Tag: ramah lingkungan

  • 5 Pertimbangan Bikin Interior Rumah Ramah Lingkungan & Berkelanjutan


    Jakarta

    Topik tentang lingkungan merupakan isu yang cukup digemborkan di Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk desain interior. Menerapkan menjadi prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan oleh masyarakat.

    Menurut Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Rohadi, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu memahami makna dari kata sustain itu sendiri. Ia mengimbau jangan karena berusaha sustain justru malah menimbulkan kerugian.

    “Kita harus ngerti, sustain itu sampai kapan. Jangan sampai untuk kita sustain, tapi malah membuang energi yang banyak. Contohnya mobil, kalau mobil sekian tahun memang harus ganti, kalau nggak ganti ya repot,” ujar Rohadi kepada detikcom belum lama ini.


    Menerapkan gaya hidup berkelanjutan berarti harus memperhatikan masa pakai, cara menggunakannya kembali, hingga cara mendaur ulang barang atau dalam hal ini furnitur atau komponen interior lainnya.

    Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan membuat desain interior yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    1. Kebutuhan

    Rohadi menjelaskan hal pertama yang dipikirkan ketika hendak merancang interior ruangan adalah memikirkan kebutuhan ruangan untuk menunjang kehidupan penghuni rumah. Renungkan bagaimana memfungsikan setiap ruangan di rumah serta apa yang bisa ditambahkan memudahkan aktivitas di dalamnya.

    “Seandainya rumah tinggal yang dibutuhkan apa? Ruang apa? Ruang multifungsi atau ruang per ruang itu kebutuhannya. Ruang makan, ruang keluarga, ruang bermain dan sebagainya. Bisa nggak ruang-ruang itu dijadikan satu? Ada nggak ruang-ruang yang harus khusus, ruang-ruang yang benar-benar untuk privacy kita?” katanya.

    2. Desain

    Lalu, untuk memenuhi kebutuhan itu, pengguna memikirkan bagaimana komponen-komponen interior akan membantu memudahkan kehidupannya. Misalkan suatu menggunakan teknologi untuk mempersingkat waktu, seperti membuka pintu atau menyalakan lampu menggunakan remot ataupun saklar. Menentukan furnitur tidak bisa sembarangan, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kepraktisan di dalam rumah.

    “Dilihat dari furniturnya, desainnya seperti apa, bentukan-bentukannya, flow-nya seperti apa. Karena itu juga menyangkut kepada masalah sirkulasi udara, sirkulasi orang masuk-keluar (ruangan), sirkulasi keamanan dan sebagainya. Dan akhirnya kita bisa menentukan furnitur yang kita butuhkan itu untuk menunjang hidup kita,” jelasnya.

    3. Material

    Lebih lanjut, Rohadi menyebut para desainer penting sekali menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan serta aman bagi manusia. Sebagaimana memilih cat rumah atau furnitur, harus hati-hati jangan sampai memilih bahan yang mengandung senyawa berbahaya.

    “Kita juga tidak bisa sembarangan memberikan cat-cat yang tidak ramah lingkungan. Dalam artian toxic. Mungkin dengan minyak, pelarutnya dari minyak dan sebagainya. Dalam satu ruangan, kalau kita tidur kita hirup, ya kan? Nah,itu juga penting untuk kita cermati,” ucapnya.

    Maka, memilih bahan atau material yang alami juga tidak menjamin suatu furniture atau interior lebih ramah lingkungan atau berkelanjutan. Sudah banyak bahan-bahan yang modern sudah memikirkan aspek kelanjutan suatu barang.

    “Bahan-bahan yang antibakterial, antivirus, dan sebagainya itu sudah ada. Dan tentunya ramah lingkungan juga sudah ada. Pinter-pinternya para desainer, pinter-pinternya para pemakai aja,” ungkapnya.

    4. Estetika

    Setelah memahami kebutuhan kriteria dari furnitur atau desain interior, pengguna baru mempelajari tentang warna, estetika, serta faktor ergonomik lainnya. Hal ini menjadi pertimbangan tambahan untuk memastikan kenyamanan pengguna.

    5. Harga

    Terakhir, sesuaikan kemampuan dengan desain interior yang sudah bisa memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penghuni rumah. Rohadi menuturkan jangan jadikan harga pertimbangan di awal, melainkan kebutuhan dan kenyamanan terlebih dulu.

    “Kalau mahal tapi kita membuat kita nyaman, why not? Ya walaupun mahal, memang harus gitu kan?” imbuhnya.

    Pasalnya, persoalan harga masih dapat dinego serta diusahakan secara bertahap dengan menentukan prioritas. Berbagai furnitur dapat dibeli di kemudian hari sesuai kemampuan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Jitu Merawat Tanaman Biar Rumah Asri dan Ramah Lingkungan


    Jakarta

    Merawat tanaman bisa membuat suasana rumah menjadi lebih asri dan nyaman. Lebih dari itu, mempunyai tanaman di rumah turut membantu konservasi lingkungan.

    Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN, Sony Teguh Trilaksono menyebut memelihara tanaman adalah salah satu cara mengimbangi lingkungan hidup. Sebab, manusia membutuhkan oksigen yang dihasilkan oleh tanaman.

    Sony sendiri mempunyai lebih dari 400 tanaman di pekarangan rumahnya. Selain karena hobi, ia merasa tanaman membuat suasana rumah terasa lebih teduh.


    “Jadi kami di sini sekarang kenapa teduh ya? Karena banyak oksigen. Jadi makin banyak pohon, banyak oksigen. Jadi selain kita hobi, juga untuk menerapkan konservasi lingkungan di rumah ini,” ujar Sony kepada detikcom di Rumah SOPAN, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi belum lama ini.

    Koleksi Tanaman Rumah SOPANKoleksi Tanaman Rumah SOPAN Foto: 20detik

    Menurutnya, setiap rumah harus memelihara tanaman. Terlebih karena penebangan pohon masih marak terjadi.

    “Indonesia ini kan sekarang penebangan pohon luar biasa ya, jadi harus kita lakukan,” katanya.

    Ia pun membagikan sejumlah tips merawat tanaman di rumah. Yuk, simak penjelasan berikut ini.

    Tips Merawat Tanaman

    1. Setiap Penghuni Merawat Tanaman

    Sony menyarankan agar setiap penghuni rumah harus menanam atau merawat tiga sampai lima pohon di rumah. Ia mendapatkan angka itu karena lima pohon dapat memenuhi kebutuhan oksigen satu orang, sehingga menggunakan angka sebaliknya.

    “Pokoknya di rumah itu harus menanam. Jadi kalau jumlahnya kayak segini, jumlah orang di rumah satu, ya jadi satu kali lima pohon.

    2. Pelihara Aneka Jenis Tanaman

    Lalu, ada baiknya sebuah rumah mempunyai beraneka jenis tanaman. Ia sendiri mempunyai empat jenis tanaman di rumah, yakni tanaman buah, tanaman sayur-sayuran, tanaman obat, dan tanaman pencegah polusi.

    3. Maksimalkan Ruang

    Kalau kamu punya lahan yang sempit atau tidak punya pekarangan, memaksimalkan ruang dengan menanam tanaman di pot. Kamu bisa menaruh pot ini di mana saja, termasuk tembok dan atap rumah.

    Tanaman di Tembok Rumah SOPANTanaman di Tembok Rumah SOPAN Foto: 20detik

    “Jadi kalau ada alasan ‘kami tidak bisa menanam’ itu hanya alasan. Sebetulnya yang bisa kita tahu semua bisa. Kita menanam di genteng, di tembok, di taman, di pot kecil. Kita semuanya bisa menanam asal ada kemauan,” jelasnya.

    4. Cukupi Kebutuhan Tanaman

    Pastikan kamu memenuhi kebutuhan dasar tanaman, yakni cahaya matahari, kesuburan tanah, dan kecukupan air. Lalu, pilih tanaman dengan bibit unggul dan penuhi nutrisinya dengan pupuk.

    “Yang jelas (penuhi) air, matahari, terus (kesuburan) tanah, media tanah, pupuk sama pemilihan bibit dulu itu penting sekali,” ungkapnya.

    5. Kepedulian Terhadap Tanaman

    Kemudian, Sony menyebut rasa sayang dan peduli terhadap tanaman juga penting. Dengan begitu, kamu akan lebih memperhatikan kebutuhan tanaman. Jika ada masalah pada tanaman, maka segera diatasi.

    “Pertama adalah peduli kepada pohon kita yang ada, kemudian kita juga kasih sayang. Jadi alhamdulillah lihat pohon kita kan nggak ada yang mati kan. Saya mencoba (kalau) ada pohon yang kuning, saya potongin dulu,” tuturnya.

    “Kuncinya itu aja. Awal dari kasih sayang. Kasih sayang dan peduli kepada pohon kita,” ungkapnya,” pungkasnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Hilangkan Bau Apak di Rumah Pakai Baking Soda, Mudah!


    Jakarta

    Ruangan yang bau apak tentu bisa mengganggu kenyamanan penghuninya. Namun jangan khawatir, karena hal itu bisa diatasi dengan menggunakan bahan yang ada di rumah yaitu baking soda.

    Baking soda merupakan natrium bikarbonat berbentuk bubuk putih yang biasanya digunakan sebagai pengembang kue ketika dimasak. Selain bahan masakan, ternyata baking soda efektif untuk menyerap bau di ruangan rumah. Sebab, baking soda dapat menetralkan asam dan bau tak sedap.

    Dilansir dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, berikut ini cara memanfaatkan baking soda untuk menghilangkan bau apak di rumah.


    Di Toilet

    Taburkan 1-2 sendok makan baking soda ke dalam wadah atau vas bunga imitasi dan letakkan di samping atau belakang toilet untuk menyerap bau dari toilet.

    Di Dapur-Kamar Tidur

    Letakkan baking soda ke kotak atau wadah terbuka dan simpan di dapur, kamar yang kurang sirkulasi, kulkas, dan area yang biasanya suka berbau.

    Kandang Hewan Peliharaan

    Caranya taburkan 1 sendok makan baking soda di dasar kandang, lalu tutupi dengan serutan kayu, pasir, atau tanah. Jika punya hewan yang agak besar, bisa simpan baking soda di wadah dan letakkan dekat kandang tetapi di bagian luarnya.

    Pada Sepatu

    Menghilangkan bau sepatu bisa dengan menaruh 3-5 sendok makan baking soda ke dalam tisu atau kertas, ikat, lalu masukkan ke dalam sepatu dan biarkan selama beberapa jam.

    Pada Buku Tua

    Buku tua yang baunya tidak enak juga bisa dimasukkan ke dalam plastik yang sudah diisi baking soda kemudian biarkan selama beberapa jam. Cara ini sudah dilakukan para pemilik toko buku bekas untuk mengurangi bau buku tua.

    Itulah beberapa cara memanfaatkan baking soda untuk menghilangkan bau tak sedap di rumah. Coba sekarang!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com