Tag: racun

  • 4 Bahan Dapur Beraroma Menyengat yang Ampuh Cegah Tikus Masuk Rumah


    Jakarta

    Keberadaan tikus di rumah cukup mengganggu. Hewan pengerat ini aktif tak kenal waktu baik siang dan malam. Mereka juga pintar bersembunyi, bisa di atap, sudut rumah, di bawah sofa, atau tempat-tempat yang jarang didatangi penghuni rumah.

    Biasanya mereka keluar untuk mencari makan. Mereka memiliki penciuman yang tajam sehingga mudah untuk menemukan keberadaan makanan tersebut.

    Cara mengusir tikus dari rumah, tidak harus menggunakan perangkap lengket atau racun kimia. Kamu bisa mencegah tikus masuk ke rumah dengan memasang perangkap yang dapat mengecoh penciuman mereka.


    Terdapat beberapa bahan yang memiliki aroma yang kuat dan tidak disukai oleh tikus. Bahan-bahan ini pun mudah ditemukan di rumah. Dilansir detikFood, berikut beberapa bahan-bahan dapur di rumah yang ampuh untuk mengusir tikus di rumah.

    Bahan untuk Mengusir Tikus

    1. Bawang Putih

    Bawang putih adalah salah satu bahan penting dalam masakan karena dapat menambah rasa gurih dan memberi aroma pada makanan. Ternyata bau bawang putih ini cukup mengganggu bagi tikus. Mereka tidak akan dekat-dekat ke tempat yang terdapat bawang putih.

    Cara memasang perangkap dengan bawang putih cukup mudah. Siapkan bawang putih dan kain kasa untuk membungkus bawang putih. Iris bawang putih lalu bungkus menggunakan kain kasa. Letakkan bungkusan ini di area yang sering dijangkau tikus. Diamkan bungkusan bawang putih ini selama beberapa hari dan tikus tak akan berani datang lagi.

    2. Teh Celup Bekas

    Nggak perlu pakai bahan baru, kamu bisa manfaatkan teh celup sekali pakai untuk menjebak tikus. Sebab, teh mengandung senyawa tanin yang menimbulkan aroma yang tidak disukai tikus.

    Caranya dengan meletakkan teh celup bekas yang masih lembab di sudut ruangan, kamu bisa menggunakan beberapa kantung teh sekaligus.

    3. Merica Bubuk

    Seperti yang kita tahu merica saat terkena mata bisa terasa perih. Namun, untuk tikus, mereka tidak menyukai aromanya. Selain merica bubuk, bubuk lada hitam juga tidak mereka sukai.

    Cara membuat perangkap dengan merica bubuk adalah dengan menaburi merica bubuk di sudut rumah yang sering dilalui tikus. Pastikan merica bubuk yang ditaburi tidak sampai bercecer dan membuat rumah kotor.

    4. Bubuk Kopi

    Selain teh, kopi juga efektif untuk mengusir tikus. Kopi yang paling ampuh adalah kopi hitam, bukan kopi dengan campuran gula atau krimer karena justru akan mengundang semut.

    Cara penggunaannya juga mudah, taburkan kopi di sudut rumah yang sering dilalui tikus. Lakukan cara ini berulang sampai tikus benar-benar pergi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Jamur di Dinding yang Subur Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Dinding rumah akan mudah ditumbuhi jamur saat musim hujan seperti saat ini. Penyebabnya karena kondisi ruangan lebih lembap saat musim hujan.

    Jika ini terjadi di rumah, kamu perlu melakukan tindakan. Sebab jamur yang tumbuh di dinding bisa membahayakan kesehatan. Selain itu tentu merusak estetika rumah.

    Dikutip dari Medical News Today, jamur menghasilkan spora yang menyebar dengan cara melayang-layang di udara. Spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang.


    Spora dengan mudah tumbuh menjadi jamur di tempat dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Contohnya di sekitar kebocoran pada atap, jendela, atau pipa, serta di tempat yang pernah terkena banjir. Jamur juga bisa tumbuh dengan baik di sekitar benda-benda dari kertas, kardus, dan kayu.

    Jamur bisa memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi orang-orang yang memiliki alergi, penyakit pernapasan, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jamur bisa menjadi racun bagi pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki asma atau kondisi paru-paru kronis. Selain itu, jamur juga bisa memicu terjadinya gejala alergi, seperti pilek dan demam. Beberapa jenis jamur, seperti Aspergillus, bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, yaitu aspergilosis.

    Melansir situs Center for Disease Control and Prevention Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, jamur dalam ruangan yang paling umum adalah Cladosporium, Penicillium, dan Aspergillus.

    Jamur akan lebih mudah tumbuh saat musim hujan yang menyebabkan kelembapan meningkat. Maka dari itu, perlu dilakukan langkah-langkah preventif untuk menanggulangi pertumbuhan jamur di dinding rumah.

    Tips Mencegah Jamur Tumbuh di Rumah saat Musim Hujan

    Melansir dari situs Bishop Clean Care, berikut adalah tips praktis yang bisa kamu terapkan untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah saat musim hujan.

    1. Pastikan Rumah dalam Kondisi Kering

    Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memastikan dinding rumah dalam kondisi kering atau tidak lembap. Periksa secara berkala area yang sering menjadi tempat berkumpulnya air atau kondensasi, seperti kulkas, tangki air, jendela, dan ruang bawah tanah.

    Pastikan untuk segera mengeringkan setiap kelembapan yang kamu temukan. Lakukan pemeliharaan rutin untuk mencegah kelembapan lebih lanjut.

    2. Pantau Kelembapan di Rumah

    Kelembapan tinggi adalah penyebab umum pertumbuhan jamur. Kamu bisa membeli alat pengukur kelembaban atau humidity monitor untuk memastikan tingkat kelembaban rumah tetap rendah. Hal ini akan membantumu mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi tempat subur bagi jamur dan mengambil langkah preventif sebelum masalah muncul.

    3. Pastikan Ventilasi yang Baik

    Ventilasi yang baik adalah kunci untuk menghindari udara lembap terperangkap di dalam rumah. Periksa saluran ventilasi untuk memastikan tidak ada yang terhalang sehingga udara bisa beredar dengan baik. Dengan optimalisasi ventilasi, kelembapan bisa dikurangi dan area basah di rumah akan lebih cepat mengering.

    4. Alihkan Kelembapan dari Luar Rumah

    Jangan lupakan kelembapan dari luar rumah yang juga bisa menyebabkan masalah jamur. Perbaiki atap yang bocor, bersihkan saluran air hujan secara teratur, dan hindari genangan air di sekitar fondasi rumah. Dengan mengalihkan kelembapan dari luar, kamu bisa mencegah masalah jamur sebelum mereka muncul.

    5. Gunakan Produk Tahan Jamur

    Sebagai langkah preventif, pertimbangkan untuk menggunakan produk tahan jamur dalam pembangunan atau renovasi rumah. Mulai dari kayu, cat, isolasi, hingga bahan bangunan penting lainnya, pilih material yang dirancang khusus untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Demikianlah tips mencegah jamur tumbuh di dinding rumah saat musim hujan. Dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjaga rumah bebas dari jamur yang tidak diinginkan, terutama saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! Ini 6 Tanda Perabotan Kayu di Rumah Digerogoti Rayap



    Jakarta

    Rayap merupakan hewan kecil yang sangat gemar menggerogoti furniture atau material bangunan dari kayu. Bahkan sering kali rayap sudah menggerogoti perabotan tanpa diketahui pemiliknya.

    Jika kondisi ini dibiarkan, rayap bisa membuat furniture atau material dari kayu ini patah lalu menimpa penghuni rumah. Oleh karena itu, keberadaan rayap ini tidak diinginkan.

    Sebenarnya tidak semua kayu dapat menjadi sasaran rayap karena saat ini furniture dan material kayu sudah dilindungi dengan cat khusus yang tahan dari lembap, jamur, hingga rayap.


    Untuk mengetahui apakah ada rayap di rumah, dilansir Business Insider India, berikut beberapa tandanya.

    Tanda Ada Rayap di Perabotan Kayu

    1. Banyak Lubang di Permukaan Kayu

    Bekas gigitan rayap pada kayu terlihat pada permukaan yakni berbentuk lubang-lubang kecil. Biasanya lubang tersebut lebih dari satu. Untuk mengetahui lokasinya, di sekitar lubang ada kotoran seperti pasir berserakan yang jumlahnya cukup banyak. Itu bukan sisa dari kayu yang digigit, melainkan kotoran dari rayap tersebut.

    2. Area Kayu yang Lembap

    Rayap menyukai tempat yang lembap. Hal ini berlaku pula pada kayu yang lembap karena mereka lebih mudah untuk bergerak di dalam kayu. Ciri-ciri kayu yang lembap adalah muncul noda warna yang tidak biasa, seperti hitam, hijau, putih, dan warna lainnya yang sebelumnya tidak ada di sana. Warna tersebut merupakan jamur yang sudah berkembang.

    3. Terdengar Suara Ketukan di Kayu

    Meskipun tubuhnya kecil, rayap saat menggerogoti pintu kayu menimbulkan suara lho karena mereka bergerombol. Suara yang timbul seperti pintu kayu diketuk. Namun suara ini kecil dan perlu didengar dari dekat.

    4. Muncul Butir Serpihan di Dekat Kayu

    Seperti yang disebut sebelumnya, untuk mengetahui ada rayap, kamu bisa menemukan serpihan seperti pasir di dekat kayu yang mereka incar. Serpihan ini adalah kotoran atau serbuk kayu dari proses penghancuran kayu yang mereka makan yang kerap disebut frass. Kotoran ini tidak lengket dan bisa dibersihkan dengan disapu atau dilap dengan kain.

    5. Ditemukan Gumpalan Panjang di Sekitar Pintu

    Rayap sering membuat jalur yang sering disebut sebagai mud tubes. Warnanya coklat muda seperti kacang mentah, teksturnya seperti pasir yang menggumpal, menempel di sekitar pintu, lantai, atau dinding rumah.

    Mud tubes ini ada yang panjang dan ada pula yang kecil-kecil seperti kacang. Fungsinya sebagai jalur rayap mengangkut makanan ke dalam sarang dan mempermudah akses pergerakan mereka. Cara membersihkannya cukup mudah yakni dengan dihancurkan, tetapi akan meninggalkan bekas berwarna coklat pada permukaan.

    6. Pintu Jadi Susah Digerakkan

    Apabila pintu digerogoti rayap saat dibuka atau ditutup akan jadi lebih sulit dan terasa kopong. Hal ini dikarenakan bingkai kusen pintu yang ukurannya sudah tidak lagi sesuai seperti di awal.

    Cara Mengatasi Rayap di Pintu Rumah

    Setelah mengetahui tanda kehadiran rayap, kamu perlu membasminya agar kayu di rumah dapat bertahan lama. Melansir dari Southern Perimeter, berikut cara mengatasinya.

    1. Pakai Kamper atau Kapur Barus

    Kamper atau kapur barus bisa untuk mencegah rayap datang. Kamper atau kapur baru adalah zat berbentuk padat yang memiliki aroma yang kuat, kamu bisa membelinya di market terdekat.

    Cara menggunakannya pun mudah cukup dengan meletakkan di dekat kayu atau di area yang pernah ditemukan rayap. Zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus juga dapat mematikan bagi rayap.

    2. Cairan Garam dan Sabun

    Cara kedua bisa dengan campuran garam dan sabun. Dua bahan ini dapat mengganggu sistem pencernaan dan pernapasan rayap. Aroma wangi sabun yang mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun sehingga saat terkena campuran garam dan sabun, rayap mati perlahan.

    Cara membuatnya dengan melarutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair. Lalu masukkan ke dalam botol spray. Setelah itu semprotkan ke pintu kayu yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    3. Asam Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang ampuh membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Di dalamnya terdapat zat kimia yang beracun. Apabila terkena rayap dapat mengganggu sistem pencernaannya. Caranya, cukup masukkan cairan asam borat ke botol. Lalu semprotkan ke permukaan pintu kayu yang digerogoti rayap.

    Itulah tanda adanya rayap pada perabotan kayu di rumah dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pakai Racun, Ini 9 Cara Usir Kucing Liar dari Halaman Rumah


    Jakarta

    Keberadaan kucing liar yang masuk ke halaman sering kali membuat penghuni rumah jengkel. Sebab, kucing tersebut kerap membuang kotoran sembarangan bahkan mengacak-acak tanaman.

    Mengusir kucing liar dari halaman tidak benar-benar membuatnya pergi. Mereka bisa saja kembali ke halaman rumah pada waktu yang berbeda.

    Alasan dan Cara Mencegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Dilansir dari The Spruce, alasan masuknya kucing liar ke dalam halaman terjadi karena adanya makanan dan minuman yang dibutuhkan serta tempat untuk berlindung. Bagi pemilik rumah yang memiliki burung dan rumah burung, bisa saja hal tersebut menarik kucing liar untuk memburu kucing dan masuk ke pekarangan rumah.


    Kamu bisa mencegah kucing liar masuk ke dalam halaman rumah dengan membuat area yang membuatnya takut. Kamu bisa menanam tanaman yang tajam atau berbau menyengat sehingga membuat kucing enggan masuk ke pekarangan rumah.

    Cara Usir Kucing Liar dari Rumah Tanpa Racun

    Jika kucing liar masih terus masuk ke halaman rumah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusirnya. Berikut informasinya.

    1. Bersihkan Sisa Makanan

    Kucing liar biasa datang ke tempat yang ada banyak makanannya. Mereka akan terus-menerus datang bahkan bisa menetap di tempat tersebut. Karena itu, bersihkan sampah makanan yang dibuang lalu tutup rapat tempat sampah agar tidak mengundang kucing liar.

    Jika punya alat pemanggang, bersihkan pula sisa makanan yang menempel agar aromanya tidak menggoda kucing maupun hewan liar datang.

    2. Pasang Pagar Anti-Kucing

    Pagar yang ada celahnya dapat dengan mudah dilewati kucing. Akan tetapi, ketika cat-free fence (pagar anti kucing) dipasang, kucing akan kesulitan melewatinya. Sebab, pagar khusus ini memiliki paku penghalang seperti kawat berduri. Walau begitu, pagar anti kucing ini tidak akan menyakiti kucing liar kok karena pakunya tidak terlalu tajam.

    3. Sebar Cangkang Telur

    Ternyata cangkang telur bisa mengusir kucing liar yang datang lho. Caranya dengan meremukkan cangkang telur menjadi potongan kecil, tapi jangan terlalu kecil juga ya. Lalu sebarkan di pekarangan rumah.

    Cangkang telur cukup efektif lantaran permukaannya yang cenderung tajam. Hal itu membuat kucing liar tidak nyaman berjalan di atasnya. Untuk jumlah cangkang telurnya dapat disesuaikan dengan luas halaman rumah ya.

    4. Tanam Tanaman Pengusir Kucing

    Beberapa tanaman mengeluarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender dan rosemary. Kamu bisa menanamnya di halaman rumah agar kucing liar tidak kembali datang.

    Walau kucing tidak senang dengan baunya, tapi aroma tumbuhan tersebut tidak sampai mengganggu manusia kok. Bahkan aroma tanaman ini bisa cukup disukai manusia. Selain itu, tanaman mint juga dapat dipilih karena sama-sama punya bau yang tidak disukai hewan.

    5. Taburkan Bubuk Kopi

    Produk yang dapat ditemukan di dapur seperti bubuk kopi juga dapat digunakan. Kamu dapat menyebarkannya di area halaman rumah yang sering didatangi kucing.

    Bubuk kopi bisa dimanfaatkan karena aromanya yang menyengat bisa mengganggu hewan liar. Di sisi lain, bubuk ini tergolong aman bagi tanaman di pekarangan tapi dapat mengubah tanah menjadi asam dengan kadar tinggi. Jadi, hati-hati ya saat menggunakannya.

    6. Pasang Penyemprot Air Otomatis

    Penyemprot air otomatis cukup berhasil untuk mengusir kucing liar. Alat ini umumnya dilengkapi pemancar inframerah yang jika ada hewan melewatinya akan mengeluarkan semburan air. Cara ini cukup efektif untuk menakuti kucing liar sehingga mencegah mereka untuk masuk ke halaman rumah.

    7. Semprotkan Air Cuka

    Cuka punya aroma kecut yang kuat. Untuk manusia saja, bau cuka cukup menyengat dan bisa mengganggu, terlebih untuk hewan. Karenanya, cuka dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing liar.

    Caranya mudah, cukup larutkan cuka ke dalam air lalu masukkan ke dalam botol semprot. Gunakan rasio 1:1 agar lebih gampang. Kemudian air cuka ini dapat disemprotkan ke area pekarangan yang kerap didatangi kucing. Baunya bisa bertahan lama dan membuat kucing liar tidak tahan.

    8. Gunakan Tusuk Gigi

    Tusuk gigi kayu dapat digunakan pula untuk mengusir kucing liar. Caranya bukan untuk dicolok-colokkan ke tubuh hewannya ya, tapi untuk diletakkan di area halaman yang kucing sering kunjungi. Dengan begitu, kucing tidak akan ke tempat itu kembali karena membuat tidak nyaman.

    9. Sebarkan Kulit Jeruk

    Mirip seperti bubuk kopi, kucing tidak suka aroma dari kulit jeruk. Ini karena baunya dapat membuat mereka terganggu dan tidak betah.

    Cara menggunakan kulit jeruk ini mudah, kamu cukup menyebar atau menguburnya di tempat yang didatangi kucing liar. Nantinya mereka tidak akan kembali dan cara ini juga terbilang aman untuk tumbuhan di sekitarnya.

    Nah, itulah sederet cara ampuh mengusir kucing liar agar tidak datang lagi ke pekarangan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Cara Ampuh Mengusir Tikus di Rumah, Bisa Pakai Cuka Apel


    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hama yang banyak dibenci manusia. Tak hanya mencuri makanan, kehadiran tikus di rumah juga bisa membawa sejumlah penyakit bagi manusia.

    Selain menggunakan cairan pembasmi hama, ada beberapa cara lainnya yang disebut ampuh untuk mengusir tikus, misalnya menggunakan cuka apel atau ampas teh.

    Ingin tahu bagaimana cara mengusir tikus di rumah secara ampuh? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Ampuh Mengusir Tikus di Rumah

    Sebenarnya, mengusir tikus dari rumah bukanlah perkara yang sulit. Simak cara ampuh untuk mengusir tikus di rumah di bawah ini:

    1. Cuka Apel

    Tips yang pertama adalah dengan menggunakan cuka apel. Sebagai informasi, tikus memiliki indra penciuman yang tajam. Nah, kamu bisa memanfaatkannya untuk mengusir hama tersebut dengan bahan yang memiliki bau menyengat, contohnya cuka apel.

    Cara pakainya juga mudah, cukup campurkan cuka apel dan air dalam botol semprot. Lalu, semprotkan cairan tersebut ke sekeliling rumah.

    2. Larutan Cabai

    Selain cuka apel, kamu juga bisa menggunakan larutan cabai untuk mengusir tikus di rumah. Sebab, tikus juga tidak menyukai aroma pedas dan menyengat yang keluar dari biji cabai.

    Cara penggunaannya juga mudah, cukup iris cabai dan ambil bijinya. Kemudian, campurkan dengan sabun cuci piring dan air, lalu masukkan cairan tersebut ke dalam botol semprot dan semprot ke sekeliling rumah.

    Sebagai pengingat, meski cairan ini tidak beracun tetapi dapat mengiritasi mata. Jadi, hati-hati dalam menggunakannya.

    3. Ampas Teh

    Ampas teh ternyata bisa dipakai untuk mengusir tikus di rumah, lho. Dilansir situs Pest Pointers, sebuah jurnal penelitian kimia dan farmasi mengungkapkan bahwa teh hitam mengandung zat tanin sebesar 11%-15%. Nah, zat tersebut diklaim mengeluarkan aroma yang nggak disukai para tikus.

    Selain teh hitam, ada beberapa jenis ampas teh lainnya yang dapat dijadikan sebagai bahan alami untuk mengusir tikus di rumah, yaitu teh hijau, teh peppermint, dan teh chamomile.

    4. Minyak Esensial

    Penggunaan minyak esensial juga diklaim ampuh untuk mengusir tikus dari rumah. Sejumlah minyak esensial seperti peppermint dan cengkeh bisa diletakkan di area yang sering didatangi tikus, seperti dapur dan lemari.

    Agar tikus tak datang lagi, penggunaan minyak esensial juga bisa dibarengi dengan cara lainnya, seperti memasang perangkap.

    5. Pasang Perangkap Tikus

    Memasang perangkap tikus bisa menjadi salah satu cara jitu untuk menangkap hama tersebut. Kamu bisa memasang perangkap di area yang sering dilalui tikus.

    Usahakan memasang perangkap saat malam hari. Sebab di waktu tersebut tikus sedang keluar mencari makan. Beberapa makanan yang dapat memancing tikus di antaranya ada selai kacang dan keju.

    Setelah berhasil ditangkap, pastikan melepas tikus dengan jarak sekitar 1,5 km dari rumah. Pastikan juga untuk melepas tikus di area yang tak berpenghuni.

    6. Minyak Kayu Putih

    Cara berikutnya adalah menggunakan minyak kayu putih. Aroma yang menyengat mampu membuat para tikus enggan kembali ke rumah detikers.

    Cara pakainya, gunakan larutan minyak kayu putih dengan konsentrasi 5%. Lalu, semprotkan cairan tersebut ke tempat-tempat yang sering dilalui tikus.

    7. Bawang Bombay

    Selain digunakan untuk bahan masakan, ternyata bawang bombay juga bisa dipakai untuk mengusir tikus. Hal ini berkat aroma yang menyengat sehingga tidak disukai tikus.

    Untuk cara pakainya, letakkan irisan bawang bombay di sejumlah titik yang sering dilalui tikus. Jika sudah membusuk, kamu bisa menggantinya dengan bawang bombay yang tidak terpakai.

    Dikutip dari Bobvila, kamu bisa menutup semua lubang di rumah agar tikus tidak datang lagi. Sebab, tubuhnya yang mungil membuat tikus dengan mudah memasuki lubang-lubang kecil, misalnya lewat ventilasi rumah atau celah pintu.

    9. Cairan Pemutih

    Cairan pemutih bisa dimanfaatkan untuk mengusir tikus. Cara pakainya yakni dengan mencampurkan cairan putih dengan air, lalu semprotkan ke titik-titik yang kerap dilalui tikus.

    Selain mencegah tikus datang kembali, cairan pemutih juga bisa dijadikan sebagai disinfektan untuk membersihkan area yang terkena kotoran atau darah tikus.

    10. Kapur Barus

    Cara ampuh berikutnya untuk mengusir tikus adalah dengan kapur barus. Benda yang juga disebut kamper ini mengandung racun yang bisa menyiksa hewan, terutama hama.

    Agar dapat mengusir tikus di rumah, kamu bisa menempatkan kapur barus di beberapa lokasi, seperti di loteng, dapur, dekat saluran air, kamar mandi, atau tempat yang menjadi sarang tikus.

    Demikian 10 cara ampuh mengusir tikus di rumah. Semoga membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Penyebab Ada Tokek di Rumah dan Cara Mengusirnya


    Jakarta

    Tokek… Tokek… Tokek…

    Suara itu kerap terdengar di rumah. Jika terdengar suara tersebut bisa dipastikan ada hewan tokek di sekitar rumahmu.

    Tokek rumah atau Gekko gecko merupakan kerabat dekat dari cecak. Keduanya merupakan hewan yang dapat memutuskan serta menumbuhkan ekornya (autotomi), namun ukuran tokek rumah lebih besar dibandingkan cecak.


    Sebelum membahas lebih lanjut mengenai penyebab adanya tokek di rumah dan cara mengusirnya, yuk ketahui dulu ciri-ciri tokek.

    Ciri-ciri Tokek Rumah

    Tokek rumah memiliki kulit punggung yang ditutupi oleh sisik-sisik granular dengan bintil-bintil agak besar dan menonjol. Pupil matanya tegak berbentuk jorong dengan tepian yang bergerigi.

    Jari-jari kaki depan dan belakang tumbuh sempurna, melebar di ujung, terkadang dengan selaput di antara pangkal jari serta terdapat cakar (kuku) pada ujung jari bagian bawah. Sisi bawah jari dihiasi dengan bantalan pelekat (disebut scansor) yang berguna untuk menempel pada substrat agar tidak jatuh, biasanya digunakan ketika memanjat pohon, dinding atau langit-langit rumah.

    Hewan yang aktif pada sore dan malam hari ini hidup pada ketinggian 0-1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain distribusi vertikal yang luas, habitat satwa reptilia ini sangat beragam, yaitu meliputi hutan primer, hutan sekunder, perkebunan tanaman keras dan permukiman manusia.

    Penyebab Adanya Tokek di Rumah

    Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, tokek tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di bawah kayu atau bebatuan, tetapi sering juga berada di lingkungan manusia, biasanya di balik lemari atau di gudang. Nah, adanya tokek di dalam rumah biasanya karena ada sumber makanan, air, dan tempat bersarang.

    “Sumber makanan bisa disebabkan dari sanitasi yang kurang baik, yang berdampak pada tingginya populasi serangga terbang seperti nyamuk, lalat, dan lainnya,” katanya ketika dihubungi detikProperti, ditulis Rabu (12/3/2025).

    Tokek adalah pemakan serangga yang masif, tetapi mereka juga memburu makanan lain, seperti cacing, dan terkadang reptilia yang lebih kecil. Tokek betina berkembangbiak dengan bertelur, biasanya diletakkan menempel di sudut lubang atau dinding, sering pula di balik lemari atau pajangan di dalam rumah. Tempat menyimpan telur ini biasanya akan digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.

    Cara Mengusir Tokek

    Meski keberadaannya tidak mengancam manusia, penghuni rumah tetap ingin mengusirnya karena suaranya yang terkadang mengganggu. Salah satu cara mengusirnya, kata Boyke, bisa dengan menjaga kebersihan rumah atau memperbaiki sanitasi.

    “Pengendalian tokek dilakulan dengan perbaikan sanitasi, menutup akses masuk, dan pelakuan kimia atau racun cicak,” tuturnya.

    Itulah penyebab dan cara mengusir tokek dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Lihat juga Video ‘Bisnis Tokek Moncer Kala Pandemi, Cuan Puluhan Juta Rupiah per Bulan’:

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Ampuh Menghilangkan Semut Merah yang Bersarang di Rumah


    Jakarta

    Semut merah sering kali menjadi masalah di dalam rumah. Selain menggigit kulit sehingga membuat gatal, semut merah juga bisa merusak perabotan di rumah.

    Tapi jangan khawatir, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan semut merah. Dengan menerapkan langkah-langkah yang tepat, rumah bisa terbebas dari gangguan semut merah dan tetap nyaman untuk ditinggali.

    Dampak Keberadaan Semut Merah di Rumah

    Dalam salah satu publikasi e-Jurnal Universitas Negeri Gorontalo, semut merah dikenal juga dengan semut api. Dalam bahasa Inggris semut ini disebut fire ants atau bernama latin Solenopsis invicta.


    Semut api memiliki bentuk tubuh yang kecil, warna tubuhnya merah, dan mampu mengigit makhluk hidup lain. Tubuh semut merah terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut).

    Walaupun fisik semut merah sangat kecil, tapi mampu menggigit manusia dan dapat menyebabkan bekas gigitannya berair dan bengkak karena memiliki kantung racun yang dapat memproduksi bahan kimia yang bersifat racun seperti asam format.

    Jika dibiarkan, koloni semut merah dapat berkembang dengan cepat, membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Banyak faktor yang bisa menyebabkan semut merah masuk ke dalam rumah, mulai dari sisa makanan yang terbuka, kebersihan rumah yang kurang terjaga, hingga adanya celah atau lubang kecil yang memungkinkan mereka masuk dan bersarang.

    6 Cara Ampuh Menghilangkan Semut Merah yang Bersarang di Rumah

    Dikutip dari laman Homes and Gardens dan Ant Pests, berikut beberapa metode yang bisa digunakan untuk menghilangkan semut merah dari rumah dengan mudah:

    1. Temukan Sarangnya dan Tuangkan Air Panas

    Salah satu pengobatan rumahan yang lama, yaitu menuangkan air panas ke sarang tempat mereka tinggal. Cara ini dinilai efektif sampai 60 persen.

    Namun memang jika sarangnya berada di taman atau tanah, maka akan berbahaya bagi aplikator dan akan membunuh tumbuhan di sekitarnya. Selain itu, jumlah air panas yang dibutuhkan akan sangat banyak.

    2. Guyur dengan Cairan Sabun dan Jeruk

    Salah satu metode yang saat ini sedang dievaluasi dan menunjukkan hasil yang menjanjikan adalah dengan membasmi sarang semut menggunakan campuran cairan pencuci piring dan minyak jeruk (perasan kulitnya). Air sabun juga efektif sekitar 60-70 persen untuk membasmi semut merah.

    Tapi, baik air panas atau air sabun mungkin hanya membunuh sebagian koloni atau menyebabkannya berpindah. Plus, jika kamu mencoba dua cara di atas, baiknyalakukan dengan hati-hati untuk menghindari sengatan.

    3. Menggunakan Tepung Maizena

    Salah satu cara sederhana untuk mengusir semut merah adalah dengan menaburkan tepung maizena. Selain berfungsi sebagai bahan makanan, tepung maizena juga bisa melumpuhkan semut merah sehingga mereka tidak dapat bergerak.

    Caranya cukup mudah, taburkan tepung langsung ke area yang banyak dilewati semut, lalu bersihkan sisa tepung dan semut yang sudah mati dengan sapu atau penyedot debu.

    4. Membuat Pestisida Alami dengan Minyak Mimba

    Jika ingin menggunakan metode yang lebih praktis, minyak mimba atau neem oil, bisa menjadi alternatif. Minyak ini berasal dari biji pohon mimba (Azadirachta indica) dan dikenal sebagai insektisida alami yang efektif melawan berbagai hama, termasuk semut merah.

    Cukup encerkan minyak mimba dengan air, masukkan ke dalam botol semprot, lalu semprotkan ke area yang sering dilewati semut. Menurut Rachel Crow, editor Homes & Gardens, minyak mimba murni tanpa campuran bahkan lebih efektif untuk membasmi semut merah.

    5. Campuran Baking Soda dan Gula

    Cara alami lainnya adalah dengan mencampurkan baking soda dan gula dengan perbandingan yang sama. Gula akan menarik perhatian semut merah, sementara baking soda akan membunuhnya setelah dikonsumsi. Letakkan campuran ini di sudut-sudut rumah yang sering dilewati semut untuk membasmi koloninya secara efektif.

    6. Menggunakan Obat Pengusir Serangga

    Jika cara alami tidak cukup ampuh, kamu bisa menggunakan obat pengusir serangga yang dijual di pasaran. Namun, penggunaan bahan kimia ini harus dilakukan dengan hati-hati, terutama jika di rumah ada anak kecil, hewan peliharaan, atau anggota keluarga dengan masalah pernapasan seperti asma. Pastikan untuk mengikuti petunjuk pemakaian agar tetap aman.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir semut merah dari rumah. Semoga bisa membantu, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 14 Cara Ampuh Usir Tikus dari Rumah, Tak Perlu Pakai Racun!



    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hama yang bisa muncul di rumah. Kehadirannya sangat menjengkelkan. Sebab selain membawa penyakit yang berbahaya, tikus juga bisa menimbulkan kerusakan di rumah.

    Hampir semua orang tentu tidak ingin ada tikus di rumahnya. Berbagai metode mungkin bisa diterapkan untuk mengusir tikus, termasuk menggunakan jebakan ataupun racun tikus.

    Namun jika kedua cara itu tidak berhasil, cobalah 14 cara ini untuk mengusir tikus di rumah.


    1. Simpan Makanan di dalam Rumah dengan Rapi

    Tikus biasanya menggerogoti makanan yang tergeletak di atas meja. Sehingga, kamu perlu menyimpan semua makanan di tempat yang aman dan tak terjangkau oleh tikus.

    Kamu juga bisa menyimpan biji-bijian, makanan hewan peliharaan dan barang lainnya dalam wadah atau kaca logam. Jangan meninggalkan makanan hewan peliharaan dalam waktu yang lama.

    2. Gunakan Cuka Apel

    Tikus mempunyai indra penciuman yang kuat. Kamu bisa memanfaatkannya untuk mengusir hewan ini dengan bahan yang memiliki bau, misalnya dengan cuka apel. Caranya adalah sebagai berikut:

    Masukan campuran cuka apel dan air ke botol semprot Sempotkan cairan ke sekeliling rumah.

    3. Larutan Cabai

    Tak hanya cuka apel, untuk membuat bau yang tak disukai tikus, kamu bisa membuat semprotan cabai yang pedas. Caranya adalah sebagai berikut:

    Campur serpihan cabai, irisan paprika habaneros, sabun cuci piring dan air
    Semprotkan cairan di mana kamu sering melihat tikus.
    Namun perlu diperhatikan, meskipun campuran ini tak beracun untuk manusia tapi bisa mengiritasi mata, hidung dan mulut. Jadi, sebisa mungkin semprot di bagian yang jauh dari jangkauan orang atau hewan peliharaan. Cara ini juga tak menghilangkan populasi tikus besar.

    4. Pelihara Kucing

    Seperti yang sudah kita ketahui, kucing adalah musuh alami tikus. Memelihara kucing menjadi cara efektif untuk mengusir tikus. Kalau kamu berada di tempat yang tidak mengizinkan adanya hewan peliharaan, kamu bisa meminjam bak kotoran kucing di pintu masuk rumah. Tikus akan pergi setelah mencium bau urin kucing.

    5. Gunakan Minyak Esensial

    Beberapa minyak esensial dengan aroma kuat seperti peppermint dan cengkeh bisa mengusir tikus. Caranya yaitu dengan merendam bola kapas dalam minyak esensial dan letakkan di area yang sering didatangi tikus seperti lemari. Penggunaan minyak esensial ini bisa dibarengi dengan cara lainnya agar benar-benar ampuh usir tikus

    6. Singkirkan Sarang

    Pastikan tikus tidak menemukan tempat atau sarang yang nyaman seperti kain atau selimut di plastik penyimpanan barang. Selain itu, rapikan rumah dengan membuang segala karton kertas dan plastik yang sudah tak terpakai. Bersihkan rumah dari sampah.

    7. Pasang Perangkap

    Kamu bisa memasang perangkap dan menempatkannya di area yang sering didatangi tikus. Biasanya tikus akan keluar untuk mencari makan di malam hari. Makanan yang bisa memancing tikus di antaranya adalah selai kacang dan keju.

    Setelah ditangkap, pastikan melepaskan tikus setidaknya sekitar 1,6 km dari rumah dan sebisa mungkin di area yang tak berpenghuni. Jangan sentuh tikus secara langsung untuk menghindari penyakit yang mungkin hewan ini bawa.

    8. Semprotan Minyak Kayu Putih

    Minyak kayu putih memiliki aroma yang menyebalkan bagi tikus. Sehingga kamu bisa menggunakan larutan ini untuk mengusirnya.

    Gunakan larutan minyak kayu putih dengan konsentrasi 5%. Semprotkan ke tempat-tempat di mana tikus bersarang.

    9. Gunakan Bawang Bombay

    Bawang bombay bisa menjadi bahan untuk mengusir tikus. Aromanya yang menyengat tidak disukai oleh hewan ini.

    Letakkan irisan bawang bombay di area yang biasanya menjadi sasaran tikus. Kamu dapat mengganti bawang bombay yang sudah membusuk dengan yang baru.

    10. Gunakan Lada Hitam

    Tak hanya bermanfaat di dapur, lada hitam memiliki kandungan kimia yang berbahaya untuk tikus. Kandungan kimia yang ada di lada hitam ini bisa membuat tikus iritasi dan tidak nyaman.

    Caranya yaitu, giling kasar lada hitam, kemudian sebarkan ke area sarang tikus. Selain lada hitam, kamu juga bisa menggunakan lada putih.

    11. Tutup Semua Lubang

    Mengutip Bobvila, tikus bisa masuk ke lubang-lubang kecil. Jadi, pastikan memeriksa dinding serta ventilasi rumah. Lubang atau retakan yang besar sebaiknya diperbaiki, sedangkan yang kecil bisa diisi dengan wol baja atau sabut gosok tembaga.

    12. Gunakan Kapur Barus

    Kapur barus berkhasiat untuk mengusir tikus karena mengandung racun yang bisa menyiksa hewan ini. Kamu dapat menyimpan kapur barus di loteng, dapur atau tempat lain di mana tikus bersarang.

    13. Bedak Bayi

    Bedak bayi bisa dimanfaatkan untuk mengusir tikus dari rumah. Bubuk halus dari bedak bayi dipercaya bisa mengganggu fungsi tubuh tikus jika dikonsumsi. Bedak bayi cukup ditaburkan di tempat tikus biasa lewat dan dilakukan berulang kali.

    14. Cairan Pemutih

    Cairan pemutih bisa dimanfaatkan untuk mengusir tikus. Caranya yaitu dengan menambahkan cairan pemutih dengan air, lalu semprotkan ke area yang menjadi tempat tikus. Selain mengusir tikus, cairan pemutih juga bisa dijadikan disinfektan untuk membersihkan area yang terkena kotoran atau darah tikus.

    Itulah 14 cara mengusir tikus dari rumah yang ampuh. Semoga informasi ini bermanfaat detikers

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tanaman yang Bikin Tikus Ogah Dekati Rumah



    Jakarta

    Tikus adalah hama yang kerap masuk pekarangan dan rumah. Hewan ini bisa merusak tanaman di pekarangan maupun barang-barang di dalam rumah.

    Tak hanya merusak, tikus tergolong hewan kotor pembawa penyakit. Tikus juga kerap membuat kotoran sembarangan di dalam rumah.

    Kalau menemukan tikus di rumah, penghuni bisa membasminya dengan perangkap maupun racun. Di samping itu, penghuni rumah bisa melakukan langkah pencegahan dengan menghalau tikus mendekati rumah.


    Mulai dari pekarangan, penghuni rumah bisa menanam atau menaruh tanaman yang dibenci tikus. Pakar hewan dari Glenlivet Wildlife, Sam Bryant, ada tumbuhan yang bisa mengusir tikus karena aromanya tidak disukai yakni bunga lily, marigold, dan mint.

    “Menambahkan tanaman pengusir tikus ke dalam taman dapat berfungsi sebagai pencegah alami. Tanaman ini memiliki bau atau rasa yang tidak disukai tikus,” kata Sam Bryant seperti yang dikutip dari Mirror.

    Bunga lily dan bunga marigold adalah spesies tanaman hias yang memiliki bentuk dan warna yang indah. Keduanya juga memiliki harum yang lebih wangi dari mawar. Siapa sangka keduanya bisa untuk mengusir tikus dari rumah dan taman.

    “Marigold mengeluarkan bau yang tidak sedap bagi tikus. (bunga lily) karena wanginya yang kuat. Dengan menanamnya di samping sayuran atau bunga dapat memberikan perlindungan tambahan (pada tanaman),” jelas Sam.

    Ada satu lagi tanaman yang ampuh untuk mengusir tikus yakni mint. Tumbuhan ini memang hanya berwarna hijau dengan daun kecil, tetapi memiliki segudang khasiat untuk tubuh dan biasa dicampurkan di dalam makanan karena memiliki sensasi rasa yang menyegarkan.

    Tanaman mint juga ampuh mengusir tikus karena mengeluarkan aroma yang tajam yang mengganggu bagi hewan ini.

    “Tanam tanaman mint di sekeliling taman atau di dekat tanaman yang rentan untuk mengusir tikus dengan aromanya yang kuat. Aroma mint yang kuat dapat menutupi aroma tanaman lain, sehingga kurang menarik bagi tikus,” tambahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Pakai Garam, Begini Cara Ampuh Cegah Ular Berkeliaran di Sekitar Rumah


    Jakarta

    Ular adalah hewan berbisa yang bisanya mengandung racun yang dapat mempengaruhi sel dan jaringan pada makhluk yang terkena gigitan mereka. Banyak yang percaya bahwa untuk mengusir ular bisa menggunakan garam karena ular takut. Ternyata anggapan tersebut salah.

    Dilansir detikEdu, menurut laman verifikasi dan pengecek fakta Dubawa, anggapan bahwa garam dapat mengusir ular, bermula dari percobaan mengusir siput dan keong menggunakan garam. Siput dan keong memang kabur setelah ditaburkan garam, tetapi cara ini tidak menunjukkan hasil yang sama pada ular.

    Kira-kira kenapa ya?


    Menurut Green Matters, garam mudah masuk ke dalam jaringan tubuh hewan-hewan seperti siput, keong, lintah. Saat garam mengenai kulit dan masuk ke jaringan melalui osmosis, kristal garam akan bercampur dengan molekul air. Hal ini menyebabkan hewan mengalami dehidrasi.

    Layaknya manusia, tubuh tidak boleh mengalami dehidrasi berat karena dapat mengganggu tekanan dan volume darah, mengganggu fungsi organ vital, dan paling parah bisa menyebabkan kematian.

    Hal-hal seperti ini tidak berfungsi efektif pada ular. Lantas, bagaimana cara yang ampuh untuk mengusir ular? Dilansir Pulse, berikut caranya.

    1. Jaga Rumah dan Lingkungan Sekitar Bersih

    Ular menyukai lingkungan di mana banyak tempat persembunyian bagi mereka. Misalnya tumpukan kayu, rumput, dan dedaunan. Jika rumah kalian memiliki halaman yang luas, sering-sering membersihkan rumput dan jangan biarkan tumbuh terlalu tinggi.

    2. Siapkan Predator Alami

    Mungkin memasang perangkap akan sulit menangkap ular, coba ganti dengan memelihara hewan predator yang ditakuti oleh ular seperti burung hantu.

    3. Gunakan Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Daripada memakai garam, coba pakai bawang putih dan bawang bombai. Kedua bahan alami ini mengandung asam sulfonat yang dapat mengusir ular. Caranya dengan membuat cairan dari campuran kedua bawang dan air. Lalu cairan tersebut disemprot ke ular atau area yang menjadi tempat keluar masuk ular.

    4. Biji Kola

    Kola di sini bukanlah nama minuman bersoda melainkan sebuah tanaman bernama kola atau cola. Biji kola bisa mengusir ular. Caranya dengan menyebarkan potongan biji kola ke berbagai tempat di sekitar rumah dan di halaman.

    5. Tanam Tanaman Pengusir Ular

    Beberapa tanaman juga ampuh untuk mengusir ular seperti marigold, serai, dan lidah mertua. Aroma yang dikeluarkan tanaman ini dapat mengganggu penciuman mereka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak Video ‘Lansia 66 Tahun Ditelan Ular Piton 6 Meter’:

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com