Tag: rasulullah saw

  • 5 Doa Khusus Orang Meninggal, Dibaca untuk Mohon Ampunan



    Jakarta

    Mendoakan orang yang telah meninggal dunia dikatakan sebagai bentuk kerinduan kita terhadap mereka yang terkasih. Lantas, doa apa yang bisa dipanjatkan?

    Berdoa untuk orang yang sudah meninggal merupakan hal yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini terlihat dari apa yang dilakukan Rasul SAW ketika berziarah ke kuburan para sahabatnya yang telah lebih dulu menghadap Ilahi.

    Hal itu dikatakan Ibnu Qayyim sebagaimana dilansir dari buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, “Biasanya apabila beliau (Nabi SAW) mengunjungi makam sahabat-sahabatnya, maka beliau mendoakan mereka, meminta rahmat bagi mereka, dan memohon ampunan untuk mereka.”


    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 juga disebutkan sebuah hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslim untuk mendoakan sesamanya yang sudah wafat.

    كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ أَنْ يَقُولَ قَائِلُهُم: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    Artinya: “Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan, ‘Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai para penghuni perkampungan kaum mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon afiyah kepada Allah SWT untuk kami dan untuk kalian.”

    Melalui sabdanya di atas pula, Rasulullah SAW mengucapkan bacaan permohonan keselamatan dan ampunan bagi orang yang meninggal dunia. Sehingga telah jelas bahwasanya mendoakan orang yang wafat disyariatkan oleh beliau dan memang akan sampai kepada orang tersebut.

    Doa untuk Orang Meninggal

    Melalui sejumlah hadits, Nabi SAW mengajarkan doa yang bisa dipanjatkan untuk orang yang telah meninggal dunia. Mengutip buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 dan Kitab Al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, berikut beberapa doanya:

    Doa Orang Meninggal Versi Pertama

    السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

    Assalaamu ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta’khiriina wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun

    Artinya: “Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang Mukminin dan Muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu.” (HR Muslim, dari Aisyah)

    Doa Orang Meninggal Versi Kedua

    السَّلَامُ عَلَيْكُم دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

    Assalaamu ‘alaikum daara qaumin mu’miniin wa innaa in syaa’allaahu bikum laahiquun

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kuburan dari kaum mukmin, dan insya Allah kami akan menyusul kalian.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)

    Doa Orang Meninggal Versi Ketiga

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

    Assalaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuur yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsar

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

    Doa Orang Meninggal Versi Keempat

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ، وَ أسألُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُم العَافِيَةَ

    Assalaamu ‘alaykum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun wa asalu Allahu lanaa wa lakumul ‘aafiyah

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah untuk kami dan kamu afiat.” (HR Muslim, dari Buraidah)

    Doa Orang Meninggal Versi Kelima

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ أنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ

    Assalaamu ‘alaykum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian.” (HR Nasa’i dan Ibnu Majah)

    Itulah lima doa untuk orang meninggal yang dapat dipanjatkan untuk memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Kesembuhan untuk Orang Sakit Sesuai Sunnah Nabi SAW



    Jakarta

    Saat mendengar keluarga, kerabat terdekat atau orang lain terjangkit penyakit, ada baiknya bagi kita untuk mendoakan kesembuhan bagi mereka. Nabi SAW bahkan mengajarkan sejumlah doa yang bisa dipanjatkan untuk orang sakit melalui sabdanya.

    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 menyebutkan perhatian yang dapat dilimpahkan terhadap orang yang sedang sakit, di antaranya dengan menjenguk serta mendoakan kepulihan baginya.

    Hal seperti ini Rasulullah SAW katakan dalam riwayat Abu Hurairah sebagai salah satu hak seorang muslim dari muslim lainnya. Beliau SAW bersabda:


    “Hak seorang muslim atas Muslim lainnya ada enam; Apabila engkau bertemu dengannya berilah salam atasnya, apabila dia mengundangmu maka penuhi undangannya, apabila dia minta nasihatmu maka nasihatilah dia, apabila dia bersin dan memuji Allah SWT maka doakanlah, apabila dia sakit maka jenguklah, dan apabila dia meninggal maka ikuti jenazahnya.” (HR Muslim)

    Setidaknya, menjenguk menjadi cara untuk menunjukkan rasa empati, menenagkan dan meringankan sebagian urusan mereka. Di sisi lain, mendatangi orang yang sakit memiliki keutamaan sebagaimana yang Nabi SAW tuturkan dalam hadits dari Abu Hurairah:

    “Barang siapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah SWT, niscaya akan diseru oleh penyeru, ‘Sungguh engkau telah baik dan baik pula perjalananmu, dan engkau telah menyiapkan tempat di surga.” (HR Tirmidzi)

    Adab Muslim terhadap Orang yang Sakit

    Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengemukakan adab yang dicontohkan Rasul SAW dan para sahabat kepada orang yang sakit, yakni mendoakan mereka.

    Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah hadits, ia berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW masuk ke rumah seorang Arab Badui untuk menjenguknya. Adapun beliau apabila masuk ke tempat orang sakit untuk menengoknya, maka beliau mengucapkan, ‘ Tidak mengapa, pembersih insya Allah.’

    Lelaki Badui mengatakan, ‘Engkau mengatakan pembersih? Sekali-kali tidak, bahkan ia adalah demam yang menggoncang pada orang tua renta yang hampir masuk kubur.’ Maka Nabi SAW berkata, ‘Baiklah kalau begitu,” (HR Bukhari)

    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr menjelaskan makna ‘pembersih’ yang Rasulullah SAW katakan, maksudnya penyakit menjadi pembersih bagi seseorang atas dosa-dosanya.

    Selain itu, adab lain terhadap orang sakit ketika menjenguknya adalah dengan menyanjung kebaikannya agar timbul prasangka baik kepada Allah SWT.

    Sebagaimana dalam sebuah atsar, Ibnu Abbas pernah mengatakan suatu hal kepada Umar bin Khaththab yang kala itu menjabat khalifah dan tertimpa sakit karena ditikam. Ibnu Abbas berkata:

    “Wahai Amirul Mukminin, tiada beban atas hal tersebut, sesunggunya engkau telah menemani Rasulullah SAW dan ternyata engkau menemaninya dengan baik, kemudian beliau berpisah denganmu dalam keadaan ridha kepadamu.

    Lanjut Ibnu Abbas, “Kemudian engkau menemani kaum muslim dan ternyata engkau perlakukan mereka dengan baik. Jikalau engkau meninggalkan mereka, engkau benar-benar meninggalkan mereka dalam keadaan ridha kepadamu, (hingga akhir)”

    Umar bin Khaththab menjawab, “Hal tersebut merupakan anugerah dari Allah SWT.”

    Doa untuk Orang Sakit

    Masih dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menyebutkan sejumlah doa untuk orang sakit yang pernah Nabi SAW panjatkan:

    Doa untuk Orang Sakit Versi Kesatu

    اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاء لَا يُغَادِرُ سَقَماً

    Allaahuma rabbin naas, adzhibil ba’sasyfii, antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

    Doa untuk Orang Sakit Versi Kedua

    اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكَأُ لَكَ عَدُوّاً أَوْ يَمْشِيْ لَكَ إِلَى صَلَاةٍ

    Allaahummasy fii ‘abdaka yanka-u laka ‘aduwwan au yamsyii laka ilaa shalaatin

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu ini, sehingga dia bisa menyembuhkan musuh untuk-Mu atau dapat berjalan untuk menunaikan shalat.”

    Doa untuk Orang Sakit Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِيْ قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّراً فَارْفَعْنِيْ وَإِنْ كَانَ بَلَاء فَصَبِّرْنِي

    Allaahumma in kaana ajalii qad hadlara fa arihnii wa in kaana mutaakhkhiran far fa’nii wa in kaana balaa-an fashabbirnii

    Artinya: “Ya Allah, jika ajalku telah tiba, maka senangkanlah aku, jika ajalku masih lama, maka angkatlah penyakit ini, dan jika memang ini adalah sebuah musibah, maka anugerahkanlah kesabaran untukku.”

    Doa untuk Orang Sakit Versi Keempat

    أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ (٧x)

    As’alullaaha al-‘adzhiima rabbal ‘arsyil ‘adzhiimi an yasyfiyaka (7x)

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb Arsy yang Agung, untuk menyembuhkanmu.”

    Doa untuk Orang Sakit Versi Kelima

    بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى سَقِيْمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا

    Bismillahi turbatu ardhinaa biriiqati ba’dhinaa yusyfaa saqiimunaa bi-idzni rabbinaa

    Artinya: “Dengan nama Allah, tanah bumi kita, dengan ludah sebagian kita disembuhkan orang sakit kita dengan izin Rabb kita.”

    Demikian 5 bacaan doa untuk orang sakit agar lekas sembuh, semoga bermanfaat!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Masuk Masjid, Dibaca agar Bisa Fokus Ibadah



    Jakarta

    Ketika seorang muslim hendak memasuki masjid, Nabi SAW ajarkan untuk membaca doa terlebih dahulu agar dapat fokus beribadah dan tak ada gangguan. Bagaimana doanya?

    Telah diketahui bahwa setan memang berniat untuk mengganggu manusia dari menyembah dan beribadah kepada Allah SWT. Alangkah baiknya para hamba senantiasa memohon perlindungan-Nya dari godaan-godaan tersebut.

    Seperti halnya saat seseorang pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah seperti sholat, mengaji, hingga i’tikaf. Sudah pasti setan akan mengusiknya. Untuk itu sepatutnya dia berdoa ketika berangkat, masuk, dan saat berada di masjid.


    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 mengemukakan, karena mereka yang masuk masjid ingin meraih rahmat untuk menggapai akhirat dengan berbagai ibadah yang dikerjakan, maka hendaknya ia melafalkan doa terlebih dahulu.

    Menurutnya pula, setan sangat antusias terhadap manusia ketika memasuki masjid. Ia akan menghalangi orang untuk sholat, dan menjadikan berkurangnya kebaikan dari sholat itu. Serta berencana apa pun supaya rahmat Allah SWT tak didapatkan seseorang.

    Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Sungguh setan duduk untuk anak keturunan Adam di semua jalannya.” (HR Nasa’i) Maksudnya, setan akan ada di setiap jalan yang dilalui seluruh umat manusia, baik di jalan menuju kebaikan atau keburukan

    Doa Masuk Masjid

    Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan sejumlah doa masuk masjid https://www.detik.com/tag/doa-masuk-masjid yang disyariatkan Rasulullah SAW.

    Doa Masuk Masjid Versi Kesatu

    أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ؛ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    A’uudzu billaahil ‘adzhiimi wa biwajhihil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiim, alhamdulillah, Allahumma shalli wa sallim ‘ala muhaammadin wa ‘ala aali muhammadin, Allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, kepada Zat-Nya Yang Maha Mulia dan kepada kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari setan yang terkutuk. Segala puji bagi Allah. Ya Allah, limpahkanlah salawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.”

    Doa Masuk Masjid Versi Kedua

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Allahummaftah lii abwaaba rahmatika

    Artinya: “Ya Allah, bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, & Ibnu Majah, dari Abu Usaid)

    Doa Masuk Masjid Versi Ketiga

    باسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

    Bismillahi allahumma shalli ‘ala muhammad

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad.” (HR Ibnu Sinni, dari Anas bin Malik)

    Doa Masuk Masjid Versi Keempat

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَافْتَحْ لِي أَبْوابَ رَحْمَتِكَ

    Allahummaghfir lii waftah lii abwaaba rahmatika

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.” (HR Ibnu Sinni, Tirmidzi, & Ibnu Majah, dari Abdullah bin Hasan)

    Anjuran Berdzikir di Dalam Masjid

    Selain berdoa saat hendak memasukinya, Imam Nawawi dalam bukunya menyebutkan dianjurkan pula untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT ketika berada di dalam masjid. Dzikir yang bisa dilafalkan adalah tasbih, tahlil, tahmid, takbir, atau lainnya.

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nur ayat 36: “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan petang.”

    Disunnahkan pula untuk membaca atau mengaji Al-Qur’an di dalam masjid, sesuai sabda Nabi SAW riwayat Anas bin Malik:

    “Rasulullah SAW pernah bersabda kepada orang Badui yang kencing di dalam masjid, ‘Sesungguhnya masjid ini tidak layak bagi sesuatu pun dari air seni dan tidak pula bagi kotoran (lainnya). Sesungguhnya masjid-masjid ini hanyalah untuk berdzikir kepada Allah (sholat) dan membaca Al-Qur’an.” (HR Muslim)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Agar Dijauhkan dari Sifat Pelupa, Yuk Baca Setiap Hari!



    Jakarta

    Manusia adalah makhluk yang lemah. Ia diciptakan dengan banyak kekurangan, di samping kesempurnaannya sebagai khalifah di muka bumi. Salah satu sifat lemahnya yakni pelupa.

    Oleh karenanya, Allah SWT melimpahkan kenikmatan pada manusia dengan wujud daya ingat. Daya ingat ini yang membantu manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur.

    Sayangnya, manusia tidak bisa menutupi kelemahannya. Perlu pertolongan dari Allah untuk mengurangi sifat pelupa tersebut. Ada doa yang bisa dibaca agar dijauhkan dari sifat pelupa.


    Doa Dijauhkan dari Sifat Lupa

    Rasulullah selalu mengajarkan pada keluarga, sahabat, dan umatnya untuk selalu memanjatkan doa pada Allah apabila menemui kesulitan karena hanya hanya Allah Sang Penolong. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut ini,

    Utsman ibn Abi al-Ash berkata, “Aku mendatangi Rasulullah SAW seraya mengadu, ‘Wahai Rasulullah, aku dulu termasuk orang yang memiliki ingatan paling kuat. Namun, ada sesuatu yang masuk ke dalam diriku sehingga sebagian ingatanku hilang’.

    Kemudian beliau meletakkan tangannya di atas dadaku sambil mengucapkan,

    اللهم أخرج عنه أصييط نة

    Artinya: ‘Ya Allah, keluarkanlah setan darinya.’

    Maka, Allah pun melenyapkan sifat pelupa dari diriku.”

    Dikutip dari Rahasia Doa Mustajab oleh Ibn Qayyim dan Ibn Athaillah, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan umatnya untuk membaca doa berikut setiap hari.

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِيْ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ

    Arab-Latin: Allâhumma ij’al nafsî muthmainnatan, tu’minu bi liqâika wa tardlâ bi qadlâika).

    Artinya: “Ya Allah, jadikan jiwa kami menjadi tenang, beriman akan adanya pertemuan dengan-Mu, dan rela atas garis yang Engkau tentukan.”

    Setelah saran dari Rasulullah tersebut dibaca tiga kali sehari, pemuda tersebut mengaku, “Setelah saya membaca itu, saya tidak pernah lupa tentang apapun.”

    (Lihat Habib Zain bin Ibrâhîm bin Sumaith, Al-Manhajus Sâwî, Dârul Ilmi wad Da’wah, [Hadramaut, 2005], halaman 234).

    Membaca Surat Al Baqarah Ayat 286

    Selain membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, bisa juga membaca surat Al-Baqarah ayat 286,

    لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Artinya: Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah.

    Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”

    Dijelaskan bahwa doa ini merupakan sebuah permohonan agar terhindar dari siksa neraka bila kita melakukan suatu perbuatan dosa tanpa unsur kesengajaan atau lupa.

    Jejen Musfah dan Anis Masykhur dalam buku Doa Ajaran Ilahi memaparkan bahwa menurut riwayat Al-Baghawy, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, apabila seseorang membacanya di malam hari, maka terpeliharalah ia dari segala macam bencana,” (Tafsir Al-Khazin, I:26).

    Selain hadits tersebut, banyak sekali riwayat yang menjelaskan hikmah membaca doa dengan ayat ini. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari, ia berkata: Bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah diambil dari tempat bawah ‘Arasy (singgasana) Tuhan.”

    Sementara dalam riwayat Al Hakim, disebutkan: “Orang yang tidak membacanya (dua ayat tersebut) selama tiga hari, maka setan akan mendekatinya.”

    Adapun dalam kitab Shahihain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Telah turun Jibril kepadaku, dan berkata dengan membawa perintah Tuhan, “Aku memberikan kabar gembira dengan adanya dua Nur yang aku berikan kepadamu dan belum pernah aku berikan kepada nabi-nabi sebelum mu. (Yakni) fatihat al-kitab dan penutup surat Al Baqarah,” (HR Bukhari dan Muslim).

    Dilihat dari sisi materinya, doa ini merupakan bentuk pengakuan manusia sebagai makhluk yang pelupa, mudah melakukan kesalahan, dan makhluk yang sangat lemah.

    Lupa merupakan sifat anak cucu Adam. Oleh karena itu bila kita melanggar perintah Allah, melakukan suatu dosa, mengerjakan perbuatan haram tanpa adanya unsur kesengajaan (lupa), maka kita diharuskan cepat-cepat memohon ampun kepada-Nya.

    Doa ini baik dibaca di waktu pagi dan sore hari, sebab doa ini merupakan penangkal segala kekurangan manusia yang memungkinkan dapat merusak ajaran Allah.

    Selain itu, doa ini merupakan bentuk permohonan agar Allah tidak memberikan beban yang berat yang kita tidak sanggup memikulnya.

    Demikian bacaan doa untuk memohon dijauhkan dari sifat pelupa. Sifat pelupa ini dapat mengganggu dan menghambat kegiatan sehari-hari. Doa ini bisa menjadi amalan yang dikerjakan setiap hari.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Orang Menikah agar Rumah Tangga Penuh Berkah



    Jakarta

    Ketika ada sepasang pengantin yang baru menikah, Nabi SAW menganjurkan umatnya untuk mendoakan mereka dengan berbagai kebaikan dan keberkahan.

    Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam buku Tuntunan Pernikahan Islami menyebutkan bahwa mendoakan orang yang menikah merupakan sunnah nabi.

    Adapun maksud mendoakan mempelai juga sebagai bentuk kepedulian seseorang atas jalinan hubungan yang baru terikat itu. Di mana keduanya akan mengarungi bahtera rumah tangga sehingga sepatutnya berdoa untuk keharmonisan dan kelanggengan hubungan tersebut.


    Rasulullah SAW dalam sejumlah hadits juga kerap mencontohkan doa serta ucapan yang beliau panjatkan kepada para sahabatnya yang menikah agar kaum muslim turut mengikuti kebiasaannya itu.

    Seperti halnya ketika Jabir bin Abdullah menikahi seorang janda. Nabi SAW menuturkan, “Semoga Allah memberkahi engkau.” Dalam riwayat lain beliau mengucapkan, “Semoga Allah memberikan kebaikan untukmu.” (HR Bukhari)

    Kepada Ali bin Abi Thalib yang menikahi anak gadisnya, Fatimah, Rasulullah SAW tak hanya mendoakan mereka, bahkan beliau mengucapkan selamat datang kepada Ali.

    Maksud ucapan selamat datang, yakni Nabi SAW menyambut hangat Ali yang bergabung dengan keluarga beliau karena pernikahannya dengan Fatimah.

    Doa untuk Pasangan yang Baru Menikah

    Berikut doa untuk pengantin baru yang Rasul SAW ajarkan melalui sejumlah hadits, dinukil dari buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani dan kitab Al-Adzkar susunan Imam Nawawi:

    1. Doa untuk kedua mempelai

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

    Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fil khairi

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu, semoga Allah memberkahi engkau dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ahmad, Baihaqi, & Hakim, dari Abu Hurairah)

    2. Doa untuk pengantin pria

    بَارَكَ اللهُ لَكَ

    Baarakallahu laka

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu.” (HR Bukhari & Muslim, dari Anas bin Malik)

    3. Doa untuk masing-masing mempelai

    بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِي صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Baarakallaahu likulli wahidin min kumaa fii shaahibihi wa jama’a bainakumaa fii khairin

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah atas tiap-tiap dari kalian dalam perjodohannya dan semoga Allah mengumpulkan antara kalian berdua dalam kebaikan.”

    4. Doa bagi orang yang menikah

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

    Allahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi wa a’uudzu bika mn syarrihaa wa min syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

    Artinya: berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu akan kebaikannya berikut kebaikan karakternya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya berikut kejahatan karakternya.” (HR Abu Dawud & Ibnu Majah)

    Itulah doa untuk orang menikah yang dapat dilafalkan, semoga bermanfaat!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sapu Jagat dan Manfaatnya, Bacaan yang Disukai Rasulullah



    Jakarta

    Doa sapu jagat adalah doa untuk memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Kebaikan yang dimaksud dapat bersifat umum dan universal seperti kesehatan, rezeki, keridaan, keamanan, keberuntungan, keberhasilan, dan semua hal yang bersifat kebaikan.

    Doa sapu jagat ini dibaca setelah kita memanjatkan doa dan permohonan kita atau sebagai penutup. Doa ini disebutkan termasuk dalam daftar doa kerap diamalkan oleh Rasulullah SAW. Diriwayatkan melalui Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, menyampaikan:

    عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


    Artinya: “Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi Muhammad SAW, adalah ‘Allaahumma aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar’.” (HR Muttafaq Alaih)

    Bacaan Doa Sapu Jagat dalam Arab, Latin, dan Artinya

    رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

    Bacaan latin: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaaban naar

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

    Diriwayatkan dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW juga menggunakan bentuk doa yang mirip, bunyinya:

    “Allahummaaatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar,”

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Dikutip melalui buku Pendar-pendar Kebijaksanaan karya Husein Muhammad dijelaskan melalui ahli bahasa dan tafsir besar Al-Alusi yang menyimpulkan pandangan para ulama, “Kebaikan di dunia ini mencakup segala perihal yang diidamkan atau diimpikan oleh setiap orang:

    اِمْرَأَةٌ صَالِحَةٌ وَعَافِيَةٌ وَكَفَافُ وَعِلْمُ وَعِبَادَةً وَمَالُ صَالِحُ وَأَوْلَادُ أَبْرَارُ وَثَنَاءُ الْخَلْقِ وَصُحْبَةُ الصَّالِحِيْنَ.

    Artinya: “Istri (atau suami) yang shalih, sehat, sederhana, berpengetahuan luas, rajin ibadah, harta yang halal, anak-anak yang baik, dihormati masyarakatnya, dan dekat dengan orang-orang shalih.”

    Selain itu secara lebih spesifik, diutarakan melalui hadits lain:

    أَرْبَعُ مِنَ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةِ وَالْمَسْكَنِ الْوَاسِعِ وَالْجَارِ الصَّالِحِ وَالْمَرْكَبِ الْهَنِيْء.

    Artinya: “Ada empat hal yang (biasanya) diinginkan banyak orang untuk menjadi bahagia: istri (atau suami) yang shalih (baik), tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih, dan kendaraan yang nyaman.”

    Setelah mengetahui doa sapu jagat yang mampu memberikan kita kebaikan atas kuasa Allah SWT, tentunya kita harus mengetahui bahwa semua itu adalah milik dan kekuasaan-Nya semata. Kepada mereka yang melupakan hal penting ini, Allah SWT memberikan peringatan melalui firman-Nya, Al-Qur’an surah Al-A’raf ayat 179, bunyinya:

    وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

    Artinya: “Sesungguhnya, Kami telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (memenuhi neraka) Jahanam (karena kesesatan mereka). Mereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami (petunjuk Allah) dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat (ayat-ayat Allah), serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat (buruk) lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”

    Senada dengan Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 7, yaitu:

    وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

    Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.””

    Melalui tafsir Quran Kemenag, pada ayat ini dijelaskan, dalam mensyukuri rahmat Allah SWT kita bisa melakukannya dengan berbagai cara. Pertama, dengan ucapan yang setulus hati; kedua, diiringi dengan perbuatan, yaitu menggunakan rahmat tersebut untuk tujuan yang diridai-Nya.

    Itulah pembahasan mengenai doa sapu jagat yang mampu memberikan manfaat luar biasa terhadap segala hal urusan manusia di dunia hingga akhirat. Semoga dengan mengetahui manfaat dan kekuasaan-Nya kita menjadi lebih beriman kepada Allah SWT.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Antara Adzan dan Iqomah, Waktu Mustajab Berdoa yang Sering Terlewat



    Jakarta

    Kaum muslim yang menginginkan kehendaknya terkabul oleh Allah SWT perlu memperhatikan sejumlah adab berdoa, termasuk kapan doa itu dipanjatkan. Salah satu waktu mustajab berdoa yang dinyatakan oleh Nabi SAW adalah antara adzan dan iqomah.

    Saat tibanya waktu salat yang ditandai dengan adzan, banyak umat Islam yang hanya bergegas menunaikan ibadah. Mereka kerap kali melupakan atau bahkan tidak menyadari bahwa terdapat waktu yang jika berdoa maka Allah SWT akan memperkenankannya.

    Ya, antara adzan dan iqomah. Ketika adzan telah berhenti dikumandangkan dan sebelum iqomah dilafalkan, kaum muslim hendaknya berdoa pada saat tersebut. Sebagaimana sabda Rasul SAW dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, ia berkata:


    “Sesungguhnya seorang laki-laki berujar, ‘Wahai Rasulullah, sungguh orang-orang yang adzan telah mendapat kelebihan atas kami.” Kemudian Nabi SAW menuturkan, ‘Ucapkanlah seperti yang mereka ucapkan. Apabila telah selesai maka berdoalah, niscaya engkau akan diberi.’ (HR Abu Dawud)

    Dalam riwayat Anas bin Malik, Rasul SAW bersabda pula:

    الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الآذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

    Artinya: “Doa tidak ditolak antara adzan dan iqomah, maka berdoalah.” (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Dawud)

    Selain itu, Sahl bin Saad As-Sa’idi juga meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi SAW mengenai waktu antara adzan dan iqomah yang menjadi tempat diperkenankannya doa.

    يْتَتَانِ لَا تُرَدَّانِ، أَوْ قَلَّمَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النَّداءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ حِيْنَ يُلْحِمُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا

    Artinya: “Dua perkara tidaklah ditolak, atau sangat jarang ditolak; doa ketika adzan dan ketika perang saat pasukan membabat satu sama lain.” (HR Abu Dawud)

    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 mengemukakan doa yang hendaknya dipinta oleh umat Islam. Menurutnya doa kebaikan dunia ahirat dan apa-apa yang seseorang inginkan, dapat dipanjatkan pada waktu antara adzan dan iqomah.

    Adapun Rasulullah SAW juga mengungkapkan doa yang bisa diucapkan saat waktu mustajab berdoa itu, yang tercantum dalam riwayat Abdullah bin Amr bin Al-Ash.

    إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ، ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاة صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدِ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ في الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

    Artinya: “Apabila kamu mendengar muadzin maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bersholawatlah atasku, karena barang siapa bersholawat atasku satu kali, Allah akan bersholawat atasnya dengan sebab itu sepuluh kali. Kemudian mintalah pada Allah untukku wasilah. Sungguh ia adalah tempat di surga yang tidak patut kecuali kepada seorang hamba di antara hamba-hamba Allah Aku berharap bahwa hamba itu adalah aku. Barang siapa meminta untukku wasilah niscaya halal baginya syafaat.” (HR Muslim)

    Lafaz Doa yang Dibaca antara Adzan dan Iqomah

    Buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 menukil hadits dari Jabir bin Abdullah untuk doa yang dianjurkan untuk dipanjatkan antara adzan dan iqomah, sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

    Allahumma rabba hadzihi ad-da’wati at-taammati wash sholaatil qaa’imati aati muhammadan al-wasiilata wal fadhiilata wab’atshu maqaaman mahmuudan alladzi wa’adtah

    Artinya: “Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna ini, dan salat yang akan didirikan, berilah Muhammad wasilah dan keutamaan, dan bangkitkan untuknya kedudukan terpuji yang Engkau janjikan.” (HR Bukhari)

    Shalawat Ibrahimiyah: Paling Utama Dibaca antara Adzan dan Iqomah

    Tak hanya doa di atas, Nabi SAW pula mensyariatkan untuk melafalkan sholawat. Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam bukunya menyebutkan sholawat Ibrahimiyah yang paling anjurkan untuk dibaca antara adzan dan iqomah. Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ جَيْدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Allahumma shalli ‘ala muhammadin wa ‘ala aali muhammadin, kamaa shallayta ‘ala ibraahiim wa ‘ala aali ibraahiim, innaka hamiidun majiid, Allahumma baarik ‘ala muhammadin wa ‘ala aali muhammadin, kamaa baarakta ‘ala ibraahiim wa ‘ala aali ibraahiim, innaka hamiidun majiid

    Artinya: “Ya Allah, limpahkan sholawat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan sholawat atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung. Ya Allah, berkahilah atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkahi atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim, sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa setelah Pemakaman Lengkap dengan Artinya



    Jakarta

    Menguburkan jenazah merupakan kewajiban terhadap orang yang meninggal dunia. Salah satu adab dalam menguburkan jenazah adalah membaca doa setelah pemakaman.

    Ali Mas’ud Ahmad dalam bukunya Panduan Praktis Perawatan dan Shalat Jenazah, menjelaskan mengenai sunnah setelah pemakaman yaitu dengan membaca doa untuk jenazah dan membaca talqin. Hal tersebut diriwayatkan dari sahabat Rasulullah SAW, Utsman RA, ia berkata,

    كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ


    Artinya: “Apabila Nabi Shallallahu alaihi wasallam telah selesai dari menguburkan mayit, beliau berkata, ‘Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mohonkanlah keteguhan untuknya, karena sesungguhnya sekarang ia sedang ditanya.” (HR Abu Dawud dan Al-Hakim)

    Sementara itu, talqin memiliki fungsi untuk mengingatkan bagi orang yang masih hidup atau pelayat akan pentingnya mengingat kematian karena pada dasarnya semua makhluk yang bernyawa akan mengalami kematian.

    Doa setelah Pemakaman Arab, Latin, dan Artinya

    Mengutip Kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, berikut bacaan doa setelah pemakaman Arab, latin, dan artinya:

    مِنْهَا خَلَقْنَاكُمُ

    Arab latin: Minhaa Khalaqnaa kum

    Artinya: “Dari tangan itulah kami menciptakan kalian”

    وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ

    Arabt latin: Wa fiiha nu’iidukum

    Artinya: “Dan daripadanya Kami akan mengembalikan kalian.”

    وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

    Arab latin: Wa fiiha nukhrijukum taratan ukraa

    Artinya: “Dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kalian pada kesempatan lain”

    Imam an-Nawawi juga menyebut sebuah riwayat dalam Shahih Bukhari dan Muslim bahwa Nabi SAW menganjurkan untuk membaca Al-Qur’an ketika menghadiri pemakaman. Dari Ali RA, ia mengatakan,

    “Kami berada di pemakaman Baqi’ul Ghurfah, kemudian Rasulullah SAW mendatangi kami dan beliau duduk-duduk bersama kami, di tangan beliau memegang tongkat kecil. Kemudian beliau menghujamkan tongkatnya ke tanah lalu bersabda: “Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali telah ditentukan tempatnya di neraka atau di surga.” Kemudian para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah SAW, apakah tidak lebih baik kalau kita menyandarkan pada ketentuan tersebut?’ Kemudian beliau bersabda: ‘Beramalah kalian, karena semuanya akan dimudahkan dengan apa yang diperbuat..’

    Masih dalam buku yang sama, Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah mengatakan: “Ketika itu disunnahkan membaca sebagian dari beberapa ayat Al-Qur’an, mereka mengatakan: ‘Jika sampai menghatamkan, maka itu lebih baik.”

    Sementara itu, Muhammad Sholikhin dalam buku Panduan Lengkap Perawatan Jenazah menjelaskan mengenai doa setelah pemakaman. Tastbit, dalam sebagian tradisi masyarakat dilaksanakan melalui talqin yang dirangkai dengan doa.

    Istighfar dan tastbit yang disunnahkan Nabi SAW sebagai berikut,

    اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ نصف المله، اللهم ثبته عند السؤال باقيها

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah ia dan rahmatilah ia pada satu sisi. Ya Allah, mantapkanlah ia ketika ditanya (Malaikat Munkar dan Nakir) pada sisi lain.” (HR Abu Dawud)

    Masih dalam buku yang sama, dijelaskan pula mengenai sunnah bagi pengantar mayat untuk berhenti sejenak dan mendoakan, dengan memintakan ampun dan meminta supaya mayat diberi ketetapan/keteguhan dalam menjawab pertanyaan kubur.

    Paling tidak sekitar satu jam sesudah penguburan, diutamakan membaca surah Yasin atau Tabarak (Al-Mulk) yang pahalanya diperuntukkan bagi si mayat, sebagaimana dikatakan Syaikh Shalih Al-Samarani dalam buku Munjiyat.

    Bagi yang menghadiri pemakaman juga disunnahkan untuk duduk sejenak setelah selesai menguburkan jenazah dengan kira-kira lamanya penyembelihan domba dan membagikan dagingnya, dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an , mendoakan mayit, mauidhah hasanah, menceritakan orang-orang baik, dan hikayah-hikayah orang saleh.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Sholat Subuh agar Dimudahkan Rezeki oleh Allah SWT



    Jakarta

    Terdapat doa setelah sholat Subuh agar dimudahkan rezeki. Amalan ini berlandaskan dari beberapa firman Allah SWT, salah satunya adalah Surah Al-Hajj ayat 58-59, yaitu:

    وَاِنَّ اللّٰهَ لَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ ٥٨لَيُدْخِلَنَّهُمْ مُّدْخَلًا يَّرْضَوْنَهٗۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَعَلِيْمٌ حَلِيْمٌ ٥٩

    Artinya: “Sesungguhnya hanya Allah (adalah) sebaik-baik pemberi rezeki. Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk yang mereka sukai (surga). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.”


    Senada dengan ayat di atas, Allah SWT akan melapangkan rezeki bagi siapapun yang Ia kehendaki. Hal ini tertuang dalam firman-Nya pada Surah Saba ayat 36, yaitu:

    قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ࣖ ٣٦

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Sesungguhnya Allah melapangkan rezeki kepada siapapun yang Ia kehendaki dan menyempitkan(-nya). Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui(-nya).””

    Selain itu, adanya anjuran membaca doa setelah sholat Subuh pernah diungkap oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya. Sebab, Rasulullah SAW tidak suka dengan perilaku tidur setelah sholat Subuh.

    إني لأسمع أن الرجل يتصبح فأزهد فيه

    Artinya: “Sungguh jika aku mendengar bahwa seseorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya.” (HR Ibnu Abi Syaibah).

    Doa setelah Sholat Subuh dan Artinya agar Dimudahkan Rezeki

    Berikut adalah bacaan doa yang bisa dibaca setelah sholat Subuh, bacaannya:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Arab latin: “Allahumma inni ashbathu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaikatika wa jami’a khalqika annaka antallahu la ilaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasuluka.”

    Artinya: “Ya Allah, aku telah berpagi, aku persaksikan Engkau, dan aku persaksikan kandungan ‘arys-Mu, malaikat-malaikat-Mu serta seluruh makhluk-Mu bahwa Engkau adalah Allah, tiada tuhan selain-Mu dan sesungguhnya Muhammad (SAW) adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu. (HR Abu Daud, Sunan Abi Dawud, Kitab Al-Adab, Bab Ma Yaqulu Idza Ashbaha, nomor: 4407).

    Selain doa di atas, dikutip dari buku Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki karya Nasrudin dijelaskan terdapat doa agar mendapatkan rezeki yang tak pernah putus yang bisa diamalkan juga setelah melakukan sholat Subuh, yaitu:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ رَزَقَنِيْ هَذَا مِنْ خَيْرٍ حَوْلٍ مِنِّي وَلَاقُوَّةٍ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ.

    Arab latin: “Alhamdu lillaahil ladzii rozaqonii haadzaa min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin, Alloohumma baarik fiihi.”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau berkahi rezeki kepunyaanku.”

    Itu adalah pembahasan kali ini mengenai doa setelah sholat Subuh agar dimudahkan rezeki oleh Allah SWT. Semoga kita dapat selalu melaksanakannya agar mendapatkan keberkahan dari kasih-Nya.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Dijauhkan dari Sifat Takabur, Yuk Baca Setiap Hari!



    Jakarta

    Istilah takabur berasal dari bahasa Arab takkabbara-yatakabbaru yang artinya sombong atau membanggakan diri. Takabur merupakan sifat yang buruk dan harus dihindari, salah satunya dengan berdoa memohon perlindungan Allah SWT.

    Takabur sering kali diartikan sebagai sikap mental dan perbuatan yang merasa dirinya lebih benar, lebih tinggi, lebih pandai, atau lebih segalanya dan memandang orang lain lebih rendah dan buruk.

    Orang yang takabur seringkali angkuh, merasa benar sendiri, dan keras kepala. Dalam seuat riwayat, Rasulullah SAW bersabda, “Dianggap sebagai takabur itu ialah menolak apa yang benar dan menganggap hina kepada orang lain.” (HR. Muslim).


    Macam-Macam Sifat Takabur

    Berdasarkan buku Para Musuh Allah: Golongan Manusia yang Menjadi Musuh Allah di Akhirat yang disusun oleh Rizem Aizid, terdapat dua macam sifat takabur, yakni takabur batin dan takabur zhahir.

    Takabur batin merupakan akhlak (sifat) dalam jiwa, yaitu kecenderungan memandang diri sendiri lebih tinggi dari orang lain. Sementara takabur zhahir merupakan perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh organ-organ tubuh, dan perbuatan tersebut merupakan buah dari akhlak.

    Adapun apabila dilihat berdasarkan objeknya, takabur dapat dibagi menjadi tiga yakni takabur terhadap Allah, takabur terhadap Rasulullah, dan takabur terhadap manusia. Takabur terhadap Allah adalah perbuatan yang paling tercela.

    Dengan melanggar perintah-Nya, menyekutukan-Nya, dan juga mengingkari-Nya dengan tidak mau mengakui segala kebaikan dari Allah, maka seorang muslim akan dianggap sebagai musuh-Nya dan tidak mendapatkan rahmat dari-Nya.

    Sama halnya dengan takabur terhadap Rasulullah selaku utusan Allah. Apabila seorang muslim tidak mau menuruti sunnah dan ajaran dari Rasulullah, maka ia akan dianggap sebagai musuh Allah juga.

    Sedangkan takabur terhadap manusia sama saja dengan melawan ketetapan Allah. Semua derajat manusia sama di mata Allah, yang membedakan hanya ketakwaan dan keimanan. Apabila merasa lebih daripada manusia yang lain, maka ia juga dianggap sebagai musuh Allah.

    Dampak Buruk Sifat Takabur

    Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin menyebutkan bahwa takabur akan menjadi penghalang jalan menuju surga karena takabur menghalangi seseorang dengan sifat orang-orang mukmin. Sifat orang mukmin yakni mencintai dengan tulus dan rendah hati. Orang yang takabur dianggap tidak sanggup tawadhu’, tidak meninggalkan rasa iri dengki.

    Takabur juga merupakan sifat iblis. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa iblis tidak mau melaksanakan perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam AS. Iblis merasa dirinya lebih mulia karena diciptakan dari api sedangkan Nabi Adam AS diciptakan dari tanah.

    Seseorang yang takabur juga cenderung meremehkan perkara ibadah. Bahkan hal-hal yang sifatnya wajib kerap kali ditinggalkan karena merasa dirinya sudah hebat dan mampu hidup dalam kenyamanan tanpa bantuan dari Allah. Padahal, rezeki yang didapat semata-mata adalah pemberian Allah.

    Muslim yang memelihara sifat takabur tidak akan memiliki daya di akhirat, seperti kawanan semut yang mudah diinjak orang. Hal tersebut sebagaimana riwayat dari At Tirmidzi, Ahmad, Al-Baghawi, dan Ibnul Mubarak, “Orang-orang yang lalai dan sombong akan dihimpun pada hari kiamat dalam rupa semut. Orang-orang menginjak-injak mereka karena kehinaan diri mereka di hadapan Allah.”

    Dikarenakan membawa banyak mudharat, Allah bahkan telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 18, terkait larangan bersifat takabur.

    وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ

    Artinya: Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.

    Allah mencoba menegaskan pada hamba-Nya bahwa takabur adalah sifat tercela yang tidak pantas dilakukan. Bagaimanapun, Allah telah mengutus Rasulullah sebagai pembimbing umat muslim ke jalan yang benar. Hendaknya, sifat yang diteladani adalah sifat-sifat Rasulullah.

    Doa Agar Dijauhkan dari Sifat Takabur

    Untuk menghindari sifat takabur, Rasulullah menganjurkan rutin membaca doa untuk tetap bersikap tawadhu’, obat dari takabur. Berikut ini adalah lafadz doa agar dijauhkan dari sifat takabur.

    اَللّٰهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِيْنًا، وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا، وَاحْشُرْنِي فِيْ زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

    Arab-latin: Allahuma ahyini miskinan, wa amitni miskinan, wahsyurni fi zumratil masakin

    Artinya: Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan khusyu dan rendah hati, dan matikanlah aku dalam keadaan khusyu dan rendah hati, dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang yang khusyu dan rendah hati.

    Umat muslim juga dapat mengamalkan doa Nabi Musa yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al Ghafir ayat 27,

    وَقَالَ مُوْسٰىٓ اِنِّيْ عُذْتُ بِرَبِّيْ وَرَبِّكُمْ مِّنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ

    Arab-latin: Wa qāla mụsā innī ‘użtu birabbī wa rabbikum ming kulli mutakabbiril lā yu`minu biyaumil-ḥisāb

    Artinya: Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab.”

    Demikian penjelasan terkait takabur, macam-macam takabur, dampak buruk takabur, hingga bacaan doa agar terhindar dari takabur. Semoga kita semua dapat menjaga sikap tawadhu’ yakni rendah hati dalam situasi apapun sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com