Tag: pupuk

  • Mengenal Pohon Tabebuya: Cara Menanam dan Manfaatnya


    Jakarta

    Keberadaan pohon Tabebuya di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Gowa sempat menghebohkan jagat maya. Pasalnya pohon Tabebuya yang bermekaran terlihat sangat indah layaknya jalanan di kota-kota besar di Jepang.

    Ternyata pohon Tabebuya bukan hanya indah dilihat, melainkan banyak sekali manfaat. Banyak ahli telah merekomendasikan untuk menanam pohon Tabebuya di jalanan yang padat dan di depan rumah.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan pohon Tabebuya juga aman untuk dibangun di rumah karena akarnya tidak akan merusak bangunan.


    “Pohon yang lagi tren ditanam untuk banyak tempat, Tabibuya. Akarnya tidak merusak, bunganya pun akan jadi cantik,” jelas Denny kepada detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Mengenal Pohon Tabebuya

    Dilansir dari situs resmi Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Tabebuya memiliki nama latin Handroanthus chrysotrichus. Tumbuhan ini berasal dari Brasil dan dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dan sub tropis. Tanaman ini banyak ditemui di negara-negara Amerika, seperti Argentina, Meksiko, Bolivia, dan Suriname Selatan. Keunggulan dari tumbuhan ini adalah dapat hidup di daerah dan iklim yang kering.

    Cara perkembangbiakan Tabebuya bisa dengan penanaman biji dan vegetatif melalui cangkok atau sambungan. Pertumbuhannya bisa mencapai 10 meter. Ketika masuk musim berbunga, bunga yang muncul sangat banyak dan tidak akan berhenti sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Saat ini bahkan ditemukan jika musim berbunga Tabebuya dapat dimanipulasi dengan pemupukan.

    Setelah musim berbunga lewat, pohon Tabebuya akan siap berbuah. Biasanya musim berbuah ini terjadi pada musim hujan.

    Ada beragam jenis pohon Tabebuya. Varian yang sering dijumpai di Indonesia adalah bunga berwarna kuning dengan panjang 3-11 cm, berbentuk terompet, dan bergerombol. Setiap jenis pohon Tabebuya memiliki warna yang berbeda-beda, saat ini warna yang banyak dikenal adalah putih, merah muda, kuning, kuning jingga, magenta, plum, dan ada yang merah. Terdapat motif garis warna ungu di dalam bunganya.

    Cara Menanam Pohon Tabebuya

    Dilansir detikJatim, berikut tips menanam pohon Tabebuya

    1. Memilih Benih Tabebuya

    Benih Tabebuya tersedia di toko-toko penjual tanaman. Harga benih tersebut cukup beragam mulai dari Rp 8-83 ribuan, tergantung tinggi bibitnya.

    2. Tanam Benih Tabebuya

    Benih tersebut kemudian ditanam ke dalam tanah yang diletakkan di pot kecil. Untuk mendapatkan hasil terbaik, tambahkan kompos organik. Letakkan benih tersebut di tempat yang mendapat cahaya matahari.

    Tabebuya perlu sering disiram minimal sehari sekal. Setelah daun tumbuh, pindahkan bibit tabebuya ke dalam pot yang lebih tinggi sekitar 45 sentimeter. Setelah batangnya bertambah tinggi, pindahkan Tabebuya ke luar ruangan atau ke wadah yang lebih besar.

    3. Perawatan Pohon Tabebuya

    Seiring berjalannya waktu, pemberian pupuk cukup 2 kali setiap tahun. Setelah 3 tahun, kurangi pemupukan karena dapat menghentikan pembungaan. Untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan, pangkas pohon Tabebuya secara teratur. Potong semua cabang yang mati atau rusak.

    Manfaat Pohon Tabebuya

    Dilansir detikNews, berikut beberapa keunggulan pohon Tabebuya.

    1. Menyerap Polusi dan Peneduh

    Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri mengatakan pohon Tabebuya bermanfaat untuk menyerap polusi dan menurunkan suhu di sekitarnya. Hal ini ia ungkapkan ketika hadir dalam program penghijauan Jakarta di Cakung Barat, Jakarta Timur pada Selasa (27/5/2025) lalu.

    Tanaman ini juga dapat menjadi ‘payung’ bagi rumah dan jalanan di sekitarnya mengingat ketinggiannya bisa mencapai 10 meter. Lalu, daun dan bunganya cukup lebat untuk menutupi area sekitarnya.

    2. Tempat Tinggal bagi Satwa

    Pohon yang rimbun juga bisa memperbaiki ekosistem terutama di perkotaan. Pohon bisa menjadi tempat tinggal bagi kawanan burung-burung.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Hal Penting Sebelum Tanam Rumput Jepang di Rumah


    Jakarta

    Rumput jepang atau nama lainnya Zoysia japonica merupakan salah satu jenis rumput yang banyak dipilih orang untuk halaman rumah. Soalnya, rumput ini bikin halaman terlihat lebih hijau dan nyaman dipandang.

    Dilansir situs The Spruce, Jumat (30/5/2025), rumput jepang mulai dikembangkan sekitar 1950-an. Seiring waktu, rumput ini semakin populer dan banyak dipakai di halaman rumah.

    Jika tertarik menanamnya di halaman rumah, sebaiknya cari tahu dulu informasi soal rumput jepang, mulai dari penggunaan pupuk hingga cara merawatnya. Apabila detikers tak paham cara mengelola rumput jepang, maka siap-siap saja bakal cepat layu.


    7 Hal Penting Sebelum Tanam Rumput Jepang

    Ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum menanam rumput jepang. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini.

    1. Punya Tekstur yang Tajam

    Rumput jepang punya tekstur yang tajam sehingga disebut juga sebagai rumput jarum. Saat kulit menyentuh rumput, rasanya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum kecil.

    Apabila kamu berencana ingin membuat halaman yang bisa digunakan untuk duduk santai, sebaiknya jangan pilih rumput jepang. Namun, kamu masih bisa mengakalinya dengan pakai alas yang tebal agar tidak terasa sakit di kulit.

    2. Butuh Sinar Matahari

    Agar bisa tumbuh subur, rumput jepang harus mendapatkan sinar matahari langsung setidaknya selama enam jam per hari. Apabila kekurangan sinar matahari, rumput jepang bisa menipis sehingga menjadi layu.

    3. Dapat Melawan Gulma

    Salah satu keunggulan dari rumput jepang adalah mampu melawan gulma (rumput liar). Namun, rumput jepang juga butuh dukungan sinar matahari yang cukup setiap hari. Jika tidak, gulma dapat menyerang rumput jepang sehingga menjadi kering dan layu.

    4. Siram Secara Rutin

    Rumput jepang perlu disiram secara rutin setiap hari. Selain membuat rumput lebih subur dan hijau, hal ini agar akar rumput semakin kuat dan dapat bertahan hidup ketika udara kering.

    Disarankan untuk menyiram rumput jepang saat pagi hari agar rumput lebih cepat kering sekaligus meminimalisir tumbuhnya jamur.

    5. Cocok Ditanam di Cuaca Hangat

    Rumput jepang dapat hidup pada kondisi cuaca yang hangat hingga panas dengan suhu di atas 26 derajat Celcius. Cuaca tersebut membuat rumput jepang tumbuh subur sehingga terlihat cantik untuk halaman rumah.

    Namun, pastikan kamu memangkas rumput jepang setiap dua kali dalam sebulan supaya rumput tidak tumbuh terlalu tinggi.

    6. Jangan Memberi Banyak Pupuk

    Merawat rumput jepang sebenarnya terbilang mudah. Selain rutin disiram saat pagi hari, rumput ini juga perlu dipupuk satu kali dalam sebulan. Sebagai catatan, jangan terlalu banyak memberi pupuk pada rumput jepang karena bisa menyebabkan akar dan batang jadi membusuk.

    7. Harga yang Murah

    Alasan lain mengapa rumput jepang banyak dipilih masyarakat karena harganya yang murah. Dari pantauan detikProperti di berbagai marketplace, harga rumput jepang ukuran 1 x 1 meter berkisar Rp 26.000-40.000 tergantung lokasi penjualan.

    Jika ingin harga yang lebih murah, kamu bisa membeli bibit rumput jepang dengan harga sekitar Rp 15.000 per bungkus untuk luas lahan 0,5 meter.

    Itulah tujuh hal yang perlu diperhatikan sebelum menanam rumput jepang di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Merawat Lidah Mertua Biar Makin Cantik dan Subur


    Jakarta

    Ada berbagai jenis tanaman hias yang cocok ditanam di rumah, salah satunya yang populer adalah lidah mertua (Sansevieria). Tanaman ini memiliki sejumlah manfaat untuk hunian, mulai dari memperbaiki kualitas udara hingga mengatur kelembapan.

    Lidah mertua juga termasuk tanaman yang mudah dirawat lho. Maka dari itu, lidah mertua sangat cocok bagi detikers yang baru memulai menanam tanaman hias di rumah.

    Meski mudah dirawat, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanam lidah mertua. Bagaimana tips merawat lidah mertua? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Tips Mudah Merawat Lidah Mertua

    Ada sejumlah tips dalam merawat lidah mertua agar bisa tumbuh subur. Dikutip dari The Spruce, Rabu (11/6/2025), berikut beberapa tipsnya:

    1. Beri Sinar Matahari

    Lidah mertua perlu sinar matahari sekitar 8-10 jam dalam sehari. Akan tetapi, tanaman ini juga dikenal dapat bertahan hidup meski dalam kondisi minim cahaya. Namun, proses pertumbuhannya akan berjalan lambat.

    Maka dari itu, sebaiknya letakkan lidah merua di jendela yang menghadap arah timur. Bisa juga meletakkan tanaman ini di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau barat.

    2. Tanam di Tanah Pot yang Gembur

    Lidah mertua lebih menyukai campuran tanah pot yang gembur dan punya drainase baik. Tanaman ini dapat tumbuh subur di tanah berpasir, sehingga tanah pot kaktus serbaguna bisa menjadi pilihan terbaik.

    Perlu diingat, jangan mencampur tanah yang mengandung persentase gambut tinggi karena dapat menahan terlalu banyak air.

    3. Siram Air ketika Sudah Kering

    Lidah mertua sebaiknya disiram ketika benar-benar kering dan pastikan disiram secara menyeluruh. Jika kamu tinggal di udara yang cenderung sejuk atau dingin, lidah mertua hanya perlu disiram sebulan sekali saja. Jika daunnya sudah terlihat rapuh dan kering, sebaiknya segera disiram.

    Sebagai informasi, tidak dianjurkan menyiram lidah mertua secara berlebihan. Sebab, terlalu bayak air membuat tanaman ini jadi terendam dan sistem akarnya menjadi busuk.

    3. Suhu dan Kelembapan

    Agar dapat tumbuh subur, sebaiknya tanam lidah mertua di suhu sekitar 21-32 derajat Celcius. Sebagai pengingat, tanaman ini tidak tahan terhadap embun beku dan suhu di bawah 10 derajat Celcius. Dalam jangka waktu singkat, lidah mertua bisa mati karena suhu yang dingin.

    Jika ingin menanam lidah mertua di dalam rumah, pastikan tingkat kelembapannya berada di antara 30-50%.

    4. Pupuk

    Beri pupuk setiap enam bulan sekali agar lidah mertua tetap tumbuh dengan baik. Jika ditanam di dalam ruangan, sebaiknya beri pupuk cair organik.

    5. Rutin Mengecek Batangnya

    Selain mengganti pupuk, penting juga untuk mengecek batang lidah mertua secara teratur. Jika batangnya berubah warna jadi kuning dan teksturnya lembek, hal itu terjadi karena terlalu banyak disiram air sehingga mengalami pembusukan akar.

    Manfaat Menanam Lidah Mertua di Rumah

    Ada sejumlah manfaat dari menanam lidah mertua di rumah. Apa saja? Simak di bawah ini:

    • Mudah dirawat dan cocok bagi orang yang baru pertama kali menanam tanaman di rumah.
    • Mengatasi udara kotor.
    • Dapat menghilangkan benzena, formaldehida, toluena, trikloroetilen pada udara di dalam ruangan.
    • Punya bentuk yang unik dan menarik sebagai tanaman hias.
    • Dapat tumbuh di kondisi cahaya yang redup, meski proses pertumbuhannya sedikit lambat
    • Tidak perlu disiram air setiap hari.
    • Tahan kering.
    • Mengeluarkan oksigen saat malam hari.

    Sebagai catatan, lidah mertua merupakan tanaman yang sedikit beracun bagi hewan peliharaan. Maka dari itu, tanaman ini tidak disukai kucing dan anjing. Apabila lidah mertua tertelan manusia, hal ini berisiko menyebabkan iritasi mulut, gangguan pencernaan, hingga muntah.

    Demikian tips merawat lidah mertua di rumah agar tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Repot, 7 Tanaman Ini Bisa Tetap Hidup Meski Jarang Disiram



    Jakarta

    Sebagian masyarakat suka mengisi rumah dengan beragam tanaman hias. Tanaman memang diyakini bisa membuat ruangan tampak lebih segar dan asri.

    Jika punya tanaman hias di rumah, pemilik harus rajin merawat tanaman hias agar tumbuh subur, seperti memberikan pupuk dan menyiram air. Namun, tidak semua orang punya waktu dan tenaga untuk merawat tanaman, apalagi kalau punya kesibukan yang padat.

    Kalau begitu, pemilik perlu memilih tanaman yang perawatannya mudah. Nah, ada beberapa tanaman yang tidak perlu sering disiram kok.


    Tanaman Hias yang Tak Perlu Sering Disiram

    Inilah deretan tanaman hias yang tetap hidup meski jarang disiram, dikutip dari the Plan Collection.

    1. Spider Plant (Lili Paris)

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant atau lili paris adalah tanaman hias yang banyak dipilih masyarakat. Tanaman ini bagus untuk menyaring udara di dalam ruangan.

    Daun lili paris tidak mudah layu dan bisa dihidupkan kembali meski kelupaan untuk menyiramnya. Penghuni cukup menyiram tanaman ini seminggu sekali di musim kemarau. Lalu, taruh tanaman di tempat yang cahayanya terang tapi teduh.

    2. Kaktus

    Cactus is considered one of the auspicious plants that many people overlook and do not expect. But in fact, this small cactus is also tough and durable, and can be raised for a long time. It is believed that if a house has it planted, it will make the business progress, will be promoted quickly in work, and will bring good fortune to the family. Because in addition to the auspicious name of the cactus, it also represents diligence and perseverance. Moreover, if a house plants a cactus with diligence and it produces beautiful flowers, it means that that person is about to have a large fortune. He will have money and gold without fail.Kaktus Foto: Getty Images/Nattawat Jindamaneesirikul

    Kaktus merupakan tanaman yang terkenal tidak perlu sering disiram. Tanaman ini terbiasa bertahan hidup di iklim kering sehingga bisa bertahan empat bulan di dalam ruangan tanpa disiram.

    Untuk merawatnya, penghuni perlu menyiram kaktus dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Cara lain, kaktus bisa dimasukkan ke dalam bak air sebulan sekali dan membiarkannya menyerap sedikit air dari bawah. Kemudian, tempatkan kaktus di ruangan yang banyak cahaya alami.

    3. Tanaman Ivy

    Ivy in a potIvy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Tanaman Ivy menyukai tanah kering sehingga hanya perlu disiram sekitar seminggu sekali. Penghuni rumah sebaiknya menaruh tanaman ini di tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung tetapi tidak teduh.

    4. Tanaman Lidah Mertua

    Decorative sansevieria plant on wooden table in living room. Sansevieria trifasciata Prain in gray ceramic pot.Tanaman Lidah Mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Tanaman lidah mertua juga tidak membutuhkan banyak perawatan, hanya perlu disiram dua kali sebulan. Bahkan, tanaman tersebut hampir tidak perlu penyiraman ketika musim hujan atau cuaca dingin.

    Tanaman lidah mertua dapat bertahan hidup di ruangan yang minim cahaya. Ketika sudah tumbuh lebih besar, penghuni bisa memindahkannya ke tempat yang lebih terang

    5. Tillandsia (Tanaman Udara)

    Indoor house plant decoration for Living roomTillandsia Foto: Getty Images/iStockphoto/Johann Jaducana

    Tillandsia atau tanaman udara tidak butuh media tanah karena tidak memiliki akar. Tanaman ini bertahan hidup dengan menyerap air melalui daunnya. Oleh karena itu, tanaman udara tidak perlu sering disiram.

    Penghuni bisa merawatnya dengan cara memasukkannya ke dalam bak cuci selama dua puluh menit setiap minggu. Tillandsia ini tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung yang terang.

    Itulah beberapa tanaman yang tidak perlu disiram. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Tanam Cabai di Taman Rumah, Hemat Nggak Perlu Beli ke Pasar


    Jakarta

    Masakan Indonesia identik dengan cita rasa pedas berkat penggunaan cabai. Biasanya orang-orang membeli cabai ke pasar atau supermarket untuk mendapatkan cabai. Namun, sebenarnya cabai bisa didapatkan dengan modal minim kalau ditanam sendiri di rumah, lho.

    Dikutip dari laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah cocok ditanam saat kondisi udara cukup lembap dibandingkan kering. Nah, waktu yang tepat buat menanam cabai adalah ketika musim hujan.

    Selain itu, cabai bisa tumbuh subur di dataran rendah atau tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Kondisi tanah yang cocok buat menanam cabai adalah yang tanah gembur, yaitu tekstur seperti remah dan tidak terlalu padat. Lalu, kandungan pH-nya juga normal sebesar 6-7.


    Bagaimana cara menanam cabai di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Menanam Cabai di Rumah

    Inilah langkah-langkah untuk menanam cabai di rumah.

    1. Rendam Benih Cabai

    Sebelum menanam benih cabai, pastikan untuk memilih yang berkualitas. Caranya dengan merendam bibit tersebut di air hangat dengan suhu 50 derajat celsius. Biasanya benih yang berkualitas tenggelam di dalam air.

    2. Semai Benih Cabai

    Selanjutnya, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan campuran pupuk kendang atau kompos dengan tanah dengan perbandingan 1:1 di sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

    3. Pindahkan Bibit ke Tanah

    Jika mempunyai lahan yang cukup di rumah, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm, sehingga membentuk gundukan tanah. Campurkan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan kalau tanah terlihat kering.

    Tambahkan pupuk susulan tiga kali berupa urea, ZA, KCl pada minggu ke 3, 6, dan 9 setelah bibit ditanam. Besaran pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

    Kemudian, tutup tanah yang sudah disiapkan dengan plastik mulsa berlubang. Barulah cabai muda siap dimasukkan ke dalam lubang.

    4. Perawatan Tanaman Cabai

    Setelah 1-2 minggu berlalu, periksa kalau ada bibit yang mati. Lalu, buang bibit yang mati dan sakit.

    Sementara itu, bibit yang berhasil berkembang perlu rajin disiram. Jika tanaman cabai sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

    5. Masa Panen Cabai

    Masa panen cabai sekitar 2 bulan setelah penanaman atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika menemukan buah cabai yang rusak, sebaiknya segera disingkirkan.

    Waktu panen cabai bisa disesuaikan dengan waktu penggunaan cabai. Kalau cabai mau dikirim ke tempat yang jauh, panen ketika warnanya hijau. Berbeda halnya buat keperluan rumah, panen saat cabai berwarna merah.

    Itulah informasi seputar menanam cabai di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Tanam Cabai di Rumah? Begini Langkah-langkahnya


    Jakarta

    Harga cabai yang tidak stabil membuat banyak masyarakat kerap dibuat pusing. Ditambah lagi kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu sehingga beberapa warga tak mampu untuk membeli cabai.

    Namun jangan khawatir, ada solusi ampuh agar kamu tetap bisa menikmati cabai tanpa perlu mengeluarkan banyak uang, yakni dengan menanamnya di rumah. Memangnya bisa?

    Dilansir laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah dapat tumbuh subur di kawasan dataran rendah maupun tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Jenis tanah yang cocok dipakai untuk menanam cabai adalah tanah gembur yang teksturnya seperti remah dan tidak begitu padat. Kandungan pH-nya pun normal yakni 6-7.


    Ingin tahu bagaimana cara menanam cabai di rumah dengan benar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Menanam Cabai di Rumah

    Menanam cabai tak bisa dilakukan sembarangan. Waktu yang tepat untuk menanam cabai adalah ketika musim hujan. Selain itu, cabai lebih baik ditanam saat kondisi udara cukup lembap daripada kering.

    Agar cabai bisa tumbuh subur, simak cara menanam cabai di rumah yang benar di bawah ini:

    1. Rendam Benih Cabai

    Agar cabai bisa tumbuh subur maka dibutuhkan benih yang berkualitas. Untuk mengetahui bibit yang berkualitas caranya adalah dengan merendam bibit ke dalam air hangat dengan suhu 50 derajat Celcius. Pada umumnya, benih yang berkualitas akan tenggelam di dalam air.

    2. Semai Benih Cabai

    Langkah berikutnya, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan pupuk kandang atau kompos yang sudah dicampur tanah dengan perbandingan 1:1, lalu tempatkan pada sebuah wadah atau polybag. Ketika sudah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

    Setelah itu, cabai mulai tumbuh perlahan sekitar 7-8 hari berikutnya. Benih cabai yang sudah tumbuh perlu dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan campuran tanah yang sama. Selama proses ini pastikan kamu menyiram tanaman cabai setiap hari.

    3. Pindahkan ke Tanah

    Ketika tanaman cabai semakin besar, kamu perlu memindahkannya ke tanah agar tumbuh subur. Buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm. Area tanam ini akan berbentuk seperti gundukan tanah tinggi.

    Jika kondisi tanah sebelum ditanam kondisinya kering, kamu perlu mencampurnya dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan. Tambahkan juga pupuk susulan berupa urea, ZA, KCL sebanyak tiga kali pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah bibit ditanam.

    Untuk besaran masing-masing pupuk dapat disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat. Setelah itu, tutup tanah tersebut dengan plastik mulsa berlubang, lalu masukkan cabai muda ke dalam lubang.

    4. Merawat Tanaman Cabai

    Tanaman cabai juga perlu diperhatikan dan dirawat sebaik mungkin. Setelah 1-2 minggu ditanam segera cek apakah ada bibit yang mati atau tidak. Jika ditemukan ada bibit yang mati atau sakit segera dibuang.

    Sementara untuk bibit tanaman cabai yang sudah berkembang subur pastikan untuk selalu disiram secara rutin. Jika ada tanaman cabai yang sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

    5. Masa Panen Cabai

    Masa panen cabai bisa berbeda-beda tergantung dari lokasinya. Jika ditanam di dataran rendah maka waktu panennya sekitar dua bulan lebih atau 70-75 hari, sedangkan di dataran tinggi sekitar 4-5 bulan. Apabila ditemukan buah cabai yang rusak maka segera disingkirkan.

    Cara menentukan waktu panen dapat menyesuaikan dengan waktu penggunaan cabai tersebut. Jika cabai ingin dikirim ke daerah yang jauh, sebaiknya panen cabai ketika warnanya masih hijau, tapi jika untuk kebutuhan di rumah maka panen cabai ketika sudah berubah merah.

    Demikian cara menanam cabai di rumah dengan mudah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Gampang Rawat Lidah Mertua biar Suasana Rumah Tambah Adem


    Jakarta

    Tanaman lidah mertua atau Sansevieria cocok ditanam di rumah. Tanaman hias ini bisa jadi pilihan bagi pemula karena mudah perawatannya.

    Selain gampang dirawat, lidah mertua bermanfaat buat lingkungan rumah. Lidah mertua tak hanya membuat suasana asri tetapi juga bisa memperbaiki kualitas udara serta mengatur kelembapan.

    Nah, bagi yang tertarik memelihara lidah mertua, pelajari dulu caranya berikut ini.


    Cara Merawat Lidah Mertua

    Inilah tips mudah untuk merawat lidah mertua, dilansir dari The Spruce.

    1. Tanam di Tanah Pot yang Gembur

    Lidah mertua sebaiknya ditanam di pot dengan campuran tanah yang gembur serta punya drainase yang baik. Tanah pot kaktus serbaguna merupakan pilihan terbaik karena tanaman tersebut bisa tumbuh subur di tanah yang berpasir.

    Namun, jangan gunakan tanah dengan persentase gambut tinggi. Tanah tersebut akan menahan terlalu banyak air.

    2. Beri Sinar Matahari

    Letakkan lidah mertua di jendela yang menghadap arah timur, selatan, atau barat. Tanaman ini perlu paparan sinar matahari sekitar 8-10 jam sehari.

    Meski begitu, sebenarnya lidah mertua tetap bisa bertahan dalam kondisi minim cahaya. Akan tetapi, pertumbuhannya akan lambat.

    3. Siram Air Saat Sudah Kering

    Lidah mertua tidak dianjurkan buat disiram air secara berlebihan. Terlalu banyak air justru membuat tanaman terendam dan akarnya membusuk. Penghuni rumah hanya perlu menyiram lidah mertua secara menyeluruh saat keadaannya benar-benar kering.

    Kalau tinggal di lingkungan dengan udara cenderung sejuk atau kering, lidah mertua cukup disiram sebulan sekali. Lalu, segera siram tanaman jika daunnya terlihat rapuh dan kering.

    4. Beri Pupuk

    Selain disiram, penghuni perlu memberi pupuk setiap enam bulan sekali biar lidah mertua tumbuh subur. Gunakan pupuk cair organik kalau lidah mertua ditanam di dalam ruangan.

    5. Rutin Cek Batangnya

    Terakhir, pastikan untuk rajin mengecek batang untuk tahu kondisi lidah mertua. Batang yang berubah warna jadi kuning dan bertekstur lembek adalah pertanda tanaman terlalu banyak disiram air sehingga akarnya membusuk.

    Itulah cara merawat tanaman lidah mertua. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com