Tag: putaran

  • Mesin Cuci Bergetar Hebat Saat Dipakai? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Saat ini penggunaan mesin cuci sangat dibutuhkan karena praktis dan bisa menghemat tenaga manusia. Saat digunakan, kadang-kadang mesin cuci suka bergetar hebat. Kenapa ya?

    Ya, kondisi mesin cuci yang bergetar saat digunakan memang suka ditemukan. Hal itu bisa terjadi karena beberapa hal, salah satunya overload atau terlalu banyak baju yang dicuci.

    Selain itu masih ada penyebab lainnya. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Overload

    Overload tidak hanya bisa membuat mesin cuci bergetar saat digunakan. Hal itu juga bisa menghambat siklus pencucian, misalnya detergen tidak merata, kerutan pada pakaian, serta berdampak buruk pada komponen internal mesin cuci.

    Dilansir dari Good Housekeeping, beban yang terlalu berat pada tabung mesin cuci bisa menyebabkan mesin kesulitan berputar. Setiap kali putaran, mesin cuci akan tersentak di tempat yang menyebabkan getaran dan benturan. Sebaiknya, muatan mesin cuci tidak lebih dari 3/4 penuh.

    Sebagai tambahan, dilansir dari House Digest, sebaiknya tidak mencampur pakaian yang akan dicuci. Misalnya jika ingin mencuci handuk maka isi mesin cuci dengan handuk saja jangan dicampur dengan pakaian lainnya.

    Mencuci Barang yang Berat

    Mencuci barang dengan bobot yang berat juga bisa menjadi alasan mesin cuci bergetar. Misalnya mencuci bantal.

    Bantal menyerap banyak air saat pencucian. Karena tidak ada yang menahannya saat tabung mesin cuci berputar, bantal bisa terlontar ke sana kemari di dalam tabung.

    Solusinya bisa dengan meratakan distribusi berat dengan mencuci dua bantal sekaligus atau melapisi beban dengan seprai agar bantal lebih aman.

    Masalah Internal Mesin Cuci

    Bisa juga adanya masalah internal mesin sehingga benda tersebut bergetar saat digunakan. Sebaiknya panggil profesional untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Posisi Mesin Tidak Seimbang

    Bisa juga posisi mesin cuci tidak seimbang sehingga bergetar saat digunakan. Jika tidak rata, penghuni bisa menyesuaikan kaki mesin cuci. Jika terlalu sulit untuk dilakukan, bisa menggunakan jasa profesional.

    Baut Transit Masih Terpasang

    Biasanya, ada 3-5 baut transit yang dipasang pada mesin cuci baru. Hal ini supaya pada saat pengiriman, tabung mesin cuci tetap berada di tempatnya untuk mengurangi risiko kerusakan.

    Akan tetapi, kalau baut itu tidak dilepas saat pemasangan, mesin cuci akan bergetar dan ada benturan hebat hebat saat digunakan. Hal itu tentunya bisa menyebabkan kerusakan pada mesin cuci.

    Biasanya, kerusakan seperti itu tidak ditanggung oleh garansi, jadi gunakan jasa pemasangan profesional untuk menghindari kondisi tersebut. Disarankan juga untuk menyimpan baut transit untuk jaga-jaga kalau pemilik pindah rumah dan harus memindahkan mesin cuci lagi.

    Itulah beberapa kemungkinan penyebab mesin cuci bergetar saat digunakan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Kipas Angin Dibersihkan Setiap Minggu? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Kipas angin merupakan salah satu barang di rumah yang paling cepat kotor. Apalagi jika digunakan setiap hari, debu dan kotoran yang tebal dapat menempel di bilah dan rangka kipas angin.

    Oleh sebab itu, pakar kebersihan menyarankan untuk membersihkan kipas angin secara berkala. Terutama jika kamu tinggal di tempat yang berdebu, maka kipas angin bakal lebih cepat kotor.

    Namun, perlukah membersihkan kipas angin setiap minggu? Simak penjelasan pakar kebersihan dalam artikel ini.


    Perlukah Membersihkan Kipas Angin Setiap Minggu?

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, pakar kebersihan Kayla Molina mengatakan membersihkan kipas angin bisa dilakukan setiap bulan. Lebih dari itu, akan banyak debu dan kotoran yang menumpuk di kipas angin.

    Apabila cuaca sedang panas dan kamu harus menyalakan kipas angin setiap hari, Molina menyebut tidak masalah jika harus membersihkan kipas angin lebih sering, bahkan dilakukan setiap seminggu sekali.

    “Menurut saya, jika Anda punya waktu untuk membersihkan bilah kipas angin seminggu sekali selama musim panas, itu tidak akan menjadi masalah,” kata Molina.

    Menurut Molina, membersihkan kipas angin secara berkala dapat membantunya berfungsi dengan baik dan efisien. Jika debu dan kotoran sudah menumpuk maka putaran kipas angin tidak akan kencang.

    “Kadang-kadang kipas angin yang kotor dapat menyebabkan masalah pada motor, sehingga dapat menimbulkan suhu panas dan memperpendek umur kipas angin,” ucapnya.

    Tidak hanya merusak komponen motor, kipas angin yang jarang dibersihkan dapat menyebarkan debu dan kotoran ke seluruh ruangan. Hal itu bisa menyebabkan gangguan pernapasan pada penghuni rumah karena menghirup debu.

    “Lebih penting lagi, pastikan kipas angin Anda tidak menyebabkan penyebaran debu dan alergen lainnya di rumah yang dapat memicu alergi, asma, dan gangguan pernapasan lainnya,” jelas Molina.

    Cara Praktis Membersihkan Kipas Angin Setiap Minggu

    Dikutip dari The Spruce, berikut cara praktis membersihkan kipas angin setiap minggu:

    1. Matikan Kipas Angin

    Langkah pertama adalah mematikan kipas angin terlebih dahulu. Jangan lupa untuk mencabut colokan dari stop kontak.

    2. Bersihkan Debu di Kipas Angin

    Tidak perlu membongkar kipas angin saat membersihkannya setiap seminggu sekali. Cukup dibersihkan dengan pengering rambut guna menghempaskan debu yang menempel di bilah dan kerangka kipas angin.

    Saat menggunakan pengering rambut, atur jarak sekitar 15 cm agar bisa efektif membasmi debu dan kotoran. Jangan lupa bersihkan bagian belakang kipas angin karena rentan kotor.

    3. Sedot Debu di Kipas Angin

    Jika masih ada debu-debu yang menempel, kamu bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkannya. Disarankan memakai vacuum cleaner genggam atau yang berukuran kecil agar lebih praktis.

    4. Lap Kipas Angin

    Langkah terakhir, lap kipas angin menggunakan kain microfiber kering, terutama pada bagian rangka penutup dan kaki-kaki. Cara ini dilakukan agar kipas angin terlihat lebih bersih.

    Itulah alasan kipas angin perlu dibersihkan setiap minggu menurut pakar kebersihan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Mesin Mobil yang Overheat



    Jakarta

    Overheat pada mesin mobil dapat terjadi kapan saja. Suhu udara yang tinggi bisa jadi satu pemicunya. Namun, suhu udara yang tinggi bukan satu-satunya penyebab. Faktor lain seperti cairan pendingin yang kurang atau kebocoran pada sistem pendingin juga dapat menyebabkan mesin terlalu panas. Selain itu, komponen penting seperti pompa air yang rusak juga bisa menjadi penyebab overheat.

    Menghadapi mesin overheat saat di jalan tentu tidak menyenangkan. Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya sebelum masalah menjadi lebih parah. Penting untuk segera menemukan sumber masalah dan memperbaikinya agar tidak berdampak pada kerusakan mesin yang lebih serius.

    Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan ketika mesin mobil mulai overheat dilansir dari Felpro, Jumat (18/10/2024).


    Cara Mengatasi Mesin Mobil yang Overheat

    1. Matikan AC

    Langkah pertama yang bisa diambil adalah mematikan AC. Hal ini akan mengurangi beban pada mesin dan membantu mencegah suhu mesin semakin naik.

    2. Periksa dan Tambahkan Cairan Pendingin

    Jika cairan pendingin atau air pada radiator berkurang, tambahkan sesuai kebutuhan. Hal ini bisa membantu menurunkan suhu mesin dalam jangka pendek, namun ini hanya solusi sementara. Tetap perhatikan suhu mesin selama perjalanan. Sebagai catatan, saat membuka tutup radiator, pastikan mesin sudah dingin agar terhindar dari uap panas yang bisa menyebabkan luka bakar.

    3. Pindahkan Gigi ke Netral

    Ketika terjebak kemacetan atau berhenti di lampu merah, pindahkan transmisi ke posisi netral atau parkir, pastikan putaran mesin menyentuh 1.500 rpm. Hal tersebut akan membantu sirkulasi udara dan air melalui radiator, sehingga mesin bisa mendingin lebih cepat.

    4. Tunggu Mesin Dingin hingga 30 Menit

    Jika indikator suhu mesin tetap naik meskipun langkah-langkah di atas sudah dilakukan, sebaiknya menepi dan matikan mesin. Biarkan mesin dingin setidaknya selama 30 menit sebelum memeriksa lebih lanjut. Hubungi layanan derek jika diperlukan, dan bawa kendaraan ke bengkel untuk perbaikan.

    Mesin overheat bukanlah masalah sepele dan sebaiknya tidak diabaikan. Jika dibiarkan, ini bisa menyebabkan kerusakan serius pada mesin. Oleh karena itu, selalu periksa kondisi kendaraan secara rutin, terutama sistem pendinginnya agar terhindar dari masalah saat berkendara.

    (dry/din)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi