang-kadang mereka tidak kooperatif dalam pembagian warisnya. Ada juga yang sebagian mau menjual, sebagian juga mau mempertahankan,” ujar Fitri kepada detikcom, Sabtu (11/5/2024).


Lantas, apa saja risiko membeli tanah dari ahli waris yang mana belum balik nama? Simak penjelasannya berikut ini.

Risiko Beli Tanah Belum Balik Nama

1. Dokumen Belum Lengkap

Membeli tanah yang belum balik nama menjadi nama ahli waris dikhawatirkan dokumen belum lengkap dimiliki oleh penjual, sehingga bisa memakan waktu untuk melengkapinya. Lebih dari itu, kemungkinan akan sulit mengumpulkan dokumen dari para ahli waris, apalagi kalau tidak kooperatif.

“Biasanya nanti kami ada blanko untuk turun waris, itu sudah disediakan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional). Dan yang mencakup itu semua KTP (Karta Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga) ahli waris, surat kematian yang meninggal,” ungkapnya.

Terkadang surat kematian tersebut bukan hanya satu orang pemilik aset, melainkan juga ahli waris yang telah meninggal. Namun, sebenarnya pengurusan turun waris bisa diurus secara individu ke BPN tanpa menggunakan jasa notaris.

2. Sulit Mendapatkan Tanda Tangan

Selain dokumen belum lengkap, ada risiko kesulitan meminta tanda tangan ahli waris untuk Akta Jual Beli (AJB) maupun surat keterangan waris. Hal ini bisa disebabkan karena kesibukan, jarak tempat tinggal, hingga ketidaksepakatan antara para ahli waris.

“Mungkin ada yang mau menjual, ada yang mau mempertahankan (tanah). Itu kondisional masing-masing kasus tapi tidak selamanya mereka mau melakukan jual. Dan kalaupun ada satu aja pihak yang tidak mau tanda tangan itu berarti semua batal,” paparnya.

3. Ada Pengeluaran Tambahan

Kemudian, pembeli juga berisiko berhadapan dengan para ahli waris yang meminta bagian uang kalau ingin dilancarkan proses administrasi, baik dari dokumen maupun tanda tangan.

Sering kali ada kasus penjual meninggal dunia tetapi belum balik nama tanah, kemudian ahli waris belum mendapatkan bagian namun harus melaksanakan kewajiban administrasi. Maka, terkadang pembeli terpaksa mengeluarkan uang lebih demi mendapat status kepemilikan tanah yang jelas.

4. Penjual Keburu Meninggal

Lalu, proses administrasi akan semakin rumit jika kebetulan penjual tanah meninggal dunia sebelum membalik nama tanah. Penelusuran soal ahli waris beserta dokumen yang perlu dilengkapi semakin susah, apalagi kalau penjual tidak mempunyai keturunan.

Saran

Fitri menekankan agar segera membalik nama tanah kalau jual-beli tanah. Ia juga menyarankan agar pembeli tidak buru-buru melunasi pembayaran tanah sebelum dokumen dan persyaratan dipenuhi oleh penjual. Apabila tanah sudah atas nama ahli waris, barulah pembeli bisa melunasi pembayaran untuk Akta Jual Beli (AJB).

“Jangan dilunasi dahulu, mereka istilahnya biar kooperatif dulu untuk menyiapkan dokumen-dokumen untuk nanti tanda tangan. Kan mereka juga harus hadir di hadapan notaris, seringnya ahli waris ada di beberapa kota, bahkan luar negeri,” pungkas Fitri.

Demikian penjelasan tentang risiko membeli tanah dari ahli waris yang belum membalik nama tanah. Semoga bermanfaat!

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Mau Beli Tanah dari Ahli Waris? Pastikan Hal Ini Dulu biar Nggak Menyesal


Jakarta

Membeli tanah mengharuskan pembeli melalui serangkaian proses administrasi. Pembeli harus melakukannya dengan teliti, apalagi kalau membeli tanah dari ahli waris.

Ada sejumlah hal yang perlu kamu pastikan dulu sebelum melakukan transaksi. Supaya kamu nggak menyesal di kemudian hari, berikut ini hal yang perlu diperhatikan saat akan membeli tanah dari ahli waris.

Periksa Hal Ini Sebelum Membeli Tanah

1. Ahli Waris Sudah Balik Nama

Notaris, PPAT, dan Pejabat Lelang Kelas II Bima, Fitri Khairunnisa menyarankan agar pembeli tidak melunasi pembayaran sebelum status hukum tanah sudah balik nama menjadi nama ahli waris tertentu.


Pasalnya, ada berbagai risiko yang dapat merugikan pembeli dari segi waktu, tenaga, hingga materi untuk mengurus balik nama. Dikhawatirkan pembeli tidak mendapat status hukum yang jelas untuk tanah yang baru dibeli karena tanah belum balik modal.

“Saran saya setiap pembeli jangan lunasi dulu (tanah), diurus-urus dulu semua kelengkapan dokumen. Ketika sudah atas nama ahli waris, baru dilunasi untuk Akta Jual Beli (AJB),” ujar Fitri kepada detikcom, Sabtu (11/5/2024).

Fitri memaparkan risiko membeli tanah belum balik nama antara lain penjual belum menyiapkan dokumen yang lengkap, sehingga memperlambat proses administrasi. Lalu, beberapa ahli waris enggan menandatangani AJB maupun surat keterangan waris.

Bahkan, pembeli bisa saja mengeluarkan uang lebih untuk membujuk ahli waris kooperatif dalam memberikan dokumen dan tanda tangan. Hal ini sering terjadi ketika penjual sudah meninggal dan para ahli waris belum mendapatkan bagiannya.

“Jangan dilunasi dahulu, mereka istilahnya biar kooperatif dulu untuk menyiapkan dokumen-dokumen untuk nanti tanda tangan. Kan mereka (ahli waris) juga harus hadir di hadapan notaris, seringnya ahli waris ada di beberapa kota, bahkan luar negeri,” katanya.

2. Keaslian Dokumen

Kemudian, kamu perlu memeriksa status hukum tanah. Pastikan dokumen dan sertifikat yang dimiliki penjual itu asli.

“Sekarang bisa kita cek sertifikatnya ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) atau ke notaris apakah benar ini sertifikatnya asli, tidak sertifikat ganda, apa benar sertifikatnya tidak sedang diagunkan ke bank. Pokoknya di-check and clear dulu sebelum beli,” pungkas Fitri.

Setelah semua jelas dan terpenuhi, barulah melunasi pembelian tanah dan segera membalik nama tanah menjadi pembeli. Sebaiknya balik nama disegerakan untuk menghindari kejadian tak terduga, misalkan penjual meninggal dunia, sehingga akan menyulitkan proses administrasi.

Itulah hal-hal yang perlu kamu perhatikan ketika hendak membeli tanah dari ahli waris. Semoga bermanfaat!

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Pengin Sewa Rumah? Cek 5 Hal Ini Dulu biar Nggak Salah Pilih


Jakarta

Kalau kamu merasa menemukan rumah yang bagus buat disewa, jangan buru-buru ‘deal’ sama pemiliknya. Kamu perlu melakukan pertimbangan yang matang sebelum sewa rumah.

Meski bukan hunian permanen, kemungkinan besar kamu akan menghabiskan banyak waktu di dalam rumah tersebut. Maka, sebaiknya memilih rumah yang bisa menjadi tempat ternyaman buat penghuninya.

Cari tahu lebih jauh tentang properti yang bakal disewa agar tidak salah pilih tempat tinggal. Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum sewa rumah yang dilansir dari reallymoving, Senin (13/5/2024).


Tips Sewa Rumah

1. Lokasi

Tentunya lokasi menjadi aspek penting dalam memilih hunian. Jangan sampai tergiur dengan harga terjangkau atau desain rumah yang bagus, tetapi jarak rumah jauh dari tempat-tempat yang sering kamu kunjungi, seperti sekolah, tempat kerja, dan tempat belanja.

Selain jarak, kamu juga harus mencari tahu bagaimana lingkungan rumah buat memastikan keamanan dan kenyamanan penghuni. Apakah aman dari berbagai tindak kejahatan? Apakah penghuni rumah bisa nyaman dengan keramaian sekitar rumah?

2. Biaya Sewa & Tagihan

Apabila sudah menentukan budget tetapi tak kunjung menemukan rumah yang cocok, mungkin kamu perlu menambah sedikit budget agar mendapat rumah yang sesuai kebutuhanmu. Nah, setelah menemukan rumah yang cocok, tanyakan juga berapa rata-rata biaya tagihan sebagai bahan pertimbangan.

3. Kondisi Rumah

Perhatikan dan tanyakan terkait kondisi rumah, baik kelebihan maupun kekurangannya supaya kamu siap dengan segala kemungkinan. Lalu, pastikan untuk mendokumentasikan setiap sisi rumah sebagai bahan bukti kalau sewaktu-waktu ada masalah.

4. Tenant Lama

Tidak ada salahnya menanyakan tentang tenant lama secara umum. Dengan mengetahui siapa tenant lama, berapa lama mereka menyewa, hingga alasan mereka pindah bisa menjadi bahan pertimbangan. Siapa tahu nanti kamu bisa mengidentifikasi tantangan dan masalah tinggal di rumah itu.

5. Kebutuhan Penghuni

Menyewa rumah tidak harus sesuai rumah impianmu, tetapi setidaknya memenuhi kebutuhan penghuni rumah untuk beraktivitas sehari-hari. Mungkin kamu membutuhkan dapur yang besar, lebih banyak kamar mandi, atau tempat parkir mobil? Pastikan rumah yang bakal disewa bisa memenuhi gaya hidupmu.

Itulah beberapa pertimbangan sebelum memutuskan sewa rumah. Semoga membantu!

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Kelebihan Membangun Rumah Ramah Lingkungan, Banyak Untungnya Lho!


Jakarta

Rumah ramah lingkungan dan berkelanjutan sangat memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap alam. Mulai dari pemilihan material hingga proses pembangunan dilakukan dengan seksama buat mencegah merusak lingkungan.

Selain baik untuk alam, konsep rumah ini juga menguntungkan bagi pemiliknya lho! Dalam jangka panjang, kamu justru menghemat banyak biaya, bahkan menambah nilai rumah.

Nah, buat kamu yang mau membangun rumah, bisa mempertimbangkan konsep hunian hijau. Berikut ini kelebihan rumah ramah lingkungan yang dilansir dari Grammatico Homes, Jumat (17/5/2024).


Keuntungan Rumah Ramah Lingkungan

1. Hemat Listrik dan Air

Bangunan rumah yang hijau mengurangi ketergantungan terhadap energi tak terbarukan. Efisiensi energi menjadi perhatian utama saat membangun rumah, seperti memasang panel surya dan teknik penggunaan jendela yang strategis untuk mengurangi penggunaan listrik.

Sementara penyediaan air menggunakan pipa ledeng yang efisien untuk mengurangi limbah, peralatan berefisiensi tinggi, dan sistem irigasi yang canggih. Alhasil, biaya operasional rumah ramah lingkungan bisa lebih hemat.

2. Rumah Tahan Lama

Rumah ini dirancang agar bisa tahan lama untuk mencegah produksi sampah. Sebab, kerusakan atau barang usang di rumah berarti ada sampah yang akan memenuhi tempat pembuangan akhir. Nah, dengan fitur rumah yang tahan lama berarti kamu biasa menghemat biaya perawatan.

3. Meningkatkan Nilai Properti

Bangunan hijau sendiri adalah sebuah kelebihan yang memiliki nilai tambah di pasaran. Selain investasi properti, kamu bisa meningkatkan nilai properti dengan membangun rumah ramah lingkungan. Apalagi, saat ini isu menjaga lingkungan semakin menjadi perhatian masyarakat.

4. Lingkungan Hidup Sehat

Rumah yang berkelanjutan juga mempertimbangkan dampak terhadap kehidupan di dalam rumah. Material bangunan yang digunakan dipilih dengan seksama supaya aman buat kesehatan penghuni dengan memerhatikan bahan kimia yang terkandung di dalamnya.

5. Mengurangi Tingkat Stress

Kemudian, rumah ramah lingkungan membantu mengurangi tingkat stress dan meningkatkan kualitas hidup. Konsep ini menekankan desain yang harmonis, pengurangan biaya, dan penyederhanaan proses, sehingga mendukung kebahagiaan jangka panjang.

Itulah kelebihan membangun rumah ramah lingkungan yang bisa kamu pertimbangkan. Semoga bermanfaat!

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cara Bikin Surat Perjanjian Sewa Tanah: Fungsi, Asas, Syarat


Jakarta

Bisnis sewa tanah bukan sekadar memastikan adanya sebidang tanah saja, melainkan ada prosedur yang perlu dipahami dan dilakukan. Salah satunya menyiapkan berbagai dokumen penting seperti surat perjanjian sewa tanah untuk proses transaksi.

Kalau kamu hendak melakukan proses kerja sama ini, maka perlu memperhatikan fungsi, asas, syarat, hingga isi surat perjanjian sewa tanah. Adapun surat ini merupakan sebuah kontrak yang menjadi fondasi atas hak dan kewajiban kedua pihak terkait.

Tentunya dengan landasan hukum yang berlaku, sehingga transaksi akan terjamin bagi pemilik atau penyewa tanah. Dikutip dari Aesia, Kamis (13/6/2024), surat perjanjian sewa tanah melibatkan saksi serta dikonfirmasi dengan penandatangan di atas materai sesuai isi perjanjian.


Fungsi Surat Perjanjian Sewa Tanah

Surat perjanjian sewa tanah berfungsi untuk memastikan keamanan terhadap segala risiko kejahatan yang melanggar hukum atas hak dan kewajiban kedua belah pihak. Surat ini harus dibuat dengan bukti pasti pada transaksi penyewaan tanah.

Asas Proses Transaksi

Dalam transaksi antara jual, beli dan sewa tanah, terdapat dua asas dalam pelaksanaannya, yakni asas tunai dan asas terang. Pada asas tunai, ini berarti sebuah proses transaksi yang dilakukan sesuai dengan kesepakatan perjanjian antar dua pihak. Sedangkan, pada asas terang.

Syarat Sah Surat Perjanjian Sewa

– Ditulis pada kertas dengan tanda tangan nama di atas materai.

– Dibuat berdasarkan kesadaran diri, bukan paksaan antara kedua pihak

– Hak dan kewajiban kedua pihak tercantum di dalam isi perjanjian

– Kedua belah pihak paham akan isinya dan mengerti maksud dan tujuan surat perjanjian tersebut

– Poin yang dicantumkan sesuai dengan kesepakatan kedua pihak tanpa adanya paksaan

– Isi di dalam perjanjian tersebut didasarkan pada aturan dan norma sesuai dengan landasan hukum yang berlaku.

Isi Surat Sewa Tanah

Di dalam surat perjanjian sewa tanah pastikan adanya beberapa yang perlu diketahui dan dicantumkan sebelum melakukan transaksi dan terjamin atas legalitasnya. Isi surat ini akan mencakup poin identitas dan syarat untuk kedua belah pihak, yaitu.

1. Informasi Lengkap

Penyerahan sewa tanah pertama-tama harus memiliki informasi lengkap baik alamat lokasi, posisi lahan, ilustrasi hingga layout tanah tersebut. Penulisan ini tercantum setelah data pribadi mengenai pemilik dan penyewa dan di dalam informasi ini harus disusun sedetail mungkin dan lengkap.

2. Uang Muka dan Prosedur Pembayaran

Di dalam surat perjanjian sewa tanah, penulisan pada biaya sewa, uang muka, serta prosedur transaksi dicantumkan dengan jelas di dalamnya. Metode pembayaran pada uang muka juga perlu dicantumkan secara komplit jika dilakukan secara bertahap/termin dengan tambahan jangka waktu.

3. Pembebanan Biaya dan Pasal yang Tercantum

Dalam surat pernyataan sewa tanah, kumpulan pasal-pasal penting meliputi tanggungan biaya pajak, iuran lingkungan, biaya pemakaian sarana pendukung serta biaya lainnya.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Manfaat Punya Balkon di Rumah, Bikin Hunian Makin Sehat-Estetik


Jakarta

Balkon adalah ruang tambahan yang memungkinkan kamu menikmati suasana outdoor di lantai atas rumah. Meski bukan bagian rumah yang esensial, balkon menyimpan banyak manfaat lho!

Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan atau berniat membuat balkon, sebaiknya mengetahui beragam manfaat yang dimiliki balkon. Dengan begitu, kamu bisa lebih yakin dan tahu cara memaksimalkan penggunaan balkon di rumah.

Lalu, apa saja manfaat mempunyai balkon di rumah? Yuk, simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Balcony Guide, Kamis (13/6/2024).


Manfaat Balkon di Rumah

1. Tempat Berkebun

Jika kamu senang bercocok tanam tetapi nggak ada taman maka kamu bisa menggunakan balkon kamu menjadi area berkebun. Kamu bisa menanam tanaman seperti sayur, bunga hingga buah. Selain, buat rumah kamu bakal jadi asri dan hijau. Kamu juga bisa berkebun kemudian memanen buah dan sayur yang kamu tanam.

2. Buat Sirkulasi Udara di Rumah

Menjaga sirkulasi udara dengan lancar di rumah memang sangat penting. Selain, pergantian udara yang lancar juga dapat membuat rumah nggak lembab. Nah, balkon bisa menjadi solusi agar sirkulasi udara jadi lancar. Kamu juga bisa menghirup udara pagi yang segar dari balkon kamu lho.

3. Ruang Penyimpanan Tambahan

Rumah terasa sempit karena ruangan penuh dengan barang-barang. Nah, kamu bisa memaksimalkan penggunaan ruangan dengan balkon. Kamu bisa menempatkan kursi dan meja nggak terpakai untuk disulap jadi ruang untuk bersantai.

4. Bikin Rumah Estetik

Dengan kamu punya balkon, rumah kamu jadi punya daya tarik tersendiri. Kamu juga bisa bereksperimen dengan menghias dan mempercantik balkon kamu dengan menambahkan sedikit dekorasi atau mengecat balkon.

5. Tempat Bersantai

Kamu bisa menjadikan balkon menjadi tempat untuk menghabiskan waktu dengan sekedar membaca buku atau bermain dengan keluarga. Kamu juga bisa menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam yang indah.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Faktor yang Pengaruhi Harga Rumah, Cek Dulu Sebelum Transaksi Ya!


Jakarta

Properti merupakan instrumen investasi jangka panjang yang banyak dilirik orang masyarakat, salah satuya berupa rumah. Harga rumah sering kali naik, sehingga menjadikan investasi properti salah satu andalan masyarakat untuk menanamkan kekayaannya.

Bukan hanya sebagai tempat tinggal, pemilik bisa sewaktu-waktu menjual rumahnya dengan harga lebih mahal dari awal pembelian. Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga rumah.

Mengutip dari AESIA, Kementerian Keuangan, Jumat (14/6/2024) harga dan nilai rumah kerap menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih sebuah hunian. Misalnya, rumah yang tidak begitu besar yang terletak di wilayah strategis akan memiliki harga yang berbeda dengan rumah yang luas dan terletak di wilayah yang sulit dilewati kendaraan.


Umumnya, harga rumah dapat mencerminkan kualitas dari properti tersebut. Lantas, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi harga rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Rumah

1. Lokasi

Lokasi merupakan faktor utama yang mempengaruhi nilai dan harga jual rumah. Lokasi meliputi lingkungan di sekitar rumah secara fisik maupun sosial.

Faktor penentu harga dari segi fisik yakni faktor landscape, vegetasi, temperatur udara, kualitas air, hingga suasana sekitar rumah. Sedangkan faktor sosial yang mempengaruhi harga yakni tingkat hidup dan sikap warga sekitar lokasi.

2. Aksesibilitas

Selanjutnya, akses rumah ke pusat kegiatan atau keramaian juga mempengaruhi harga rumah. Bagi orang yang memiliki mobilitas tinggi, faktor ini dijadikan sebagai penentu utama dalam memilih sebuah hunian.

Rumah yang memiliki akses mudah ke pusat keramaian, pusat perbelanjaan, pusat perkantoran, serta jalan tol memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding rumah yang jauh dari pusat keramaian.

3. Kondisi Fisik

Kondisi fisik rumah juga sangat menentukan harga jual rumah karena semua konsumen ingin memiliki hunian yang aman dan nyaman. Rumah dengan tipe baru akan lebih banyak diminati dibanding rumah tipe lama. Sama halnya dengan usia bangunan, semakin tua usia rumah, maka peminatnya akan semakin sedikit.

4. Harga Properti Sekitar

Selain itu, harga properti di sekitar lokasi rumah pun turut mempengaruhi harga rumah. Hal ini karena harga rumah cenderung mengikuti harga properti lain yang sudah terjual lebih dulu di sekitar lokasi rumah. Untuk itu, Anda perlu melakukan riset pasar harga di wilayah sekitar rumah yang akan dijual.

5. Kelengkapan Surat

Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi jual beli rumah, pastikan legalitas rumah sudah aman dan melengkapi semua surat-surat berharga seperti IMB, Akta Jual Beli (AJB), serta Sertifikat Hak Milik. Surat-surat ini akan mempengaruhi nilai dan harga jual rumah.

Itulah beberapa faktor penentu harga jual rumah yang perlu Anda ketahui.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Kriteria Pilih Lokasi Terbaik buat Beli Rumah


Jakarta

Lokasi menjadi pertimbangan penting ketika hendak beli rumah. Lokasi dapat mempengaruhi aktivitas penghuninya serta menentukan nilai properti.

Bayangkan, rumah bisa saja direnovasi kalau ada yang tidak sesuai, namun lokasi rumah tidak dapat diganti bukan? Oleh karena itu, pastikan melakukan penilaian dan pertimbangan yang matang sebelum memutuskan beli rumah.

“Salah satu indikator bahwa hunian tersebut berada di lokasi yang baik adalah apabila akan disewakan atau ingin dijual kembali, banyak peminatnya (likuiditas tinggi),” kata Pengamat dan Ahli Properti, Steve Sudijanto kepada detikcom beberapa waktu lalu.


Kalau begitu, apa saja kriteria dalam memilih lokasi terbaik untuk membeli rumah? Simak penjelasan berikut ini ya!

Tips Pilih Lokasi buat Beli Rumah

1. Dekat Transportasi Umum

Rumah yang berlokasi dekat transportasi umum sangat menguntungkan. Sebab, penghuni rumah bisa bepergian dengan mudah dan umumnya harga transportasi umum lebih murah, jadi bisa hemat biaya transportasi.

2. Ada Sarana Penunjang yang Lengkap

Selain itu, sarana penunjang sangat dibutuhkan di sekitar rumah. Misalnya, layanan kesehatan, sekolah, pusat perbelanjaan, dan kantor.

Jika hunian dekat dengan sarana penunjang, tentunya penghuni rumah tidak perlu buang-buang waktu serta bepergian jauh untuk mendapatkan kebutuhan dasar yang diperlukan.

3. Bukan Lokasi Rawan Bencana

Hunian di daerah rawan bencana perlu menjadi pertimbangan. Misalnya, seperti daerah rawan banjir.

“Khusus untuk konteks banjir hunian di DKI Jakarta, kita harus jeli melihat frekuensi banjir di hunian tersebut, karena pemerintah DKI sudah melakukan banyak perbaikan untuk menanggulangi banjir,” tutur Steve.

Ia melanjutkan, ada baiknya sebelum memutuskan membeli rumah di wilayah rawan banjir, calon pembeli mendatangi area perumahan dan bertanya atau berdiskusi dengan lurah atau RT setempat terkait frekuensi kejadian banjir di wilayah itu.

4. Lingkungan yang Aman

Lebih dari itu, keamanan lingkungan rumah juga menjadi pertimbangan bagi para calon pembeli rumah. Maka dari itu, sebaiknya membeli rumah di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang rendah, atau bisa membeli hunian di komplek atau cluster karena biasanya ada satpam yang berjaga.

“Untuk faktor keamanan, hunian/rumah cluster lebih baik,” kata Steve.

5. Ada Sumber Air Bersih

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang mutlak dimiliki oleh setiap orang. Maka dari itu, jika ingin membeli rumah, pastikan terdapat air bersih.

Itulah beberapa lokasi yang bisa jadi pertimbangan ketika membeli rumah. Semoga bermanfaat!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Awas! Ini 5 Ciri-ciri Rumah Kamu Diserang Rayap


Jakarta

Rayap adalah serangga pemakan kayu yang bisa merusak furniture dan struktur bangunan rumah. Barang-barang yang terbuat dari kayu bisa dilahap oleh rayap, hingga bagian dalamnya keropos hingga rusak.

Serangan rayap akan semakin parah karena mereka hidup dalam bentuk koloni. Oleh karenanya, penting mengetahui cara mengidentifikasi kalau ada rayap di rumah.

Lalu, apa saja ciri-ciri rumah sudah diserang rayap? Ayo, simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari US Pest, Jumat (14/6/2024).


Ciri-ciri Rumah Kena Serangan Rayap

1. Struktur Benda Kayu di Rumah Mulai Berongga

Benda kayu yang sudah dilahap rayap akan memiliki rongga di dalamnya. Kamu bisa coba mengetuk permukaan kayu yang kamu curigai sedang diserang rayap.

Apakah terdengar suara hampa? Jika ya, maka dapat dikatakan bahwa barang yang terbuat dari kayu sedang dimakan oleh serangga kecil namun berbahaya ini.

Rayap tumbuh subur di lingkungan yang gelap dan lembab, artinya mereka akan mulai memakan bagian dalam bangunan kayu, bukan permukaannya. Kayu di permukaannya akan terlihat masih baik-baik saja, namun saat diketuk akan terdengar hampa karena sudah berongga akibat digerogoti oleh rayap.

2. Terlihat Kawanan Laron

Laron atau rayap bersayap yang sedang dalam tahap reproduksi disebut gerombolan. Mereka berkerumun untuk menciptakan koloni baru. Mereka biasanya akan muncul saat kelembaban tinggi menjelang musim penghujan.

Rayap bersayap ini menyukai cahaya terang dan mudah ditemukan di dekat jendela. Jejak yang ditinggalkan bisa terlihat dari tumpukan sayap lepas berserakan di ambang jendela, lantai dan tempat lainnya.

Laron adalah tanda pertama bahwa ada rayap di sekitar kita, di bawah tanah, di dalam tembok atau pada plafon rumah, pohon di halaman atau di rumah tetangga.

3. Cat Retak atau Robek pada Permukaan Kayu

Lalu, perhatikan kalau ada cat retak atau robek pada permukaan kayu. Rayap dapat memasuki celah terkecil sekalipun pada permukaan kayu, meninggalkan benjolan atau riak di bawah cat.

Jadi, pastikan kamu menutup semua retakan atau bukaan pada dinding serta permukaan kayu lainnya untuk menghindari serangan kutu.

4. Terdapat Tabung Lumpur di Dinding

Kamu juga bisa mengidentifikasi keberadaan rayap dengan melihat ada tabung lumpur di dinding. Rayap membuat tabung lumpur untuk menjaga kelembapannya saat mencari makanan.

Biasanya, mereka akan mulai membuat tabung ini di kayu lembab yang biasanya ditemukan di ruang bawah tanah atau di fondasi rumah kamu. Jauhkan semua bahan bekas yang dapat mereka gunakan untuk membuat tabung lumpur seperti daun-daun membusuk atau serpihan kayu dari rumah kamu sehingga tidak menciptakan lingkungan yang ideal jadi tempat berkembangbiaknya rayap.

5. Ada Kotoran Rayap di Sekitar Rumah kamu

Rayap kayu akan meninggalkan kotoran berwarna coklat ketika melahap kayu. Kotoran ini bernama frass atau sering dikenal sebagai kotoran teter kayu. Biasanya ketika kamu melihat frass, itu jadi tanda rumah kamu sudah berada pada tahap serangan rayap serius. kamu mungkin butuh memanggil pengusir hama untuk melakukan penyemprotan insektisida di sekitar rumah.

Itulah 5 ciri-ciri rumah kamu lagi diserang rayap. Semoga bermanfaat!

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

10 Jenis Keramik Lantai Rumah Beserta Cirinya


Jakarta

Lantai merupakan bagian penting ketika membangun rumah karena mempengaruhi estetika hunian dan kenyamanan penghuni rumah. Umumnya, lantai dilapisi oleh keramik yang hadir dalam berbagai macam jenis.

Pemilik rumah harus mempertimbangkan jenis keramik yang tepat supaya selaras dengan interior rumah serta nyaman untuk dipijak. Adapun setiap jenis keramik memiliki ciri-ciri dan keunggulannya masing-masing.

Lantas, apa saja jenis keramik dan seperti apa cirinya? Simak ulasan berikut ini yang dikutip dari Mulia Ceramic, Kamis (20/6/2024).


Jenis-jenis Keramik

1. Keramik Porselen

Keramik porselen memiliki tekstur yang mengkilap karena terbuat dari bahan tanah liat putih dan dilapisi kaca pada permukaannya. Selain putih, keramik ini juga ada warna abu-abu dan keramik ini juga memiliki jenis doff porselen. Tetapi jenis ini umumnya sering dipakai pada teras dan kamar mandi.

2. Keramik Marmer

Keramik marmer memberikan kesan alami karena bahannya dari batu alam dan mineral yang solid dan memberikan kesan natural sehingga cocok untuk dipadukan dengan material kayu. Selain itu, perawatan cukup mudah hanya dengan lap dan campuran air sabun. Keramik ini juga berfungsi untuk lantai kamar mandi dan tergolong keramik yang mudah dirawat.

3. Keramik Semen

Keramik semen tergolong cukup kuat dan sering dipakai untuk pabrik dan garasi rumah. Bahan ini memiliki ketahanan yang awet dan dinilai efektif dengan biaya pemasangan yang cukup murah. Keramik semen ini direkomendasikan untuk memperkaya tekstur dan desain.

4. Homogeneous Tile

Keramik yang biasa disebut homogeneous tile biasanya dipakai untuk kamar mandi karena memiliki ketahanan kondisi ubin yang mampu tidak terangkat karena dorongan air dari bawah tanah. Ketahanannya bisa sampai 450 kilo newton dan kuat pijakannya

5. Keramik Andesit

Keramik andesit sangat tahan cuaca dan tidak berpotensi jamuran atau lumut yang dapat menyebabkan ruangan lembap. Bahan andesit ini sangat cocok untuk area garasi dan ruangan outdoor.

6. Keramik Motif Kayu

Keramik motif kayu terbuat dari material yang memiliki motif seperti kayu yang dapat mempercantik hunian kamu. Sebab material kayu asli itu membutuhkan perawatan yang ekstra karena akan menghadapi cuaca yang ekstrem dan membuat bahan kayu mudah lapuk dan tidak awet. Oleh karena itu, keramik motif kayu ini bisa menjadi opsi.

7. Keramik Granit

Keramik granit memiliki desain yang terbuat dari bahan alami ini mudah ditemukan dan biayanya sangat terjangkau. Keramik jenis ini memberikan kesan natural dan dapat diterapkan pada dinding.

8. Keramik Kaca

Keramik kaca memberikan nuansa cerah dan kemilau dan sering diterapkan pada area kamar mandi maupun ruangan dapur.

9. Keramik Motif Mozaik

Keramik motif mozaik kedap terhadap air dan memiliki kepadatan pijakan yang tinggi sehingga saat cocok untuk area kamar mandi. Motif mozaik memiliki lapisan kaca tanpa glasir.

10. Keramik Digital Printed

Keramik digital printed sangat modern karena menggunakan metode printing sehingga mudah untuk dicari motif yang sesuai dengan kekinian. Keramik ini cocok diaplikasikan di ruang tamu maupun teras depan rumah.

Nah, itulah informasi tentang tips, jenis keramik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang ingin bangun rumah dan sulit untuk memutuskan jenis keramik.

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com