Tag: pvc

  • Tips Menjaga Kitchen Set Tetap Awet dan Jauh dari Sasaran Rayap hingga Jamur


    Jakarta

    Kitchen set merupakan lemari atau ruang penyimpanan yang biasa dipasang di dapur. Fungsinya sebagai ruang penyimpanan peralatan memasak dan makan.

    Model penyimpanan seperti ini sangat digandrungi terutama pada dapur-dapur modern. Sebab, ukurannya yang besar, bisa menyesuaikan dengan ukuran dapur yang kecil hingga besar, dan tampilannya yang elegan serta terlihat lebih rapi.

    Namun, kitchen set juga memiliki kekurangan, terutama yang menggunakan material dari kayu, yakni mudah berjamur dan keropos. Pemilik rumah bisa melihat tanda-tanda jamur tersebut dengan jelas dari noda kehitaman atau warna lain yang muncul pada sudut-sudut kitchen set. Dalam jangka waktu lama, jamur tersebut bisa membuat serat kayu rusak dan membuatnya keropos. Belum lagi jika kitchen set jadi sasaran serbuan rayap, kerusakannya bisa semakin parah.

    Cara Mencegah Kitchen Set Berjamur dan Keropos

    Menurut manajer FurnitureMu Sidiq cara merawat kitchen set tidak sulit. Berikut cara menjaga kitchen set tetap awet dan jauh dari sasaran rayap serta tidak mudah berjamur.

    1. Hindari Lingkungan yang Lembap

    Bagi yang memakai kitchen set dari kayu, hal yang perlu kamu ketahui adalah musuh dari kayu. Material alami ini mudah sekali rentan sekali ditumbuhi jamur apabila sering terpapar udara lembap.

    Dapur adalah ruangan yang lembap di rumah setelah kamar mandi. Kelembapan tersebut tidak hanya berasal dari air, melainkan dari uap api ketika memasak. Uap tersebut bisa menjadi air dan menempel pada kitchen set.

    Selain itu, kayu juga material favorit rayap. Apabila tidak dilapisi cat anti rayap, kitchen mudah sekali keropos. Penyebab kitchen set lembap juga bisa disebabkan oleh dinding dapur yang bocor, rembesan air, atap yang bocor, hingga pipa yang bocor

    “Memastikan bahwa lingkungan tempat yang ada aman dari rembesan air dan kelembapan. Bisa juga dengan ditambahkan cairan anti jamur pada kabinet kayu,” kata Sidiq saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Kitchen set memiliki beragam warna, bentuk, dan material yang digunakan. Terdapat beberapa bahan kitchen set yang dijamin aman dari jamur, yakni HPL, Multiplek, Decosheet, Medium Density Fiberboard (MDF), Poly Vinyl Chloride (PVC), dan Blockboard.

    2. Tambahkan Ventilasi di Dapur

    Sidiq menyarankan di dalam dapur harus ditambahkan ventilasi untuk mengeluarkan panas dan udara lembap. Ventilasi akan membantu udara segar masuk ke rumah dan mendorong udara panas keluar.

    “Menjaga sirkulasi ruangan ataupun mengecek dinding jika terjadi kebocoran atau rembesan air dari luar. Kalau mau lebih aman gunakan kitchen set yang berbahan dasar waterproof seperti aluminium maupun PVC board,” ungkapnya.

    3. Hindari Meletakkan Muatan Berlebihan di Kitchen Set Atas

    Kitchen set ada yang letaknya di atas kompor dan ada yang berada di bawah. Pada setiap ruang pasti ada maksimal bobot yang bisa ditampung di dalamnya. Setiap pembeli harus bertanya kepada produsen. Jangan sampai muatannya melebihi kapasitas. Risikonya kitchen set bisa ambruk dan menimpa pemilik rumah yang sedang memasak.

    “Rak di atas bisa diisi sesuai dengan kebutuhan misalnya seperti wadah-wadah yang berbahan dasar plastik yang lebih ringan, sementara untuk peralatan yang berbahan dasar logam biasanya sudah disediakan wadah di kabinet bawah. Piring juga boleh diletakkan di rak gantung atas wastafel, namun sebagian piring yang lain juga biasanya tersedia rak di kabinet bawah,” pungkasnya.

    itulah 3 cara untuk merawat kitchen set di dapur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Panas Bisa Rusak Pipa Pembuangan, Begini Cara Buang yang Benar



    Jakarta

    Siapa di sini yang masih sering membuang air panas ke bak cucian piring atau wastafel? Bentuk air panasnya seperti air bekas merebus mie, air panas bekas rebusan telur, atau air panas bekas membersihkan botol dot bayi.

    Ternyata air panas nggak bisa dibuang sembarangan apalagi ke bak cucian piring atau wastafel. Efeknya memang tidak terlihat secara langsung, melainkan setelah dilakukan secara berulang, dengan suhu yang sangat panas, dan dalam jumlah yang banyak.

    Dilansir WP Plumbing, air panas merupakan musuh dari saluran pembuangan. Sebagian besar bahan saluran pembuangan tidak didesain untuk menahan suhu tinggi. Apabila disiram air panas secara terus menerus yang terjadi justru dinding pipa akan semakin tipis.


    Perlu diketahui rata-rata material yang dipakai pada pipa pembuangan air di bak cuci piring dan wastafel terbuat dari PVC, Pex, dan CPVC. Bahan-bahan tersebut tidak tahan terhadap panas terutama di atas 60℃.

    Dinding yang tipis dapat menyebabkan kerusakan lanjutan, seperti muncul lubang pada dinding, pipa menciut, pipa berubah bentuk, hingga muncul kebocoran. Lubang-lubang yang muncul juga bisa membuat sisa makanan padat di pipa pembuangan tersangkut karena permukaan dinding dalam tidak mulus.

    Selain itu, air panas juga bisa menyebabkan sisa minyak dan lemak yang menyangkut di dalam pipa, meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak akan semakin sulit dijangkau dan bisa menyumbat pipa saluran pada wastafel.

    Cara Buang Air Panas yang Benar

    Meskipun sebaiknya dihindari, air panas bisa dibuang melalui bak cuci piring atau wastafel. Caranya adalah dengan mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya.

    Dengan mencampurkan air panas dengan air biasa, suhu air akan menurun. Untuk takaran antara air biasa dengan air panas tergantung pada banyaknya air panas. Sebelum dibuang wajib mengecek suhu air dengan mencelupkan tangan ke dalam. Apabila masih panas, tambahkan lebih banyak air sampai tidak terasa panas. Cara ini tidak cocok untuk air yang sudah tercampur minyak atau larutan tepung dan kopi karena ampasnya justru bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran.

    Apabila air tercampur minyak atau terdapat ampas benda yang cukup padat, sebaiknya dibuang di dalam plastik khusus atau memisahkan benda padat dan cair tersebut sebelum air dibuang.

    Itulah penjelasan soal larangan membuang air panas ke saluran air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com