Tag: pupuk

  • 5 Penyebab Rumput Halaman Menjadi Berwarna Coklat, Salah Satunya Jamur


    Jakarta

    Rumput yang hijau dan subur seringkali menjadi ciri kesehatan dan keindahan sebuah taman atau halaman. Namun, tidak jarang rumput secara perlahan berubah warna menjadi coklat.

    Kondisi ini tentunya mengurangi daya tarik visual tanaman dan menandakan adanya masalah. Perubahan warna itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Apa saja?

    Penyebab Rumput Halaman menjadi Coklat

    Beberapa penyebab rumput halaman menjadi coklat di antaranya kurang air atau cuaca yang panas, penyakit dan jamur, hingga air seni hewan peliharaan. Menurut laman Neave Group dan Today’s Home Owner begini penjelasannya.


    1. Kurang Air atau Cuaca Panas

    Setiap jenis rumput membutuhkan air yang cukup untuk bisa tumbuh. Kekeringan atau cuaca yang sangat panas bisa menghalangi rumput mendapat cukup air dari tanah.

    Oleh sebab itu, siram halaman seminggu sekali atau dua kali sebulan atau bahkan lebih sering jika kamu tinggal di daerah rawan kekeringan. Cara termudahnya adalah menggunakan penyiram otomatis.

    2. Kutu Busuk

    Kutu busuk menjadi penyebab utama rumput coklat. Hewan ini akan memakan rumput dengan menghisap sari tanaman dan menyuntikkan cairan ludah ke daun dan batang.

    Hal ini menghalang air dan makanan sehingga membuat rumput mati. Kutu busuk paling aktif dalam kondisi panas, kering, dan cerah.

    Pertama-tama halaman akan terlihat layu, menguning, dan akhirnya coklat. Bercak-bercaknya akan terus membesar, meski sudah dilakukan penyiraman secara teratur.

    3. Terlalu Banyak Pupuk, Air, atau Keduanya

    Penggunaan pupuk yang tepat untuk rumput halaman akan memberikannya nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan untuk tumbuh.

    Menyiram halaman memang penting untuk menjaganya tetap sehat. Namun, terlalu banyak pupuk, air, atau keduanya bisa menyebabkan rumput berwarna coklat.

    Oleh sebab itu, perhatikan seberapa sering kamu memberikan pupuk pada rumput dan menyiraminya dengan air. Masalah kecoklatan pada rumput ini termasuk bercak-bercak besar yang berubah menjadi coklat.

    4. Penyakit dan Jamur

    Puluhan penyakit dan jamur bisa membuat rumput halaman menjadi coklat. Penyiraman yang sedang berlangsung dan sering menyebabkan kelembaban tinggi menyebabkan ada jamur di mana-mana.

    Untuk mencegah adanya penyakit pada rumput, hindari memotongnya terlalu rendah. Siram dengan benar, dan pastikan halaman memiliki drainase yang memadai.

    5. Air Seni Hewan Peliharaan

    Air seni hewan peliharaan juga bisa menjadi masalah bagi rumput karena bisa menyebabkannya menjadi berwarna coklat dengan cepat. Air ini mengandung nitrogen dalam kadar yang tinggi.

    Nitrogen adalah nutrisi utama untuk halaman yang sehat. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak bisa membuat rumput menjadi coklat dan akhirnya mati.

    Itulah sejumlah penyebab rumput halaman berubah menjadi coklat. Semoga artikel ini bisa membantumu.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanaman yang Bisa Mengusir Laba-laba dari Rumah, Ampuh!


    Jakarta

    Sarang laba-laba yang berada di sudut-sudut rumah membuat ruangan terlihat kurang menarik dan sangat kotor. Tak heran banyak orang yang berusaha untuk mengusir laba-laba dari rumah.

    Mengusir laba-laba memiliki banyak cara, salah satunya adalah dengan menyimpan tanaman yang tidak disukai oleh laba-laba. Tanaman ini paling efektif ditanam di lokasi ‘kritis’ seperti di dekat pintu, jendela, dan pintu masuk lainnya.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa pilihan tanaman yang efektif untuk mengusir laba-laba di rumah.


    Daun Mint

    Ilustrasi tanaman peppermintIlustrasi tanaman mint Foto: Getty Images/La_vanda

    Tanaman pertama yang menjadi pilihan untuk mengusir laba-laba di rumah, adalah tanaman peppermint. Peppermint merupakan tanaman mint yang paling tahan dingin dan memiliki aroma yang paling kuat.

    Hal ini menjadi paling cocok untuk mengusir laba-laba. Tanaman ini memiliki ukuran 30-45 cm dan lebar 45-60 cm.

    Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Di sebagian besar iklim, rosemary hanya akan bertahan hidup sebagai tanaman tahunan, hal ini apabila dibiarkan melewati musim dingin di dalam ruangan. Namun, jika tanaman ini mendapatkan cukup cahaya sehingga tanaman ini bisa memiliki umur yang panjang.

    Bunga Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Jika kamu menggunakan lavender, terutama untuk mengusir laba-laba pilih lavender Inggris karena memiliki aroma yang paling kuat dari semua jenis lavender.

    Lavender adalah tanaman tahunan, tetapi harus disimpan di dalam ruangan. Namun harus hati-hati, karena bunga lavender dapat beracun bagi hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

    Lemon Balm

    lemon balm (melissa) herb in flowerpot with name taglemon balm Foto: iStock

    Lemon balm membutuhkan banyak sinar matahari agar tumbuh subur di dalam ruangan. Namun perlu diperhatikan karena pemupukan dapat mengurangi kekuatan aromanya untuk mengusir laba-laba.

    Sage

    Ilustrasi daun sageIlustrasi daun sage Foto: Getty Images/hsvrs

    Semua jenis sage harum, tetapi jika ingin menanamnya karena aromanya sage Cleveland adalah pilihan yang paling aromatik. Jika kamu menanamnya, jangan beri pupuk karena akan melemahkan aromanya.

    Bunga Marigold

    Vibrant Orange and Yellow Blooming Marigold Flowers FieldBunga Marigold Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelypeace

    Aroma kuat marigold menjadikan bunga yang berwarna cerah ini sebagai pengusir serangga dan laba-laba yang ampuh. Marigold Meksiko memiliki aroma yang paling kuat dan merupakan yang tertinggi dari semua varietas marigold.

    Perhatikan bahwa aromanya ada di seluruh dedaunan, sementara bunganya hampir tidak memiliki aroma. Hal ini menjadi bagian tanaman yang bertindak sebagai pengusir, walaupun saat bunga sedang mekar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tanaman yang Dipercaya Bisa Bawa Keberuntungan, Cocok buat di Rumah


    Jakarta

    Tanaman di rumah tidak hanya menambah estetika maupun menciptakan suasana yang asri saja. Ada beberapa tanaman yang dianggap bisa membawa keberuntungan menurut Feng Shui.

    Dalam konsep Feng Shui beberapa tanaman dipercaya dapat membawa energi positif di dalam rumah. Tanaman melambangkan salah satu elemen dasar Feng Shui yakni kayu. Elemen kayu kerap diartikan sebagai sesuatu yang bertumbuh, fleksibel, tahan banting, dan menyembuhkan.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini merupakan tanaman yang dipercaya bisa membawa keberuntungan menurut Feng Shui.


    1. Peace Lily

    Evergreen plant spathiphyllum. White flowers and green leavespeace lily. Foto: Getty Images/iStockphoto/IKvyatkovskaya

    Melansir Homes and Gardens, peace lily dikenal dapat menjaga energi rumah tetap positif dan ceria. Lokasi yang tepat untuk menempatkan tanaman ini adalah jendela rumah yang memiliki sirkulasi udara yang baik.

    2. Aloe Vera

    an aloe vera plantaloe vera plant Foto: iStock

    Selain bagus untuk wajah dan rambut, aloe vera juga dipercaya dapat menangkal nasib dan energi buruk serta menciptakan positif untuk rumah tersebut. Lokasi yang tepat untuk meletakkan tanaman ini adalah di dekat pintu.

    3. Anthurium

    Tanaman Hias Anthurium Magnificum HybridTanaman Hias Anthurium Foto: Dokumentasi Pribadi HaiBunda

    Tanaman berdaun lebar ini dapat menyerap energi baik. Lokasi yang tepat untuk meletakkan Anthurium clarinervium adalah kamar mandi dan dapur.

    4. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron. Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Dalam konsep Feng Shui tanaman ini dapat meningkatkan energi positif. Philodendron cocok diletakkan di ruangan kerja.

    6. Lidah Mertua

    Decorative sansevieria plant on wooden table in living room. Sansevieria trifasciata Prain in gray ceramic pot.Lidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia. Tanaman ini dipercaya menawarkan rasa perlindungan menurut Rana Kashiwabara.

    Penempatan terbaik untuk lidah mertua adalah di kedua sisi pintu depan untuk menciptakan ‘pintu gerbang’ guna meningkatkan aliran positif Chi ke dalam rumah. Selain itu, isa juga diletakkan di kamar tidur untuk melindungi dari hal-hal buruk dan menjaga ketenangan pikiran.

    6. Sirih Gading

    Indoor Golden pothos houseplant next to a watering can in a beautifully designed home interior.pothos. Foto: Getty Images/iStockphoto/Grumpy Cow Studios

    Tanaman hias sirih gading atau photos dipercaya dapat memperlancar rezeki dan menenangkan hati. Penempatan yang baik menurut Feng Shui adalah di dekat jendela ruang tamu.

    7. Tanaman Bird of Paradise atau Strelitzia Nicolai

    Blooming Bird of Paradise Plant (Strelitzia reginae)Blooming Bird of Paradise Plant (Strelitzia reginae) Foto: Getty Images/iStockphoto/LindasPhotography

    Dalam konsep Feng Shui, tanaman Bird of Paradise atau Strelitzia nicolai dipercaya mendorong energi positif. Tanaman ini bisa diletakkan di dekat jendela atau area yang memudahkan Bird of Paradise atau Strelitzia Nicolai mendapatan sinar matahari.

    8. Pachira atau Money Plant

    Pachira Aquatica - Guiana Chestnut from Central and South America, commonly sold as a Money plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/LindasPhotography

    Seperti Namanya, pachira atau money plant dipercaya dapat menarik rezeki berlimpah dan nasib baik, kata pakar berkebun Bloomscape, Lindsay Pangborn. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada lokasi yang pencahayaan bagus.

    9. Bunga Peony

    Summer moodBunga peony. Foto: Getty Images/Eva-Katalin

    Menurut Feng Shui, bunga peony melambangkan cinta, kemakmuran, dan keindahan. Konon, bunga peony berwarna pink cerah atau merah mampu mendatangkan keberuntungan besar.

    Mengutip Garden Design, peony tidak membutuhkan air yang banyak. Siram bunga peony setiap minggu di musim panas dan saat bunga peony mekar. Ketika sedang dorman, peony tidak perlu disiram.

    Rubber Plant

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Rubber plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Ciri khas tanaman ini adalah daunnya yang gelap, lebar, dan mengilap. Daunnya melambangkan kebahagiaan dan kekayaan yang melimpah.

    Mengutip Bloombox Club, rubber plant sangat mudah dirawat. Tanaman ini tidak membutuhkan banyak air, tidak memerlukan pupuk, dan bisa beradaptasi dengan kondisi cahaya di sekitar. Jadi, rubber plant cocok untuk detikers yang belum pernah merawat tanaman.

    Itulah beberapa tanaman yang dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Rawat Tanaman di Pekarangan Rumah Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Curah hujan yang tinggi terkadang menjadi tantangan tersendiri untuk merawat pekarangan rumah. Siapa yang tak ingin tanaman tumbuh subur dan cantik, sehingga bisa memperindah tampilan rumah.

    Untuk memastikan kelestarian dan pertumbuhan tanaman tetap optimal di musim hujan, kamu perlu memberikan perhatian khusus dan tindakan preventif. Jangan sampai tingginya curah hujan malah membuat pekarangan rumah kamu tak terawat.

    Lantas, bagaimana cara merawat tanaman di pekarangan rumah saat musim hujan? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Tips Merawat Tanaman di Pekarangan Rumah Saat Musim Hujan

    Inilah cara merawat pekarangan rumah di kala curah hujan yang tinggi, dikutip dari Root Bridges.

    1. Hindari Adanya Genangan Air

    Salah satu tantangan utama selama musim hujan adalah genangan air. Ini bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Pastikan untuk menyediakan sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir keluar dari taman.

    Tanaman sukulen, sebagai contoh, memerlukan ekstra perhatian karena sering kali menerima air lebih dari yang diperlukan. Setelah hujan berhenti, pastikan untuk taruh tanaman tersebut agar dapat sinar matahari untuk jangka waktu tertentu.

    2. Sediakan Cahaya Tambahan

    Kekurangan cahaya seringkali terjadi selama musim hujan. Untuk tanaman yang sangat bergantung pada sinar matahari, bisa menggunakan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya.

    3. Lindungi Tanaman dari Hujan Lebat

    Gunakan penutup berlubang yang tembus cahaya untuk melindungi tanaman dari hujan berlebihan. Penutup berlubang dari plastik, misalnya, bisa memastikan tanaman tetap mendapatkan kelembaban yang diperlukan tanpa membahayakan pertumbuhan mereka.

    4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

    Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat potong yang tepat saat musim hujan. Ini adalah waktu yang tepat bagi tunas baru untuk tumbuh, tetapi pastikan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

    5. Manfaatkan Cacing Tanah dan Pupuk

    Jaga kesuburan tanah dengan memanfaatkan cacing tanah dan pupuk organik selama musim hujan. Cacing tanah tidak hanya menjaga tanah tetap aerobik, tetapi juga memastikan air meresap ke dalam tanah. Gunakan pupuk organik yang lambat melepaskan untuk memberikan nutrisi tanaman secara berkelanjutan.

    6. Bersihkan Alga yang Tumbuh

    Periksa permukaan tanah untuk tumbuhan hijau berlendir yang tumbuh seiring dengan dimulainya musim hujan. Bersihkan alga secara teratur untuk mencegah gangguan terhadap pertumbuhan tanamanmu.

    7. Berikan Dukungan Fisik pada Tanaman yang Rentan

    Hindari kerusakan akibat angin kencang dengan memberikan dukungan fisik pada tanaman yang rentan. Kamu bisa mengikatnya pada sebuah kayu agar tanaman tetap berdiri kokoh. Ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan lambat tumbuh.

    8. Cegah Erosi Tanah

    Buat penghalang di sekitar tanaman untuk mencegah erosi tanah akibat air hujan. Pastikan penghalang ini tidak menciptakan genangan air yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

    Demikianlah tips merawat tanaman di pekarangan rumah saat musim hujan. Semoga informasinya bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tanaman yang Dianggap Bawa Keberuntungan, Cocok buat di Rumah


    Jakarta

    Berbagai tanaman biasanya memiliki makna tertentu, salah satunya dianggap membawa keberuntungan. Beberapa tanaman indoor memang dianggap beruntung sejak lama karena pengaruh budaya dan banyak orang terus memilih tanaman tersebut.

    Baik karena makna budaya atau referensi sejarah membuat tanaman hias ini membawa keberuntungan, banyak yang percaya memilih tanaman yang tepat untuk rumah akan membawa keberuntungan dalam semua aspek.

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini daftar tanaman yang dianggap membawa keberuntungan.


    3 Tanaman yang Dianggap Bawa Keberuntungan

    Inilah tanaman-tanaman yang diyakini dapat membawa keberuntungan.

    1. Lucky Bamboo

    Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana  in Glass vase placed in front of mirror Selective focus.Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana in Glass vase placed in front of mirror Selective focus. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashish Kumar

    Sesuai namanya, tanaman ini dianggap dapat membawa keberuntungan. Dalam budaya Asia, tanaman ini dianggap membawa keberuntungan karena cepat tumbuh dan mudah diperbanyak.

    Jumlah tangkai pada tanaman ini melambangkan hal yang berbeda. Misalnya, satu tangkai melambangkan kehidupan bermakna, dua tangkai melambangkan keberuntungan dalam cinta, dan tiga tangkai kebahagiaan dan umur.

    Namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan kalau mau merawat lucky bamboo atau bambu keberuntungan. Kamu harus rutin mengganti air setiap satu hingga dua minggu karena tanaman ini bisa hidup di dalam air. Kalau kamu menanamnya di dalam air sumur atau ledeng, kamu tidak perlu memberinya pupuk.

    “Namun, jika kamu menanamnya di RO (reverse osmosis) atau air yang disaring, beri pupuk setiap tiga bulan dengan pupuk cair berkekuatan ¼ yang dicampur dengan air tawar,” kata ahli tanaman rumah, Julie Bawden-Davis.

    Kamu bisa meletakkan tanaman ini di tempat yang terpapar banyak sinar matahari.

    2. Peace Lily

    Evergreen plant spathiphyllum. White flowers and green leavesEvergreen plant spathiphyllum. White flowers and green leaves Foto: Getty Images/iStockphoto/IKvyatkovskaya

    Tanaman cantik yang satu ini juga kerap dianggap membawa keberuntungan. Menurut Julie, tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman kebangkitan karena hubungannya dengan kematian dan kelahiran kembali.

    “Bunga ini juga tahan terhadap kekeringan dan akan hidup kembali setelah tidak disiram,” kata Julie.

    Agar tanaman ini bisa tetap mekar, kamu bisa menempatkannya di tempat yang terang dengan cahaya tidak langsung. Tanah tanaman ini juga sebaiknya tetap lembap walaupun peace lily bisa hidup di wilayah yang kering.

    3. Jade Plant

    Succulent houseplant Crassula on the windowsill against the background of window. Selective focusSucculent houseplant Crassula on the windowsill against the background of window. Selective focus Foto: iStock

    Jade plant atau tanaman giok dianggap sebagai salah satu tanaman yang sering dianggap bisa menarik kekayaan dan kemakmuran. Hal ini karena bagian daun tanaman ini menyerupai batu giok. Biasanya tanaman ini diletakkan di area ruang kerja maupun pintu masuk.

    Untuk merawatnya, kamu cukup meletakkan di tempat terang dan beri pupuk untuk tanaman sukulen dan kaktus setiap enam bulan. Saat menyiram tanaman giok, pastikan tanah tanaman ini telah mengering agar tidak mudah busuk dan mencegah daunnya berguguran.

    Itulah beberapa tanaman rumah yang dianggap beruntung.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Hias Ini Bikin Ruangan Jadi Segar dan Wangi


    Jakarta

    Aroma segar bunga dan tanaman bisa membuat suasana rumah jadi lebih menyenangkan dan bikin betah. Karena itu, tidak salah menaruh tanaman di dalam rumah dengan pertimbangan yang tepat.

    Tanaman Hias untuk Pewangi Ruangan

    Dirangkum dari Living Etc dan Gardening Know How, berikut ini 7 tanaman hias beraroma wangi yang cocok ditanam di dalam ruangan:


    1. Lavender

    The bed with lavender flower and coffee cup in the morning, Selected focus on flower pot.Lavender. Foto: Getty Images/iStockphoto/awayge

    Yang pertama adalah lavender yang sudah cukup populer digunakan sebagai tanaman hias di dalam ruangan. Tanaman ini memiliki wangi khas yang menenangkan.

    Lavender sering digunakan sebagai bahan minyak wangi, sabun, kosmetik, dan produk perawatan diri lainnya. Bahkan, wangi lavender bisa membantu mengusir serangga seperti nyamuk.

    Tanaman lavender bisa tumbuh subur dalam ruangan, asal syarat pertumbuhannya terpenuhi. Misal, lavender harus mendapatkan cahaya matahari 6-8 jam sehari. Karena itu, lavender sebaiknya ditaruh dekat jendela yang hangat. Lavender juga tidak perlu terlalu sering disiram.

    2. Melati

    Bunga melati.Bunga melati. Foto: Freepik/freepik

    Khas dengan warna putihnya, melati termasuk tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Aroma wanginya bisa semerbak dan membuat ruangan menjadi segar ketika mekar, meski bunganya cukup kecil.

    Melati bisa ditanam di dalam ruangan karena cocok di tempat yang tidak kena sinar matahari langsung. Melati juga cocok ditanam pada tanah yang tidak terlalu basah.

    3. Rosemary

    Ilustrasi tanaman herbal RosemaryRosemary. Foto: Getty Images/Sima_ha

    Selanjutnya ada tanaman rosemary tuscan yang bisa membuat ruangan lebih harum. Tak hanya wangi, rosemary termasuk tanaman herbal yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

    Rosemary tuscan ini memiliki daun berwarna hijau tua dengan aroma kuat, segar dan pedas. Selain dibuat teh, rosemary juga bisa digunakan untuk bahan campuran makanan.

    Jika ingin menanam rosemary, sebaiknya jangan diletakkan di dalam ruangan tertutup. Letakkan rosemary ini di jendela atau teras. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung selama 6-8 jam sehari.

    4. Oregano

    Fresh oregano plant leaves on wooden background, closeup view. Origanum vulgare also called wild marjoram is a culinary herb, used for cooking in the kitchenOregano. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Oregano (Origanum vulgare) dikenal sebagai bumbu masakan dan sering ditemukan di pasta atau masakan Mediterania dan Meksiko. Aromanya cukup tajam dan khas.

    Jika ingin mendapatkan aroma ruangan seperti masakan pasta, coba tanamlah oregano di dalam ruangan. Terutama jika kamu suka masak, tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai tambahan dalam makanan.

    5. Gardenia

    A DSLR still life photo of a bouquet of fresh white gardenia flowers in a small black ceramic bowl. Background made of brown rustic paper. Selective focus on the flower of the foreground. Soft natural light. Copy space.Gardenia. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucop

    Gardenia juga sering disebut dengan kacapiring. Bunganya berwarna putih dengan bentuk cantik. Tak hanya itu, aromanya juga manis, sehingga bisa menyegarkan ruangan.

    Perawatan gardenia ternyata cukup mudah. Namun, kamu harus mengganti pot secara berkala dan sering memangkasnya agar tidak tumbuh terlalu besar.

    6. Mint

    secret menu Starbucks rasa mintMint. Foto: site news/iStock

    Tanaman mint termasuk tanaman yang mudah tumbuh, baik di taman, di pot, atau bahkan di botol minuman bekas. Selain memiliki aroma wangi, daun mint juga dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan maupun minuman.

    Untuk merawatnya, pastikan tanahnya tetap lembap tetapi jangan terlalu basah. Jangan juga terlalu banyak memberi pupuk karena bisa menghilangkan rasanya.

    7. Timi

    Tanaman timi selain beraroma dan rasa yang enak, timi juga merupakan herbal yang memiliki manfaat kesehatan. Timi bisa dibuat teh yang fungsinya antara lain meredakan batuk dan meningkatkan imunitas tubuh.

    Jika ingin menanam timi, sebaiknya pakailah pot tanah liat untuk mencegah tanah terlalu lembap setelah penyiraman, sebab akar timi tidak tahan dengan kondisi basah. Jika akarnya sudah keluar dari lubang, maka kamu perlu menanam ulang.

    Itulah tadi 7 tanaman hias pengharum ruangan yang bisa kamu tanam. Saat membeli, jangan lupa tanyakan cara perawatan dan kondisi optimal agar tanaman tidak cepat mati serta tumbuh subur.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Beli ke Pasar, Begini Cara Menanam Cabai di Rumah


    Jakarta

    Sudah menjadi fenomena tahunan, harga cabai di pasaran akan naik pada momen-momen besar. Saat harga cabai naik, tentu banyak keluarga yang kerepotan karena bahan masakan satu ini keberadaannya sangat penting.

    Namun, tahukah kamu kalau sebenarnya cabai bisa dibudidaya dan ditanam sendiri di depan rumah?

    Dengan menanam cabai sendiri, kamu bisa mendapat alternatif untuk menekan pengeluaran bulanan. Selain itu, kamu juga bisa menghemat waktu karena cukup memetik cabai di depan rumah tanpa perlu beli ke pasar.


    Dilansir dari detikFinance berdasarkan buku ‘Cabai Panen Setiap Hari’ karya Guru Besar Pemuliaan Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Syukur, berikut tips menanam cabai di rumah dengan media pot.

    Cara Menanam Cabai di Rumah

    Inilah cara menanam cabai di rumah agar tidak perlu beli ke pasar.

    1. Siapkan Pot yang Sesuai

    Jenis pot yang digunakan bisa berupa polybag, pot plastik, drum, ember, atau kaleng bekas. Ukuran minimal pot yang bisa digunakan untuk menanam cabai adalah berdiameter 20 cm.

    Setiap pot harus memiliki 4-8 lubang pada bagian dasarnya untuk drainase air sehingga tidak mengendap di bawah pot. Diameter lubang tersebut adalah 1 cm. Pastikan pot yang kamu gunakan dapat bertahan untuk 5-6 bulan ke depan.

    Di bagian bawah pot disarankan diletakkan pecahan genting atau bata merah untuk mengendalikan drainase.

    2. Siapkan Media Tanam untuk Sebar Benih

    Setelah pot siap, siapkan tanah yang akan menjadi tempat sebar benih. Media tanam yang dipakai merupakan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:2:1.

    Jika tidak ada pasir, kamu bisa menggantinya dengan sekam bakar dengan perbandingan sama yakni 2:2:1. Aduk campuran bahan tersebut dengan rata.

    Pupuk kandang bisa diperoleh dari kotoran sapi, ayam, atau kambing. Namun, pastikan pupuk kandangnya telah melalui proses dekomposisi hingga teksturnya remah, kering, tidak berbau, dan tidak panas.

    Masukan campuran tanah tadi hingga menyisakan 5 cm dari bibir pot. Pastikan pot tersebut diletakkan di tempat terbuka yang mendapat cahaya matahari beberapa hari sebelum penanaman.

    3. Semai Benih Cabai

    Sebelum benih cabai disemai ke dalam tanah. Benih tersebut harus direndam di dalam air. Disarankan air tersebut juga dicampurkan dengan larutan fungisida yang berfungsi untuk membersihkan jamur.

    Fungsi dari perendaman benih ini adalah untuk memisahkan benih yang bagus dan tidak. Biasanya benih yang bagus dan bisa dipakai adalah yang tenggelam di dalam air. Benih yang tidak bisa dipakai biasanya mengapung di atas air dan sebaiknya dibuang saja.

    Setelah disisihkan, bungkus benih dalam kertas atau kain lembab selama 24-36 jam sebelum disemai.

    Penyemaian benih tidak bisa dilakukan di pot yang disiapkan tadi. Kamu harus menyemai di pot yang lebih kecil ukuran 8×10 cm. Isinya media tanam campuran tanah halus dan pupuk kendang dengan perbandingan 1:1.

    Benih kemudian disemai di kedalaman 1-15 cm dari bibir pot. Caranya dengan membuat lubang di tanah. Apabila benih sudah masuk ke dalam lubang, tutup dengan tanah halus

    Tutup pot dengan karung goni basah atau plastik hitam selama 3 hari, kemudian tunggu perkembangannya.

    4. Tunggu Selama 7 Hari

    Benih cabai biasanya akan berkecambah dalam 7 hari setelah disemai. Apabila sudah berkecambah, tugas kamu belum selesai. Kamu masih harus mengawasi hingga 5-6 minggu atau telah berdaun 6-8 helai.

    5. Siram 1-2 Kali Per Hari

    Selama menunggu cabai berkecambah, siram cabai 1-2 kali per hari. Agar cabai tumbuh dengan baik, kamu bisa menambahkan pupuk NPK seminggu sekali dengan konsentrasi 3 gram/liter.

    6. Bibit Cabai Pindah ke Pot Besar

    Setelah bibit cabai berkecambah dengan sempurna setelah 6 minggu atau muncul 6-8 daun, biarkan bibit tersebut terkena sinar matahari selama 5 hari berturut-turut.

    Setelah dirasa sudah beradaptasi, baru kamu bisa memindahkan bibit cabai ke pot besar yang sejak awal sudah disiapkan. Pemindahan ini disarankan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.30 untuk menghindari tanaman stres.

    Saat sudah tumbuh di pot besar, kamu tetap harus sering menyiramnya. Kamu dapat menggunakan air biasa atau larutan fungisida dengan ukuran 1 gram per liter, dan pupuk daun gandasil 2 gram/liter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Takut Tanaman Layu Saat Mudik Nanti? Ini Tips Mudah Merawatnya



    Jakarta

    Bagi pecinta tanaman, bepergian dalam waktu yang lama seperti mudik tentu membuat hati galau. Mudik menjadi tak tenang karena selalu cemas memikirkan tanaman di rumah.

    Tenang, rasa cemas itu bisa kamu lawan jika tahu bagaimana cara menjaga tanaman tetap segar walaupun ditinggal berhari-hari. Hanya perlu waktu singkat untuk mempersiapkan tanaman sebelum ditinggal pergi mudik. Melansir dari laman The Sill, berikut tipsnya.

    Sesuaikan Cahaya dan Suhu

    Kamu harus tahu bahwa semakin banyak sinar matahari yang diterima tanaman, semakin cepat juga tanaman “haus” dan layu. Tanaman paling banyak menggunakan air saat proses transpirasi, sedangkan laju proses transpirasi ini sangat bergantung dengan jumlah sinar matahari yang diterima oleh tanaman. Jadi, semakin banyak cahaya alami yang diterima tanaman, semakin banyak pula air yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, untuk membantu tanaman agar tidak layu selama kamu bepergian, kamu bisa memindahkannya ke tempat yang agak jauh dari cahaya matahari sebelum pergi.


    Menjaga Kelembapan

    Libur lebaran biasanya berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Jika kamu berencana untuk pergi mudik selama seminggu, menyiram tanaman sesaat sebelum berangkat sudah cukup untuk menjaga kelembapan tanaman. Pastikan kamu hanya menyiram tanaman dengan tanah pot yang kering atau sebagian besar kering. Setelah disirami, biarkan sisa air mengalir dari tanaman ke dalam pot sebelum kamu berangkat. Hal ini akan membuat tanah dalam pot tetap lembab tetapi tanaman tidak terendam dalam wadah berisi air, yang dapat menarik hama atau menyebabkan akar busuk.

    Jangan Gunakan Pupuk

    Jika kamu sering menggunakan pupuk untuk tanaman, pastikan untuk menunda pemupukan tanaman terutaman tanaman hias sampai kamu kembali ke rumah. Jangan memupuk tanaman kamu beberapa minggu sebelum keberangkatan karena ini akan membantu tanaman menghemat energi dan air.

    Lakukan Pemangkasan Kecil

    Selain memangkas dedaunan yang mati atau tampak tidak sehat, kamu juga bisa memangkas tunas dan bunga apa pun, yang biasanya memerlukan penyiraman lebih sering agar tanaman tetap sehat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Bisa Hidup di Air dan Cara Merawatnya


    Jakarta

    Biasanya, menanam tanaman di rumah memerlukan media tanam seperti tanah. Tapi, kamu bisa lho menanam tanaman di air, tanpa tanah dan pupuk.

    Menanam tanaman di air juga bisa dibilang lebih simple karena bisa menggunakan stoples atau vas. Kamu bisa meletakkannya di berbagai ruangan yang ada, misalnya dapur, ruang keluarga, maupun kamar.

    Tanaman apa saja yang bisa hidup dan tumbuh subur di dalam air? Dilansir dari The Spruce, berikut ini daftarnya.


    Tanaman yang Bisa Hidup di Air

    1. Bambu Keberuntungan

    Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana  in Glass vase placed in front of mirror Selective focus.Bambu keberuntungan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashish Kumar

    Tanaman ini bisa tumbuh tanpa tanah lho detikers. Karena tanaman ini bisa menjadi sangat berat di bagian atas, sebaiknya tambahkan batu kerikil di sekitarnya agar tetap berada di tempatnya dan menambah nilai ornamen.

    2. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Banyak orang yang menyukai philodendron karena mudah dirawat. Selain bisa tumbuh dengan media tanah, tanaman yang satu ini juga bisa hidup di air.

    Tanaman Philodendron tumbuh subur dalam semua jenis kondisi sinar matahari, tetapi jika tampaknya batang tanaman lebih banyak daripada daunnya, pencahayaan langsung yang lebih terang akan menghasilkan lebih banyak daun.

    3. Sirih Gading

    Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Sirih gading Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Tanaman dengan daun berbentuk hati ini bisa tumbuh dengan cepat. Jika ingin menaruhnya dalam air sebaiknya buang daun-daun di bagian bawah sirih gading karena yang terendam di dalam air akan membusuk.

    4. Spider Plant

    cat playing in spider plantspider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman yang satu ini bisa hidup subur di dalam air. Agar bisa hidup lama, kamu harus memotong akarnya dengan cepat dan mengganti air setiap 3-5 hari sekali. Taruh tanaman di tempat yang terang dengan sinar matahari tak langsung.

    Ingat, hanya bagian akarnya saja yang terendam di dalam air. Kamu juga bisa menambahkan batu agar tanaman tetap berada di tempatnya.

    5. Chinese Evergreen

    Aglaonema Maria houseplant cuttings in a red glass vase in front of a white wall, Chinese EvergreenChinese Evergreen Foto: Dok. Istock

    Untuk menanam Chinese evergreen di dalam air, kamu bisa memotong batang yang sehat sepanjang 6 inci dan masukkan ujungnya yang sudah dipotong ke dalam air. Jangan lupa singkirkan daun bagian bawah yang terendam di air. Nantinya akan ada akar yang muncul dalam 3-4 minggu.

    Letakkan tanaman tersebut di bawah sinar matahari tidak langsung dan ganti air minimal 3 hari sekali atau saat air kotor maupun keruh. Berikan tanaman beberapa tetes pupuk cair setiap bulan untuk mendorong pertumbuhan.

    Pilih Tempatnya

    Wadah apapun sebenarnya bisa digunakan sebagai tempat tumbuh tanaman. Stoples dan vas kaca bisa menjadi pilihan karena bisa melihat akar tanaman. Namun, kaca rentan terhadap pertumbuhan alga, jadi pilihlah vas yang tidak tembus cahaya sebagai pilihan yang lebih mudah dirawat.

    Kebutuhan Cahaya

    Pastikan kamu memeriksa kebutuhan tanaman akan cahaya. Beberapa jenis tanaman membutuhkan sinar matahari langsung dan ada yang membutuhkan sinar matahari tidak langsung.

    Ganti Air

    Kamu perlu mengganti air tanaman, apalagi kalau air sudah keruh dan kotor. Tak lupa berikan pupuk cair pada tanaman agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup di dalam air dan cara merawatnya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Lengkap Tanam Cabai di Rumah, Siapa Aja Bisa!



    Jakarta

    Cabai merupakan tanaman yang memiliki cita rasa pedas dan salah satu bahan penting dalam masakan. Biasanya untuk mendapatkan cabai kita harus membelinya ke pasar, tetapi kita bisa lho mendapatkan cabai gratis dengan menanamnya di pekarangan rumah.

    Dilansir laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah dapat tumbuh subur di kawasan dataran rendah maupun tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Jenis tanah yang cocok dipakai untuk menanam cabai adalah tanah gembur yang teksturnya seperti remah dan tidak begitu padat. Kandungan pH-nya pun normal yakni 6-7.

    Lalu, waktu yang tepat untuk menanam cabai adalah saat musim hujan. Tanaman ini lebih baik ditanam saat kondisi udara cukup lembap daripada kering.


    Cara Menanam Cabai di Rumah

    1. Rendam Benih Cabai

    Saat hendak menanam cabai, dibutuhkan benih yang berkualitas. Untuk mengetahui bibit yang berkualitasnya caranya adalah dengan merendam bibit tersebut di dalam air hangat 50 derajat. Benih yang berkualitas biasanya akan tenggelam di dalam air.

    2. Semai Benih Cabai

    Setelah itu, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan pupuk kendang atau kompos yang telah dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1:1 yang ditempatkan pada sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

    Lalu, awasi pertumbuhan tanaman cabai sekitar 7-8 hari berikutnya. Setelah 7-8 hari, benih cabai yang sudah tumbuh bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan campuran tanah yang sama. Selama itu, terus siram tanaman setiap harinya.

    3. Pindahkan ke Tanah

    Jika halaman rumah memiliki lahan, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm. Area tanam ini akan berbentuk seperti gundukan tanah tinggi.

    Apabila kondisi tanah sebelum ditanam terlihat kering, campurkan dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan. Selain itu, tambahkan pula pupuk susulan berupa Urea, ZA, KCl, sebanyak 3 kali pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah bibit ditanam. Untuk besaran masing-masing pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

    Kemudian tutup tanah tersebut dengan plastik mulsa berlubang. Masukkan cabai muda tersebut ke dalam lubang.

    4. Perawatan

    Setelah 1-2 minggu penanaman, cek apakah ada bibit yang mati. Buang bibit yang mati dan sakit. Untuk bibit tanaman cabai yang berhasil berkembang, pastikan untuk selalu disiram. Apabila ada tanaman cabai yang sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

    5. Masa Panen

    Waktu penanaman cabai hingga panen sekitar 2 bulan lebih atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah, dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika ada buah cabai yang rusak, sebaiknya segera singkirkan saja.

    Cara menentukan waktu panen adalah dengan menyesuaikan waktu penggunaan cabai tersebut. Jika cabai tersebut ingin dikirim ke daerah yang jauh, panen ketika warnanya masih hijau. Nantinya, cabai di tempat yang kering dan memiliki lubang ventilasi untuk udara. Namun apabila dipakai untuk keperluan di rumah, panen saat cabai berubah merah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com