Tag: proses fotosintesis

  • Tanaman Bisa Cepat Layu Jika Diletakkan di Dapur, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Tanaman merupakan elemen penting di rumah. Tanaman hijau memiliki segudang manfaat yang sangat dibutuhkan oleh manusia yakni sebagai pemasok oksigen, dekorasi alami, mengatasi stress, hingga membantu mempercepat penyembuhan.

    Makhluk hidup ini bisa diletakkan di mana saja menyesuaikan dengan sifat tanaman tersebut. Sebab, ada tanaman yang membutuhkan cahaya matahari, ada tanaman yang membutuhkan air, hingga tanaman yang bisa hidup tanpa matahari dan air.

    Dari segala tempat di rumah yang bisa diletakkan tanaman, ternyata dapur adalah salah satu pengecualiannya. Menurut penelitian dari Universitas Chapman, seperti dikutip dari situs Backyard Boss, meletakkan tanaman di dapur dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan membuatnya cepat layu dan mati.


    Penyebab Tanaman Cepat Layu Jika Diletakkan di Dapur

    1. Tanaman Stres

    Ketika memasak dapur menjadi lebih panas dan meningkatkan suhu di ruangan tersebut. Suhu tinggi dari udara panas ini bisa membuat tanaman stress dan sulit untuk tumbuh subur. Selain itu, panas berlebih juga bisa membuat daun tanaman kering bahkan terbakar.

    2. Pori-pori Tanaman Tersumbat

    Saat memasak akan muncul banyak partikel bebas dan minyak yang menyebar di dapur. Jangan dianggap sepele partikel ini karena apabila sudah hingga pada tanaman dapat mempersulit proses fotosintesis karena pori-pori tanaman tersumbat.

    Selain itu residu bebas dari partikel minyak juga bisa menumpuk di tanah hingga mempengaruhi kemampuan air untuk mengalir dengan baik pada tanaman. Hal inilah yang juga membuat tanaman menjadi tidak sehat.

    Cara Membuat Tanaman Tetap Subur di Dapur

    Meskipun meletakkan tanaman kurang baik bagi pertumbuhannya, tetapi hal ini bisa disiasati dengan tidak meletakkan tanaman terlalu dekat dengan sumber panas yakni kompor atau oven.

    Jika di dapur terdapat jendela atau ventilasi yang juga jauh dari kompor atau oven, coba letakkan tanaman di sana. Dengan begitu tanaman mendapatkan cahaya matahari maksimal. Selain itu, jangan lupa selalu bersihkan daun dengan kain lap dan ganti tanah secara teratur untuk membersihkan penumpukan residu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Daun Tanaman Tiba-tiba Menguning? Bisa Jadi Ini 5 Penyebabnya


    Jakarta

    Tanaman yang tumbuh subur dapat dilihat dari daunnya yang berwarna hijau. Artinya, tanaman tersebut dirawat sebaik mungkin dan mendapatkan nutrisi dari tanah secara optimal.

    Sebagai pemilik tanaman hias harus waspada dengan perubahan warna pada daun. Apabila warna daunnya berubah dari hijau tua menjadi kuning, maka menandakan ada masalah pada tanaman.

    Selain karena jarang dirawat, daun juga bisa menguning karena melakukan perawatan secara tidak benar. Ingin tahu penyebab daun berubah warna jadi kuning? Simak dalam artikel ini.


    Penyebab Daun Tanaman Jadi Menguning

    Dilansir situs Gardeners World, berikut sejumlah penyebab daun tanaman yang hijau jadi menguning:

    1. Kekurangan Air

    Faktor yang paling umum disebabkan oleh kekurangan air. Tanaman yang jarang disiram akan kesulitan untuk tumbuh dan mendapatkan nutrisi dari tanah.

    Biasanya, pemilik rumah suka lupa atau malas untuk menyiram tanaman, padahal kondisi tanah sudah sangat kering. Maka tak heran kalau tanaman hias jadi layu dan daunnya berubah jadi menguning.

    2. Terlalu Sering Disiram

    Tanaman yang terlalu sering disiram bukan berarti dapat tumbuh subur, tapi justru bisa merusak akarnya sehingga terjadi pembusukan. Kondisi ini membuat tanaman cepat layu serta perubahan warna pada daun menjadi kuning.

    Perlu diketahui, tidak semua tanaman hias perlu disiram secara rutin. Ada beberapa tanaman yang justru disiram sesekali saja, seperti lidah mertua dan kaktus.

    Pemilik tanaman juga perlu mengecek kondisi tanah untuk mengetahui apakah tanaman perlu disiram atau tidak. Jika masih lembap, sebaiknya tunggu 1-2 hari untuk disiram lagi.

    3. Kurang Mendapat Cahaya

    Selain disiram air, tanaman juga membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Dengan menempatkan tanaman di area yang minim cahaya maka dapat menghambat proses fotosintesis.

    Agar bisa menghasilkan klorofil dan energi, tumbuhan membutuhkan cahaya matahari. Maka dari itu, penting untuk menempatkan tanaman di area yang terpapar sinar matahari.

    Meski demikian, ada juga beberapa tanaman hias yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari, seperti lidah mertua dan sirih gading. Jadi, pemilik dapat menempatkan tanaman ini di dalam rumah yang minim cahaya.

    4. Kekurangan Nutrisi

    Daun tanaman muda yang menguning bisa disebabkan karena kekurangan nitrogen, sedangkan daun yang menguning pada bagian tepinya kemungkinan besar dipicu oleh kekurangan kalium. Sementara itu, daun yang menguning di antara urat daun mengalami kekurangan zat besi.

    Sebagai informasi, nitrogen dan kalium merupakan nutrisi utama yang terdapat dalam pupuk. Jika tanaman kekurangan nutrisi, sebenarnya masih bisa diatasi dengan menambahkan sumber nutrisi atau memindahkan tanaman ke pupuk yang menyediakan sumber nutrisi tersebut.

    5. Akar Tanaman Tersumbat

    Satu lagi penyebab daun tanaman jadi menguning, yakni karena terjadi penyumbatan pada akar tanaman. Hal ini dapat terjadi pada tanaman yang diletakkan di dalam pot karena ukurannya terlalu kecil, sedangkan tanaman sudah tumbuh subur.

    Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memindahkan tanaman ke pot yang lebih luas. Bisa juga memindahkan tumbuhan ke tanah yang lebih lapang.

    Demikian lima penyebab daun tanaman jadi berwarna kuning. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cahaya Merah dari Lampu Bisa Bikin Tanaman Tumbuh Subur, Kok Bisa?


    Jakarta

    Cara agar tanaman dapat tumbuh subur umumnya disiram secara berkala supaya tanahnya tidak kering. Selain itu, tanaman juga perlu terpapar sinar matahari agar proses pertumbuhannya bisa cepat.

    Namun, sejumlah pakar di bidang tanaman membagikan tips lain agar tanaman bisa tumbuh subur, yakni memanfaatkan cahaya merah. Cahaya itu ternyata dapat membantu proses pertumbuhan tanaman.

    Bagaimana cara memanfaatkan cahaya merah agar tanaman bisa tumbuh subur? Simak penjelasannya menurut pakar dalam artikel ini.


    Manfaat Cahaya Merah untuk Tanaman

    Tukang kebun dan desainer taman profesional Linda Pereira menyebut penggunaan cahaya merah dapat membantu tumbuhan lebih cepat panen. Sebab, panjang gelombang atau warna cahaya diketahui dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

    Sebagai contoh, Linda menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan dengan pencahayaan berwarna merah. Cahaya tersebut dapat membantu selada dan basil panen lebih awal.

    “Menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan menggunakan lampu LED merah dapat membantu panen lebih awal,” kata Linda dikutip situs The Spruce.

    Selain merah, cahaya berwarna biru juga dapat membantu proses fotosintesis bagi tumbuhan. Namun, kedua warna cahaya ini memiliki fungsi yang berbeda.

    Cahaya biru dapat mendukung pertumbuhan vegetatif tumbuhan, sedangkan cahaya merah mendorong pembuahan dan tahap pertumbuhan selanjutnya dalam siklus hidup tanaman.

    Tips Menggunakan Cahaya Merah untuk Tanaman

    Ada sejumlah tips yang perlu diketahui sebelum menggunakan cahaya merah untuk tanaman. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Pilih Jenis Lampu yang Tepat

    Lampu terdiri dari beberapa jenis, mulai dari lampu neon, pijar, dan LED. Agar tumbuhan dapat menyerap cahaya merah secara optimal, sebaiknya pilih lampu LED karena lebih terang.

    Namun, harga lampu LED memang cenderung lebih mahal daripada jenis lampu lainnya. Meski begitu, penggunaannya lebih hemat energi sehingga dapat menghemat tagihan listrik.

    “Sudah menjadi rahasia umum kalau lampu LED lebih andal dan efisien daripada lampu jenis lainnya,” ujar Linda.

    2. Durasi Tanaman Terpapar Cahaya Merah

    Lama waktunya tanaman terpapar cahaya merah bisa berbeda-beda tergantung dari jenis tanaman atau siklus hidupnya. Misalnya, tanaman hidroponik seperti selada membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam per hari.

    Untuk tanaman hias berbunga dianjurkan terpapar cahaya merah selama 14-16 jam per hari. Sementara untuk bibit tanaman membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 14-16 jam per hari agar bisa tumbuh subur.

    Demikian penjelasan mengenai manfaat cahaya merah untuk tanaman agar bisa tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com