Tag: pudar

  • 4 Cara Jitu Menjaga Warna Cat Dinding Agar Tidak Cepat Pudar


    Jakarta

    Cat atau warna adalah salah satu elemen penting pada sebuah rumah. Warna cat dinding dari sebuah rumah biasanya akan mencerminkan kepribadian seseorang yang tinggal di dalamnya. Maka dari itu, banyak orang-orang yang sangat memperhatikan warna cat dari sebuah rumah.

    Namun, ada satu hal yang sering kita khawatirkan setelah kita mengecat rumah dengan warna yang sudah kita pilih dengan sepenuh hati, yaitu pudarnya warna asli dari cat tersebut.

    Cat tembok yang pudar ini nantinya justru akan membuat kesan dari rumah ini menjadi terbalik, dari yang awalnya enak untuk dilihat, menjadi terlihat usang dan tidak terawat.


    Nah, bagi kamu yang takut warna cat di rumah kamu pudar, kamu tidak perlu khawatir. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk menjaga cat di rumah kamu agar tetap terlihat fresh seperti baru dalam jangka waktu yang lama.

    Cara Menjaga Warna Cat Dinding Agar Tidak Mudah Pudar

    Dikutip dari rd.com, Minggu (7/7/2024), menjaga cat tembok agar tetap terlihat fresh adalah hal penting untuk memperpanjang umur cat dan menjaga tampilan rumah tetap bersih dan menarik. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Membersihkan Dinding dari Debu dan Kotoran

    Langkah termudah untuk menghilangkan debu, kotoran, dan sarang laba-laba yang dapat memperpendek umur cat adalah dengan menggunakan kain microfiber pada sapu dengan pegangan panjang.

    Kamu bisa melakukan ini setiap beberapa bulan sekali tanpa perlu harus memindahkan hiasan dinding atau memindahkan furnitur, karena area yang tertutup biasanya tidak terlalu kotor dan tidak terlihat.

    Jangan lupa juga membersihkan langit-langit. Meskipun ada gravitasi, debu di udara bisa tetap menempel dan terkumpul di sana.

    2. ‘Mencuci’ Dinding Dapur dan Kamar Mandi

    Beberapa cat dinding tahan air bisa kamu bersihkan dengan menggunakan air. Biasakanlah untuk membersihkan sisa-sisa masakan dan uap hasil mandi dengan mencuci area dinding dapur dan kamar mandi serta ruangan lain yang sering digunakan oleh anak-anak, dan perokok, setidaknya sekali setahun.

    Mulailah dari bagian bawah dinding, gosok perlahan dengan spons alami yang dibasahi dengan larutan sabun dan air. Cuci dan bilas area kecil, lalu lanjutkan ke area lainnya. Setelah itu, keringkan dinding dengan handuk bekas.

    Untuk membersihkan cat dinding, kamu juga bisa menggunakan sabun pembersih buatan. Berikut adalah dua resep yang murah dan mudah dibuat:

    Cara membuat sabun pembersih dinding sendiri:

    – Campurkan 1 cangkir boraks dan 2 sendok makan cairan pencuci piring dalam 3,8 liter air hangat.

    – Campurkan 1 cangkir amonia dan 1 sendok teh cairan pencuci piring dalam 3,8 liter air.

    Sebelum mencuci dinding, pastikan cat tidak akan rusak sebelum membersihkannya. Biasanya, cat glossy dan semi gloss bisa dicuci dengan air, cat ini biasa digunakan di dapur, kamar mandi, dan bahan kayu.

    Sebagian besar cat flat dan satin modern juga bisa dicuci, namun kamu harus selalu mengujinya terlebih dahulu di tempat yang tidak mencolok. Jika cat terkelupas di spons, jangan cuci cat dinding tersebut.

    Jangan pernah mencuci menggunakan bahan trisodium fosfat (TSP) kecuali jika akan mengecat ulang, karena dapat merusak kilap cat.

    3. ‘Mencuci’ Dinding di Area yang Sering Dipakai Beraktivitas

    Meskipun tidak perlu mencuci seluruh ruangan, area sekitar saklar dan termostat mungkin perlu dicuci sesekali. Begitu juga area di belakang sofa yang sering terkena rambut yang berminyak.

    Debu dan kotoran juga cenderung menumpuk di dinding di belakang TV atau peralatan elektronik lainnya dan di atas radiator atau ventilasi pemanas. Jika debu tidak hilang, cuci area tersebut.

    4. Segera Menambal Kerusakan Cat

    Untuk menjaga cat tetap terlihat fresh, biasakanlah untuk segera menutup segala bentuk kerusakan pada cat dinding.

    Amplas dan perbaiki permukaan yang tergores atau terkelupas, dan ratakan cat di area sekitarnya. Jika terdapat lubang, isi lubang terlebih dahulu.

    Jika cat langit-langit rumah rusak, dan kamu tidak memiliki sisa cat asli yang digunakan pada langit-langit tersebut, kamu tidak perlu mengecat seluruh ruangan. Ambil saja sebagian pecahan cat dari area yang tidak mencolok dan bawa ke toko cat yang memiliki peralatan pencocokan warna komputer.

    Alat ini akan menghasilkan resep warna cat yang dapat digunakan toko untuk mencocokkan warna cat.

    Itu dia beberapa tips untuk mencegah agar warna cat rumah kamu tidak mudah pudar. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Agar Warna Lantai Kayu Tahan Lama dan Tak Cepat Pudar


    Jakarta

    Lantai kayu menjadi pilihan yang bisa digunakan untuk lantai rumah kamu. Namun, perawatan lantai kayu berbeda dengan permukaan lantai yang lain. Kamu perlu lebih hati-hati agar permukaan tidak cepat rusak.

    Tanda lantai kayu di rumah mengalami kerusakan adalah warnanya yang memudar. Kualitasnya yang menurun dapat mengurangi daya tarik lantai karena warnanya menjadi pucat dan tidak seperti kayu lagi.

    Kamu tidak perlu khawatir, melansir The Spruce, Jumat (1/11/2024), berikut beberapa cara mencegah lantai kayu di rumah memudar.


    1. Bersihkan Secara Rutin

    Menyapu lantai secara rutin merupakan salah satu cara menjaga kualitas dari lantai kayu. Kotoran yang lepas saat diinjak akan mengikis lapisan cat dan lama-kelamaan akan membuat lantai terkikis.

    Saat ingin mengepel, wajib untuk memeriksa ulang produk pembersih karena banyak bahan kimia rumah tangga yang dapat melarutkan lapisan paling luar. Beberapa bahan yang harus dihindari adalah amonia, cuka, dan pemutih. Selain itu, pakai kain pel yang lembut untuk menggosok ubin.

    2. Jangan Biarkan Lantai Kayu Terlalu Lembap

    Pastikan ruangan yang memakai lantai kayu tidak terlalu lembap. Hal ini menyebabkan pemuaian dan penyusutan termal sehingga menimbulkan lengkungan. Lama-lama tidak hanya akan membuat lantai kayu menjadi kusam dan rusak, tetapi juga akan memudarkan warna dari lantai kayu tu sendiri.

    3. Sering Menata Ulang Furniture dan Melapisi Karpet

    Cara mencegah lantai kayu rusak karena paparan matahari di rumah adalah menata ulang furniture sesekali. Cara ini bisa mencegah bercak-bercak pada permukaannya hilang.

    Selain itu, kamu bisa menggunakan karpet di area lantai kayu dan merotasi furniture setiap satu atau dua tahun sekali. Dengan begitu tidak terjadi pemudaran warna yang tidak merata.

    4. Batasi Paparan Matahari

    Lantai kayu secara alami akan teroksidasi saat terkena sinar matahari, sehingga mengubah corak warna kayu. Coba pakai tirai untuk membatasi intensitas sinar matahari.

    5. Pertimbangkan Bahan Sebelum Membeli

    Pertimbangkan untuk memilih spesies kayu yang tidak mudah pudar. Sebagai produk alami, kayu memang berubah warna seiring waktu dan ini dapat membuat lantai kamu tampak lebih lembut dan bahkan lebih indah dengan kedalaman warna yang ditambahkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Benar, Berapa Lama Cat Kering?


    Jakarta

    Mengecat dinding terlihat sebagai pekerjaan yang mudah dilakukan, padahal pada prakteknya dibutuhkan keterampilan dan teknik yang benar agar hasilnya tidak gagal.

    Ciri-ciri cat dinding yang gagal adalah hasil pengecatan yang mudah berubah dan cepat rusak. Bentuk kerusakan tersebut cukup beragam ada cat yang menggelembung, terkelupas, pudar warnanya, berkapur, dan lainnya.

    Untuk menghindari hasil cat dinding yang gagal, ketahui dahulu cara mengecat dinding yang benar. Berikut langkah-langkahnya.


    1. Pastikan Plasteran dan Acian Sudah Kering

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kunci cat dinding dapat merekat dengan sempurna terletak pada kondisi plesteran dan acian dinding.

    “Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025) lalu.

    2. Melakukan Persiapan

    Dilansir Better Homes & Garden, saat mengecat dinding, pasti akan ada tetesan cat yang jatuh ke lantai. Sebaiknya, sebelum mengecat dinding lapisi dahulu lantai, perabotan, atau area yang tidak akan dicat agar tidak kotor.

    Kemudian, buka semua ventilasi di ruangan tersebut atau nyalakan kipas angin untuk mengurangi bau cat yang kuat.

    3. Pastikan Dinding Bersih

    Selain memastikan plesteran dan acian kering, dinding yang akan dilapisi cat juga harus bersih dari noda atau benda yang menempel. Dinding yang bersih dan rata, akan tampak halus setelah dicat.

    Cara untuk menghaluskan dinding sebelum dicat bisa dengan menggunakan amplas dan plamir. Apabila ada lubang pada dinding, bisa dilakukan penambalan terlebih dahulu.

    4. Pasang Selotip Pelukis

    Untuk melindungi kayu, langit-langit, dan permukaan non dinding yang tidak mau dicat, pasang selotip pelukis. Barang ini dapat dicabut dari permukaan tanpa menarik lapisan yang sudah menempel dan tidak akan meninggalkan bekas lengket.

    5. Pakai Ukuran Kuas yang Tepat

    Setiap ukuran kuas memiliki fungsi masing-masing. Sebagai contoh kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pinggir. Lalu, kuas rol yang panjang bisa digunakan untuk mengecat bagian utama dan tengah.

    6. Pakai Cat Dasar atau Cat Primer

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki banyak warna.

    Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.

    7. Aplikasikan Cat dalam Beberapa Lapis

    Proses mengecat dinding membutuhkan beberapa lapis. Lapisan pertama adalah cat dasar atau cat primer. Lalu, lapisan kedua, ketiga, memakai cat pelapis atas.

    Cara pengecatannya dengan membentuk pola W, atas ke bawah atau bawah ke atas. Baru setelah itu mengisi bagian yang kosong atau tidak terlalu terkena cat. Kerjakan dengan teknik yang sama untuk lapisan berikutnya.

    Waktu tunggu untuk mengerjakan lapisan berikutnya sekitar 2 minggu ketika cat sudah mengering. Namun, saat ini ada beberapa produk cat yang mengklaim bisa langsung kering. Namun, sebaiknya jangan terlalu gegabah, lebih baik tunggu dan didiamkan beberapa hari untuk benar-benar memastikan cat tersebut kering.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    9. Bersihkan Bekas Pengecatan

    Setelah pengecatan selesai, segera lepas selotip pelukis dan buang. Selotip tersebut hanya bisa dipakai satu kali. Lalu, bersihkan bekas-bekas cat yang menempel di tempat lain dengan memakai benda tajam dan keras, bisa pula memakai cuka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Warna Cat Dinding Cepat Pudar Akibat Sinar Matahari


    Jakarta

    Warna cat dinding yang pudar membuat rumah terlihat kurang estetik. Salah satu penyebabnya adalah paparan sinar matahari.

    Sinar UV dari matahari membuat cat memudar, baik di eksterior maupun di interior rumah. Kemungkinan besar, cat eksterior rumah akan memudar lebih cepat daripada cat interior.

    Nah, ada cara untuk mencegah warna cat dinding cepat pudar akibat sinar matahari. Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Mencegah Warna Cat Dinding Pudar

    Inilah cara membuat warna cat dinding tahan lama meski terpapar sinar matahari, dikutip dari A New Leaf Painting.

    1. Pilih Cat yang Berkilau

    Cat dengan finish berkilau biasanya lebih tahan lama daripada yang matte. Sebaiknya pilih cat dengan finish semi-glossy atau satin karena dapat memantulkan sinar matahari, sehingga mempertahankan warna aslinya.

    2. Pilih Cat Berkualitas

    Pilihlah cat dengan kualitas terbaik yang bisa dijangkau harganya. Cat yang berkualitas terbuat dari bahan yang lebih berkualitas. Bahkan, cat yang lebih mahal dirancang agar lebih tahan terhadap sinar UV, sehingga tak cepat pudar.

    3. Batasi Paparan Sinar Matahari ke Dalam Rumah

    Sinar matahari baik untuk menerangi rumah, tapi sebaiknya batasi paparannya. Batasi paparan sinar matahari yang masuk ke dalam rumah dengan menutup jendela dengan gorden atau tirai.

    Semakin sedikit cahaya yang masuk ke ruangan, semakin kecil kemungkinan cat memudar. Penghuni rumah bisa menutup jendela saat meninggalkan ruangan.

    4. Hindari Warna Cat yang Cerah

    Cat dinding eksterior sering terpapar sinar matahari. Untuk itu, pemilik harus cermat memilih warna yang tidak cepat pudar. Biasanya warna-warna yang cerah seperti kuning, oranye, dan merah lebih cepat pudar dibandingkan warna netral.

    5. Cat Dinding Berlapis-lapis

    Sebaiknya mengecat dinding berlapis-lapis agar warnanya tahan lama. Sebab, cat yang sedikit lebih tebal lebih sulit pudar. Pemilik rumah tidak perlu berlebihan dan menggunakan banyak cat, cukup mengecat dua atau tiga lapis untuk mencegah cat pudar.

    Itulah cara mencegah warna cat dinding pudar akibat paparan sinar matahari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Ciri-ciri Rumah Bekas yang Tak Terawat, Hati-hati Kalau Mau Beli!


    Jakarta

    Rumah second atau bekas menjadi opsi hunian bagi pencari rumah yang tak sanggup beli baru. Harga rumah bekas bisa lebih rumah karena bangunannya sudah lama.

    Namun, jangan buru-buru beli rumah bekas ya. Pencari rumah mesti cek dulu keadaan bangunannya.

    Pasalnya, rumah lama biasanya terdapat kerusakan. Nah, pemburu rumah perlu perhitungkan apakah mampu menanggung biaya perbaikan setelah pembelian atau tidak.


    Sebaiknya membeli rumah bekas yang terawat. Dengan begitu, pembeli tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya renovasi.

    Para pencari rumah harus tahu ciri-ciri rumah yang bangunannya kurang terawat. Simak ulasannya berikut ini.

    Ciri-ciri Bangunan Rumah Tak Terurus

    Inilah beberapa ciri-ciri rumah yang membutuhkan perawatan karena kurang terurus, dikutip dari Bluenote Painting.

    1. Tumbuh Rumput Liar Tinggi di Pekarangan

    Pertanda paling jelas untuk mengetahui rumah sudah lama tak dirawat bisa dilihat dari pekarangannya. Kondisi pekarangan mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

    Rumah yang tidak dirawat biasanya banyak rumput liar yang menjulang tinggi di halaman. Padahal, halaman rumah perlu dibersihkan setidaknya sebulan sekali agar terawat.

    2. Cat Eksterior Pudar atau Terkelupas

    Kemudian, perhatikan juga kondisi cat eksterior rumah. Kalau warnanya memudar dan lapisannya terkelupas, bisa jadi kualitasnya kurang baik, terlalu lembap, atau ada kebocoran.

    3. Cat Interior Rusak

    Selain itu, cek juga kondisi cat interior rumah. Cat interior seharusnya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena berada di dalam bangunan. Jika tampilan cat interior kurang bagus seperti eksterior rumah, kemungkinan akan diperlukan perbaikan besar-besaran.

    4. Perangkat Rumah Rusak

    Terakhir, periksa perangkat dan bagian-bagian penting di rumah, termasuk sistem kelistrikan, air, dan saluran pembuangan. Kalau ketiga sistem tersebut bermasalah, pemilik baru perlu melakukan perbaikan.

    Itulah tanda-tanda rumah tidak terawat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com