Tag: rak

  • TV hingga Kulkas Terendam Banjir? Ini 5 Hal yang Perlu Dilakukan


    Jakarta

    Saat banjir datang sebaiknya segera memindahkan seluruh barang elektronik seperti TV dan lemari es. Meski begitu, terkadang kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang elektronik dan akhirnya terendam banjir.

    Mungkin kamu pasrah ketika ada benda elektronik yang terendam banjir karena sudah dipastikan rusak. Meski begitu, barang tersebut sebenarnya masih bisa diselamatkan tergantung pada tingkat kerusakan akibat air.

    Jika barang elektronik di rumah terendam banjir, ada beberapa hal yang wajib dilakukan untuk menyelamatkan barang tersebut. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Hal yang Perlu Dilakukan saat Barang Elektronik Terendam Banjir

    Jika ada barang elektronik yang terendam banjir, tetap tenang dan jangan panik. Ada sejumlah tindakan yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan barang tersebut.

    Dilansir situs Sears Home Services, Rabu (9/7/2025), berikut hal-hal yang wajib dilakukan:

    1. Matikan Listrik Rumah

    Langkah yang pertama adalah matikan listrik seluruh rumah. Kamu dapat mematikannya lewat Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah. Cara ini dapat mencegah risiko sengatan listrik dan meminimalisir kerusakan pada stopkontak dan barang elektronik.

    2. Pindahkan Barang ke Tempat Aman

    Setelah banjir surut, kamu bisa memindahkan barang elektronik ke tempat yang aman. Jika hunian kamu terdiri dari dua lantai atau lebih, silahkan pindahkan barang elektronik ke atas atau tempat yang kering.

    3. Bersihkan dari Sisa Air

    Keringkan barang elektronik yang basah menggunakan handuk atau kain kering. Lap bagian dalam dan luar secara perlahan untuk menyeka sisa-sisa air. Cara ini dilakukan untuk mencegah barang elektronik semakin rusak terkena air serta meminimalisir adanya kelembapan.

    4. Singkirkan Aksesoris pada Barang Elektronik

    Apabila ada bagian atau aksesoris yang dapat dilepas, seperti baki, rak, atau laci, maka lepas terlebih dahulu dan keringkan secara terpisah. Cara ini dilakukan untuk mencegah air menggenang yang memicu pertumbuhan jamur serta menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

    5. Keringkan Barang Elektronik

    Langkah yang terakhir adalah mengeringkan barang elektronik di tempat yang punya ventilasi baik selama kurang lebih dua hari. Kamu juga bisa mengeringkan pakai kipas angin agar lebih maksimal. Cara ini guna memastikan semua komponen internal benar-benar kering sekaligus mengurangi risiko korsleting listrik.

    Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa menyalakan kembali barang elektronik. Pastikan kamu mencoloknya di stopkontak yang kering demi mencegah kerusakan hingga terjadi arus pendek listrik.

    Namun dalam beberapa kasus, kerusakan akibat air dapat menyebabkan kerusakan parah dan tak bisa ditangani dengan langkah-langkah di atas. Solusinya adalah membawa barang tersebut ke pusat layanan terdekat guna dicek dan diperbaiki oleh teknisi.

    Demikian lima hal yang perlu dilakukan jika barang elektronik di rumah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC, Bikin Tagihan Listrik Bengkak!


    Jakarta

    Hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan AC bukan hanya soal pengaturan suhu, melainkan posisi AC tersebut. Posisi AC bukan hanya untuk menentukan arah angin berhembus, posisi tersebut sebaiknya tidak mengenai benda-benda tertentu karena bisa membuat tagihan listrik naik.

    Dilansir Better Homes & Gardens berikut beberapa benda yang tidak boleh diletakkan tepat di bawah AC.

    Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC

    1. Furnitur Besar

    Furniture besar di sini dimaksudkan adalah lemari, rak buku, atau benda yang cukup tinggi dan besar yang dapat menghalangi udara AC mengalir ke seluruh ruangan. Rak dan lemari memang tidak akan mudah rusak hanya karena udara dingin AC, tetapi AC akan bekerja lebih keras agar ruangan bisa dingin merata.


    2. Kompor dan Oven

    Pemasangan AC pada dapur juga tidak bisa sembarangan karena terdapat dua elemen yang bertolak belakang di ruangan ini. Elemen pertama adalah api yang menimbulkan panas, dan kedua adalah angin dari AC yang menyejukkan ruangan. Sebaiknya AC tidak diarahkan langsung ke kompor, oven, pemanggang roti, microwave, atau penanak nasi.

    Peralatan tersebut dapat mengeluarkan suhu panas ketika digunakan. Jika kamu memasang AC di dekat kedua barang tersebut, AC harus bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan. Di sisi lain, tagihan listrik bisa membengkak gara-gara harus mengatur suhu AC paling rendah.

    3. Barang Elektronik

    Setiap ruangan tidak bisa terlepas dari keberadaan barang elektronik seperti TV, konsol game, laptop, dan komputer. Ternyata meletakkan perangkat elektronik tepat di bawah AC itu tidak dianjurkan karena AC akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan dan benda elektronik tersebut yang juga menghasilkan panas

    4. Tanaman Hidup

    Tidak semua tanaman bisa hidup di ruangan AC. Aliran udara dingin dari AC secara langsung bisa berdampak langsung pada kesehatan, pertumbuhan, dan penampilan tanaman hias. Ada jenis tanaman yang menyukai hidup di lingkungan yang hangat dan lembap. Udara yang terlalu dingin justru membuat tanaman dehidrasi serta membuat daunnya mengerut, layu, kering, atau berubah warna.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak juga Video ‘Meski di Ruang Ber-AC, Tubuh Tetap Mengeluarkan Cairan Lho’:

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ahli Ingatkan Jangan Taruh 3 Barang Ini di Atas Mesin Cuci, Bahaya!


    Jakarta

    Menaruh barang di atas mesin cuci terkadang dilakukan dengan alasan lebih efisien. Namun, tidak semua barang bisa ditaruh di atas mesin cuci.

    Bahkan, Presiden di Mr. Appliance Glenn Lewis mengingatkan untuk tidak menaruh apa pun di atas mesin cuci maupun mesin pengering. Salah satu alasannya karena ribet harus memindahkan barang-barang ketika mesin cuci mau digunakan.

    “Jangan menaruh apa pun di atas mesin cuci dan pengering. Mesin cuci dan pengering tidak dirancang untuk menyimpan barang, dan Anda dapat merusak produk yang disimpan dan peralatannya sendiri,” katanya, dikutip dari Homes & Gardens, Senin (11/8/2025).


    Ada juga beberapa barang yang benar-benar tidak boleh ditaruh di atas mesin cuci. Apa saja itu? Berikut ini informasinya.

    Barang-barang yang Berat

    Ahli laundry dan pembersihan sekaligus CEO AspenClean, Alicia Sokolowski, menyarankan untuk jangan pernah menyimpan barang berat seperti keranjang cucian maupun wadah penyimpanan di atas mesin cuci maupun pengering. Barang tersebut bisa memberikan tekanan pada mesin yang berpotensi merusak tutup mesin cuci. Selain itu, jika barang-barang terjatuh bisa merusak mesin atau melukai seseorang.

    Cairan Pembersih dengan Bahan Kimia Keras

    Kadang-kadang cairan pembersih kerap ditaruh di atas mesin cuci karena lebih mudah digapai. Namun sebaiknya hal ini tidak dilakukan apalagi jika mengandung bahan kimia keras karena bisa merusak permukaan mesin hingga mengeluarkan asap berbahaya apabila cairan saling tercampur.

    “Sebaliknya, simpan perlengkapan pembersih Anda di lemari yang berventilasi baik, sebaiknya terkunci dan jauhkan dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan – idealnya jangan langsung di atas mesin untuk menghindari tetesan,” kata Alicia.

    Bahan yang Mudah Pecah

    Sebaiknya tidak menaruh barang yang mudah pecah di atas mesin cuci. Barang tersebut sebaiknya disimpan di dalam rak yang kokoh dan mudah diakses.

    Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak ditaruh di atas mesin cuci.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 5 Tempat Favorit Ular buat Sembunyi di Sekitar Rumah


    Jakarta

    Ular bisa masuk rumah untuk mencari sumber makanan dan tempat berlindung. Mereka biasanya mencari tempat yang sepi, gelap, dan hangat buat bersembunyi.

    Walau tak selalu menyerang manusia, sebaiknya hati-hati dengan kehadiran ular. Sebab, sebagian ular dapat mematuk orang ketika merasa terancam.

    Jika menemukan ular dekat rumah atau khawatir dengan lubang yang bisa jadi celah masuk ular, sebaiknya penghuni melakukan pemeriksaan. Periksa tempat-tempat yang berpotensi didatangi ular.


    Di mana tempat persembunyian ular di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Tempat Persembunyian Ular di Rumah

    Inilah beberapa tempat yang disukai ular di dalam rumah, dikutip dari Better Homes and Gardens.

    1. Tempat Hangat

    Ular menyukai tempat yang hangat sehingga akan mencari sumber kehangatan. Mereka bisa bersembunyi di balik kulkas atau bergelantungan di perlengkapan lampu.

    2. Celah Perabotan

    Hewan melata ini mencari tempat yang tersembunyi pada celah perabotan, misalnya bawah tempat tidur, belakang meja, TV, rak buku, dan lemari. Tempat tersebut dirasa aman dan nyaman seperti sarang bagi ular.

    3. Sumber Makanan

    Ular suka masuk rumah untuk mencari sumber makanan. Mereka bisa menelusuri lemari, pantry, bahkan kamar mandi.

    Biasanya area dapur menjadi incaran karena ada makanan manusia serta potensi tikus dan hewan lain yang disukai ular. Lalu, kamar mandi adalah tempat yang cocok untuk mencari air minum.

    4. Celah dan Lubang Sekitar Rumah

    Reptil tersebut juga dapat bersembunyi di lubang-lubang di sekitar rumah. Mereka bisa masuk celah tembok atau garasi.

    5. Tempat Tinggi

    Ular dapat bersembunyi di tempat-tempat tinggi di rumah seperti rooftop, atap, dan talang air. Mereka menghuni area atap karena lebih mungkin menemukan mangsa untuk dimakan di sana.

    Itulah tempat persembunyian ular di sekitar rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Barang yang Harus Disingkarkan dari Kasur, Katanya Bisa Bawa Energi Negatif


    Jakarta

    Nggak semua barang bisa diletakkan di kasur. Seperti fungsinya, kasur merupakan tempat tidur untuk merentangkan badan dan beristirahat dengan nyaman. Terlalu banyak barang di atas kasur membuat ruang gerak terbatas.

    Meletakkan barang yang tidak begitu dibutuhkan harus dinilai dari skala prioritasnya. Barang seperti bantal, guling, dan selimut merupakan perlengkapan tidur yang dibutuhkan.

    Selain ketiga perlengkapan itu, apakah benda lain dinyatakan ‘haram’ untuk diletakkan di atas kasur? Dalam feng shui, praktik dari China dalam menata benda untuk mendorong keselarasan dengan alam, terdapat beberapa benda yang disebut dapat mengganggu keseimbangan energi di dalam kamar tersebut.


    Oleh karena itu, beberapa benda yang tidak begitu dibutuhkan sebaiknya disingkirkan atas kasur. Cara ini membantu penghuni kamar dapat beristirahat tanpa distraksi.

    Dilansir Livingetc, pakar feng shui Dee Oujiri mengungkapkan deretan barang yang bisa membawa energi negatif jika diletakkan di atas kasur, berikut daftarnya.

    1. Barang Elektronik

    Barang apa yang biasanya kamu bawa ke kasur? Pasti alat elektronik seperti laptop, ponsel, hingga speaker. Biasanya orang sudah seharian berada di luar ketika sampai di kamar akan berbaring sembari membawa barang-barang pribadinya untuk mencari hiburan terutama di dunia maya.

    Namun, saat ingin tidur sebaiknya tubuh tidak lagi berhadapan dengan barang elektronik. Selain tidak sehat, dalam feng shui barang-barang ini membawa energi negatif yang bisa mengganggu kualitas tidur. Perangkat elektronik dinilai terlalu ‘berisik’ secara energi, sehingga ruang tidur kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat istirahat.

    “Sederhana saja, tidak sehat,” kata Dee Oujiri seperti yang dikutip detikcom, pada Rabu (3/9/2025).

    2. Foto dan Album Kenangan

    Sebenarnya cukup jarang orang membawa foto atau album kenangan ke atas kasur kecuali memang ingin melihatnya atau dalam masa sedih dan ingin mengingat orang atau momen pada foto tersebut. Dalam feng shui barang ini tidak disarankan dibawa hingga ke kasur karena dapat menarik energi negatif. Foto-foto yang memuat emosi mendalam bisa memengaruhi suasana hati dan membuat seseorang sulit lepas dari masa lalu.

    “Barang-barang yang penuh emosi dapat membuat seseorang terjaga,” ujar Oujiri.

    Foto-foto tersebut sebaiknya disimpan dalam album atau lemari tertutup untuk menjaga energi kamar tetap bersih dan netral. Tempat tidur hanya untuk tidur dan aktivitas yang membantu tubuh rileks.

    3. Buku

    Distraksi selanjutnya sebelum tidur adalah dengan membawa buku ke atas kasur. Bagi yang senang membaca buku, kegiatan ini sangat menyenangkan dan menenangkan apalagi dilakukan sebelum tidur. Dalam feng shui ketika ingin membaca buku sebaiknya dilakukan di ruang terpisah dari kasur. Menurut Oujiri, buku memiliki energi mental yang besar dan bisa membuat pikiran sulit tenang.

    “Bayangkan kepala Anda berputar dengan kata-kata yang melayang di mana-mana. Anda tidak akan bisa rileks,” jelasnya.

    Buku tetap bisa disimpan di kamar, asalkan letaknya jauh dari kepala tempat tidur, seperti di rak sudut atau lemari.

    Itulah 3 benda yang sebaiknya tidak digunakan di atas kasur. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Area Paling Rawan di Dapur, Hindari Simpan 5 Barang Ini di Bawah Bak Cuci Piring


    Jakarta

    Saat ini sebagian besar rumah sudah menggunakan kitchen set sebagai ruang penyimpanan yang efisien. Bentuknya seperti lemari dan rak sering dipasang di bawah dan di atasnya kompor.

    Lemari bagian atas biasanya diisi oleh peralatan masak, minyak, hingga piring dan cangkir yang jarang dipakai. Lalu, di bawah kompor biasanya bumbu-bumbu dapur dan peralatan makan yang sering dipakai. Sementara di bawah bak cuci piring atau wastafel dapur barang yang disimpan jauh lebih beragam karena biasanya ruang di bawahnya jauh lebih luas dari lemari lainnya.

    Meskipun begitu, ternyata area bawah bak cuci piring ini tidak bisa menyimpan sembarangan benda karena rentan sekali lembap mengingat lokasinya dekat dengan pipa.


    Dilansir Ideal Home, berikut 5 barang yang tidak boleh disimpan di bawah bak cuci piring.

    1. Cairan Pembersih Kimia

    Siapa di sini yang menyimpan bahan pembersih lantai, pembersih toilet, atau pembersih kaca di bawah bak cuci piring? Lily Cameron dari Fantastic Services mengatakan lokasi tersebut tidak cocok untuk menyimpan cairan-cairan pembersih tersebut. Alasannya ternyata bukan karena lokasinya yang lembap, melainkan tempatnya mudah sekali dijangkau oleh anak-anak dan anabul.

    “Tempat ini mudah diakses. Jika tertelan, bahan kimia ini bisa berbahaya. Hindari simpan pembersih kimia di sana. Lebih baik simpan di tempat yang lebih tinggi di dapur, kamar mandi, atau lemari serbaguna yang jauh dari jangkauan,” kata Lily.

    2. Makanan Hewan Peliharaan

    Beberapa makanan hewan peliharaan dijual dalam ukuran besar. Untuk rumah yang kecil sulit untuk meletakkan di lemari. Apabila diletakkan sembarangan, khawatir mudah dijangkau oleh hewan tersebut. Area di bawah wastafel terkadang jadi pilihan karena luas dan mudah dijangkau.

    Namun, area ini sebenarnya tidak cocok karena mudah terkena air sehingga menjadi lembab dan berjamur. Lokasi yang tepat adalah area yang agak tinggi dari hewan, kering, dan sejuk.

    3. Tekstil

    Bagian bawah bak cuci piring juga nggak cocok untuk meletakkan barang yang terbuat dari kain, contohnya kain lap, keset, hingga handuk. Area ini cukup lembap sehingga dapat membuat bahan kain rusak karena jamur mudah sekali tumbuh. Lebih baik simpan barang kain di wadah tertutup di tempat yang kering dan jauh dari dapur.

    4. Peralatan Elektronik Dapur

    Bagi yang ingin membuat rak khusus barang elektronik di bawah wastafel sebaiknya konsultasikan dahulu ke ahlinya. Area ini berpotensi mengalami kebocoran dan cukup lembap sehingga membutuhkan ruang yang cukup agar terjadi pertukaran udara. Terlalu banyak rak dapat mempersempit jalur udara di bawah. Selain itu, lembap juga bisa memicu muncul karat pada peralatan elektronik.

    5. Bumbu dapur

    Bumbu dapur sebaiknya diletakkan di area bawah kompor karena lebih aman dan mudah dijangkau. Area bawah bak cuci piring terlalu lembap, bisa memicu pertumbuhan jamur dan membuat bahan dapur busuk.

    Itulah 5 barang yang tak boleh disimpan di bawah rak cuci piring, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Masih Sering Jemur Handuk di Kamar Mandi? Ini Dampaknya!


    Jakarta

    Setelah mandi, handuk biasanya dijemur di tempat jemuran pakaian agar cepat kering dan bisa digunakan kembali. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang memilih menjemur handuk di kamar mandi usai digunakan.

    Alasannya cukup sederhana, karena handuk akan digunakan kembali untuk mandi di malam atau pagi hari. Jadi, ketimbang harus menggantung handuk di tempat jemuran lebih baik dijemur di kamar mandi agar mudah diambil.

    Meski begitu, ternyata ada dampak buruk dari kebiasaan menjemur handuk di kamar mandi. Sayangnya, tidak semua orang sadar akan dampak tersebut. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Dampak Buruk Menjemur Handuk di Kamar Mandi

    Handuk yang telah dipakai untuk mengeringkan badan akan basah. Jika handuk dijemur di bawah sinar matahari atau punya ventilasi udara baik, maka bisa lebih cepat kering.

    Namun, lain halnya jika menjemur handuk di tempat yang lembap dan basah seperti di kamar mandi. Bukannya cepat kering, handuk justru menimbulkan bau apak yang tidak sedap.

    “Saya perhatikan handuk saya tetap lembap selama berjam-jam setelah mandi, dan semakin sering hal ini terjadi maka semakin cepat pula baunya,” kata penulis Natalia Gonzalez mengutip The Spruce.

    Tidak hanya menimbulkan bau apak, handuk yang terus dibiarkan dijemur di kamar mandi juga menyebabkan pertumbuhan jamur. Apabila tetap digunakan maka berisiko menimbulkan gatal-gatal di kulit.

    Meski begitu, Natalia menyebut ada beberapa jenis handuk yang masih dapat ditaruh di kamar mandi, yaitu handuk tangan dan handuk kecil untuk mengelap wastafel. Sedangkan, handuk wajah dan handuk mandi sebaiknya jangan dijemur di kamar mandi.

    “Untuk handuk wajah dan handuk mandi saya selalu menyarankan untuk disimpan di area yang punya ventilasi baik,” ungkapnya.

    3 Barang Lain yang Jangan Disimpan di Kamar Mandi

    Selain handuk mandi, Natalia mengungkapkan ada sejumlah barang lain yang sebaiknya jangan disimpan di kamar mandi. Tidak hanya soal kebersihan, tapi juga memengaruhi estetika ruangan. Apa saja barang tersebut?

    1. Sikat Gigi

    Natalia mengimbau agar sikat gigi diletakkan di lemari obat atau rak khusus. Cara ini dilakukan agar bakteri dan kotoran tidak hinggap di sikat gigi.

    2. Obat-obatan

    Beberapa orang sering menyimpan obat-obatan di rak kamar mandi. Natalia menyarankan untuk menyimpan obat di dalam kotak P3K agar lebih mudah dicari dan tidak tercemar bakteri.

    3. Make Up

    Sebagian orang juga memiliki kebiasaan menyimpan make up di kamar mandi. Agar tidak terpapar debu dan kotoran, alat make up sebaiknya disimpan di kamar tidur atau di dalam rak khusus.

    Itu di alasan mengapa jangan menaruh handuk di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mesin Cuci Ternyata Harus Dibersihkan Secara Berkala, Ini Caranya


    Jakarta

    Mesin cuci punya fungsi untuk membersihkan pakaian agar kembali bersih dan wangi. Sebab, mesin cuci bekerja dengan cara mengangkat kotoran dan debu yang menempel di pakaian.

    Walau kotoran akan keluar melalui selang, bukan berarti mesin cuci akan tetap bersih. Sebab, ada sisa kotoran yang menumpuk di sela-sela mesin cuci dan jika dibiarkan dapat terus menumpuk.

    Kotoran yang menumpuk di mesin cuci membuat pakaian justru kembali kotor meski sudah dicuci. Selain itu, muncul aroma tidak sedap dari dalam tabung mesin cuci sehingga pakaian kembali bau walau sudah dicuci.


    Maka dari itu, penting untuk membersihkan mesin cuci secara berkala. Lalu bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Mesin Cuci dengan Tepat

    Ingin membersihkan mesin cuci agar kotoran yang menempel hilang? Dilansir situs ABC News, berikut langkah-langkahnya:

    1. Membersihkan Pintu Mesin Cuci

    Langkah yang pertama adalah membersihkan pintu mesin cuci. Bagian ini biasanya mudah kotor karena selalu tersentuh oleh tangan sehingga muncul bercak jari.

    Untuk membersihkan pintu mesin cuci, biarkan pintu terbuka atau sedikit terbuka jika memungkinkan. Lalu, bersihkan pintu dengan kain lembap yang lembut dan keringkan dengan kain microfiber kering.

    2. Bersihkan Tabung Mesin Cuci

    Langkah berikutnya adalah membersihkan tabung mesin cuci karena bagian ini sangat kotor dan ditemukan banyak kotoran yang menempel. Kamu dapat menyalakan mesin cuci dan menekan tombol cleaning cycle. Secara otomatis kotoran yang menempel akan larut dan terbuang bersama air.

    Saat membersihkan tabung mesin cuci, kamu bisa menuangkan sedikit detergen dan air panas secukupnya. Cara ini dapat mengangkat kotoran di mesin cuci lebih efektif.

    “Langkah ini sangat penting dilakukan jika kamu menggunakan pelembut pakaian yang dapat menyebabkan penumpukan kotoran. Cara ini juga penting jika Anda hanya mencuci baju dengan air biasa,” kata pakar kebersihan Ashley Iredale.

    3. Bersihkan Filter Mesin Cuci

    Langkah berikutnya adalah dengan membersihkan filter mesin mesin cuci. Bagian ini juga kerap ditemukan kotoran yang menumpuk dan beraroma tidak sedap.

    Cara membersihkannya cukup dengan membuka penutup filter di mesin cuci. Lalu bersihkan serat, rambut, atau kotoran yang menempel dengan sikat. Setelah itu, bilas filter dengan air mengalir sampai bersih.

    Cek juga bagian filter mesin cuci apakah ada benda yang tersangkut atau menumpuk di dalamnya. Cara ini agar pakaian tidak kotor dan bau meski sudah dicuci.

    4. Periksa Selang Mesin Cuci

    Selang mesin cuci juga perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, sisa-sisa kotoran yang terbuang dari dalam tabung bisa saja menumpuk di selang.

    Pastikan kamu membersihkan selang secara berkala. Jika selang sudah sangat kotor dan mulai ada retakan, sebaiknya diganti dengan yang baru.

    5. Bersihkan Rak Detergen

    Langkah terakhir adalah membersihkan rak detergen di mesin cuci setiap 2-3 bulan sekali. Apabila rak sudah benar-benar kotor, kamu dapat membersihkannya dengan cara direndam dalam air sabun hangat. Jika seluruh kotoran sudah terangkat, pasang lagi rak detergen ke dalam mesin cuci.

    Itulah cara membersihkan mesin cuci agar mengangkat semua kotoran. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Barang yang Harus Disimpan di Rak agar Dapur Terlihat Rapi


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan di rumah yang hampir setiap hari berantakan. Ada istilah rumah tidak terlihat hidup jika dapur nggak ngebul, artinya penting sekali jika selalu ada kegiatan masak atau membuat makanan di ruangan tersebut.

    Sebagai ruangan yang selalu dipakai setiap hari, berarti pemilik rumah pasti hampir setiap hari membersihkan dan merapikan dapur. Selain karena untuk menjaga tampilannya, dapur yang rapi juga memudahkan penggunanya bergerak. Jika panci, piring, hingga rak berserakan di lantai, ruang gerak jadi terbatas.

    Cara membuat dapur rapi bukan hanya menempatkan setiap benda pada tempatnya, melainkan menyingkirkan beberapa hal yang tidak berguna.


    Dilansir dari The Spruce, berikut barang yang harus disimpan dan tidak terlihat di dapur karena sering membuat berantakan.

    1. Pisau di Atas Meja

    Saat ini terdapat sebuah benda yang berguna untuk meletakkan pisau yang aman. Materialnya dari kayu. Biasanya tempat penyimpanan pisau ini diletakkan di atas meja. Ternyata menurut desainer interior sekaligus pendiri Of Space and Mind, Ashley La Fond, peralatan masak tidak harus berada terlalu dekat dengan area memasak. Peralatan masakan seharusnya tetap disembunyikan di balik laci-laci meja di dapur.

    Alasannya agar area memasak lebih luas dan mencegah peralatan masak terkontaminasi dengan debu.

    2. Rak Piring Bersih

    Kebanyakan rumah menyediakan rak pengering piring dan meletakkan tidak jauh dari bak cuci piring atau wastafel. Menurut Julie Peak seorang pakar tata letak rumah adanya rak piring bersih sebenarnya hanya memakan tempat dan tidak begitu berguna.

    Lebih baik membuat rak pengering yang dapat dilipat atau digulung sehingga dapat disimpan saat tidak digunakan. Bentuknya seperti rak pengering di dalam laci.

    3. Toples Makanan

    Hampir setiap rumah pasti memiliki toples makanan di rumah, terutama yang sering menyimpan camilan. Umumnya toples berisi camilan yang sering dimakan akan diletakkan di area yang mudah dijangkau. Namun, pakar kerapian rumah tidak sepakat dengan ini.

    Memiliki banyak toples apalagi meletakkannya di meja dapur, hanya akan memakan tempat dan membuat dapur berantakan. Lebih baik, simpan toples tersebut di lemari atau kulkas dan ambil ketika ingin dimakan.

    4. Struk Belanjaan dan Tumpukan Kertas

    Bagi yang sering mengumpulkan struk belanjaan, sebaiknya jangan diletakkan di meja dapur. Menurut Laura Price, pendiri The Home Organization, sebaiknya langsung dibuang atau disimpan di rak yang tertutup.

    5. Aksesoris Tak Penting

    Julie Peak mengatakan bahwa aksesoris berlebihan dan tidak begitu bermanfaat di dapur harus disingkirkan. Ia menyebut lebih baik pilih aksesoris yang bisa digantung daripada yang harus diletakkan di area memasak.

    6. Peralatan Masak

    Terkadang penyimpanan di rumah tidak muat untuk menyimpan panci, teflon, hingga panci. Cara mengatasinya adalah dengan membuat gantungan di area kompor agar saat hendak dipakai mudah digapai.

    Julie Peak mengatakan cara menyimpan peralatan masak seperti ini justru membuat tampilan ruangan berantakan. Lebih baik disimpan di dalam rak yang tidak terlihat apabila tidak digunakan.

    Itulah tips membuat dapur tetap terlihat rapi, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Material yang Aman Buat Perabotan Outdoor, Tahan di Musim Hujan-Panas


    Jakarta

    Sudah sering ditemukan, banyak pemilik rumah meletakkan perabotan di teras atau area luar rumah. Perabotan tersebut seperti kursi, meja kecil, rak sepatu hingga sofa untuk bersantai.

    Jika cuacanya bagus, tanpa hujan dan tidak begitu panas, meletakkan perabotan tersebut di luar ruangan sepertinya tidak masalah. Namun, akhir-akhir ini hujan turun sangat deras, bahkan disertai angin yang kencang. Kemudian beberapa jam setelahnya suhunya naik jadi sangat panas karena matahari yang terik. Apakah aman meletakkan perabotan di luar rumah?

    Dilansir dari The Spruce, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di POLYWOOD, Lindsay Schleis, mengatakan asalkan material yang dipakai pada perabotan tersebut benar-benar tahan cuaca, tidak akan ada masalah pada perabotan tersebut.


    Jenis perabotan yang tidak boleh dibiarkan berada di luar terutama saat hujan adalah sofa yang dibuat khusus di dalam ruangan dan perlengkapan makan. Jadi setiap habis berkumpul di luar, peralatan makan harus segera dikembalikan.

    “Furnitur luar ruangan dibuat agar tahan cuaca, tetapi itu tidak selalu berarti tahan cuaca,” kata Schleis, seperti yang dikutip pada Selasa (28/10/2025).

    Material Perabotan yang Aman di Luar Ruangan

    1. Kayu plastik

    Saat ini sudah banyak produk yang bisa meniru tampilan atau tekstur kayu. Salah satunya adalah plastik. Material tersebut tahan air, panas, dan lembap. Dengan memakai material kayu plastik, dari segi tampilan bakal tetap estetik, tetapi dari kualitas bakal tetap tahan lama.

    2. Aluminium

    Aluminium kerap dipakai sebagai material untuk rak sepatu. Berbeda dengan besi yang mudah karatan, aluminium lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Selain itu, dari segi tampilan, aluminium cukup berkelas dan bisa cocok dengan segala jenis desain.

    3. Kayu

    Banyak orang menghindari kayu sebagai material di luar ruangan karena takut cepat lapuk, berjamur, dan jadi sasaran rayap. Padahal kayu memiliki banyak sekali jenis. Bisa jadi yang mengalami gejala tadi merupakan jenis kayu yang tidak cocok untuk luar ruangan.

    Kalau dilihat ke belakang, rumah tradisional di Indonesia kebanyakan memakai kayu, tetapi bisa bertahan lama. Beberapa jenis kayu yang bagus dipakai di luar ruangan adalah jati, ulin, akasia, kayu merah, cedar, dan eukaliptus.

    Itulah penjelasan mengenai perabotan di luar ruangan saat hujan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com