Tag: rangka atap

  • Estimasi Biaya Renovasi Atap Rumah Pakai Baja Ringan


    Jakarta

    Atap rumah menjadi bagian yang penting pada sebuah rumah. Sebab, bagian atap melindungi bagian dalam rumah dari cuaca panas, hujan, maupun berangin.

    Sering kali atap rumah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Tentunya jika terjadi diperlukan perbaikan atau bahkan renovasi atap.

    Kira-kira berapa ya biaya renovasi atap rumah pakai baja ringan?


    Estimasi Biaya Renovasi Atap Pakai Baja Ringan

    Sebagai contoh, kamu memiliki rumah tipe 60 dan ingin memasang rangka atap baja ringan dengan genteng metal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung luas atap rumah terlebih dahulu.

    Luas rumah: 10 x 6 m
    Oversteck atau kelebihan atap dari dinding luar: 60 cm = 0,6 m
    Kemiringan sudut: 30 derajat

    Luas atap rumah (LAR): panjang x lebar/cosinus derajat kemiringan atap
    = (10 m + Oversteck kanan dan kiri) x (6 m + Oversteck depan dan belakang) / cosinus 30 derajat

    = (10 + 1,2) x (6 + 1,2) / 0,866
    = 11,2 x 7,2 / 0,866
    = 93,11 m2

    Jika harga baja ringan setebal 1 mm adalah Rp 150.000/m2 dan harga genteng metal Rp 100.000/m2, maka total biaya atap baja ringan adalah:

    (LAR x harga baja ringan per m2) + (LAR x harga penutup atap per m2)
    = (93,11 x Rp 150.000) + (93,11 x Rp 100.000)
    = Rp 13.966.500 + Rp 9.311.000 = Rp 23.277.500

    Sebagai informasi, perhitungan tersebut hanyalah sebuah estimasi saja. Harga material bangunan dan jasa tukang di setiap daerah berbeda. Biaya tersebut juga di luar biaya bongkar atap.

    Tentunya penggunaan baja ringan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasi kelebihan dan kekurangan baja ringan berdasarkan catatan detikcom.

    Kelebihan Baja Ringan

    Harga baja ringan memang cenderung lebih mahal daripada material lainnya, tetapi ia memiliki berbagai kelebihan, antara lain sebagai berikut:

    1. Memiliki Daktilitas yang Baik

    Daktilitas merupakan sifat baja yang tidak hancur setelah mengalami deformasi yang besar. Berbeda dengan baja konvensional atau kayu yang bisa langsung hancur dan patah saat diberikan beban tiba-tiba (beban kejut), baja ringan sanggup menahan beban beran tanpa menyebabkan kerusakan.

    2. Kekuatannya Bagus Tapi Ringan

    Salah satu yang istimewa dari bawa ringan adalah kuat tapi tetap ringan. Tentunya hal ini dapat membuat proses pemasangan jadi lebih efisien. Selain itu, baja ringan memiliki potensi penyebab kematian yang cukup kecil.

    3. Tahan Karat

    Material baja ringan tahan karat sehingga tidak perlu melakukan finishing cat. Setelah dibongkar, baja ringan bisa dimanfaatkan kembali dan di daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

    4. Tahan Lama

    Salah satu kelebihan paling menarik dari baja ringan adalah awet karena tidak akan dimakan rayap. Jadi, tidak perlu khawatir kalau atap rumah akan rapuh atau keropos. Walaupun harga baja ringan sedikit lebih mahal dibanding rangka bahan lain, tapi biaya perawatannya lebih murah.

    Kekurangan Baja Ringan

    Kekurangan baja ringan yang perlu kamu perhatikan yaitu sebagai berikut.

    1. Mudah Goyang Terbawa Angin

    Bobotnya yang ringan ternyata bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Baja ringan bisa saja terbawa angin jika tidak dipasang dengan benar.

    2. Harganya Mahal

    Tak dapat dipungkiri, harga material baja ringan masih termasuk mahal. Namun, baja ringan lebih ramah lingkungan dibandingkan material kayu. Selain itu, dengan segala kelebihan yang dimiliki, wajar saja jika harganya lebih mahal.

    3. Kurang Estetis

    Jika ingin membuat atas dengan model terekspos, menggunakan rangka baja ringan mungkin bukan pilihan yang tepat. Berbeda dengan kayu yang memiliki nilai estetika, rangka atap baja ringan akan terlihat berantakan.

    Semoga bermanfaat ya informasinya, detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pasang Atap Rumah Biar Nggak Rusak Diterpa Hujan-Angin Kencang


    Jakarta

    Belasan atap rumah di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat rusak diterjang hujan yang disertai angin kencang. Rata-rata rumah tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap rumah.

    “Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan beberapa unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Korban terdampak 12 unit rumah berisi 35 jiwa rusak ringan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani dikutip dari detikNews, Rabu (3/7/2024).

    Atap rumah memang berguna untuk melindungi penghuninya dari terpaan cuaca seperti hujan dan panas terik matahari. Namun, kalau sampai rusak bisa menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemilik rumah memperbaikinya.


    Lantas, bagaimana cara mencegah atap rumah terbang dan rusak akibat terjangan hujan dan angin kencang?

    Tips Cegah Atap Rumah Rusak

    1. Pilih Material Genteng yang Berat

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky membagikan tips untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi. Ia menyebut bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ujar Panggah kepada detikcom, Kamis (4/7/2024).

    Panggah menyarankan agar menggunakan material genteng yang berat dan kedap dari panas. Ia sangat merekomendasikan genteng tanah liat keramik yang menurutnya memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” katanya.

    Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton. terjangkau tapi estetika dapet tapi masih kalah.

    2. Susun Genteng dengan Rapi

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” jelasnya.

    Setiap genteng harus disusun saling memberatkan dan meniban satu dengan lainnya serta memiliki kemiringan yang sesuai. Hal ini mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

    3. Pasang Rangka Atap dengan Benar

    Selain itu, pemilihan material rangka atap juga mempengaruhi kekuatan atap menahan terpaan hujan dan angin. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ucapnya.

    Ia menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” pungkasnya.

    Itulah cara mencegah atap genteng rusak akibat hujan deras dan angin kencang. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kasus di Cilegon, Ini Cara Cegah Atap Rumah Ambruk Saat Hujan Angin



    Jakarta

    Sebuah rumah milik warga Kopo Tanjak, Gunung Sugih, Cilegon belum lama ini bagian atapnya roboh saat diterjang hujan yang disertai angin kencang. Bagian atap rumah ambruk hingga menimbulkan kerugian belasan juta rupiah.

    “Atap rumah bagian depan dan kamar ambruk, rusak sedang. Kerugian kurang lebih Rp 15 juta,” ucap Kepala BPBD Cilegon Suhendi dikutip dari detikNews, Minggu (7/7/2024).

    Suhendi mengungkapkan ambruknya atap rumah juga disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah rapuh. Walau demikian, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.


    “Penyebab kejadian, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan bangunan yang sudah rapuh. Korban jiwa nihil,” katanya.

    Rumah semestinya menjadi tempat berlindung dari berbagai kondisi alam. Namun, kondisi cuaca yang ekstrem serta bangunan yang kurang kokoh bisa membuat bangunan rusak, terutama pada bagian atap rumah.

    Lalu, bagaimana cara membangun rumah yang tahan terhadap terpaan hujan lebat yang disertai angin kencang? Simak penjelasan ahli berikut ini.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyampaikan pemilihan material rangka atap mempengaruhi kekuatan atap untuk menahan hujan dan angin kencang. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti belum lama ini.

    Ia mengatakan penggunaan material kayu atau bambu untuk rangka atap sudah tidak lagi disarankan karena rawan lapuk dan dimakan rayap, sehingga tidak kuat menahan bobot genteng. Sementara baja ringan merupakan inovasi material yang awet dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.

    “Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” jelasnya.

    Panggah menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk sebagai rangka atap. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan juga jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

    Selain itu, pemasangan genteng harus sesuai supaya tidak ada air hujan yang masuk rumah. Setiap genteng perlu disusun saling meniban, serta memiliki kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air. Sebab, meski memiliki sifat anti karat, baja ringan bisa rusak bila terkena air.

    Kemudian, Panggah juga membagikan tips agar atap rumah tidak mudah rusak akibat tiupan angin kencang. Ia menyarankan agar memilih material genteng yang berat, seperti genteng tanah liat berkeramik atau genteng beton.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Plafon Tahan Air, Bikin Rumah Aman dari Bocor


    Jakarta

    Ada banyak jenis plafon yang bisa digunakan di rumah. Plafon sendiri fungsinya sebagai pelindung bagian dalam rumah dari panas matahari. Sebab, jika tidak memiliki plafon, rumah akan terasa lebih panas. Selain itu, fungsinya juga melindungi rumah dari kebocoran. Plafon akan menahan panas dan air yang merembes dari sela-sela genteng atau atap.

    Mengingat fungsinya sangat dibutuhkan di rumah, kamu juga tidak boleh sembarangan memilih jenis plafon karena tidak semuanya berbahan bagus. Kamu harus memilih plafon yang berbahan tahan air, kuat, dan tahan lama.

    Melansir dari Klopmart, Senin (22/7/2024) berikut beberapa jenis plafon yang tahan air dan panas, bikin rumah aman dari kebocoran.


    1. Papan Semen

    Papan semen adalah jenis plafon dengan material campuran semen di dalamnya. Permukaannya jauh lebih padat karena ditambahkan pasir silika, gypsum, serat selulosa, dan zat tambahan lainnya. Bahannya yang padat membuat papan semen cocok sebagai material plafon dan dinding, baik eksterior maupun interior. Selain tahan air, papan semen dapat menghalangi jamur, api, dan benturan keras di atap.

    Berbeda dengan jenis plafon pada umumnya yakni tripleks dan gypsum yang lebih tipis, tetapi mudah mengalami kebocoran air.

    2. Papan PVC

    Kamu pernah mendengar PVC? PVC atau Polyvinyl chloride adalah terbuat dari plastik. Material ini sering ditemui pada pipa air sehingga bahannya sudah terbukti tahan air. Selain itu, strukturnya juga kuat dan mampu menghindari plafon dari rembesan air dan serangan rayap.

    Kelebihannya yang lain adalah material ini punya bobot yang cukup ringan. Ketika dipasang pun desain plafonnya cukup mudah dan menambah estetika karena material ini tersedia dalam berbagai pilihan warna dan corak. Selain plafon, Kamu dapat menggunakannya untuk jendela, pintu, atau pipa air.

    3. Papan Kalsiboard

    Selain papan semen, ada pula papan kalsiboard yang juga bagian dari papan semen. Perbedaanya hanya bentuk kalsiboard seperti lembaran dan memiliki kandungan kalsium khusus di dalamnya. Kandungan kalsium ini merupakan mineral yang tidak mudah larut dalam air, jadi papan kalsiboard cocok sebagai bahan plafon tahan air.

    4. Lembaran Akrilik

    Selanjutnya ada akrilik yakni material plafon yang memiliki ketahanan tinggi terhadap air. Jika kamu tidak ingin memakai papan PVC, kamu bisa menggunakan lembaran akrilik terutama di ruangan yang lembab, seperti kamar mandi atau dapur. Bahannya pun ringan, sehingga mudah dilepas saat ingin dibersihkan.

    Material ini tersedia dalam berbagai desain dan warna, jadi Kamu bisa menyesuaikan interior ruangannya. Varian akrilik transparan pun tersedia untuk diaplikasikan sebagai plafon untuk menghadirkan kesan outdoor dalam ruangan. Kamu dapat memilih ukuran ketebalan lembar akrilik demi mengantisipasi rembesan air apabila terjadi hujan lebat.

    5. Ubin

    Biasa dipasang di lantai, ternyata ubin bisa dipasang pada atap rumah. Hasilnya lebih menarik karena memiliki desain dan corak yang indah saat dilihat. Lokasinya yang berada di atas, pembuatan ubinnya pun berbeda dengan yang berada di bawah. Material untuk plafon lebih berat dan dibutuhkan keahlian khusus untuk memasangnya. Pilihan terbaik untuk plafon adalah menggunakan ubin dari logam yang biasanya terbuat dari kuningan, timah, tembaga, besi galvanis, atau aluminium.

    6. GRC (Glassfiber Reinforced Cement)

    GRC terbuat dari material beton komposit ditambah serat kaca sebagai bahan penguatnya. Ukurannya lebih besar, berkisar pada 120×240 cm, jadi cocok digunakan untuk menutup rangka atap di berbagai ruangan. Selain itu, GRC juga terlihat serasi untuk interior rumah minimalis.

    Daripada bahan lainnya, GRC lebih tahan air dibandingkan kaca dan akrilik. Plafon GRC juga mampu melindungi penghuninya dari berbagai cuaca dingin dan panas.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 4 Hal yang Perlu Kamu Cek Setelah Rumah Kebanjiran


    Jakarta

    Banjir yang menggenangi rumah tentu membuat resah penghuninya. Tak cuma membasahi seisi rumah, banjir juga berpotensi merusak struktur bangunan.

    Rumah yang terendam terlalu lama atau terkena arus air yang kencang bisa berdampak pada tampilan maupun konstruksi bangunan. Oleh karna itu, kamu perlu memeriksa kondisi rumah setelah banjir surut.

    Lantas, apa saya yang perlu dicek setelah banjir? Simak penjelasannya berikut ini.


    4 Hal Ini Perlu Diperiksa Setelah Rumah Kebanjiran

    Inilah beberapa hal yang perlu kamu periksa di rumah setelah banjir surut.

    1. Cat Dinding

    CEO SobatBangun Taufiq pemilik rumah bisa mengecek kondisi cat dinding dengan melihat dan menilai langsung fisik dinding secara langsung. Jika dinding kotor terkena air kotor maupun lumpur, cukup dibersihkan dengan cara disiram dan disikat.

    “Kalau ngeliat banjir cuma 3 jam udah surut cuma menyebabkan dinding itu kotor, ada lumpur disiram air, disikat, (hasilnya) masih bagus, yaudah dampak dari banjir tidak terlalu berpengaruh ke dinding dan kondisi catnya,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Rabu (5/3/2025).

    Apabila cat dinding terlihat memudar atau mengelupas, kamu bisa melakukan pengecatan ulang. Namun, pastikan dinding sudah benar-benar kering dari bekas air banjir sebelum diamplas dan dicat ulang.

    2. Struktur Rumah

    Menurut Taufiq, rumah yang hanya terpapar air tidak akan merusak struktur bangunan. Namun, banjir dengan arus air yang kencang bisa menggeser struktur bangunan. Jika benar ada pergeseran, maka perlu berkonsultasi dan melakukan perbaikan dengan bantuan insinyur atau arsitek.

    “Apakah banjir atau aliran bikin gaya dinamis terhadap struktur, misalnya banjir ada aliran sungai, air bah bikin dinding bergerak itu perlu dicek,” ucapnya.

    3. Rangka Atap

    Selain itu, ia mengingatkan agar mengecek struktur atap kalau banjir sampai merendam atap. Sebab, rangka atap dari baja atau baja ringan berpotensi berkarat akibat paparan air yang terlalu lama.

    “Atapnya baja ringan waktu terendam bikin baja ringan lapisan permukaannya rangka baja itu menimbulkan karat. Kalau iya mesti ada treatment dicat,” ungkapnya.

    Taufiq menambahkan banjir yang menimbulkan gaya dinamis dapat menggerakkan struktur atap. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan kalau ada pergeseran. Kamu bisa meminta bantuan dari ahli seperti tukang, insinyur, atau arsitek

    4. Instalasi Listrik

    Bukan cuma struktur bangunan, Taufiq mengatakan struktur mekanik, listrik, dan instalasi miniature circuit breaker (MCB) juga perlu dilihat lagi. Komponen seperti terminal, saklar, dan kabel tidak boleh dalam keadaan basah ketika listrik dinyalakan.

    Kamu bisa membiarkannya kering sendiri atau keringkan secara manual saat listrik masih dimatikan. Jika ingin lebih aman kamu bisa meminta bantuan kepada teknisi listrik.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu periksa setelah rumah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jurus Pasang Genteng Agar Atap Lebih Tahan Angin Kencang



    Jakarta

    Atap rumah harus kuat menghadapi berbagai kondisi cuaca, seperti sengatan matahari dan hujan deras. Nah, terpaan angin kencang pun bisa merusak atap lantaran gentengnya bergeser atau berterbangan.

    Hal ini sangat merepotkan pemilik rumah karena huniannya bisa bocor sewaktu-waktu terjadi hujan. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat.

    Lantas, bagaimana cara memasang genteng agar atap lebih tahan diembus angin kencang? Yuk, temukan caranya berikut ini.


    Tips Pasang Genteng Agar Lebih Tahan Angin

    Inilah cara memasang genteng agar lebih kuat meski diterjang angin kencang.

    1. Pilih Material Genteng yang Berat

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyarankan untuk memilih genteng yang bobotnya berat. Menurutnya, bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Panggah merekomendasikan memakai genteng tanah liat keramik. Genteng ini memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton, meski secara estetika kalah dari keramik.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” katanya.

    2. Susun Genteng dengan Rapi

    Setiap genteng harus disusun saling menimpa satu dengan lainnya dan memiliki kemiringan yang sesuai. Bobot genteng akan menahan genteng lainnya, sehingga mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” jelasnya.

    3. Pasang Rangka Atap Baja Ringan

    Kemudian, ia menyarankan untuk menggunakan rangka atap dari baja ringan. Bahan ini tidak akan lapuk seperti kayu, sehingga strukturnya lebih kuat.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ucapnya.

    Ia menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” tutur Panggah.

    Itulah cara memasang atap genteng yang kuat menghadapi terjangan angin kencang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Pasang Genteng biar Atap Aman Saat Diterjang Angin


    Jakarta

    Tiupan angin kencang bisa merusak bangunan rumah, salah satunya bagian atap. Genteng bisa bergeser dan terbang ketika tertiup angin, meninggalkan atap dalam kondisi berlubang.

    Kalau sudah seperti ini, atap bisa bocor saat turun hujan. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat agar aman menghadapi angin kencang.

    Lalu, bagaimana cara memasang genteng bertahan saat angin kencang? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tips Pasang Genteng Agar Atap Aman Diterjang Angin

    Inilah cara memasang genteng agar atap aman meski diterjang angin kencang.

    1. Pasang Rangka Atap Baja Ringan

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky merekomendasikan bahan baja ringan sebagai rangka atap. Bahan ini tidak akan lapuk seperti kayu, sehingga strukturnya lebih kuat.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

    2. Pilih Material Genteng yang Berat

    Kemudian, ia menyarankan agar memilih genteng yang bobotnya berat. Panggah menjelaskan bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ucapnya.

    Ia merekomendasikan memakai genteng tanah liat keramik. Genteng ini memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton, meski secara estetika kalah dari keramik.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” imbuhnya.

    3. Susun Genteng dengan Rapi

    Panggah mengatakan setiap genteng harus disusun saling menimpa satu dengan lainnya dan memiliki kemiringan yang sesuai. Bobot genteng akan menahan genteng lainnya, sehingga mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

    Itulah tips memasang genteng aman saat diterjang angin kencang. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Kisaran Harga Plafon PVC Terbaru 2025 Sesuai Motif


    Jakarta

    Plafon PVC kini banyak dipilih orang karena memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari anti rayap, tidak mudah bocor, dan punya tampilan yang lebih modern. Kisaran harga plafon PVC dapat berbeda-beda tergantung dari motifnya.

    Sebagai informasi, plafon PVC atau Polyvinyl Chloride adalah sejenis plastik yang umum digunakan untuk pembuatan pipa air. Saat ini, material PVC sudah banyak digunakan sebagai plafon atau kanopi rumah.

    Plafon sendiri adalah material penutup rangka atap dan pembatas antara ruangan di bawahnya dengan bagian atap. Plafon dapat membuat tampilan interior rumah jadi lebih rapi dan sejuk, asalkan memilih material atap yang benar.


    Jika tertarik ingin memasang plafon PVC, detikers perlu mengecek harganya terlebih dahulu. Simak kisaran harga plafon PVC terbaru sesuai motif-motifnya dalam artikel ini.

    Kisaran Harga Plafon PVC Terbaru 2025

    Ada berbagai jenis plafon PVC yang dijual di toko bangunan. Pada umumnya, masyarakat memilih plafon PVC motif polos karena cocok untuk hunian yang mengusung konsep minimalis. Namun, ada juga yang memilih plafon PVC motif kayu agar hunian terasa lebih alami.

    Baik plafon PVC motif kayu hingga polos punya harga yang berbeda-beda per meternya. Dari pantauan detikProperti di berbagai toko online, segini kisaran harga plafon PVC terbaru:

    1. Plafon PVC Motif Kayu

    Untuk harga plafon PVC motif kayu dibanderol mulai dari Rp 80.000-140.000 per meter. Harga tersebut bisa berbeda-beda tergantung dari lokasi penjualan dan kualitasnya.

    2. Plafon PVC Motif Polos

    Plafon PVC jenis ini banyak dipilih orang karena desainnya yang bersih dan minimalis. Harga plafon PVC motif polos berkisar Rp 75.000-145.000 per meter.

    3. Plafon PVC Motif Marmer

    Bagi detikers yang senang akan hunian yang mengusung bergaya mansion dan mewah, plafon PVC motif marmer bisa jadi pilihan terbaik. Soal harga, plafon jenis ini dibanderol mulai dari Rp 90.000-130.000 per meter.

    4. Plafon PVC Motif Alam

    Plafon PVC yang satu ini bisa dipilih untuk kamu yang rindu akan suasana alam. Mengenai harganya, plafon PVC motif alam dibanderol kisaran Rp 100.000-130.000 per meter.

    5. Plafon PVC Motif Floral

    Agar hunian kamu terkesan lebih mewah, plafon PVC motif floral bisa dipilih sebagai opsi alternatif. Plafon jenis ini punya harga sekitar Rp 90.000-120.000 per meter.

    6. Plafon PVC Motif Batik

    Bagi detikers yang suka dengan rumah estetis, plafon PVC jenis ini cocok dipasang di area ruang tamu atau ruang keluarga. Plafon PVC motif batik dibanderol sekitar Rp 60.000-120.000.

    Keunggulan dan Kekurangan Plafon PVC

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, plafon PVC memiliki sejumlah keunggulan dari segi daya tahan. Namun, plafon PVC juga memiliki beberapa kekurangan yang harus diperhatikan.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut sejumlah keunggulan dan kekurangan dari plafon PVC:

    Kelebihan Plafon PVC

    • Anti rayap
    • Anti bocor
    • Tidak mudah lapuk
    • Saat terbakar tidak akan merambat
    • Tidak perlu finishing karena sudah rapi
    • Pemasangan cukup cepat dan praktis
    • Kuat, ringan, dan punya struktur yang kuat
    • Biaya perawatan relatif terjangkau.

    Kekurangan Plafon PVC

    • Terasa lebih cepat panas karen tidak menghalau sinar matahari langsung
    • Pada beberapa motif plafon terlihat kurang menarik karena masih terlihat ada sambungan
    • Beberapa jenis plafon punya motif yang terbatas, sehingga sulit dicocokan dengan desain interior rumah.

    Itu dia kisaran harga plafon PVC terbaru 2025 untuk berbagai motif. Semoga bermanfaat!

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Bangun Atap yang Kuat, Tak Mudah Ambruk dan Terbang Tertiup Angin


    Jakarta

    Atap rumah berfungsi untuk melindungi penghuni dari terpaan cuaca, baik hujan maupun sengatan matahari. Untuk itu, bagian rumah harus kuat agar tidak rusak.

    Saat angin kencang mengembus, genteng bisa bergeser atau terbang. Belum lagi hujan deras bisa bikin atap ambruk.

    Lantas, bagaimana cara membangun atap rumah yang kuat menahan cuaca? Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Bangun Genteng yang Kuat

    Inilah cara membuat atap yang kuat menurut kontraktor.

    1. Pasang Rangka Atap dari Baja Ringan

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyarankan untuk membuat rangka atap menggunakan bahan baja ringan. Bahan ini dapat membuat struktur atap lebih kuat karena tidak akan lapuk seperti kayu.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Meski demikian, pemasangan rangka atap tetap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan bobot genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” ucapnya.

    2. Pakai Genteng yang Berat

    Selain itu, Panggah menganjurkan untuk menggunakan genteng yang berat. Tujuannya, agar bobot genteng dapat menahan terpaan hujan deras dan angin kencang.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” katanya.

    3. Susun Genteng dengan Rapi

    Jika sudah memilih genteng yang tepat, penyusunannya dilakukan dengan cara saling menimpa satu dengan lainnya. Kemiringan genteng pun harus sesuai.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

    Itulah cara membuat atap yang kuat sehingga tidak cepat rusak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com