Tag: puasa syawal

  • Libur Lebaran, Apa Kabar Berat Badan?

    Jakarta

    Libur lebaran selalu diwarnai dengan berbagai sajian makan enak untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Biasanya, sajian yang menggugah selera sudah disiapkan.

    Meski sudah memasak makanan tersebut di rumah, seringkali keadaan memaksa kita untuk makan lagi ketika berkunjung silaturahmi ke rumah tetangga dan kerabat.

    Sehingga, naiknya berat badan sudah jadi momok tersendiri saat lebaran. Ditambah lagi, budaya silaturahmi dan liburan juga bisa membuat kita enggan untuk menginjakkan kaki ke gym atau sekedar berolahraga simpel.


    Cara Turunkan Berat Badan Setelah Lebaran:

    1. Mengonsumsi Makanan dengan Nutrisi Seimbang
    Dikutip detikFood, daripada mengurangi porsi makan atau makan hanya dua bahkan satu kali sehari, makanlah dengan jadwal seperti biasa namun dengan nutrisi yang seimbang. Makanan nutrisi seimbang adalah makanan yang mengandung protein, vitamin, karbohidrat, dan mineral.

    2. Makan Secara Perlahan
    Makanlah dengan perlahan ketika mengunyah makanan yang mengandung banyak minyak atau manis. Makan dengan perlahan dapat membantu mengenali sinyal tubuh ketika sudah kenyang dan agar tidak makan secara berlebihan.

    3. Minum Air Putih
    Selain menghindari tubuh dari dehidrasi, minum air putih merupakan salah satu cara menurunkan berat badan setelah Lebaran. minumlah dua gelas air putih setelah bangun tidur agar dapat membantu menguangi keinginan untuk makan terlalu banyak.

    Ketika meminum air putih yang cukup, maka tubuh akan terhidrasi dan pengeluaran energi saat istirahat akan meningkat dan bisa membakar kalori lebih cepat.

    4. Olahraga
    Olahraga memang sebuah kebutuhan bahkan ketika tidak sedang dalam masa penurunan berat badan sekalipun. Berolahraga dapat menjaga tubuh agar tetap bugar dan dapat membantu membakar lemak di dalam tubuh.

    Jika detikers bukan tipe orang yang gemar berolahraga, cukup rutin melakukan jogging atau sekadar berjalan-jalan pagi atau sore, bisa juga melakukan work out routine yang sederhana.

    5. Berpuasa
    Berpuasa memang sering dijadikan cara agar berat badan turun. Nah, detikers dapat melakukan puasa sunah seperti puasa Syawal atau bahkan mengqadha utang puasa di bulan Ramadan. Namun perlu diingat, harus tetap memperhatikan asupan nutrisi dan tetap berolahraga ya.

    6. Istirahat yang Cukup
    Selain menjaga pola makan dan berolahraga, istirahat yang cukup juga penting lho. Menurut situs Kemenkes, durasi istirahat yang ideal adalah selama 8 jam sehari. Selain itu juga dapat membantu memperbaiki pola tidur yang mungkin saja tidak teratur selama bulan Ramadan.

    Itulah sejumlah cara untuk melakukan menurunkan berat badan setelah Lebaran. Semoga bermanfaat ya detikres!

    Saksikan pembahasan lengkap hanya di program detikPagi edisi Jumat (04/04/2025). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

    “Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!”

    (vrs/vrs)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Bacaan Doa Buka Puasa Syawal Sesuai Sunnah Rasulullah SAW



    Jakarta

    Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal. Puasa Syawal boleh dikerjakan secara berturut-turut setelah hari raya Idul Fitri. Namun, boleh juga dikerjakan secara tidak berurutan, yang penting dilakukan selama enam hari pada bulan Syawal.

    Bacaan Doa Buka Puasa Syawal

    Dirangkum dari data DetikEdu, terdapat dua versi doa berbuka puasa yang secara universal dapat dibaca baik untuk puasa wajib maupun puasa sunnah sebagaimana puasa syawal. Doa berikut dapat dibaca sebelum berbuka puasa.

    1. Doa Buka Puasa Syawal Menurut HR Bukhari dan Muslim

    اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ


    Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

    Artinya:” Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

    2. Doa Berbuka Puasa Syawal Menurut HR Abu Daud

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.”

    Keutamaan Puasa Bulan Syawal

    Dalam Islam, puasa Syawal hukumnya sunnah, boleh dikerjakan dan boleh tidak. Namun, orang yang melaksanakannya (setelah melakukan puasa wajib di bulan Ramadan), maka pahalanya (puasa Ramadan ditambah puasa Syawal) sama dengan berpuasa satu tahun.

    Mengutip buku Rahasia Puasa Sunah oleh Ahmad Syahirul Alim, sebagian ulama berkesimpulan bahwa berpuasa Ramadan dilanjutkan dengan enam hari Syawal pahalanya sama dengan berpuasa wajib selama setahun penuh. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,

    مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

    Artinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadan, kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seakan berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim, Abu Daud, dan Tizmidzi).

    Adapun dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Allah melipatgandakan pahala seseorang yang berpuasa pada bulan Syawal.

    حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ الْحَارِثِ الذِّمَارِيُّ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أَسْمَاءَ الرَّحَبِيَّ، عَنْ ثَوْبَانَ، مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ أَنَّهُ قَالَ ‏”‏ مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ

    Artinya: Seperti dinarasikan dari Thawban, seorang budak yang dibebaskan Rasulullah, Nabi SAW berkata, “Siapa saja yang puasa enam hari setelah Idul Fitri akan berpuasa selama satu tahun tersebut, dengan satu kebaikan dihargai 10 kebaikan serupa.”

    Berbuka adalah Waktu Mustajab untuk Berdoa

    Dr. Raghib As-Sirjani dalam bukunya 354 Sunnah Nabi Sehari-Hari menyebutkan bahwa terdapat sebuah doa yang dikabulkan tatkala dibaca ketika menjelang berbuka puasa. Puasa tidak terbatas pada puasa wajib, berlaku juga ketika seseorang berpuasa sunnah.

    Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka; doa yang tidak akan ditolak.” [Ibnu Majah, Kitab Ash-Shiyam, Bab; Fi Ash Sha’im Laa Turaddu Daw’watuhu (1753). Berkata Al-Bushiri, “sanadnya shahih,”]

    Adapun Abdullah bin Amru, yang meriwayatkan hadits di atas disebutkan bahwa jika ia hendak berbuka puasa, maka ia akan memanggil keluarga dan anak-anaknya, lalu berdoa dengan mengucapkan,

    اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْئٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

    “Allahumma inni as’aluka birahmatika allati wasi’at kulla sya’i an taghfira lii.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni aku.”

    Hal itu juga diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Bin Khattab RA bahwa ia mengucapkan, “Sesungguhnya setiap mukmin memiliki doa yang tidak tertolak ketika ia hendak berbuka puasa; dengan dipercepat untuknya di dunia atau ditabung untuknya di akhirat kelak.”

    Itulah doa berbuka puasa Syawal yang dapat dibaca oleh umat muslim sesuai dengan anjuran sunnah. Dengan berakhirnya bulan Ramadan, bukan berarti berakhir juga ibadah-ibadah yang dilaksanakan di bulan Ramadan. Dengan melanjutkan amalan puasa di bulan Syawal, maka dapat menjadi tanda rasa syukur kepada Allah SWT.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Doa Buka Puasa Syawal, Lafalkan agar Berkah


    Jakarta

    Puasa Syawal bisa dikerjakan setelah Idul Fitri. Saat hendak berbuka puasa, lafalkan doa buka puasa agar menjadi amalan yang penuh keberkahan.

    Momen buka puasa menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Seorang muslim yang menjalani puasa, baik puasa wajib di bulan Ramadan maupun puasa sunnah, memiliki kesempatan yang sama untuk dikabulkan doanya.

    Hal ini sesuai hadits Rasulullah SAW,


    ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ

    Artinya: “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan,” (HR. Tirmidzi no. 2449)

    Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar mengatakan isi ucapan doa sangat umum dan tidak terbatas selama doa tersebut mengandung makna kebaikan. Terdapat lima doa buka puasa sesuai hadits yang diriwayatkan para sahabat Rasulullah SAW. Doa ini dapat dilafalkan saat buka puasa Syawal.

    Doa Buka Puasa Syawal

    Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari dalam bukunya yang berjudul Dahsyatnya Puasa Wajib & sunah Rekomendasi Rasulullah, menyebutkan beberapa doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika berbuka puasa.

    1. Doa buka puasa versi pertama

    Bacaan doa buka puasa ini diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau berbuka puasa. Berikut bacaan lengkapnya menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim,

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Arab-latin: Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

    Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.

    Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dijelaskan, “(Mereka yang berpuasa) dianjurkan setelah berbuka membaca: ‘Allâhumma laka shumtu, wa ‘alâ rizqika afthartu.’ Pasalnya, Rasulullah SAW mengucapkan doa ini yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.”

    Sementara itu, Al Imam Al Baihaqi juga meriwayatkan dalam kitab Sunan Al Kubra, sebuah hadits lain yang memiliki makna yang sama.

    أخْبَرَنَا أَبُو عَلى الرُّودْبَارِي أخبرنا أبو بكر بن داسة حدثنا أبو دَاوُدَ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ حُصَيْنِ عَنْ مُعَادِ بْن زُهْرَةَ : أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبي – صلى الله عليه وسلم كان إذا أفطر قَالَ : « اللهم لك صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    (رواه البيهقي فالسنن الكبرى)

    Artinya: Bahwasanya nabi Muhammad SAW itu apabila berbuka puasa membaca “Allahumma laka shumtu…” (Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka). (HR AI Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra)

    2. Doa buka puasa versi kedua

    Menurut Imam Abu Daud, terdapat bacaan doa buka puasa. Berikut bacaan doanya,

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Arab-latin: Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.

    Artinya: Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah.

    Bacaan doa di atas tercantum dalam hadits oleh Al Imam Abu Daud.

    حدثنا عبد الله بن مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى أبو مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ أَخبرني الحسين بن وَاقِدٍ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ – يَعْنِي ابن سالم – المقفع – قَالَ رَأيت ابن عمر يقبض على لحيته فيقطع ما زاد على الكف وَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – إذا أفطر قَالَ « ذَهَبَ الظما وابْتَلَتِ الْعُرُوقَ وَثَبَتَ الآخِرُ إِنْ شَاءَ اللهُ ». (رواه ابو داود)

    Artinya: Marwan bin Salim berkata; Aku melihat Ibnu Umar memegang jenggotnya dan memotong yang melebihi genggaman telapak tangannya dan berkata: Rasulullah SAW itu apabila berbuka puasa mengucapkan “Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah.” (HR Abu Dawud).

    Selain berdoa, ketika menyantap hidangan berbuka puasa juga harus tetap menjaga adab. Diriwayatkan Umar bin Abi Salamah, ia menuturkan: “Dahulu aku pernah berada di rumah Rasulullah SAW dan tanganku berkeliaran di atas nampan makanan, maka beliau berkata kepadaku, “Wahai anak! Bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dengan mengambil yang terdekat darimu.” (HR Bukhari & Muslim)

    Demikian bacaan doa buka puasa sesuai hadits Rasulullah SAW. Semoga bisa menjadi amalan yang membawa berkah.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Hadits tentang Puasa Syawal, Amalan Sunnah yang Dianjurkan Nabi SAW


    Jakarta

    Hadits tentang puasa Syawal menjelaskan terkait keutamaan amalan tersebut. Pada dasarnya, bulan Syawal memiliki sejumlah keutamaan jika diisi berbagai amalan sunnah.

    Meski dinamakan puasa Syawal, amalan ini tidak dikerjakan pada permulaan Syawal atau 1 Syawal. Sebab, permulaan Syawal bertepatan dengan Idul Fitri yang mana haram hukumnya apabila seorang muslim melaksanakan puasa di hari tersebut.

    Dari Abu Sa’id Al Khudri RA, ia berkata:


    “Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Muslim)

    Hadits tentang Puasa Syawal

    1. Hadits Ketentuan Puasa Syawal

    Ketentuan tentang puasa Syawal sebanyak enam hari, didasarkan pada hadits Rasulullah SAW berikut,

    “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh.” (HR Muslim)

    Mengutip buku Yang Harus diketahui dari Puasa Syawal oleh Ahmad Zarkasih, Lc. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut memiliki sanad yang mencapai derajat shahih. Adapun banyaknya pahala yang diterima atau dihasilkan oleh umat Muslim yang menjalankan puasa Syawal merupakan anugerah Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad.

    2. Hadits Keutamaan Puasa Syawal

    Hadits lainnya juga menjelaskan keutamaan puasa Syawal dalam redaksi berbeda,

    “Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan.” (HR Ibnu Majah)

    3. Hadits Anjuran Puasa Syawal

    Selain hadits-hadits sebelumnya, ada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan nada serupa,

    “Seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, “Puasalah di Bulan Syawal.” Lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat. (HR Sunan Ibnu Majah)

    4. Hadits Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

    Berdasarkan buku Rumedia-The Tausiyah tulisan David Alvitri, Salah satu hukum berpuasa Syawal adalah dilaksanakan mulai sejak tanggal dua Syawal. Hal ini seperti dalam hadits yang disebutkan oleh Abu Sa’id al-Khudri:

    “Nabi Muhammad SAW melarang berpuasa pada dua hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. (Maksudnya tanggal satu Syawal dan sepuluh Dzulhijjah).” (HR Muslim)

    Haruskah Puasa Syawal Dilaksanakan Berturut-turut Selama 6 Hari?

    Menurut buku Daqu Method dalam Tinjauan Pendidikan Islam oleh Tarmizi As Shidiq, Imam Syafi’i dan Imam An-Nawawi berpendapat puasa Syawal lebih dianjurkan untuk diamalkan selama enam hari secara berurutan mulai dari awal bulan, yaitu 2-7 Syawal.

    Hal senada diyakini oleh mazhab Hambali dalam buku Dialog Lintas Mazhab Fiqh Ibadah dan Muamalah karya Asmaji Muchtar. Dikatakan, lebih utama puasa enam hari di bulan Syawal tanpa terputus.

    Meski demikian, dijelaskan melalui buku Dalam Naungan Bulan Penuh Kemuliaan: Fikih Ramadan 4 Mazhab tulisan Gus Arifin, ulama mazhab Syafi’i menyebut puasa Syawal yang diamalkan secara dipisah atau dilakukan pada akhir Syawal juga tetap memiliki keutamaan dalam pengamalannya.

    Wallahu’alam bishawab.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Syawal yang Disunnahkan Rasulullah SAW


    Jakarta

    Puasa Syawal adalah amalan sunnah yang dikerjakan pada bulan Syawal selama enam hari. Dalil pelaksanaannya tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Ayyub Al Anshari, Nabi SAW bersabda:

    “Barangsiapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)

    Mengutip buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah oleh Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari, bulan Syawal dimaknai sebagai bulan peningkatan. Ini berarti, setelah melewati bulan suci Ramadan dan kembali ke fitrah pada hari Idul Fitri, umat Islam dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah.


    Puasa Syawal bisa dikerjakan sejak tanggal 2 Syawal sampai berakhirnya bulan Syawal. Diterangkan dalam buku Jangan Lepaskan Islam Walau Sedetik oleh Masyuril Khamis, Imam Ahmad bin Hambal berpendapat puasa Syawal boleh dikerjakan secara terus menerus ataupun berselang-seling, yang penting masih dalam bulan Syawal.

    Adapun menurut Imam Hanafi dan Syafi’i, puasa Syawal lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri atau 1 Syawal secara terus menerus, yaitu pada 2 sampai 7 Syawal.

    Sama seperti puasa pada umumnya, saat berbuka ada doa buka puasa Syawal yang bisa dipanjatkan. Doa tersebut menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan Nabi SAW, terlebih momen buka puasa termasuk waktu mustajab untuk berdoa.

    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,

    “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan.” (HR. Tirmidzi no. 2449)

    Doa Buka Puasa Syawal

    Setidaknya ada dua versi doa buka puasa Syawal yang bisa dipanjatkan. Berikut bacaannya yang dikutip dari sumber yang sama.

    1. Doa Buka Puasa Syawal Versi Pertama

    Bacaan doa buka puasa ini diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau berbuka puasa. Berikut bacaan lengkapnya menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim,

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Arab-latin: Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

    Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.”

    2. Doa Buka Puasa Syawal Versi Kedua

    Menurut Imam Abu Daud, terdapat bacaan doa buka puasa. Berikut bacaan doanya,

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Arab latin: Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.

    Artinya: Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah.

    Keutamaan Puasa Syawal

    1. Pahala Puasa Sepanjang Tahun

    Mengutip dari buku Kedahsyatan Puasa oleh M. Syukron Maksum, salah satu keutamaan puasa Syawal seperti berpuasa setahun penuh.

    Rasulullah SAW bersabda, “Puasa bulan Ramadan (ganjarannya) sepuluh bulan, dan puasa enam hari (sama dengan) dua bulan. Itulah puasa satu tahun.” (HR Ibnu Khuzaimah)

    2. Penyempurna Puasa Ramadan

    Disebutkan dalam buku Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan tulisan Ceceng Salamudin, keutamaan puasa Syawal lainnya adalah menambal kekurangan-kekurangan ketika menunaikan ibadah Ramadan, seperti salat sunah menutupi kekurangan salat fardhu.

    3. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW

    Muslim yang menjalankan puasa Syawal akan mendapatkan pertolongan dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Sebab, pelakunya telah menghidupkan sunah yang dianjurkan oleh sang rasul.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com